Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
TANTANGAN GERAKAN ONLINE
MASYARAKAT ADAT
Epsitema,
27 Maret 2015
Oleh:
Firdaus Cahyadi
Yayasan SatuDunia
SatuDunia
MEDIA DI INDONESIA DI ERA ORDE
BARU
1.Rejim Orde Baru
menggunakan media untuk
mendominasi wacana
pembangunan.
2.Pihak yang...
STIGMA ORDE BARU TERHADAP
MASYARAKAT ADAT
1. Orde Baru memaknai masyarakat adat
sebagai adat tradisi, ritual, perilaku yan...
STIGMA ORDE BARU TERHADAP
MASYARAKAT ADAT
Pada masa rezim Orde Baru juga banyak digunakan
beragam istilah untuk menyebut a...
STIGMA ORDE BARU
TERHADAP MASYARAKAT
ADAT
•Stigma negatif terhadap
masyarakat adat tidak bisa
dilepaskan dari kebijakan
ek...
MEDIA MASSA PASCA ORDE BARU
•Setelah rejim Orde Baru tumbang,
bermunculanlah banyak media massa
di Indonesia, baik cetak h...
BAGAIMANA MEDIA MASSA PASCA
ORDE BARU MENGGAMBARKAN
MASYARAKAT ADAT?
Program rality show “Primitive
Runaway” di televisi s...
BAGAIMANA MEDIA MASSA PASCA ORDE
BARU MENGGAMBARKAN MASYARAKAT
ADAT?
 Pada tanggal 6 Mei 2013 di kolom regionalnya, kompa...
HIPER REALITAS MEDIA TERHADAP
MASYARAKAT ADAT
 Hal yang sama juga dialami oleh masyarakat adat
Gorontalo Suku Polahi di l...
PERLAWANAN MASYARAKAT ADAT
TERHADAP STIGMA MEDIA MASSA
GERAKAN ONLINE MASYARAKAT
ADAT
 Kenapa Harus Online?
 Terbukanya peluang menjadi produsen konten
informasi dan pengetahu...
Studi Kasus Media AMAN
RADIO ONLINE
 Kolaborasi Radio Komunitas dan
Radio Streaming Gaung AMAN
 Ada 5 radio komunitas ya...
Studi Kasus Media AMAN:
SMS GATEWAY
 SMS ADAT (SMS Gateway)
Ada sekitar 2000 nomor SMS dari
jaringan masyarakat adat nusa...
Studi Kasus AMAN:
BLOG DAN WEBSITE MASYARAKAT ADAT
 Blog dan Website
Dari 21 PW AMAN yang
dimonitoring ada 11 yang telah
...
Studi Kasus AMAN:
BLOG DAN WEBSITE MASYARAKAT
ADAT
Pada tahun 2014, AMAN Maluku Utara
mengembangkan aplikasi berbasiskan w...
SOCIAL MEDIA MASAYRAKAT ADAT
 Group di Facebook
Group Aliansi Masyarakat Adat Nusantara memiliki
4000 an anggota. Group b...
JARINGAN BERITA MASYARAKAT
ADAT
 Di akhir 2014, AMAN
menggagas sebuah media
jaringan berita
masyarakat adat.
Kontributor ...
TANTANGAN GERAKAN ONLINE
MASYARAKAT ADAT: KESENJANGAN
AKSES TELEMATIKA
Sumber: Mohammad Salahuddien, Id Sirti, FGD SatuDun...
TANTANGAN GERAKAN ONLINE
MASYARAKAT ADAT : KESENJANGAN
AKSES TELEMATIKA
 Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika...
Pengguna Facebook di Indonesia berdasarkan
Kota
(Indonesia Social Media Landscape a snapshot of Indonesian user behavior, ...
Kota Paling ‘Cerewet’ di Twitter
(Indonesia Social Media Landscape a snapshot of Indonesian user behavior, 2011)
16,33%
13...
TANTANGAN GERAKAN ONLINE
MASYARAKAT ADAT: Konglomerasi Media
TANTANGAN GERAKAN ONLINE
MASYARAKAT ADAT: PASAL KARET
PENCEMARAN NAMA BAIK
Pasal 27 ayat 3 Undang Undang
(UU) Informasi da...
Korban Pasal Karet Pencemaran Nama
Baik UU ITE
(sumber: “Internet untuk Semua, Mengintegrasikan Prinsip HAM dalam Pengatur...
TANTANGAN GERAKAN ONLINE
MASYARAKAT ADAT: GODAAN MENJADI
SEKEDAR KONSUMEN
 Seiring dengan
perkembangan ICT,
goodaan untuk...
TAWARAN SOLUSI
 Perubahan kebijakan media dan telematika
Pengaturan kepemilikan media
Penguatan lembaga penyiaran publik
...
Menyusun lagi Strategi Gerakan Online
Masyarakat Adat
 Membangun kedekatan isu dgn netizen
 belajar pd kasus Prita Mulya...
 Terimakasih
 Thank You
 Matur Nuwun
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tantangan gerakan online satu dunia_epistema

322 views

Published on

Tantangan gerakan online Masyarakat Adat. Presentasi Diskusi di Epistema

Published in: Social Media
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Tantangan gerakan online satu dunia_epistema

  1. 1. TANTANGAN GERAKAN ONLINE MASYARAKAT ADAT Epsitema, 27 Maret 2015 Oleh: Firdaus Cahyadi Yayasan SatuDunia SatuDunia
  2. 2. MEDIA DI INDONESIA DI ERA ORDE BARU 1.Rejim Orde Baru menggunakan media untuk mendominasi wacana pembangunan. 2.Pihak yang mengkritisi wacana pembangunan diberikan stigma (komunis, anti pembangunan, setan gundul, organisasi tanpa bentuk, gerakan pengacau keamanan dsb) Sumber gambar: https://maulinniam.wordpress.com/2013/06/08/pripun-kabare-mbah- suharto-31harimenulis/suharto-kontra/
  3. 3. STIGMA ORDE BARU TERHADAP MASYARAKAT ADAT 1. Orde Baru memaknai masyarakat adat sebagai adat tradisi, ritual, perilaku yang sesuai, dan peraturan atau praktek- praktek kehidupan sosial. Bagaimana dengan hak atas wilayah adat (hutan, pesisir dan sumberdaya alam yang terkandung di atas dan di dalam wilayah komunal masyarakat adat)? 2. Untuk memuluskan “Pembangunan” rejim Orde Baru mencoba memisahkan masyarakat adat dengan wilayah kelolanya. Sumber gambar http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/03/18/85290/hari_k ebangkitan_masyarakat_adat/
  4. 4. STIGMA ORDE BARU TERHADAP MASYARAKAT ADAT Pada masa rezim Orde Baru juga banyak digunakan beragam istilah untuk menyebut ataupun memaknai keberadaan masyarakat adat di Indonesia. Seperti  masyarakat terpencil,  masyarakat tertinggal,  masyarakat pedalaman,  masyarakat tradisional,  suku primitif.
  5. 5. STIGMA ORDE BARU TERHADAP MASYARAKAT ADAT •Stigma negatif terhadap masyarakat adat tidak bisa dilepaskan dari kebijakan ekonomi-politik Orde Baru yang membuka lebar-lebar investasi. •Stempel dilekatkan seiring dengan perebutan wilayah- wilayah kelola masyarakat adat untuk berbagai bisnis tambang, hutan, perkebunan dan juga konservasi alam. Sumber gambar:http://www.uang-antik.com/2012/10/uang-soeharto- tahun-1995.html
  6. 6. MEDIA MASSA PASCA ORDE BARU •Setelah rejim Orde Baru tumbang, bermunculanlah banyak media massa di Indonesia, baik cetak hingga elektronik. •Namun dari sekian banyak media yang ada, ternyata memunculkan hanya 12 group media besar (Mapping the Landscape of The Media Industry in Contemporary Indonesia, CIPG-HIVOS-Ford). •Sebagian besar ‘Penguasa Media’ ada di Jakarta atau Pulau Jawa (Riset Yayasan SatuDunia) •Sementara sebagian besar masyarakat adat berada di luar Jawa
  7. 7. BAGAIMANA MEDIA MASSA PASCA ORDE BARU MENGGAMBARKAN MASYARAKAT ADAT? Program rality show “Primitive Runaway” di televisi swasta nasional di Indonesia. “Primitive Runaway” menempatkan interaksi yang terjadi antara selebriti (dalam posisi yang tinggi) dengan masyarakat adat (dalam posisi yang rendah).Adat kebiasan di dalam masyarakat adat tersebut dipergunakan sebagai bahan olok-olok selebriti yang menjadi pemeran utama dalam tayangan tersebut
  8. 8. BAGAIMANA MEDIA MASSA PASCA ORDE BARU MENGGAMBARKAN MASYARAKAT ADAT?  Pada tanggal 6 Mei 2013 di kolom regionalnya, kompas.com juga menaikkan tulisan tentang Komunitas Adat Polahi dengan judul “Suku Polahi di Gorontalo Ini, Setengah ManusiaSetengah Hewan”yang kemudian dirubah judulnya menjadi “Warga Polahi, Terpinggirkan di Hutan Boliyohuto”[1].  Berdasarkan sumber dari kompas.com tersebut tribun-timur.com juga menaikkan berita dengan judul dan konten yang sama “Suku Polahi di Gorontalo Ini, Setengah Manusia Setengah Hewan”[2].  Pada 22 Januari 2013 kompas.com juga memuat artikel tentang suku di Timur Tengah Selatan, dengan menyebutkan suku tersebut sebagai suku primitive[3]. [1] http://regional.kompas.com/read/2013/05/0609551746/Suku.Polahi.Setengah. Manusia .Setengah.hewan [2] http://makassar.tribunnews.com/2013/05/06/Suku.Polahi.Setengah.Manusia. Setengah.hewan [3] http://regional.kompas.com/ read/2013/01/22/11512553/Suku.Boti.Harus.Dipertahankan
  9. 9. HIPER REALITAS MEDIA TERHADAP MASYARAKAT ADAT  Hal yang sama juga dialami oleh masyarakat adat Gorontalo Suku Polahi di lereng gunung Boliyohuto. Pihak televisi bahkan membayar warga suku tersebut untuk telanjang. Padahal masyarakat tersebut sudah sangat lama mengenal pakaian. Bahkan menurut Mama Tanio, tayangan sebuah TV swasta nasional beberapa waktu lalu yang memperlihatkan mereka dalam keadaan telanjang, tidak lagi murni seperti itu. “Baba Taniodibayar untuk telanjang waktu itu” aku Mama Tanio yang merupakan istri Baba Tanio, kepala suku mereka[1] [1] http://regional.kompas.com/read/2013/05/07/11091556/Polahi.dan.CeritaMistis.yang.Melingkupinya
  10. 10. PERLAWANAN MASYARAKAT ADAT TERHADAP STIGMA MEDIA MASSA
  11. 11. GERAKAN ONLINE MASYARAKAT ADAT  Kenapa Harus Online?  Terbukanya peluang menjadi produsen konten informasi dan pengetahuan bukan sekedar konsumen  Jangkauan luas, melewati batas-batas teritorial wilayah  Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia, sehingga terbuka peluang konten dari masyarakat adat dibaca, lihat dan didengar berbagai kalangan
  12. 12. Studi Kasus Media AMAN RADIO ONLINE  Kolaborasi Radio Komunitas dan Radio Streaming Gaung AMAN  Ada 5 radio komunitas yang dibangun oleh AMAN di berbagai daerah : Cek Bocek Enggano Secanggang Togean Meratus  Pada bulan Oktober 2014, Telah dibangun website radio dengan alamat: http://radio.aman.or.id/. Tujuan pembuatan website radio ini adalah untuk mempublikasikan file- file dalam format audio terkait beberapa isu, aktivitas,program,iklan produk masyarakat adat dll  Kolaborasi konten dengan radio komunitas. Konten yang berasal dari radio komunitas disebarluaskan via radio oniline dan sebaliknya
  13. 13. Studi Kasus Media AMAN: SMS GATEWAY  SMS ADAT (SMS Gateway) Ada sekitar 2000 nomor SMS dari jaringan masyarakat adat nusantara yang dipegang oleh admin SMS adat. Contoh pada kasus penangkapan terhadap 16 warga masyarakat adat Pandumaan Sipituhuta di Sumatera Utara, maka SMS adat menyebarkan pesan kepada jaringannya untuk menekan pihak kepolisian dengan cara mengirimkan SMS kepada Kapolda Sumatera Utara untuk segera membebaskan warga yang ditangkap terkait konflik dengan PT Toba Pulp Lestari. Penyebaran pesan ini juga disalurkan melalui twitter, facebook, dan email. Adanya aksi demo di Jakarta dan Medan, serta video proses penangkapan yang disebarkan melalui media massa cukup mempengaruhi publik dan media nasional. Metro TV lalu membuat liputan khusus mengenai kasus Pandumaan Sipituhuta sehingga daya jangkau pemberitaannya lebih luas secara nasional. Berbagai tekanan melalui media ini membuahkan hasil dengan dibebaskannya 16 warga dengan status penangguhan penahanan. Sumber gambar: https://dennytobing.wordpress.com/2010/01/10/sms-gateway- gammu-di-windows-xp/
  14. 14. Studi Kasus AMAN: BLOG DAN WEBSITE MASYARAKAT ADAT  Blog dan Website Dari 21 PW AMAN yang dimonitoring ada 11 yang telah memiliki media online sendiri, baik berupa blog ataupun website. Namun dari 11 blog dan website itu hanya beberapa yang pengelolaannya baik (tulisannya sudah memenuhi kaidah jurnalistik 5W 1H dan secara periodik diupdate). Beberapa media PW AMAN yang aktif itu antara lain: http://amannusabunga.blogspot. com/, http://amantanobatak.wordpress .com/, http://aman-kalteng.or.id, http://amankaltim.blogspot.com/ , http://amanmalut.blogspot.com/, http://amanbengkulu.or.id Sumber Gambar: http://www.newmediafest.net/savepersebaya-dan- savekbs-gerakan-online-untuk-masalah-offline/
  15. 15. Studi Kasus AMAN: BLOG DAN WEBSITE MASYARAKAT ADAT Pada tahun 2014, AMAN Maluku Utara mengembangkan aplikasi berbasiskan website untuk memantau hutan Adat. Website dapat dilihat di http://lapor.amanmalut.or.id/ Pada tahun 2014, Pengurus Besar (PB) AMAN juga mempublikasikan peta indikatif masyarakat adat di website.Untuk sementara, hanya wilayah Sumatera dan Sulawesi. Peta dapat dilihat di http://www.aman.or.id/peta-interaktif-sumatera/
  16. 16. SOCIAL MEDIA MASAYRAKAT ADAT  Group di Facebook Group Aliansi Masyarakat Adat Nusantara memiliki 4000 an anggota. Group berisi tentang berita-berita, artikel, foto, video terkait dengan isu masyarakat adat. https://www.facebook.com/groups/160452592456/ Group Aliansi Masyarakat Adat Nusantara di tingkat wilayah, antara lain:  AMAN Kaltim  AMAN Kalbar  AMAN Jawa  AMAN Sulteng  AMAN Tana Luwu  AMAN Kaltara
  17. 17. JARINGAN BERITA MASYARAKAT ADAT  Di akhir 2014, AMAN menggagas sebuah media jaringan berita masyarakat adat. Kontributor Gaung AMAN Online adalah aktivis masyarkaat adat yang ada di wilayah dan telah menedapatkan pelatihan jurnalisme warga. Website dapat dilihat di http://gaung.aman.or.id/
  18. 18. TANTANGAN GERAKAN ONLINE MASYARAKAT ADAT: KESENJANGAN AKSES TELEMATIKA Sumber: Mohammad Salahuddien, Id Sirti, FGD SatuDunia
  19. 19. TANTANGAN GERAKAN ONLINE MASYARAKAT ADAT : KESENJANGAN AKSES TELEMATIKA  Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan hingga 2008, desa di wilayah Jawa merupakan kawasan yang paling banyak memiliki infrastruktur telepon kabel. Kemudian menyusul wilayah Sumatera, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Papua dan Maluku  Menurut buku putih Kementerian Komunikasi dan Informatika, wilayah Jawa masih merupakan wilayah penerima sinyal seluler terbanyak dibandingkan daerah lain di Indonesia. Tak heran pula pada 2008, kepemilikan telepon genggam paling banyak (81,57%) berada di Jawa dan Sumatera.  Di sisi lain, data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menyebutkan sebanyak 65,2% infrastruktur backbone serat optik terkonsentrasi di Jawa, diikuti Sumatera (20,31%) dan Kalimantan (6,13%). Sementara wilayah Indonesia timur (Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) belum terjangkau infrastruktur ini. Pengertian backbone serat optik adalah saluran atau koneksi berkecepatan tinggi yang menjadi lintasan utama dalam sebuah jaringan telematika.  Kondisi infrastruktur telematika yang seperti tersebut di atas juga menyebabkan pengguna internet terpusat di Jawa. Data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional 2006-2008, Badan Pusat Statistik memperlihatkan bahwa selama 2007 hingga 2008 akses internet dalam rumah tangga di Indonesia mengalami kenaikan. Pada 2007, persentase rumah tangga yang memiliki akses internet sebanyak 5,58%. Pada 2008 meningkat menjadi 8,56%. Dan sekali lagi rumah tangga di Jawa masih memiliki akses tertinggi dibandingkan dengan rumah tangga di seluruh Indonesia. (Sisi Lain Liberalisasi Telematika, Firdaus Cahyadi, Yayasan SatuDunia, http://www.aepi.or.id/site/index.php?option=com_content&view=article&id=130:sisi-lain- liberalisasi-telematika&catid=38:pengurus-dan-anggota-aepi&Itemid=57)
  20. 20. Pengguna Facebook di Indonesia berdasarkan Kota (Indonesia Social Media Landscape a snapshot of Indonesian user behavior, 2011) 50,33% 5,02% 3,23% 3,09% 3,04% 2,23% 2,18% 1,90% 1,04% 0,49% 0,28% 0,12% 0,10% 0,07% 0,03% 0,01% 0,01% 26,83%
  21. 21. Kota Paling ‘Cerewet’ di Twitter (Indonesia Social Media Landscape a snapshot of Indonesian user behavior, 2011) 16,33% 13,79% 11,05% 8,92% 8,21% 7,41%7,25% 6,01% 4,66% 3,62%3,24% 2,68% 2,23%2,14% 0,96%0,71%0,35%0,23%0,14%
  22. 22. TANTANGAN GERAKAN ONLINE MASYARAKAT ADAT: Konglomerasi Media
  23. 23. TANTANGAN GERAKAN ONLINE MASYARAKAT ADAT: PASAL KARET PENCEMARAN NAMA BAIK Pasal 27 ayat 3 Undang Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait pencemaran nama baik. Pasal karet pencemaran nama baik di UU ITE tersebut menjadi pintu masuk baru bagi kriminalisasi gerakan online masyarakat adat. Terlebih dalam situasi konflik masyarakat adat yang terjadi di lapangan. Tanpa UU ITE saja sudah ratusan masyarakat adat yang menjadi korban kriminalisasi. UU ITE akan menambah peluang kriminalisasi masyarakat adat yang mengekspresikan dirinya via online. Sumber gambar: http://blog.politwika.com/uu- ite/
  24. 24. Korban Pasal Karet Pencemaran Nama Baik UU ITE (sumber: “Internet untuk Semua, Mengintegrasikan Prinsip HAM dalam Pengaturan Internet di Indonesia”, ELSAM) Waktu Korban Perbuatan Materiil Media 11/5/2009 Prita Mulyasari Mencemarkan nama baik RS Omni krn dinilai tidak memberikan layanan yg baik (Hak konsumen) Miling list 25/1/2012 Ira Simatupang Menyebarkan berita ttg pelecehen sex yg dialaminya di tempat kerja Email 29/1/2013 Rahayu Kandiwati dan Siti Rubaidah Memberikan pernyataan di media massa serta dalam situs change.org. Situs Change.org 24/2/2013 Beryl Cholif Arrahman Mengkritik Guru di SMA Negeri Pamekasan Facebook 13/3/2014 Harus Mushroomer Pencemaran nama baik Bupati Kutai Timur akibat kemiskinan di wilayahnya Faceebok
  25. 25. TANTANGAN GERAKAN ONLINE MASYARAKAT ADAT: GODAAN MENJADI SEKEDAR KONSUMEN  Seiring dengan perkembangan ICT, goodaan untuk menjadi sekedar konsumen produk-produk ICT juga semakin tinggi. Hal ini menjadi fenomena umum, tak terkecuali di tengah-tengah aktifis masyarakat adat.  Dampaknya, ICT justru menjadi alat untuk sekedar narsis, gengsi dsb. Sementara konten- konten yang menarik terkait isu masyarakat adat.
  26. 26. TAWARAN SOLUSI  Perubahan kebijakan media dan telematika Pengaturan kepemilikan media Penguatan lembaga penyiaran publik Penguatan media ‘milik’ masyarakat adat Revisi UU ITE, terkait pasal karet Pencemaran Nama Baik Revisi UU Telekomunikasi (Konvergensi) terkait pemenuhan hak warga atas infrastruktur telematika  Pendidikan publik internet literasi  Perpaduan Gerakan Offline-Online  Improvement Strategi Media (Perpaduan penggalangan keterlibatan media mainstream dan sosial)
  27. 27. Menyusun lagi Strategi Gerakan Online Masyarakat Adat  Membangun kedekatan isu dgn netizen  belajar pd kasus Prita Mulyasari dan Gerakan Mahasiswa 98  Membangun mekanisme keterlibatan netizen yang mudah dan aman  Belajar pada gerakan Prita dan Change.org  Membangun sinergi antara gerakan online dgn media mainstream  Belajar pada pembentukan Group Tolak SP3 Kasus Lapindo  Memperkuat sinergi gerakan online dan offline
  28. 28.  Terimakasih  Thank You  Matur Nuwun

×