Bpm framework overview & guidelines - learn by characteristics

596 views

Published on

BPM Framework Overview & Guidelines - Learn By Characteristics

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
596
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
45
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bpm framework overview & guidelines - learn by characteristics

  1. 1. BPM Framework Overview &BPM Framework Overview & GuidelinesGuidelines Learn by Characteristics
  2. 2. Get to know framework by differentiate • Prinsip BPR : bertumpu pada pemikiran yang berbeda dengan continuous process improvement. • BPR  proses yang digunakan sekarang sudah tidak relevan lagi jadi harus dilupakan dan ditinggalkan saja. Mulai sama sekali dari permulaan. • Para designer proses bisnis untuk tidak terikat lagi pada proses yang lama, fokus pada proses yang sama sekali baru.
  3. 3. Pertanyaan-pertanyaan penting yang perlu dijawab dalam model pendekatan ini antara lain • Bagaimana seharusnya proses dilakukan ? • Apa yang dikehendaki para customer atau pelanggan? • Apa yang dikehendaki dan dirasakan para karyawan ? • Bagaimana perusahaan yang terunggul melakukannya ? • Apa yang mungkin dapat dilakukan dengan penemuan teknologi baru ?
  4. 4. • Definisi mengenai BPR ini menurut Michael Hammer dan James Champy (pengarang buku Reengineering the Corporation, Harper Collins Publisher, 1993) adalah bahwa : ‘Business Process Reengineering is the fundamental rethinking and radical redesign of business systems to achieve dramatic improvements in critical, contemporary measures of performance,such as cost, quality, service and speed’
  5. 5. Sebuah Perubahan • Perkembangan organisasi yang lebih ‘datar’ (flat organization) dan jenjang pengawasan yang lebih ‘tipis’, dibandingkan dengan organisasi lama yang diwarnai dengan banyak penjenjangan (lapisan dan pengawasan). • Rentang kendali (span of control) yang lebih lebar, yang diperlukan untuk mengendalikan organisasi yang lebih datar tersebut. • Rentang kendali yang lebar dapat dilakukan dengan baik dengan bantuan teknologi informasi yang makin canggih.
  6. 6. Perubahan itu...
  7. 7. 9 Suggested Framework for BPR (I) • In general, keywords for successful BPR are creativity and innovation… • …but BPR projects also need structure and discipline, preferably achieved by following a well thought-out approach. BPR Framework due to Roberts (1994) • Starts with a gap analysis and ends with a transition to continuous improvement. • The gap analysis focuses on three questions: 1. The way things should be 2. The way things are 3. How to reconcile the gap between 1 and 2
  8. 8. 10 Robert’s Framework for BPR Opportunity assessment Current capability analysis Process Design Risk and impact assessment Transition plan Pilot test Infrastructure modifications Implementation and transition Tracking and performance Continuous improvement process
  9. 9. 11 BPR Framework due to Lowenthal (1994) • Consists of 4 phases 1. Preparing for change 3. Designing for change 2. Planning for change 4. Evaluating change • Phase 1 – Goals – Building management understanding, awareness and support for change – Preparing for a cultural shift and acquire employee “buy-in” • Phase 2 – Assumption – Organizations need to adopt to constantly changing marketplaces • Phase 3 - Method – To identify, assess, map and design – A framework for translating process knowledge into leaps of change • Phase 4 – Means – Evaluate performance during a specified time frame Suggested Framework for BPR (II)
  10. 10. 12 Lowenthal’s Framework for BPR Preparing for change Planning for change Designing change Evaluating change Phase I Phase II Phase III Phase IV
  11. 11. 13 BPR Framework due to Cross, Feather&Lynch (1994) 1. Analysis – In depth understanding of market and customer requirements – Detailed understanding of how things are currently done – Where are the strengths and weaknesses compared to the competition 2. Design – Based on principles that fall into six categories 1) Service Quality – relates to customer contacts 2) Workflow – managing the flow of jobs 3) Workspace – ergonomic factors and layout options 4) Continuous improvement – self sustaining 5) Workforce – people are integral to business processes 6) Information technology 3. Implementation – Transforming the design into day to day operations Suggested Framework for BPR (III)
  12. 12. 14 Cross et al’s Framework for BPR Customer Requirement analysis Design specifications High-level design Detailed design Pilot new design Transform the business Baseline analysis Current process review Design options Model/validate new design Build in CI feedback Design principles Analysis Phase Design Phase Implementation Phase
  13. 13. BPR BERFOKUS PADA PROSES Seperti telah dijelaskan pada awal pembahasan tentang BPR, BPR adalah suatu : • fundamental rethinking dan • radical redesign, dari suatu • business process, untuk mencapai suatu • dramatic improvements Yang menjadi obyek pemikiran kembali secara fundamental dan penyusunan kembali secara radikal ialah proses. Jadi proses merupakan obyek utama dan terpenting dalam proses reengineering.
  14. 14. It’s about Process • Dengan mengenal apa yang disebut dengan proses dan beberapa jenis proses, maka menjadi lebih jelas, mengapa dalam reengineering, perlu berfokus pada proses. Karena proseslah yang menentukan kinerja perusahaan, menentukan daya saing perusahaan, menentukan mutu barang dan layanan pada pelanggan.
  15. 15. Manage Process : Manage process. (Manage process adalah proses manajemen dalam mengelola perusahaan pada umumnya) • Termasuk dalam proses tipe ini adalah misalnya proses pengambilan keputusan, proses perencanaan strategis, proses pemilihan bentuk organisasi dan sebagainya.
  16. 16. Operate Process • Operate process. : Jenis proses ini ialah proses utama dalam menghasilkan barang atau jasa yang diproduksikan. • Misalnya proses pembuatan barang, proses pengaturan arusbarang di pabrik, proses pengaturan peralatan di pabrik, prosespemilihan teknologi pembuatan barang dan sebagainya. • Jadi juga merupakan order flow, dari penerimaan pesanan pelanggan sampai mentransfernya menjadi barang jadi dan mengirimkan ke pelanggan/pemesan. • Demikian juga sebaliknya, ada proses mengalirnya uang dari pihak rekanan ke pabrik pembuat barang, merupakan juga operate process.
  17. 17. Support Process • Support process : Proses jenis ini ialah proses yang membantu proses utama tetapi bukan merupakan bagian tak terpisahkan dari proses utama. • Contoh proses ini ialah proses pembelian barang, proses pengendalian persediaan, proses rekrutmen, proses penyimpanan bahan baku dan bahan jadi, proses angkutan barang, proses pendanaan dan sebagainya.
  18. 18. Perubahan (arti perbaikan proses ) dapat dilakukan berupa : • Menghilangkan proses (process elimination) • Menyederhanakan proses (process simplification). • Menyatukan proses (process integration). • Melakukan otomatisasi (process automation).
  19. 19. BPR Chaos • Tidak dapat bertahan (survive) menjalankan bisnis. • BPR bisa gagal dalam arti kata tidak berhasil mencapai target perubahan yang diinginkan • BPR dengan sifatnya yang “high risk, high return” • BPR merupakan obat yang paling mujarab untuk memenangkan kompetisi di era global
  20. 20. Bentuk-bentuk konkrit dari reengineering dalam perusahaan : • Beberapa pekerjaan digabungkan menjadi satu. • Para pekerja ikut dalam pengambilan keputusan. • Langkah-langkah dalam proses dibuat berurutan secara alamiah. • Proses adalah berbentuk ganda. • Pekerjaan dilakukan dimana dianggap paling logis dilakukan. • Pengawasan dan pengendalian dikurangi. • Rekonsiliasi ditekan sedikit mungkin. • Satu manajer untuk hal tertentu merupakan satu titik hubung. • Sentralisasi atau desentralisasi harus sesuai kebutuhan.
  21. 21. Produk BPR • Produk akhir dari suatu BPR tentu saja peningkatan daya saing perusahaan yang pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan. Namun itu adalah hasil akhirnya. Disamping itu, dari segi proses itu sendiri, ada beberapa hal berubah secara drastis yang dapat diamati dengan jelas • Sejumlah perrubahan : Perubahan unit kerja, Perubahan dalam tugas, Perubahan dalam peran karyawan, Perubahan dalam persiapan tugas, Pergeseran dalam ukuran kinerja dan kompensasi, Perubahan dalam struktur organisasi.
  22. 22. Different Company, Different Need • Setiap perusahaan harus menentukan sendiri, apakah mereka memerlukan reengineering atau tidak. • Reengineering hanya harus dilakukan apabila hal itu dapat membantu perusahaan dalam mencapai atau memacu menuju posisi yang strategis. • Oleh karena itu, sebelum melakukan reengineering, terlebih dahulu perlu secara jelas diketahui mengenai strategi perusahaan.
  23. 23. BPR similar or NOT to? • Implementasi SDLC • Buying The Art of State Technology • Aquisition • New Business Tunnel and Partnership • Outsourcing & Third Party • Downsizing atau Upsizing?
  24. 24. Consider • ERP – SAP • DHL Logistic Leading Industry • DHL as third Party • Wal*Mart
  25. 25. Sumber • Konsep dan Aplikasi Business Process Reengineering. Dr. Richardus Eko Indrajit Drs. Djokopranoto • Albany. Edu - BPM Design - Process Management and Process Oriented Improvement Programs • SAP - http://www.youtube.com/watch?v=SelZiTs7Aig • DHL Brand - http://www.youtube.com/watch?v=9zrdaiz9mWU • DHL In Fashion Industry - http://www.youtube.com/watch? v=jXHCZojazME • Walmart - http://www.youtube.com/watch?v=b5K1yrICMII

×