Budaya organisasi

12,731 views

Published on

3 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
12,731
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
565
Comments
3
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Budaya organisasi

  1. 1. BUDAYA ORGANISASI
  2. 2. Pengertian budaya organisasi menurut Scwartz dan Davis (1981) adalah pola kepercayaan dan harapan yang dianut oleh anggota organisasi. Kepercayaan dan harapan tersebut menghasilkan nilai-nilai yang kuat dan membentuk perilaku para individu dan kelompok.
  3. 3. Menciptakan dan mempertahankan organisai Para pendiri organisasi secara tradisional mempunyai dampak yang penting dalam pembentukan budaya awal organsiasi dimana para pendiri memiliki visi dan misi bagaimana suatu organisasi tersebut seharusnya berjalan. Budaya organisasi dari interaksi antara bias dan asumsi para pendirinya dan apa yang telah dipelajari oleh anggota pertama organisasi, yang dipekerjakan oleh para pendiri dari pengalaman mereka sendiri. Sekali budaya organisasi tercipta akan terdapat kekuatan-kekuatan dalam organisasi yang berindak untuk mempertahankannya dengan cara memberikan sejumlah pengalaman yang sama kepada para pegawai. Ketiga kekuatan yang memainkan bagian yang paling penting dalam mempertahankan sebuah budaya adalah praktek seleksi organisasi, tindakan manajemen puncak, serta metode sosialisasi organisasi.
  4. 4. Cara karyawan mempelajari budaya organisasi Selain orientasi yang eksplisit dan program-program pelatihan, budaya disampaikan kepada para pegawai melalui beberapa hal lain yang paling potensial adalah melalui criteria, ritual,s imbol material, serta bahasa
  5. 5. <ul><li>Fungsi budaya organisasi : </li></ul><ul><li>Komitmen kolektif </li></ul><ul><li>Stabilisasi system nilai </li></ul><ul><li>Pemberi pengertian </li></ul><ul><li>Identitas organisasi </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Tipologi budaya organisasi </li></ul><ul><li>Roger Harison (power culture – role culture – task culture – person culture) </li></ul><ul><li>Diana Pheysey (power culture – role culture – achievement culture – support culture) </li></ul><ul><li>Charles Handy ( Dewa Zesus – dewa Apollo – dewa Dionysus) </li></ul><ul><li>Cameron dan Quinn ( ahocracy – hierarchy – market – clan) </li></ul>
  7. 7. <ul><li>Konflik budaya dapat terjadi dikarenakan : </li></ul><ul><li>Konflik nilai karena kepentingan </li></ul><ul><li>Terjadi ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain yang berbeda budaya dengan budaya sendiri </li></ul><ul><li>Umum terjadi pada merger atau akuisisi </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Sumber Penolakan terhadap perubahan budaya organsisasi : </li></ul><ul><li>Individu </li></ul><ul><ul><li>Kebiasaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Ketidakpastian </li></ul></ul><ul><ul><li>Factor ekonomis </li></ul></ul><ul><li>Organisasi </li></ul><ul><ul><li>Structural </li></ul></ul><ul><ul><li>Focus perubahan yang dibatasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Kondisi kelompok </li></ul></ul><ul><ul><li>Ancaman para ahli </li></ul></ul><ul><ul><li>Ancaman alokasi sumber daya </li></ul></ul><ul><li>Kecenderungan sikap manajemen </li></ul><ul><ul><li>Kekakuan manajemen </li></ul></ul><ul><ul><li>Lambat dalam koreksi </li></ul></ul><ul><ul><li>ketakutan </li></ul></ul>
  9. 9. <ul><li>Strategi mengatasi penolakan terhadap perubahan : </li></ul><ul><li>pendidikan </li></ul><ul><li>komunikasi </li></ul><ul><li>kemudahan dan dukungan </li></ul><ul><li>perundingan </li></ul><ul><li>manipulasi </li></ul><ul><li>kooptasi </li></ul><ul><li>pemaksaan </li></ul>
  10. 10. TERIMA KASIH

×