Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

PowerPoin Tune Up Motor Bensin

5,579 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

PowerPoin Tune Up Motor Bensin

  1. 1. TUNE UP MOTOR BENSIN Tune Up adalah perwatan berkala tanpa adanya penggantian komponen mesin Pekerjaan yang meliputi pemeriksaan; -oli mesin -Sistim pendingin -Tali kipas -Saringan udara -Katup pengontrol panas -Baterai -Busi -Kabel tegangan tinggi -Distributor -Celah katup -Karburator -Putaran idle permulaan (Inintial Idle Speed) -Fast idle -Thottle Positioner -Tekannan kompresi
  2. 2. Tujuan melaksanakanTune Up pada kendaraan bermotor yakni: Untuk pengontrolan kondisi mesin kendaraan setelah digunakan untuk 10.000 kilometer; Untuk memeriksa, menyetel dan mengembalikan kondisi motor dari kendaraan ke keadaan semula Fungsi Filter Udara: Udara yang masuk ke mesin mengundang debu dan benda benda lain akan menyumbat saluran karburator, mempercepat keausan silinder mesin serta mengotorkan oli. Filter Udara menyaring debu dan kotoran lainnya yang terkandung di dalam udara yang masuk melalui filter yang didalamnya terdapat alat penyaring udara, sehingga debu dan kotoran tidak dapat masuk ke dalam karburator dan silinder mesin. Apabila filter tersumbat kotoran, aliran udara akan terbatas yang mengakibatkan terganggunya kerja karburator. Filter Udara dibagi menjadi dua yaitu: filter udara kering dan filter udara basah
  3. 3. 1. Lepas saringan udara periksa kondisi saringan udara, jika kotor sekali harus diganti baru 2. Ketok saringan beberapa kali agar debu yang menempel terlepas 3. Semprotkan dengan udara bertekan dari dalam keluar. Kadang- kadang saringan udara basah oleh oli. Oli tersebut berasal dari sistim ventilasi karter. Bersihkan sistem tersebut kemudianlakukan pengontrolan pada permukaan batas oli motor (mungkin terlalu tinggi) atau juga disebabkan kerapatan cincin-cincin torak, untuk ini buka tutup pengisi oli pada saat motorhidup. Jika banyak gas yang keluar, bisa juga cincin torak bocor, akibatnya gas tersebut dapatmembawa oli mesin sampai ke saringan udara. 4. Pasang kembali rumah saringan udara. Pada waktu pemasangan, perhatikan kedudukan paking-pakingnya. Pembersihan atau penggantian saringan udara jenis kering
  4. 4. Pembersihan saringan udara tandon oli (tipe basah). 1. Lepas saringan udara 2. Cuci saringan udara dengan bensin 3. Keluarkan oli dari rumah saaringan udara, bersihkan rumah saaringan udara dengan bensin dan lap. FungsiTali Kipas Tali kipas meneruskan tenaga mesin dari puli poros engkol untuk menggerakkan bagian bagian pembantu mesin yang lain, seperti pompa air, kipas dan alternator. Biasanya tali kipas baru masih elastis, tetapi elastisitasnya hilang setelah dipergunakan. Pemeriksaan secara visual 1. Periksa tali kipas kemungkinan retak, sudah buruk, terlalu kencang atau aus; 2.Terdapat oli atau gemuk. 3. Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli.
  5. 5. 1. Dengan kekuatan tekanan 10 kg, tekan tali pada tempat- tempat yang seharusnya tali harus menunjukkan kekencangan spesifikasi. Lenturan tali kipas pada tekanan 10 kg yakni Kipas Alternator 7-11 mm dan Engkol KompresorAC 11-14 mm. 2. Perhatikan ketegangan sabuk penggerak. Kurang tegang – tali kipas slip – cepat aus.Terlalu tegang – bantalan pipa air dan alternator menjadi cepat rusak. Jika tali kipas harus diganti, perhatikan ukurannya. Ukuran sabuk mengikuti normalisasi.Lebar : 9,5 ; 10,5 ; 11,5 ; 12,5 mm. Panjang : Penatahapannya adalah 25 mm, misal 800, 825,850 mm dst. 3. Beri vet atau cairan khusus pada sabuk lama yang berbunyi Pemeriksaan dan penyetelan kekencangan tali kipas
  6. 6. Fungsi Oli Oli dengan sifatnya yang kental dan halus, tidak hanya sekedar mengurangi ausan dan gesekan pada piston (torak), bantalan dan bagian bagian yang berputar. Oli juga membantu menahan suhu tinggi, gas bertekanan tinggi maupun membantu memindahkan panas dari bagian yang bersuhu tinggi ke karter (panci oli) selanjutnya dipindahkan ke udara luar. Fungsi Penggantian saringan oli Sementara oli sedang dipakai, karbon yang dihasilkan dari reaksi pembakaran dalam mesin serta serbuk logam masuk ke dalam oli sehingga oli menjadi kotor. Apabila kotoran tersebut menumpuk, ia akan menyebabkan bagian bagian yang berputar cepat aus dan tergores. Karena itulah dipasangkan saringan oli untuk menahan kotoran dan membuang kotoran tersebut dari oli. Berhubung kotoran yang demikian akan menumpuk didalam saringan (flter), saringan perlu diganti secara periodik.
  7. 7. Penggantian Saringan Oli (Filter) 1. Buka saringan oli dengan alat pembuka filter; 2. Pilih saringan oli dengan mencocokkan ulir saringan dan diameter paking 3. Kontrol apakah saringan oli lama dilengkapi dengan katup “ by-pass” atau tidak. 4. Kontrol perlu tidaknya katup anti balik di dalam saringan oli dengan melihat posisi pengikatan saringan oli terhadap motor. Jika posisi pengikatan horisontal atau saringan di bawah, maka saringan oli harus dilengkapi dengan katup anti balik. 5. Untuk memasang, kencangkan saringan oli dengan tangan. Fungsi Celah Katup Agar terdapat operasi mesin yang effisien apabila katup menutup, agar tertutup rapat sekali dengan dudukannya. Untuk menjamin keadaan demikian, terdapat celah yang disebut ‘celah katup’ (clearance) diantara katup katup dalam keadaan tertutup dan tuas (roker). Dengan celah ini, katup akan kembali ke dudukannya tanpa ganguan selama mesin bekerja walaupun terdapat pemuaian dari komponen tertentu.
  8. 8. Cara menyetel celah katup yakni: 1. Mesin dipanasi dan kemudian dimatikan; 2.Tempatkan Silinder nomor 1 padaTMA atau titik mati atas atau kompresi dengan jalan memutar poros engkol; 3. Kencangkan kembali baut-baut kepala dan baut-baut penguat roker. Momen pengencangan menunjukkan 1,8 –2,4 kgm; 4. Stel celah katup dengan jalan celah katup diukur diantara batang aktup dan lengan loker.Yang disetel hanya katup yang ditunjuk oleh panah saja. Celah katup menunjukkan Hisap 0,20 mm dan Buang 0,30 mm; 5. Putarkan poros engkol (crankshaft) 360o; 6. Setel katup-katup lain yang ditunjukkan oleh panah.
  9. 9. PEMERIKSAAN KABEL BUSI Lepaskan steker busi. Jangan ditarik pada kabelnya. Hubungan inti arang kabel mudah terlepas dari steker kalau kabel ditarik. Periksa tahanan kabel menggunakan multimeter. Tahanan kabel yakni kurang dari 25 kΩ per kable PEMERIKSAAN ADVANCEVACCUM 1. Lepas tutup distributor; 2. Lepas slang vaccum yang menuju ke distributor pada karburator. Hisap slang dengan mulut dan perhatikan plat dudukan kontak pemutus harus bergerak. Slang vaccum tidak boleh retak atau longgar pada sambungannya
  10. 10. PEMERIKSAAN ADVANCE SENTRIFUGAL Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putarannya dan dilepas; Rotor tidak boleh terlalu longgar. PEMERIKSAAN KONTAK PEMUTUS 1. Setel celah kontak pemutus dengan fuler, putar motor dengan tangan sampai kam; dengan tumit ebonit dalam posisi yang tepat 2. Pilih fuler yang sesuai dengan besar celah kotak; 3. Periksa celah kontak dengan fuler yang bersih. 4. Jika celah tidak baik, stel seperti berikut: -Kendorkan sedikit sekrup-sekrup pada kontak tetap. -Stel besar celah dengan menggerakkan kontak tetap. -Penyetelan dilakukan dengan obeng pada takik penyetel; -Jika penyetelan sudah tepat, keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap; 5. Putar mesin satu putaran, periksa sekali lagi besarnya celah kontak.
  11. 11. Sebagai petunjuk: Besar celah kontak untuk mobil biasanya 0,4 –0,5 mm. Kontak pemutus biasanya diganti baru setiap 20’000 km. Kontak lama dapat dirataka dengan kikir kontak atau kertasa gosok dan selanjutnya dibersihkan dengan kertas yang bersih.Tetapi, kalau ketidak-rataan kontak besar, sebaiknya kontak pemutus diganti baru. Fungsi Pengapian Mesin bensin bekerja dengan pembakaran bensin dan campuran udara yang ditekan setelah langkah hisap serta terbakar oleh bunga api busi. Bunga api yang menyebabkan letusan disebut “saat pengapian” (ignition time) dan diatur oleh pembukaan platina dalam distributor.Waktu pengapian harus distel sedemikan rupa sehingga tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat sebab akan menurunkan efisiensi mesin.
  12. 12. Penyetelan Pengapian Setel putaran mesin pada kecepatan idle. Pada motor yang dilengkapi dengan oktan slektor, posisi oktan selektor harus disetel pada posisi standar. Saat pengapian adalah 8o sebelumTMA atau idling. Penyetelan saat pengapian cocokkan tanda-tanda waktu dengan memut body distributor . Saat pengapian 8o sebelumTMA atau idling. PEMERIKSAAN BUSI Periksa busi secara visual kemungkinan terdapat hal-hal berikut: 1. Retak atau kerusakan lain pada ulir dan isolator; 2. Keausan elektroda; 3. Gastek rusak atau lapuk; 4. Elektroda terbakar atau terdapat kotoran yang berlebihan. Pembersihan Busi 1. Jangan menggunakan alat pembersih busi lebih lama dari yang diperlukan; 2. Tiupkan bubuk pembersih dan karbon dengan udara kompresi; 3. Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator
  13. 13.  Pengukuran tekanan kompresi 1. Panaskan mesin; 2. Buka semua busi; 3. Lepaskan kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran sekunder terputus; 4. Masukkan alat pengukur kompresi ke dalam lubang busi; 5. Buka trotel gas sepenuhnya dan baca tekanan kompresi sementara mesin dihidupkan dengan motor stater.  Sebagai petunjuk: Usahakan agar pengukuran dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. -Putaran : 250 -Tekanan kompresi -STD 11,0 kg/cm2 -Limit 9,0 kg/cm2 -Perbedaan antara masing-masing silinder 1,0 kg/cm2

×