Integrasi dengan JogetSolusi Pemetaan Proses BisnisBab ini adalah bab yang menarik, sebab kita akan mengintegrasikan joget...
Diagram evolusi standar workflow duniaSebenarnya bila dicermati, standar workflow telah ditentukan jauh saat Internet belu...
Joget yang lebih menarik kalau dikaji dari solusinya selain mengadopsi XPDL, juga memilikiarsitektur yang sama dengan Yama...
Arsitektur Joget. Sumber: JogetUntuk membuat XPDL, Joget datang dengan Workflow Designer, dahulu di Shark disebut JaWE(Jav...
disebut swimlane.Berikut adalah mekanisme mengembangkan proses dengan implementasi abstrak operasional.                   ...
UserViewDikarenakan buku ini membahas mengenai integrasi aplikasi mengacu pada REST, makapengembangan berikutnya adalah de...
Integrasi Joget JSON API dengan JavascriptMengkonsumsi Layanan REST Workflow dari JogetSetelah menjelaskan cukup mendalam ...
Action-action Joget di Yama
Berikut adalah hasil dari implementasi JogetJSONController                                   Yama – Joget Process List    ...
View ActivityRunning Process ListView Running Process
View Completed Process
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

7. mengkonsumsi layanan rest joget - integrasi dengan xpdl

1,439 views

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,439
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

7. mengkonsumsi layanan rest joget - integrasi dengan xpdl

  1. 1. Integrasi dengan JogetSolusi Pemetaan Proses BisnisBab ini adalah bab yang menarik, sebab kita akan mengintegrasikan joget, sebuah opensourceworkflow yang mengacu pada XPDL, sebuah standar workflow yang dikeluarkan WfMC(Workflow Management Consoritium). Engine awal Joget dikembangkan oleh Togethersoft, dengannama Shark dari ObjectWeb. Rekan-rekan kita dari Malaysia, melakukan perbaikan yang sangatsignifikan, sehingga lahirnya sebuah opensource XPDL bernama Joget, dengan websitehttp://www.joget.org. Jujur saya, saya dulu mendalami shark dan bongkar sampai source codenya,dan banyak hal yang harus dikerjakan, dan tim Joget telah mengembangkannya sedemikianmodularnya, sempurna. Sebuah prestasi untuk asia.Kelebihan Joget sebenarnya selain fitur web dan form designer, yang menarik dari penulis adalahkemampuanya menjadi REST Workflow server, yang notabene akan kita buat menjadi datasourcedibab ini. Dimana di Shark, dikembangkan menggunakan pendekatan SOAP.Dengan mengintegrasikan framework yang akan digunakan, dalam buku ini Cimande atau Yamadengan Joget, memungkinkan setiap aplikasi yang dikembangkan menggunakan 2 datasource, yaituDatabase melalui Hibernate dan workflow melalui Joget.Jadi dapat dikatakan bab ini adalah pengembangan lebih lanjut mengenai integrasi aplikasi denganREST Server berbasis JSON, dengan datasourcenya adalah Joget.WfMC, XPDL dan BPMN dari OMG.Sebelum mendalami secara teknis, sebaiknya mengenal terlebih dahulu beberapa jargon dari sekitardunia workflow, dan sedikit peperangan standar untuk menentukan masa depan spesifikasi solusiworkflow.WfMC (Workflow Management Coalition) sudah sejak dahulu sebagai sebuah organisasi standarsenior yang membuat standar khusus dan spesifik mengenai workflow, dengan bukunya yangpopular bernama Workflow Handbook, yang terbit setahun sekali. WfMC melahirkan XPDL, yangdisebut dengan XML Process Definition Language disingkat XPDL yang digunakan oleh Joget.Sedangkan OMG (Open Management Group), sebenarnya sebuah standar berbasis obyek, yangmelahirkan UML, MDA yang kemudian melahirkan BPMN singkatan dari Business ProcessManagement Notation. Dimana sebelumnya BPMN disebut dengan BPMI, yang dikembangkanoleh lembaga independen.Jadi dapat dikatakan XPDL dan BPMN ini lahir setelah diperkenalkan XML sebagai metadatastandar, sekitar 1998-1999, salah satunya dengan lahirnya Internet Explorer 3.0 yang memiliki fiturXML dengan solusi Channel.Diagram dibawah ini menjelaskan proses BPMN dan XPDL dari era ke era. Sangat menarik dikajisebab secara fungsi dan mekanisme keduanya adalah sama. Tentu saja standar ini dikelola oleh 2lembaga yang sangat senior didunia masing-masing. Selamat datang didunia kovergen.
  2. 2. Diagram evolusi standar workflow duniaSebenarnya bila dicermati, standar workflow telah ditentukan jauh saat Internet belum popular,sekitar tahun 1994, WfMC telah mengeluarkan referensi, dengan bukunya Workflow Handbook.Dengan popularitas aplikasi yang membutuhkan workflow, lahirlah XPDL, dimana BPMN 1.0lahir beberapa tahun setelahnya.Sekitar 2003-an, penulis telah melakukan riset mengenai workflow dunia, baik yang propietaryataupun OpenSource, dan menemukan Shark yang dinaungin ObjectWeb (sekarang OW2), selainBonita juga yang dinaungi ObjectWeb, mengimplementasikan standar XPDL. Saat itu dunia obyek,sebutan para vendor yang berhubungan dengan piranti lunak, mulai melahirkan beberapa ide-ideseperti SOA, BPEL dan paralel dengan lahirnya WS-I (Web Services Interoperability), organisasilain yang mengutilisasi XML.Tanda-tanda bersinerginya kedua standar alur kerja ini belum menandakan tanda-tanda, sebabdibelakang masing-masing organisasi memiliki pendukung dan organisasi yang besar. WfMCsangat dekat dengan ISO, sedangkan OMG sangat dekat dengan keilmuan teknologi informatika.Berkenalan dg XPDLBerkenalan dg BPMNBekerja dengan Joget WorkflowBab ini membahas khusus Joget, jadi bilamana hendak mendalami lebih lanjut solusi BPM denganstandar BPMN, dapat menghubungi kami.
  3. 3. Joget yang lebih menarik kalau dikaji dari solusinya selain mengadopsi XPDL, juga memilikiarsitektur yang sama dengan Yama, yang dibahas dibuku ini, malah dapat dikatakan identik, yaitumenggunakan SpringMVC-Spring-Hibernate.Tim Joget telah bekerja sangat keras merubah persistance dari Shark menjadi Hibernate, sehinggamodularitas dan kemampuannya menjadi standar yaitu JPA. Selain itu setiap node dari proses dapatdibuat plugin, sehingga memberikan peluang bagi banyak pihak untuk mengembangkan modul ataumelakukan integrasi dengan solusinya didalam engine Joget. Sebuah fitur yang memang harus adadiera milenium ini.Joget melahirkan marketplace yang memberikan kesempatan untuk mendistribusikan plugin-pluginyang dikembangkan.Bab ini akan membahas Joget dari sisi REST server, sehingga Joget diperilakukan sebagai sumberdata, sama dengan kasus yang dibahas dibab sebelumnya mengenai membuat REST server berbasisJSON, dan Joget adalah implementasinya yang sempurna. Kelemahannya adalah REST yangdihasilkan belum memiliki standar, untuk mekanisme standar REST dapat membaca bab setelah iniyaitu CMIS.Yang menarik dari REST workflow yang dihasilkan Joget, dan juga Activiti (server workflowberbasis BPMN, edisi terusan JBPM), bilamana mereka berkolaborasi, dapat menghasilkanWorkflow Interoperability Standard ala CMIS. Apakah ini akan terjadi? Mari kita nantikan.
  4. 4. Arsitektur Joget. Sumber: JogetUntuk membuat XPDL, Joget datang dengan Workflow Designer, dahulu di Shark disebut JaWE(Java Workflow Editor). Workflow Designer dengan file format XPDLSetiap node akan terhubung membentuk sebuah proses, dimana dihubungkan dengan garis yang
  5. 5. disebut swimlane.Berikut adalah mekanisme mengembangkan proses dengan implementasi abstrak operasional. Flow Operasi dan Flow berbasis XPDLDalam implementasinya Joget sebenarnya telah menyediakan form designer dan front untukbekerja, yang memungkinkan kita mengembangkan aplikasi diatasnya, terus terintegrasi denganUserView, sebuah interface inbox outstanding approval.
  6. 6. UserViewDikarenakan buku ini membahas mengenai integrasi aplikasi mengacu pada REST, makapengembangan berikutnya adalah dengan membuat controller dan services terhadap Yama, yangmana merupakan controller berbasis Spring, yang akan berkomunikasi dengan JSON API yangdihasilkan oleh Joget.Berikut adalah evaluasi dari diagram yang akan dikembangkan. Integrasi Joget dg Aplikasi CustomSebenarnya integrasi atau utilisasi JSON API dari Joget, tidak perlu melalui pendekatan integrasikedalam injection dalam MVC, tetapi dapat juga menggunakan Javascript, sehingga integrasiadalah over the net.
  7. 7. Integrasi Joget JSON API dengan JavascriptMengkonsumsi Layanan REST Workflow dari JogetSetelah menjelaskan cukup mendalam mengenai Joget, mari kita utilisasikan kemampuan RESTdari Joget, sehingga dapat digunakan oleh aplikasi yang kita kembangkan.Yang menarik dari Joget, telah mengembangkan mekanisme token yang mirip dengan yang jugatelah dijelaskan dibab sebelumnya. Implementasi REST dapat menggunakan username, id, atauhash.Sebagai contoh adalah /web/json/monitoring/activity/list?processId=idmasukan&j_username=username&j_password=password, adalah implementasi prosesdengan masukan id proses dengan menggunakan username dan password.Mekanisme ini tentu saja sangat berbahaya, karena membiarkan username dan passworddiimplementasikan dalam internet, tetapi bilamana diimplementasikan dalam satu jaringan internaldan beda subnet, tentu saja cukup aman.Diharapan impelementasi yang lebih aman akan dilahirkan sehingga Joget dapat menjadi mediatorworkflow untuk berbagai sistem, ataupun kalau tidak, kita dapat mengembangkannya denganframework yang ada, baik diatas Cimande atau Yama, sehingga dapat menciptakan sebuah RESTbaru yang lebih lengkap dari yang dikembangkan Joget. Apakah tertarik mengembangkan ini?
  8. 8. Action-action Joget di Yama
  9. 9. Berikut adalah hasil dari implementasi JogetJSONController Yama – Joget Process List Init sebuah process Inbox Process
  10. 10. View ActivityRunning Process ListView Running Process
  11. 11. View Completed Process

×