review PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontijensi, dan Aktiva Kontijensi

11,281 views

Published on

Published in: Spiritual, Technology
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
11,281
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
218
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

review PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontijensi, dan Aktiva Kontijensi

  1. 1. Tujuan Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan dan pengukuran kewajibandiestimasi, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi serta untuk memastikan informasimemadai telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuanganRuang Lingkup Pernyataan ini harus diterapkan oleh semua entitas dalam akuntansi untuk kewajibandiestimasi, kewajiban kontinjensi, dan aset kontinjensi, kecuali kewajiban diestimasi dankontinjensi yang timbul dari: (a) kontrak eksekutori, kecuali jika kontrak tersebut bersifat memberatkan (onerous); (b) hal-hal yang telah dicakup dalam PSAK lain. kewajiban diestimasi adalah kewajiban yang waktu dan jumlahnya belum pasti. Istilahkewajiban diestimasi juga digunakan dalam pos misalnya depresiasi, penurunan nilai aset danutang ragu-ragu. Pernyataan ini tidak melarang ataupun mewajibkan kapitalisasi biaya ketika kewajibandiestimasi dibuat. Pernyataan ini berlaku untuk kewajiban diestimasi dalam rangka restrukturisasi (termasukoperasi dalam penghentian). Jika suatu restrukturisasi memenuhi definisi operasi dalampenghentian, mungkin diperlukan pengungkapan tambahan seperti yang diatur dalam PSAK 58:Aset Tidak LancarDimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan.Definisi Aset kontinjensi adalah aset potensial yang timbul dari peristiwamasa lalu dankeberadaannyamenjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih padamasa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas. Kewajiban adalah kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu yangpenyelesaiannya diperkirakan mengakibatkan pengeluaran sumber daya entitas. Kewajiban diestimasi adalah kewajiban yang waktu dan jumlahnya belum pasti. Kewajiban hukum adalah kewajiban yang timbul dari: (a) suatu kontrak (secara eksplisit atau implisit); (b) peraturan perundang-undangan; atau (c) pelaksanaan produk hukum lainnya. Kewajiban konstruktif adalah kewajiban yang timbul dari tindakan entitas yang dalam halini: (a) berdasarkan praktik baku masa lalu, kebijakan yang telah dipublikasi atau pernyataan baru yang cukup spesifik, entitas telah memberikan indikasi kepada pihak lain bahwa entitas akan menerima tanggung jawab tertentu; dan (b) akibatnya, entitas telah menimbulkan ekspektasi kuat dan sah kepada pihak lain bahwa entitas akan melaksanakan tanggung jawab tersebut. Kewajiban kontinjensi adalah:
  2. 2. (a) kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas; atau (b) kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, tetapi tidak diakui karena: (i) tidak terdapat kemungkinan besar entitas mengeluarkan sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis (selanjutnya disebut sebagai “sumber daya”) untuk menyelesaikan kewajibannya; atau (ii) jumlahkewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal. Kontrak memberatkan adalah kontrak yang biaya tidak terhindarkan untuk memenuhikewajiban kontraknya melebihi manfaat ekonomis yang akan diterima dari kontrak tersebut. Peristiwa yang mengikat adalah peristiwa yang menimbulkan kewajiban hukum ataukewajiban konstruktif yang mengakibatkan entitas tidak memiliki alternatif lain kecualimenyelesaikan kewajiban tersebut. Restrukturisasi adalah program yang direncanakan dan dikendalikan oleh manajemen dansecara material mengubah: (a) lingkup kegiatan usaha suatu entitas; atau (b) cara mengelola usaha tersebut.Kewajiban Diestimasi dan Kewajiban Lainnya Kewajiban diestimasi dapat dibedakan dari kewajiban lain, seperti utang dagang dan akrual,karena pada kewajiban diestimasi terdapat ketidakpastian mengenai waktu atau jumlah yangharus dikeluarkan pada masa datang untuk menyelesaikan kewajiban diestimasi tersebut.Sebaliknya: (a) utang dagang adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diterima atau dipasok dan telah ditagih melalui faktur atau secara formal sudah disepakati dengan pemasok; dan (b) akrual adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diterima atau dipasok, tetapi belum dibayar, ditagih atau secara formal disepakati dengan pemasok, termasuk jumlah yang masih harus dibayar kepada para pegawai (misalnya jumlah tunjangan cuti). Meskipun sering kali perlu dilakukan estimasi atau penaksiran jumlah dan waktu akrual, tingkat ketidakpastiannya pada umumnya lebih rendah daripada tingkat ketidakpastian kewajiban diestimasi. Akrual dilaporkan sebagai bagian dari utang dagang atau utang lain-lain, sedangkan kewajiban diestimasi dilaporkan secara terpisah.Hubungan antara Kewajiban Diestimasi dan Kewajiban Kontinjensi Semua kewajiban diestimasi bersifat kontinjensi karena tidak pasti dalam jumlah atau waktu.Tetapi, dalam Pernyataan ini istilah “kontinjensi” digunakan untuk kewajiban dan aset yangtidak diakui karena keberadaannya baru dapat dipastikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satuperistiwa atau lebih yang tidak pasti pada masa datang dan tidak sepenuhnya berada dalamkendali entitas. Di samping itu, istilah “kewajiban kontinjensi” digunakan untuk kewajiban yangtidak memenuhi kriteria pengakuan.Pernyataan ini membedakan berbagai istilah berikut: (a) kewajiban diestimasi diakui sebagai kewajiban (dengan asumsi dapat dibuat estimasi andal) karena kewajiban diestimasi tersebut merupakan kewajiban masa kini dan kemungkinan besar (probable) mengakibatkan arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban tersebut; dan (b) kewajiban kontinjensi tidak diakui sebagai kewajiban karena:
  3. 3. 1. kewajiban potensial karena belum pasti apakah entitas memiliki kewajiban kini yang akan menimbulkan arus keluar sumber daya; atau 2. kewajiban kini yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam Pernyataan ini (karena tidak besar kemungkinan (not probable) bahwa penyelesaian kewajiban tersebut mengakibat kan arus keluar sumber daya atau karena estimasi yang andal tidak dapat dibuat).PENGAKUAN A. Kewajiban Diestimasi Kewajiban diestimasi diakui jika: (a) entitas memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu; (b) kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya; dan (c) estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Jika kondisi di atas tidak terpenuhi, maka kewajiban diestimasi tidak diakui. B. Kewajiban Kini Dalam hal ini, peristiwa masa lalu dianggap menimbulkan kewajiban kini jika, setelahmempertimbangkan semua bukti tersedia, terdapat kemungkinan lebih besar terjadi daripadatidak terjadi bahwa kewajiban kini telah ada pada akhir periode pelaporan. Hampir semua peristiwa masa lalu menimbulkan kewajiban kini.Walaupun demikian, dalambeberapa peristiwa yang jarang terjadi, misalnya dalam tuntutan hukum, dapat timbul perbedaanpendapat mengenai apakah peristiwa tertentu sudah terjadi atau apakah peristiwa tersebutmenimbulkan kewajiban kini.Jika demikian halnya, maka entitas menentukan apakah kewajibankini telah ada pada akhir periode pelaporan dengan mempertimbangkan semua bukti yangtersedia.Bukti yang dipertimbangkan mencakup, antara lain, bukti tambahan yang diperoleh dariperistiwa setelah akhir periode pelaporan. Atas dasar bukti-bukti tersebut: (a) jika besar kemungkinannya bahwa kewajiban kini telah ada pada akhir periode pelaporan, entitas mengakui kewajiban diestimasi (jika kriteria pengakuan kewajiban diestimasi terpenuhi); dan (b) jika besar kemungkinan bahwa kewajiban kini belum ada pada akhir periode pelaporan, entitas mengungkapkan kewajiban kontinjensi. Pengungkapan tidak diperlukan jika kemungkinan arus keluar sumber daya kecil. C. Peristiwa Masa Lalu Peristiwa masa lalu yang menimbulkan kewajiban kini disebut peristiwa mengikat.Dalamsuatu peristiwa mengikat, entitas tidak mempunyai alternatif realistis selain menyelesaikankewajiban yang timbul dari peristiwa tersebut. Ini akanterjadi hanya jika: (a) penyelesaian kewajiban dipaksakan oleh hukum; atau (b) dalam kasus kewajiban konstruktif, suatu peristiwa (mungkin berupa tindakan entitas) menimbulkan harapan kuat dan sah pada pihak lain bahwa entitas akan bertanggung jawab terhadap kewajiban tersebut.
  4. 4. Laporan keuangan menggambarkan posisi keuanganentitas pada akhir periode pelaporan,bukan posisi keuangan yang mungkin terjadi pada masa datang.Oleh karena itu, entitas tidakmengakui kewajiban diestimasi untuk biaya-biaya yang diperlukan bagi operasi masa datang. Kewajiban diestimasi diakui hanya bagi kewajiban yang timbul dari peristiwa masa lalu,yang terpisah dari penyelenggaraan entitas pada masa datang.Contoh kewajiban ini adalah dendaatau biaya pemulihan pencemaran lingkungan, yang mengakibatkan arus keluar sumber dayauntuk menyelesaikan kewajiban itu tanpa memandang tindakan entitas pada masa datang. Demikian juga, entitas mengakui kewajiban diestimasi bagi biaya kegiatan purna-operasi(decommissioning) instalasi minyak atau instalasi nuklir sebatas jumlah yang harus ditanggungentitas untuk memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan.Entitas tidak dapat mengakuikewajiban kini atas pengeluaran atau biaya untuk masa depan dengan tindakan atau kebijakanyang dilakukan pada masa depan juga. Dalam setiap kewajiban selalu ada pihak lain yang memiliki hak atas penyelesaian kewajibantersebut. Namun, entitas tidak perlu mengidentifikasi pihak lain tersebut. Mengingat dalam suatukewajiban selalu terdapat komitmen terhadap pihak lain, putusan manajemen atau unit organisasiyang berwenang tidakmengakibatkan timbulnya kewajiban konstruktif pada akhir periodepelaporan, kecuali putusan tersebut telah dikomunikasikan sebelum akhir periode pelaporankepada pihak yang berkepentingan sehingga pihak yang berkepentingan tersebut memilikiharapan yang kuat dan sah bahwa entitas akan memenuhi kewajibannya. Suatu peristiwa mungkin tidak segera menimbulkan kewajiban konstruktif.Namun padakemudian hari peristiwa tersebut dapat menimbulkan kewajiban konstruktif karena perubahanperaturan perundang undangan atau tindakan entitas (misalnya, ketika entitas mempub likasikansuatu pengumuman secara cukup jelas). Ketika rancangan suatu peraturan perundang-undangan sedang dalam proses penyelesaian,kewajiban dianggap muncul hanya pada saat timbul keyakinan bahwa peraturan tersebut akandiberlakukan sesuai dengan rancangannya. Dalam Pernyataan ini kewajiban tersebut digolongkan sebagai kewajiban hukum. D. Kemungkinan Besar Arus Keluar Sumber Daya Kewajiban yang memenuhi kualifikasi pengakuantidak hanya kewajiban kini saja namunjuga kemungkinan besarterjadinya arus keluar sumber daya untuk menyelesaikankewajibantersebut. Dalam Pernyataan ini, arus keluar sumber daya atau terjadinya suatu peristiwa dianggapsebagai suatu“kemungkinan besar” jika kemungkinan terjadinya peristiwatersebut lebih besardaripada kemungkinan tidak terjadinyaperistiwa tersebut. Jika tidak terdapat kemungkinanbesarbahwa kewajiban masa kini telah ada, entitas mengungkapkankewajiban kontinjensi. Jika terdapat sejumlah kewajiban serupa (misalnyagaransi atau jaminan produk, ataukontrak-kontrak serupa),kemungkinan arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajibantersebut ditentukan dengan mempertimbangkankeseluruhannya sebagai suatu kelompokkewajiban.Walaupunkemungkinan arus keluar sumber daya untuk tiap-tiap unsurkewajibantersebut kecil, dapat saja terdapat kemungkinan besararus keluar sumber daya yangdibutuhkan untuk menyelesaikankelompok kewajiban secara keseluruhan.Jika hal itu terjadi,kewajiban diestimasi diakui (dengan syarat kriteria pengakuanlainnya terpenuhi). E. Estimasi Kewajiban yang Andal Penggunaan estimasi merupakan bagian mendasardalam penyusunan laporan keuangan dantidak mengurangikeandalan laporan keuangan tersebut.Hal itu tampak jelas pada kewajiban
  5. 5. diestimasi, karena sifatnya mengandung ketidakpastian yang lebih tinggi jika dibandingkandengan sebagianbesar pos-pos lainnya dalam laporan posisi keuangan. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, yaitu jikaestimasi yang andal tidak dapat dibuat,suatu kewajiban tidakdapat diakui. Kewajiban tersebut diungkapkan sebagaikewajibankontinjensi F. Kewajiban Kontinjensi: Entitas tidak diperkenankan mengakui kewajiban kontinjensi. Jika entitas bertanggung jawab secara masing-masing dan bersama dengan pihak lainnya(tanggung renteng), bagian kewajiban yang diharapkan akan dipenuhi oleh pihak-pihak laindiperlakukan sebagai kewajiban kontinjensi. Entitas mengakui kewajiban diestimasi untukbagian dari kewa jiban yang kemungkinan besar dipenuhi dengan arus keluar sumber dayanya. Kewajiban kontinjensi dapat berkembang ke arah yang tidak diperkirakan semula.Olehkarena itu, kewajiban kontinjensi harus terus menerus dikaji ulang untuk menentukan apakahtingkat kemungkinan arus keluar sumber daya bertambah sehingga menjadi kemungkinan besar(probable).Entitas mengakui kewajiban diestimasi untuk kewajiban kontijensi yang dahuludiklasifikasikan lebih dulu apabila arus sumber daya kemungkinan bertambah G. Aset Kontinjensi: Entitas tidak diperkenankan mengakui adanya asset kontinjensi. Aset kontinjensi biasanya timbul dari peristiwa tidak terencana atau tidak diharapkan yangmenimbulkan kemungkinan arus masuk manfaat ekonomis bagi entitas, contohnya adalah klaimyang diajukan entitas melalui proses hukum, yang hasilnya belum pasti. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan karena dapat menimbulkan pengakuanpenghasilan yang mung kin tidak pernah terealisasikan.Akan tetapi, jika realisasi penghasilansudah dapat dipastikan, aset tersebut bukan merupakan aset kontinjensi, melainkan diakuisebagai aset. Aset kontinjensi diungkapkan jika terdapat ke mungkinan besar arus masuk manfaatekonomis akan diperoleh entitas sebagaimana diatur dalam paragraf 89. Aset kontinjensi dikaji ulang secara terus-menerus untuk memastikan bahwaperkembangannya telah tercermin dengan semestinya dalam laporan keuangan. Jika dapatdipastikan bahwa entitas akan menerima arus masuk manfaat ekonomis, maka entitas akanmengakui aset dan penghasilan terkait dalam laporan keuangan pada periode timbulnyakepastian tersebut. Akan tetapi, jika yang timbul hanya kemungkinan besar, maka entitasmengungkapkannya sebagai asset kontinjensi (lihat paragraf 90).
  6. 6. PENGUKURAN A. Estimasi Terbaik: Jumlah yang diakui sebagai kewajiban diestimasi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini adalahjumlah yang secara rasional akan dibayar entitas untuk menyelesaikan kewajibannya pada akhirperiode pelaporan atau untuk mengalihkan kewajibannya kepada pihak ketiga pada saat itu. Estimasi hasil dan dampak keuangan ditentukan dengan pertimbangan manajemen entitasdilengkapi dengan pengalaman mengenai transaksi serupa serta dalam beberapa kasus dilengkapidengan laporan ahli independen.Diantara bukti yang dipertimbangkan termasuk bukti tambahanyang diperoleh dari peristiwa setelah periode pelaporan. Kewajiban diestimasi pada tingkatan dan kondisi yang berbeda, sehingga entitas harus dapatmembuat estimasi terpisah untuk tiap kondisi dan kategori. Missal: untuk penggantian kerugianbarang cacat ringan, untuk seluruh barang ialah 1 miliar dan untuk barang cacat beratkeseluruhan ialah 4 miliar. Entitas berdasarkan pengalaman masa lalu dan ekspektasi masadatang membuat estimasi bahwa 20% barang akan cacat ringan dan 5% barang akan cacat berat.Sehingga entitas akan membuat estimasi sebesar (20% x 1 miliar rupiah) + (5% x 4 miliarrupiah)= 400 juta rupiah Jika kewajiban yang diukur hanya satu, maka kemungkinanhasil yang probabilitasnya palingtinggi merupakan estimasi terbaik dari kewajiban tersebut.Jika kemungkinan-kemungkinan hasillain mengandung probabilitas yang sebagian besar lebih tinggi atau sebagian besar lebih rendahjika dibandingkan dengan kemungkinan hasil yang probabilitasnya paling tinggi, maka yangdianggap estimasi terbaik adalah suatu nilai yang lebih tinggi atau yang lebih rendahdibandingkan kemungkinan hasil yang probabilitasnya paling tinggi tersebut.Kewajibandiestimasi diukur sebelum memperhitungkan pajak karena dampak pajak dari kewajibandiestimasi dan perubahannya diatur dalam PSAK 46. B. Risiko dan Ketidakpastian: Dalam menentukan estimasi terbaik suatu kewajiban diestimasi, entitas mempertimbangkan berbagai risiko dan ketidakpastian yang selalu mem penga ruhi berbagai peristiwa dan keadaan. Risiko menimbulkan hasil yang bervariasi.Penetapan risiko dapat menyebabkan kenaikannilai kewajiban yang diukur.Meskipun demikian, adanya ketidakpastian tidak berarti entitasharus membuat kewajiban diestimasi berlebihan atau dengan sengaja menyajikan kewajibanterlalu besar.Misalnya, jika biaya perolehan yang telah diproyeksi dari hasil tertentu yangmerugikan diestimasi dengan menggunakan dasar kehati-hatian, hasil tersebut tidak dengansengaja diperlakukan sebagai suatu yang lebih besar kemungkinan terjadinyadibandingkandengan yang seharusnya.Entitas harus berhati-hati dan menghindarkan duplikasiperhitungan risiko dan ketidakpastian.Pengungkapan mengenai ketidakpastian yang menyangkutjumlah pengeluaran berikutnya (paragraph 85)
  7. 7. C. Nilai Kini: Jika dampak nilai waktu uang cukup material, makajumlah kewajiban diestimasi adalah nilai kini dari perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban. Karena nilai waktu uang, kewajiban diestimasi yang melibatkan pengeluaran uang yangtimbul segera setelah periode pelaporan lebih memberatkan jika dibandingkan dengan kewajibandiestimasi yang melibatkan pengeluaran uang dalam jumlah sama yang timbul kemudian.Dengan demikian, jika dampaknya bersifat material, kewajiban diestimasi didiskontokan.Tingkatdiskonto adalah tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar atas nilaiwaktu uang dan risiko yang terkait dengan kewajiban yang bersangkutan.Tingkat diskonto tidakboleh mencerminkan risiko yang sudah diperhitungkan dalam estimasi arus kas masa datang. D. Peristiwa Masa Datang: Peristiwa masa datang yang dapat mempengaruhi jumlah yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kewajiban harus tercermin dalam jumlah kewajiban diestimasi jika ada bukti obyektif bahwa peristiwa itu akan terjadi. Dalam mengukur kewajiban yang ada, harus diperhitungkan dampak peraturan perundanganyang kemungkinan akan diberlakukan, khususnya jika terdapat bukti objektif yang memadaibahwa peraturan perundang-undangan itu pasti akan diberlakukan. Dalam kenyataannya, seringkali sangat sulit bagi entitas untuk menentukan apakah suatu peristiwa akan menghasilkan buktiobjektif yang memadai. Dalam banyak kasus, bukti objektif yang memadai tentang berlakunyasuatu peraturan perundang-undangan sulit diperoleh sampai peraturan perundang-undangan itusendiri diberlakukan. E. Rencana Pelepasan Aset: Keuntungan sehubungan dengan rencana pelepasan aset tidak boleh dipertimbangkan dalam menghitung suatu kewajiban diestimasi. Keuntungan sehubungan dengan rencana pelepasan aset tidak diperhitungkan dalammenghitung suatu kewajiban diestimasi walaupun rencana pelepasan aset tersebut terkait eratdengan peristiwa yang menyebabkan timbulnya kewajiban diestimasi.PENGGANTIAN Jika sebagian atau seluruh pengeluaran untuk menyelesaikan kewajiban diestimasidiganti oleh pihak ketiga, penggantian itu diakui hanya pada saat timbul keyakinan bahwapenggantian pasti diterima pada saat entitas menyelesaikan kewajibannya.Penggantiantersebut diakui sebagai aset yang terpisah.Jumlah yang diakui sebagai penggantian tidakboleh melebihi nilai kewajiban di estimasi.Dalam laporan laba rugi komprehensif, beban yangberkaitan dengan kewajiban diestimasi dapat disajikan secara neto setelah dikurangi jumlahyang diakui sebagai penggantiannya. Pada umumnya, entitas akan tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan seluruh jumlahyang menjadi kewajibannya jika pihak ketiga tidak membayar dengan alasan apa pun. Dalam halini, entitas mengakui kewajiban diestimasi sejumlah seluruh kewajiban dan mengakuipenggantian yang diharapkan dari pihak ketiga sebagai aset yang terpisah ketika sudah dapatdipastikan bahwa penggantian tersebut akan diterima entitas pada saat entitas menyelesaikankewajibannya. A. PERUBAHAN KEWAJIBAN DIESTIMASI
  8. 8. Kewajiban diestimasi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untukmencerminkan estimasi terbaik yang paling kini.Jika arus keluar sumber daya untukmenyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka kewajiban diestimasi tersebutdibatalkan. Jika kewajiban diestimasi didiskonto, maka nilai tercatatnya akan meningkat padasetiap periode untuk mencerminkan berlalunya waktu. Peningkatan ini diakui sebagai biayapinjaman B. PENGGUNAAN KEWAJIBAN DIESTIMASI Kewajiban diestimasi hanya dapat digunakan untuk pengeluaran yang berhubunganlangsung dengan tujuan pembentukan kewajiban diestimasi tersebut.Hanya pengeluaran yangberhubungan langsung dengan tujuan pembentukan kewajiban diestimasi semula dapatmengurangi kewajiban diestimasi. Membebankan pengeluaran untuk mengurangi kewajibandiestimasi yang semula diakui untuk tujuan lain akan menghilangkan pengaruh dari 2 peristiwayang berbeda. C. PENERAPAN ATURAN PENGAKUAN DAN PENG UKURAN 1. Kerugian Operasi Masa Datang Kewajiban diestimasi tidak boleh diakui untuk kerugian operasi masa datang. Perkiraanakan terjadinya kerugian operasi masa datang merupakan indikasi bahwa aset tertentu dalamsuatu operasi mungkin mengalami penurunan nilai. Entitas harus menguji adanya penurunannilai aset sesuai dengan PSAK 48: PenurunanNilai Aset 2. Kontrak Memberatkan Jika entitas terikat dalam suatu kontrak memberatkan, maka kewajiban kini menurutkontrak tersebut diukur dan diakui sebagai kewajiban diestimasi. Banyak kontrak dapat dibatalkan tanpa membaya kompensasi atau denda kepada pihak lainsehingga tidak ada kewajiban, misalnya pesanan pembelian yang sifatnya rutin. Kontrak lainmengatur hak dan kewajiban setiap pihak dalam kontrak.Kontrak eksekutori yang tidakmemberatkan berada di luar lingkup Pernyataan ini. Pernyataan ini mendefi nisikan kontrak memberatkan sebagai kontrak yang menimbulkanbiaya yang tidak dapat dihindarkan dalam memenuhi kewajiban menurut kontrak dan biayatersebut melebihi manfaat ekonomis yang diperkirakan akan diterima. Biaya yang tidak dapatdihindarkan menurut kontrak mencerminkan biaya bersih terendah untuk terbebas dari ikatankontrak, yaitu yang lebih rendah antara biaya memenuhi kontrak dan denda ataukompensasi yang harus dibayar jika entitas tidak memenuhi kontrak. 3. Restrukturisasi Berikut adalah contoh peristiwa yang dapat digolongkan sebagai restrukturisasi: (a) penjualan atau penghentian suatu lini usaha; (b) penutupan lokasi usaha dalam suatu negara atau kawasan atau relokasi kegiatan usaha ke negara atau kawasan regional lain; (c) perubahan dalam struktur manajemen, misalnya menghilangkan satu lapis manajemen; dan (d) reorganisasi mendasar yang memiliki dampak signifi kan pada karakteristik dan fokus operasi entitas.
  9. 9. Kewajiban konstruktif untuk melakukan restrukturisasi muncul hanya jika persyaratanberikut dipenuhi: (a) entitas memiliki rencana formal yang terperinci untuk restrukturisasi dengan mengidentifikasi, sekurangkurangnya: (i) usaha atau bagian usaha yang terlibat; (ii) lokasi utama yang terpengaruh; (iii) lokasi, fungsi, dan perkiraan jumlah pegawai yang akan menerima kompensasi karena pemutusan hubungan kerja; (iv) pengeluaran yang akan terjadi; dan (v) waktu implementasi rencana tersebut; dan (b) entitas menimbulkan harapan yang kuat dan sah kepada pihak-pihak yang terkena dampak restrukturisasi bahwa entitas akan melaksanakan restrukturisasi dengan memulai implementasi rencana tersebut atau mengumumkan pokok-pokok rencana. Bukti bahwa entitas telah mulai mengimplementasikanrencana restukturisasi akan tampak,antara lain, dengan menghentikan operasi pabrik atau menjual aset atau mengumumkan kepadamasyarakat tentang pokok-pokok rencana restrukturisasi. Pengumuman mengenai rencana yangterperinci tentang restrukturisasi tersebut merupakan kewajiban konstruktif untuk melakukanrestrukturisasi hanya jika rencana itu dibuat sedemikian rupa dan dengan perincian yangsehingga menimbulkan harapan yang kuat dan sah di pihak lain seperti pelanggan, pemasok, danpegawai (atau wakilnya) bahwa entitas akan melaksanakan restrukturisasi. Agar suatu rencana dapat dianggap sebagai kewajiban konstruktif ketika dikomunikasikankepada pihak yang terkena dampaknya, implementasinya perlu direncanakan sedini mungkin dandiselesaikan dalam jangka waktu yang tidak memungkinkan pengubahan rencana tersebut secarasignifikan. Jika terdapat penundaan rencana restrukturisasi atau jika restrukturisasi akanberlangsung lebih lama daripada yang direncanakan, entitas akan memiliki kesempatan untukmelakukan perubahan atas rencana semula. Oleh karena itu, rencana restrukturisasi tersebut tidakdapat dianggap sebagai kewajiban konstruktif. Keputusan entitas untuk melakukan restrukturisasi yang diambil sebelum akhir periodepelaporan tidak menimbulkan kewajiban konstruktif pada akhir periode pelaporan, kecualisebelum akhir periode pelaporan entitas telah: (a) mulai mengimplementasikan rencana restrukturisasi; atau (b) mengumumkan pokok-pokok rencana restrukturisasi kepada pihak yang terkena dampak rencana tersebut secara spesifik sedemikan rupa sehingga menimbulkan harapa yang kuat dan sah pada pihak tersebut bahwa entitas akan melaksanakan restrukturisasi. Jika entitas mulai mengimplementasikan rencana restrukturisasi atau mengumumkan pokok-pokok rencananya kepada pihak yang terkena dampaknya, hanya setelah periode pelaporan.PSAK 8: Peristiwa Setelah Tanggal Neraca mensyaratkan adanya pengungkapan. Walaupun suatu kewajiban konstruktif tidak timbul semata-mata karena putusan manajemenatau unit organisasi yang berwenang, kewajiban dapat timbul dari peristiwa terdahulu yangterjadi bersama dengan putusan tersebut. Begitu persetujuan tersebut telah diperoleh dandikomunikasikan kepada pihak lain, saat itu pula entitas memiliki kewajiban konstruktif untukmelakukan restrukturisasi Otoritas akhir mungkin menjadi hak di dewan yang anggotanya termasuk perwakilan daripihak-pihak yang berkepentingan selain manajemen (misalnya karyawan) atau pemberitahuankepada perwakilan tersebut mungkin diperlukan sebelum keputusan dewan disetujui.Karena
  10. 10. suatu keputusan yang diambil dewan melibatkan suatu komunikasi dengan perwakilan ini,komunikasi ini mungkin menghasilkan suatu kewajiban konstruktif untuk merestrukturisasi. Tidak ada kewajiban yang timbul dalam penjualan suatu operasi hingga entitas membuatsuatu perjanjian penjualan yang mengikat. Walaupun entitas telah mengambil putusan untuk menjual suatu operasi dan mengumumkanputusan tersebut kepada masyarakat, entitas tidak terikat pada putusannya sebelum pembeliteridentifi kasi dan terdapat perjanjian penjualan yang mengikat.Jika penjualan suatu operasidipandang sebagai bagian dari restrukturisasi, aset dari operasi yang bersangkutan perludievaluasi untuk menentukan apakah terjadi penurunan nilai.Jika penjualan hanya merupakanbagian dari restrukturisasi, kewajiban konstruktif dapat timbul dari bagian lain restrukturisasisebelum ada perjanjian penjualan yang mengikat. Kewajiban diestimasi restrukturisasi hanya mencakup pengeluaran langsung yang timbuldari restrukturisasi, yaitu yang memenuhi kedua persyaratan berikut ini: (a) benar-benar harus dikeluarkan dalam rangka restrukturisasi; dan (b) tidak terkait dengan aktivitas yang masih berlangsung pada entitas.Kewajiban diestimasi restrukturisasi tidak mencakup biaya-biaya seperti: (a) pelatihan kembali atau penempatan kembali (relokasi) staf yang masih tetap dikaryakan; (b) pemasaran; atau (c) investasi dalam sistem dan jaringan distribusi baru. Pengeluaran ini terkait dengan pengelolaan usaha pada masa datang dan pada akhir periodepelaporan bukan merupakan kewajiban dalam rangka restrukturisasi.Jumlah yang teridentifikasisebagai kerugian operasi masa datang sampai dengan tanggal restrukturisasi tidak termasukkewajiban diestimasi, kecuali jika kerugian itu terkait dengan kontrak memberatkanPENGUNGKAPAN Untuk setiap jenis kewajiban diestimasi, entitas harus mengungkapkan: (a) nilai tercatat pada awal dan akhir periode; (b) kewajiban diestimasi tambahan yang dibuat dalam periode bersangkutan, termasuk peningkatan jumlah pada kewajiban diestimasi yang ada; (c) jumlah yang digunakan, yaitu jumlah yang terjadi dan dibebankan pada kewajiban diestimasi selama periode bersangkutan; (d) jumlah yang belum digunakan yang dibatalkan selama periode bersangkutan; dan (e) peningkatan, selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini yang timbul karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto.Informasi komparatif tidak diharuskan. Untuk setiap jenis kewajiban diestimasi, entitas harus mengungkapkan pula: (a) uraian singkat mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar sumber daya terjadi; (b) indikasi mengenai ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut jika diperlukan dalam rangka menyediakan informasi yang memadai, entitas harus mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa datang; dan (c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut.
  11. 11. Kecuali kemungkinan arus keluar dalam penyelesaian adalah kecil, entitas mengungkapkanuntuk setiap jenis kewajiban kontinjensi pada akhir periode pelaporan, uraian ringkas mengenaikarakteristik kewajiban kontinjensi dan jika praktis: (a) estimasi dari dampak finansialnya; (b) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar sumber daya; dan (c) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga. Dalam menentukan kewajiban diestimasi atau kewajiban kontinjensi yang dapatdikelompokkan pada jenis kewajiban diestimasi atau kewajiban kontinjensi yang sama, perludipertimbangkan apakah karakteristik kewajiban diestimasi atau kewajiban kontinjensi tersebutcukup serupa satu dengan lainnya. Oleh karena itu, jumlah yang terkait dengan jaminan produkatas berbagai produk dapat diungkapkan sebagai satu jenis kewajiban diestimasi, tetapi jaminanproduk biasa harus dipisahkan pengungkapannya dengan jaminan produk yang terkait denganjalannya proses legal. Jika kemungkinan besar terjadinya arus masuk manfaat ekonomis, entitas harusmengungkapkan uraian singkatmengenai karakteristik aset kontinjensi pada akhirperioidepelaporan dan, jika praktis, estimasi dampak finansialnya. Pada kasus pengungkapan sebagian atau seluruh informasi yang diperkirakan dapatmenyulitkan entitas dalam perselisihan dengan pihak lain mengenai hal yang menjadi subjekkewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi atau asset kontinjensi, entitas tidak perlumengungkapkan informasi tersebut, tetapi harus mengungkapkan uraian umum perselisihan,berikut fakta dan alasan bahwa informasi tersebut tidak diungkapkan.KETENTUAN TRANSISI Dampak diterapkannya Pernyataan ini pada tanggal efektifnya (atau lebih dini)dilaporkan sebagai penyesuaian saldo awal saldo laba pada periode Pernyataan ini pertama kaliditerapkan.Entitas dianjurkan, tetapi tidak diwajibkan, untuk menyesuaikan saldo awal saldo labadari periode sajian paling dini dan meyajikan kembali informasi komparatif.Jika informasikomparatif tersebut tidak disajikan ulang, maka fakta tersebut harus diungkapkan.TANGGAL EFEKTIF Pernyataan ini berlaku untuk periode laporan keuangan tahunan yang dimulai pada atausetelah tanggal 1 Januari 2011.Jika entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode yangdimulai sebelum tanggal 1 Januari 2011, maka fakta tersebut diungkapkan.TAMBAHAN
  12. 12. A. Tabel Kewajiban Diestimasi dan Kewajiban KontinjensiApabila, sebagai akibat dari kejadian masa lampau, timbul kemungkinan entitas akanmengeluarkan sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis dalam rangka menyelesaikan:(a) kewajiban masa kini atau(b) kemungkinan kewajiban yang keberadaannya akan menjadi pasti hanya dengan terjadinyaatau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa yang belum pasti di masa datang, yang (peristiwaitu) tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas.Apabila terdapat kewajiban Apabila terdapat kemungkinan Apabila terdapat kemungkinankini yang kemungkinan besar kewajiban atau kewajiban kini kewajiban atau kewajiban kiniakan mengakibatkan entitas yang kemungkinan, tetapi sangat kecil kemungkinannyamengeluarkan sumber daya. tampaknya tidak, akan entitas mengeluarkan sumber mengakibatkan entitas daya. mengeluarkan sumber daya.Kewajiban diestimasi diakui Kewajiban diestimasi tidak Kewajiban diestimasi tidakoleh entitas (paragraf 14). diakui (paragraf 27). diakui (paragraph 27).Dilakukan pengungkapan Dilakukan pengungkapan Tidak diperlukanmengenai kewajiban mengenai kewajiban pengungkapan (paragraph 86).diestimasi tersebut (paragraf kontinjensi tersebut85). (paragraph 86). B. Tabel Aset KontinjensiApabila, sebagai akibat dari kejadian masa lalu, terdapat kemungkinan timbul aset yangkeberadaannya akan menjadi pasti hanya dengan terjadinya atau tidak terjadinya satu atau lebihperistiwa yang belum pasti di masa datang, yang (peristiwa itu) tidak sepenuhnya berada dalamkendali entitas.Arus masuk manfaat Kemungkinan besar akan Tidak terdapat kemungkinanekonomis bagi entitas (pada terjadi arus masuk manfaat besar akan terjadi arus masukdasarnya) dapat dipastikan. ekonomis, tetapi tidak bisa manfaat ekonomis. dipastikan.Aset tersebut bukan Tidak ada aset yang diakui Tidak ada aset yang diakuimerupakan asset kontinjensi (paragraf 31). Dilakukan (paragraf 31). Tidak(paragraph 33). pengungkapan (paragraf 89). diperlukan pengungkapan (paragraph 89). C. Table Penggantian oleh Pihak Ketiga
  13. 13. Sebagian atau seluruh pengeluaran yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu kewajibandiestimasi diharapkan akan diganti atau ditanggung oleh pihak ketiga.Entitas tidak mempunyai Kewajiban atas jumlahyang Kewajiban atas jumlah yangkewajiban atas bagian diharapkan akan diganti tetap diharapkan akan diganti tetappengeluaran yang akan diganti berada pada entitas dan berada pada entitas dan tidakoleh pihak ketiga. terdapat kepastian bahwa terdapat kepastian bahwa penggantian tersebut akan penggantian tersebut akan diterima apabila entitas diterima apabila entitas menyelesaikan kewajibannya. menyelesaikan kewajibannya.Entitas tidak mempunyai Penggantian diakui sebagai Penggantian yang diharapkankewajiban atas jumlah yang asset terpisah dalam neraca tersebut tidak diakui sebagaiakan diganti (paragraph 57). dan dapat dikurangkan dari asset (paragraf 53). beban dalam laporan laba rugi.Tidak dilakukan Jumlah yang diakui atas Dilakukan pengungkapanpengungkapan. penggantian yang diharapkan mengenai penggantian yang tidak boleh melebihi diharapkan (paragraf 85 (c)). kewajiban (paragraf 53 dan 54). Dilakukan pengungkapan mengenai penggantian bersama dengan jumlah yang diakui atas penggantian tersebut (paragraf 85(c)). D. Contoh: PengungkapanBerikut adalah dua contoh pengungkapan yang diatur dalam paragraf 85. Paragraph 85: Untuk setiap jenis kewajiban diestimasi, entitas harus mengungkapkan pula: (a) uraian singkat mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar sumber daya terjadi; (b) indikasi mengenai ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut jika diperlukan dalam rangka menyediakan informasi yang memadai, entitas harus mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa datang; dan (c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut.Contoh 1: Garansi
  14. 14. Pada saat penjualan, suatu produsen memberikan garansi atau jaminan kepada pembeliketiga lini produknya.Berdasarkan garansi tersebut, produsen bersedia untuk memperbaiki ataumengganti produk produk yang gagal menunjukkan kinerja yang memuaskan selama dalam duatahun terhitung sejak tanggal penjualan.Pada tanggal neraca, diakui kewajiban diestimasi sebesar60 juta.Kewajiban diestimasi tersebut tidak didiskontokan (dihitung nilai kininya) karenadampak pendiskontoan tidak material. Entitas mengungkapkan informasi berikut ini: Entitas mengakui kewajiban diestimasi sebesar 60 juta rupiah.Jumlah tersebut adalahjumlah yang diperkirakan akan dikeluarkan entitas bagi klaim atas garansi produk yang dijualselama tiga tahun buku terakhir. Diperkirakan sebagian besar pengeluaran tersebut akan terjadidalam tahun buku mendatang, dan semua pengeluaran akan terjadi dalam dua tahun sejak akhirperiode pelaporan.Contoh 2: Biaya Purna Operasi (Decommissioning cost) Pada tahun 2002, suatu entitas pembangkit tenaga nuklir mengakui kewajiban diestimasibagi biaya purna operasi sebesar 300 juta. Kewajiban tersebut diestimasi dengan menggunakanasumsi bahwa masa purna operasi akan terjadi dalam jangka waktu 60-70 tahun. Namun, adakemungkinan masa purna operasi itu akan terjadi dalam jangka waktu 100-110 tahun. Bila halkedua yang terjadi, maka nilai kini dari biaya purnaoperasi akan jauh lebih rendah. Entitasmengungkapkan informasi berikut ini: Entitas mengakui kewajiban diestimasi bagi biaya purna operasisebesar 300 miliarrupiah. Biaya ini diperkirakan akanterjadi antara tahun 2062 dan 2072; namun adakemungkinan masa purna operasi baru akan berlangsung antara tahun 2102-2112. Jika biayadiukur berdasarkan perkiraan bahwa biaya itu baru akan terjadi antara tahun 2102-2112,kewajiban diestimasi akan turun menjadi 136 miliar rupiah. Kewajiban tersebut diestimasidengan menggunakan teknologi yang sekarang ada, pada tingkat harga kini, dan didiskontokandengan tingkat diskonto riil sebesar 2 persen. Contoh berikut menggambarkan pengungkapan yang diatur dalam paragraf 92,khususnya ketika sebagian informasi yang dibutuhkan tidak dapat diberikan, karena hal itu dapatmenyulitkan entitas dalam perselisihan dengan pihak lain. Paragraph 92:Pada kasus yang sangat jarang terjadi, pengungkapan sebagian atau seluruh informasi yang diaturdalam paragraf 84-89 diperkirakan dapat menyulitkan entitas dalam perselisihan dengan pihak lainmengenai hal yang menjadi subjek kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi atau aset kontinjensi.Dalam hal demikian, entitas tidak perlu mengungkapkan informasi ter sebut, tetapi harusmengungkapkan uraian umum perselisihan, berikut fakta dan alas an bahwa informasi tersebut tidakdiungkapkan.Contoh 3: Pengecualian dalam Pengungkapan
  15. 15. Suatu entitas terlibat perselisihan dengan salah satu pesaingnya,yang menuduh entitastelah melanggar hak paten yangdimilikinya.Pesaing tersebut menuntut ganti rugi sebesar100miliar.Entitas mengakui kewajiban diestimasi sebesar estimasiterbaik atas kewajibantersebut, namun entitas tidak mengungkapkaninformasi yang disyaratkan dalam paragraf 84 dan85Pernyataan ini. Entitas mengungkapkan informasi berikut: Entitas sedang menghadapi proses litigasi sehubungan dengan perselisihan dengansalah satu pesaing yang menuduh bahwa entitas telah melanggar hak patennya, dan menuntutganti rugi sebesar 100 miliar rupiah. Informasi yang biasanya disyaratkan dalam PSAK No. 57tentang Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tidak diungkapkankarena dapat menimbulkan prasangka yang memengaruhi hasil litigasi. Dewan direksiberpandangan bahwa tuntutan tersebut akan dapat ditolak oleh entitas.

×