Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sindromatologi demam

2,711 views

Published on

Sindromatologi demam

  • Be the first to comment

Sindromatologi demam

  1. 1. SINDROMATOLOGI DEMAM Salomo M. Messakh 0908012866 Pembimbing dr. Heri Sutrisno, Sp.PD
  2. 2. Pendahuluan • Pengaturan suhu dikendalikan oleh keseimbangan antara pembentukan panas dan kehilangan panas. • Bila laju pembentukan panas di dalam tubuh > laju hilangnya panas maka panas panas akan timbul di dalam tubuh dan suhu tubuh akan meningkat. • Sebaliknya, bila kehilangan panas lebih besar maka panas tubuh dan suhu tubuh akan menurun
  3. 3. demam • Demam berarti suhu tubuh diatas batas normal yang dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri maupun oleh bahan- bahan toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu • Demam pada umumnya diartikan sebagai suhu tubuh diatas 37,2°C diukur per aksila Tempat Pengukuran Jenis Termometer Rentang suhu tubuh normal (°C) Demam (°C) Aksila Air raksa, eletronik 34,7-37,2 37,3 sublingual Air raksa, elektronik 35,5-37,5 37,6 Rektal Air raksa, elektronik 36,6-37,9 38 Telinga Emisi infra merah 35,7-37,5 37,6
  4. 4. Demam cont.. • Demam terjadi karena pelepasan pirogen dari dalam leukosit yang sebelumnya telah terangsang oleh pirogen eksogen yang dapat berasal dari mikroorganisme • Keadaan demam sejak zaman Hippocrates sudah dianggap sebagai pertanda penyakit
  5. 5. Etiologi demam • Infeksi • Toksemia • Keganasan • Obat-obatan • Gangguan pada pusat regulasi suhu sentral
  6. 6. Patomekanisme demam
  7. 7. • Produk mikroba, toksin mikroba, M.O itu sendiri • Endotoksin bakteri gram negatif • Enterotoksin bakteri gram positif (stafilokokkus aureus, streptokokkus grup A & B) EKSOGEN • Sitokin pirogenik •IL-1α, 1β, IL 6, IL-8, IL-11, INF-α, INF- γ, TNF-α, TNF-β • Proses inflamasi, trauma, nekrosis jar, kompleks Ag-Ab  produksi IL-1, TNF-α, dan/atau IL-6 ENDOGEN
  8. 8. Klasifikasi demam • Demam akut Demam dalam waktu singkat, jarang melebihi dua minggu sebelum diagnosis dibuat. Influenza, demam reumatik, malaria, demam berdarah, tonsillitis, pneumoni, hepatitis,dll.
  9. 9. Klasifikasi demam… • Demam kronis Demam intermitten atau kontinyu selama lebih dari dua minggu tanpa banyak indikasi yang menunjukan etiologinya Tuberkulosis, SLE, Infeksi ginjal, neoplasia, dll
  10. 10. tipe demam • Demam remiten Suhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak mencapai suhu normal. Contoh : infeksi saluran napas atas, otitis media, tonsillitis, faringitis dan stomatitis
  11. 11. Tipe demam… • Demam intermitten Suhu badan turun ke tingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu hari. Contoh : malaria falciparum, limfoma dan endokarditis
  12. 12. Tipe demam… • Demam kontinyu Variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih dari 1 derajat. Contoh : malaria falciparum malignan
  13. 13. Tipe demam… • Demam siklik Kenaikan suhu badan terjadi selama beberapa hari diikuti periode bebas demam beberapa hari lalu kenaikan suhu seperti semula. Contoh : pola demam pada malaria vivax dan ovale
  14. 14. Tipe demam… • Demam septik Suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tingkat tinggi pada malam hari.Sering disertai keluhan menggigil dan berkeringat.Bila demam yang tinggi timbul kembali turun ke tingkat yang normal dinamakan juga demam Hektik. Contoh : penyakit Kawasaki dan infeksi pyogenik
  15. 15. Demam belum terdiagnosis (fever of unknown origin) • Keadaan dimana pasien mengalami demam terus menerus selama 3 minggu tetapi belum diketahui penyebabnya walaupun telah diteliti secara intensif selama satu minggu menggunakan sarana laboratorium dan penunjang medis lainnya. • FUO klasik : penderita telah diperiksa 3 hari berturut-turut tanpa diketahui penyebab. Atau 3 minggu dengan diagnostik invasif maupun non invasif tanpa hasil.
  16. 16. • FUO nosokomial : pasien dirawat dirumah sakit tanpa infeksi, kemudian menderita demam dan sudah diperiksa namun belum ada hasil jelas. • FUO neutropenik : memiliki neutrofil <500 ul dengan pemeriksaan intensif selama 3 hari tanpa hasil jelas • FUO HIV: penderita HIV yang menderita demam selama 4 minggu rawat jalan atau lebih dari 3 hari dirawat di RS dan dilakukan pemeriksaan tanpa hasil yang jelas.
  17. 17. Algoritma diagnosis demam
  18. 18. Algoritma diagnosis FUO
  19. 19. Penatalaksanaan pasien degan demam • sebagian demam ~ infeksi self limiting (viral >>) • prinsipnya  mengatasi penyebab primer • Pada inf bakteri; penundaan antipiretik  • evaluasi efektivitas AB • memudahkan D/ pd penyakit dgn demam yg tidak umum, seperti disosiasi suhu-nadi (tifoid, brucellosis, leptospirosis, dll)
  20. 20. Mekanisme anti piretik • Prinsip: menurunkan kadar PGE2 pd pusat termoregulasi • Penghambatan enzim siklo oksigenase (hambat asam arakhidonat  PGE2) • Tujuan : menurunkan set point demam pd hipotalamus & memfasilitasi heat loss
  21. 21. Daftar Pustaka 1. Guyton C.A., Hall E.J. 1996. Guyton Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit Edisi Revisi. Jakarta. EGC. 2. Nelwan, R.H.H. 2009. Demam: Tipe dan Pendekatan dalam Sudoyo, Aru W. et.al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI 3. Bickley L.S, Szilagyi P.G. 2012.Bates Buku Ajar Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. Edisi VIII. Jakarta : EGC. 4. Fauci, Braundwald, Kasper, Hauser, Longo, Jameson, et al. 2005. Harrison’s Principles of Internal Medicine. Edisi 16. USA: The McGraw-Hill Companies. 5. David M, Charles S. 1993. Bedside Diagnosis. Edisi ketigabelas. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. 6. Suhendro, Nainggolan L, Khie Chen, Pohan, HT. 2009. Demam Berdarah Dengue dalam Sudoyo, Aru W. et.al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 7. Nelwan R.H.H. 2007. Influenza dan Pencegahannya dalam Sudoyo, Aru W. et.al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 8. Harijanto, Paul N. 2009. Malaria dalam Sudoyo, Aru W. et.al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 9. Widodo, Djoko. 2009. Demam Tifoid dalam Sudoyo, Aru W. et.al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 10. Sudjana, Primal. Demam Kuning dalam Sudoyo, Aru W. et.al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 11. Zein, Umar. 2009. Leptospirosis dalam Sudoyo, Aru W. et.al Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 12. Amin Z, Bahar A. 2009. Tuberkulosis Paru dalam Sudoyo, Aru W. et.al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
  22. 22. Terima Kasih

×