Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
DAMPAK KEBIJAKAN POLITIK DAN EKONOMI
PADA MASA ORDE BARU
Nama anggota kelompok:
- Dani Faalih Hafizh S.
- Eka Nur Listyawa...
Pendekatan keamanan yang dilakukan oleh pemerintah
Orde Baru dalam menegakkan stabilisasi nasional secara
umum memang berh...
Namun, di sisi lain kebijakan politik dan ekonomi
pemerintah Orde Baru cenderung bersifat otoriter.
Presiden mempunyai kek...
No. Bidang Dampak Positif Dampak Negatif
1. Politik • Pemerintah mampu
membangun pondasi yang kuat
bagi kekuasaan lembaga
...
No. Bidang Dampak Positif Dampak Negatif
2. Ekonomi • Pertumbuhan ekonomi yang
tinggi karena setiap program
pembangunan pe...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi pada Masa Orde Baru

19,469 views

Published on

Orde Baru adalah masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia yang menggantikan Orde Lama pemerintahan Soekarno. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga tahun 1998. Dalam jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela. Pendekatan keamanan yang diterapkan Orde Baru dalam menegakkan stabilisasi nasional secara umum memang berhasil menciptakan suasana aman bagi masyarakat Indonesia. Pembangunan ekonomi pun berjalan baik dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik.

Pada masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa, Bali dan Madura ke luar Jawa, terutama ke Kalimantan, Sulawesi, Timor Timur, dan Irian Jaya. Namun dampak negatif dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah.

Selain keberhasilan yang dapat dicapai oleh Orde baru, di sisi lain kebijakan politik dan ekonomi pemerintah Orde Baru juga memberi beberapa dampak yang lain, baik di bidang ekonomi dan politik. Berikut ini dijelaskan tentang dampak positif dan negatif bidang ekonomi dan politik pada masa orde baru. Semoga bermanfaat :)

Published in: Education
  • Sex in your area is here: ♥♥♥ http://bit.ly/39sFWPG ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating for everyone is here: ❶❶❶ http://bit.ly/39sFWPG ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Dampak Kebijakan Politik dan Ekonomi pada Masa Orde Baru

  1. 1. DAMPAK KEBIJAKAN POLITIK DAN EKONOMI PADA MASA ORDE BARU Nama anggota kelompok: - Dani Faalih Hafizh S. - Eka Nur Listyawati - Fitkhy Aulia - M. Fathurahman - Shevira Awaliyah R. - Siti Hafidah
  2. 2. Pendekatan keamanan yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru dalam menegakkan stabilisasi nasional secara umum memang berhasil menciptakan suasana aman bagi masyarakat Indonesia. Pembangunan ekonomi pun berjalan baik dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnya dapat terlihat secara kongkret. Indonesia berhasil mengubah status dari negara pengimpor beras menjadi bangsa yang bisa memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat, penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang meningkat.
  3. 3. Namun, di sisi lain kebijakan politik dan ekonomi pemerintah Orde Baru cenderung bersifat otoriter. Presiden mempunyai kekuasaan yang sangat besar dalam mengatur jalannya pemerintahan. Peran negara menjadi semakin kuat yang menyebabkan timbulnya pemerintahan yang sentralistis. Pemerintahan sentralistis ditandai dengan adanya pemusatan penentuan kebijakan publik pada pemerintah pusat. Pemerintah daerah diberi peluang yang sangat kecil untuk mengatur pemerintahan dan mengelola anggaran daerahnya sendiri. Otoritarianisme merambah segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara termasuk kehidupan politik.
  4. 4. No. Bidang Dampak Positif Dampak Negatif 1. Politik • Pemerintah mampu membangun pondasi yang kuat bagi kekuasaan lembaga kepresidenan yang membuat semakin kuatnya peran Negara dalam masyarakat. • Situasi keamanan pada masa ORBA relatif aman dan terjaga dengan baik karena pemerintah mampu mengatasi semua tindakan dan sikap yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. • Dilakukan peleburan partai dimaksudkan agar pemerintah dapat mengontrol parpol. • Keamanan dalam negeri lebih terjamin. • Pemerintah Orde Baru gagal memberikan pelajaran berdemokrasi yang baik dan benar kepada rakyat Indonesia. • Sistem perwakilan bersifat semu bahkan hanya dijadikan topeng untuk melanggengkan sebuah kekuasaan secara sepihak. • Terbentuk pemerintahan yang bersifat otoriter, dominative dan sentralistis. • Kebijakan politik teramat birokratis, tidak demokratis, dan cenderung KKN. • Dwifungsi ABRI terlalu mengakar masuk ke sendi- sendi kehidupan bebangsa dan benegara.
  5. 5. No. Bidang Dampak Positif Dampak Negatif 2. Ekonomi • Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnya pun dapat terlihat secara konkrit. • Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras). • Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat. • Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat. • Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia • Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri. • Perbedaan ekonomi antardaerah, dalam masyarakat terasa semakin tajam. • Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) • Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial. • Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua.

×