Successfully reported this slideshow.

Pengaruh media pada pembentukan opini masyarakat

27,481 views

Published on

Published in: Education

Pengaruh media pada pembentukan opini masyarakat

  1. 1. Pengaruh Media Pada Pembentukan OpiniMasyarakatJumlah media yang beredar di Indonesia saat ini sangatlah banyak. Koran, majalah, radio, dan televisi merupakan mediayang paling banyak dan paling murah untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. mengapa masyarakat Indonesia saatini menjadi begitu kritis? jawabannya adalah karena masyarakat Indonesia selalu haus akan berita. Bila dulu hanya kaumterpelajar serta orang kantoran yang membaca koran serta melihat berita di televisi, maka saat ini kita bisa dengan mudahmenemukan tukang becak yang asyik membaca koran sambil menunggu penumpang. Jadi tidak heran bila pengaruh mediapada pembentukan opini masyarakat sangatlah besar.Bagi kita pengguna Blackberry, tidak jarang kita menerima BM (broadcast message) yang berisi tentang provokasi atasmasalah yang sedang hangat terjadi. Secara tidak langsung BM tersebut akan mempengaruhi orang yang membacanya bilatidak disertai dengan penalaran serta logika dan akal sehat. Ingat kasus koin untuk Prita? dimana masyarakat dengansukarela mengumpulkan uang receh untuk membantu Prita yang sedang tersandung masalah pencemaran nama baik sebuahRumah Sakit. mengapa masyarakat mau melakukan itu? karena kekuatan medialah semua itu bisa terjadi.Masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah sampai dengan menegah akan sangat mudah dibentuk opininya melaluimedia. Daya nalar dan logika yang terbataslah yang mebuat pembentuka opini publik ini bisa berjalan denga sukses. Biladahulu pemerintah membatasi media dalam memberitakan hal - hal yang dianggap mengganggu stabilitas dan keamanannegara. Bahkan ada media yang sempat di bandrel oleh peerintah karena dianggap teralu vokal. Maka saat ini dimana persdiberi kebebasan untuk menampilkan berbagai macam berita yang semula termasuk berita yang dilarang, maka persmemiliki peran yang tidak kecil juga dalam pembentukan opini masyarakat.Masyarakat di pedesaan juga sudah tidak kalah dalam hal update berita. Walaupun jauh dari kota mereka tetap bisamengetahui apa yang sedang marak terjadi. Koran Masuk Desa (KMD) merupakan salah satu program yang berakibat padasemakin cepatnya penyebaran berita ke masyarakat desa. Yang mengkhawatirkan adalah pemberitaan lebay dari stasiunTV ataupun koran serta majalah yang memblow up sebuah berita yang sebenarnya biasa saja menjadi terlihat sangat luarbiasa. Tanpa adanya filter serta pemahaman yang baik dari masyarakat atas pemberitaan media akan membuat berbagaiopini masyarakat dapat terbentuk dengan mudah sehingga bisa membahayakan ketentraman hidup masyarakat sertamembahayakan kestabilan keamanan nasional.Contoh opini publik. Contoh opini. Makalah peran radio kepada masyarakat. Pengaruh pendapat atau opinidalam pembentukan hukum. Pengaruh media terhadap masyarakat. Efek pemberitaan televisi. Surat kabarbagi masyarakat.Dampak media terhadap masyarakat. Di koran dalam opini. Pandangan masyarakat tentang media. Skripsikasus prita. Pandangan masyarakat terhadap media. Kasus media dan masyarakat. Masyarakat penggunablackberry di indonesia pandangan.Opini masyarakat. Makalah kasus opini publik. Dampak media terhadap pemerintah. Contoh tanggapanterhadap suatu kasus. Pembentukan opini. Makalah contoh kasus dalam media koran. Skripsi mengenaiopini publik.Akibat tv masuk desa. Pengaruh broadcasting bagi masyarakat. Tanggapan masyarakat teradap sebuahberita. Pendapat orang orang tentang pendidikan dan televisi. Makalah tentang pandangan masyarakatterhadap pendidikan. Contoh makalah opini publik. Pengertian radio tv dan koran.Pandangan media pada sebuah kasus. Skripsi pengaruh media televisi bagi anak anak. Pemberitaan mediaterhadap masyarakat. Contoh opini publik dalam politik. Makalah pengaruh surat kabar pada. Kasus opinipublik dalam politik. Pandangan masyarakat desa terhadap pendidikan.
  2. 2. Opini publik pada kasus. Opini publik kasus prita. Conoth kasusu maraknya pengguna blackberry. Opinipolitik yang timbul pada media. Pengaruh media di masyarakat indonesia. Makalah pembentukan umum.Makalah opini publik dan pengaruh masyarakat tentang media baru.Pengaruh acara televisi lebay bagi masyarakat. Opini publik tentang kasus. Makalah media berita.Pandangan masyarakat terhadap apa itu politik. Cara mengantisipasi pandangan masyarakat terhadappendidikan. Pengaruh tv masuk desa. Opini publik : pengertian media.Contoh kasus opini. Media pembentuk opini publik. Media dan masyarakat. Artikel politik terhadap orangdesa. Tanggapan masyarakat tentang pengaruh radio. Tanggapan masyarakat tentang pendidikan indonesia.Kasus politik di media.Kasus pengaruh media tv. Contoh opini tentang pesan publik. Opini tentang tv. Buat contoh opini tentangpesan pablik. Pengaruh surat kabar pada masyarakat. Contoh dalam opini. Dampak radio bagi masyarakat.Dampak blackberry bagi masyarakat indonesia. Politik pembentukan opini. Makalah pengaruh pendidikanpolitik bagi masyarakat. Dampak blackberry terhadap masyarakat. Efek media terhadap opini publik.Makalah tentang pengaruh media terhadap masyarakat. Contoh skripsi tentang pendidikan dalammasyarakat.Dampak media bagi politik. Media pada masyarakat. Media televisi punya pesan politik yang tidak sehat.Pengaruh televisi dalam pembentukan opini publik. Pengaruh media broadcast. Contoh tanggapan bankumum. Pengaruh media televisi pada masyarakat.Artikel di majalah tentang pengaruh media. Opini yg hangat. Artikel tentang hal hal yang terjadi dimasyarakat sekarang. Makalah kasus yang dibuat oleh masyarakat sehingga terbentuknya undang undang.Pandangan masyarakat tentang blackberry. Pengaruh opini masyarakat. Opini masyarakat terhadap televisiswasta.Contoh kasus politik dan opini publik. Pendapat masyarakat tentang blackberry. Masalah berita opini. Efekopini. Surat kabar dan pengaruhnya dalam masyarakat. Peranan dan efek media radio bagi publik. Contohskripsi pengaruh berita politik terhadap media televisi.Makalah dampak dan pengaruh blackberry. Contoh berita di pedesaan. Pembentukan opini publik skripsi.Komentar masyarakat tentang media televisi. Dampak surat kabar. Artikel masyarakat dan media. Dampakefek surat kabar.Contoh opini koran. Contoh pembentukan opini publik.Pengaruh Media Massa terhadap MasyarakatBeralihnya suatu masyarakat tradisional menjadi modern, beriringan dengan munculnya gelombang urbanisasi.Berdasarkan data yang ada, setiap tahunnya jumlah penduduk perkotaan di negara-negara berkembang bertambahsekitar 45 juta orang. Bahkan pertumbuhan tingkat urbanisasinya melebihi pertumbuhan industrialisasi. Meskikehidupan perkotaan dan modern mampu menghasilkan beragam fasilitas, kemudahan, dan kesejahteraan materialbagi para penduduknya, namun begitu, kehidupan modern juga banyak melahirkan persoalan dan krisis sosialbaru.Kini, isu kesehatan sosial merupakan salah satu masalah yang vital. Media massa sebagai perangkat sosialisasiyang paling berpengaruh, tentu bisa berperan efektif berkenaan dengan masalah kesehatan sosial. Namunpersoalannya, bagaimanakah posisi dan peran media massa terhadap isu tersebut? Nah, saudara dalam acaraPerspektif kali ini, kami mencoba mengajak Anda mengkaji posisi dan peran media massa dalam masalah kesehatansosial masyarakat.Ada banyak jawaban yang diajukan oleh para pakar sosial mengenai peran media massa terhadapisu kesehatan sosial masyarakat. Peran media massa dalam hal ini bergantung pada tujuan dan publik yang
  3. 3. digarapnya. Sebagian besar pengamat mengkritik keras aktifitas media massa negara-negara besar Barat. Merekaberkeyakinan, media-media Barat sering merekayasa kenyataan, sehingga bisa mengancam kesehatan sosialmasyarakat. Jean Baudrillard, pakar media asal Perancis, meyakini bahwa media merupakan perangkat untukmengacaukan hakikat dan kenyataan beragam persoalan. Lebih lanjut ia memaparkan, “Apa yang kita anggapsebagai realitas, sejatinya adalah pandangan media terhadap isu tersebut. Bisa dikatakan, realitas bisa terwujuddalam berbagai bentuk sesuai dengan banyaknya media dan gambar. Dengan kata lain, simbol realitas telahmenggantikan realitas itu sendiri.Menurut Baudrillard, batas realitas dan hiburan telah kabur. Gambar telahmemberikan identitas maya terhadap kenyataan, hingga berita politik ditampilkan tak ubahnya suatu hiburan, danperistiwa nyata mengenai perang dan pembantaian berubah menjadi layaknya naskah sandiwara melodramaataupun tragedi. Berkelindannya budaya, politik, dan hiburan ini sebegitu eratnya hingga batas antar realitasmenjadi tumpang tindih, dan tak lagi bisa ditentukan batas tegasnya.Campur aduknya realitas dengan perkara maya di Barat, memunculkan krisis sosial di tubuh masyarakat Barat.Sebagian peneliti, menuding media massa sebagai biang utama krisis sosial di negara-negara industri, khususnya diAS. Penyebaran kekerasan lewat media merupakan salah satu masalah yang bisa mengancam kesehatan sosialmasyarakat. Sejumlah hasil penelitian di AS menunjukkan kekerasan yang kerap ditampilkan oleh media massa ASmerupakan salah satu faktor yang berpengaruh penting terhadap munculnya kekerasan di tengah masyarakat. Hasilanalisa terhadap lebih dari 8000 jam program televisi dan parabola AS membuktikan bahwa 60 persen dari programtelevisi AS merupakan produk acara yang mengandung kekerasan. Dengan kata lain, bocah-bocah AS sebelum lulusSD, mereka telah dijejali dengan lebih dari 8000 tayangan pembunuhan, dan ratusan ribu tindak kekerasan lainnyaseperti aksi saling pukul, baku tembak, dsb. Dengan begitu, ketika masyarakat Barat tak lagi mampu membedakanantara kenyataan dan fenomena maya, mereka pun menjadi acuh dan abai terhadap persoalan yang terjadi didunia.Terjadinya kasus pembantaian di SMA Columbine, Colorado, AS pada tahun 1999 merupakan salah satucontoh kasus kekerasan berdarah di negara ini. Kasus-kasus semacam ini merupakan salah satu indikator bobroknyanilai-nilai moral dan kemanusiaan di negeri Paman Sam. Dalam peristiwa tragis ini, dua remaja menembak membabi-buta hingga menewaskan 12 rekan siswa dan seorang guru.Salah satu produk media massa yang berdampak negatifterhadap kesehatan sosial masyarakat, adalah program semacam iklan dan tayangan hiburan. Media banyakmenampilkan iklan yang berefek buruk terhadap anak-anak dan remaja. Hasil sebuah penelitian menunjukkanbahwa iklan rokok bisa menarik perhatian anak-anak dan remaja, sehingga berpotensi menjadikan mereka sebagaikonsumen rokok. Begitu juga dengan iklan dan promosi minuman keras dalam acara-acara hiburan. Iklan semacamini bisa merubah pandangan dan membangkitkan keinginan remaja untuk meminum minuman keras. Padahalbetapa banyak riset yang membuktikan, bahwa minuman keras merupakan biang aksi kekerasan dankriminalitas.Dampak buruk lainnya media massa adalah kekuatan media dalam mengubah dan membentuk gayahidup seseorang. Sejumlah peneliti mengungkapkan, menonton telivisi secara berlebihan di kalangan anak-anak bisamenyebabkan cara hidup yang pasif dan malas bergerak pada anak-anak. Hal ini mengakibatkan munculnya gejalasemacam kegemukan, kebiasaan makan yang salah, naiknya kolesterol, penyakit pencernaan, dan gangguanpsikologis.Kian meningkatnya arus urbanisasi di negara-negara berkembang, memunculkan pula gaya hidup perkotaan alaBarat. Padahal, setiap negara memiliki kebudayaan dan keyakinan khas yang terkadang berseberangan dengan nilai-nilai Barat. Karena itu, media-media massa lokal harus memberikan perhatian yang lebih serius terhadap nilai danbudaya setempat masyarakatnya.Meski demikian, media massa juga bisa berperan positif bagi masyarakat. Karenaitu, masalah kesehatan sosial masyarakat harus kita kaji dari beragam sisi. Dari sisi moral, masyarakat yang sehatadalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, semacam cinta sesama manusia, menghormati hak-hakorang lain, menyebarnya tradisi saling memaafkan dan mengasihi. Terkait hal ini, media massa bisa berperan positifdalam menyebarkan dan membumikan nilai-nilai moral. Penayangan acara yang mendidik namun menghiburmerupakan salah satu cara efektif bagi media untuk membangun masyarakat yang sehat.Beragam riset yangdilakukan oleh para ilmuan membuktikan bahwa merebaknya penyakit semacam AIDS memiliki kaitan erat denganlemahnya keyakinan religius seseorang. Sebagian besar penderita AIDS adalah mereka yang pernah melakukanhubungan seks di luar nikah. Indikator ini merupakan salah satu bukti bahwa agama memiliki peran yang vital dalam
  4. 4. menciptakan kehidupan sosial yang sehat. Agama bisa memberikan solusi dan mengajarkan cara hidup yang sehatbagi masyarakat. Agama juga berperan penting dalam membangun kebersamaan dan solidaritas di tengahmasyarakat.Media massa juga bisa berperan sebagai sumber rujukan di bidang pendidikan dan penyebaran informasi yang cepat.Dalam hal ini, media dapat meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat. Sekarang ini, media memiliki andil yangpenting dalam mengajak masyarakat untuk memerangi kekerasan, dan tindak kriminalitas.Media sebagai kekuatan strategis dalam menyebarkan informasi merupakan salah satu otoritas sosial yangberpengaruh dalam membentuk sikap dan norma sosial suatu masyarakat. Media massa bisa menyuguhkan teladanbudaya yang bijak untuk mengubah prilaku masyarakat.Skripsi Peranan Radio Siaran Swasta Dapat Meningkatkan Dan Memberikan Bekal Pengetahuan MengenaiLingkungan Kepada MasyarakatBAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahSepintas lalu, hubungan lingkungan hidup dengan komunikasi mungkin tidak nampak. Namun kalau dipikirkan secaralebih mendalam, lingkungan hidup sebenarnya merupakan konsep yang sangat relevan bagi komunikasi ditinjau dariberbagai segi.Pertama, dipandang dari segi luas, komunikasi hanya berarti dalam konteks lingkungan hidup. Pada intinya.komunikasi adalah proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya Tanpa komunikasimanusia jadi terpisah dari lingkungan. Namun tanpa lingkungan komunikasi menjadi kegiatan yang tidak relevan.Dengan kata lain, manusia berkomunikasi karena perlu mengadakan hubungan dengan lingkungannya, meskipuncaranya berbeda tergantung lingkungan yang dihadapi, umpamanya dengan lingkungan sosial tertentu.Kedua, secara langsung atau tidak sebagian besar komunikasi manusia sebenarnya menyangkut atau bertitik tolakpada informasi tentang lingkungannya. Baik mengenai benda fisik dan komponen lingkungan itu, prinsipnya yangmengatur hubungan antara komponen tersebut, proses dan cara kerjanya, ataupun gagasan dan keinginan yang adadalam otak manusia mengenai bagaimana seharusnya lingkungan itu. Ini bukanlah hal baru. Pengetahuan dankonsep yang ada pada seseorang dibentuk pertama kali oleh lingkungannya, atau berdasar kepada hal-hal yangdiamati dari lingkungan. Andaikata ia kemudian belajar tentang hal-hal mengenai lingkungan yang lain, informasi itupun akan selalu mengacu atau dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Itulah sebabnya maka komunikasibiasanya lebih lancar dan lebih efektif jika menyangkut atau berkaitan dengan lingkungan yang telah dikenalnya.Dapat dikatakan komunikasi akan makin berarti bagi seseorang jika informasi yang disampaikan makin terkaitdengan lingkungan orang itu.Berkaitan erat dengan ini adalah relevansi lingkungan yang ketiga, yaitu dari segi fungsi komunikasi. Seperti yangdikemukakan banyak pakar, bahwa salah satu fungsi penting komunikasi bagi manusia dalam masyarakat adalahpengamatan lingkungan. Di mana ada media, fungsi ini terbantu dengan komunikasi massa yang diharapkanmenyampaikan hasil pengamatan secara teratur dan sistematik. Dimana tidak ada media, fungsi ini dilakukan melaluikomunikasi interpersonal dan sosial. Orang saling bertanya dan bertukar informasi setiap hari untuk mendapatkangambaran mengenai perubahan yang terjadi dan keadaan terakhir (termasuk ancaman, bahaya maupun keadaanyang menguntungkan) yang berkembang di sekitarnya, agar mereka dapat menyesuaikan kehidupannya, sebaikmungkin (M. Alwi Dahlan, 1987: 2-3).Oleh karena itu informasi yang diperoleh melalui berbagai media massa memegang peranan sangat penting dalammembentuk sikap mental masyarakat agar dapat berperan secara aktif dalam pelaksanaan pembangunan umumnyadan terhadap kesadaran untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan khususnya. Namun dalam pemberian informasikepada masyarakat ada masalah-masalah yang harus dihadapi;1. Pemastian penerimaan informasi.
  5. 5. 2. Informasi lintas batas (trans frontier).3. Informasi tepat waktu (timely information).4. Informasi lengkap (comprehensive information).5. Informasi yang dapat dipahami (comprehensible information)(Koesnadi, 1988: 141-144).Adanya permasalahan ini menuntut bahwa informasi yang dibutuhkan, diharapkan akan memberikan manfaat dantambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kedudukan masyarakat amat penting karena keefektifannya bertindakselaku pengawas terhadap setiap adanya permasalahan lingkungan sehingga diharapkan dengan secepatnya kondisitersebut diantisipasi dan dikembalikan ke keadaan semula.Dengan makin berkembangnya teknologi komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunandan kelestarian lingkungan, sebenarnya masalah kecepatan, daya jangkau, ketepatan, volume maupun jenisinformasi yang dapat diberikan kepada masyarakat sudah tidak lagi menjadi permasalahan. Dalam kenyataannyamasyarakat masih banyak yang belum memahami apa yang seharusnya diketahui mengenai lingkungan sekitarnyaterutama terhadap kegiatan-kegiatan yang memungkinkan timbulnya masalah lingkungan. Seiring dengantumbuhnya kesadaran masyarakat, akhir-akhir ini masalah lingkungan banyak menarik perhatian terutama darimedia massa yang meliput secara langsung atau berdasarkan laporan dari masyarakat yang terkena dampak masalahlingkungan.Dari ketentuan Undang-undang No. 4 Tahun 1982 Pasal 9 tentang Lingkungan Hidup yang berbunyi;“Pemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat akan tanggung jawab dalampengelolaan lingkungan hidup melalui penyuluhan, bimbingan, pendidikan, dan penelitian tentang lingkunganhidup”.serta penjelasannya;“Pendidikan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat dilaksanakan baik melalui jalurpendidikan formal mulai dari taman kanak-kanak atau sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi maupunmelalui jalur pendidikan nonformal”penyebarluasan informasi lingkungan dapat dilaksanakan melalui penyuluhan, bimbingan, pendidikan secara formalmaupun non formal. Dengan makin berkembangnya kesadaran dan kehidupan masyarakat dalam mengelolalingkungan hidup maka dikeluarkanlah peraturan perundangan lingkungan hidup yang baru yaitu Undang-undangNo. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan penyempurnaan dari Undang-undangNo. 4 Tahun 1982. Selanjutnya Undang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup inidisebut UUPLH.Dalam Pasal 10 huruf b UUPLH dengan tegas disebutkan bahwa;“Dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup Pemerintah berkewajiban mewujudkan, menumbuhkan,mengembangkan dan meningkatkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaanlingkungan hidup”dalam penjelasannya;“Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan, bimbingan, serta pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatankualitas dan kuantitas sumber daya manusia”Berbagai bentuk informasi lingkungan wajib diberikan pemerintah kepada masyarakat untuk peningkatan kesadaranakan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam mengelola lingkungannya. Jika dikaitkan dengan ketentuan Pasal 7ayat (1) UUPLH yang menyebutkan;“Masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan dalam pengelolaan lingkunganhidup”maka tanggung jawab terhadap lingkungan bukan hanya terletak kepada pemerintah saja tetapi juga padamasyarakat secara keseluruhan karena baik secara langsung maupun tidak langsung masyarakat merasakan dampaknegatif dari kerusakan lingkungan itu. Dengan dasar pemikiran itu penggunaan berbagai media massa sangatmenunjang berbagai bentuk usaha peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup.Dari dua bentuk media massa yaitu media elektronik dan media cetak, radio merupakan salah satu media elektronikyang berfungsi sebagai media penyampaian informasi dan dinilai mampu untuk menjangkau segala lapisan
  6. 6. masyarakat. Oleh karena itu rasio memegang peranan penting dalam menumbuhkan dan membina sikap mentalmasyarakat dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah lingkungan.Dari ketentuan Pasal 12 ayat (3) Undang-Undang No. 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi yang menyatakanbahwa;“Penyelenggaraan telekomunikasi untuk keperluan khusus dapat dilakukan oleh instansi pemerintah tertentu,perseorangan, atau badan hukum selain badan penyelenggaraan dan badan lain sebagai mana dimaksud dalam ayat(1) dan ayat (2)”maka secara jelas dinyatakan bahwa di samping pemerintah selaku pembina dan penyelenggara telekomunikasipihak swasta dapat juga berperan serta baik perseorangan maupun badan hukum. Ketentuan ini berimplikasi kepadamedia elektronik, televisi maupun radio, sehingga pada saat ini telah berdiri sejumlah televisi swasta dan radioswasta.Di Daerah Istimewa X terdapat media komunikasi milik pemerintah, TVRI dan RRI, dan media komunikasi swasta,yaitu radio siaran swasta FM dan AM yang dapat digunakan untuk penyampaian informasi mengenai masalahlingkungan Informasi ini dapat dikemas dalam bentuk acara khusus maupun dengan memasukkan pesan ke dalamacara tertentu.Peranan penting TVRI, RRI, dan radio swasta adalah dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan kesadaranlingkungan sehingga peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat meningkat.B. Perumusan Masalah1. Bagaimana peranan radio siaran swasta dapat meningkatkan dan memberikan bekal pengetahuan mengenailingkungan kepada masyarakat dikaitkan dengan ketentuan Pasal 10 huruf b UUPLH?2. Dari ketentuan yang telah ada yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1970 tentang Radio Siaran Non-Pemerintah, terutama mengenai fungsinya sebagai alat pendidikan dan alat penerangan, apakah ketentuan ini sudahdapat berjalan seperti yang diharapkan oleh ketentuan Pasal 10 huruf b UUPLH ?3. Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap adanya program atau acara yang bertujuan untuk meningkatkankepedulian lingkungan yang dikelola oleh radio siaran swasta?C. Tujuan Penelitian1. Tujuan Obyektifa. Untuk mengetahui peranan salah satu media komunikasi, dalam hal ini radio siaran swasta, yang digunakansebagai sarana penerangan dan pendidikan lingkungan kepada masyarakat melalui jalur nonformal.b. Dengan ketentuan yang ada, baik Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 1970 maupun Pasal 10 huruf b UUPLHdapat diketahui kondisi yang diharapkan tercipta dalam hubungan komunikasi dan informasi khususnya dalambidang lingkungan antara masyarakat dengan radio siaran swasta.c. Untuk mengetahui tanggapan yang diberikan oleh masyarakat mengenai program atau acara radio siaran swastayang berkaitan dengan lingkungan.2. Tujuan SubyektifUntuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan jenjang studi strata satu di Universitas X.D. Tinjauan PustakaHakikat komunikasi dalam arti luas adalah suatu kegiatan manusia baik secara pribadi maupun kolektif sebagaimasyarakat untuk menyebarluaskan gagasan atau pikiran, fakta ataupun data agar gagasan, fakta dan data tersebutmenjadi milik bersama.Dalam batasan ini komunikasi juga berfungsi sebagai usaha.
  7. 7. PERANAN MEDIA KOMUNIKASI (RADIO SWASTA) DALAM MENINGKATKAN TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT DI KOTAMADYA YOGYAKARTA (KM-02)BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahSepintas lalu, hubungan lingkungan hidup dengan komunikasi mungkin tidak nampak. Namun kalau dipikirkan secaralebih mendalam, lingkungan hidup sebenarnya merupakan konsep yang sangat relevan bagi komunikasi ditinjau dariberbagai segi.Pertama, dipandang dari segi luas, komunikasi hanya berarti dalam konteks lingkungan hidup. Pada intinya.komunikasi adalah proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya Tanpa komunikasimanusia jadi terpisah dari lingkungan. Namun tanpa lingkungan komunikasi menjadi kegiatan yang tidak relevan.Dengan kata lain, manusia berkomunikasi karena perlu mengadakan hubungan dengan lingkungannya, meskipuncaranya berbeda tergantung lingkungan yang dihadapi, umpamanya dengan lingkungan sosial tertentu.Kedua, secara langsung atau tidak sebagian besar komunikasi manusia sebenarnya menyangkut atau bertitik tolakpada informasi tentang lingkungannya. Baik mengenai benda fisik dan komponen lingkungan itu, prinsipnya yangmengatur hubungan antara komponen tersebut, proses dan cara kerjanya, ataupun gagasan dan keinginan yang adadalam otak manusia mengenai bagaimana seharusnya lingkungan itu. Ini bukanlah hal baru. Pengetahuan dankonsep yang ada pada seseorang dibentuk pertama kali oleh lingkungannya, atau berdasar kepada hal-hal yangdiamati dari lingkungan. Andaikata ia kemudian belajar tentang hal-hal mengenai lingkungan yang lain, informasi itupun akan selalu mengacu atau dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Itulah sebabnya maka komunikasibiasanya lebih lancar dan lebih efektif jika menyangkut atau berkaitan dengan lingkungan yang telah dikenalnya.Dapat dikatakan komunikasi akan makin berarti bagi seseorang jikalau informasi yang disampaikan makin terkaitdengan lingkungan orang itu.Berkaitan erat dengan ini adalah relevansi lingkungan yang ketiga, yaitu dari segi fungsi komunikasi. Seperti yangdikemukakan banyak pakar, bahwa salah satu fungsi penting komunikasi bagi manusia dalam masyarakat adalahpengamatan lingkungan. Di mana ada media, fungsi ini terbantu dengan komunikasi massa yang diharapkanmenyampaikan hasil pengamatan secara teratur dan sistematik. Dimana tidak ada media, fungsi ini dilakukan melaluikomunikasi interpersonal dan sosial. Orang saling bertanya dan bertukar informasi setiap hari untuk mendapatkangambaran mengenai perubahan yang terjadi dan keadaan terakhir (termasuk ancaman, bahaya maupun keadaanyang menguntungkan) yang berkembang di sekitaraya, agar mereka dapat menyesuaikan kehidupannya, sebaikmungkin (M. Alwi Dahlan, 1987: 2-3).Oleh karena itu informasi yang diperoleh melalui berbagai media massa memegang peranan sangat penting dalammembentuk sikap mental masyarakat agar dapat berperan secara aktif dalam pelaksanaan pembangunan umumnyadan terhadap kesadaran untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan khususnya. Namun dalam pemberian informasikepada masyarakat ada masalah-masalah yang harus dihadapi;1. Pemastian penerimaan informasi.2. Informasi lintas batas (transfrontier).3. Informasi tepat waktu (timely information).4. Informasi lengkap (comprehensive information).5. Informasi yang dapat dipahami (comprehensible information)(Koesnadi, 1988: 141-144).Adanya permasalahan ini menuntut bahwa informasi yang dibutuhkan, diharapkan akan memberikan manfaat dantambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kedudukan masyarakat amat penting karena keefektifannya bertindakselaku pengawas terhadap setiap adanya permasalahan lingkungan sehingga diharapkan dengan secepatnya kondisitersebut diantisipasi dan dikembalikan ke keadaan semula.Dengan makin berkembangnya teknologi komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan
  8. 8. dan kelestarian lingkungan, sebenarnya masalah kecepatan, daya jangkau, ketepatan, volume maupun jenisinformasi yang dapat diberikan kepada masyarakat sudah tidak lagi menjadi permasalahan. Dalam kenyataannyamasyarakat masih banyak yang belum memahami apa yang seharusnya diketahui mengenai lingkungan sekitarnyaterutama terhadap kegiatan-kegiatan yang memungkinkan timbulnya masalah lingkungan. Seiring dengantumbuhnya kesadaran masyarakat, akhir-akhir ini masalah lingkungan banyak menarik perhatian terutama darimedia massa yang meliput secara langsung atau berdasarkan laporan dari masyarakat yang terkena dampak masalahlingkungan.Dari ketentuan Undang Undang No. 4 Tahun 1982 Pasal 9 tentang Lingkungan Hidup yang berbunyi;"Pemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat akan tanggung jawab dalampengelolaan lingkungan hidup melalui penyuluhan, bimbingan, pendidikan, dan penelitian tentang lingkunganhidup".serta penjelasannya;"Pendidikan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat dilaksanakan baik melalui jalurpendidikan formal mulai dari taman kanak-kanak atau sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi maupunmelalui jalur pendidikan nonformal"penyebarluasan informasi lingkungan dapat dilaksanakan melalui penyuluhan, bimbingan, pendidikan secara formalmaupun non formal. Dengan makin berkembangnya kesadaran dan kehidupan masyarakat dalam mengelolalingkungan hidup maka dikeluarkanlah peraturan perundangan lingkungan hidup yang baru yaitu Undang UndangNo. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang merupakan penyempurnaan dari Undang UndangNo. 4 Tahun 1982. Selanjutnya Undang Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup inidisebut UUPLH.Dalam Pasal 10 huruf b UUPLH dengan tegas disebutkan bahwa;“Dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup Pemerintah berkewajiban mewujudkan, menumbuhkan,mengembangkan dan meningkatkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaanlingkungan hidup”dalam penjelasannya;“Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan, bimbingan, serta pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatankualitas dan kuantitas sumber daya manusia”Berbagai bentuk informasi lingkungan wajib diberikan pemerintah kepada masyarakat untuk peningkatan kesadaranakan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam mengelola lingkungannya. Jika dikaitkan dengan ketentuan Pasal 7ayat (1) UUPLH yang menyebutkan;“Masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan dalam pengelolaan lingkunganhidup”maka tanggung jawab terhadap lingkungan bukan hanya terletak kepada pemerintah saja tetapi juga padamasyarakat secara keseluruhan karena baik secara langsung maupun tidak langsung masyarakat merasakan dampaknegatif dari kerusakan lingkungan itu. Dengan dasar pemikiran itu penggunaan berbagai media massa sangatmenunjang berbagai bentuk usaha peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup.Dari dua bentuk media massa yaitu media elektronik dan media cetak, radio merupakan salah satu media elektronikyang berfungsi sebagai media penyampaian informasi dan dinilai mampu untuk menjangkau segala lapisanmasyarakat. Oleh karena itu rasio memegang peranan pentin dalam menumbuhkan dan membina sikap mentalmasyarakat dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah lingkungan.Dari ketentuan Pasal 12 ayat (3) Undang-Undang No. 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi yang menyatakanbahwa;
  9. 9. "Penyelenggaraan telekomunikasi untuk keperluan khusus dapat dilakukan oleh instansi pemerintah tertentu,perseorangan, atau badan hukum selain badan penyelenggaraan dan badan lain sebagai mana dimaksud dalam ayat(1) dan ayat (2)"maka secara jelas dinyatakan bahwa di samping pemerintah selaku pembina dan penyelenggara telekomunikasipihak swasta dapat juga berperan serta baik perseorangan maupun badan hukum. Ketentuan ini berimplikasi kepadamedia elektronik, televisi maupun radio, sehingga pada saat ini telah berdiri sejumlah televisi swasta dan radioswasta.Di Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat media komunikasi milik pemerintah, TVRI dan RRI, dan media komunikasiswasta, yaitu radio siaran swasta FM dan AM yang dapat digunakan untuk penyampaian informasi mengenaimasalah lingkungan Informasi ini dapat dikemas dalam bentuk acara khusus maupun dengan memasukkan pesan kedalam acara tertentu.Peranan penting TVRI, RRI, dan radio swasta adalah dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan kesadaranlingkungan sehingga peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat meningkat.B. Perumusan Masalah1. Bagaimana peranan radio siaran swasta dapat meningkatkan dan memberikanbekal pengetahuan mengenai lingkungan kepada masyarakat dikaitkan denganketentuan Pasal 10 huruf b UUPLH?2. Dari ketentuan yang telah ada yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun1970 tentang Radio Siaran Non-Pemerintah, berutama mengenai fungsinya sebagai alat pendidikan dan alatpenerangan, apakah ketentuan ini sudah dapat berjalan seperti yang diharapkan oleh ketentuan Pasal 10 huruf bUUPLH ?3. Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap adanya program atau acara yang bertujuan untuk meningkatkankepedulian lingkungan yang dikelola oleh radio siaran swasta?

×