Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Es Dawet

1,883 views

Published on

Jika ada salah maafkan kesalahan kami.

Presentation by:
Faza B.
Jihan D.S.
Medina A.W.
Ratna P.
Syarifah A.
Thiara D.P.

From smanisda XII IA 4

Gunakan dengan bijak jika mendownload~ :v

Published in: Food
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Es Dawet

  1. 1. DAWET Faza B., Jihan D.S., Medina A.W., Ratna P., Syarifah A., Thiara D.P.
  2. 2. Minuman dingin dengan campuran santan kelapa, air, dan gula jawa sebagai kuahnya, serta buliran kecil tepung beras atau tepung hongkue yang dicetak dan diberi warna sebagai isian dalam minuman.
  3. 3. FILOSOFI DAWET
  4. 4. TRADISI DODOL DAWET
  5. 5. Dalam pernikahan adat solo, ada tradisi Dodol Dawet dimana saat orangtua sang pengantin wanita berjualan dawet kepada para tamu undangan. Tahukah anda makna di balik tradisi tersebut ? Bentuk dawet yang bulat pun memiliki makna dan filosofi tersendiri. Bulatnya dawet merupakan perlambang kebulatan hati dan kesiapan orangtua untuk menjodohkan anaknya. Sisi menarik dalam prosesi Dodol Dawet adalah para undangan yang membeli dawet harus menggunakan kereweng atau pecahan genting, bukan uang. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia sejatinya dimulai dan ‘dinafkahi’ dari bumi. Kemudian, yang bertugas melayani pembeli adalah sang ibu, dan yang menerima pembayaran adalah sang bapak. Ini sekaligus untuk mengajarkan pada sang anak bahwa dalam kehidupan berumah tangga dengan suami haruslah saling membantu seperti yang disadur dari dharmahusada-dekorasi.blogspot.com
  6. 6. NAMA DAN PIKULAN
  7. 7. Mengapa dinamakan dawet ayu? Konon kata ‘Ayu’ sendiri beasal dari centong dawet yang memiliki ukiran Srikandi. Srikandi sendiri merupakan dewi yang terkenal cantiknya sejagad pewayangan Identitas ‘Ayu’ memang sudah melekat khas pada dawet Banjarnegara. Tapi, ada satu lagi yang tak kalah khasnya. Yakni: patung Semar dan Gareng yang tertancap pada kedua sisi pikulan dawetnya. Simbolisasi Semar dan Gareng dipilih karena padanan kata dua figur punakawan itu mencipta kata “mareng”.Mareng dalam Bahasa Jawa artinya musim panas atau kemarau. Saat cuaca panas, dawet ayu adalah ‘oase’ penyegar yang sempurna untuk memberantas dahaga. Mengutip penelitian Ika Kusuma dari Universitas Negeri Semarang (2009) ”Makna Simbol Semar dan Gareng pada Dawet Ayu Banjarnegara”, jenis kayu untuk ukiran wayang Semar dan Gareng pun ditentukan secara khusus dari jenis kayu kanthil. Ini diyakini memiliki unsur magis untuk daya pelarisan. Kanthil dalam bahasa Jawa artinya ”terenggut tertarik”. Pohon kanthil memang menghasilkan bunga kanthil yang wangi, dan lazim digunakan untuk upacara sesaji.
  8. 8. SEJARAH DAWET
  9. 9. Nama Dawet Ayu Banjarnegara bermula ketika adanya grup lawak yang dahulu sangat terkenal di wilayah eks karesidenan Banyumas yang sempat manggung di Banjarnegara. Setelah selesai manggung kemudian grup tersebut mecicipi dawet yang terletak di Jalan Dipayuda. Karena terkesan dengan rasa dawetnya yang enak dan segar, serta penjualnya (alm Bu Niam) yang ayu sehingga menginspirasi terciptanya lagu gaya Banyumasan yang berjudul Dawet Ayu Banjarnegara. Grup lawak dan lagu itulah yang salah satunya ikut andil dalam mempopulerkan dawet ayu hingga ke berbagai daerah. Perlu diperhatikan dan diingat, salah satu ciri khas penjual dawet ayu Banjarnegara adalah adanya dua buah tokoh wayang pada gerobaknya. Tokoh wayang itu adalah Semar dan Gareng. Ada yang meyebutkan bahwa itu adalah simbolisme dari gabungan kata keduanya yaitu MARENG yang dalam bahasa setempat berarti kemarau. Mar dari seMAR dan reng dari GaRENG. Jadi maksudnya, jika musim kemarau tiba cuaca pasti dan selalu merasa haus, maka minuman yang paling tepat untuk dinikmati adalah dawet ayu atau bisa juga itu adalah simbolisasi dari penjual yang menginginkan cuaca dalam kondisi kemarau sehingga dawetnya bisa laris. Dawet Ayu Bukan hanya terkenal diBanjarnegara tapi didaerah sekitar seperti Cilacap, Kebumen, Wonosobo, Purbalingga, Purwokerto, Banyumas bahkan di kota besar Semarang, Jakarta, Surabaya.
  10. 10. ES DAWET
  11. 11. Alat dan Bahan Es Dawet Alat : 1 Cetakan es dawet 1 Panci 2 Mangkuk Bahan : 1 Bungkus Tepung Beras 2 lembar daun pandan dan daun suji ½ sdt garam Gula merah Es batu Air Santan Gula pasir
  12. 12. Cara Pembuatan 1. Campur tepung beras dan garam dengan air daun pandan dan daun suji sebagai pewarna. Aduk hingga menyampur. 2. Masak campuran tepung diatas panci sambil diaduk sampai adonan menggumpal. 3. Setelah adonan menggumpal, siapkan air dingin dan es batu dalam mangkuk. 4. Cetak adonan dengan saringan dawet dan tekan-tekan agar berbentuk. Diamkan selama 15-20 menit. 5. Rebus gula merah dengan gula pasir dan beri sedikit air. Aduk sampai gula larut. Angkat dan saring. Sisihkan 6. Rebus santan, garam dan daun pandan dengan api kecil sambil terus diaduk sampai mendidih. Angkat dan dinginkan. 7. Tuang sirup gula merah , santan, dan dawet di dalam gelas. Dan jangan lupa tambahkan es batu.
  13. 13. • Kelebihan : - Mengatasi perut kembung - Mengontrol tekanan darah - Meningkatkan Nafsu makan - Mendinginkan tubuh • Kekurangan: - Banyak penjual curangmemakai pewarna tekstil untuk dawet agar warna hijaunya terlihat segar dan menarik.
  14. 14. Terima Kasih

×