Filsafat, ilmu, lingkup

6,351 views

Published on

Published in: Education
3 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,351
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
158
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
3
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Filsafat, ilmu, lingkup

  1. 1. RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU By Listiyono Santoso
  2. 2. RUANG LINGKUP FILSAFAT <ul><li>Arti dan Makna Filsafat </li></ul><ul><li>Secara etimologi berasal dari kata Philoso-phia (Yunani) </li></ul><ul><li>philein artinya mencintai atau philos artinya teman </li></ul><ul><li>sophos artinya bijaksana atau Sophia artinya kebijaksanaan </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Secara terminologi : </li></ul><ul><ul><ul><li>Filsafat sebagai sikap dan keperca-yaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Filsafat sebagai proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang kita junjung tinggi. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Filsafat sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Filsafat sebagai sekumpulan proble-ma-problema langsung yang menda-pat perhatian dari manusia. </li></ul></ul></ul>
  4. 4. <ul><li>SIFAT DASAR FILSAFAT </li></ul><ul><ul><li>Berpikir Radikal : menemukan akar seluruh kenyataan </li></ul></ul><ul><ul><li>Mencari Asas : menemukan sesuatu yang menjadi esensi realitas </li></ul></ul><ul><ul><li>Memburu Kebenaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Mencari Kejelasan: baik kejelasan pengertian maupun kejelasan intelektual </li></ul></ul><ul><ul><li>Berpikir Rasional ; logis, sitematis dan kritis </li></ul></ul><ul><ul><li>PERANAN FILSAFAT </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendobrak: ketika intelektualitas tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembebas: membebaskan manusia dari ketidak-tahuan dan cara berpikir mistis </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembimbing: manusia menjadi rasional </li></ul></ul>
  5. 5. <ul><li>Latar Belakang Lahirnya Filsafat </li></ul><ul><li>Dari Mitos menuju Logos </li></ul><ul><li>Abad Yunani kuno dianggap sebagai titik tolak lahirnya filsafat </li></ul><ul><li>Asal Mula Filsafat </li></ul><ul><li>Empat hal yang melahirkan filsafat </li></ul><ul><li>Ketakjuban </li></ul><ul><li>Ketidapuasan </li></ul><ul><li>Hasrat untuk bertanya </li></ul><ul><li>Keraguan </li></ul>
  6. 6. SIMPULAN <ul><li>FILSAFAT adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu secara mendalam dengan mempergunakan akal sampai pada hakikatnya, </li></ul><ul><li>Filsafat tidak mempersoalkan gejala-gejala atau fenomena, tetapi yang dicari adalah hakikat dari suatu fenomena, </li></ul>
  7. 7. <ul><li>HAKIKAT adalah usaha prinsip yang menyatakan sesuatu adalah sesuatu itu, </li></ul><ul><li>JADI, tujuan filsafat adalah mencari hakikat dari sesuatu objek/gejala secara mendalam, </li></ul><ul><li>Subjek </li></ul><ul><li>Ilmu Pengetahuan </li></ul>GEJALA Hakikat (Filsafat)
  8. 8. <ul><li>Dalam filsafat itu harus merupakan refleksi, radikal, dan integral; </li></ul><ul><li>REFLEKSI; manusia menangkap objeknya secara intensionalitas dan sebagai hasil dari proses tersebut, yakni keseluruhan nilai dan makna yang diungkapkan manuia dari objek-objek yang dihadapinya; </li></ul><ul><li>RADIKAL; (radix : akar) mencari pengetahun sedalam-dalamnya; </li></ul><ul><li>INTEGRAL; kecenderungan memperoleh pengetahuan yang utuh sebagai suatu keseluruhan. </li></ul>
  9. 9. F.INTERDISIPLINER METAFISIKA AKSIOLOGI EPISTEMOLOGI ONTOLOGI UMUM KHUSUS FILSAFAT KEILMUAN BID. KEHIDUPAN ETIKA ESTETIKA FIL ILMU UMUM FIL ILMU KHUSUS F.I FISIK F. MATEMATIK F. BIOLOGI F.I SOSIAL F.LINGUISTIK F.PSIKOLOGI F. POLITIK F. EKONOMI F. HUKUM F. BUDAYA F. AGAMA F. SEJARAH DLL CABANG-CABANG FILSAFAT LOGIKA METODOLOGI EP. DASAR TEODICEAEI KOSMOLOGI ANTROPOLOGI 2
  10. 10. Aliran filsafat (aspek geo-kultur Barat Timur Timur tengah Berkembang dari tradisi falsafi orang Yunani kuno dan dipelajari secara akademis di di Eropa dan daerah-daerah jajahannya Berkembang di Asia, (khususnya di India dan Tiongkok) dan daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. Satu cirinya khasnya kedekatan hubungan filsafat dengan agama . Ahli waris tradisi Filsafat Barat. Orang-orang Arab/Islam (juga beberapa orang Yahudi!) yang menaklukkan daerah sekitar Laut Tengah, menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafi mereka.
  11. 11. FILSAFAT BARAT Klasik Pertengahan Modern Kontemporer Thales, Socrates, Plato, Aristoteles, dyl. Thomas Aquino Descartes, Leibniz, Pascal, Spinoza, Hobbes, dll. Foucault, Camus, Sartre, Habermas, Heidegger, dsb.
  12. 12. Arti Filsafat Ilmu <ul><li>Filsafat Ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara-cara untuk memperolehnya. </li></ul><ul><li>Objek Material Filsafat Ilmu adalah pengetahuan ilmiah </li></ul><ul><li>Filsafat ilmu menjadi dasar keilmuan yang bersifat universal </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Sebagai proses: aktivi- tas penelitian </li></ul><ul><li>Pengertian Sebagai prosedur: </li></ul><ul><li>Ilmu metode ilmiah </li></ul><ul><li>Sebagai produk: penge- tahuan sistematis </li></ul>
  14. 14. Pengertian Ilmu <ul><li>Ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan, metodis dan empirik. </li></ul><ul><li>pengetahuan </li></ul><ul><li>ilmu </li></ul><ul><li>Ciri-ciri Ilmu atau pengetahuan Ilmiah; </li></ul><ul><li>berobjek; bersistem; bermetode dan universal </li></ul><ul><li>Hasilnya akumulatif </li></ul><ul><li>Sifat Ilmu Kebenarannya relatif </li></ul><ul><li>Objektif </li></ul>ilmu
  15. 15. Pengetahuan Ilmiah Pengetahuan Non-Ilmiah Tujuan <ul><li>deskripsi (menjelaskan gejala-gejala) </li></ul><ul><li>eksplanasi (hubungan kausal) </li></ul><ul><li>prediksi (lewat data-data objektif dapat dilakukan prediksi terhadap gejala yang muncul) </li></ul>bertahan hidup dalam kehidupan sehari-hari (pragmatis) Cara Pemerolehan <ul><li>metodis </li></ul><ul><li>sistematis (mengikuti </li></ul><ul><li>uruta n- urutan yang ketat) </li></ul><ul><li>objektif (bebas nilai ?) </li></ul><ul><li>warisan budaya </li></ul><ul><li>tradisi </li></ul><ul><li>metode tidak penting </li></ul><ul><li>tidak objektif </li></ul>
  16. 16. Sikap Ilmiah <ul><li>tidak ada perasaan yang bersifat pamrih untuk mencapai pengetahuan yang objektif/objektivitas, </li></ul><ul><li>melepaskan diri dari praandaian, </li></ul><ul><li>selektif dalam mengadakan pemili h a n terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta/gejala, </li></ul><ul><li>sikap serba relatif dan skeptis, </li></ul><ul><li>universalitas </li></ul>
  17. 17. <ul><li>SUWUN </li></ul>

×