Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
TEORI BELAJAR PAVLOVTugas Mata Kuliah Psikologi Belajar MatematikaDosen Pengampu : Dr. Ibrahim, M. Pd.Disusun oleh :1. Can...
BAB IPENDAHULUANTeori belajar Pavlov seirng dikenal dengan Classical Conditionng. Beliauadalah seorang ahli psikologi dari...
BAB IIPEMBAHASANA. Biografi Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936)Tokoh Classical Conditioning dan bapak teori belajar modern I...
respons atas munculnya makanan. Dia kemudian mengeksplorasifenomena ini dan kemudian mengembangkan suatu studi perilaku(be...
Pada tahun – tahun terakhir abad 19 dan abad 20 , Pavlov dankawan kawan mempelajari proses pencernaan dalam anjing. Selama...
respon terhadap perangsang makanan (berupa serbuk daging) yangdisodorkan ke mulutnya. Eksperimen Pavlov diulang beberapa k...
2. Dalam usahanya memahami fungsi otak, Pavlov mengulangieksperimen seperti diatas dengan variasi. Adapun langkaheksperime...
2. Eksperimen lain dari Pavlov bertujuan mengetahui kemampuanbinatang dalam membedakan bermacam-macam perangsang agarmenol...
pengkondisian jika stimu;us yang dikondisiskan (CS) dilakukan sebelumstimulus yang tidak dikondisikan (US).Contohnya yaitu...
stimulus yang dikondisikan bagi keluarnya air liur cahaya jugadapat keilangan efeknya jika lampu dinyalakan beberapa kalit...
rangsangannya berbeda atau hampir sama. Contohnya padaanak kecil yang takut pada kucing galak anak itu kan takutpada setia...
mendapatkan senyuman tanpa perkataan “bagus” . Oleh karenaitu siswa akan lebih selektif mengartikan senyum guru.4. Tingkat...
Prinsip-prinsip belajar menurut Classical Conditioning sebagai berikut:1. Belajar adalah pembentukan kebiasaan dengan cara...
Menyadari latar belakang di atas, kita sebagai pendidik harusmenempatkan teori Pavlov secara tepat.Sebaiknya, kita menggun...
hewan.Manusia memiliki pikiran dan perasaan, bukan hanya instingseperti yang dimiliki binatang.Dengan akal pikiran dan per...
banyak ahli pendidikan mengadopsi hasil eksperimen paplov untukmengembangkan teori belajar. Namun demikian, apa yang diper...
Tetapi tanggapan positif dapat dibangun secara sederhana untukmengkondisikan stimulus. Jika seorang guru memuji seorang si...
1) Mendorong siswa yang pemalu untuk mengajarkaansiswa lain cara memahami materi pelajaran;2) Membuat tahap jangka pendek ...
lainnya adalah membuat kegiatan membaca menjadimenyenangkan dengan menciptakan ruang membaca yangnyaman dan enak serta men...
perlahan-lahan ke air yang lebih dalam, maka ia akan merasa lebihnyaman untuk mencoba berenang.Tidak ada hal yang paling m...
PENUTUPSebagai sebuah teori, Teori Belajar Pavlov memiliki kelebihan dansekaligus kekurangan. Kelebihan teori ini misalnya...
Atkinson, Rita L, Richard C. Atkinson dan Ernest Hilgard. 1997. Pengantar EdisiKedelapan.Jakarta : ErlanggaHergenhan, B.R....
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Teori Belajar Pavlov

17,834 views

Published on

Makalah TEORI BELAJAR PAVLOV

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Belajar Matematika
Dosen Pengampu : Dr. Ibrahim, M. Pd.

Published in: Education

Teori Belajar Pavlov

  1. 1. TEORI BELAJAR PAVLOVTugas Mata Kuliah Psikologi Belajar MatematikaDosen Pengampu : Dr. Ibrahim, M. Pd.Disusun oleh :1. Candra Pribadi (11600008)2. Lulu Tarabedita (11600010)3. Fitriani N. (11600017)4. Faridatul Lail (11600024)5. Ahmad Jarifin (11600048)6. Susilo Nugroho (11600058)PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKAFAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGIUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGAYOGYAKARTA2013
  2. 2. BAB IPENDAHULUANTeori belajar Pavlov seirng dikenal dengan Classical Conditionng. Beliauadalah seorang ahli psikologi dari Rusia. Istilah lain teori tersebut isalahPavlovianisme, yang diambil dari nama Pavlov sebagai pencetus dasar teori itu.Prosedur onditioning Pavlov disebut classic karena merupakan penemuanbersejarah dalam bidang psikologi. Secara kebetulan Conditioning refleks(psychic refleks) ditemukan oleh Pavlov pada waktu ia belajar fungsi perut danmengukur cairan yang dikeluarkan dari perut ketika anjing (sebagai binatangpercobaannya sedang makan. Ia mengamati bahwa air liur keluar tidak hanya padawaktu anjing sedang makan, tetapi juga ketika melihat makanan. Jadi melihatmakanan saja sdah cukup untuk menimbulkan air liur. Gejala ini oleh Pavlovdisebut “Psychic” refleks.Conditioning adalah suatu bentuk belajar yang memungkinkan organismememberikan respon terhadap suatu rangsang yang sebelumnya tidak menimbulkanrespon itu, atau suatu proses untuk mengintroduksi berbagai refleks menjadisebuah tingkah laku. Jadi classical conditioning sebagai pembentuk tingkah lakumelalui proses persyaratan (conditioning process). Dan Pavlov beranggapanbahwa tingkah laku organisme dapat dibentuk melalui pengaturan dan manipulasilingkungan.Untuk menunjukkan kebenaran teorinya, Pavlov mengadakan eksperimententang berfungsinya kelenjar ludah pada anjing sebagai binatang percobaannya.
  3. 3. BAB IIPEMBAHASANA. Biografi Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936)Tokoh Classical Conditioning dan bapak teori belajar modern IvanPetrovich Pavlov dilahirkan di Rayzan Rusia desa tempat ayahnya PeterDmitrievich Pavlov menjadi seorang pendeta pada 18 September tahun1849 dan meninggal di Leningrad pada tanggal 27 Februari 1936. Iadididik di sekolah gereja dan melanjutkan ke seminari teologi, ayahnyaseorang pendeta, dan awalnya Pavlov sendiri berencana menjadi pendeta.Namun, ia berubah pikiran dan memutuskan untuk menekuni fisiologis.Dia sebenarnya bukanlah sarja psikologi dan tidak mau disebut sebagaiahli psikologi, karena dia adalah sarjana ilmu faal yang fanatik. Tahun1870, ia memasuki Universitas Petersburg untuk mempelajari sejaran alamdi fakultas fisika dan matematika.Pada tahun ketiga, ia mengikuti kursus di Akademi MedicaChiraginal. Namun, ia tidak ingin menjadi dokter, melainkan seorang ahlipsikologi berkualitas. Pavlov meminta setiap orang yang bekerja dilaboratoriumnya menggunakan hanya istilah fisiologis saja. Jikaasistensinya ketahuan menggunakan bahasa psikologi –contohnyamenunjukkan kepada perasaan atau pengetahuan si anjing- maka dia akanmendenda mereka. Eksperimen Pavlov yang sangat terkenal di bidangfisiologi dimulai ketika ia memulai studi tentang pencernaan. Dalamhidupnya, Pavlov dipengaruhi oleh buku-bukunya abad 16, terutama yangditulis Pissarev. Dia sangat konsekuen terhadap pekerjaannya sehinggabanyak memperoleh tambahan pengetahuan tentang psikologi. PerjalananPavlov ke luar negeri memberi arti penting dalam mendukung dirinyamenjadi fisiolog. Keahliannya di bidang fisiologi sangat mempengaruhieksperimen-eksperimennya.Dalam eksperimennya yang menjadikan anjing sebagai bahanpenelitiannya, ia melihat bahwa anjing mengeluarkan air liur sebagai
  4. 4. respons atas munculnya makanan. Dia kemudian mengeksplorasifenomena ini dan kemudian mengembangkan suatu studi perilaku(behavioral study) yang dikondisikan, yang dikenal dengan teori ClassicalConditioning). Menurut teori ini, ketika makanan (makanan – theunconditioned / unlearned stimulus – stimulus yang tidak dikondisikanatau tidak dipelajari) dipasangkan dengan bel (bunyi bel – the conditional /learned stimulus – stimulus yang dikondisikan atau diajarkan), maka bunyibel akan menghasilkan respon yang sama, yaitu keluarnya air liur dari sianjing percobaan. Hasil karyanya ini bakan menghantarkannya menjadipemenang hadiah Nobel.Teori ini merupakan dasar bagi perkembangan aliran psikologibehaviorisme sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi penelitian mengenaiproses belajar dan pengembangan teori-teori tentang belajar. Pavlov telahmelakukan penyelidikan terhadap kelenjar ludah secara intensif sejaktahun 1902 dengan menggunakan anjing. Hanya beberapa saat sebelumtahun itu. Ketika Pavlov menginjak usia 50 tahun, dia melalui karyanyayang terkenal tentang reflek-reflek yang terkondisikan (Condition refleks).Karya tulisnya adalah Work of Digestive Glands (1902) dan Conditionedreflexes di tahun 1904 dia memperoleh hadiah Nobel di bidang physiologyor medicine untuk karyanya tersebut. Karyanya mengenai pengkondisiansangat mempengaruhi psikologi behavioristik di Amerika (The OfficialWeb Site of The Nobel Foundation, 2007).Pengaruh Pavlov kepada para ahli fisiologi tidak begitu besar,pengaruhnya yang besar justru dalam lapangan psikologi pada dewasa inipsikologi di Uni Soviet boleh dikatakan adalah seluruhnya Pavlovian.Pendapat-pendapat Pavlov dijadikan landasan bagi psikologi di UniSoviet, karena hal tersebut serasi dengan filsafat doktrin histris-materialisme.B. Eksperimen – Eksperimen Pavlov
  5. 5. Pada tahun – tahun terakhir abad 19 dan abad 20 , Pavlov dankawan kawan mempelajari proses pencernaan dalam anjing. Selamapenelitian mereka memperhatikan perubahan dalam waktu dan kecepatanpengeluaran air liur.Dalam eksperimen – eksperimen ini merekamenunjukkan, bagaimana belajar dapat mempengaruhi perilaku yangselama ini disangka refleksif dan tidak dapat dikendalikan, sepertipengeluaran air liur. Berangkat dari pengalaman – pengalamansebelumnya, Pavlov melakukan eksperimen dalam bidang psikologidengan mennngunakan anjing sebagai subyek penelitianBerikut adalah beberapa pengertian pokok yang biasanya digunkandalam teori Pavlov sebagai unsur dalam eksperimennya :1. Unconditioned Stimulus (US) = perangsang tak bersyarat; yaituperangsang yang memang secara alami, secara wajar, dapatmenimbulkan respon pada organisme.Misal : makanan yang dapat menimbulkan keluarnya air liur padaanjing.2. Conditioned Stimulus (CS) = perangsang bersyarat yaituperangsang secara alami, tidak menimbulkan respon.Misal : bunyi bel, melihat piring, mendengar langkah orang yangbiasa memberi makanan.3. Unconditined Response (UR) = respon tak bersyarat yaitu responyang ditimbulkan oleh perangsang tak bersyarat (UnconditionedStimulus = US)4. Conditioned Response (CR) = respon bersyarat yaitu responyangditimbulkan oleh perangsang tak bersyarat (ConditionedStimulus)Adapun langkah – langkah eksperimen yang dilakukan Pavlov yaitusebagai berikut :1. Anjing dioperasi kelenjar ludahnya sehingga memungkinkan untukmengukur dengan teliti air ludah yang keluar dengan pipa sebagai
  6. 6. respon terhadap perangsang makanan (berupa serbuk daging) yangdisodorkan ke mulutnya. Eksperimen Pavlov diulang beberapa kalihingga akhirnya diketahui bahwa air liur sudah keluar sebelummakanan sampai ke mulut. Artinya, air liur telah keluar saat anjingmelihat piring tempat makanan, melihat orang yang biasa memberimakanan bahkan saat mendengar langkah orang yang biasa memberimakanan.Dengan demikian, keluarnya air liur karena ada perangsangmakanan merupakan suatu yang wajar.Namun, keluarnya air liurkarena anjing melihat piring, orang atau bahkan langkah seseorangmerupakan suatu yang tidak wajar. Artinya, dalam keadaan normal,air liur anjing tidak akan keluar hanya karena melihat piringmakanan, orang yang biasa memberi makanan dan mendengarlangkah-langkah orang yang biasa memberi makanan. Piring tempatmakanan, orang dan langkah orang yang biasa memberi makananmerupakan tanda atau signal.Dalam eksperimennya, tanda atau signal selalu diikutidatangnya makanan. Berkat latihan-latihan selama eksperimen,anjing akan mengeluarkan air liurnya bila melihat atau mendengarsignal-signal yang persis sama dengan signal-signal yang digunakandalam eksperimen.Apabila dikaji secara mendalam menurut psikologi, refleksbersyarat merupakan hasil belajar atau latihan.Namun, sebagaiseorang ahli fisiologi, Pavlov tidak tertarik pada masalah tersebutkarena lebih tertarik pada masalah fungsi otak. Dengan mendapatkanrefleks bersyarat, Pavlov berkeyakinan bahwa ia telah menemukansesuatu yang baru dibidang fisiologi. Dia ingin mengetahui prosesterbentuknya refleks bersyarat melalui penyelidikan mengenai fungsiotak secara tidak langsung.
  7. 7. 2. Dalam usahanya memahami fungsi otak, Pavlov mengulangieksperimen seperti diatas dengan variasi. Adapun langkaheksperimennya adalah :a. Anjing dibiarkan lapar, Pavlov membunyikan bel dan anjingmendengarkannya. Variasi lain dilakukan dengan nyala lampudalam kamar gelap dan anjing memperhatikan lampu menyala.Setelah bel berbunyi atau lampu menyala 30 detik, makanandiberikan reflex dan terjadilah reflex pengeluaran.b. Percobaan tersebut diulang berkali-kali dengan jarak 15 menit.c. Setelah diulang 32 kali, bunyi bel atau nyala lampuDalam eksperimen diatas, ada beberapa hal yang bisaditerangkan ,yaitu :1) bunyi bel / nyala lampu merupakan conditioning stimulus(CS) dan makanan merupakan Unconditioning stimulus(US)2) keluarnya air liur kerena bunyi bel / nyala lampumerupakan conditioning reflex (CR) dan keluarnya air liuranjing karena ada makanan unconditioning reflex (UR)3) makanan yang diberikan setelah air liur disebut pengaruhyang diperkuat reflex bersyarat dan memberikan responlebih kuat dibandingkan respon bersyarat.1. Eksperimen-eksperimen selanjutnya bertujuan mengetahui apakanreflex bersyarat yang dibentuk dapat hilang atau dihilangka.Melaluli semua eksperimen, Pavlov menyimpulkan bahwa relfleksbersyarat yang dibentuk dapat hilang atau dihilangkan dengan jalan:a. reflex bersyarat yang telah dibentuk dapat hilang jikaperangsang/ sinyal yang membentuknya telah hilang.b. reflex bersyarat dapat dihilangkan dengan melakukanpersyaratan keembali (reconditioning)
  8. 8. 2. Eksperimen lain dari Pavlov bertujuan mengetahui kemampuanbinatang dalam membedakan bermacam-macam perangsang agarmenolong kemajuan studi tentang belajar.Kesimpulan dari ekaperimen-eksperimen yang dilakukan dengananjing oleh Pavlov menyatakan bahwa gerakan-gerakan reflek itu dapatdipelajari,dapat berubah karena mendapat latihan. Sehingga dengandemikian dapat dibedakan dua macam reflek, yaitu reflek wajar(unconditioned refeleks) keluar air liur ketika melihan makanan dan reflexbersyarat / reflex yang dipelajari(conditioned reflex) keluar air liur kerenamenenriama / beraksi terhadap warna sinar tertentu atau terhadap suatubunyi tertentu.C. Hukum – Hukum Teori Belajar Classical Conditioning PavlovDalam ekaperimen behavioris Pavlov, makanan merupakanstimulus yang tidak dikondidikan paradigm pengkodisian klasik(unconditioned stimulus, US). Setiap anjing ditaruh dalam ruangangelapyang diberikan lampu kecil diatasnya. Beberapa saat setelah itumakanan diletakkkan dimulut anjing untung membangkitkan reflex airliur. Eksperimen itu diulang beberapa kali yang membuat anjingmangeluarkan air liur hanya kerena lampu dinyalakan. Oleh karena ituanjing dapat dikatakan telah dikondisikan untuk merespon cahaya.Cahaya lampu itu merupakan stimulus yang dikondisikan (conditionedstimulus). Serta air liur terhadap makanan disebut reflex yang tidakdikondisikan (unconditioned reflex ) sedangkan air liur terhadap cahayadisebut reflex yang dikondisikan (conditioned reflex) inilah yang disebutpengkondisian klasik (classical conditioning).Berdasarkan eksperimen yang dilakukan Pavlov, salah satupertanyaan yang muncul adalah apakah ini merupakan cara terbai. Namunpada akhirnya Pavlov dan murid-muridnya menyimpulkan bahwa memangcara itulah cara terbaik. Kesimpulannya sangat sulit memperoleh
  9. 9. pengkondisian jika stimu;us yang dikondisiskan (CS) dilakukan sebelumstimulus yang tidak dikondisikan (US).Contohnya yaitu guru menyampaikan materi pelajran disertai soal.Setiap kali siswa dapat mengerjakan soal (CS) dengan baik dan benar gurumemberikan pujian (US) hal ini menyebabkan sisiwa merasa bangga (CR).Selanjutnya diharapkan siswa dapat terbiasa dan punya pengalamandengan bentuk-bentuk soal dapat menyelesaikan (CS) membuat siswabangga (CR).Pavlov menemukan beberapa hukum pengkondisain dari hasileksperimen diatas. Hukum hukum tersebut antara lain :1. Kepunahan atau penghapusan atau pemdaman (extinction)Penghapusan berlaku apabilarangsangan terlazim tidakdiikuti dengan rangsangan yang tidak terlazim yang membuatorganism/individu tidak akan brtindak balas. Respon akan tetapada selama rangsangan bersyarat diberikan dan dipasangkandengan rangsangan yang tak bersyarat.namun jika rangsanganbersyarat memberikan respon bersyarat menjadi berkurang dantidak terlihan kejadian itu disebut dengan pemadaman(extinction. Contoh dalam kehidupan nyata yaitu : dua oranganak kecil lak-laki dan perempuan yang terbiasa bermainbersama saat dewasa ternyata timbul perasaan cinta daripemuda ke gadis tersebut,tetapi tidak demikian dengan gadistersebut. Ketika pemuda teman kecilnya mengungkapkancintanya gadis itu menolak karena mengannggapitu hanyaperasaan sebatas teman. Namun pemudatersebut terus berjuanmembahagiakan sang gadis agar cintanya diterima. Dengansegala perhatian dan kebaikan yang dilakukan berulang-ulangoleh pemuda maka suatu saat hati sang gadis luluh danmenerima cinta pemuda tersebut.Sekali diciptakan stimulus yang dikondisikan tidak pastibekerja selamanya meskipun Pavlov membuat cahaya sebagai
  10. 10. stimulus yang dikondisikan bagi keluarnya air liur cahaya jugadapat keilangan efeknya jika lampu dinyalakan beberapa kalitanpa memberikan makanan kepada anjing. Tetesan air liursemakin berkurang sampai akhirnya tidak keluar sama sekali.Pada saat ini kepunahan terjadi.Pavlov menemukan pemulihan spontan, jika reflex yangdikondisikan tempatnya hilang. Dalam sebuah eksperimenPavlov membuat anjing mengeluarkan air liur jika melihatmakanan (CS). Kemudian CS disajikan dalam interval tigamenit sebanyak 6 kali percobaan. Pada percobaan keenam,anjing tidak mengeluarkan air liur lagi.memperlihatkan bahwarespon sudah mengalami kepunahan. Setelah 2 jam istirahatpenyajian CS dapat kembali menghasilkan banyak air liur.Artinya respon menunjukan suatu pemulihan spontan. Namunapabila ekasperimen dilanjutkan tanpa ada jeda waktu untukmemperbaiki CS menjadi US maka efek pemulihan spontanakan hilang selamanya.Contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yaitu guruyang memulai pembelajaran (missal matematika) dengantersenyum dan memberikan apresepsi kepada siswa dirasa ituakan membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar.Namun bila suatu hari guru masuk dengan senyum tanpamemberikan apresepsi terus menerus, maka moyivasi danminat siswa untuk belajar dapat hilang.2. Generalisasi Stimulus (stimulus generalization)Rangsangan yang sama menghasilkan tindak balasyangsama. Rangsangan dengan bunyi lonceng yang berlainan nada,tetapi anjing masih tetap mengeluarkan air liur. Hal inimenunjukan bahwa organisme telah terlazim, rangsangan yangtak terlazim menghasilkan respon yang terlazim. Walaupun
  11. 11. rangsangannya berbeda atau hampir sama. Contohnya padaanak kecil yang takut pada kucing galak anak itu kan takutpada setiap kucing, tetapi melalui penguatan dan pemadamandiferensial, ras takut menjadi hanya pada kucing galak.Awalnya reflek dikondisikan hanya untuk satu stimulusternyata bukan hanya stimulus itu yang dapat memunculkan.Contohnya seekor anjing yang dikondisikanmengeluarkan airliur terhadap bunyi bel tertentu akan mengeluarkan air liur jugaterhadap bunyi lain. Repon ini dihasilkan menurut derajatkemiripan dengan stimulus awal yang dikondisikan (CSorisinil). Generalisasi stimulus ini dapat diamati kerana prosesfilosofis yang dinamai oleh Pavlov dengan pemancaran(irradiation). Stimulus awal merangsang bagian tertentu otakdan kemudian menyebar atau memencar kebagian otak ynaglain. Suatu makhluk yang dapat mengadakan generalisasi akandapat melakukan diskriminasi atau perbedaan.3. Pemilahan (discrimination)Diskriminasi yang dikondisikan ditimbulkan melaluipenguatan dan pemadaman yang selektif.Diskriminasi berlakuapabila individu berkenaan dapat membedakan ataumendiskriminasi antara rangsangan yang dikemukakan danmemilih untuk tidak bertindak atau bergerak balas. Contoh :Anak kecil yang takut pada anjing galak, maka akan memberirespon rasa takut pada setiap anjing, tapi ketika anjing galakterikat dan terkurung dalam kandang maka rasa takut anak itumenjadi berkurang.Contohnya pada siswa setelah mengerjakan latihan soaldipapan tulis. Dan mendapat respon guru akan tersenyumkemudian mengatakan “bagus”. Hal ini akan ditangkap olehsiswa bahwa pekerjaannya benar, berbeda jika siswa hanya
  12. 12. mendapatkan senyuman tanpa perkataan “bagus” . Oleh karenaitu siswa akan lebih selektif mengartikan senyum guru.4. Tingkat Pengondisian Yang Lebih TinggiPada akhirnya Pavlov menujukkan bahwa pengkondisianseekor anjingsecara solid kepada CS tertentu, maka anjingtersebut bisa menggunakan CS itu untuk dihubungkan kepadastimulus netral.Dalam suatu eksperimen murid – murid Pavlovyang melatih seekor anjing untuk mengeluarkan air liurterhadap bunyi bel disertai makanan, kemudian memasangkanbunyi bel dengan sebuah papan hitam.Setelah beberapa kalipercobaan hanya dengan melihat papan hitam anjing bisamengeluarkan air liur.Inilah yang disebut pengkondisiantingkat kedua.Contohya siswa yang minat dan motivasinya sudah melekatpada diri siswa terhadap mata pelajaran (misalnya sains) yangdirasa lebih sulit (misalnya matematika) maka minat danmotivasi diri siswa akan sama besar dengan pelajaranterdahulu.Secara garis besar hukum – hukum belajar menurut Pavlov,diantaranya :1. Law Of Respondent Conditioning yaitu hukum pembiasaanyang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secarasimultan (salah satunya berfungsi sebagai reinforcer)2. Law Of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahanyang dituntut. Jika reflex yang sudah diperkuat melaluiRespondent Conditioning itu didatangkan kembali tanpamenghadirkan reinforce maka kekuatannya akan menurun.D. Prinsip – Prinsip Teori Belajar Classical Conditioning Pavlov
  13. 13. Prinsip-prinsip belajar menurut Classical Conditioning sebagai berikut:1. Belajar adalah pembentukan kebiasaan dengan caramenghubungkan/mempertautkan antara perangsang (stimulus) yanglebih kuat dengan perangsang yang lebih lemah.2. Proses belajar terjadi apabila ada interaksi antara organisme denganlingkungan.3. Belajar adalah membuat perubahan-perubahan pada organisme.4. Setiap perangsang akan menimbulkan aktivitas otak US dan CS akanmenimbulkan aktivitas otak. Aktivitas yang ditimbulkan US lebihdominan daripada yang ditimbulkan CS. Oleh karena itu US dan CSharus di pasang bersama-sama, yang lama kelamaan akan terjadihubungan. Dengan adanya hubungan, maka CS akan mengaktifkanpusaat CS di otak dan selanjutnya akan mengaktifkan US. Danakhirnya organisme membuat respon terhadap CS yang tadinya secarawajar dihubungkan dengan US.5. Semua aktifitas susunan syaraf pusat diatur oleh eksitasi dan inhibisi.Setiap peristiwa di lingkungan organisme akan dipengaruhi oleh duahal tersebut, yang pola tersebut oleh Pavlov disebut Cortical Mosaic.Dan pola ini akan mempengaruhi respons organisme terhadaplingkungan. Namun demikian Pavlov juga menyadari bahwa tingkahlaku manusia lebih komplek dari binatang, karena manusia mempunyaibahasa dan hal ini akan mempengaruhi tingkah laku manusiaE. Aplikasi Teori Belajar Classical Conditioning dalam Pendidkan danPengajaranSeperti yang telah kita ketahui, apa yang telah dilakukan Pavlovbukanlah untuk mengembangkan teori belajar. Setelah banyak orangmengakui teori Paplov bermanfaat di dunia psiokologi, banyak ahlipendidikan baru mulai memanfaatkan teorinya untuk mengembangkanatau memberikan kontribusi pada psikologi pendidikan pada umumnyadan teori belajar khususnya.
  14. 14. Menyadari latar belakang di atas, kita sebagai pendidik harusmenempatkan teori Pavlov secara tepat.Sebaiknya, kita menggunakan teoriconditioning sebagai referensi belajar secara fleksibel karena eksperimenPavlov adalah perilaku binatang.Padahal, subyek belajar adalahmanusia.Ada perbedaan hakiki pikiran dan perasaan yang tertentu berbedadengan binatang.Oleh karena itu, teori responden hanya digunakan untukmenjelaskan proses belajar secara umum, yaitu pengaruh kondisi tertentuterhadap sikap, perasaan dan pikiran subjek didik dalam belajar. Namun,kita tetap memperhitungkan pengecualian-pengecualian, sebagaimanadalam menggunakan generalitas, tidak menegasi partikularitas dengansendirinya. Demikianlah menurut teori conditioning belajar adalah suatuproses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat (conditions)yang kemudian menimbulkan rekasi (respon). Untuk menjadikanseseorang itu belajar haruslah kita memberikan syarat-syarat tertentu.Yangterpenting dalam belajar menurut teori conditioning ialah adanya latihan-latihan yang kontinu.Yang diutamakan dalam teori ini ialah belajar yangterjadi secara otomatis. Segala tingkah laku manusia tidak lain adalah hasildaripada latihan-latihan atau kebiasaan kebiasaan mereaksi terhadapsyarat-syarat tertentu yang dialaminya dalam kehidupannya.Salah satu konsep yang berkaitan dengan eksperimen Pavlovadalah pemberian tanda, stimulus dan respons yang tidak dikondisikansebagai hasil proses instingtual, sedangkan hubungan dikondisikandisebabkan latihan. Latihan menyebabkan perubahan tingkah laku,terutama perubahan neuron atau sel-sel syaraf. Oleh karena itu, wajar jikaPaplov disebut Neurobehaviorist karena menyatakan bahwa interaksiantara stimulus dan respons terjadi melalui proses neural. Sementarabelajar yang dilakukan manusia, yang ada bukan hanya tanda, tetapi jugasimbol. Demikian pula dalam hal belajar, manusia tidak hanya mengenallatihan, tetapi juga belajar (dengan konsep lain). Konsep simbol dalambelajar pada diri manusia menyebabkan perbedaan antara manusia dengan
  15. 15. hewan.Manusia memiliki pikiran dan perasaan, bukan hanya instingseperti yang dimiliki binatang.Dengan akal pikiran dan perasaan, manusia mampu membedakantanda dan simbol. Tanda adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dariapa yang ditandakan. Kita menyadari bahwa manusia maupun binatangmengenal tanda. Akan tetapi, berkaitan dengan pikiran dan perasaan yangdimiliki, manusia tidak mau berhenti hanya pada tanda, melainkan akanmelangkah pada simbol. Manusia tidak puas dengan apa yang ada padabenda, melainkan memiliki kecenderungan mengetahui apa yang adadibalik benda dan yang terkait dengannya. Ruang tanda diperluas sehinggamempunyai arti dan menjadi lebih intens.Kalau tanda menunjuk padasuatu objek, maka simbol lebih menunjuk pada suatu konsep.Perasaan dan akal pikiran yang potensial pada manusiamenyebabkan stimulus yang sama tidak selalu menimbulkan responssama, dan sebaliknya, respons sama tidak selalu disebabkan stimulus yangsama. Namun demikian, ada baiknya bila kita dapat menggunakankerangka teori Pavlov untuk membantu menjelaskan proses belajar secarafleksibel. Contohnya, sikap ramah seorang guru memiliki kecendrunganmenimbulkan respons positif pada subjek didik, meskipun adakemungkinan timbulnya respons negatif pada subjek didik manja.Padaawal pelajaran, konsep-konsep yang sulit dapat menimbulkan shocksymbol pada sebagian subjek didik, tetapi justru dapat pula merangsangsubjek didik belajar gigih agar memahaminya.Demikian pula, latarbelakang ekonomi rendah dapat menimbulkan respons berupa semangatbelajar tinggi dan sebaliknya.Eksperimen-eksperimen Pavlov awalnya tidak bertujuanmenemukan teori belajar, meskipun sangat dipengaruhi oleh psikologibehaviorisme.Sesuai dengan kedudukannya sebagai ahli fisiologi,eksperimen Pavlov lebih bertujuan memahami fungsi otak.Hasil-hasil eksperimen Pavlov ternyata sangat berguna bagipengembangan teori belajar.Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila
  16. 16. banyak ahli pendidikan mengadopsi hasil eksperimen paplov untukmengembangkan teori belajar. Namun demikian, apa yang diperolehPavlov bukan suatu yang final sehingga kita sebaiknya fleksibelmenggunakannya.1. Penerapan Prinsip-prinsip Teori Belajar Classical Conditioning dalamPengajaranPengaruh keadaan klasik membantu menjelaskan banyak pelajarandi mana satu stimulus diganti/ digantikan untuk yang lain. Satu contohyang penting tentang proses ini adalah pelajaran atraksi emosional danketakutan. Bahwa bentakkan seorang guru seringkali membuat takutmurid-muridnya, hal yang sama seorang polisi mempermainkanpenjahat dengan ancungan tangannya, atau seorang perawat hendakmemberi suntikan kepada pasiennya. Semua perilaku ini menciptakantanggapan perhatian dan ketakutan di hati orang-orang tersebutdibawah kesadaran mereka. Situasi ini memberikan pengaruhketakutan bila stimulus tidak netral:Manapun stimulus netral yang berulang-kali terjadi bersama-samadengan stimuli ini cenderung untuk dikondisikan (C) ke ketakutansebagai respon.Jika seorang guru selalu meneliti seorang anak,kemudian hanya memperhatikan dia tanpa mengkritik boleh jadimembuat dia menaruh perhatiannya. Hal yang ekstrim, anak bisaberhubungan dengan guru di kelas dengan perhatian dan ketakutannyayang ia kembangkan samarata, atau ketakutan yang kadang tidakmasuk akal. Hal yang sama juga dialami masyarakat phobia polisi,atau pasien, tentang perawat.
  17. 17. Tetapi tanggapan positif dapat dibangun secara sederhana untukmengkondisikan stimulus. Jika seorang guru memuji seorang siswamaka akan menimbulkan hal positif baginya, bahkan ketika dia tidaklagi dipuji. Pada akhirnya, proses ini dapat membangun hubungan baikdi kelas. Hal yang sama untuk polisi, perawat, atau orang yang bekerjadengan orang-orang: stimuli yang dapat dipercaya menimbulkan halpositif tanggapan tersebut dapat dikondisikan untuk lain. Penggantianstimulus dapat membantu bahkan pada pelajaran tertentu yang tidakberisi unsur perasaan.Pengaruh tersebut tidak memerlukan reflekssebagai titik awal.2. Penerapan Prinsip – Prinsip Teori Belajar Classical Conditionong diKelasBerikut ini beberapa tips yang ditaawarkan oleh Woolfolk (1995)dalam menggunakan prinsip-prinsip kondisioning klasik di kelas.a. Memberikan suasana yang menyenangkan ketika memberikantugas-tugas belajar, misalnya:1) Menekankan pada kerjasama dan kompetisiantarkelompok daripada individu, banyak siswa yangakan memiliki respons emosional secara negatifterhadap kompetisi secara individual, yang mungkinakan digeneraalissikan dengan pelajaran-pelajaranyang lain;2) Membuat kegiatan membaca menjadi menyenangkandengan menciptakaan ruang membaca (reading corner)yang nyaman dan enak serta menarik, dan lainsebagainya.b. Membantu siswa mengatasi secara bebas dan sukses situasi-situasi yang mencemaskan atau menekan, misalnya:
  18. 18. 1) Mendorong siswa yang pemalu untuk mengajarkaansiswa lain cara memahami materi pelajaran;2) Membuat tahap jangka pendek untuk mencapai tujuanjangka panjang, misalnya dengaan memberikan tesharian, mingguan, agar siswa dapat menyimpaan apayang dipelajari dengan baik;3) Jika siswa takut berbicara di depan kelas, mintalahsiswa untuk membacakan sebuah laaporan di depankelompok kecil sambil duduk di tempat, kemudianberikutnya dengan berdiri. Setelah dia terbiasa,kemudian mintalah ia untuk membaca laporan didepaan seluruh murid di kelas.c. Membantu siswa untuk mengenal perbedaan dan persamaanterhadap situasi-situasi sehingga mereka dapat membedakandan menggeneralisasikan secara tepat. Misalnya, dengan:1) Meyakinkan siswa yang cemas ketika menghadapiujian masuk sebuah sekolah yang lebih tinggitingkatannya atau perguruan tinggi, bahwa tes tersebutsama dengan tes-tes prestasi akademik lain yangpernah mereka lakukan;2) Menjelaskan bahwa lebih baik menghindari hadiahyang berlebihan dari orang yang tidak dikenal, ataumenghindar tetapi aman daan dapat menerimapenghargaan dari orang dewasa ketika orangtua ada.d. Memberikan suasana yang menyenangkan ketika memberikantugas-tugas belajar, Contoh: Menekankan pada kerja sama dankompetisi antar kelompok daripada individu, banyak siswayang akan memiliki respons emosional secara negatif terhadapkompetisi secara individual, yang mungkin akandigeneralisasikan dengan pelajaran-pelajaran yang lain, contoh
  19. 19. lainnya adalah membuat kegiatan membaca menjadimenyenangkan dengan menciptakan ruang membaca yangnyaman dan enak serta menarik.e. Membantu siswa mengatasi secara bebas dan sukses situasi-situasi yang mencemaskan atau menekan, Contoh: Mendorongsiswa yang pemalu untuk mengajarkan siswa lain caramemahami materi pelajaran, misalnya dengan memberikan tesharian, mingguan, agar siswa dapat menyimpan apa yangdipelajari dengan baik. Jika siswa takut berbicara di depankelas mintalah siswa untuk membacakan sebuah laporan didepan kelompok kecil sambil duduk ditempat, kemudianberikutnya dengan berdiri. Setelah dia terbiasa, kemudianmintalah ia untuk membaca laporan di depan seluruh murid dikelas.f. Membantu siswa untuk mengenal perbedaan dan persamaanterhadap situasi-situasi sehingga mereka dapat membedakandan menggeneralisasi secara tepat. Contoh : Meyakinkan siswayang cemas ketika menghadapi ujian masuk sebuah perguruantinggi, bahwa tes tersebut sama dengan tes-tes prestasiakademik lain yang pernah mereka lakukan.Sebagai guru, kita harus mengetahui bagaimana mengurangicounterproductive kondisi responsif yang dialami para siswa. Psikologsudah mempelajari ke arah itu untuk memadamkan hal negatif sebagaireaksi emosional pada stimulus dikondisikan tertentu tidak lain untukmemperkenalkan stimulus itu secara pelan-pelan dan secara berangsur-angsur sehingga siswa bahagia atau santai ( M.C.Jones, 1924; Wolpe,1969). Satu contoh, jika Imung seorang yang takut berenang, kitamungkin mulai pelajaran berenangnya pada tempat yang dangkalseperti bayi bermain dalam tempat mandinya kemudian bergerak
  20. 20. perlahan-lahan ke air yang lebih dalam, maka ia akan merasa lebihnyaman untuk mencoba berenang.Tidak ada hal yang paling membanggakan pada guru selainmembantu dan membuat siswa menjadi sukses dan merasa senang dikelas. Satu hal yang perlu guru ingat bahwa kelas dapat membuatperilaku baik siswa, meningkat atau justru melemahkannya.BAB III
  21. 21. PENUTUPSebagai sebuah teori, Teori Belajar Pavlov memiliki kelebihan dansekaligus kekurangan. Kelebihan teori ini misalnya cocok diterapkanuntuk pembelajaran yang menghendaki penguasaan ketrampilan denganlatihan. Atau pada pembelajaran menghendaki adanya pembentukanperilaku tertentu. Selain itu juga memudahkan pendidik dalam mengontrolpembelajaran sebab individu tidak menyadari bahwa dia dikendalikan olehstimulus yang ebrasal dari luar dirinya.Sementara itu, kelemahan Teori Belajar Pavlov adalah teori inimenganggap bahwa belajar itu hanyalah terjadi secara otomatis, keaktifandan kehendak pribadi tidak dihiraukan. Teori ini juga terlalu menonjolkanperanan latihan / kebiasaan padahal individu tidak semata-mata tergantungdari pengaruh luar yang menyebabkan individu cenderung pasif karenaakan tergantung pada stimulus yang diberikan. Di sampig itu, prosesbelajar manusia dianalogikan dengan perilaku hewan sulit diterima,mengingat perbedaan karakter fisik dan psikis yang berbeda antarkeduanya. Oleh karena itu, teori ini hanya dapat diterima dalam hal-halbelajar tertentu saja umpamanya dalam belajar mengenai keterampilantertentu dan mengenai pembiasaan pada anak-anak kecil.DAFTAR PUSTAKA
  22. 22. Atkinson, Rita L, Richard C. Atkinson dan Ernest Hilgard. 1997. Pengantar EdisiKedelapan.Jakarta : ErlanggaHergenhan, B.R., Matthew H. Olson. 1997. An Introduction To Theories OfLearning Fifth Edition. United States of America : Prentice-HallInternational. Inc.Iskandar. 2009. Psikologi Pendidikan : Sebuah Orientasi Baru. Ciputat :GaungPersada Press.W. Santrock, John. 2007. Perkembangan Anak Edisi Kesebelas. Jakarta :Erlangga

×