Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Cinta

2,681 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Cinta

  1. 1. CINTA Fany Fakhrah 097104019
  2. 2. Selama tahapan perkembangan keintiman, nilai-nilai cinta muncul. Cinta mengacu padaperilaku manusia yang sangatluas dan kompleks. Meskipuncinta telah tampak pada tahapsebelumnya (seperti cinta bayi pada ibunya dan cinta birahi pada remaja), namun perkembangan cinta dan keintiman sejati baru muncul setelah seseorang memasukimasa dewasa (Desmita, 2006).
  3. 3. Pada masa ini, perasaan cinta lebih dari sekedar gairah atauromantisme, melainkan suatu afeksi – yang penuh kasih sayang dan perasaan. Cinta pada tahap ini menunjukkan padakepedulian terhadap orang lain. Pada masa dewasa awal, individu lebih mampu melibatkan diri dalam hubungan bersama, dimana mereka saling berbagi hidup dengan seseorang yang intim
  4. 4. Santrock (Desmita, 2006) mengklasifikasikan cinta kedalam 4 bentuk cinta, yaitu :1. Altruisme2. Persahabatan3. Cinta yang romantis/bergairah4. Cinta yang penuh perasaan/persahabatan
  5. 5. Stenberg (Sarwono, 2009) dalam teorinya mengemukakan bahwaCINTA memiliki tiga dimensi, yaitu hasrat (passion), keintiman (intimacy), dan komitmen/keputusan (comitment/decision)
  6. 6. Dimensi ini HASRAT menekankan pada intensnya perasaanyang muncul dari dayatarik fisik dan daya tarik seksual (Sarwono, 2009).
  7. 7. Pada dimensi HASRAT, seseorang mengalami ketertarikan fisik secara nyata, selalu memikirkan orang yang ia cintai, melakukan kontak mata secara intens ketika bertemu, mengalami perasaan indah seperti melambung ke awan, mengagumi dan terpesona dengan pasangan, detak jantungmeningkat, memiliki perasaan sejahtera,ingin selalu bersama pasangan, memiliki energi yang besar untuk melakukan sesuatu demi pasangan, merasakan adanya kesamaan dalam banyak hal, serta merasa bahagia.
  8. 8. KEINTIMANDimensi ini tertuju pada kedekatan perasaan antara dua orang dan kekuatan yang mengikat mereka untuk bersama (Sarwono, 2009).
  9. 9. Sebuah hubungan akan mencapai keintiman emosional jika kedua pihak saling mengerti , terbukadan saling mendukung, serta bisa berbicara apa saja tanpa merasa takut ditolak. Mereka mampu untuk saling memaafkan dan menerima, khususnya ketika mereka tidak sependapat atau berbuat kesalahan (Sarwono, 2009).
  10. 10. Komitmen/Keputusan Pada dimensi komitmen, seseoramg berkeputusan untuk tetap bersama dengan seorang pasangan dalam hidupnya.
  11. 11. Komitmen dapat bermakna mencurahkanperhatian, melakukan sesuatu untuk menjaga suatu hubungan, melindungi hubungan tersebut daribahaya, serta memperbaiki bilahubungan dalam keadaan kritis (Sarwono, 2009).
  12. 12. Alasan utama untuk melakukan pernikahan adalah adanya cinta dan komitmen yang dibagi bersama pasangan. Pasangan memiliki hasrat untuk membagi dirinya dalam hubungan yangberlanjut dan hangat (Turner & Helms, dalam Sarwono, 2009)
  13. 13. REFERENSIDesmita. 2006. psikologi perkembangan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Sarwono, S. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta : Salemba Humanika.

×