Pembuatan VCO

1,768 views

Published on

berisi tentang hasil praktikum pembuatan VCO lengkap dengan pembahasan, dimana praktikum dilaksanakan di Laboratorium Biologi IKIP Mataram, Oleh Syafitra

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,768
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
61
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pembuatan VCO

  1. 1. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang penelitian akhir-akhir ini menyatakan bahwa produk hasil fermantasi bakteri asam laktat mempunyai banyak keutamaan di bidang pangan dan kesehatan, salah satu keutamaan di bidang pangan dalah prodik-produk fermentasi terkenal karna mempunyai daya simpan yang lebih lama dan tidak mudah dicemari oleh bakteri patogen, selain itu produk fermentasi juga mempunyai bentuk yang menarik dan citarasa serta aroma yang sangat disukai, juga mempunyai nilai gizi yang tinggi, dalam bidang kesehatan, senyawa-senyawa yang bermanfaat dalam produk fermentasi dijadikan sebagai agen terapi terhadap penyakit-penyakit tertentu, dapat menurunkan kolesterol, dan lain-lain. Adanya berbagai keunggulan dari segi pangan dan kesehatan pada produk tersebut disebabkan oleh adanya senyawa metabolit yang dihasilkan oleh bakteri converter yang berperan dalam proses tersebut. Senyawa metabolit yang dihasilkan oleh kelompok bakteri asam laktat dalam proses fermentasi umumnya dapat dikelompokan menjadi asam organic, hydrogen peroksida dan karbodioksida, komponen aroma (diastil), asam lemak, asam amino dan peptide, serta bekteriosin dan senyawa dengan molekul rendah lainnya, semua kelompok senywa tersebut yang secara sinergi berpengaruh terutama dalam menghambat pertumbuhan bakteri pathogen dan mikroba lainnya yang mencemari pangan hasil fermentasi. Saat ini, salah satu produk fermentasi yang berkembang cukup pesat adalah virgin oil, disini minyak kelapa pada umumnya dibagi menjadi dua kategori utama yaitu RBD dan Virgin. Penyebabnya adalah proses pembuatan dan pemilihan buahnya, yang mempengaruhi kualitas, penampakan, rasa, bau dan tentu saja khasiatnya. Perbedaan proses pembuatan ini sangat mencolok dan berbeda nyata. RBD merupakan singkatan dari " Refined, Bleached and Deodorized" atau minyak yang disuling, dikelantang dan dihilangkan baunya. Virgin bisa diartikan masih murni atau perawan. RBD terbuat dari kopra (daging kelapa yang dijemur matahari atau diasapi). Sesuai kondisinya, bahan 1
  2. 2. ini relatif kotor dan mengandung bahan asing yang mempengaruhi hasilakhirnya. Bahan asing ini bisa berupa jamur, tanah, sampah dan kotoranlainnya. Proses penjemuran dan pengasapan memberikan pengaruh besar padahasil akhir. Demikian pula banyaknya jamur sangat mempengaruhi warna danbau minyak. Minyak mentah ( crude oil) yang dihasilkan bisa berwarna coklattua sampai keabuan dan berbau tengik menyengat. Untuk menghasilkanminyak goreng dan minyak komersial lainnya, pabrikan memproses lebihlanjut dengan menyuling memakai pelarut kimia dan menghilangkan baunya.Untuk maksud ini mereka menambahkan bahan kimia seperti beberapa jenissoda (NaOH atau KOH). Bau dihilangkan dengan menyaring melalui karbonaktif. Tentu saja semua ini sangat mempengaruhi viscositas (tingkatkekentalan), BD (berat jenis), titik beku, rasa, bau dan sebagainya. Padaumumnya yang membedakan dengan mudah adalah baunya dihilangkan danrasanya hambar. Minyak RBD masih bisa digunakan untuk keperluanmakanan di rumah tangga dan industri. Virgin Coconut Oil atau minyakkelapa murni terbuat dari daging kelapa segar. Prosesnya semua dilakukandalam suhu relatif rendah. Daging buah diperas santannya. Santan ini diproseslebih lanjut melalui proses fermentasi, pendinginan, tekanan mekanis atausentrifugasi. Penambahan zat kimiawi anorganis dan pelarut kimia tidakdipakai serta pemakaian suhu tinggi berlebihan juga tidak diterapkan.Hasilnya berupa minyak kelapa murni yang rasanya lembut dan bau khaskelapa yang unik. Apabila beku warnanya putih murni dan dalam keadaan cairtidak berwarna atau bening. Virgin Coconut Oil dibuat dari kelapa segar tanpa melalui prosespemanasan, mengandung lauric acid atau asam laurat yang menurut hasilpenelitian secara ilmiah membuktikan bahwa asam laurat dalam tubuhmanusia dirubah menjadi monolaurin dan yang menjadi paling kuat dalammembunuh virus, bakteri, cendawan dan protozoa sehingga dapatmenanggulangi serangan virus seperti HIV, herpes, influenza dan berbagaibakteri patogen termasuk listeria monocytogenes dan helicobacter pyloryd.Disamping itu sebagai Asam Lemak Rantai Sedang (MCFA) berfungsi 2
  3. 3. meningkatkan metabolisme dalam tubuh sehingga dapat menambah energi dan dapat mengontrol berat badan. Penelitian sejak tahun 1982 telah menghasilkan produk VCO yang telah dibuktikan secara ilmiah bahwa asam laurat dapat menanggulangi penyakit Diabetes, Kolesterol, Hepatitis C, Jantung Koroner, Prostat, Osteoporosis, Maag, Ambeien luar dan dalam, Penuaan dini, dll. VCO yang merupakan hasil vermentasi inilah yang dikenal sebagai LABCO atau Lactate Acid Bacteria Coconut Oil.B. Tujuan Praktikum Menbuat Virgin Coconut Oil (VCO) melalui fermentasi kultur starter Lactobacillus casei dan Streptococcus thermophillus. 3
  4. 4. BAB II KAJIAN PUSTAKAA. Landasan Teori Minyak kelapa pada umumnya dibagi menjadi dua kategori utama yaitu RBD dan Virgin. Penyebabnya adalah proses pembuatan dan pemilihan buahnya, yang mempengaruhi kualitas, penampakan, rasa, bau dan tentu saja khasiatnya. Perbedaan proses pembuatan ini sangat mencolok dan berbeda nyata. RBD merupakan singkatan dari " Refined, Bleached and Deodorized" atau minyak yang disuling, dikelantang dan dihilangkan baunya. Virgin bisa diartikan masih murni atau perawan. RBD terbuat dari kopra (daging kelapa yang dijemur matahari atau diasapi). Sesuai kondisinya, bahan ini relatif kotor dan mengandung bahan asing yang mempengaruhi hasil akhirnya. Bahan asing ini bisa berupa jamur, tanah, sampah dan kotoran lainnya. Proses penjemuran dan pengasapan memberikan pengaruh besar pada hasil akhir. Demikian pula banyaknya jamur sangat mempengaruhi warna dan bau minyak. Minyak mentah ( crude oil) yang dihasilkan bisa berwarna coklat tua sampai keabuan dan berbau tengik menyengat. Untuk menghasilkan minyak goreng dan minyak komersial lainnya, pabrikan memproses lebih lanjut dengan menyuling memakai pelarut kimia dan menghilangkan baunya. Untuk maksud ini mereka menambahkan bahan kimia seperti beberapa jenis soda (NaOH atau KOH). Bau dihilangkan dengan menyaring melalui karbon aktif. Tentu saja semua ini sangat mempengaruhi viscositas (tingkat kekentalan), BD (berat jenis), titik beku, rasa, bau dan sebagainya. Pada umumnya yang membedakan dengan mudah adalah baunya dihilangkan dan rasanya hambar. Minyak RBD masih bisa digunakan untuk keperluan makanan di rumah tangga dan industri. Virgin Coconut Oil atau minyak kelapa murni terbuat dari daging kelapa segar. Prosesnya semua dilakukan dalam suhu relatif rendah. Daging buah diperas santannya. Santan ini diproses lebih lanjut melalui proses fermentasi, pendinginan, tekanan mekanis atau sentrifugasi. Penambahan zat kimiawi anorganis dan pelarut kimia tidak dipakai serta pemakaian suhu tinggi berlebihan juga tidak diterapkan. Hasilnya berupa minyak kelapa murni yang rasanya lembut dan bau khas kelapa yang unik. 4
  5. 5. Apabila beku warnanya putih murni dan dalam keadaan cair tidak berwarnaatau bening. Virgin Coconut Oil dibuat dari kelapa segar tanpa melalui prosespemanasan, mengandung lauric acid atau asam laurat yang menurut hasilpenelitian secara ilmiah membuktikan bahwa asam laurat dalam tubuhmanusia dirubah menjadi monolaurin dan yang menjadi paling kuat dalammembunuh virus, bakteri, cendawan dan protozoa sehingga dapatmenanggulangi serangan virus seperti HIV, herpes, influenza dan berbagaibakteri patogen termasuk listeria monocytogenes dan helicobacter pyloryd.Disamping itu sebagai Asam Lemak Rantai Sedang (MCFA) berfungsimeningkatkan metabolisme dalam tubuh sehingga dapat menambah energidan dapat mengontrol berat badan. Penelitian sejak tahun 1982 telahmenghasilkan produk VCO yang telah dibuktikan secara ilmiah bahwa asamlaurat dapat menanggulangi penyakit Diabetes, Kolesterol, Hepatitis C,Jantung Koroner, Prostat, Osteoporosis, Maag, Ambeien luar dan dalam,Penuaan dini, dll. Sama seperti yang terdapat pada Air Susu Ibu (ASI) yang memberikanperlindungan kepada sang bayi, asam laurat juga dibutuhkan manusiadewasa. Bagi manusia dewasa membutuhkan asam ini rata-rata 24 gr per hari,yang berarti setara dengan tiga sendok makan VCO, artinya dalam satu hariVCO dapat dikonsumsi sebanyak tiga kali. Minyak kelapa Virgin dikenal sebagai minyak yang mampumelangsingkan tubuh sehingga cenderung digemari oleh para gadis yangmemahami manfaatnya. Manfaat minyak yang asalnya dari buah kelapa inilebih luas daripada sekadar pelangsing tubuh. Demikian dikatakan Suhirman,Ahli Peneliti LIPI, Kebun Raya Bogor yang mempresentasikan hasilpenelitiannya di Jakarta, belum lama ini. Hasil-hasil penelitian membuka tabirkerahasiaan alam yang terkandung dalam buah kelapa, menyajikan datatentang manfaat minyak beraroma gurih dan lembut itu untuk meningkatkan 5
  6. 6. metabolisme tubuh, serta menanggulangi beraneka penyakit. Minyak kelapaVirgin mengandung lauric acid yang tinggi (sampai 53 persen), sebuah lemakjenuh dengan rantai karbon sedang (jumlah karbonnya 12) yang biasa disebutmedium chain fatty acid alias MCFA. Mendengar kata lemak jenuh, orang mudah menjadi takut, terseret olehmitos tentang bahaya lemak jenuh bagi kesehatan, tanpa menyimak bahwalemak jenuh yang berantai sedang, justru mendukung kesehatan kita. Hasil-hasil penelitian menunjukkan, penggunaan minyak kelapa Virgin untukmemasak makanan akan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit-penyakit yang mematikan. Di dalam tubuh manusia lauric acid akan diubahmenjadi monolaurin, sebuah senyawa monoglyceride yang bersifat antivirus,antibakteri, dan antiprotozoa. Dengan sifatnya itu, monolaurin dapat menanggulangi serangan virus-virus seperti HIV, herpes simplex virus-1 (HSV-1), vesicular stomatitis virus(VSV), visna virus, cytomegalovirus (CMV), influenza, dan berbagai bakteripatogen termasuk listeria monocytogenes dan helicobacter pyloryd, sertaprotozoa seperti giadia lamblia. Selain mengandung lauric acid, minyak kelapaVirgin juga mengandung capric acid yang, walaupun kandungannya cumaenam persen, juga bermanfaat bagi kesehatan. Di dalam tubuh kita, lemakberantai sedang yang jumlah karbonnya sepuluh ini diubah menjadimonocaprin, yang bermanfaat untuk mengatasi penyakit-penyakit seksual,seperti virus HSV-2 dan HIV-1, dan bakteri neisseria gonorrhoeae. Sifat-sifat antiinfeksi yang dipunyai asam-asam lemak bergantung padastruktur kimianya, misalnya monoglyserides bersifat antiinfeksi. Sedangkandiglycerides dan triglycerides bersifat tidak antiinfeksi. Di antara lemak-lemak jenuh yang berantai karbon sedang, lauric acidmempunyai antiviral activiy yang lebih besar daripada caprylic acid (dengandelapan karbon), capric acid (sepuluh karbon), atau myristic acid (dengan 14karbon). 6
  7. 7. Adalah Dr Condrado Dayrit, yang pada tahun delapan puluhan menjabat sebagai Presiden The National Academy of Science dan Direk-tur Medis Potenciano Medical Center, Filipina, yang mula-mula melaporkan hasil penelitiannya tentang kemampuan lauric acid ataupun capric acid mematikan virus HIV. Setelah profesor JJ Kabara mematenkan hasil penelitiannya lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, hasil-hasil penelitian tentang kemampuan minyal kelapa Virgin menanggulangi serangan virus telah banyak dipatenkan misalnya, paten yang dipunyai New England Deacones Hospital yang berjudul Kernel Oils and Disease Treatment.B. Kerangka Berpikir Minyak kelapa merupakan bagian yang sangat penting bagi manusia, minyak kelapa sering sekali digunakan sebagai salah satu bahan untuk mengolah makanan, akan tetapi, bila kadar minyak dalam makanan terlalu tinggi maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit bagi manusia, sehingga hal ini dapat merugakan bagi manusia baik dalam hal ekonomi maupun kesehatan. Di Indonesia sendiri banyak sekali jajanan yang diolah dengan menggunakan minyak, sehingga memungkinkan masyarakat di Indonesia dapat terjangkit berbagai macam penyakit, dengan adanya produk VCO ini diharapkan, mahasiswa dapat memberikan ataupun membagi pengetahuan yang telah didapat kepada masyarakat, agar VCO ini bisa menjadi salah satu alternatife dalam pengolahan makanan, dimana kita semua tahu bahwa VCO ini memiliki berbagai macam manfaat, khususnya dalam bidang kesehatan, karna bila kita mengolah mkanan dengan VCO ini maka mekana ini akan baik bagi tubuh kita karna dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun dalam tubuh, dan juga dapat membunuh serta menekan pertumbuhan virus maupun bakteri yang ada di dalam tubuh. 7
  8. 8. BAB III METODE PRAKTIKUMA. Waktu dan Tempat Praktikum 1. Waktu Praktikum a. Pembutan santankelapa dan inokulasi starter (fermentasi LABCO) Hari/tanggal : 19 Desember 2012 Waktu : 08.00 – 11.00 b. Pengamatan VCO Hari/tanggal : 20 Desember 2012 Waktu : 09.00 – 11.00 2. Tempat Praktikum Laboratorium Biologi FPMIPA IKIP MataramB. Rancangan Praktikum 1. Pembuatan Medium Starter Siapkan wadah dan kelapa yang sudah di parut, parutan kelapa ini di buat dari 5 buah kelapa yang telah dihilangkan kulit endospermnya. Kemudian campurkan parutan kelapa tadi dengan air kelapa, hingga parutan kelapa tadi tergenang, lalu di aduksetlah selesai pengadukan, lakukan pemerasan untuk mendapatkan santannya. Setelah diperoleh santan kelapa, kemudian disaring ke wadah yang lebih besar, diamkan beberapa saat hingga santan dan skimnya terpisah. Ambil santan kelapa secukupnya untuk di mixer, proses ini dilakukan selama 20 – 30 menit dengan kecepatan putar maksimal dari mixer tersebut. Siapkan 4 buah gelas pop ice sebagai tempat fermentasi, berikan label pada tiap gelas sesuai dengan perlakuan (P0, P1, P2, P3). Setelah selesai dimixer, santan tadi kita masukan ke dalam tiap gelas yang telah di berikan tanda tadi dengan volume 200 ml. 8
  9. 9. 2. Fermentasi LABCO Siapkan kedua starter yang akan digunakan Lactobacillus casei (yakult) dan Streptococcus thermophillus (ragi tempe). Pada gelas berlebel P0, kita tidak menginokulasikan starter kedalamnya (sebagai kontrol), untuk gelas berlabel P1, kita inokulasikan kultur starter Lactobacillus casei yang kita ambil dari yakul sebanyak 5 ml, untuk gelas dengan label P2, kita inokulasikan kultur stater Streptococcus thermophillus dari ragi tempe sebanyak 5 ml, sementara untuk gelas yang berlebel P3, kita lakukan kultur campuran, dimana kita inokulasikan Lactobacillus casei dan Streptococcus thermophillus masing-masing sebanyak 2,5 ml untuk tiap starternya (agar menghasilkan starter sebnyak 5 ml), proses pengambilan ini kita lakukan dengan menggunakan 2 pipet ukur yang berbeda. Setelah preses inokilasi selesai, tutup gelas tadi lalu kita biarkan pada suhu kamar salama 24 jam. Setelah di fermentasi selam 24 jam, amatilah lapisan-lapisan yang terbentuk.C. Instrument Praktikum 1. Alat 1 buah Gelas ukur 2 buah Pipet ukur 1 buah Pipet Pasteur 1 set pH-meter 1 buah Penyaring 1 satu Sendok yang telah di bengkokkan 4 buah Gelas Pop Ice 1 buah Baskom ukuran sedang 1 buah Wadah 1 buah Mixer 4 buah Kertas label 9
  10. 10. 2. Bahan Lactobacillus casei (Yakult) Streptococcus thermophillus (Ragi Tempe). Santan kelapa (medium) 5 buah Kelapa Air kelapa 10
  11. 11. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASANA. Hasil Pengamatan Table 1. hasil pengamatan Karakter LABCO yang dihasilkan Volume Perlakuan Komposi Warna minyak Ket Aroma Nilai pH si lapisan minyak yang terbentuk Blondo Minyak Kontrol Bening Tengik 4 50 ml Blondo Skim Blondo Kultur starter Minyak Bening Tengik 4 58 ml L. casei Blondo Skim Blondo Kultur starter Minyak Bening Tengik 4 59 ml S. thermophillus Blondo Skim Blondo Kultur starter Minyak Bening Tengik 4 50 ml campuran Blondo SkimB. Pembahasan Pada proses fermentasi ini dapat menggunakan mikroba penghasil enzim tertentu untuk memecah protein yang berikatan dengan minyak atau karbohidrat sehingga minyak dapat terpisah secara baik. 11
  12. 12. Adapun pada pembuatan VCO dengan cara fermentasi ini, kita lakukan4 perlakuan yang berbeda pada tiap gelas, Pada gelas berlebel P0, kita tidakmenginokulasikan starter kedalamnya (sebagai kontrol), untuk gelas berlabelP1, kita inokulasikan kultur starter Lactobacillus casei yang kita ambil dariyakul sebanyak 5 ml, untuk gelas dengan label P2, kita inokulasikan kulturstater Streptococcus thermophillus dari ragi tempe sebanyak 5 ml, sementarauntuk gelas yang berlebel P3, kita lakukan kultur campuran, dimana kitainokulasikan Lactobacillus casei dan Streptococcus thermophillus masing-masing sebanyak 2,5 ml untuk tiap starternya (agar menghasilkan startersebanyak 5 ml), sehingga diperoleh hasil sebagai berikut : Pada gelas pertama yang merupakan control terdapat beberapa lapisanyang muncul, lapisan pertama merupakan blondo, lapisan kedua merupakanminyak murni, lapisan ketiga merupakan blondo, dan lapisan terakhirmerupakan skim, disini warna minyak bening, aromanya merupakan bau khaskelapa tapi sedikit berbau tengik hal ini di sebabkan karena air kelapa yangdigunakan sudah basi, untuk pH dihasilkan pH sebesar 4 dengan volumeminyak sebanyak 50 ml. Pada gelas kedua yang diberikan kultur starter Lactobacillus caseilapisan yang terbentuk sama seperti pada gelas pertama, yaitu lapisan pertamamerupakan blondo, lapisan kedua merupakan minyak murni, lapisan ketigamerupakan blondo, dan lapisan terakhir merupakan skim, disini warnaminyak tetap bening, lapisan blondo pada gelas kedua ini lebih tipisdibandingkan dengan lapisan blondo pada gelas pertama, aromanya terciumbau khas kelapa dan sedikit berbau tengik hal ini di sebabkan karenapenggunaan air kelapa yang telah basi, untuk pH dihasilkan sebesar 4 denganvolume minyak sebanyak 58 ml. Pada gelas ketiga yang diberikan kultur starter Streptococcusthermophillus lapisan yang terbentuk sama seperti pada gelas pertama dankedua, yaitu lapisan pertama merupakan blondo, lapisan kedua merupakan 12
  13. 13. minyak murni, lapisan ketiga terdapat blondo lagi, dan lapisan terakhirmerupakan skim, disini warna minyak tetap bening, lapisan blondo pada gelasketiga ini lebih tipis dibandingkan dengan lapisan blondo pada gelas pertamadan gelas kedua, aromanya tercium bau khas kelapa dan berbau tengik hal inidi sebabkan karena penggunaan air kelapa yang telah basi, dan diperoleh pHsebesar 4 dengan volume minyak sebanyak 59 ml. Dan pada gelas terakhir yang merupakan kultur dengan campuran keduastarter yang kita gunakan sebelumnya, setelah diamati lapisan yang terbentuksama seperti pada tiga gelas sebelumnya, yaitu lapisan pertama merupakanblondo, lapisan kedua merupakan minyak murni, lapisan ketiga terdapatblondo lagi, dan lapisan terakhir merupakan skim, disini warna minyak tetapbening, lapisan blondo pada gelas ketiga ini sama tebalnya dengan blondopada gelas pertama (konterol), aromanya tercium bau khas kelapa dan berbautengik hal ini di sebabkan karena penggunaan air kelapa yang telah basi, dandiperoleh pH sebesar 4 dengan volume minyak sebanyak 50 ml. Dari ke 4 sampel ini kita dapat dapat kita lihat sedikit perbedaan, dan adapula kesamaan yang muncul, untuk bau tengi yang tercium bias di akibatkankarna penggunaan air kelapa yang basi dan penyebabnya dapat puladiakibatkan karena didalam minyak terdapat air maka akan mengakibatkanreaksi hidrolisis yang dapat menyebabkan kerusakan minyak. Reaksihidrolisis akan menyebabkan ketengikan hidrolisis yang menghasilkan rasadan bau tengik pada minyak. Asam lemak bebas yang mudah menguapdengan jumlah C4, C6, C8 , dan C10, menghasilkan bau tengik karena dapatberubah menjadi senyawa keton. Semakin tinggi kadar air dalam VCO menyebabkan terjadinya reaksihidrolisis yang dapat mengubah minyak menjadi asam lemak bebas dangliserol yang dilakukan oleh enzim lipase. Enzim ini dihasilkan oleh mikrobayang tumbuh pada bahan pangan dengan kadar air tinggi. Reaksi hidrolisi inimengakibatkan ketengikan yang menghasilkan cita rasa dan bau tengik padaminyak tersebut. 13
  14. 14. Proses fermentasi oleh bakteri asam laktat terbukti mampumengekstraksi minyak dari emulsi krim santan kelapa. Selama prosesfermentasi terjadi pemecahan senyawa-senyawa penyusun emulsi krimsantan. Senyawa karbohidrat dalam krim santan merupakan sumber karbonbagi bakteri asam laktat yang digunakan sebagai sumber energi dalammetabolisme sel . Pembentukan asam laktat dari karbohidrat menyebabkanpenurunan pH substrat, sehingga dapat menyebabkan protein yang jugasebagai emulsifier pada krim santan mengalami denaturasi danpenggumpalan. Dengan berbedanya bakteri yang digunakan makapenggunaan santan sebagai sumber karbon akan berbeda pula pada tiapbakturi, dan hal inilah yang mempengaruhi ketebalan blondo dan jugamempengaruhi volume minyak yang dihasilkan. Penguraian protein jugaberlangsung secara enzimatis oleh enzim aminpeptidase yang dihasilkan olehbakteri asam laktat yang digunakan sebagai bakteri starter. Aminopeptidasemerupakan eksopeptidase yang menguraikan peptide menjadi asam amino.Dengan terurainya karbohidrat dan protein dalam emulsi krim santan, makamolekul minyak akan dibebaskan dan membentuk lapisan tersendiri yangdapat dipisahkan dari bagian lainnya. Untuk warna minyak yang bening disebabkan karena tidak adanyapemanasan, karena selama proses pemanasan menyebabkan komponenkarbohidrat, protein dan minyak akan mengalami hidrolisis dan oksidasi yangakan berpengaruh pada warna minyak. 14
  15. 15. BAB V PENUTUPA. Kesimpulan VCO merupakan minyak kelapa murni yang terbuat dari kelapa segar sebagai bahan baku dan diproses tanpa pemanasan atau dengan pemanasan terbatas, bergizi tinggi dan mengandung 50-53% asam laurat. Skim yang dihasilkan mengandung protein yang sangat banyak pembuatan VCO dilakukan dengan cara fermentasi proses pemanasan menyebabkan komponen karbohidrat, protein dan minyak akan mengalami hidrolisis dan oksidasi yang akan berpengaruh pada warna minyak. Semakin tinggi kadar air dalam VCO menyebabkan terjadinya reaksi hidrolisis yang dapat mengubah minyak menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Reaksi hidrolisi ini mengakibatkan ketengikan Senyawa karbohidrat dalam krim santan merupakan sumber karbon bagi bakteri asam laktat yang digunakan sebagai sumber energi dalam metabolisme sel VCO sangat baik bagi kesehatan karna dapat membunuh bakteri dan virus, ter utama bakteri dan virus yang menyerang system kekebalan tubuh. Bila skim terlalu lama disimpan maka akan menjadi radikal bebasB. Saran Agar menghasilkan minyak yang bagus kita harus bekerja secara asptik Kadar air dah suhu harus tetap stabil Untuk pihak laboratorium diharapkan agar alat diperbanyak agar mempermudah proses praktikum. 15
  16. 16. DAFTAR PUSTAKAAlamsyah,N.A.2005.Pengenalan Virgin Coconut Oil.Jakarta.Badan Penelitian dan Pengembangan PertanianJekti,D.S.D.,A. Sukarso, dan D.A.C.Rasmi.2005.Penuntun Praktikum Mikrobiologi 2.FKIP.Universitas MataramSunoto, dan Dharmawibawa,iwan,D.Petunjuk praktikum mikrobiologi II.FPMIPA. IKIP MataramSyamsuri, Istamar, dkk.2003.Biologi 2000. Erlangga .JakartaVolk dan Wheeler,Penuntun praktikum Teknologi Bioproses. Laboratorium Teknologi Bioproses. Universitas Sriwijaya 16

×