SlideShare a Scribd company logo

09.3 HUKUM SAMSARAH (MLM)

SEMESTER 1

1 of 22
Download to read offline
Oleh :
KH. M. Shiddiq Al-Jawi, S.Si, MSI
Dosen Fiqih Muamalah
STEI Hamfara Jogjakarta
HUKUM SAMSARAH : STUDI
KASUS HUKUM MLM
PENGERTIAN /
FAKTA MLM
PENGERTIAN MLM
‫الشبكي‬ ‫التسويق‬(‫الهرمي‬)‫مباشر‬ ‫تسويقي‬ ‫نظام‬ ‫هو‬
‫عموال‬ ‫بإعطائهم‬ ‫المشترين‬ ‫طريق‬ ‫عن‬ ‫لمنتجاته‬ ‫يروج‬‫ت‬
‫شروط‬ ‫وفق‬ ‫طريقهم‬ ‫عن‬ ‫يشتري‬ ‫من‬ ‫كل‬ ‫مقابل‬ ‫مالية‬
‫معينة‬
 MLM adalah sistem pemasaran langsung
untuk memasarkan produk-produk melalui
para pembeli, dengan memberikan komisi
kepada mereka, sebagai kompensasi
adanya para pembeli (baru) yang membeli
produk melalui mereka (pembeli lama)
menurut syarat-syarat tertentu.
 Ziyad Ghazal, Masyru’ Qanun Al Buyu’, hlm. 193
PENGERTIAN MLM
Gambaran faktanya sbb :
Misalkan ada perusahaan MLM (PT X)
yang akan memasarkan sabun seharga
Rp 20 ribu per buah.
PT X lalu menawarkan kepada seorang
calon pembeli (misal Zaid).
PT X berkata kepada Zaid,”Jika Anda
membeli sabun kami seharga Rp 20
ribu, maka kami akan memberi
kesempatan kpd Anda untuk
memasarkan kembali sabun tsb secara
PENGERTIAN MLM
Untuk setiap pembeli yang membeli
dari Anda, anda akan mendapat
komisi Rp 3 ribu rupiah.
Yang harus Anda lakukan hanyalah
mencari dua orang pembeli lagi.”
Maka Zaid pun mencari dua
pembeli lagi, misalnya bernama
Khalid dan Umar.
Komisi yang diperoleh Zaid adalah
= Rp 3 ribu x 2 orang = Rp 6 ribu.
PENGERTIAN MLM
Khalid dan Umar masing2 kemudian
juga mencari 3 pembeli baru (misal).
Khalid merekrut A, B, C, sedang Umar
merekrut D, E, dan F.
Maka komisi yang diperoleh sbb :
Khalid = Rp 3 ribu x 3 = Rp 9 ribu.
Umar = Rp 3 ribu x 3 = Rp 9 ribu.
Zaid juga mendapat komisi dengan
jumlah yang sama dgn Khalid dan
Umar, yaitu Rp 9 ribu.

Recommended

09.2 HUKUM SAMSARAH (DROPSHIPPER)
09.2 HUKUM SAMSARAH (DROPSHIPPER)09.2 HUKUM SAMSARAH (DROPSHIPPER)
09.2 HUKUM SAMSARAH (DROPSHIPPER)fissilmikaffah1
 
06.2 HUKUM UTANG & PINJAMAN
06.2 HUKUM UTANG & PINJAMAN06.2 HUKUM UTANG & PINJAMAN
06.2 HUKUM UTANG & PINJAMANfissilmikaffah1
 
05.1 RINGKASAN HUKUM JUAL BELI
05.1 RINGKASAN HUKUM JUAL BELI05.1 RINGKASAN HUKUM JUAL BELI
05.1 RINGKASAN HUKUM JUAL BELIfissilmikaffah1
 
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH01.4 MURABAHAH BANK SYARIAH
01.4 MURABAHAH BANK SYARIAHfissilmikaffah1
 
05.2 HUKUM JUAL BELI DENGAN UTANG & ANGSURAN
05.2 HUKUM JUAL BELI DENGAN UTANG & ANGSURAN05.2 HUKUM JUAL BELI DENGAN UTANG & ANGSURAN
05.2 HUKUM JUAL BELI DENGAN UTANG & ANGSURANfissilmikaffah1
 
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam Islam
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam IslamHukum Samsarah (Makelar) Dalam Islam
Hukum Samsarah (Makelar) Dalam IslamSuryono .
 

More Related Content

What's hot

09.1 HUKUM SAMSARAH (RUKUN & SYARAT)
09.1 HUKUM SAMSARAH (RUKUN & SYARAT)09.1 HUKUM SAMSARAH (RUKUN & SYARAT)
09.1 HUKUM SAMSARAH (RUKUN & SYARAT)fissilmikaffah1
 
Perbandingan 3 ideologi dunia
Perbandingan 3 ideologi duniaPerbandingan 3 ideologi dunia
Perbandingan 3 ideologi duniaErwin Wahyu
 
01.6 HUKUM GADAI SYARIAH
01.6 HUKUM GADAI SYARIAH01.6 HUKUM GADAI SYARIAH
01.6 HUKUM GADAI SYARIAHfissilmikaffah1
 
06.3 RINGKASAN HUKUM RIBA, QARD, & DAIN
06.3 RINGKASAN HUKUM RIBA, QARD, & DAIN06.3 RINGKASAN HUKUM RIBA, QARD, & DAIN
06.3 RINGKASAN HUKUM RIBA, QARD, & DAINfissilmikaffah1
 
Materi ibc 5 - VISI - UST,DWI CONDRO TRIONO
Materi ibc 5 - VISI - UST,DWI CONDRO TRIONO Materi ibc 5 - VISI - UST,DWI CONDRO TRIONO
Materi ibc 5 - VISI - UST,DWI CONDRO TRIONO rendra visual
 
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNAfissilmikaffah1
 
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)MaulanaFirdaus19
 
Fiqih Zakat Fitrah Dan Zakat Uang
Fiqih Zakat Fitrah Dan Zakat UangFiqih Zakat Fitrah Dan Zakat Uang
Fiqih Zakat Fitrah Dan Zakat UangMaulanaFirdaus19
 
05.5 HUKUM JUAL BELI (KONTEMPORER)
05.5 HUKUM JUAL BELI (KONTEMPORER)05.5 HUKUM JUAL BELI (KONTEMPORER)
05.5 HUKUM JUAL BELI (KONTEMPORER)fissilmikaffah1
 
10.4 KOPERASI VS KOPERASI SYARIAH
10.4 KOPERASI VS KOPERASI SYARIAH10.4 KOPERASI VS KOPERASI SYARIAH
10.4 KOPERASI VS KOPERASI SYARIAHfissilmikaffah1
 
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islam
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islamSistem sanksi (Uqubat) dalam islam
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islamFenti Fempirina
 
01.2 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER
01.2 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER01.2 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER
01.2 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORERfissilmikaffah1
 
01 URGENSI FIQIH MUAMALAH
01 URGENSI FIQIH MUAMALAH01 URGENSI FIQIH MUAMALAH
01 URGENSI FIQIH MUAMALAHfissilmikaffah1
 
Hukum Meng-Qadha` Puasa Bagi Wanita Hamil Dan Menyusui
Hukum Meng-Qadha` Puasa Bagi Wanita Hamil Dan MenyusuiHukum Meng-Qadha` Puasa Bagi Wanita Hamil Dan Menyusui
Hukum Meng-Qadha` Puasa Bagi Wanita Hamil Dan MenyusuiAnas Wibowo
 

What's hot (20)

09.1 HUKUM SAMSARAH (RUKUN & SYARAT)
09.1 HUKUM SAMSARAH (RUKUN & SYARAT)09.1 HUKUM SAMSARAH (RUKUN & SYARAT)
09.1 HUKUM SAMSARAH (RUKUN & SYARAT)
 
Perbandingan 3 ideologi dunia
Perbandingan 3 ideologi duniaPerbandingan 3 ideologi dunia
Perbandingan 3 ideologi dunia
 
07 HUKUM RAHN (GADAI)
07 HUKUM RAHN (GADAI)07 HUKUM RAHN (GADAI)
07 HUKUM RAHN (GADAI)
 
04.1 KONSEP AKAD
04.1 KONSEP AKAD04.1 KONSEP AKAD
04.1 KONSEP AKAD
 
01.3 MULTI AKAD
01.3 MULTI AKAD01.3 MULTI AKAD
01.3 MULTI AKAD
 
01.6 HUKUM GADAI SYARIAH
01.6 HUKUM GADAI SYARIAH01.6 HUKUM GADAI SYARIAH
01.6 HUKUM GADAI SYARIAH
 
06.3 RINGKASAN HUKUM RIBA, QARD, & DAIN
06.3 RINGKASAN HUKUM RIBA, QARD, & DAIN06.3 RINGKASAN HUKUM RIBA, QARD, & DAIN
06.3 RINGKASAN HUKUM RIBA, QARD, & DAIN
 
Fiqih Riba
Fiqih RibaFiqih Riba
Fiqih Riba
 
Materi ibc 5 - VISI - UST,DWI CONDRO TRIONO
Materi ibc 5 - VISI - UST,DWI CONDRO TRIONO Materi ibc 5 - VISI - UST,DWI CONDRO TRIONO
Materi ibc 5 - VISI - UST,DWI CONDRO TRIONO
 
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
05.3 HUKUM JUAL BELI SALAM & ISTISHNA
 
Mengenal islam sebagai mabda (ideologi)
Mengenal islam sebagai mabda (ideologi)Mengenal islam sebagai mabda (ideologi)
Mengenal islam sebagai mabda (ideologi)
 
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
Hukum Seputar Nafkah (KH. Shiddiq Al-Jawi)
 
Fiqih Zakat Fitrah Dan Zakat Uang
Fiqih Zakat Fitrah Dan Zakat UangFiqih Zakat Fitrah Dan Zakat Uang
Fiqih Zakat Fitrah Dan Zakat Uang
 
05.5 HUKUM JUAL BELI (KONTEMPORER)
05.5 HUKUM JUAL BELI (KONTEMPORER)05.5 HUKUM JUAL BELI (KONTEMPORER)
05.5 HUKUM JUAL BELI (KONTEMPORER)
 
10.4 KOPERASI VS KOPERASI SYARIAH
10.4 KOPERASI VS KOPERASI SYARIAH10.4 KOPERASI VS KOPERASI SYARIAH
10.4 KOPERASI VS KOPERASI SYARIAH
 
Mengenal Riba
Mengenal RibaMengenal Riba
Mengenal Riba
 
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islam
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islamSistem sanksi (Uqubat) dalam islam
Sistem sanksi (Uqubat) dalam islam
 
01.2 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER
01.2 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER01.2 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER
01.2 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER
 
01 URGENSI FIQIH MUAMALAH
01 URGENSI FIQIH MUAMALAH01 URGENSI FIQIH MUAMALAH
01 URGENSI FIQIH MUAMALAH
 
Hukum Meng-Qadha` Puasa Bagi Wanita Hamil Dan Menyusui
Hukum Meng-Qadha` Puasa Bagi Wanita Hamil Dan MenyusuiHukum Meng-Qadha` Puasa Bagi Wanita Hamil Dan Menyusui
Hukum Meng-Qadha` Puasa Bagi Wanita Hamil Dan Menyusui
 

More from fissilmikaffah1

More from fissilmikaffah1 (15)

01.5 HUKUM ASURANSI SYARIAH
01.5 HUKUM ASURANSI SYARIAH01.5 HUKUM ASURANSI SYARIAH
01.5 HUKUM ASURANSI SYARIAH
 
01.1 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER
01.1 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER01.1 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER
01.1 METODE STUDI FIQIH KONTEMPORER
 
01.7 koperasi syariah
01.7 koperasi syariah01.7 koperasi syariah
01.7 koperasi syariah
 
15 HUKUM JU'ALAH
15 HUKUM JU'ALAH15 HUKUM JU'ALAH
15 HUKUM JU'ALAH
 
14 HUKUM WADI'AH
14 HUKUM WADI'AH14 HUKUM WADI'AH
14 HUKUM WADI'AH
 
13 HUKUM 'ARIYAH
13 HUKUM 'ARIYAH13 HUKUM 'ARIYAH
13 HUKUM 'ARIYAH
 
12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)
12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)
12 HUKUM DHOMAN (JAMINAN)
 
11 HUKUM WAKALAH
11 HUKUM WAKALAH11 HUKUM WAKALAH
11 HUKUM WAKALAH
 
10.3 PENYIMPANGAN HUKUM SYIRKAH
10.3 PENYIMPANGAN HUKUM SYIRKAH10.3 PENYIMPANGAN HUKUM SYIRKAH
10.3 PENYIMPANGAN HUKUM SYIRKAH
 
10.2 HUKUM SYIRKAH KAPITALIS
10.2 HUKUM SYIRKAH KAPITALIS10.2 HUKUM SYIRKAH KAPITALIS
10.2 HUKUM SYIRKAH KAPITALIS
 
10.1 HUKUM SYIRKAH
10.1 HUKUM SYIRKAH 10.1 HUKUM SYIRKAH
10.1 HUKUM SYIRKAH
 
06.1 HUKUM RIBA
06.1 HUKUM RIBA06.1 HUKUM RIBA
06.1 HUKUM RIBA
 
05.6 PENGANTAR KAJIAN MUROBAHAH
05.6 PENGANTAR KAJIAN MUROBAHAH05.6 PENGANTAR KAJIAN MUROBAHAH
05.6 PENGANTAR KAJIAN MUROBAHAH
 
05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)
05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)
05.4 HUKUM JUAL BELI (KLASIK)
 
04.2 PENULISAN AKAD
04.2 PENULISAN AKAD04.2 PENULISAN AKAD
04.2 PENULISAN AKAD
 

Recently uploaded

Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Guruku
 
Calon Penelaah Aksi Nyata Sejawat Batch 2.pdf
Calon Penelaah Aksi Nyata Sejawat Batch 2.pdfCalon Penelaah Aksi Nyata Sejawat Batch 2.pdf
Calon Penelaah Aksi Nyata Sejawat Batch 2.pdfIwanSumantri7
 
PPT Musik Ansambel Kelas 9 K. 13 Pelajaran Seni Budaya
PPT Musik Ansambel Kelas 9 K. 13 Pelajaran Seni BudayaPPT Musik Ansambel Kelas 9 K. 13 Pelajaran Seni Budaya
PPT Musik Ansambel Kelas 9 K. 13 Pelajaran Seni BudayaIsfanFauzi
 
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdfTeks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdfKangMargino
 
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesia
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara IndonesiaBahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesia
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesiaposotojo01
 
Biologi asal usul kehidupan teori umum k
Biologi asal usul kehidupan teori umum kBiologi asal usul kehidupan teori umum k
Biologi asal usul kehidupan teori umum ksantasaid
 
Modul ajar ekosistem untuk SMA by Dela Navarin.pdf
Modul ajar ekosistem untuk SMA by Dela Navarin.pdfModul ajar ekosistem untuk SMA by Dela Navarin.pdf
Modul ajar ekosistem untuk SMA by Dela Navarin.pdfDelaNavarin1
 
"Web Development - Inovasi Digital 2024"
"Web Development - Inovasi Digital 2024""Web Development - Inovasi Digital 2024"
"Web Development - Inovasi Digital 2024"Herry Prasetyo
 
ppt-hindari-ghibah-lakukan-tabayun-ikm-kelas-7-bab-8.pptx
ppt-hindari-ghibah-lakukan-tabayun-ikm-kelas-7-bab-8.pptxppt-hindari-ghibah-lakukan-tabayun-ikm-kelas-7-bab-8.pptx
ppt-hindari-ghibah-lakukan-tabayun-ikm-kelas-7-bab-8.pptxAgusRahmat39
 
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik - Fase E.pdf
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik  - Fase E.pdfModul Ajar Matematika - Laporan Statistik  - Fase E.pdf
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik - Fase E.pdfHaniNovi
 
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptBab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptMichael Bradley
 
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docxFORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docxRamadhaniRamadhani23
 
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian TengahBahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian TengahPejuangKeadilan2
 
Melakukan Asesmen Format Alternatif.pptx
Melakukan Asesmen Format Alternatif.pptxMelakukan Asesmen Format Alternatif.pptx
Melakukan Asesmen Format Alternatif.pptxMuhammadMiftahThaibi
 
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian Tengah
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian TengahKerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian Tengah
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian TengahPejuangKeadilan2
 
3.1.a.6 Demontrasi Kontekstual Modul 3.1. MN_BALAD.pdf
3.1.a.6 Demontrasi Kontekstual Modul 3.1. MN_BALAD.pdf3.1.a.6 Demontrasi Kontekstual Modul 3.1. MN_BALAD.pdf
3.1.a.6 Demontrasi Kontekstual Modul 3.1. MN_BALAD.pdfMuhammadNurBalad
 
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi KitaMedia Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi KitaHYwg
 
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024ImronRosyadi182049
 
STUNTING SEDERHANA. Pengertian Stunting, ciri, ciri, gejala(penyebab), pengob...
STUNTING SEDERHANA. Pengertian Stunting, ciri, ciri, gejala(penyebab), pengob...STUNTING SEDERHANA. Pengertian Stunting, ciri, ciri, gejala(penyebab), pengob...
STUNTING SEDERHANA. Pengertian Stunting, ciri, ciri, gejala(penyebab), pengob...SantiKartini1
 
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNContoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNwatihirma7
 

Recently uploaded (20)

Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Calon Penelaah Aksi Nyata Sejawat Batch 2.pdf
Calon Penelaah Aksi Nyata Sejawat Batch 2.pdfCalon Penelaah Aksi Nyata Sejawat Batch 2.pdf
Calon Penelaah Aksi Nyata Sejawat Batch 2.pdf
 
PPT Musik Ansambel Kelas 9 K. 13 Pelajaran Seni Budaya
PPT Musik Ansambel Kelas 9 K. 13 Pelajaran Seni BudayaPPT Musik Ansambel Kelas 9 K. 13 Pelajaran Seni Budaya
PPT Musik Ansambel Kelas 9 K. 13 Pelajaran Seni Budaya
 
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdfTeks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
Teks Terjemahan Website Desa Wisata Melung.pdf
 
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesia
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara IndonesiaBahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesia
Bahasa Bare'e, Bahasa pembentuk nama negara Indonesia
 
Biologi asal usul kehidupan teori umum k
Biologi asal usul kehidupan teori umum kBiologi asal usul kehidupan teori umum k
Biologi asal usul kehidupan teori umum k
 
Modul ajar ekosistem untuk SMA by Dela Navarin.pdf
Modul ajar ekosistem untuk SMA by Dela Navarin.pdfModul ajar ekosistem untuk SMA by Dela Navarin.pdf
Modul ajar ekosistem untuk SMA by Dela Navarin.pdf
 
"Web Development - Inovasi Digital 2024"
"Web Development - Inovasi Digital 2024""Web Development - Inovasi Digital 2024"
"Web Development - Inovasi Digital 2024"
 
ppt-hindari-ghibah-lakukan-tabayun-ikm-kelas-7-bab-8.pptx
ppt-hindari-ghibah-lakukan-tabayun-ikm-kelas-7-bab-8.pptxppt-hindari-ghibah-lakukan-tabayun-ikm-kelas-7-bab-8.pptx
ppt-hindari-ghibah-lakukan-tabayun-ikm-kelas-7-bab-8.pptx
 
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik - Fase E.pdf
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik  - Fase E.pdfModul Ajar Matematika - Laporan Statistik  - Fase E.pdf
Modul Ajar Matematika - Laporan Statistik - Fase E.pdf
 
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.pptBab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
Bab 2_Etika Lingkungannnnnnnnnnnnnnn.ppt
 
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docxFORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
FORMULIR PERENCANAAN OBSERVASI KELAS.docx
 
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian TengahBahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
Bahasa Bare'e (Bare'e-Taal) di Sulawesi Bagian Tengah
 
Melakukan Asesmen Format Alternatif.pptx
Melakukan Asesmen Format Alternatif.pptxMelakukan Asesmen Format Alternatif.pptx
Melakukan Asesmen Format Alternatif.pptx
 
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian Tengah
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian TengahKerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian Tengah
Kerajaan Tojo (Todjo) di Sulawesi Bagian Tengah
 
3.1.a.6 Demontrasi Kontekstual Modul 3.1. MN_BALAD.pdf
3.1.a.6 Demontrasi Kontekstual Modul 3.1. MN_BALAD.pdf3.1.a.6 Demontrasi Kontekstual Modul 3.1. MN_BALAD.pdf
3.1.a.6 Demontrasi Kontekstual Modul 3.1. MN_BALAD.pdf
 
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi KitaMedia Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
Media Infografis IPAS Mari Berkenalan Dengan Bumi Kita
 
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024
SOSSIALISASI PESTA SIAGA KOTA TEGAL 2024
 
STUNTING SEDERHANA. Pengertian Stunting, ciri, ciri, gejala(penyebab), pengob...
STUNTING SEDERHANA. Pengertian Stunting, ciri, ciri, gejala(penyebab), pengob...STUNTING SEDERHANA. Pengertian Stunting, ciri, ciri, gejala(penyebab), pengob...
STUNTING SEDERHANA. Pengertian Stunting, ciri, ciri, gejala(penyebab), pengob...
 
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPNContoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
Contoh Sertifikat Komunitas Belajar SMPN
 

09.3 HUKUM SAMSARAH (MLM)

  • 1. Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi, S.Si, MSI Dosen Fiqih Muamalah STEI Hamfara Jogjakarta HUKUM SAMSARAH : STUDI KASUS HUKUM MLM
  • 3. PENGERTIAN MLM ‫الشبكي‬ ‫التسويق‬(‫الهرمي‬)‫مباشر‬ ‫تسويقي‬ ‫نظام‬ ‫هو‬ ‫عموال‬ ‫بإعطائهم‬ ‫المشترين‬ ‫طريق‬ ‫عن‬ ‫لمنتجاته‬ ‫يروج‬‫ت‬ ‫شروط‬ ‫وفق‬ ‫طريقهم‬ ‫عن‬ ‫يشتري‬ ‫من‬ ‫كل‬ ‫مقابل‬ ‫مالية‬ ‫معينة‬  MLM adalah sistem pemasaran langsung untuk memasarkan produk-produk melalui para pembeli, dengan memberikan komisi kepada mereka, sebagai kompensasi adanya para pembeli (baru) yang membeli produk melalui mereka (pembeli lama) menurut syarat-syarat tertentu.  Ziyad Ghazal, Masyru’ Qanun Al Buyu’, hlm. 193
  • 4. PENGERTIAN MLM Gambaran faktanya sbb : Misalkan ada perusahaan MLM (PT X) yang akan memasarkan sabun seharga Rp 20 ribu per buah. PT X lalu menawarkan kepada seorang calon pembeli (misal Zaid). PT X berkata kepada Zaid,”Jika Anda membeli sabun kami seharga Rp 20 ribu, maka kami akan memberi kesempatan kpd Anda untuk memasarkan kembali sabun tsb secara
  • 5. PENGERTIAN MLM Untuk setiap pembeli yang membeli dari Anda, anda akan mendapat komisi Rp 3 ribu rupiah. Yang harus Anda lakukan hanyalah mencari dua orang pembeli lagi.” Maka Zaid pun mencari dua pembeli lagi, misalnya bernama Khalid dan Umar. Komisi yang diperoleh Zaid adalah = Rp 3 ribu x 2 orang = Rp 6 ribu.
  • 6. PENGERTIAN MLM Khalid dan Umar masing2 kemudian juga mencari 3 pembeli baru (misal). Khalid merekrut A, B, C, sedang Umar merekrut D, E, dan F. Maka komisi yang diperoleh sbb : Khalid = Rp 3 ribu x 3 = Rp 9 ribu. Umar = Rp 3 ribu x 3 = Rp 9 ribu. Zaid juga mendapat komisi dengan jumlah yang sama dgn Khalid dan Umar, yaitu Rp 9 ribu.
  • 7. PENGERTIAN MLM Misalkan 3 pembeli melalui Khalid (A, B, C), dan 3 pembeli melalui Umar (D, E, F), masing-masingnya diharuskan mencari 3 pembeli lagi. Maka komisi yang diperoleh sbb : (1) Khalid mendapat komisi sebesar = Rp 3 ribu x 3 x 3 orang = Rp 27 ribu (2) Umar juga mendapat komisi = Rp 3 ribu x 3 x 3 orang = Rp 27 ribu Zaid juga mendapat Rp 27 ribu.
  • 8. PENGERTIAN MLM Demikianlah seterusnya, sehingga struktur para pembeli itu akan menyerupai piramida. Lihat : Washfiy ‘Aasyuur Abu Zaid, Hukmu At Taswiiq Asyabki fi Dhau’ Al Maqashid. ‫المقاصد‬ ‫ضوء‬ ‫في‬ ‫الشبكي‬ ‫التسويق‬ ‫حكم‬ ‫زيد‬ ‫أبو‬ ‫عاشور‬ ‫وصفي‬  http://www.salahsoltan.com/future-scientists/2236-2011-07-30-11- 03-08.html
  • 9. PENGERTIAN MLM  Perhatikan gambar ilustrasinya sbb :
  • 10. PENGERTIAN MLM Dari paparan fakta di atas, terdapat beberapa fakta yang menonjol dalam MLM sbb : (1) Yang menjadi tujuan utama bisnis MLM bukanlah produk, tapi komisi, yang akan semakin besar setiap kali struktur piramida semakin tinggi. Besarnya komisi ini dapat mencapai ratusan kali lipat dibanding harga produknya sendiri.
  • 11. PENGERTIAN MLM (2) Harga produk yang dijual di MLM jauh lebih mahal daripada harga pasar. Harga produk MLM bisa mencapai dua atau tiga kali lipat dari harga pasar. (3) Struktur piramida suatu saat akan berhenti, dan akan memakan korban, yaitu lapisan terbawah yang tidak mempunyai lapisan bawahnya lagi. Akibatnya, mereka (lapisan terbawah ini) akan mengalami kerugian,
  • 12. PENGERTIAN MLM Mengapa rugi? Karena mereka sudah membeli produk yang harganya lebih mahal dari harga pasar, namun mereka tidak mendapat komisi. Sedangkan lapisan-lapisan di atas mereka telah mendapat komisi dengan adanya lapisan terbawah tsb. Ziyad Ghazal, Masyru’ Qanun Al Buyu’, hlm. 195.
  • 14. HUKUM MLM  MLM mengandung samsarah (perantaraan jual beli) yang menyimpang dari syariah Islam, dalam 3 (tiga) aspek :  Pertama, samsarah dalam MLM bukan satu level tapi multisamsarah, yaitu ada lebih dari satu level simsar antara penjual dan pembeli.  Kedua, samsarah dalam MLM tidak bertujuan agar pembeli mendapat barang tapi mendapat komisi.  Ketiga, samsarah dalam MLM mewajibkan (mensyaratkan) simsar membeli barang lebih dulu dari penjual (perusahaan MLM).
  • 15. HUKUM MLM Pertama, samsarah dalam MLM bukan satu level tapi multisamsarah, yaitu ada lebih dari satu level simsar antara penjual dan pembeli. Samsarah dalam MLM yang tidak sah, karena yang dibenarkan syariah hanya satu level simsar, yang terletak di antara penjual dan pembeli. Maka samsarah dalam MLM tidak sah karena mengandung banyak level simsar.
  • 16. HUKUM MLM  Dalam hukum samsarah, simsar adalah perantara (yang sifatnya langsung / satu level) antara penjual dan pembeli.  Sesuai dengan definisi simsar : ‫السمسار‬:‫الوسيط‬‫بين‬‫البائع‬‫والمشتري‬  Simsar (pelaku samsarah, broker) adalah perantara antara penjual dan pembeli.  Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al Fuqaha, hlm. 191.  Jadi akadnya : penjual  simsar  pembeli.
  • 17. HUKUM MLM Jika simsar mencari simsar lagi, maka ini tidak sesuai dengan pengertian syar’i dari simsar. Karena akadnya menjadi sbb : Penjual --> simsar  simsar  pembeli. Ini tidak boleh, karena tidak sesuai dengan pengertian syar’i dari simsar, yaitu perantara antara penjual dan pembeli.
  • 18. HUKUM MLM Definisi simsar yang hanya mengakui satu level simsar didasarkan pada taqrir (pengakuan) Nabi SAW terhadap muamalah samsarah pada masa Nabi SAW. Maka menyalahi definisi simsar tersebut berarti menyalahi ketentuan yang ditetapkan oleh Nabi SAW.
  • 19. HUKUM MLM Sabda Rasulullah SAW : ‫من‬‫عمل‬‫عمال‬‫ليس‬‫عليه‬‫أمرنا‬‫فهو‬‫رد‬ “Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang tidak sesuai dengan perintah kami (syariah) maka perbuatan itu tertolak.” (HR Muslim). Sabda Rasulullah SAW : ‫كل‬‫شرط‬‫ليس‬‫في‬‫كتاب‬‫هللا‬‫فهو‬‫باطل‬ “Setiap syarat yang bertentangan dengan Kitabullah, maka dia adalah batil.” (HR Bukhari).
  • 20. HUKUM MLM  Kedua, samsarah dalam MLM tidak bertujuan agar pembeli mendapat barang tapi mendapat komisi.  Jadi, samsarah dalam MLM sebenarnya tidak sama dengan samsarah dalam jual beli pada umumnya.  Karena dalam samsarah dalam jual beli pada umumnya, pembeli memang bertujuan untuk membeli produk.  Sedang dalam MLM, pembeli itu sebenarnya tidak bermaksud mendapatkan produk, melainkan mendapat komisi (bonus)
  • 21. HUKUM MLM  Ketiga, samsarah dalam MLM mewajibkan (mensyaratkan) simsar membeli barang lebih dulu dari penjual (perusahaan MLM).  Dalam MLM, peserta MLM justru diwajiban (disyaratkan) membayar lebih dulu (membeli produk) kepada penjual/perusahaan MLM agar mendapat komisi kemudian.  Seharusnya simsar tidak membayar sama sekali kepada pihak penjual atau pembeli.