Working Instruction Instalation Sinkronisasi Direktori LSYNCD

294 views

Published on

sinkronisasi direktory menggunakan lsyncd

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
294
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Working Instruction Instalation Sinkronisasi Direktori LSYNCD

  1. 1. Febi Gelar Ramadhan.boksi-learning.co.id 2014 Page 1 SINKRONISASI DIREKTORI DENGAN LSYNCD PENDAHULUAN Lsyncd adalah salah satu tool untuk sionkronisasi direktori antar host dimana sesama host bisa mempunyai direktori yang sama, master akan langsung menyalin file atau isi-isi apa saja yang di atur supaya nampak pada direktory host pada slave sesuai direktori yang diarahkan. LANGKAH KERJA 1. pertama buat ssh-keygen, berfungsi untuk saling mengenalkan sesama host dan menjadikan sesama hsot bisa saling remote atau ssh tanpa menggunakan authentication atau password [root@web1 ~]#ssh-keygen –t rsa 2. Tekan “enter” sampai selesai. Dan tunggu sampai ssh-keygen terbuat. (file default : /root/.sshd/id_rsa.pub). 3. Sesudah file ssh-keygen terbuat, salin filenya ke client untuk menghilangkan authentikasi (ssh) [root@web1 ~]#scp /root/.ssh/id_rsa.pub (username_client)@(ip_client):/root/.ssh/ 4. Jika file ssh-keygen sudah ada pada client, kita masuk pada host client dan tampilkan/pindahkan menjadi “authorized_keys” [root@web2 ~]#cat ~/.ssh/id_rsa.pub > ~/.ssh/authorized_keys [root@web2 ~]#chmod 700 ~/.ssh/ [root@web2 ~]#chmod 600 ~/.ssh/* 5. Jika sudah pastikan dan cek dari host (web1) bisa remote ke host (web2) tanpa authentikasi atau tanpa memasukan password, jika sudah bisa ssh-keygen sudah berhasil. 6. Setelah host (web2) bisa di remote tanpa authentikasi, kita installkan packet-packet yang dibutuhkan lsyncd.
  2. 2. Febi Gelar Ramadhan.boksi-learning.co.id 2014 Page 2 [root@web1 ~]#yum install lua lua-devel pkgconfig gcc rsync wget 7. Setelah itu kita download packet instalasi lsyncd dengan perintah “wget”. [root@web1 ~]#wget https://lsyncd.googlecode.com/files/lsyncd-2.1.5.tar.gz 8. Ekstrak dan Compile file lsyncd yang sudah kita download tersebut [root@web1 ~]#tar zxvf lsyncd-2.1.5.tar.gz [root@web1 ~]#cd lsyncd-2.1.5 [root@web1 ~]#./configure && make && make install 9. Buat file baru untuk script lsyncd daemon [root@web1 ~]#vi /etc/init.d/lysncd 10. Dan masukan script settingan daemon lsyncd berikut #!/bin/bash # # lsyncd: Starts the lsync Daemon # # chkconfig: 345 99 90 # description: Lsyncd uses rsync to synchronize local directories with a remote # machine running rsyncd. Lsyncd watches multiple directories # trees through inotify. The first step after adding the watches # is to, rsync all directories with the remote host, and then sync # single file buy collecting the inotify events. # processname: lsyncd . /etc/rc.d/init.d/functions config="/etc/lsyncd.lua" lsyncd="/usr/local/bin/lsyncd" lockfile="/var/lock/subsys/lsyncd" prog="lsyncd" RETVAL=0 start() { if [ -f $lockfile ]; then echo -n $"$prog is already running: "
  3. 3. Febi Gelar Ramadhan.boksi-learning.co.id 2014 Page 3 echo else echo -n $"Starting $prog: " daemon $lsyncd $config RETVAL=$? echo [ $RETVAL = 0 ] && touch $lockfile return $RETVAL fi } stop() { echo -n $"Stopping $prog: " killproc $lsyncd RETVAL=$? echo [ $RETVAL = 0 ] && rm -f $lockfile return $RETVAL } case "$1" in start) start ;; stop) stop ;; restart) stop start ;; status) status $lsyncd ;; *) echo "Usage: lsyncd {start|stop|restart|status}"
  4. 4. Febi Gelar Ramadhan.boksi-learning.co.id 2014 Page 4 exit 1 esac exit $? 11. Setelah script daemon lsyncd sudah dimasukan kita masuk pada pengaturan permissionnya. [root@web1 ~]# chmod 775 /etc/init.d/lsyncd [root@web1 ~]# chown root:root /etc/init.d/lsyncd 12. Sesuai script yang sudah kita masukan, kita buat file konfigurasi “lsyncd.lua” dan masukan script seperti berikut : [root@web1 ~]#vi /etc/lsyncd.lua Dan masukan scripnya (contoh) : settings { logfile = "/tmp/lsyncd.log", statusFile = "/tmp/lsyncd.status", init = false, } sync{ default.rsyncssh, source="/opt/", host="172.17.17.9", targetdir="/opt/", } 13. Dan terakhir nyalakan service “lsyncd” [root@web1 ~]#/etc/init.d/lsyncd start [root@web1 ~]#chkconfig lsyncd on 14. Pengaturan sudah selesai, bisa disimpulkan settingannya berfungsin untuk setiap apa yang ada di direktory “/opt/” nya master (web1) akan ada pula di “/opt” nya slave (web2) dan memerlukan waktu beberapa detik untuk supaya file tersalin pada client (web2).

×