Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
MENATA KEMBALI
KAWASAN METROPOLITAN JABODETABEKJUR :
MENUJU PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN
Keynotes :
DJOKO KIRMANTO
...
BAGIAN PERTAMA
PENDAHULUAN
TANTANGAN KAWASAN JABODETABEKJUR
LEDAKAN JUMLAH PENDUDUK DAN MENINGKATNYA
FREKUENSI BENCANA BANJIR
ALIH FUNGSI LAHAN TIDAK...
2000 0 2000 Meters
Peta Penutupan Lahan
DKI Jakarta Tahun 2002
690000
690000
695000
695000
700000
700000
705000
705000
710...
FENOMENA PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM
FENOMENA URBANISME KONTEMPORER
ABAD KE 21 DICIRIKAN DENGAN TERJADINYA PERUBAHAN
FUNDAMENTAL PERADABAN MANUSIA DARI KULTUR ...
PENDUDUK PERKOTAAN DIPERKIRAKAN AKAN
MENCAPAI 4 KALI LIPAT PENDUDUK
PERDESAAN..
BAGIAN KEDUA
IMPLIKASI SPASIAL
KETERPADUAN RENCANA, KELEMBAGAAN,
PERAN MASYARAKAT DAN INFORMASI SPASIAL
IMPLIKASI LEDAKAN PENDUDUK
HUNIAN TRANSPORTASI
SAMPAH AIR BERSIH LISTRIK
GAMBAR FASOS FASUMFoto: istimewa WORKSHOP
JABODETABEKJUR 21
FASILITAS SOSIAL DAN FASILITAS UMUM
IMPLIKASI LEDAKAN PENDUDUK
KAWASAN JABODETABEKJUR PERLU DILIHAT SEBAGAI SATU KESATUAN WILAYAH
EKOLOGIS YANG SALING TERKAIT DAN INTERDEPENDEN
t0
t1
t2
t3
HULU
TENGAH
HILIR
2000mdpl
JKT
DPK
BGR
S.Ciliwung
Sebagai kawasan
pemanfaatan ruang terbatas
(pertanian, permu...
INSTRUMEN PENGENDALIAN YANG KUAT DAN EFEKTIF
1970an
• Istilah Jabotabek
diperkenalkan
sebagai renbang
terpadu (belum ada
dasar hukumnya)
• Upaya untuk
meredam dampak
u...
Menjembatani dan Mengkoordinasi
Kepentingan Lokal & Regional
Membagi Peran antara Kota Induk
Dan Kota Satelit
Membangun Si...
PERAN MASYARAKAT
PERAN AKTIF MASYARAKAT HARUS DIBERI RUANG YANG LEBIH BESAR
DALAM MEWUJUDKAN RENCANA TATA RUANG YANG DISEP...
SISTEM INFORMASI SPASIAL
SISTEM INFORMASI SPASIAL DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
BAGIAN KETIGA
PEMBANGUNAN PERKOTAAN
BERKELANJUTAN
TIGA PILAR
PEMB.
BERKELANJUTAN
EKONOMI
SOSIAL
BUDAYA
LINGKUNGAN
Pembangunan yang kita lakukan harus menyadari
bahwa generasi yang akan datang akan dapat
menikmati apa yang kita rasakan s...
RTH Jalan
RTH taman
INFRASTRUKTUR HIJAU
UNDANG-UNDANG PENATAAN
RUANG MENGAMATKAN
KAWASAN HUTAN MINIMAL 30%
DARI DAS DAN RU...
KEBERADAAN SEKTOR INFORMAL
SEBAGAI JARING SOSIAL
EKONOMI
PEMBANGUNAN PERKOTAAN
HARUS MENGEDEPANKAN RASA
KEADILAN DAN KEBER...
PELESTARIAN KAWASAN LAMA UNTUK MENYEDIAKAN
MEMORI KOLEKTIF BAGI MASYARAKAT
SOSIAL BUDAYA
LINGKUNGAN
PERLU UPAYA KOMPREHENSIF DAN TERPADU UNTUK PENANGANAN LINGKUNGAN
JABODETABEKJUR
BAGIAN KEEMPAT
PENUTUP
CATATAN PENUTUP
• PENGEMBANGAN WILAYAH PERKOTAAN HARUS
DILAKUKAN SECARA HARMONIS DAN TERPADU
• PERLU ADA UPAYA SINERGI MEL...
Terima Kasih..
MENATA KEMBALI KAWASAN METROPOLITAN JABODETABEKJUR - MENUJU PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

MENATA KEMBALI KAWASAN METROPOLITAN JABODETABEKJUR - MENUJU PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN

493 views

Published on

PENGEMBANGAN WILAYAH PERKOTAAN HARUS DILAKUKAN SECARA HARMONIS DAN TERPADU
PERLU ADA UPAYA SINERGI MELALUI TUKAR PIKIRAN DIANTARA PEMANGKU KEPENTINGAN
PENATAAN KEMBALI KAWASAN JABODETABEKJUR HARUS DILAKUKAN BERDASARKAN KONSEP PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN

Published in: Real Estate
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

MENATA KEMBALI KAWASAN METROPOLITAN JABODETABEKJUR - MENUJU PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN

  1. 1. MENATA KEMBALI KAWASAN METROPOLITAN JABODETABEKJUR : MENUJU PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN Keynotes : DJOKO KIRMANTO MENTERI PEKERJAAN UMUM Disampaikan pada acara : Workshop JABODETABEKJUR Menuju Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan Four Seasons Hotel, 23 -24 Juli 2009
  2. 2. BAGIAN PERTAMA PENDAHULUAN
  3. 3. TANTANGAN KAWASAN JABODETABEKJUR LEDAKAN JUMLAH PENDUDUK DAN MENINGKATNYA FREKUENSI BENCANA BANJIR ALIH FUNGSI LAHAN TIDAK TERKENDALI DAN PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN
  4. 4. 2000 0 2000 Meters Peta Penutupan Lahan DKI Jakarta Tahun 2002 690000 690000 695000 695000 700000 700000 705000 705000 710000 710000 715000 715000 9295000 9295000 9300000 9300000 9305000 9305000 9310000 9310000 9315000 9315000 9320000 9320000 9325000 9325000 KETERANGAN AIR/SUNGAI FASILITAS UMUM LAHAN TERBUKA PERMUKIMAN RAWA/TAMBAK/LAUT SAWAH VEGETASI BERKURANGNYA RTH DAN MENINGKATNYA KEMACETAN LALULINTAS TERGUSURNYA KAWASAN KOTA LAMA YANG BERSEJARAH
  5. 5. FENOMENA PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM
  6. 6. FENOMENA URBANISME KONTEMPORER ABAD KE 21 DICIRIKAN DENGAN TERJADINYA PERUBAHAN FUNDAMENTAL PERADABAN MANUSIA DARI KULTUR PERDESAAN MENJADI KULTUR PERKOTAAN
  7. 7. PENDUDUK PERKOTAAN DIPERKIRAKAN AKAN MENCAPAI 4 KALI LIPAT PENDUDUK PERDESAAN..
  8. 8. BAGIAN KEDUA IMPLIKASI SPASIAL KETERPADUAN RENCANA, KELEMBAGAAN, PERAN MASYARAKAT DAN INFORMASI SPASIAL
  9. 9. IMPLIKASI LEDAKAN PENDUDUK HUNIAN TRANSPORTASI SAMPAH AIR BERSIH LISTRIK
  10. 10. GAMBAR FASOS FASUMFoto: istimewa WORKSHOP JABODETABEKJUR 21 FASILITAS SOSIAL DAN FASILITAS UMUM IMPLIKASI LEDAKAN PENDUDUK
  11. 11. KAWASAN JABODETABEKJUR PERLU DILIHAT SEBAGAI SATU KESATUAN WILAYAH EKOLOGIS YANG SALING TERKAIT DAN INTERDEPENDEN
  12. 12. t0 t1 t2 t3 HULU TENGAH HILIR 2000mdpl JKT DPK BGR S.Ciliwung Sebagai kawasan pemanfaatan ruang terbatas (pertanian, permukiman, dengan pertimbangan konservasi lahan) PENDEKATAN ECO-REGION UNTUK PENATAAN RUANG DAS Kemiringan > 40% sebagai kawasan lindung dengan vegetasi hutan Sebagai kawasan terbangun
  13. 13. INSTRUMEN PENGENDALIAN YANG KUAT DAN EFEKTIF
  14. 14. 1970an • Istilah Jabotabek diperkenalkan sebagai renbang terpadu (belum ada dasar hukumnya) • Upaya untuk meredam dampak urbanisasi • Introduksi ekonomi liberal pro PMA PERKEMBANGAN KELEMBAGAAN JABODETABEKJUR 1980-1990an 2000an “Dibutuhkan kewenangan yang lebih luas untuk mengeksekusi program-program lintas wilayah…” • Era keemasan bagi investor/swasta (akuisisi lahan besar-besaran) • Perkembangan kawasan pinggiran yang pesat • Pengendalian pemanfaatan ruang terbatas • Introduksi Mega- politan dalam UU 26/2007 • Nuansa futuristik sebagai antisipasi koridor Jkt – Bdg • Fokus pada pengendalian (zoning, insentif/ disinsentif, sanksi)
  15. 15. Menjembatani dan Mengkoordinasi Kepentingan Lokal & Regional Membagi Peran antara Kota Induk Dan Kota Satelit Membangun Sinergi Positif dan Mengurangi Konflik Antar-Kawasan KEBERADAAN LEMBAGA INTERMEDIARE PERLU DIPERTIMBANGKAN SECARA MASAK FUNGSI KELEMBAGAAN JABODETABEKJUR
  16. 16. PERAN MASYARAKAT PERAN AKTIF MASYARAKAT HARUS DIBERI RUANG YANG LEBIH BESAR DALAM MEWUJUDKAN RENCANA TATA RUANG YANG DISEPAKATI
  17. 17. SISTEM INFORMASI SPASIAL SISTEM INFORMASI SPASIAL DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
  18. 18. BAGIAN KETIGA PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN
  19. 19. TIGA PILAR PEMB. BERKELANJUTAN EKONOMI SOSIAL BUDAYA LINGKUNGAN
  20. 20. Pembangunan yang kita lakukan harus menyadari bahwa generasi yang akan datang akan dapat menikmati apa yang kita rasakan saat ini..
  21. 21. RTH Jalan RTH taman INFRASTRUKTUR HIJAU UNDANG-UNDANG PENATAAN RUANG MENGAMATKAN KAWASAN HUTAN MINIMAL 30% DARI DAS DAN RUANG TERBUKA HIJAU MINIMAL 30% DARI LUAS PERKOTAAN RTH Regional
  22. 22. KEBERADAAN SEKTOR INFORMAL SEBAGAI JARING SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN PERKOTAAN HARUS MENGEDEPANKAN RASA KEADILAN DAN KEBERLANJUTAN EKONOMI LOKAL
  23. 23. PELESTARIAN KAWASAN LAMA UNTUK MENYEDIAKAN MEMORI KOLEKTIF BAGI MASYARAKAT SOSIAL BUDAYA
  24. 24. LINGKUNGAN PERLU UPAYA KOMPREHENSIF DAN TERPADU UNTUK PENANGANAN LINGKUNGAN JABODETABEKJUR
  25. 25. BAGIAN KEEMPAT PENUTUP
  26. 26. CATATAN PENUTUP • PENGEMBANGAN WILAYAH PERKOTAAN HARUS DILAKUKAN SECARA HARMONIS DAN TERPADU • PERLU ADA UPAYA SINERGI MELALUI TUKAR PIKIRAN DIANTARA PEMANGKU KEPENTINGAN • PENATAAN KEMBALI KAWASAN JABODETABEKJUR HARUS DILAKUKAN BERDASARKAN KONSEP PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN
  27. 27. Terima Kasih..

×