Education for-sustainable-development

489 views

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
489
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Education for-sustainable-development

  1. 1. Education for Sustainable Development<br />Oleh : Febrina Sianturi <br />XI IA 3<br />
  2. 2. Education for Sustainable Development<br />Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) adalah sebuah konsep dinamis yang mencakup visi baru pendidikan yang bertujuan untuk memberdayakan orang-orang dari segala usia untuk memikul tanggung jawab untuk menciptakan dan menikmati masa depan yang berkelanjutan. Tujuan keseluruhan ESD adalah untuk memberdayakan warga negara untuk bertindak untuk lingkungan yang positif dan perubahan sosial, bermakna partisipatif dan pendekatan berorientasi aksi.<br />
  3. 3. Tujuan <br /> Tujuan keseluruhan ESD adalah untuk memberdayakan warga negara untuk bertindak untuk lingkungan yang positif dan perubahan sosial, bermakna partisipatif dan pendekatan berorientasi aksi.<br />
  4. 4. Latar belakang <br />Dapat dipastikan, semua orang tahu lingkungan. Tak seorang manusia pun yang tidak tahu perihal lingkungan. Sejak lahir sampai maut menjemputnya, manusia akrab dan bermain dengan lingkungan. Setelah dimakamkan, jasadnya bersatu dengan lingkungan kemudian memberikan kehidupan berupa nutrisi kepada mikroba, rerumputan dan pohon di sekitarnya. Sebelum malaikat Izrail melaksanakan tugasnya, yakni selama mengisi hidupnya di dunia, manusia banyak belajar tentang lingkungan, termasuk semasa menjadi murid di pesantren, sekolah atau madrasah. Pelajaran kimia, biologi, fisika, dan geografi banyak mengetengahkan lingkungan dan masalahnya. Kalau demikian, mengapa murid yang sudah belajar biologi di pesantren, sekolah atau madrasah diwajibkan lagi mengambil mata kuliah lingkungan ketika berstatus mahasiswa? Lantas, mengapa namanya Pendidikan Lingkungan (environmental education) bukan Pengetahuan Lingkungan (environmental knowledge) seperti yang digunakan di perguruan tinggi lain dan sudah berlangsung sejak dekade 1970-an?<br />
  5. 5. Scheme of sustainable development at the confluence of three preoccupations.<br />
  6. 6. Skema pembangunan berkelanjutan:pada titik temu tiga pilar tersebut, Deklarasi Universal Keberagaman Budaya (UNESCO, 2001) lebih jauh menggali konsep pembangunan berkelanjutan dengan menyebutkan bahwa "...keragaman budaya penting bagi manusia sebagaimana pentingnya keragaman hayati bagi alam". Dengan demikian "pembangunan tidak hanya dipahami sebagai pembangunan ekonomi, namun juga sebagai alat untuk mencapai kepuasan intelektual, emosional, moral, dan spiritual". dalam pandangan ini, keragaman budaya merupakan kebijakan keempat dari lingkup kebijakan pembangunan berkelanjutan.<br /> Pembangunan Hijau pada umumnya dibedakan dari pembangunan bekelanjutan, dimana pembangunan Hijau lebih mengutamakan keberlanjutan lingkungan di atas pertimbangan ekonomi dan budaya. Pendukung Pembangunan Berkelanjutan berargumen bahwa konsep ini menyediakan konteks bagi keberlanjutan menyeluruh dimana pemikiran mutakhir dari Pembangunan Hijau sulit diwujudkan. Sebagai contoh, pembangunan pabrik dengan teknologi pengolahan limbah mutakhir yang membutuhkan biaya perawatan tinggi sulit untuk dapat berkelanjutan di wilayah dengan sumber daya keuangan yang terbatas.<br />
  7. 7. Pembangunan Berkelanjutan dan Pendidikan Lingkungan Hidup<br />Beberapa definisi Pembangunan Berkelanjutan sudah diusulkan dan dikembangkan ahli-ahli pembangunan berkelanjutan, sebagian dari definisi-definisi tersebut mengutamakan hal-hal tertentu, sedangkan definisi-definisi lain mengutamakan hal-hal yang lain. Untuk maksud presentasi ini, saya memilih definisi John Fien (2000) sebagai bahan pembahasan, yang memfokuskan pada lingkungan hidup: “Lingkungan hidup yang berkelanjutan adalah lingkungan hidup di mana lingkungan alami, pembangunan ekonomi, dan kehidupan sosial, dianggap saling berkaitan, dan hubungan di antaranya menyebabkan peningkatan kualitas hidup dan sifat berkelanjutan masyarakat dan lingkungan hidup”.<br />
  8. 8. “Pendidikan Lingkungan Hidup” berarti “pendekatan proses pelajaran yang membantu individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat untuk memahami konsep pembangunan berkelanjutan”. Pendekatan tersebut harus meliputi semua aspek kurikulum pendidikan. Tujuan pengertian mengenai pembangunan berkelanjutan adalah supaya “kalangan muda mengembangkan sikap kepedulian dan berkomitmen, dan mempunyai keinginan untuk bertanggungjawab pada lingkungan hidup dan terhadap orang lain”.<br />
  9. 9. Kemudian, kita sampai di tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup yang artinya: “Penciptaan lingkungan yang berkelanjutan, di mana masyarakat dapat hidup dan bekerja” tidak hanya untuk generasi kini, tetapi juga untuk generasi di masa depan.<br />Konsep-konsep yang penting di bidang pendidikan lingkungan hidup termasuk: sumber-sumber alam yang tidak dapat diperbarui, sumber alam yang dapat diperbarui, dan sistem lingkungan hidup yang terdiri dari empat bagian: politik, sosial, ekonomi, dan biofisika. Sketsa R.O. Donoghue (Bagan 1, di bawah) yang terkenal mengenai empat sistem lingkungan hidup menunjukkan keterkaitan antaranya, dan sistemnya sebetulnya adalah “tertutup”, bergerak di satu lingkaran.<br />
  10. 10. Thank you..<br />
  11. 11. Daftar bacaan<br />http://wahyusurakusumah.wordpress.com<br />http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan<br />http://gedehace.blogspot.com/2009/07/education-for-sustainable-development.html<br />http://members.tripod.com/sd_east_timor/PROC%20Papers/Social%20Issues/Armindo%20Maia/Armindo%20Maia%20PROC%20BHA.htm<br />

×