Successfully reported this slideshow.
PERAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM
   MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN DI INDONESIA



                              ...
DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA

                             KRISIS 1998 & ASIA


  TAHUN     TAHUN 1970          3...
PANGAN :

  Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati
  dan air, baik yang diolah, yang diperuntukkan
  sebagai makan...
HAKIKAT PANGAN
              (Dasar Pertimbangan Undang-Undang no. 7 tahun 1996)



  • PANGAN MERUPAKAN KEBUTUHAN DASAR M...
PANGAN OLAHAN

     makanan atau minuman hasil proses dengan
     cara atau metode tertentu dengan atau tanpa
     bahan t...
SISTEM PANGAN

 segala sesuatu yang berhubungan dengan
 pengaturan, pembinaan, dan atau pengawasaan
 terhadap kegiatan ata...
PRODUKSI PANGAN

Kegiatan atau proses menghasilkan, menyiapkan,
mengolah, membuat, mengawetkan, mengemas
kembali, dan atau...
RUANG LINGKUP
                       PANGAN


        MENCAKUP S UBS IS TEM YANG TERKAIT
        DAN S ALING TERGANTUNG YA...
RANTAI PERTANIAN                               PERTUMBUHAN
                                                  PENDUDUK
    ...
AKTIVITAS STRATEGIK
         PASCA PANEN                                DALAM RANGKAIAN
                                  ...
AKTIVITAS STRATEGIK
            BIBIT/ BENIH                       PADA AWAL RANGKAIAN
                                   ...
KESIMPULAN

   •    KEBERHASILAN IPTEK TIDAK SEMATA-MATA KARYA SENDIRI DARI
        IPTEK PERTANIAN, TETAPI MERUPAKAN KETE...
INDUS TRI PANGAN

   PRIMER            S EKUNDER       TERTIER
                                                    K
     ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan di Indonesia

5,316 views

Published on

disampaikan pada Seminar Nasional dan Kongres PATPI Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan di Indonesia, 17-18 Desember 2004, Gedung BPPT Jakarta

Published in: Business, Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan di Indonesia

  1. 1. PERAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN DI INDONESIA Oleh : FRANCISCUS WELIRANG PT. ISM Tbk. Bogasari Flour mills Disampaikan pada : SEMINAR NASIONAL & KONGRES PATPI Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan di Indonesia JAKARTA 17-18 Desember 2004 Gedung BPP Teknologi, Jakarta FW/SD/MR/XII/2004 1
  2. 2. DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA KRISIS 1998 & ASIA TAHUN TAHUN 1970 30 TAHUN TAHUN 2000 30 TAHUN TAHUN 2030 140 Juta Orang 220 Jt Orang 320 Juta Orang TUMBUH 80 JUTA TUMBUH 100 JUTA JUMLAH MAYORITAS MASYARAKAT MAYORITAS MASYARAKAT PENDUDUK PENDAPATAN MENENGAH ± 60 JT USIA PENDAPATAN MENENGAH KE BAWAH KE BAWAH PRODUKTIF 1. NUTRISI RENDAH MUTU SDM ? DAMPAK LANGSUNG 2. KESEHATAN RENTAN 3. PENDIDIKAN MUTU RENDAH * DAYA NALAR * PASIF/ MUDAH MARAH (AMUK MASSA /TAWURAN) IDEM JIKA TAK DITANGGULANGI ? 1. AIR BERSIH LANGKA DAMPAK 2. SAMPAH & POLUSI BERTAMBAH TIDAK LANGSUNG 3. KEBUTUHAN ENERGI BERTAMBAH PANGAN 1. RESOURCES MAKIN TERBATAS 2. JURANG MISKIN – KAYA (HARTA,AKSES SUMBER DAYA,INFORMASI) 3. EXPLOITASI MANUSIA & HUKUM KORUPSI & PENEGAKAN DAMPAK LANJUT HUKUM 4. EXPLOITASI EKONOMI & SUMBER DAYA ALAM → WTO 5 LEDAKAN PENCARI KERJA → ENTERPRENEURSHIP ↓ 3 ADVOKASI HUKUM BIDANG KOPERASI (YUDIKATIF),INDUSTRI RUMAH TANGGA & PEDAGANG K5 MASUK DLM UU PT FW/SD/MR/XII/2004 2
  3. 3. PANGAN : Segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman. (psl 1 ayat 1) (Undang-Undang no. 7 th 1996, Tentang Pangan) FW/SD/MR/XII/2004 3
  4. 4. HAKIKAT PANGAN (Dasar Pertimbangan Undang-Undang no. 7 tahun 1996) • PANGAN MERUPAKAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA YANG PEMENUHANNYA MENJADI HAK ASASI MANUSIA. • PANGAN YANG AMAN, BERMUTU, BERGIZI, BERAGAM DAN TERSEDIA CUKUP MERUPAKAN PRASYARAT UTAMA BAGI KEPENTINGAN KESEHATAN, KEMAKMURAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT. • PANGAN SEBAGAI KOMODITAS HARUS TERSEDIA, DAN TERJANGKAU OLEH DAYA BELI MASYARAKAT FW/SD/MR/XII/2004 4
  5. 5. PANGAN OLAHAN makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. (psl 1 ayat 2) (Undang-Undang no. 7 th 1996, Tentang Pangan) FW/SD/MR/XII/2004 5
  6. 6. SISTEM PANGAN segala sesuatu yang berhubungan dengan pengaturan, pembinaan, dan atau pengawasaan terhadap kegiatan atau proses produksi pangan dan peredaran pangan sampai dengan siap dikonsumsi manusia. (psl 1 ayat 3) (Undang-Undang no. 7 th 1996, Tentang Pangan) FW/SD/MR/XII/2004 6
  7. 7. PRODUKSI PANGAN Kegiatan atau proses menghasilkan, menyiapkan, mengolah, membuat, mengawetkan, mengemas kembali, dan atau mengubah bentuk pangan. (psl 1 ayat 5) (Undang-Undang no. 7 th 1996, Tentang Pangan) FW/SD/MR/XII/2004 7
  8. 8. RUANG LINGKUP PANGAN MENCAKUP S UBS IS TEM YANG TERKAIT DAN S ALING TERGANTUNG YAITU : •KETERS EDIAAN PANGAN •KEAMANAN PANGAN •KETAHANAN PANGAN •KEBERLANJUTAN PANGAN FW/SD/MR/XII/2004 8
  9. 9. RANTAI PERTANIAN PERTUMBUHAN PENDUDUK Masalah Pangan : - Nutrisi Rendah IPTEK PANGAN - Kesehatan Rentan Cost & - Ketersediaan - Mutu Pendidikan Rendah Yield - Keamanan Desa khusus hanya - Ketahanan untuk Benih / Bibit - keberlanjutan yang dapat dikembangkan PETANI INDUSTRI KONSUMEN Bibit/Benih Pertanian Pasca Panen Pengolahan I Pengolahan Pengolahan Distribusi / Konsumen Lanjut Akhir Outlet IPTEK Pasca Penen Rangkaian Nilai Tambah Seleksi & Penanaman Demand Requirement Information AGROPOLITI AN Tepung-tepungan vs Biji- bijian Strategic requirement • Simpan Lebih Lama • Mudah di fortifikasi • Mudah Penanganan • Economic Value FW/SD/MR/XII/2004 9
  10. 10. AKTIVITAS STRATEGIK PASCA PANEN DALAM RANGKAIAN NILAI TAMBAH MASALAH PRODUKSI ≠ DEMAND PASAR PRIMARY SECONDARY - HANDLING -IKLIM - UMUR PRODUK -LAHAN - QUALITY -BIBIT VARIABLE -HAMA CONTROL MASALAH INTERVENSI IPTEK • QUALITY STANDARD • UMUR PRODUK LEBIH PANJANG • CARA PENYEMAIAN MEMADAI • CARA HANDLING ( PACKING, TRANSPORT) LEBIH MUDAH FW/SD/MR/XII/2004 10
  11. 11. AKTIVITAS STRATEGIK BIBIT/ BENIH PADA AWAL RANGKAIAN NILAI TAMBAH MASALAH PRODUKSI ≠ DEMAND PASAR - IKLIM - PENANGANAN - YIELD - QUALITY VARIABLE MENGATASI MASALAH INTERVENSI IPTEK • QUALITY STANDARD • CARA PENYEMAIAN MEMADAI • CARA HANDLING LEBIH MUDAH FW/SD/MR/XII/2004 11
  12. 12. KESIMPULAN • KEBERHASILAN IPTEK TIDAK SEMATA-MATA KARYA SENDIRI DARI IPTEK PERTANIAN, TETAPI MERUPAKAN KETERPADUAN DARI BERBAGAI DISIPLIN : Hukum, Sosial Budaya, Ekonomi Enginering dll • IPTEK BIBIT HARUS MENJADI KEBIJAKAN STRATEGI DAN DIPILIH DI DESA-DESA TERTENTU UNTUK BENIH/BIBIT KOMODITAS TERTENTU SEHINGGA MEMUNCULKAN PERDAGANGAN BENIH YANG PADAT TEKNOLOGI DAN STANDARD • INTERVENSI IPTEK DALAM PASCA PANEN SANGAT DIPERLUKAN Contoh : Teknologi pengeringan, pendinginan dll • RANGKAIAN NILAI TAMBAH DARI BIBIT – KONSUMEN HARUS SANGAT DIPERHITUNGKAN SECARA TERPADU • INFORMASI TUNTUTAN KONSUMEN HARUS BISA DISOSIALISASIKAN DI SISI “SUPPLY SIDE” FW/SD/MR/XII/2004 12
  13. 13. INDUS TRI PANGAN PRIMER S EKUNDER TERTIER K O BIBIT / BENIH N PENGOLAHAN OLAHAN MIX BAHAN BAKU PANGAN BAHAN PANGAN S U M TANAM / E BREEDING TRADIS IONAL TRADIS IONAL N MODERN MODERN PANEN PAS CA PANEN FW/SD/MR/XII/2004 13

×