BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan
sebagaialat...
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ejaan
Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyibunyi ujaran melalui...
1947, setelah selesai disusun ejaan baru itu diresmikan dan ditetapkan
berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan, pen...
Huruf

Nama

Huruf

Nama

Huruf

Nama

A–a

A

J-j

Je

S–s

Es

B–b

Be

K-k

Ka

T–t

Te

C–c

Ce

L-l

El

U–u

U

D–d
...
G

Guna

Tiga

Balig

H

Hari

Saham

Tuah

J

Jalan

Manja

Mikraj

K

Kami

Paksa

Politik

L

Lekas

Alas

Kesal

M

Ma...
2. Penulisan Huruf
Dua hal yang harus diperhatikan dalam penulisan huruf berdasarkan EYD,
yaitu penulisan huruf besar dan ...


Laksamana Muda Udara Abd. Rahman telah dilantik.



Dia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Depdiknas.



Bapak Gube...
10) Digunakan sebagai huruf pertama semua unsur nama negara,
lembaga pemerintah, ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi,
k...


Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.



Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”.

B. Penulisan Huruf Miring
1...
Misalnya :
menandatangani, keanekaragaman.


Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam
kombinasi, gabungan ...
Gabugan kata yang sudah dianggap sebgai satu kata ditulis
serangkai.
Misalnya :


daripada, sekaligus, bagaimana, barangk...
Partikel –lah, -kah, dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang
mendahuluinya.
Misalnya :


Bacalah buku itu baik-baik!
...
(1) Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan
(2) Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X.
Lambang...
Penyerapan unsur asing dalam pemakaian bahasa indonesia dibenarkan, sepanjang
:
(a) konsep yang terdapat dalam unsur asing...
5. Pemakaian Tanda Baca
a.Tanda Titik (.)
Penulisan tanda titik di pakai pada :


Akhir kalimat yang bukan pertanyaan ata...


Dipakai diantara : (1) nama dan alamat, (2) bagina-bagian alamat,
(3) tempat dan tanggal, (4) nama dan tempat yang ditu...


Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.



Memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk seba...
i.Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ )
Tanda petik tunggal dipakai :


Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.



M...
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pengertian EYD
Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan bahasa indonesia yang berlaku sejak...
b) Penulisan Huruf
c) Penulisan Kata
d) Penulisan Unsur Serapan
e) Penulisan Tanda Baca

20
Daftar Pustaka

Cisca.2009.Pedoman Baku EYD TERBARU.Yogyakarta:Pustaka Widyatama.
Salinan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indone...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ejaan

1,006 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,006
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
26
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ejaan

  1. 1. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain digunakan sebagaialat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secaratulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakatdituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakanmedia tersebut secara baik dan benar. Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesiayang baik dan benar. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah sub. materi dalam ketata bahasaan Indonesia, yang memilik peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasasecara tertulis sehingga diharapkan informasi tersebut dapat di sampaikan dan di fahamisecara komprehensif dan terarah. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapatdigunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesiadapat digunakan secara baik dan benar. 1.2 Rumusan Masalah a. Apakah pengertian dari ejaan ? b. Apa saja perubahan ejaan di Indonesia ? c. Apa saja ruang lingkup dari EYD ? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian Ejaan 2. Untuk mengetahui perubahan ejaan di Indonesia 3. Untuk mengetahui Ruang lingkup EYD 1
  2. 2. BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Ejaan Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyibunyi ujaran melalui huruf, menetapkan tanda-tanda baca, memenggal kata, dan bagaimana menulis bahasa-bahasa lisan dengan aturan-aturan tersebut itulah yang berhubungan dengan ejaan. Dari segi bahasa, ejaan adalah kaidah, kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi bahsa (kata, kalimat) dalam bentuk tulisan (hurufhuruf dan tanda baca). 2.2 Perubahan Ejaan di Indonesia Berdasarkan sejarah perkembangan ejaan, Bahasa Indonesia telah mengalami perubahan sistem ejaan, yaitu: 1. Ejaan Van Ophuijsen Ejaan Van Ophuysen ditetapkan pada tahun 1901 dan diterbitkan dalam sebuah buku Kitab Logat Melajoe. Sejak ditetapkannya itu, Ejaan Van Ophuysen pun dinyatakan berlaku. Sesuai dengan namanya ejaan itu disusun oleh Ch.A.Van Ophuysen, yang dibantu oleh Engku Nawawi gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Sebelum Ejaan Van Ophuysen disusun para penulis pada umumnya mempunyai aturan sendirisendiri dalam menuliskan konsonan, vokal, kata, kalimat, dan tanda baca. Oleh karena itu, sistem ejaan yang digunakan pada waktu itu sangat beragam. Terbitnya Ejaan Van Ophuysen sedikit banyak mengurangi kekacauan ejaan yang terjadi pada masa itu. 2. Ejaan Republik/Ejaan Soewandi Ejaan Republik ialah ejaan baru yang disusun oleh Mr. Soewandi. Penyusunan ejaan baru dimaksudkan untuk menyempurnakan ejaan yang berlaku sebelumnya yaitu Ejaan Van Ophuysen juga untuk menyederhanakan sistem ejaan bahasa Indonesia. Pada tanggal 19 Maret 2
  3. 3. 1947, setelah selesai disusun ejaan baru itu diresmikan dan ditetapkan berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 264/Bhg.A, tanggal 19 Maret 1947. ejaan baru itu diresmikan dengan nama Ejaan Republik. Adapun ejaan Repubik lazim disebut Ejaan Soewandi karena nama itu disesuaikan dengan nama orang yang memprakarsainya. Seperti kita ketahui, Soewandi merupakan nama Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan ketika ejaan itu disusun oleh karena itu, kiranya wajar jika ejaan yang disusunnya juga dikenal sebagai Ejaan Soewandi. 3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Ejaan ini mulai berlaku sejak tahun 1972 sampai sekarang. Ejaan ini merupakan penyempurnaan yang pernah berlaku di Indonesia. Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) diterapkan secara resmi mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 57/1972 tentang peresmian berlakunya “Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”. Dengan berlakunya EYD, maka ketertiban dan keseragaman dalam penulisan bahasa Indonesia diharapkan dapat terwujud dengan baik. 2.3 Ruang Lingkup Ejaan (EYD) Ruang lingkup EYD mencakup lima aspek: 1. Pemakaian Huruf A. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf berikut. Nama setiap huruf disertakan disebelahnya. 3
  4. 4. Huruf Nama Huruf Nama Huruf Nama A–a A J-j Je S–s Es B–b Be K-k Ka T–t Te C–c Ce L-l El U–u U D–d De M-m Em V–v Ve E–e E N-n En W-w We F–f Ef O–o O X–x Eks G–g Ge P–p Pe Y–y Ye H–h Ha Q–q Ki Z-z zet I R-r er I-i B. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u. Huruf Vokal Di awal Di tengah Di akhir A Api Padi Lusa I Itu Simpan Mumi U Ulang Bumi Ibu E Enak Petak Sore o Oleh Kota Radio C. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z. Huruf Kosonan Di awal Di tengah Di akhir B Bahasa Sebut Adab C Cakap Kaca - D Dua Ada Abad F Fakir Kafan Maaf 4
  5. 5. G Guna Tiga Balig H Hari Saham Tuah J Jalan Manja Mikraj K Kami Paksa Politik L Lekas Alas Kesal M Maka Kami Diam N Nama Anak Daun P Pasang Apa Siap Q Quran Furqan - R Raih Bara Putar S Sampai Asri Lemas T Tali Mata Rapat V Variasi Lava - W Wanita Hawa - X Xenon - - Y Yakin Payung - Z Zeni Lazim Juz D. Gabungan Huruf Konsonan Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan, yaitu :kh, ng, ny, dan sy.Masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. Gabungan Huruf Di awal Di tengah Di akhir Kh Khusus Akhir Tarikh Ng Ngilu Bangun Senang Ny Nyata Hanyut - Sy Syarat Isyarat Arasy Kosonan 5
  6. 6. 2. Penulisan Huruf Dua hal yang harus diperhatikan dalam penulisan huruf berdasarkan EYD, yaitu penulisan huruf besar dan penulisan huruf miring. Lebih jelasnya dapat dilihat pada pembahasan berikut : A. Penulisan Huruf Kapital Kaidah penulisan huruf kapital dapat digunakan dalam beberapa hal, yaitu: 1) Digunakan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya :  Dia menulis surat di kamar.  Tugas bahasa Indonesia sudah dikerjakan. 2) Digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya :  Ayah bertanya, “Apakah mahasiswa sudah libur?”.  “Kemarin engkau terlambat”, kata ketua tingkat. 3) Digunakan sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, kata ganti Tuhan, dan nama kitab suci. Misalnya :  Allah Yang Maha kuasa lagi Maha penyayang.  Terima kasih atas bimbingan-Mu ya Allah. 4) Digunakan sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan , keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya :  Raja Gowa adalah Sultan Hasanuddin.  Kita adalah pengikut Nabi Muhammad saw. 5) Digunakan sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, pengganti nama orang tertentu, nama instansi, dan nama tempat. Misalnya :  Wakil Presiden Yusuf Kalla memberi bantuan mobil. 6
  7. 7.  Laksamana Muda Udara Abd. Rahman telah dilantik.  Dia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Depdiknas.  Bapak Gubernur Sulawesi Selatan menerima laporan korupsi. 6) Digunakan sebagai huruf pertama unsur nama orang. Misalnya :  Roni Suryadi     ALYASIR AMELIA PUTRI HILYASA EKA WULANDARI MORINA LISA PURA 7) Digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan nama bahasa. Misalnya :  bangsa Indonesia  suku Sunda  bahasa Inggris 8) Digunakan sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Misalnya :  tahun Hijriyah  hari Jumat  bulan Desember  hari Lebaran  Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 9) Digunakan sebagai huruf pertama nama geografi unsur nama diri. Misalnya :  Laut Jawa  Jazirah Arab  Asia Tenggara  Tanjung Harapan 7
  8. 8. 10) Digunakan sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah, ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi, kecuali terdapat kata penghubung. Misalnya :  Republik Indonesia  Majelis Permusyawaratan Rakyat 11) Digunakan sebagai huruf pertama penunjuk kekerabatan atau sapaan dan pengacuan. Misalnya :  Surat Saudara sudah saya terima.  Mereka pergi ke rumah Pak Lurah. 12) Digunakan sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Misalnya :  Surat Anda telah saya balas.  Sudahkah Anda sholat? 13) Digunakan sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat dan sapaan. Misalnya :  Dr. = doktor  S.H. = sarjana hukum 14) Digunakan sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi. Misalnya:  Perserikatan Bangsa-Bangsa  Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. 15) Digunakan sebagai huruf pertama semua kata di dalam judul, majalah, surat kabar, dan karangan ilmiah lainnya, kecuali kata depan dan kata penghubung. Misalnya : 8
  9. 9.  Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.  Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”. B. Penulisan Huruf Miring 1) Menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. 2) Menegaskan dan mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, dan kelompok kata. 3) Menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing. 3. Penulisan Kata Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan kata, yaitu : a. Kata Dasar Kata dasar adalah kata yang belum mengalami perubahan bentuk, yang ditulis sebagai suatu kesatuan. Misalnya : Dia teman baik saya. b. Kata Turunan (Kata berimbuhan) Kaidah yang harus diikuti dalam penulisan kata turunan, yaitu :  Imbuhan semuanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Misalnya : membaca, ketertiban, terdengar dan memasak.  Awalan dan akhrian ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata. Misalnya : bertepuk tangan, sebar luaskan.  Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata dan sekaligus mendapat awalan dan akhiran, kata itu ditulis serangkai. 9
  10. 10. Misalnya : menandatangani, keanekaragaman.  Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya : antarkota, mahaadil, subseksi, prakata. c. Kata Ulang Kata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda (-). Jenis-jenis kata ulang yaitu :  Dwipurwa yaitu pengulangan suku kata awal. Misalnya : laki - > lelaki  Dwilingga yaitu pengulangan utuh atau secara keseluruhan. Misalnya : rumah -> rumah-rumah  Dwilingga salin suara yaitu pengulangan variasi fonem. Misalnya : sayur -> sayur-mayur d. Gabungan Kata Gabungan kata lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus. Bagian-bagiannya pada umumnya ditulis terpisah. Misalnya : mata kulih, orang tua. Gabungan kata, termasuk istilah khusus yang menimbulkan kemungkinan salah baca saat diberi tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur bersangkutan. Misalnya : ibu-bapak, pandang-dengar. 10
  11. 11. Gabugan kata yang sudah dianggap sebgai satu kata ditulis serangkai. Misalnya :  daripada, sekaligus, bagaimana, barangkali. e. Kata Ganti (ku, mu, nya, kau) Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Sedangkan kata ganti ku,mu, nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya :  kubaca, kaupinjam, bukuku, tasmu, sepatunya. f. Kata Depan (di, ke, dari) Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya, kecuali pada gabungan kata yang dianggap padu sebagai satu kata, seperti kepada dan daripada. Misalnya :  Jangan bermain di jalan  Saya pergi ke kampung halaman.  Dewi baru pulang dari kampus. g. Kata Sandang (si dan sang) Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Misalnya :  Nama si pengrim surat tidak jelas.  Anjing bermusuhan dengan sang kucing. h. Partikel Partikel merupakan kata tugas yang mempunyai bentuk yang khusus, yaitu sangat ringkas atau kecil dengan mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Kaidah penulisan partikel sebagai berikut : 11
  12. 12. Partikel –lah, -kah, dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya :  Bacalah buku itu baik-baik!  Apakah yang dipelajari minggu lalu?  Apatah gerangan salahku? Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya kecuali yang dianggap sudah menyatu. Misalnya :  Jika ayah pergi, ibu pun ikut pergi. Partikel per yang berarti memulai, dari dan setiap. Partikel per ditulis terpisah dengan bagian-bagian kalimat yang mendampinginya. Misalnya :  Rapor siswa dilihat per semester. i. Singkatan dan Akronim Singkatan adalah nama bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu kata atau lebih. Misalnya :  dll = dan lain-lain  yth = yang terhormat Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Misalnya :  SIM = Surat Izin Mengemudi  IKIP = Institut Keguruan dan Ilmu pendidikan j. Angka dan Lambang Bilangan Dalam bahasa Indonesia ada dua macam angka yang lazim digunakan , yaitu : 12
  13. 13. (1) Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan (2) Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X. Lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut : 1) Bilangan utuh. Misalnya : 15 lima belas 2) Bilangan pecahan. Misalnya : 3/4 tiga perempat 3) Bilangan tingakt. Misalnya : Abad II Abad ke-2 4) Kata bilagan yang mendapat akhiran –an. Misalnya : tahun 50an = lima puluhan 5) Angka yang mneyatakan bilagnan bulat yang besar dapat dieja sebagian supaya mudah dibaca. Misalnya : Sekolah itu baru mendapat bantuan 210 juta rupiah. 6) Lambang bilangan letaknya pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Kalau perlu diupayakan supaya tidak diletakkan di awal kalimat dengan mengubah struktur kalimatnya dan maknanya sama. Misalnya :  Dua puluh lima siswa SMA tidak lulus. (benar)  55 siswa SMA 1 tidak lulus. (salah) 7) Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali beberapa dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau pemaparan. Misalnya : Amir menonton pertunjukan itu selama dua kali. 4. Penulisan Unsur Serapan Dalam hal penulisan unsur serapan dalam bahasa Indonesia, sebagian ahli bahasa Indonesia menganggap belum stabil dan konsisten. Dikatakan demikian karena pemakai bahasa Indonesia sering begitu saja menyerap unsur asing tanpa memperhatikan aturan, situasi, dan kondisi yang ada. Pemakai bahasa seenaknya menggunakan kata asing tanpa memproses sesuai dengan aturan yang telah diterapkan. 13
  14. 14. Penyerapan unsur asing dalam pemakaian bahasa indonesia dibenarkan, sepanjang : (a) konsep yang terdapat dalam unsur asing itu tidak ada dalam bahasa Indonesia, dan (b) unsur asing itu merupakan istilah teknis sehingga tidak ada yang layak mewakili dalam bahasa Indonesia, akhirnya dibenarkan, diterima, atau dipakai dalam bahasa Indonesia. sebaliknya apabila dalam bahasa Indonesia sudah ada unsur yang mewakili konsep tersebut, maka penyerapan unsur asing itu tidak perlu diterima. Menerima unsur asing dalam perbendaharaan bahasa Indonesia bukan berarti bahasa Indonesia ketinggalan atau miskin kosakata. Penyerapan unsur serapan asing merupakan hal yang biasa, dianggap sebagai suatu variasi dalam penggunaan bahasa Indonesia. Hal itu terjadi karena setiap bahasa mendukung kebudayaan pemakainya. Sedangkan kebudayaan setiap penutur bahasa berbedabeda antara satu dengan yang lain. Maka dalam hal ini dapat terjadi saling mempengaruhi yang biasa disebut akulturasi. Sebagai contoh dalam masyarakat penutur bahasa Indonesia tidak mengenal konsep “radio” dan “televisi”, maka diseraplah dari bahasa asing (Inggris). Begitu pula sebaliknya, di Inggris tidak mengenal adanya konsep “bambu” dan “sarung”, maka mereka menyerap bahasa Indonesia itu dalam bahasa Inggris. Berdasarkan taraf integritasnya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dikelompokkan dua bagian, yaitu : Secara adopsi, yaitu apabila unsur asing itu diserap sepenuhnya secara utuh, baik tulisan maupun ucapan, tidak mengalami perubahan. Contoh yang tergolong secara adopsi, yaitu : editor, civitas academica, de facto, bridge. Secara adaptasi, yaitu apabila unsur asing itu sudah disesuaikan ke dlaam kaidah bahasa Indonesia, baik pengucapannya maupun penulisannya. Salah satu contoh yang tergolong secara adaptasi, yaitu : ekspor, material, sistem, atlet, manajemen, koordinasi, fungsi. 14
  15. 15. 5. Pemakaian Tanda Baca a.Tanda Titik (.) Penulisan tanda titik di pakai pada :  Akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.  Akhir singkatan nama orang.  Akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.  Singkatan atau ungkapan yang sudah sangat umum.Bila singkatan itu terdiri atas tiga hurus atau lebih dipakai satu tanda titik saja.  Dipakai untuk memisahkan bilangan atau kelipatannya. Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.  Dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.  Tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau ilustrasi dan tabel. b.Tanda koma (,) Kaidah penggunaan tanda koma (,) digunakan :  Antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.  Memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi atau melainkan.  Memisahkan anak kalimat atau induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.  Digunakan dibelakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk kata : (1) Oleh karena itu, (2) Jadi, (3) lagi pula, (4) meskipun begitu, dan (5) akan tetapi.  Digunakan untuk memisahkan kata seperti : o, ya, wah, aduh, dan kasihan.  Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. 15
  16. 16.  Dipakai diantara : (1) nama dan alamat, (2) bagina-bagian alamat, (3) tempat dan tanggal, (4) nama dan tempat yang ditulis secara berurutan.  Dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.  Dipakai antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.  Menghindari terjadinya salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.  Dipakai di antara bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.  Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.  Tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru. c.Tanda Titik Tanya ( ? ) Tanda tanya dipakai pada :  Akhir kalimat tanya.  Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang diragukan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya. d.Tanda Seru ( ! ) Tanda seru digunakan sesudah ungkapan atau pertanyaan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kseungguhan, ketidakpercayaan, dan rasa emosi yang kuat. e.Tanda Titik Koma ( ; ) Tanda titik koma dipakai : 16
  17. 17.  Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.  Memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. f.Tanda Titik Dua ( : ) Tanda titik dua dipakai :  Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemberian.  Pada akhir suatu pertanyaan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.  Di dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan .  Di antara jilid atau nomor dan halaman.  Di antara bab dan ayat dalam kitab suci.  Di antara judul dan anak judul suatu karangan.  Tidak dipakai apabila rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. g.Tanda Elipsis (…) Tanda ini menggambarkan kalimat-kalimat yang terputus-putus dan menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dibuang. Jika yang dibuang itu di akhir kalimat, maka dipakai empat titik dengan titik terakhir diberi jarak atau loncatan. h.Tanda Garis Miring ( / ) Tanda garis miring ( / ) di pakai :  Dalam penomoran kode surat.  Sebagai pengganti kata dan,atau, per, atau nomor alamat. 17
  18. 18. i.Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ ) Tanda petik tunggal dipakai :  Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.  Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing. j.Tanda Petik ( “…” ) Tanda petik dipakai :  Mengapit kata atau bagian kalimat yang mempunyai arti khusus, kiasan atau yang belum dikenal.  Mengapit judul karangan, sajak, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat.  Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Pemakaian tanda baca dalam kalimat sangat penting bukan hanya untuk ketertiban gramtikal, melainkan juga bagaimana gagasan yang dikemukakan bisa tersampaikan dengan baik. Manusia memhami sesuatu dengan bahasa, tetapi karena bahasa pula anusia bisa salah paham. Pemakaian tanda baca yang tepat adalah salah satu cara untuk menhindari kesalahpahaman tersebut. 18
  19. 19. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Pengertian EYD Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan bahasa indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata; sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luasdari sekedar masalah pelafalan. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa. 2. Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia Berdasarkan sejarah perkembangan ejaan, sudah tiga kali mengalami perubahan sistem ejaan, yaitu : a) Ejaan Van Ophuysen Ejaan ini mulai berlaku sejak bahasa Indonesia lahir dalam awal tahun dua puluhan. Ejaan ini merupakan warisan dari bahasa Melayu yang menjadi dasar bahasa Indonesia. b) Ejaan Suwandi Setelah ejaan Van Ophuysen diberlakukan, maka muncul ejaan yang menggantikan, yaitu ejaan Suwandi. Ejaan ini berlaku mulai tahu 1947-1972. c) Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Ejaan ini mulai berlaku sejak tahun 1972 sampai sekarang. Ejaan ini merupakan penyempurnaan dari seluruh ejaan sebelumnya yang pernah berlaku di Indonesia. 3. Ruang Lingkup Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) a) Pemakaian Huruf 19
  20. 20. b) Penulisan Huruf c) Penulisan Kata d) Penulisan Unsur Serapan e) Penulisan Tanda Baca 20
  21. 21. Daftar Pustaka Cisca.2009.Pedoman Baku EYD TERBARU.Yogyakarta:Pustaka Widyatama. Salinan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia: Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional Faizah, Hasnah, Dr, Ar, S.Pd., M. Hum,.2008, Mata Kuliah Dasar Umum Bahasa Indonesia,Pekanbaru : Cendikia Insani http://sharingmahasiswa.blogspot.com/2013/02/pengertian-ejaan-kata-dan-unsurserapan.html http://www.slideshare.net/SugengRahardjo/ejaan-dalam-bahasa-11947030 http://ejaanindonesia.blogspot.com/2012/09/perkembangan-ejaan-bahasaindonesia.html http://sharingmahasiswa.blogspot.com/2013/02/pengertian-ejaan-kata-dan-unsurserapan.html http://berbagitugaskuliah.wordpress.com/2011/12/17/makalah-bahasa-indonesiaejaan-yang-disempurnakan/ 21

×