Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Fikih Wudhu

637 views

Published on

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (QS. Al-Maidah: 6)

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Fikih Wudhu

  1. 1. FIKIH WUDHU Fais al-Fatih
  2. 2. DALIL WUDHU َ‫ه‬‫و‬ُ‫ج‬ُ‫و‬ ‫وا‬ُ‫ل‬ِ‫س‬ ْ‫اغ‬َ‫ف‬ ِ‫ة‬ َ‫َل‬َّ‫ص‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫م‬ُ‫ق‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫َا‬‫ه‬ُّ‫ي‬َ‫أ‬ ‫َا‬‫ي‬ِ‫ق‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫ر‬َ‫م‬ْ‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫َك‬‫ي‬ِ‫د‬ْ‫ي‬َ‫َأ‬‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ُ‫ج‬ْ‫ر‬َ‫َأ‬‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫س‬‫و‬ُ‫ء‬ُ‫ر‬ِ‫ب‬ ‫وا‬ُ‫ح‬ َ‫س‬ْ‫َام‬‫و‬ِ‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ع‬َ‫ك‬ْ‫ال‬ Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (QS. Al-Maidah: 6)
  3. 3. DALIL WUDHU ‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬ َ‫َث‬‫د‬ْ‫ح‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬ َ‫ة‬‫ََل‬‫ص‬ ُ َّ‫اَّلل‬ ُ‫ل‬َ‫ب‬ْ‫َق‬‫ي‬ ‫ال‬َ‫أ‬َّ‫َض‬‫و‬َ‫ت‬َ‫ي‬ Allah tidak akan menerima shalat salah seorang diantara kalian jika dia berhadats sampai dia wudhu. (HR. Bukhari : 6954 dan Muslim : 225)
  4. 4. KEUTAMAAN BERWUDHU Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang Allah gunakan untuk menghapus kesalahan dan mengangkat derajat?” Para sahabat menjawab, “Tentu ya Rasulullah” Beliau menjawab, “Menyempurnakan wudhu di hari yang sangat dingin, memperbanyak langkah ke masjid dan menunggu shalat sesudah mengerjakan shalat. Itulah ribath (berjaga-jaga) di jalan Allah. Itulah ribath di jalan Allah. Itulah ribath di jalan Allah.” (HR. Muslim)
  5. 5. KEUTAMAAN BERWUDHU “Sesungguhnya umatku dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya wajah-wajah, tangan-tangan dan kaki-kaki mereka karena bekas wudhu”. (HR. Bukhari & Muslim) "Barang siapa yang berwudhu lalu membaguskannya, maka akan keluar kesalahan-kesalahannya dari badannya bahkan sampai keluar dari bawah kuku- kukunya". (HR. Muslim) Tidak ada seorang pun dari kalian yang berwudlu lalu menyempurnakan wudlunya kemudian berkata: َ‫أ‬ ُ‫َد‬‫ه‬ ْ‫ش‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫ك‬ْ‫ي‬ِ‫ر‬ َ‫ش‬ َ‫ال‬ ُ‫ه‬َ‫د‬ْ‫َح‬‫و‬ ُ‫هللا‬ َّ‫ال‬ِ‫إ‬ َ‫ه‬‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫ال‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫َد‬‫ه‬ ْ‫ش‬َ‫أ‬ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬ََ ‫ا‬‫ا‬‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬ُ‫ل‬ْ‫و‬‫س‬َ‫ر‬َ‫و‬ kecuali akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan dan dia masuk dari pintu mana saja yang dia sukai". (HR. Muslim)
  6. 6. RUKUN WUDHU Niat Membasuh wajah sekali Membasuh kedua tangan hingga siku Mengusap kepala Membasuh kedua kaki beserta mata kaki Berurutan Rukun adalah ketentuan yang harus dipenuhi, dalam melakukan suatu pekerjaan/ibadah. Bila tidak terpenuhi maka ibadah/pekerjaan tersebut tidak sah.
  7. 7. NIAT Niat berarti kehendak untuk mengerjakan sesuatu demi mendapatkan ridha Allah SWT dan melaksanakan perintah-Nya. Niat adalah amal hati murni dan lisan sama sekali tak mempunyai peranan di dalamnya. Oleh karena itu melafalkannya tidak disyariatkan. ‫َا‬‫م‬ ٍ‫ئ‬ِ‫ر‬ْ‫ام‬ ِ‫ل‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬ ‫َا‬‫م‬َّ‫ن‬ِ‫َإ‬‫و‬ ِ‫ت‬‫ا‬َّ‫ي‬ِ‫الن‬ِ‫ب‬ ُ‫َال‬‫م‬ ََْ‫أل‬ْ‫ا‬ ‫َا‬‫م‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬‫َى‬‫و‬َ‫ن‬ “Sesungguhnya amal bergantung pada niatnya, dan seseorang hanya akan memperoleh sesuatu berdasarkan apa yang diniatkannya..” (HR. Bukhari dan Muslim)
  8. 8. MEMBASUH WAJAH SEKALI Membasuh berarti mengalirkan air. Batas wajah adalah dimulai dari bagian dahi hingga bagian bawah jenggot. Sedangkan lebarnya adalah dari cuping telinga kanan hingga cuping telinga kiri. MEMBASUH KEDUA TANGAN HINGGA KEDUA SIKU
  9. 9. MENGUSAP KEPALA Mengusap berarti membasahi dengan tangan. Menggerakkan tangan pada bagian kepala. MEMBASUH KEDUA KAKI Membasuh kedua kaki beserta mata kaki.
  10. 10. BERURUTAN Dilakukan secara berurutan. Niat Membasuh wajah sekali Membasuh kedua tangan hingga siku Mengusap kepala Membasuh kedua kaki beserta mata kaki Berurutan
  11. 11. SUNNAH WUDHU Membaca basmalah Memakai siwak Membasuh kedua telapak tangan Berkumur Instinsyaq Menyela-nyela janggut Menyela-nyela jari jemari Membasuh sebanyak 3 kali Memulai dengan bagian yang kanan Berturut-turut, tanpa jeda (Muwallah) Mengusap kedua telinga Membasuh muka dan kaki melebihi ukuran semestinya Menghemat air Berdo’a sesudahnya Shalat sunnah 2 raka’at sesudahnya Sunnah dalam lingkup ilmu Fiqih, adalah perkara yang seorang muslim akan mendapat pahala jika melakukannya, dan tidak mendapat dosa jika meninggalkannya.
  12. 12. MEMAKAI SIWAK “Tidak sah shalat seseorang yang tak berwudhu, dan tidak sah wudhu orang yang tidak membaca basmalah saat ia akan memulainya.” (HR. Abu Dawud) MEMBACA BASMALAH “Kalau tak khawatir akan membebani umatku, tentu aku sudah perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali akan berwudhu.” (HR. Malik)
  13. 13. Dari Aus bin Abi Aus ra, “Saya melihat Rasulullah berwudhu. Lalu beliau membasuh kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali.” (HR. Ahmad dan Nasa’i) MEMBASUH KEDUA TELAPAK TANGAN DI AWAL WUDHU
  14. 14. BERKUMUR DAN MENGHISAP AIR MELALUI HIDUNG (INSTINSYAQ) “Jika kamu berwudhu, berkumurlah!” (HR. Abu Dawud dan Baihaqi) “Bila seseorang dari kamu berwudhu, hendaklah ia memasukkan air ke dalam hidungnya lalu mengeluarkannya.” (HR. Muttafaq ‘alaih) MENYELA-NYELA JANGGUT Dari Utsman ra, “Nabi SAW biasa menyela-nyela janggutnya (pada saat berwudhu).”
  15. 15. MENYELA-NYELA JARI JEMARI “Bila kamu berwudhu, sela-selailah jari jemari tangan dan kakimu.” (HR. Ahmad) MEMBASUH SEBANYAK 3 KALI Amr bin Syu’aib meriwayatkan dari ayahnya dari kakeknya, “Seorang pria Badui menghadap Nabi dan menanyakan wudhu kepadanya. Maka beliau memperlihatkan tiap-tiap gerakannya sebanyak 3 kali. Beliau lantas mengatakan, ‘Beginilah wudhu yang benar. Orang yang menambah-nambahnya benar-benar telah berbuat jahat, melampaui batas dan bertindak semena-mena.’” (HR. Ahmad dan Nasa’i)
  16. 16. MEMULAI DARI BAGIAN YANG KANAN Aisyah ra menuturkan, “Rasulullah SAW suka memulai dengan anggota badan bagian yang kanan saat memakai sandal, menyisir rambut, bersuci dan saat mengerjakan segala sesuatu.” (HR. Muttafaq ‘alaih) BERTURUT-TURUT, TANPA JEDA Berturut-turut bermakna membasuh sebagian anggota secara langsung setelah membasuh anggota badan lainnya. Tidak boleh menyela wudhunya dengan suatu perbuatan yang dianggap tidak berkaitan dengan aktivitas wudhu.
  17. 17. MEMBASUH KEDUA TELINGA Miqdam bin Ma’dikarib ra menuturkan, “Ketika berwudhu, Rasulullah mengusap kepalanya serta bagian dalam dan bagian luar telinganya. Beliau juga memasukkan jarinya ke dalam lubang telinganya.” (HR. Abu Dawud dan Ath-Thahawi MEMBASUH MUKA DAN KAKI MELEBIHI UKURAN SEMESTINYA Nabi SAW bersabda, “Umatku akan datang pada hari kiamat dengan wajah dan kaki yang bercahaya karena bekas wudhu.” Abu Hurairah ra kemudian berkata, “Karena itu, barangsiapa yang bisa menambah cahayanya, hendaklah ia melakukannya.” (HR. Muttafaq ‘alaih)
  18. 18. MENGHEMAT AIR Anas ra berkata, “Nabi mandi dengan air sebanyak satu sha’ hingga lima mud air dan berwudhu dengan air sebanyak satu mud.” (HR. Muttafaq ‘alaih) 1 sha’ = 6,75 liter | 1 mud = 0,6875 liter (± 1 botol air mineral sedang)
  19. 19. BERDO’A SESUDAHNYA Tidak ada seorang pun dari kalian yang berwudlu lalu menyempurnakan wudlunya kemudian berkata: َ‫أ‬ ُ‫َد‬‫ه‬ ْ‫ش‬َ‫أ‬ َ‫و‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫ك‬ْ‫ي‬ِ‫ر‬ َ‫ش‬ َ‫ال‬ ُ‫ه‬َ‫د‬ْ‫َح‬‫و‬ ُ‫هللا‬ َّ‫ال‬ِ‫إ‬ َ‫ه‬‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫ال‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫َد‬‫ه‬ ْ‫ش‬َ‫أ‬ُ‫ه‬ُ‫د‬ْ‫ب‬ََ ‫ا‬‫ا‬‫د‬َّ‫م‬َ‫ح‬ُ‫م‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬ُ‫ل‬ْ‫و‬‫س‬َ‫ر‬َ‫و‬ kecuali akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan dan dia masuk dari pintu mana saja yang dia sukai". (HR. Muslim)
  20. 20. SHALAT SUNNAH 2 RAKA’AT SESUDAHNYA Rasulullah SAW berkata kepada Bilal ra, “Bilal, ceritakan kepadaku amalan apa yang paling kamu harapkan dalam Islam, karena aku mendengarkan suara sandalmu di dalam surga.” Bilal menjawab, “Aku tak punya amal yang bisa ku harapkan. Hanya saja, setiap selesai bersuci, baik di waktu siang maupun malam, aku selalu mengerjakan shalat sunnah yang memang ditakdirkan Allah untuk kukerjakan.” (HR. Muttafaq ‘alaih)
  21. 21. PERKARA YANG MEMBATALKAN WUDHU • air kencing • tinja • kentut • mani • wadi (air berwarna putih dan kental, keluar setelah buang air kecil) • madzi (air berwarna putih, lengket yang keluar saat memikirkan tentang seks) Segala sesuatu yang keluar dari qubul dan dubur Tidur lelap yang menghilangkan kesadaran Hilang akal (Gila, pingsan, mabuk) Menyentuh kemaluan tanpa penghalang
  22. 22. PERKARA YANG TIDAK MEMBATALKAN WUDHU Menyentuh wanita tanpa penghalang Keluarnya darah dari jalan yang tak biasa (luka, bekam, mimisan) Muntah Memandikan mayit
  23. 23. KAPAN WAJIB BERWUDHU? Shalat wajib maupun sunnah Tawaf di Baitullah Menyentuh Qur’an
  24. 24. KAPAN SUNNAH BERWUDHU? Berzikir Menjelang tidur Sebelum mandi wajib maupun sunnah Mengulang persetubuhan dengan istri Memperbaharui wudhu setiap kali akan shalat
  25. 25. BEBERAPA PENGETAHUAN YANG PENTING Perkataan yang mubah ketika berwudhu adalah sesuatu yang diperbolehkan dan tidak ada satu pun hadits yang melarangnya Doa yang dibaca ketika membasuh anggota wudhu adalah bathil, tidak ada dasarnya sama sekali Andai orang yang berwudhu ragu dengan jumlah basuhannya, ia harus memilih jumlah yang diyakininya, yaitu jumlah yang paling sedikit Adanya penghalang pada anggota badan bisa menyebabkan tidak sahnya wudhu. Sedangkan zat pewarna tidak berpengaruh sama sekali Orang yang telah berwudhu diperbolehkan mengelap anggota tubuhnya dengan sapu tangan atau yang sejenisnya
  26. 26. SUMBER UTAMA Sulaiman Al-Faifi. 2013. Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq. Jakarta: Ummul Qura

×