Makalah kode etik

6,583 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
6,583
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
86
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah kode etik

  1. 1. 1BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangAkhir-akhir ini pendidikan menjadi masalah yang ramai dibicarakan.Berbicaramengenai pendidikan berarti berbicara tentang profesiguru. Pada saat ini profesiguru merupakan salah satu profesi yang banyak diminati oleh kebanyakan siswadan siswi, hal tersebut karena guru merupakan profesi yang dapat menentukanmasa depan bangsa ini, guru yang baik dan berkualitas dapat menjadikan bangsaini menjadi bangsa yang berkualitas juga, begitu pun sebaliknya, seorang guruyang tidak berkualitas akan menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang tertinggaldan bahkan bisa menjadi bangsa yang terjajah lagi, selain itu saat ini profesi gurudijamin kesejahteraan hidupnya. Oleh karena itu, orang-orang berlomba-lombauntuk menjadi seorang guru. Namun, menjadi seorang guru bukanlah hal yangmudah ada beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain adalah syaratadmistrasi, teknis, psikis, dan fisik, selain itu seorang guru juga harus memilikikompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan professional.Namun,kebanyakan orang-orang yang telah menjadi seorang guru dalammenjalankan profesinya tersebut tidak jarang melakukan penyimpangan atau punpelanggaran terhadap norma-norma menjadi seorang guru, sehingga pemerintahmenetapkan suatu aturan atau norma-norma yang harus dipatuhi oleh para guru diIndonesia yang dikenal dengan “Kode Etik Guru”. Dengan adanya Kode EtikGuru ini, diharapkan para guru dapat menjalankan tugasnya dengan baiksebagaimana telah ditetapkan dalam Kode Etik Guru tersebut.Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo memandang bahwa pendidikanpendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya. Untuk mewujudkanvisi ini dibutuhkan dana memadai(aspek kuantitatif) dan tenaga pendidik yangprofesional (aspek kualitatif). Ditinjau dari aspek kuantitatif, Mendiknas lebih
  2. 2. 2lanjut mewacanakan guru akan makin dimanusiawikan dengan menaikkan gajiuntuk memperbaiki mutu pendidikan nasional.Dengan kesejahteraan yang terjamin, para guru akan bangga dengan profesinya,mampu membeli buku, dan mempunyai waktu luang untuk belajar. Padaprinsipnya, menaikkan anggaran pendidikan selalu disebut sebagai conditio sinequa non (syarat mutlak). Namun, pembangunan dalam pendidikan seharusnyatidak dipahami dari aspek kuantitatif saja, akan tetapi aspek kualitatif juga perludiperhatikan.Dalam konteks ini guru adalah jantungnya. Tanpa guru yang profesionalmeskipun kebijakan pembaharuan secanggih apapun akan berakhir sia-sia.Berdasarkan uraian di atas, makalah ini akan membahas bagaimana etika guruprofesional. Uraian dalam makalah ini di mulai dengan pengertian kode etik,tujuan kode etik, fungsi kode etik, kode etik guru indonesia dan diakhiri oleh kodeetik guru profesional terhadap pekerjaannya.1.2 TujuanAdapun pembuatan makalah ini bertujuan untuk :1. Untuk mengikuti mata kuliah Profesi kependidikan2. Melatih diri dan kelompok untuk menulis karya ilmiah3. Untuk menjelaskan pengertian Kode Etik Guru4. Untuk menjelaskan isi dari kode etik guru5. Untuk menjelaskan hakikat kode etik guru terhadap guru di Indonesia6. Untuk menjelaskan tujuan kode etik guru7. Untuk menjelaskan fungsi kode etik terhadap guru di Indonesia8. Melatih mengembangkan wawasan keilmuan yang berkaitan denganaspek-aspek Pengantar, Pengertian, Maksud, dan Tujuan Kode EtikProfesi Guru dan Kode Etik Profesi Keguruan.
  3. 3. 31.3 Sistematika makalahPenulisan makalah ilmiah ini sebagai berikut :1. BAB I PENDAHULUANPada bab ini menjelaskan tentang latar belakang maslah tujuan dansistematika makalah.2. BAB II PEMBAHASANPada bab ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan Kode EtikProfesi Guru dan di lengkapi dengan aspek-aspek Pengantar,Pengertian, Maksud, dan Tujuan Kode Etik Profesi Guru dan KodeEtik Profesi Keguruan3. BAB III TANGGAPAN DAN SIMPULANPada bab ini menjelaskan tentang hal-hal yang diuraikan dalamsimpulan baik secara individu maupun kelompok.
  4. 4. 4BAB IIPEMBAHASAN2.1 Pengertian Kode Etik GuruKode Etik Dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalammelakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturanatau tata cara sebagai pedoman berperilaku.Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atauaturan yang menjadi standar kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etikmenggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkankedalam standaart perilaku anggotanya. Nilai professional paling utamaadalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.Berikut beberapa pengertian kode etik :1. Undang-undang Nomor 8 tahun 1974 Tentang Pokok-pokokKepegawaian. Pasal 28 menyatakan bahwa "Pegawai Negeri Sipilmempunyai kode etik sebagai pedoman sikap, tingkah laku perbuatan didalam dan di luar kedinasan". Dalam Penjelasan Undang-undang tersebutdinyatakan dengan adanya Kode Etik ini, Pegawai Negeri Sipil sebagaiaparatur negara, Abdi Negara, dan Abdi Masyarakat mempunyaipedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam melaksanakantugasnya dan dalam pergaulan hidup sehari-hari. Selanjutnya dalam KodeEtik Pegawai Negeri Sipil itu digariskan pula prinsip-prinsip pokoktentang pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pegawai negeri. Dariuraian ini dapat di simpulkan, bahwa kode etik merupakan pedomansikap, tingkah laku, dan perbuatan di dalam melaksanakan tugas dandalam hidup sehari- hari.
  5. 5. 52. Kongres PGRI ke XIII, Basuni sebagai Ketua Umum PGRI menyatakanbahwa Kode Etik Guru Indonesia merupakan landasan moral danpedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilanpengabdiaan bekerja sebagai guru (PGRI, 1973). Dari pendapat ini dapatditarik kesimpulan bahwa dalam Kode Etik Guru Indonesia terdapat duaunsur pokok yakni: (1) sebagai landasan moral, dan (2) sebagai pedomantingkah laku.3. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD), Pasal 43,dikemukakan sebagai berikut: (1) Untuk menjaga dan meningkatkankehormatan, dan martabat guru dalam pelaksanaan tugaskeprofesionalan, organisasi profesi guru membentuk kode etik; (2) Kodeetik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi norma dan etika yangmengikat perilaku guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan.Hornby, dkk. (1962) mendefinisikan kode etik secara leksikal sebagaiberikut: “code as collection of laws arranged in a system ; or, system of rulesand principles that has been accepted by society or a class or group ofpeople”. “ethic as system of moral principles, rules of conduct”.Dengan demikian, kode etik keprofesian (professional code of ethic)pada hakikatnya merupakan suatu sistem peraturan atau perangkatprinsip-prinsip keprilakuan yang telah diterima oleh kelompok orang-orang yang tergabung dalam himpunan organisasi keprofesiantertentu.Adanya penerimaan atas suatu kode etik itu mengandung maknaselain adanya pengakuan dan pemahaman atas ketentuan dan atauprinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya, juga adanya suatuikatan komitmen dan pernyataan kesadaran untuk mematuhinya
  6. 6. 6dalam menjalankan tugas dan perilaku keprofesiannya, sertakesiapan dan kerelaan atas kemungkinan adanya konsekuensi dansanksi seandainya terjadi kelalaian terhadapnya.2.2 Isi Kode Etik GuruAdapun rumusan kode etik guru yang merupakan kerangka pedoman gurudalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya itu sesuai dengan hasilkongres PGRI XIII, yang terdiri dari Sembilan item berikut:1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentukmanusia pembangunan yang ber-Pancasila.2. Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulumsesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing3. Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasitentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentukpenyalahgunaan.4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memeliharahubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingananak didik.5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitarsekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentinganpendidikan.6. Guru secara sendiri dan/atau bersama-sama berusaha mengembangkandan meningkatkan mutu profesinya.7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antarsesama guru baikberdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkanmutu organisasi guru professional sebagai sarana pengabdiannya.9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaanpemerintah dalam bidang pendidikan.
  7. 7. 72.2.1 Ikrar Guru Indonesia1. Kami Guru Indonesia, adalah insan pendidik Bangsa yangberiman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.2. Kami Guru Indonesia, adalah pengemban dan pelaksana cita-citaProklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pembela dan pengamalPancasila yang setia pada UUD 1945.3. Kami Guru Indonesia, bertekad bulat mewujudkan tujuannasional dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa.4. Kami Guru Indonesia, bersatu dalam wadah organisasiperjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia, membinapersatuan dan kesatuan Bangsa yang berwatak kekeluargaan.5. Kami Guru Indonesia, menjunjung tinggi kode etik guruIndonesia sebagai pedoman tingkah laku profesi dalampengabdian terhadap Bangsa, Negara, serta kamanusiaan.Kode etik pada lazimnya disusun dan disahkan serta ditetapkan olehorganisasi asosiasi profesi yang bersangkutan, melalui suatu forumformalnya (kongres atau konferensi) yang telah diatur dalam AD/ART.Pada organisasi asosiasi profesional yang telah mapan biasanya terdapatsuatu Dewan atau Majelis Kode Etik yang mempunyai tugas untukbertindak sebagai penegaknya (law enforcement) sehingga kode etiktersebut berlaku secara efektif dengan kekuatan hukumnya. Sayangsekali, hingga dewasa ini dilingkungan organisasi asosiasi bidangkependidikan, kelengkapan seperti ini (khususnya PGRI) masih belumkita temukan.2.3 Hakikat Kode Etik GuruPada dasarnya guru adalah tenaga professional di bidang kependidikan yangmemiliki tugas mengajar, mendidik, dan membimbing anak didik agar
  8. 8. 8menjadi manusia yang berpribadi (pancasila).Dengan demikian, gurumemiliki kedudukan yang sangat penting dan tanggung jawab yang sangatbesar dalam menangani berhasil atau tidaknya program pendidikan.Kalauboleh dikatakan sedikit secara ideal, baik atar buruknya suatu bangsa di masamendatang banyak terletak di tangan guru.Sehubungan dengan itu guru sebagai tenaga professional memerlukanpedoman atau kode etik guru agar terhidar dari segala bentuk penyimpangan.Kode etik menjadi pedoman baginya untuk tetap professional (sesuai dengantuntutan dan persyaratan profesi).Setiap guru yang memegangkeprofesionalannya sebagai pendidik akan selalu berpegang epada kode etikguru. Sebab kode etik guru ini sebagai salah satu ciri yang harus ada padaprofesi itu sendiri.Kode etik yang memedomani setiap tingkah laku guru senantiasa sangatdiperlukan. Karena dengan itu penampilan guru akan terarah dengan baik,bahkan akan terus bertambah baik. Ia akan terus menerus memperhatikan danmengembangkan profesi keguruannya. Kalau kode etik yang merupakanpedoman atau pegangan itu tidak dihiraukan berarti akan kehilangan polaumum sebagai guru. Jadi postur kepribadian guru akan dapat dilihatbagaimana pemanfaatan dan pelaksanaan dari kode etik yang sudahdisepakati bersama tersebut. Dalam hubungan ini jabatan guru yang betuk-betuk professional selalu dituntut adanya kejujuran professional. Sebab kalautidak ia akan kehilangan pamornya sebagai guru atau boleh dikatakan hidupdiluar lingkup keguruan.2.4 Tujuan Kode Etik GuruPada dasarnya tujuan merumuskankode etik dalam suatu profesi adalah untukkepentingan anggota dan kepentingan organisasi profesi itu sendiri. Secaraumum tujuan mengadakan kode etik adalah sebagai berikut:
  9. 9. 91. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi2. Dalam hal ini kode etik dapat menjaga pandangan dan kesan dari pihakluar atau masyarakat, agar mereka jangan sampai memandang rendahatau remes terhadap profesi akan melarang. Oleh karenya, setiap kodeetik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak-tanduk ataukkelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesiterhadap dunia luar. Dari segin ini, kode etik juga sering kali disebutkode kehormatan.3. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya4. Yang dimaksud kesejahteraan di sini meliputi baik kesejahteraan lahir(atau material) maupun kesejahteraan batin (spiritual atau mental). Dalamhal kesejahteraan lahir para anggota profesi, kode etik umumnya memuatlarangan-larangan kepada para anggotanya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang merupakan kesejahteraan para anggotanya.5. Misalnya dengan menetapkan tarif-tarif minimum bagi honorium anggotaprofesi dalam melaksanakan tugasnya, sehingga siapa-siapa yangmengadakan tarif di bawah minimum akan dianggap tercela danmerugikan rekan-rekan seprofesi. Dalam hal kesejahteraan batin paraanggota profesi, kode etik umumnya memberi petunjuk-petunjuk paraanggotanya untuk melaksanakan profesinya. Kode etik juga seringmengandung peraturan-peraturan yang bertujuan membatasi tingkah lakuyang tidak pantas atau tidak jujur bagi para anggota profesi dalamberinteraksi dengan sesama rekan anggota profesi.6. Untuk meningkatkan pengabadian para anggota profesi.7. Tujuan lain kode etik dapat juga berkaitan dengan peningkatan kegiatanpengabian profesi, sehingga bagi anggota profesi daapat dengan mudahmegnetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian dalam melaksanakantugasnya. Oleh karena itu, kode etik merumuskan ketentuan-ketentuanyang perlu dilakukan para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya.8. Untuk meningkatkan mutu profesi.
  10. 10. 109. Untuk meningkatkan mutu profesi kode etik juga memuat norma-normadan anjuran agar para anggota profesi selalu berusaha untukmeningkatkan mutu pengabdian para anggotanya.10. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi11. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi, maka diwajibkan kepadasetiap anggota untuk secara aktif berpartispasi dalam membina organisasiprofesi dan kegiatan-kegiatan yang dirancang organisasi.Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan suatu profesimenyusun kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabat profesi,menjaga dan memelihara kesejateraan para anggota, meningkatkanpengabdian anggota profesi, dan meningkatkan mutu profesi dan mutuorganisasi profesi.2.5 Fungsi Kode Etik GuruPada dasarnya kode etik berfungsi sebagai, perlindungan dan pengembanganbagi profesi itu, dan sebagai pelindung bagi masyarakat pengguna jasapelayanan suatu profesi. Gibson and Mitchel (1995;449), sebagai pedomanpelaksanaan tugas profesional anggota suatu profesi dan pedoman bagimasyarakat pengguna suatu profesi dalam meminta pertanggungjawaban jikaanggota profesi yang bertindak di luar kewajaaran.Secara umum, fungsi kode etik guru adalah sebagai berikut:1. Agar guru memiliki pedoman dan arah yang jelas dalam melaksanakantugasnya, sehingga terhindar dari penyimpangan profesi.2. Agar guru bertanggungjawab atas profesinya.3. Agar profesi guru terhindar dari perpecahan dan pertentangan internal.4. Agar guru dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan.5. Agar profesi ini membantu memecahkan masalah dan mengembangkandiri.
  11. 11. 116. Agar profesi ini terhindar dari campur tangan profesi lain danpemerintah.
  12. 12. 12BAB IIIPENUTUP3.1 Tanggapan dan Kesimpulan3.1.1 Tanggapana. IndividuKode etik dapat menjaga pandangan dan kesan pihak luaratau masyarakat, agar mereka tidak memandang rendahterhadap profesi yang bersangkutan. Oleh karena itu, setiapkode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuktindak-tanduk atau kelakuan anggotanya yang dapatmencemarkan nama baik profesi.Kode etik yang memedomani setiap tingkah laku gurusenantiasa sangat diperlukan. Karena dengan itupenampilan guru akan terarah dengan baik, bahkan akanterus bertambah baik. Ia akan terus menerusmemperhatikan dan mengembangkan profesikeguruannya. Kalau kode etik yang merupakan pedomanatau pegangan itu tidak dihiraukan berarti akan kehilanganpola umum sebagai guru. Jadi postur kepribadian guruakan dapat dilihat bagaimana pemanfaatan danpelaksanaan dari kode etik yang sudah disepakati bersamatersebut. Dalam hubungan ini jabatan guru yang betuk-betuk professional selalu dituntut adanya kejujuranprofessional. Sebab kalau tidak ia akan kehilanganpamornya sebagai guru atau boleh dikatakan hidup diluarlingkup keguruan.
  13. 13. 13Kode etik guru adalah norma-norma yang mengaturhubungan kemanusiaan antar guru dengan lembagapendidikan (sekolah), guru dengan sesama guru, gurudengan peserta didik,dan guru dengan lingkungannya.Sebagai sebuah jabatan pekerjaan, profesi gurumemerlukan kode etik khusus untuk mengatur hubungan-hubungan tersebut. Guru sangat perlu memeliharahubungan baik dengan masyarakat untuk kepentinganpendidikan. Guru juga harus menghayati apa saja yangmenjadi tanggung jawab tugasnya.Kode etik adalah pola aturan, tata cara, tanda, pedomanetis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kodeetik merupakan pola aturan atau tata cara etis sebeagaipedoman dalam berprilaku. Etis berarti sesuai dengannilai-nilai dan norma yang dianut oleh sekolompok orangatau masyarakat tertentu.b. KelompokKode etik dapat menjaga pandangan dan kesan pihak luar ataumasyarakat, agar mereka tidak memandang rendah terhadapprofesi yang bersangkutan. Kode etik yang memedomanisetiap tingkah laku guru senantiasa sangat diperlukan. Karenadengan itu penampilan guru akan terarah dengan baik, bahkanakan terus bertambah baik. Ia akan terus menerusmemperhatikan dan mengembangkan profesi keguruannya.Kalau kode etik yang merupakan pedoman atau pegangan itutidak dihiraukan berarti akan kehilangan pola umum sebagai
  14. 14. 14guru. Kode etik guru juga merupakan norma-norma yangmengatur hubungan kemanusiaan antar guru dengan lembagapendidikan (sekolah), guru dengan sesama guru, guru denganpeserta didik,dan guru dengan lingkungannya. Kode etikmerupakan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalammelakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etikmerupakan pola aturan atau tata cara etis sebeagai pedomandalam berprilaku.3.1.2 KesimpulanAdapun kesimpulan dari makalah tersebut adalah :1. Kode Etik Guru merupakan aturan tata-susila keguruan.Aturan-aturan tentang keguruan (yang menyangkut pekerjaan-pekerjaan guru) melibatkan dari segi usaha.2. Aturan yang terdapat dalam Kode Etik Guru dirumuskan olehPGRI dan para guru di Indonesia3. Kode etik sangatlah penting bagi para guru di Indonesia karenadengan kode etik penampilan guru akan terarah dengan baik,bahkan akan terus bertambah baik. Dan akan terus menerusmemperhatikan dan mengembangkan profesi keguruannya.4. Tujuan kode etik guru antara lain adalah menjunjung tinggimartabat profesi, menjaga dan memelihara kesejahteraan paraanggotanya, pedoman berperilaku, menjaga dan memeliharakesejahteraan para anggotanya, meningkatkan mutu profesidan meningkatkan mutu organisasi profesi.5. Fungsi kode etik guru antara lain adalah agar guru memilikipedoman dan arah yang jelas dalam melaksanakan tugasnya,bertanggungjawab atas profesinya, terhindar dari perpecahandan pertentangan internal, meningkatkan kualitas dankuantitas pelayanan, membantu memecahkan masalah dan
  15. 15. 15mengembangkan diri dan terhindar dari campur tangan profesilain dan pemerintah.DAFTAR PUSTAKASardiman A.M.2007.Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.PT Raja GrafindoPersada:JakartaPurwanto Ngalim.2005.Administrasi dan Supervisi Pendidikan.PT Remaja RosdakaryaOffset:Bandung
  16. 16. 16Syaefudin, Udin.

×