Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Kelompok6
1. Anisa DinarYulianti (07)
2. Devian FadhilNugroho (12)
3. Fatihah Rahmadayana (16)
4. Isna Zakiyana (21)
Membangkitkan Kesadaran Warga
Negara Untuk Bela Negara
PENGERTIAN BELA NEGARA
Bela Negara adalah perilaku warga Negara dal...
. . . Pembelaan negara diatur dalam pasal 27 ayat3 UUD
1945 : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta
dalam upaya ...
Ancaman,
Tantangan,
Hambatan dan
Gangguan
dalam Bela
Negara
Ancaman adalah usaha yang bersifat mengubah
/ merombak kebijaksaan yang dilakukan secara
konsepsional melalui tindak krimi...
Contoh Ancaman Fisik
Dari luar negeri :
1) Agresi
Serangan bersenjata dari negara lain
terhadap negara RI.
2) Spionase
Mat...
Contoh Ancaman Nonfisik
• Penyebaran penduduk
tidak merata
• Sumber daya manusia
yang rendah
• Terbatasnya lapangan
pekerj...
UU Bela Negara
1. Pembukaan UUD 1945
Alinea pertama UUD 1945 tersirat makna
bahwa setiap warga negara memiliki hak serta
k...
2. BATANG TUBUH UUD 1945
Pasal 27 ayat3 UUD 1945 : setiap
warga negara berhak dan wajib ikut
serta dalam upaya pembelaan
...
3. KETETAPAN MPR Yang
Berhubungan Dengan Bela Negara
 Tap nomor VI/MPR/2000 tentang
pemisahan TNI dan Polri
 Tap nomor V...
4.UNDANG-UNDANG Usaha Bela
Negara Dan Pertahanan Keamanan
 UU no 3 th 2002 tentang
pertahanan negara
 UU no 27 th 1997 t...
• Dalam UU no 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara pasal 9
ayat 2, ditegaskan berbagai bentuk usaha pembelaan negara
a. ...
b. Pelatihan Dasar Kemiliteran
Unsur mahasiswa tersusun dalam organisasi
Resimen Mahasiswa (Menwa). Sedangkan dalam
sekola...
d. Pengabdian sesuai keahlian/profesi masing-
masing
Upaya bela negara tanpa cara militer, missal
sebagai atlet nasional b...
Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan
dengan cara lain seperti :
1. Mengikuti kegiatan ekst...
5. Pelatihan Dasar Militer
Pelatihan militer adalah usaha untuk membantu TNI dan Polri dalam menjaga
keamanan dan ketertib...
N
O
BIDANG SIKAP DAN PERBUATAN LANGKAH PENYELESAIAN
1 Hukum • Melanggar peraturan lalu lintas
• Melakukan KKN (Korupsi, Ko...
Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan PPKN Kelas X
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

11

Share

Download to read offline

Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan PPKN Kelas X

Download to read offline

Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan
PPKN Kelas X Semester 2

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan PPKN Kelas X

  1. 1. Kelompok6 1. Anisa DinarYulianti (07) 2. Devian FadhilNugroho (12) 3. Fatihah Rahmadayana (16) 4. Isna Zakiyana (21)
  2. 2. Membangkitkan Kesadaran Warga Negara Untuk Bela Negara PENGERTIAN BELA NEGARA Bela Negara adalah perilaku warga Negara dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara demi kelangsungan hidup dan kejayaan bangsa dan negaranya. Bela negara bisa berupa usaha mempertahankan, dan menghalau segala bentuk ancaman dan hambatan yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Selain sebagai kewajiban dasar, upaya bela negara merupakan kehormatan bagi warga negara. . . . . .
  3. 3. . . . Pembelaan negara diatur dalam pasal 27 ayat3 UUD 1945 : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 : tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
  4. 4. Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan dalam Bela Negara
  5. 5. Ancaman adalah usaha yang bersifat mengubah / merombak kebijaksaan yang dilakukan secara konsepsional melalui tindak kriminal dan politis. Ancaman dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : a. Ancaman fisik Ancaman fisik adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang dapat membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dan negara. b. Ancaman nonfisik(nonmiliter) Ancaman nonfisik adalah ancaman yang tidak menggunakan senjata, tetapi jika dibiarkan akan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa.
  6. 6. Contoh Ancaman Fisik Dari luar negeri : 1) Agresi Serangan bersenjata dari negara lain terhadap negara RI. 2) Spionase Mata-mata dari negara lain yang berusaha mengetahui rahasia militer negara RI. 3) Sabotase Merusak jaringan militer atau objek penting nasional yang membahayakan negara RI. 4) Aksi terror dan jaringan internasional. 5) Pelanggaran wilayah oleh negara lain. Dari dalam negeri : 1) Pemberontakan bersenjata. 2) Konflik horizontal / perang saudara antar kelompok masyarakat. 3) Aksi terror dari dalam negeri. 4) Gerakan separatis Upaya pemisahan diri untuk mendirilkan negara baru. 5) Aksi kekerasan yang berbau SARA. 6) Perusakan lingkungan.
  7. 7. Contoh Ancaman Nonfisik • Penyebaran penduduk tidak merata • Sumber daya manusia yang rendah • Terbatasnya lapangan pekerjaan • Penyalahgunaan teknologi / ‘cyber crime’ • Bencana alam, seperti gempa bumi dan gunung meletus • Permasalahan politik yang rawan dengan konflik sosial • Perang ideologi • Arus globalisasi, dll.
  8. 8. UU Bela Negara 1. Pembukaan UUD 1945 Alinea pertama UUD 1945 tersirat makna bahwa setiap warga negara memiliki hak serta kewajiban untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa dan negara. Dan alinea keempat UUD 1945 mengandung makna bahwa seluruh bangsa dan tanah air Indonesia, termasuk sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya harus dilindungi dan dipertahankan dari segala ancaman dan hambatan.
  9. 9. 2. BATANG TUBUH UUD 1945 Pasal 27 ayat3 UUD 1945 : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 : tiap- tiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. UU BELA NEGARA
  10. 10. 3. KETETAPAN MPR Yang Berhubungan Dengan Bela Negara  Tap nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan Polri  Tap nomor VII/MPR/2000 tentang peran TNI dan Polri Dalam Tap nomor VI/MPR/2000 dan Tap nomor VII/MPR/2000, secara garis beras peran TNI dititikberatkan pada usaha pertahanan negara dan peran Polri dititikberatkan pada upaya pertahanan negara . UU BELA NEGARA
  11. 11. 4.UNDANG-UNDANG Usaha Bela Negara Dan Pertahanan Keamanan  UU no 3 th 2002 tentang pertahanan negara  UU no 27 th 1997 tentang mobilisasi dan demobilisasi UU BELA NEGARA
  12. 12. • Dalam UU no 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara pasal 9 ayat 2, ditegaskan berbagai bentuk usaha pembelaan negara a. Pendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan Pasal 7 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, dijelaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pelajaran wajib yang diajarkan di tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tingkat pendidikan tinggi. Pendidikan Kewarganegaraan dapat memupuk jiwa patriotik, rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, kesetiakawanan sosial, kesadaran akan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, dan sikap menghargai jasa para pahlawan.
  13. 13. b. Pelatihan Dasar Kemiliteran Unsur mahasiswa tersusun dalam organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa). Sedangkan dalam sekolah menengah yang menerapkan dasar-dasar kemiliteran, seperti Pramuka, Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Palang Merah Remaja (PMR), dan sebagainya. c. Pengabdian sebagai Tentara Nasional Indonesia Dalam UUD Negara RI tahun 1945 Pasal 30 Ayat 2 disebutkan bahwa TNI dan Polri merupakan unsur utama dalam usaha pertahanan dan keamanan. Setiap warga negara berhak untuk mengabdi sebagai prajurit TNI dan Polri melalui syarat-syarat tertentu.
  14. 14. d. Pengabdian sesuai keahlian/profesi masing- masing Upaya bela negara tanpa cara militer, missal sebagai atlet nasional bisa mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali emas dalam bidang olahraga. Pengabdian sesuai profesi adalah pengabdian warga negara untuk kepentingan pertahanan negara.
  15. 15. Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan dengan cara lain seperti : 1. Mengikuti kegiatan ekstraklurikuler seperti Paskibra, PMR dan Pramuka. 2. Mengikuti Pendidikan Kewarganegaraan 3. Sebagai pelajar, belajar tentang kewarganegaraan akan mempersiapkan kita untuk mempertahankan NKRI. Karena di dalam Pendidikan Kewarganegaraan, fokusnya pada pembentukan diri yang berarti dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkualitas seperti yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Dalam pendidikan Kewarganegaraan, siswa disiapkan untuk berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif serta menanggapi isu kewarganegaraan, bertindak secara bertanggung jawab dalam setiap kegiatan bermasyarakat, berkembang secara positif untuk membentuk kualitas masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa lain, dan berinteraksi dengan bangsa lain di dunia, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. 4. Ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar (seperti siskamling).
  16. 16. 5. Pelatihan Dasar Militer Pelatihan militer adalah usaha untuk membantu TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara. Meskipun penjaga keamanan dan ketertiban merupakan tugas utama TNI dan Polri. Tetapi tugas menjaga keamanan dan ketertiban adalah tugas semua warga negara. 6. Mengabdikan Diri sebagai Prajurit TNI dan Polri 7. Sistem pertahanan negara kita adalah pertahanan dan keamanan rakyat semesta, yaitu TNI dan Polri sebagai komponen utama dan rakyat sebagai komponen pendukung. Hal itu sesuai dengan UUD 1945 pasal 30 ayat 1-5. Di dalam UUD tersebut, dikatakan bahwa TNI sebagai alat pertahanan negara memilki tugas mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, melindungi kehormatan dan keselamatan negara, melakukan operasi militer selain perang, dan ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional. Sedangkan tugas Polri adalah sebagai alat negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dan menegakkan hukum. 8. Ikut serta membantu korban bencana di dalam negera.
  17. 17. N O BIDANG SIKAP DAN PERBUATAN LANGKAH PENYELESAIAN 1 Hukum • Melanggar peraturan lalu lintas • Melakukan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) • Melakukan tindak kriminal Meningkatkan kinerja para aparat penegak hukum 2 Ekonomi - Mengurangi timbangan saat berdagang - Terlalu banyak melakukan impor - Mengoplos beras Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kejujuran saat berdagang 3 Pendidikan - Berbuat curang saat ulangan - Melanggar tata tertib sekolah Meningkatkan kedisiplinan 4 Sosial Budaya - Terlalu berkiblat pada budaya barat - Lebih menyukai produk impor daripada produk dalam negeri - Mengurangi kegiatan impor, lebih meningkatkan kegiatan ekspor - Meningkatkan produksi barang 5 Pertahanan Keamanan - Melakukan terorisme - Melakukan gerakan separatisme - Kurang memperhatikan daerah perbatasan Meningkatkan kinerja TNI, Porli dan aparat pertahanan negara lainnya
  • sulaemansasaq

    Aug. 28, 2017
  • leonyr

    May. 17, 2016
  • AmelaNtsyaf

    Apr. 26, 2016
  • rolandorahayaan

    Mar. 20, 2016
  • IgedePratama

    Mar. 13, 2016
  • dhinendrabarker

    Jan. 22, 2016
  • dewwwi

    Jan. 17, 2016
  • mujianto123

    Jan. 17, 2016
  • rynaldojoshua

    Dec. 14, 2015
  • ervangovinda

    Oct. 4, 2015
  • dausace

    May. 8, 2015

Merajut Kebersamaan dalam Kebhinekaan PPKN Kelas X Semester 2

Views

Total views

14,606

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

6

Actions

Downloads

512

Shares

0

Comments

0

Likes

11

×