Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Persaudaraan | Dalam Dekapan Ukhuwah

24,657 views

Published on

Malam berlalu
Tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu
Kepada mereka
Yang wajahnya mengingatkanku akan surga

Wahai fajar terbitlah segera,
Agar sempat kukatakan pada mereka
“Aku mencintai kalian karena Allah….”

-Umar bin Khattab ra-

Published in: Education

Persaudaraan | Dalam Dekapan Ukhuwah

  1. 1. OLEH: Fais al-Fatih PEMBINAAN REMAJA MUSLIMTINGKAT KOTA CIMAHI - FUBER
  2. 2. : Nama : Syaharuddin Faisal TTL : Tanjung Redeb, 14 November 1989 HP : 085722753214 Twitter @al_fais Pendidikan : D4Teknik Informatika Poltek TEDC Bandung (2007-2011) dan Magister Informatika Institut Teknologi Bandung (2013-sekarang) Aktivitas : Traineer STAR-C, Anggota Kelompok Studi Palestina (KSP) Cimahi Hobi : Baca Buku
  3. 3.  danYang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman).Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-’Anfal: 63)
  4. 4.  “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…” (QS. Al-Hujuraat: 10)
  5. 5.  Orang beriman itu seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit.  Pohon itu memberikan buah pada setiap musim karena izin dari Tuhan-nya.
  6. 6. Persaudaraan adalah mu’jizat, wadah yang saling berikatan Dengannya Allah persatukan hati-hati yang berserakan Saling bersaudara, saling merendah lagi memahami, Saling mencintai dan saling berlembut hati (Sayyid Quthb)
  7. 7. Jangan kalian saling membenci Jangan kalian saling menipu Jangan kalian saling mendengki Jangan saling memutuskan hubungan (HR. Bukhari)
  8. 8. Alangkah indahnya kisah dua orang yang bersaudara di jalan Allah yang pada mulanya saling mencintai. Lalu hubungan mereka terganggu. Suatu waktu mereka bertemu. “Mengapa kiranya belakangan ini aku melihatmu seolah engkau berpaling dan menjauhiku?”, tanya Lelaki pertama. Lelaki kedua menjawab, “Telah sampai padaku, sesuatu tentang dirimu. Dan engkau pasti tidak menyukainya.” “Kalau begitu aku tak peduli..,” lelaki pertama itu tersenyum. “Mengapa?” “Karena jika apa yang engkau dengar itu benar adalah kesalahan yang telah aku lakukan, aku tau engkau akan memaafkannya. Dan jika berita tsb tak benar, engkau pasti takkan menerimanya.”
  9. 9.  Dalam hubungan-hubungan yang kita jalani dalam kehidupan kita, setiap orang adalah guru bagi kita.  Siapapun mereka, yang baik bahkan yang jahat. Betapapun yang mereka berikan selama ini adalah luka, rasa sakit, kepedihan dan aniaya, mereka tetaplah guru kita.  Mereka sedang mengajarkan kebijaksanaan dan kesabaran untuk kita.
  10. 10. Dalam persaudaraan, hendaknya kita meniru batu cadas. Batu cadas memberikan kesempatan kepada lumut untuk tumbuh di permukaannya. Dia izinkan sang lumut menghancurkan tubuhnya, melembutkan kekerasannya. Demi terciptanya butir-butir tanah, agar tunas- tunas keimanan bisa tumbuh dengan suburnya.
  11. 11. Jika kau merasa besar, periksa hatimu mungkin ia sedang bengkak Jika kau merasa suci, periksa jiwamu mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani Jika engkau merasa tinggi, periksa batinmu mungkin ia sedang melayang kehilangan pijakan Jika kau merasa wangi, periksa ikhlasmu mungkin itu asap dari amal shalihmu yang hangus dibakar riya’ -Ustadz Salim A. Fillah-
  12. 12.  “Aku lebih baik darinya, amalanku lebih banyak dan cetar membahana. Dia itu anak kemarin sore, cemen…”  “Aku lebih baik darinya. Dia sudah tua bangka. Dosanya telah banyak mencemari bumi…”  HELLOOOOO….!!!
  13. 13.  Tidurlah engaku wahai adikku.... Dibawah lindungan dan penjagaan Penciptamu... Tidak usah peduli dengan peperangan disekitarmu... Acuhkan saja kezoliman penguasa dan bala tentaranya... Engkau masih terlalu kecil untuk mengerti semua ini... Engkau masih terlalu muda untuk merasakan pedihnya kehilangan sanak saudara.... Biarkanlah dirimu berjalan dengan taqdir Tuhanmu... Jika tiba waktunya maka engkau jadilah seorang lelaki yang sesungguhnya... Maafkanlah kami yang tak kuasa memberi secercah kebahagiaan kepadamu... Tak kuasa untuk membelikan mainan buatmu... Hanya doa dari mata yg berlinang semoga bermanfaat bagimu.., Hanya kepada Robmu kami mengadu....
  14. 14. Malam berlalu Tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu Kepada mereka Yang wajahnya mengingatkanku akan surga Wahai fajar terbitlah segera, Agar sempat kukatakan pada mereka “Aku mencintai kalian karena Allah….” -Umar bin Khattab ra-

×