Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

MODEL BELAJAR DAN PROSEDUR PEMBELAJARAN

382 views

Published on

STRATEGI PEMBELAJARAN

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

MODEL BELAJAR DAN PROSEDUR PEMBELAJARAN

  1. 1. NAMA NIM SITI MUZARONGAH 836758968 FITRIYAH 836759028 ESTI PRABAWANI 836766632 DANY BAGUS SAPUTRA 836758818 N. A MIFTAHUL HUDA 836772224 KELOMPOK 2
  2. 2. 1. KOLABORATIF (collaborative learning) 2. KUANTUM (Quantum learning) 3. KOOPERATIF (cooperative learning) 4. TEMATIK
  3. 3. 1. Kolaboratif(Collaborative Learning) Yaitu : Dua orang atau lebih bekerja bersama , memecahkan bersama untuk mencapai tujuan tertentu. Unsur dalam kolaboratif 1.Tujuan yang sama 2.Ketergantungan yang positif
  4. 4. Prinsip Belajar Kolaboratif 1. Mengajarkan ketrampilan kerja sama dan mempraktikkannya 2. Meningkatkan kegiatan kelas untuk melaksanakan kelompok yang kohesif (melekat satu dengan yang lainnya) 3. Setiap individu diberi tanggung jawab dalam kegiatan belajar
  5. 5. Manfaat belajar kolaboratif  Meningkatkan pengetahuan (interaksi)  Belajar memecahkan masalah yang ada dalam kelompok  Memupuk rasa kebersamaan dan saling menghargai pendapat  Meningkatkan keberanian memunculkan ide atau pendapat untuk memecahkan masalah, untuk membantu anggota kelompok yang lainnya.  Memupuk rasa tanggung jawab individu untuk mencapai suatu tujuan bersama agar tidak terjadi perbedaan prinsip dan pendapat dalam satu kelompok  Setiap anggota merasa dirinya adalah milik kelompok dan bertanggung jawab terhadap kelompoknya
  6. 6. Menurut Agus Nggermanto (2002), quantum learning ialah cara belajar efektif sehingga mendapat hasil yang sama dengan kecepatan cahaya. Pembelajaran quantum, guru menciptakan kegiatan belajar yang bergairah dan menyenangkan. Unsur (kebebasan, santai, menakjubkan, menyenangkan dan menggairahkan) Prinsipnya sugesti (positif ataupun negatif)dapat mempengaruhi hasil belajar.
  7. 7. Teknik memberi suggesti positif 1. Mendudukkan siswa secara nyaman 2. Memasang musik latar didalam kelas 3. Meningkatkan partisipasi individu 4. Menggunakan poster untuk memberikan kesan besar sambil menunjukkan informasi 5. Menyediakan guru-guru yang terlatih dalam seni pembelajaran sugesti
  8. 8. Prinsip pembelajaran Quantum 1. Segalanya berbicara 2. Segalanya bertujuan 3. Berangkat dari pengalaman(siswa mengalami sebelum memberi nama untuk sesuatu yang dipelajari) 4. Akui/hargai Setiap Usaha 5. Jika Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan. Setiap keberhasilan perlu dirayakan (tepuk tangan, berteriak hore, catatan pribadi, jempol, pujian dll)
  9. 9. 1. Suasana kelas menjadi ebih menyenangkan sehingga siswa belajar lebih bergairah 2. Siswa dapat memanfaat segala sesuatu yang ada disekitarnya sebagai pendorong belajar 3. Siswa belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing 4. Usaha apapun yang dilakukan oleh siswa sepatutnya dihargai
  10. 10. Kooperatif : bekerja bersama yang saling menguntungkan untuk menyelesaikan suatu tujuan (kelompok kecil supaya kegiatan belajarnya bisa maksimal). Prinsip Kooperatif a. Mempunyai tujuan yang sama. b. Ketergantungan positif
  11. 11. Kooperatif Kelompok Memiliki beragam model dan teknik Hanya memiliki satu model yaitu beberapa siswa tergabung dalam satu kelompok Memiliki struktur, jumlah dan teknik tertentu Memiliki satu cara, yaitu menyelesaikan tugas tertentu bersama-sama Mengaktifkan semua anggota kelompok untuk berperan serta dalam penyelesaian tugas tertentu Menimbulkan gejala ketergantungan antar anggota kelompok Menggalang potensi sosialisasi diantara anggotanya Sangat tergantung dari niat baik setiap anggota kelompok
  12. 12. Manfaat Belajar secara Kooperatif 1. Meningkatkan hasil belajar 2. Meningkatkan hubungan antar kelompok (interaksi dan adaptasi) 3. Meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi dalam belajar 4. Menumbuhkan realisasi kebutuhan untuk belajar lebih kritis (materi rumit, kajian proyek dan latihan memecahkan masalah) 5. Memadukan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan 6. Meningkatkan perilaku dan kehadiran di kelas 7. Relatif murah
  13. 13. Keterbatasan pembelajaran kooperatif 1. Memerlukan waktu yang cukup 2. Memerlukan latihan 3. Model yang digunakan harus sesuai dengan materi ajar 4. Memerlukan format penilaian yang berbeda 5. Memerlukan kemampuan khusus guru untuk mengkaji berbagai teknik pelaksanaan belajar kooperatif
  14. 14. 4. Belajar Tematik Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang dilakukan melalui tema sebagai pemersatu, melibatkan beberapa mata pelajaran yang berkaitan dengan tema dan sebagai pusat perhatian yang dipergunakan untuk memahami gejala dan konsep.
  15. 15. Prinsip belajar tematik  Menggunakan tema sentral dalam kegiatan belajar yang berlangsung.  Mengkombinasikan struktur, urutan, dan strategi yang diorganisasikan dengan baik. (Meinbach)
  16. 16. Karakteristik Pembelajaran tematik 1. Memberikan pengalaman langsung 2. Berpusat pada anak (anak yang aktif), guru sebagai fasilitator 3. Menggali minat-minat umum siswa 4. Pemisahan antar mata pelajaran tidak nampak 5. Menyajikan konsep dari beberapa mata pelajaran dalam satu PBM 6. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dg minat dan kebutuhan anak
  17. 17. Perlunya pembelajaran tematik di SD  Pada dasarnya Siswa SD kelas awal dalam memahami suatu konsep itu secara utuh dan mengembangkan kecerdasannya secara kompreshensif (dengan kemampuan menangkap/ menerima)  Kenyataan hidup menampilkan fakta yang utuh dan tematis  Ada konteksnya  Guru SD adalah guru kelas, akan lebih mudah jika mengajarkannya secara utuh/tidak terpisah
  18. 18. Manfaat belajar tematik  Ada perubahan peran guru dari seorang pemimpin menjadi sebagai fasilitatator, pembimbing dan mengarahkan  Siswa belajar berdasarkan pengalaman, sehingga ingatan siswa akan lebih melekat.
  19. 19. 1. Belajar kolaboratif tidak sama dengan kerja kelompok. 2. Kerja kelompok menekankan pada adanya pembagian kerja untuk menyelesaikan suatu tugas. 3. Belajar kolaboratif ada ketergantungan antar anggota untuk keberhasilan tugas kelompok dalam berkompetensi dengan kelompok lain 4. Belajar quantum intinya adalah belajar yang menyenangkan 5. Belajar kooperatif pebelajar saling bekerja sama dalam hal yang saling bantu untuk menyelesaikan tugas masing-masing 6. Belajar tematik menggabungkan beberapa mata pelajaran
  20. 20. Rumpun Model Mengajar Sosial Ada 6 Pemrosesan informasi Ada 8 Personal Ada 2 Sistem perilaku Ada 3
  21. 21. 1. Partner dalam belajar (kooperatif) 2. Investigasi kelompok (menekankan pada rencana pengaturan kelas umum atau konvensional) 3. Bermain peran (siswa diajak memahami, berperan, dan memecahkan masalah sosial yang efektif) 4. Inkuiri yurisprudensi (memahami dan mengidentifikasi masalah kebijakan publik) 5. Kepribadian dan gaya belajar 6. Inkuiri sosial (mengajarkan informasi, konsep, cara pikir, dan studi tentang nilai sosial dengan memberi tugas yang menggabungkan kognitif dan sosial Sosial Ada 6
  22. 22. 1. Berfikir induktif 2. Pencapaian konsep 3. Inkuiri ilmiah (meyelidiki) 4. Latihan inkuiri 5. Mnemonic (strategi mengingat dan mengasimilasi informasi) 6. Sinektik ( memecahkan berdasarkan pemikiran yang luas) 7. Pengorganisasi awal (advance organizer) 8. Penyesuaian dengan pebelajar Pemrosesan informasi Ada 8
  23. 23. 1. Pengajaran nondirektif Guru berusaha membantu siswa memahami bagaimana memainkan peran utama dalam pencapaian tujuan pembelajaran. siswa mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi 2. Peningkatan harga diri Guru menggali prinsip-prinsip yang dapat membimbing kegiatan kerja sama dengan siswa untuk meyakinkan dan memberi gambaran tentang pribadi siswa dengan sebaik mungkin Personal Ada 2
  24. 24. 1. Belajar tuntas dan pembelajaran terprogram 2. Pembelajaran langsung 3. Belajar melalui stimulasi dan latihan Sistem perilaku Ada 3
  25. 25. Prosedur pembelajaran PRA pembelajaran AWAL pembelajaran INTI pembelajaran AKHIR Pembelajaran TINDAK LANJUT pembelajaran
  26. 26. 1. Pra Pelajaran 1. Menciptakan sikap dan suasana kelas yang menarik 2. Memeriksa kehadiran siswa 3. Menciptakan kesiapan belajar a. Membantu dan membimbing siswa dalam mempersiapkan fasilitas yang diperlukan b.Menciptakan kondisi belajar untuk meningkatkan perhatian siswa c. Menunjukkan minat dan penuh semangat yang tinggi d.Mengontrol kegiatan dari awal sampai akhir e.Menggunakan berbagai media yang sesuai dengan tujuan dan minat siswa f. Mengembangkan kegiatan belajar yang memungkinkan siswa dapat melakukannya 4. Menciptakan suasana belajar yang demokratis
  27. 27. 2. Awal Pembelajaran 1. Menimbulkan motivasi dan perhatian siswa 2. Memberi acuan a.Memberitahukan tujuan (kemampuan) yang diharapkan atau garis besar materi yang akan dipelajari b.Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh siswa 3. Membuat Kaitan a. Mengajarkan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya b.Menunjukkan manfaat materi yang telah dipelajari c.Meminta siswa mengemukakan pengalaman yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas 4. Melaksanakan tes awal
  28. 28. 3. Inti dalam Pembelajan  Kegiatan inti merupakan proses pembentukan pengalaman dan kemampuan siswa secara terprogram yang dilaksanakan dalam durasi waktu tertentu  Kegiatan inti merupakan implementasi dari strategi dan pendekatan belajar Kegiatan Inti Klasikal Kelompok Perseorangan
  29. 29. A. Pembahasan Materi dalam Pembelajaran Klasikal Klasik : guru lebih banyak menyajikan materi (eksploratif) Metode yang di gunakan : ceramah dan tanya jawab Prinsip-Prinsip Pembelajaran Klasikal: a. Sistematis b. Perhatian dan aktivitas c. Media pembelajaran d. Latihan atau penugasan
  30. 30. Kegiatan Inti dalam pembelajaran Klasikal Kegiatan Awal: Memberitahu tujuan/ kompetensi yang akan dicapai  Menyampaikan tahapan kegiatan Penyajian dan Tanya Jawab Kegiatan Inti Asosiasi dan Ilustrasi Kegiatan Akhir Kesimpulan Aplikasi Sistematis Perhatian Interaktif Penggunaan media Latihan/tugas
  31. 31. B. Pembahasan Materi dalam Pembelajaran Kelompok Kelompok : Jumlah siswa 4-6 orang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar Pembelajaran kelompok sering disebut dengan kooperatif Prinsip-Prinsip Belajar kelompok : 1. Adanya topik dan permasalahan 2. Pembentukan kelompok 3. Kerja sama 4. Perhatian 5. Motivasi 6. Sumber belajar dan fasilitas 7. Latihan dan tugas
  32. 32. Kegiatan Inti dalam pembelajaran Kelompok Kegiatan Awal: Memberitahu tujuan/ kompetensi yang akan dicapai Mengelompokkan siswa Menjelaskan tahapan kegiatan Perumusan topik/masalah Kegiatan Inti Identifikasi maslah Kegiatan Akhir Kesimpulan Penggunaan media Motivasi Perhatian Interaktif Bimbingan Kooperatif Penyusunan Laporan Analisis Maslah Presentasi kelompok
  33. 33. C. Pembahasan materi pelajaran dalam pembelajaran perseorangan (remidi dan pengayaan) Kegiatan Awal: Memberitahu tujuan/ kompetensi yang akan dicapai Menyampaikan tahapan kegiatan Informasi Singkat Kegiatan Inti Pengerjaan tugas Kegiatan Akhir Kesimpulan  Penggunaan sumber belajar Motivasi Perhatian Interaktif Bimbingan Pemberian penguatan Penilaian Monitoring kegiatan Balikan
  34. 34. 4. Akhir pembelajaran (memberikan tes lisan/tertulis) a. Meninjau kembali penguasaan siswa b. Melaksanakan penilaian 5. Melaksanakan tindak Lanjut a. Memeberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan dirumah b. Membahas kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai oleh siswa c. Membaca materi pelajaran tertentu d. Memberikan motivasi atau bimbingan belajar e. Mengemukakan tentang topik yang akan dibahas pada waktu yang akan datang
  35. 35. Terimakasih atas perhatiannya

×