EDISI 132 | 9 - 15 JUNI 2014
10 tahun monorel molor
“TAK ada
instruksi
inteli
masjid”
JUSUF KALLA
INTERVIEW
EDISI 132 | 9 ...
@majalah_detik majalah detik
n Adu Kuat Serangan Darat
n Saat Intoleransi Usik Yogya
n AdemnyaPrabowo-Jokowi,HangatnyaHatt...
lensa
Tap untuk melihat foto UKURAN BESAR
Bisnis jasa konfeksi dan sablon turut kecipratan rezeki pesta demokrasi pemiliha...
lensa
Seorang pekerja rehat di sela-sela aktivitasnya menjahit pesanan kaus Selasa (3/6). Sedikitnya capres yang berlaga m...
lensa
Kertas sablon cetak berserakan. Teknik pres ini lebih cepat daripada teknik lama, yakni dengan cat, karena tidak men...
Para pekerja menyablon atribut kampanye Jokowi-Jusuf Kalla di Sekretariat Nasional Jokowi, Jalan Brawijaya, Jakarta, Senin...
lensa
Kesibukan lima tahunan ini, menurut pengelola konfeksi, semakin meredup karena mulai tergeser oleh kampanye digital/...
lensa
Masa kampanye terbuka akan berakhir pada 5 Juli 2014. Pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-Kalla bersaing memperebutkan...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasionalnasional
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Ketika
Pendulum
Demokrat
Berayun
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasional
W
akil Ketua Majelis Tinggi
Partai Demokrat Marzuki Alie
serius menyimak pidato ca...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasional
Abror Rizki/Rumnggapres
Presiden Yudhoyono
menerima Prabowo dan
Hatta Rajasa di Is...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasional
Lamhot/detikcom
Ketua Harian Partai
Demokrat Syarief Hasan
Hasan. Menteri Koperasi...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasional
golputpadapilpres9Julimendatang.“Adayang
bertanya mengapa mendukung Prabowo-Hat-
t...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasional
Utara, Maluku, dan Gorontalo.
Sebelumnya, peserta konvensi Demokrat,
Anies Baswe­d...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasionalnasional
AduKuat
SeranganDarat
kedua kubu mengerahkan Para kepala daerah, dari gube...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasional
T
ahapan pemilihan presiden 2014
resmi dimulai seiring dengan masuk-
nya masa kamp...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasional
darat melalui kantong-kantong dengan peta
yang sudah kita ketahui,” kata Mahfud sa...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasional
Grandyos Zafna/detikfoto
Anis Matta dalam acara
deklarasi pemenangan
Prabowo-Hatta...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasional
di pertarungan pilpres. Saya
kebagian eksekutif, dan kami
sudah siapkan pasukan un...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nasional
Majalah detik 7 - 13 april 2014Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Bhakti, berpendapat ...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interview
Majalah detik 2 - 8 juni 2014
Jusuf Kalla:
Tak Ada
Instruksi
InteliMasjid
intervi...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interview
araknya kegiatan kampanye hitam
yang ditengarai gencar dilakukan di mas-
jid memb...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interviewinterviewinterview
perti yang terjadi di Yogyakarta. Juga me-
maparkan visi-misiny...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interview
bahaya untuk bangsa besar ini. Kalau se-
orang muslim dikatai kafir, berarti dia ...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interview
dakwah yang benar bahwa aliran-aliran itu
harus sesuai dengan apa yang benar. Nam...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interview
(Islam yang ada). Kita punya undang-undang
dasar yang, dengan jelas, menyatakan s...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interview
narnya keputusan bersama.
Jadi tak perlu khawatir akan terjadi ma-
tahari kembar,...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interview
Terkait visi ekonomi mandiri yang Anda
usung bersama Jokowi, berarti bebas dari
k...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interview
Anda juga memprioritaskan sektor ma-
ritim....
Iya, sungguh menyedihkan kalau mel...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interview
energi murah?
Di negara mana saja selalu ada yang nama-
nya mixed energy atau div...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interviewinterviewinterview
Rachman Haryanto/detikFOTO
Jusuf Kalla berbincang dengan Ketua ...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
interview
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Nama: Muhammad Jusuf Kalla
Tempat/tanggallahir: Wa...
hukum
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
hukumhukum
Hanya berselang tiga hari, dua tindak
kekerasan bermotif agama terjadi di ...
hukum
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
hukum
Regina Safri/ANTARA FOTO
K
ediaman Julius Felicianus pada
Kamis malam, 29 Mei 2...
hukum
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
tuk menjemput Weny, istrinya, yang ikut dalam
doa rosario. Bapak dan putrinya itu tak...
hukum
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Tirta Prameswara/ANTARA FOTO
Aparat Kepolisian Polda DIY
melakukan penjagaan di rumah...
hukum
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Jemaat Gereja Kristen Indonesia
Yasmin dan Gereja Huria Kristen
Batak Protestan Filad...
kriminal
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
kriminal
Seorang oknum anggota TNI AD tewas setelah dikeroyok
warga karena kepergo...
kriminal
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
S
andy terbangun dari tidur ketika
ibunya berteriak, “Maling… maling…!”
Saat itu, ...
kriminal
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
kriminal
dok. pribadi
Barang bukti yang
digunakan pelaku saat
beraksi.
Braak! Mere...
kriminal
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
ngelabui warga yang mengejarnya dengan ikut
berteriak “maling”. Namun warga tak pe...
kriminal
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Kepala Dinas Penerangan
TNI AD Brigadir Jenderal TNI
Andika Perkasa
dok. dispenad
...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
sisi lain capres
Di tengah persaingan,
dua pasangan
capres-cawapres
bertemu dalam beberapa
...
sisi lain capres
Pusat, Sabtu, 31 Mei 2014.
Kalla sebagai saksi untuk mempelai
pria, sedangkan Hatta untuk pengantin
wanit...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014Majalah detik 9 - 15 juni 2014
“Saya dibayar Rp 2,5 juta per bulan. Mereka
bilang jangan sam...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Kami pasukan nasi bungkus
Laskar cyber pejuang di belakang komputer
Senjata kami Facebook d...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
calon presiden Prabowo Subianto di media
massa. Setiap masing-masing personel memi-
liki li...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
mereka juga ditugasi memberi komentar-
komentar berita tentang Jokowi. “Misalnya
menulis ko...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014Majalah detik 9 - 15 juni 2014
yang isinya memuji atau menjelekkan salah
satu capres.
“Terga...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Kampanye hitam terhadap Jokowi dilancarkan
lewat tabloid dan pesan berantai. Banyak
pegawai...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
G
un Gun Heryanto menyesal telah
memenuhi permintaan Darmawan
Sepriyossa. Seandainya tahu t...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
sekarang diminta, seratus persen saya enggak
mau,” ujarnya.
Gun tidak menyangka Darmawan me...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Obor Rakyat berisi kumpulan berbagai isu
miring soal Jokowi yang sebelumnya banyak
beredar ...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
usaha ditangkis dengan mengerahkan kader-
nya untuk menjelaskan soal kampanye hitam
terhada...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
sertifikasi guru serta remunerasi dan gaji ke-13
pegawai negeri sipil.
Dalam dokumen visi-m...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
sangat berpengaruh.”
SurveidariSoegengSarjadiSchoolofGovern­
mentmenunjukkanelektabilitasJo...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
T
im hukum Jokowi-Jusuf Kalla melaporkan Ketua Tunas
Indonesia Raya (Tidar) Jakarta Selatan...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014Majalah detik 9 - 15 juni 2014
yang harus diselidiki Bawaslu. “Enggak logis kan, enggak ada ...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
CaraJenderal
Menangkis
Serangan Hitam
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
R
uangan di lantai 3 itu tertutup
rapat. Tidak seperti biasanya, pada
Rabu, 4 Juni 2014, it...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
ke kepolisian. “Pelakunya bukan kader kami,”
katanya.
Ia menambahkan, yang masih terus diha...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
kampanye negatif. “Kita
bagi-bagitanggungjawab,”
kata Direktur Hukum Tim
Pemenangan Prabowo...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
NasDem. Kedua, video yang
memperlihatkan Prabowo
memukul seseorang setelah
mendaftar ke KPU...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Tebar Pesona
GaetyangMuda
Tidak pernah berbicara mengenai visi dan misi capres.
Yang asyik ...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
K
antor sekretariat relawan Ka­wan
Jokowi di Jalan Dharmawangsa 4,
Kebayoran Baru, Jakarta ...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
tim sukses Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari,
mengaku pembentukan relawan mengalir be-
gitu saj...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
tim pemenangan nasional Merah Putih, Fadli
Zon, berulang kali berorasi di atas mimbar di
ha...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
ma-cuma untuk Prabowo.
Beberapa kampanye tersebut dilakukan
untuk menggaet pemilih muda di ...
Majalah detik 9 - 15 Juni 2014
VisiJokowi,MisiPrabowo
Memangkas subsidi dengan konversi 30
persen transportasi berbahan ba...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014majalah detik 9 - 15 juni 2014
Cerdas dan bijak dalam menyikapi setiap
isu yang berkembang d...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
P
erang kampanye hitam dan ne-
gatif menjelang pemilihan presiden
semakin marak. Tudingan t...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
kan negatif oleh masyarakat. Misalnya kegagal-
an tugas, mangkir, memiliki affair, wanprest...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
rena, ketika kami konfirmasi ke tim sukses para
calon, mereka menolak itu bagian dari merek...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Kampanye hitam juga dilakukan seca-
ra langsung di depan umum, bahkan di
tempat ibadah. Art...
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan,
Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi
Elek...
Kolom
Majalah detik 9 - 15 juni 2014
Kolom
Oleh: Dr Eko Harry Susanto
B
egitu pasangan calon presiden dan calon wakil pres...
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Majalah Detik #132 "Panasbung"
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Majalah Detik #132 "Panasbung"

5,186 views

Published on

Majalah Detik #132 "Panasbung"

Published in: News & Politics
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,186
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
752
Actions
Shares
0
Downloads
44
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Majalah Detik #132 "Panasbung"

  1. 1. EDISI 132 | 9 - 15 JUNI 2014 10 tahun monorel molor “TAK ada instruksi inteli masjid” JUSUF KALLA INTERVIEW EDISI 132 | 9 - 15 JUNI 2014 10 tahun monorel molor “TAK ada instruksi inteli masjid” JUSUF KALLA INTERVIEW
  2. 2. @majalah_detik majalah detik n Adu Kuat Serangan Darat n Saat Intoleransi Usik Yogya n AdemnyaPrabowo-Jokowi,HangatnyaHatta-JK n Potret gairah Politik Kiai NUn MenangkalKampanyeHitam n SatuDekadeBelumTerasa n Setiap10mobil6lewatcawang n OmzetTambunFashionOrangGemuk n SaatSamsungPilihvietnamn Jusuf Kalla n Hantu Pemerkosa di Kampus Amerika n Piala Dunia (bukan) untuk Amanda internasional kriminal hukum sisi lain capres buku people kolom gaya hidup Seni hiburan bisnis ekonomi n Lucunya Bayi Orangutan di Nyaru Menteng n sushi higHtech interview n Mencari Damai di Normandia lensa n RioHaryanto|ElleFanning|RidwanKamil Nasional n Ketika Pendulum Demokrat Berayun n film pekan ini n agenda n Terciprat Dana Pilpres Cover: Ilustrasi: Kiagus Auliansyah sport n Sabetan Maut ‘Samurai’ Bulu n Tak Cuma Kurus yang bisa cantik! n Taylor Swift Merahkan Jakarta n Pencuri Itu Oknum Sersan Satu n 10 tahun proyek mangkrak n Tentang Penyihir Seanggun NefertitI Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti Redaksi: Dimas Adityo, Irwan Nugroho, Nur Khoiri, Sapto Pradityo, Sudrajat, Oktamandjaya Wiguna, Arif Arianto, Aryo Bhawono, Deden Gunawan, Hans Henricus, Silvia Galikano, Nurul Ken Yunita, Kustiah, M Rizal, Budi Alimuddin, Pasti Liberti Mappapa, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Bahtiar Rifai Bahasa: Habib Rifa’i, Rahmayoga Wedar Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo Product Management: Sena Achari, Sofyan Hakim Creative Designer: Mahmud Yunus, Kiagus Aulianshah, Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum, Suteja, Mindra Purnomo, Zaki Al Farabi, Edi Wahyono, Fuad Hasim, Luthfy Syahban. Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769 DirekturUtama:BudionoDarsono Direktur:NurWahyuniSulistiowati,HeruTjatur,WarnedyKritikdanSaran: appsupport@detik.com AlamatRedaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Raya No.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email:redaksi@majalahdetik.com Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp. DAFTAR ISIEdisi 132 9 - 15 juni 2014 Fokus Pengakuan Mantan Pasukan Nasi Bungkus “Saya dibayar Rp 2,5 juta per bulan. Mereka bilang jangan sampai ada yang boleh tahu kalau kita kerja kayak gitu.”
  3. 3. lensa Tap untuk melihat foto UKURAN BESAR Bisnis jasa konfeksi dan sablon turut kecipratan rezeki pesta demokrasi pemilihan presiden 2014 dari tim sukses. Salah satunya usaha konfeksi kaus di Tebet, Jakarta. Permintaan kaus melonjak hingga 10 ribu helai per hari khusus kaus capres Prabowo maupun Jokowi. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Terciprat Dana Pilpres Foto: Ari Saputra, Rachman Heryanto/detikcom. Video: Ari Saputra. Editing: Galih Geraldy
  4. 4. lensa Seorang pekerja rehat di sela-sela aktivitasnya menjahit pesanan kaus Selasa (3/6). Sedikitnya capres yang berlaga membuat pesanan atribut tidak seramai pada pilpres lima tahun lalu.
  5. 5. lensa Kertas sablon cetak berserakan. Teknik pres ini lebih cepat daripada teknik lama, yakni dengan cat, karena tidak menunggu kering.
  6. 6. Para pekerja menyablon atribut kampanye Jokowi-Jusuf Kalla di Sekretariat Nasional Jokowi, Jalan Brawijaya, Jakarta, Senin (2/6).
  7. 7. lensa Kesibukan lima tahunan ini, menurut pengelola konfeksi, semakin meredup karena mulai tergeser oleh kampanye digital/gadget.
  8. 8. lensa Masa kampanye terbuka akan berakhir pada 5 Juli 2014. Pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-Kalla bersaing memperebutkan sekitar 190 juta suara pemilih.
  9. 9. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasionalnasional Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Ketika Pendulum Demokrat Berayun
  10. 10. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasional W akil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie serius menyimak pidato calon presiden Prabowo Subianto di acara Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014, yang digelar Komisi Pemilihan Umum di gedung Bidakara, Jakarta, Selasa malam, 3 Juni lalu. Kemeja putih lengan pendek yang dike- nakannya tersemat lambang burung garuda warna merah menyala serta pin bergambar Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di dada kanan dan kirinya. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu sesekali memberikanaplauskepadajagoyangdidukung- nya itu, seraya mengacungkan telunjuk, tanda nomor urut satu yang digunakan pasangan itu pada ajang pemilihan presiden 2014. “Saya semakin bangga. Tak salah saya mendukung beliau,” katanya. Ditemui di ruangannya, gedung DPR, Jakarta, Rabu, 4 Juni lalu, Marzuki menyebut Prabowo memiliki jiwa pemimpin. Kualitasnya juga tak perlu diragukan. Sejak KPU menetapkan dua pasangan calon presiden dan calon wakil pre- siden, mantan peserta konvensi capres Partai Demokrat ini sudah menetapkan pilihan pada Prabowo-Hatta. Ia bahkan berkomitmen mem- Hasan/detikcom Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie Sikap netral Partai Demokrat tak membuat para elitenya bersikap sama. Mendukung pasangan tertentu dengan mengklaim suara partai dinilai blunder.
  11. 11. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasional Abror Rizki/Rumnggapres Presiden Yudhoyono menerima Prabowo dan Hatta Rajasa di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu. Kunjungan ini terkait dengan niat keduanya maju dalam bursa pilpres. bantu pemenangan pasangan yang diusung Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, dan partai nonparlemen Partai Bulan Bintang itu. Pria asal Palembang, Sumatera Selatan, ini mengatakan, di partainya bukan hanya dia seorang yang mendukung Prabowo-Hatta. Ia mengklaim pada Rapat Pimpinan Nasional Demokrat, yang digelar pertengahan Mei lalu, suara kader bulat mendukung Prabowo- Hatta. “Itu karena visi-misi Prabowo-Hatta ini Demokrat banget. Sejalan dan segaris de­ngan pemerintahan Pak SBY dan partai kami,” ujar- nya. “Kalau ada yang mendukung (pasangan) yang lain, itu tidak jelas (dukungannya).” Kecenderungan mendukung Prabowo-Hatta kian tampak ketika Prabowo diundang untuk memaparkan visi dan misinya di hadapan para elite Demokrat, Ahad, 1 Juni lalu. Seusai acara yang tak dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono—Ketua Umum Demokrat―itu, menurut Marzuki, partai menginstruksikan seluruh de­wan pimpinan daerah di 33 provinsi untuk mensosialisasikan visi-misi Prabowo- Hatta kepada masyarakat. Ucapan Marzuki segendang-sepenarian dengan Ketua Harian Partai Demokrat Syarief
  12. 12. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasional Lamhot/detikcom Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan Hasan. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah itu menuturkan, visi dan misi Prabowo-Hatta segaris de­ngan partainya. “Ini modal besar untuk memimpin pemerintahan lima tahun ke depan,” tutur Syarief dalam acara di Hotel Sahid, Jakarta, itu. Pemaparan visi Prabowo itu kemudian dilaporkan kepada Yudhoyono. Namun apa pendapat dan sikap SBY, majalah detik belum mendapatkan jawaban. Syarief tak merespons panggilan telepon maupun pesan singkat yang dikirim kepadanya. Mengenai hal ini, Marzuki menyebut ketua umum partainya itu tidak akan menyatakan dukungan secara resmi kepada salah satu pasangan calon. “Sebagai negarawan, Pak SBY tak perlu memihak secara resmi. Biarkan kami-kami yang menyampaikan dukungan,” ucapnya. Bukan hanya Marzuki yang kepincut pada program Prabowo jika menjadi presiden. Satu per satu elite Demokrat merapat ke kubu bekas Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat itu, termasuk adik ipar SBY, yang juga anggota Dewan Pembina partai, Pramono Edhie Wibowo. Melalui siaran persnya, beberapa jam setelah Prabowo menyampaikan visi-misi, Pramono me- nyatakan dukungan kepada pasangan tersebut. Peserta konvensi capres Demokrat ini juga ber- komitmen mengarahkan konstituen dan relaw- annyauntukmendukungpemenanganPrabowo- Hatta pada pilpres 2014. Lewat akun twitter @edhie­wibowo_55, Pra- mono menyatakan, meski Demokrat bersikap netral, eks Kepala Staf TNI AD ini tidak akan
  13. 13. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasional golputpadapilpres9Julimendatang.“Adayang bertanya mengapa mendukung Prabowo-Hat- ta? Jawaban saya, program-programnya jelas melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Presiden SBY dan prorakyat,” demikian cuit Pramono. Namun, meski “pendulum” Demokrat mulai berayun ke kutub Prabowo-Hatta, bukan ber- arti semua kader mendukung pasangan itu. Sejumlah petinggi lain memilih menyokong pasangan nomor urut 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Sekretaris Dewan Kehormat- an yang juga sekretaris konvensi capres Partai Demokrat, Suaidi Marasabessy, misalnya. Ia mendukung Jokowi setelah partainya bersikap netral dan membebaskan kadernya untuk me- milih. Purnawirawan jenderal bintang tiga ini membantah suara partainya bulat mendukung Prabowo-Hatta. Sebab, dalam Rapimnas tak disebut dukungan terhadap pasangan tertentu. “Sikap resmi Pak SBY mau koalisi ke mana kan belum ada. Jadi kami kader bebas memilih,” kata Suaidi, yang bergabung dalam tim sukses Jokowi-JK. Suaidi tak sendiri. Anggota Dewan Pembi- na yang juga peserta capres konvensi Partai Demokrat, Sinyo Harry Sarundajang, akhir Mei lalu juga menyatakan dukungan terhadap Jokowi-JK. Gubernur Sulawesi Utara itu tertarik pada sosok Jokowi yang sederhana dan pekerja keras, serta program kesejahteraan rakyat yang diusung Jokowi-JK. Ia juga siap memenangkan pasangan ini di tiga provinsi, yakni Sulawesi Abror Rizki/Rumnggapres Ketua Umum Partai Demokrat Yudhoyono saat memimpin Rapimnas Demokrat di Jakarta, 18 Mei. Dalam kesempatan itu, Yudhoyono menyatakan Demokrat netral dalam pilpres 2014.
  14. 14. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasional Utara, Maluku, dan Gorontalo. Sebelumnya, peserta konvensi Demokrat, Anies Baswe­dan, bergabung dalam tim pe- menangan Jokowi-JK. Setelah Sarundajang, giliran pemenang konvensi, Dahlan Iskan, yang menggelar deklarasi dukungan relawan kepada Jokowi-JK. Dalam deklarasi di Sentul Conven- tion Center, Bogor, Sabtu, 31 Mei lalu, Dahlan menyebut mayoritas dari ribuan rela­wannya ikut mendukung Jokowi-Kalla. Menteri Badan Usaha Milik Negara ini merasa sikap dan pem- bawaannya terefleksi pada pasangan tersebut. Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, menilai, meski partai me- nyatakan sikap netral, wajar apabila kader atau tokohnya mendukung pasangan tertentu. “Karena ini pilpres, bukan pileg, yang memang harus mendukung penuh keputusan partai. Ini pilihan individu,” ujar Arie. Adapun pengamat dari Universitas Indone- sia, Arbi Sanit, berpendapat Yudhoyono memi- lih bersikap netral karena ia menjaga stabilitas demokrasi di Indonesia. Sayangnya, sikapnya itu tak diikuti para petinggi partainya, yang jus- tru saling mengklaim dan mencatut dukungan. Padahal dukungan pada pasangan tertentu semestinya bisa disampaikan secara personal, bukan mengklaim sebagai sikap partai. “Ini blunder. Ini yang membuat publik menilai sikap SBY plinplan karena ulah para pencatut,” tutur- nya. ■ KUSTIAH | M. RIZAL Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Abror Rizki/Rumnggapres Ketua Umum Partai Demokrat Yudhoyono berbincang dengan pengurus partai dalam Rapimnas Demokrat di Jakarta, 18 Mei 2014.
  15. 15. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasionalnasional AduKuat SeranganDarat kedua kubu mengerahkan Para kepala daerah, dari gubernur hingga bupati, untuk memenangkan pasangan capres dan cawapres masing-masing. Dikhawatirkan terjadi mobilisasi PNS dan penggunaan anggaran negara. Majalah detik 9 - 15 juni 2014
  16. 16. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasional T ahapan pemilihan presiden 2014 resmi dimulai seiring dengan masuk- nya masa kampanye pilpres 2014, 4 Juni hingga 5 Juli mendatang. Laksana pertempuran, dua kubu pasangan calon pre- siden dan calon wakil presiden yang berlaga, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla, menyiapkan berbagai stra- tegi untuk menang. Ketua tim sukses Prabowo-Hatta, Mahfud Md., menyebut kubunya melancarkan strategi “serangan”udaradandarat.Strategiudarayang dimaksud Mahfud adalah penyampaian visi dan misi pasangan Prabowo-Hatta. Sedangkan serangan darat yang dilakukan adalah meng- intensifkan kampanye di kantong-kantong pendukung pasangan nomor urut satu itu. “Kami gunakan strategi perang, serangan Rachman/detikcom Ketua tim sukses Prabowo-Hatta, Mahfud Md., dalam sebuah acara konsolidasi tim sukses di Jakarta, Selasa (3/6). Majalah detik 9 - 15 juni 2014
  17. 17. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasional darat melalui kantong-kantong dengan peta yang sudah kita ketahui,” kata Mahfud saat ditemui majalah detik. Sebagai bagian dari serangan darat itu, kubu Prabowo-Hatta juga mengerahkan sejumlah kepala daerah yang berasal dari partai Koalisi Merah Putih, yang meng- usung pasangan ini, yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera, dan partai nonparlemen Partai Bulan Bintang. Setidaknya ada 17 kepala daerah dari seluruh Indonesia yang dilibatkan da- lam tim pemenangan Prabowo-Hatta. Dalam pertemuan yang berlangsung dua jam di Hotel Four Seasons, Kuning- an, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Juni lalu, 17 kepala daerah yang hadir siap memenangkan Prabowo-Hatta di daerahnya. “Kita tukar pikiran bagaimana memenang- kan, dan beberapa gubernur dan bupati di dalam koalisi menyatakan siap memenangkan Prabowo-Hatta,” ujar Mahfud. Setidaknya dukungan para kepala daerah itu bisa mempertahankan hasil perolehan suara pemilu legislatif April lalu. Di atas kertas, suara yang diperoleh partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih mencapai 52 persen. Ang- ka tersebut diklaim Mahfud bisa bertambah jika suara pemilih baru dan swing voter ikut mendukung jagonya itu. “Kita tidak akan lagi melakukan deklarasi dan pidato, tetapi langsung main dari pintu ke pintu,” tuturnya. Dukungan kepala daerah, diakui Presiden PKS Anis Matta, sangat efektif. Sebab, mereka adalah “petarung” di daerahnya dan punya ba- sis suara. “Ini kebijakan partai politik menggu- nakan struktur partai. Seperti anggota Dewan terpilih, kepala daerah. Jadi insya Allah kekuat- an ini akan kita pakai,” ucap Anis. Strategiyangkurang-lebihsamadiambilkubu Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), yang di- usung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, PartaiNasDem,PartaiKebangkitanBangsa,dan Hanura. Namun pasangan ini tak cuma meng- andalkan peran kepala daerah. Peran relawan dianggap tak kalah penting untuk melakukan gerilya dari pintu ke pintu. Kita tidak akan lagi melakukan deklarasi dan pidato, tetapi langsung main dari pintu ke pintu.
  18. 18. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasional Grandyos Zafna/detikfoto Anis Matta dalam acara deklarasi pemenangan Prabowo-Hatta se-Jawa Barat beberapa waktu lalu. Maklum, kubu Jokowi-JK hanya meng- andalkan kepala daerah yang berasal dari PDIP. Sebabnya, partai lain yang tergabung dalam koalisi pendukung pasangan ini nyaris tak pu- nya kader yang menjadi kepala daerah. “Kita sadar diri dengan infrastruktur partai (PDIP), untuk itu Jokowi-JK lebih banyak meng- andalkan para relawan. Tapi Ibu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri) sudah memberi instruksi kepada kepala daerah asal PDIP untuk membantu,” kata Koordinator Re- lawan Merah Putih, Charles Honoris. Hal ini diakui Gubernur Jawa Tengah, yang merupakan kader PDIP, Ganjar Pranowo. Seca- ra terpisah, Ganjar mengatakan, untuk meme- nangkan pasangan Jokowi-JK, pihaknya akan mengerahkan tiga pilar di kalangan internal partai. Pilar pertama adalah struktur partai dari tingkat pusat hingga dewan pimpinan cabang, ranting, dan anak ranting. Sedangkan pilar kedua adalah para kader yang duduk di lembaga legislatif, baik di Dewan Perwakilan Rakyat, DPRD provinsi, hingga ting- kat kota/kabupaten. Adapun pilar ketiga adalah kader partai yang menjadi pejabat eksekutif di berbagai daerah. “PDIP akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada agar bisa memenangkan Jokowi
  19. 19. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasional di pertarungan pilpres. Saya kebagian eksekutif, dan kami sudah siapkan pasukan untuk itu,” ujar Ganjar. Ganjar mengklaim bukan hal yang salah jika pejabat daerah membantu kerja-kerja politik partai. Meski pejabat publik, dirinya juga wajib mengikuti perintah partai. Namun Ganjar menampik anggapan birokrasi di pemerintahannya akan dike- rahkan untuk memenangkan Jokowi-Kalla. “Ini lebih dimak- sudkan menjalankan konsep gotong-royong partai. Melawan money politics yang ada di dae- rah,” tuturnya. Kepala daerah lainnya dari PDIP yang sudah diminta mem- bantu memenangkan Jokowi-JK antara lain Gubernur Kali- mantan Tengah Teras Narang; Gubernur Kalimantan Barat Cornelis; Gubernur Lampung Sjachroedin; Gubernur Bangka Belitung Rus- tam Effendi; Wakil Gubernur Kepulauan Riau Suryo Respationo; Wakil Gubernur Banten RanoKarno;WakilGubernurJawaTengahHeru Sudjatmoko; dan Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Leburaya. Namun anggota Badan Pengawas Pemilu, Nasrullah, menilai akan lebih elok jika kepala daerah bersikap netral di pilpres. Sebab, ke- terlibatan kepala daerah berisiko melibatkan birokrasi dan pegawai negeri sipil di bawah- nya. “Jangan sampai mereka memobilisasi PNS menggunakan anggaran negara untuk mendu- kung salah satu pasangan calon. Kami berharap itu tidak terjadi,” ucap Nasrullah. Ia berharap masyarakat proaktif melapor jika ada kepala daerah yang menggunakan anggar- an dan fasilitas negara, termasuk pelibatan TNI dan Polri. Untuk mengawasi TNI dan Polri, Bawaslu juga meminta institusi-institusi peng- awas, seperti Komisi Kepolisian Nasional dan lembaga etik di kesatuan TNI, untuk ikut mela- kukan pengawasan. Sementara itu, pengamat politik dari Lem- baga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar NusaR. Rekotomo/antara Koordinator Relawan Jokowi-JK Jawa Tengah, yang juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bermain kuda lumping dalam acara peresmian posko relawan di Semarang, Minggu (1/6). nasional
  20. 20. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nasional Majalah detik 7 - 13 april 2014Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Bhakti, berpendapat tidak ada yang salah jika kepala daerah menjadi bagian dari tim sukses pasangan tertentu. Yang tidak boleh adalah jika pimpinan daerah itu mengerahkan PNS untuk mendukung pasangan tersebut. “Itu akan membuat resah orang saat kepala daerah menggunakan kekuasaannya. TNI sama, institusi negara tidak boleh berpolitik,” kata Ikrar. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yud- hoyono meminta anggota TNI-Polri bersikap netral dalam pilpres kali ini. Ketua Umum Partai Demokrat itu juga mengimbau menteri-men- terinya yang terlibat dalam tim sukses capres- cawapres mengundurkan diri jika sudah tidak fokus pada tugas-tugasnya sebagai pembantu presiden. n DEDEN GUNAWAN, KUSTIAH, JAFFRY PRABU PRAKOSO, MOKSA H. | DIMAS nasional ABROR RIZKI/ Rumnggapres Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam acara Rakornas untuk Pemantapan Pelaksanaan Pilpres di Sentul International Convention Center, Bogor, Selasa (3/6).
  21. 21. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interview Majalah detik 2 - 8 juni 2014 Jusuf Kalla: Tak Ada Instruksi InteliMasjid interview Majalah detik 9 - 15 juni 2014
  22. 22. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interview araknya kegiatan kampanye hitam yang ditengarai gencar dilakukan di mas- jid membuat Jusuf Kalla berbicara ke- ras. Sebagai Ketua Umum Dewan Mas- jid Indonesia, ia meminta jemaah aktif melaporkan aktivitas para penceramah yang berkampanye di masjid. Tapi sikap itu diterjemahkan seolah-olah menjadi kebijakan resmi PDI Perjuangan, yang mengusung Jusuf sebagai calon wakil presiden, untuk memata-matai aktivitas dakwah. “Sama sekali keliru itu. Tempat ibadah (memang) harus steril dari kegiatan po- litik, termasuk kampanye. Apalagi yang kampanye hitam, fitnah,” kata Jusuf Kalla saat berbincang dengan majalah detik di kediamannya, Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu pagi, 4 Juni lalu. Kabar sebelumnya, yang menyebut koleganya, calon presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai keturunan Cina dan beragama Kristen, ia menegaskan, jelas merupakan fitnah dan bentuk kampanye hitam. Kenapa isu itu beredar? “Ya, karena sulit mencari hal negatif dari kami berdua. Makanya, kampanyenya fitnah. Kami tidak pernah korupsi, tidak cacat moral, dan tidak melanggar HAM.” Peraih gelar doctor honoris causa bidang perdamaian dari Universitas Syiah Kuala, Aceh, ini juga mengungkapkan sikapnya terhadap potensi konflik masalah SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) se- Tempat ibadah harus steril dari kegiatan politik, termasuk kampanye. Apalagi yang kampanye hitam, fitnah. M
  23. 23. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interviewinterviewinterview perti yang terjadi di Yogyakarta. Juga me- maparkan visi-misinya dalam membenahi perekonomian nasional jika ia bersama Jo- kowi kelak terpilih memimpin pemerintah- an. Berikut ini petikan perbincangannya. Sebagai Ketua Dewan Masjid, benarkah Anda menginstruksikan untuk menginteli masjid? Oh, tidak, sama sekali keliru itu. Tidak ada instruksi inteli masjid. Yang dimaksud adalah jemaah yang mendengar kampanye-kampa- nye (hitam dan cenderung fitnah) itu mela- porkan ke pengurus masjid bahwa ada yang melanggar aturan. Istilah intel sendiri mungkin berasal dari media. Tapi, bahwa jemaah harus mengetahui itu pelanggaran undang-undang, ya kami sampaikan. Tempat ibadah harus steril dari kegiatan politik, termasuk kampanye. Apa- lagi yang kampanye hitam, fitnah. Jadi bukan dengan membentuk tim khu- sus pengawasan, ya? Ha-ha-ha… ya enggaklah, siapa sih yang bisa punya intel? Masjid kita kan jumlahnya 800 ribu lebih. Saya mana punya intel 800 ribu lebih. Jemaah sendirilah yang harus menjaga agar tidak menimbulkan SARA. Kan kalau di masjid ngomong soal SARA sangat Video
  24. 24. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interview bahaya untuk bangsa besar ini. Kalau se- orang muslim dikatai kafir, berarti dia meng- ambil fungsi Tu­han. Hanya Tuhan yang tahu kadar keimanan seseorang. Terkait potensi konflik masalah SARA, bagaimana Anda dan Jokowi akan mena- nganinya? Di sinilah dibutuhkan kepemimpinan yang baik untuk menjamin suatu pluralisme yang hidup bersamaan, saling menjaga kepenting- an masing-masing, tapi dihormati. Memang ada ledakan-ledakan, di situ gunanya suatu hubungan yang baik serta ketegasan dari pe- merintah. Kasus di Yogyakarta kemarin belum apa-apadibandingkonflikdiPoso,Ambon.Tapi itu semua bisa kita selesaikan. Karena persua- sif dan ketegasan. Kalau (mereka) enggak mau, pemerintah akan mengambil tindakan. Kalau terhadap kelompok minoritas, seperti Ahmadiyah dan Syiah? Itu butuh toleransi, bahaya bangsa ini (bila tidak ada penyelesaian). Tapi perlu diberikan interviewinterview Grandyos Zafna/detikcom Bayangkan,subsidienergiyangsekitarRp 400triliunitukitapotongdankemudiankita alihkan(untuk)membangunjalan,kansangat besarmanfaatnya.
  25. 25. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interview dakwah yang benar bahwa aliran-aliran itu harus sesuai dengan apa yang benar. Namun pihak Ahmadiyah harus menyadari, jangan memperluas syiarnya. Diyakini sendiri saja, dan tentu itu hak masing-masing, tapi jangan menjadikan penyebaran kepada yang sudah menganut Grandyos Zafna/detikcom Rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pasangan capres dan cawapres pemilu tahun 2014 di gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (1/6). interviewinterview
  26. 26. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interview (Islam yang ada). Kita punya undang-undang dasar yang, dengan jelas, menyatakan semua orang berhak menganut agamanya masing- masing. Artinya tidak perlu melarang atau me- nutup aliran itu dengan paksa? Tidak, tidak. Kita tegaskan bahwa ini ke- yakinan yang benar menurut kitab suci dan aturannya. Kalau ingin meyakini aliran di luar keyakinan yang ada, ya jangan mengajak-ajak orang yang sudah memiliki keyakinan seperti yang ada di kitab itu. 
 Saat menjadi wapres dulu ada yang menjuluki Anda “The Real President”. Kali ini pun kecemasan itu.... Sayaitusebenarnyariilwakilpresiden.Sesuai konstitusi, wakil presiden itu harus membantu. Misalnya memberikan saran, mengerjakan apa yang sudah diputuskan bersama. Bahwa dulu ada istilah seperti itu terjadi mungkin karena saya membantu sangat banyak. Apakah itu di bidang ekonomi, perdamaian, malah keaman- an, itu yang seakan terjadi. Padahal itu sebe-hasan alhabshy/detikFoto Dibutuhkankepemimpinanyangbaik untukmenjaminsuatupluralisme,hidup bersamaan,salingmenjagakepentingan masing-masing.
  27. 27. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interview narnya keputusan bersama. Jadi tak perlu khawatir akan terjadi ma- tahari kembar, ya? Ha-ha-ha… sama sekali tidak. Bukan mata- hari kembar, tetapi akan terjadi matahari yang sinarnya lebih terang. Satu matahari tapi bersi- nar, jadi kepresidenan. Pendanaan kampanye Jokowi benarkah bersumberdariparakonglomerat,seperti James Riady dan Anthoni Salim? Kalau kelompok sumbangan sampai Rp 10 miliar, itu bebas saja. Siapa saja boleh, selama itu uang halal. Bahwa orang menyumbang itu, ya terima kasih. Tapi untuk mendikte? Pasti tidak! Benarkah dana kampanye Jokowi-JK sampai triliunan rupiah? Ha-ha-ha… kalau itu ada, saya enggak usah jadi presiden, nikmati saja uang itu. Buktinya baju untuk relawan, posko, belum beredar banyak. Bendera-bendera belum ada. Kalau uang banyak begitu, mestinya seluruh Indo- nesia sudah penuh. Iklan juga terbatas sekali karena kemampuan keuangan tidak sebesar itu. Sekarang siapa yang punya lebih banyak baliho? Kita atau yang lain? Untuk kampanye itu memang butuh dana besar, tapi saya yakin ini lebih kecil dari pemilu-pemilu tahun lalu. interview Grandyos Zafna/detikcom Bersama istri, Mufidah, di kediaman, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (4/6).
  28. 28. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interview Terkait visi ekonomi mandiri yang Anda usung bersama Jokowi, berarti bebas dari ketergantungan terhadap asing? Kemandirian bukan berarti kita tidak bekerja sama dengan asing. Kemandirian yang kami maksud adalah segala kebutuhan pokok, se- perti beras, gula, minyak, dan sebagainya, kita penuhi sendiri. Begitupun dengan sandang, harus betul-betul dapat kita produksi sendiri sehingga tidak tergantung pada impor. Yang kedua, segala macam potensi ekonomi, termasuk natural resources (sumber daya alam) kita kelola dan olah di dalam negeri. Sehingga, investasi boleh dari dalam atau dari luar negeri tetapi sesuai dengan aturan kita. Jadi, artinya, kemandirian itu bukan sama sekali kita tertutup. Tapi kita sudah lama jadi pengimpor beras? Itulahyangharuskitaperbaiki.Dulusaatzaman saya kan tidak ada impor beras. Kuncinya adalah pada manajemen pangan pokok kita. Secara statistik, produksi kita cukup. Nah, penanganan mulai panen hingga penyimpanan sampai dis- tribusi itu yang perlu kita benahi. Selain itu (di sektor produksi) perlu dukungan teknologi mulai cocok tanam hingga pascapanen dan distribusi saranaproduksisecaratepat.Penambahanlahan (baru) juga akan kami upayakan. Bersama pesaingnya, Hatta Rajasa, saat menjadi saksi pernikahan KH Ma'ruf Amin. lamhot aritonang/detikfoto interviewinterview
  29. 29. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interview Anda juga memprioritaskan sektor ma- ritim.... Iya, sungguh menyedihkan kalau melihat ikansajakitaharusimpor.Padahalkitamemiliki sumber daya perikanan yang sangat banyak. Wilayah maritim kita 70 persen dari luas wila- yah nasional. Beraneka jenis ikan ada di dalam- nya. Mengapa kita tidak bisa memanfaatkan secara maksimal? Penyebabnya teknologi. Selain penangkapan, juga karena minimnya cold storage. Kenapa demikian? Karena minim- nya pasokan listrik. Kita memang menghadapi masalah pelik dalam energi listrik ini. Maka kita akan upayakan. Bagaimanauntukmenyediakanpasokan Rachman Haryanto/detikFOTO Bersama Jokowi dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mendatangi Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, 19 Mei lalu. interviewinterview
  30. 30. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interview energi murah? Di negara mana saja selalu ada yang nama- nya mixed energy atau diversifikasi sumber energi. Kita harus menyediakan sumber energi yang murah, sesuai dengan kebutuhan, tetapi yang sustainable. Tapi energi saat ini masih mahal. Contohnya di energi listrik. Listrik itu mahal karena masih menggunakan diesel untuk sistem pembangkitnya. Makanya kita harus menyediakan alternatif dari mikrohidro, geotermal, gas, serta batu bara. Sesuai dengan wilayahnya. Kalau itu kita kembangkan, kita akan bebas dari impor solar untuk bahan bakar ­diesel pembangkit. Soal gas, misalnya, saya sudah mempunyai pengalaman saat melaksanakan kebijakan konversi dari minyak tanah ke gas. Sekarang sudahjarangataubahkanmungkinsudahtidak ada yang menggunakan minyak tanah. Anda menyebut sesuai wilayah…. Iya. Maksud saya, kalau orang di Jawa memiliki sumber energi dari geotermal, ya gunakan sum- ber itu. Kalau di luar Jawa ada banyak sumber mikrohidro atau gas, ya pakai itu, yang penting bukansumberyangmahal.Sebab,adadiwilayah itu dan tidak perlu ongkos mendatangkannya. Dengan begitu, muaranya nanti pengu- rangan subsidi bahan bakar? Otomatis. Kendaraan angkutan umum yang besar-besar, seperti bus, bahan bakarnya kita ganti dengan gas, CNG (compressed natural gas). Dan program seperti itu, yang dicanang- kan pemerintah (sekarang), hanya dibicarakan terus, tidak ada yang melaksanakannya. Tapisoalpengurangansubsidiselaluada resistensi. Bagaimana menyiasatinya? Kita punya pengalaman tahun 2005, yang penting bagi masyarakat itu subsidi tersebut dialihkan pada yang betul-betul dibutuhkan. Apa yang benar-benar dibutuhkan sekarang? Kita impor beras karena bibit kita kurang (ba- gus) kualitas dan jumlahnya. Pupuk tidak tepat distribusi waktu dan tempatnya, pengairan kita juga kurang bagus. Karena itu, lebih baik subsidi dialihkan ke situ. Begitu juga dengan mahalnya harga bahan pangan dan lainnya. Karena jalan kita tidak “Tidakakanada mataharikembar, tetapiakanterjadi matahariyang sinarnyalebih terang.Satumata- haritapibersinar, jadikepresidenan.”
  31. 31. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interviewinterviewinterview Rachman Haryanto/detikFOTO Jusuf Kalla berbincang dengan Ketua Dewan Syura DPP PKB KH Abdul Aziz Mansyur seusai acara silahturahmi alim ulama Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur di Surabaya, Minggu (25/5). bagus, alangkah baiknya jika subsidi digunakan untuk itu ketimbang diberikan kepada pemilik mobil, yang membuat jalan semakin rusak. Anda yakin masyarakat paham? Saya yakin. Itu yang pernah saya alami, jus- tru pemerintah sendiri yang kadang-kadang tidak tegas. Memang ada yang tidak puas. Te- tapi, yang paling penting untuk dijelaskan, apa manfaatyangpalingbesar?Ya,menyelamatkan ekonomi nasional. Bayangkan, subsidi energi yang sekitar Rp 400 triliun itu kita potong dan kemudian kita alihkan (untuk) membangun jalan, kan sangat besar manfaatnya. ■ ARIF ARIANTO, MONIQUE SHINTAMI 
 Tap/klik untuk berkomentar
  32. 32. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 interview Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Nama: Muhammad Jusuf Kalla Tempat/tanggallahir: Watampone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942 Istri: Mufidah Jusuf Anak: Muchlisa Jusuf, Muswirah Jusuf, Imelda Jusuf, Solichin Jusuf, Chaerani Jusuf Pendidikan: • Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin Makassar, 1967 • The European Institute of Business Adminis- tration Fontainebleau, Prancis, 1977 Pekerjaan: • Wakil Presiden Republik Indonesia, 2004- 2009 • Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, 2001-2004 • Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia, 1999-2000 • Komisaris Utama PT Bukaka Singtel Interna- tional Organisasi, 1995-2001 • Direktur Utama PT Kalla Inti Karsa, 1993- 2001 • Anggota MPR-RI, 1982-1999 • Direktur Utama PT Bumi Karsa, 1969-2001 • Presiden Direktur NV Hadji Kalla, 1968- 2001 • Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Sekber Golkar, 1965-1968 Organisasi: • Ketua Umum Palang Merah Indonesia, 2009 sampai sekarang • Ketua Umum DPP Partai Golkar, 2004-2009 • Anggota Dewan Penasihat ISEI Pusat, 2000 sampai sekarang • Ketua IKA-UNHAS, 1992 sampai sekarang • Wakil Ketua ISEI Pusat, 1987-2000 • Ketua Umum Kadin Sulawesi Selatan, 1985- 1997 • Ketua Umum ISEI Sulawesi Selatan, 1985-1995 Penghargaan: • Doctor honoris causa dari Universitas Hasa- nuddin, Makassar • Doctor honoris causa bidang perdamaian dari Universitas Syiah Kuala, Aceh, 2011 • Doctor honoris causa bidang pemikiran ekonomi dan bisnis dari Universitas Brawija- ya, Malang, 2011 • Doctor honoris causa bidang kepemimpinan dari Universitas Indonesia, 2013 • Penghargaan BudAI (Budaya Akademik Islami) dari Universitas Islam Sultan Agung, Semarang • Penghargaan Tokoh Perdamaian dalam Forum Pemuda Dunia untuk Perdamaian di Maluku, Ambon, 2011 BIODATA
  33. 33. hukum Majalah detik 9 - 15 juni 2014 hukumhukum Hanya berselang tiga hari, dua tindak kekerasan bermotif agama terjadi di Sleman, Yogyakarta. Sempat mencuat dugaan adanya motif politik di balik peristiwa itu. SaatIntoleransi UsikYogya Majalah detik 9 - 15 juni 2014
  34. 34. hukum Majalah detik 9 - 15 juni 2014 hukum Regina Safri/ANTARA FOTO K ediaman Julius Felicianus pada Kamis malam, 29 Mei 2014, cukup ramai karena tengah digelar doa ber- sama dan latihan kor oleh belasan pemeluk Katolik. Kegiatan di Perumahan STIE YKPN, Dusun Tanjungsari, Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu sejatinya juga dilakukan umat Katolik lainnya di Indonesia, yang rutin meng- gelar doa bersama selama Mei atau disebut Bulan Rosario. Acara doa biasanya digelar di rumah umat secara bergiliran. Namun ibadat di rumah Direktur Galang Press—penerbit di Yogyakarta—itu berubah jadipetaka.Saatumattengahmendaraskandoa, pada pukul 20.30 WIB suara knalpot sejumlah sepeda motor meraung-raung di depan rumah. Pengendara sepeda motor berjumlah 10 orang berteriak-teriak, “Kalian kafir! Ini rumah atau gereja. Bunuh...!” Lalu mereka pun menyerang. Menurut putra Julius, Wisnu Jatmiko atau Miko, 22 tahun, di antara para penyerang, seba- gian berjubah, mengenakan celana cingkrang, dan berkopiah putih. Tak hanya berteriak, me- reka juga menyerang secara brutal, melempari kaca jendela dengan batu, dan menghancurkan pot-pot bunga. Jemaat, yang sebagian besar kaum ibu serta anak-anak dan seorang nenek, lari berhamburan ke belakang rumah. Saat penyerangan terjadi, Nurwahid dan T, 8 tahun, sedang duduk di teras rumah Julius un- Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Anti-Kekerasan menggelar aksi solidaritas untuk wartawan di kantor DPRD Yogyakarta, Jumat (30/5).
  35. 35. hukum Majalah detik 9 - 15 juni 2014 tuk menjemput Weny, istrinya, yang ikut dalam doa rosario. Bapak dan putrinya itu tak luput dari lemparan batu. Seorang saksi melihat pe- nyerang membawa berbagai senjata, termasuk potongan besi, alat setrum, dan senjata tajam. Wahid, yang kepalanya sudah berdarah-darah, disetrumdibagiantangan.Penyerangjugatega menyetrum tangan siswi kelas II sekolah da- sar itu, yang berada di pelukan Wahid. Miko sempat mengamankan para pendoa rosario itu di dalam gudang agar terhindar dari penyerang. Mereka bersem- bunyi hingga polisi datang, satu jam kemudian. Ia juga menghubungi Julius melalui telepon selulernya. Ayah- nya itu kebetulan berada di kantor Galang Press karena sedang mengikuti acara doa lintas agama menjelang pemilih- an presiden. Mendapat telepon dari sang putra, Julius bergegas pulang. Sesampai di rumah, Julius tak lagi mendapati para penyerang. Mereka sudah hengkang. Tapi, tak lama berselang, sekitar pukul 21.20 WIB, mereka kembali datang. Julius, 54 tahun, yang sempat terlibat adu mulut dengan kelompok itu,akhirnyamenjadikorban.Iadipukulidengan kayu dan besi, ditendang, serta dilempari batu dan pot bunga di bagian kepalanya. “Ayah saya terluka parah di bagian kepala,” kata Jatmiko kepada majalah detik. Yang menjadi korban malam itu di antaranya Julius, Nurwahid dan T, serta Michael Aryawan alias Mika, jurnalis Kompas TV, yang juga diani- aya saat meliput peristiwa kekerasan terhadap umat beragama itu. Rumah Mika berjarak 500 meter dari kediaman Julius. Ia wartawan per- tama yang datang ke lokasi setelah menerima informasi melalui pesan singkat BlackBerry. Mika dikeroyok saat merekam penganiayaan sadis terhadap Julius. Tiga pukulan mendarat di matanya. Kamera berikut kartu memorinya direbut pelaku. “Saya mengaku wartawan, tapi justrudipukuli.Setelahmengambilkamerasaya, mereka pergi,” ujar Mika, yang melaporkan hal itu ke polisi. Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutarman mengatakan pihaknya sudah menetapkan tiga Julius, yang sempat terlibat adu mulut dengan kelompok bengis itu, akhirnya menjadi korban. Ia dipukuli dengan kayu dan besi, ditendang, dan dilempari batu serta pot bunga di bagian kepalanya
  36. 36. hukum Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Tirta Prameswara/ANTARA FOTO Aparat Kepolisian Polda DIY melakukan penjagaan di rumah Direktur Galang Press Julius Felicianus yang dirusak oleh sejumlah orang di Perumahan STIE YKPN, Sukoharjo, Sleman, Kamis (29/5). tersangka dalam kasus penyerangan di rumah Julius. Tapi, dari tiga orang itu, baru satu yang telah ditangkap. “Dua masih dalam pengejar- an,” ujar Sutarman di kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 4 Juni lalu. Meski sebagian besar pelaku kabur, polisi mengaku sudah mengantongi nama dan identi- tas mereka. Adapun satu pelaku yang ditangkap, KH, ternyata tetangga Julius. “Ia diduga salah satu pelaku penyerangan,” tutur Kepala Kepolisian DI Yogyakarta Brigadir Jenderal Haka Astana. Kasus kekerasan ini mendapat perhatian Ko- misi Nasional Hak Asasi Manusia. Komisioner Komnas HAM, Siti Noor Laila, menyebut kasus intoleransi di Yogya sudah di luar ambang ba- tas. “Sehingga harus menjadi perhatian pemda dan aparat penegak hukum,” ucapnya setelah menjenguktigadarilimakorbandiRumahSakit Panti Rapih, Yogyakarta. Menurut Siti, kasus kekerasan serupa terus mengusik warga akibat lemahnya penegakan hukum. Proses hukum beberapa kasus penye- rangan di Yogya oleh kelompok yang meng- atasnamakan agama mandek, di antaranya penyerangan acara diskusi buku Irshad Manji di kantor LkiS pada Mei 2012 dan pelarangan ibadat di Gunung Kidul. “Pembiaran itu berdampak pada semakin banyaknya kasus kekerasan. Para pelaku me- rasa kebal hukum karena tidak ada penegakan hukum,” kata Siti, seraya mendesak polisi me- lakukan pengusutan tuntas, apalagi identitas pelaku sudah dikantongi. Pernyataan itu seakan terbukti. Tiga hari kemudian, masih di Sleman, tindak kekerasan bermotif agama kembali terjadi. Sebuah ba- ngunan yang dipakai beribadat umat Kristen di Dusun Pangukan, Desa Tridadi, Sleman, dirusak puluhan orang pada Minggu siang, 1 Juni lalu, tepat di hari lahir Pancasila. Bangunan itu milik
  37. 37. hukum Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Jemaat Gereja Kristen Indonesia Yasmin dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan Filadelfia saat menunaikan ibadat perayaan kenaikan Isa Almasih di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/5). Rachman Heryanto/detikcom NL, seorang pendeta. Tapi tidak ada korban terluka dalam peristiwa itu. Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, Ma- jalengka, Jawa Barat, KH Maman Imanulhaq Faqih, menduga kasus penyerangan di Sleman bukan murni kasus SARA, melainkan ada motif politik di dalamnya. Di sisi lain, anggota Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika itu menuturkan, “Pemerintah tidak tegas terhadap kasus keke- rasan yang mengatasnamakan agama selama ini. Kalau pemerintah tegas, persoalan seperti ini tidak berlarut-larut dan mewabah.” Sebelumnya, kecurigaan adanya motif politik mengemuka lantaran Julius adalah anggota tim relawan calon presiden Joko Widodo. Julius juga masuk dalam tim pemenangan Gusti Kanjeng Ratu Hemas—istri Sultan Hamengku Buwono X—menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah pada pemilu legislatif lalu. Namun polisi belum menyimpulkan apakah kasus itu terkait politik atau tidak. Pelaku yang ditangkap masih diper- iksa intensif. Julius sempat dijenguk di RS Panti Rapih oleh kedua kubu yang bertarung dalam pemilihan presiden, yakni oleh Jusuf Kalla, yang berpa- sangan dengan Joko Widodo, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djo- johadikusumo, adik capres Prabowo Subianto. Secara terpisah, Ketua Komisi Hubungan An- taragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloysius Budi Purnomo Pr., menegaskan, apa pun motifnya, cara-cara keke- rasan tidak boleh dibiarkan. “Aparat kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini!” tuturnya. Ia meminta agar para pelaku kekerasan tidak di- biarkan berkembang di negeri ini. ■ M. Rizal, Bagus Kurniawan (Yogyakarta), Edzan Raharjo (Sleman), Kustiah | Dimas Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Tap/klik untuk berkomentar
  38. 38. kriminal Majalah detik 9 - 15 juni 2014 kriminal Seorang oknum anggota TNI AD tewas setelah dikeroyok warga karena kepergok mencuri mobil. Dua teman pelaku yang diduga tentara saat ini sedang diburu. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Pencuri Itu Oknum Sersan Satu ilustrasi:ediwahyono
  39. 39. kriminal Majalah detik 9 - 15 juni 2014 S andy terbangun dari tidur ketika ibunya berteriak, “Maling… maling…!” Saat itu, Jumat, 23 Mei 2014, jarum jam baru menunjukkan pukul 04.00 WIB. Di pagi buta itu, ibunda Sandy―bukan nama sebenarnya―yang sedang menunaikan salat tahajud, memergoki mobil sang kakak digondol pencuri. “Ibu saya kaget karena mobil kakak saya yang diparkir di depan rumah tiba- tiba jalan. Padahal semuanya masih tidur,” kata- nya. Dari kamarnya, Sandy bergegas keluar dari rumah. Benar saja, mobil Toyota Avanza milik kakaknya terlihat melesat menuju gerbang Kompleks Kaveling DKI Pondok Kelapa, Keca- matan Duren Sawit, Jakarta Timur. Si pencuri langsung tancap gas begitu mendengar teriak- an dari rumah pemilik mobil. Rupanya para pencuri―diduga berjumlah tiga orang—tidak paham seluk-beluk peru- mahan itu. Mobil berwarna hitam itu malah dilarikan menuju pintu gerbang yang terkun- ci. Di Perumahan Kaveling DKI Pondok Kela- pa, terdapat 6 pintu keluar-masuk kendaraan untuk penghuni. Tapi, jika malam tiba, hanya dua gerbang yang dibuka. Sisanya ditutup portal. “Saat mengejar mereka, saya sempat berdoa supaya maling itu jalan lurus. Kalau belok ka- nan, pintu keluar kompleks terbuka,” ujar pe- muda yang sedang mendalami bahasa Jerman tersebut saat ditemui majalah detik beberapa waktu lalu. Para pencuri rupanya tak kehilangan akal. jaffry/detikcom Toyota Avanza yang sempat dicuri itu kini disita oleh Polisi Militer sebagai barang bukti.
  40. 40. kriminal Majalah detik 9 - 15 juni 2014 kriminal dok. pribadi Barang bukti yang digunakan pelaku saat beraksi. Braak! Mereka berupaya membuka portal deng- anmenabrakkanmobilAvanzacuriantersebutke portal yang melintang. Tapi upaya mereka gagal, portal besi itu tak kunjung terbuka. Panik karena diteriaki, para pencuri me- ninggalkan mobil itu dan mengambil langkah seribu. Mereka lari menuju jalan kecil yang bersebelahan dengan stasiun pengisian bahan bakar umum dan bengkel sepeda motor. Sial bagi si pencuri. Jalan yang mereka pilih ter- nyatasudahramaidenganorang-orang.Menurut Sandy, di ujung jalan tersebut memang sering banyak orang yang begadang. Mereka umumnya anak-anak muda sekitar perumahan. Mendengar teriakan Sandy, warga, yang kesal akibat marak- nya pencurian mobil di perumahan itu, langsung ikut mengejar. Pencuri yang berjumlah tiga orang itu pun langsung menyebar. Seorang pelaku berinisial EF tertangkap dan diinterogasi warga. EF sempat berupaya me-
  41. 41. kriminal Majalah detik 9 - 15 juni 2014 ngelabui warga yang mengejarnya dengan ikut berteriak “maling”. Namun warga tak percaya. “Dia ikut teriak maling. Tapi sebenarnya dia malingnya,” tutur Sandy. Selama ini setidaknya sudah delapan mobil penghuni perumahan tersebut yang raib digon- dol maling. Namun semuanya lolos. Baru saat ini pencuri mobil kepergok dan tertangkap. Hal inilah yang membuat warga tidak mau diperda- ya.MerekaterusmendesakEFmengakusambil sesekali membentaknya. EF, yang sudah terdesak saat itu, mengelu- arkan kartu anggota TNI. Ia tercatat sebagai prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat sersan satu. Awalnya warga yang menginterogasinya sempat ngeper. Namun, begitu menggeledah tasyangdibawanya,wargamendapatisejumlah peralatan, di antaranya bor dan kunci T. Warga pun meyakini EF sebagai pencuri. Bogem men- tah mendarat bertubi-tubi di tubuh dan kepala oknum tersebut. Saat ditanyai petugas keamanan perumah- an, tentara yang berdinas di sebuah direk- torat TNI AD di Jakarta Timur itu mengaku melakukan pencurian bersama dua rekannya sesama anggota TNI. Ia pun menyebut dua nama rekannya yang berpangkat kopral kepala. Kedua rekan EF itu lolos dan belum tertangkap hingga saat ini. Nah, saat diinterogasi warga sembari dige- landang menuju pos keamanan perumahan, EF berupaya kabur. Namun, baru berlari sejauh Ari Saputra/detikcom Seorang pencuri yang kepergok menjadi bulan-bulanan warga di Bundaran HI, Jakarta. Contoh aksi main hakim sendiri yang sering terjadi.
  42. 42. kriminal Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Andika Perkasa dok. dispenad Majalah detik 20 - 26 januari 2014Majalah detik 9 - 15 juni 2014 200 meter, warga berhasil membekuknya di depan warung bubur. EF pun kembali menjadi bulan-bulanan. Warga baru berhenti menghajarnya saat petugas dari Kepolisian Sektor Duren Sawit datang ke lokasi sekitar pukul 06.00 WIB. Selanjutnya polisi menyerahkan semua ba- rang bukti ke Detasemen Polisi Militer. Se- mentara itu, EF, yang babak-belur, dibawa ke Rumah Sakit Pusat TNI AD untuk menjalani perawatan. Saat dibawa ke rumah sakit, kondisi EF sa- ngat kritis. Sempat menjalani operasi dan koma, nyawa pelaku akhirnya tak tertolong. “Sekarang (pelaku) sudah meninggal,” ucap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Duren Sawit Ajun Komisaris Chalid Thayib. Sertu EF meninggal dua hari setelah kejadian. Diduga, ia meninggal akibat luka-luka pada bagian kepala saat dihakimi massa. Saat dimintai konfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jen- deral TNI Andika Perkasa mengatakan kejadian itu bukanlah pertama kalinya EF melakukan pencurian. Sebelumnya, oknum tersebut mela- kukan aksi serupa beberapa tahun lalu. Setelah bebas menjalani hukuman, EF kini mengulangi perbuatannya. Namun Andika belum mau memastikan dua teman EF yang diduga ikut melakukan pencu- rian adalah tentara. Menurut dia, saat dibawa ke rumah sakit, EF sudah tak mampu bicara. “Yang tahu siapa temannya hanya dia,” kata Andika setelah mengikuti pengarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal netralitas TNI dalam pemilu di kantor Kementerian Pertahan- an, Jakarta, Senin, 2 Juni. Kendati begitu, menurut Andika, keduanya masih dalam pengejaran aparat Detasemen Polisi Militer Jakarta Raya. Namun, ujarnya, “Belum ada perkembangan.” ■ Jaffry Prabu Prakoso | Deden G. Saat dibawa ke rumah sakit, EF sudah tak mampu bicara. Yang tahu siapa temannya hanya dia.
  43. 43. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 sisi lain capres Di tengah persaingan, dua pasangan capres-cawapres bertemu dalam beberapa kesempatan. Jokowi masih terlihat kaku saat mengikuti acara deklarasi pemilu damai bersama Prabowo. Ademnya Prabowo-Jokowi, Hangatnya Hatta-JK P anasnya persaingan di an- tara kandidat peserta pemilih- an presiden 2014 sejenak agak mereda dalam satu-dua pekan belakangan ini. Sementara sebelumnya pasangan calon presiden dan calon wakil presiden kerap melempar sindiran, bah- kanseranganterbuka,terhadappasangan lawan, kini mereka seperti menahan diri. Dua pasangan yang akan berlaga dalam pemilihan presiden mendatang, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo- Jusuf Kalla, juga tampil bersahabat. Hal itu terlihat dari beberapa momen pertemuan dua pasangan capres-cawapres itu. Salah satu momen unik pertemuan dua kompetitor itu adalah saat Hatta dan Kalla hadir untuk menjadi saksi pernikahan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'rufAmindenganWutyEstuHandayani di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta
  44. 44. sisi lain capres Pusat, Sabtu, 31 Mei 2014. Kalla sebagai saksi untuk mempelai pria, sedangkan Hatta untuk pengantin wanita. Hatta dan JK―sapaan Jusuf Kal- la―tidak hanya bertemu dan sama-sama menjadi saksi nikah, tapi juga berbincang hangat bak sahabat lama dalam pertemu- anitu.Saatmenjadisaksi,merekakompak berkemeja putih dibalut jas hitam. Hatta dan Kalla bertemu di ruang VIP Masjid Sunda Kelapa sebelum berjalan beriringan ke dalam masjid untuk men- jadi saksi bagi mempelai. “Kami berdua sangat dekat, silaturahmi satu hal, politik hal lain,” kata Hatta. “Tak boleh politik merusak silaturahmi," ujarnya. Momen lain adalah saat Prabowo- Hatta dan Jokowi-Kalla bertemu di kantor Komisi Pemilihan Umum untuk mengambil nomor urut pasangan ca- pres dan cawapres pada Minggu, 1 Juni lalu. Hubungan yang terlihat cair kembali ditunjukkan Hatta dengan JK, meskipun pasangan mereka, Prabowo dan Jokowi, masih canggung saat bertemu. Kendati begitu, Prabowo dan Jokowi bersalaman dan bertegur sapa. Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014, yang digelar KPU di ge- dung Bidakara, Jakarta, Selasa malam, 3 Juni lalu, juga menjadi ajang pertemuan dua pasangan capres-cawapres tersebut. Suasana pertemuan kali ini sudah lebih cair ketimbang sebelumnya. Hal itu terlihat saat dua pasangan ini menandatangani prasasti pemilu damai. Sembari menunggu prasasti siap, Prabo- wo-Hatta dan Kalla berbincang santai. Namun kekakuan masih terlihat pada Jokowi. Ia tak ikut berbincang meski ber- ada di antara Prabowo dan JK. Saat menandatangani prasasti, Jokowi juga tak rileks. Berbeda dengan Prabo- wo, yang lebih banyak berinisiatif meng- ajak tanda tangan berbarengan. Seusai penandatanganan, Prabowo juga meng- gandeng tangan pesaingnya itu. Silaturahmi Prabowo dengan Jokowi memang masih tampak “adem”, tak sehangat calon wakil mereka. Namun, yang penting, pertemuan itu membawa kesejukan di tengah perseteruan dua kubu selama ini. Ketua Badan Pengawas Pemilu Mu- hammad meminta Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK mewujudkan pemilihan presi- den dan wakil presiden yang bersahabat dan bermartabat. Ia juga berharap dua pasangan itu tak saling mencari kesalah- an. "Tidak boleh saling melaporkan ke Bawaslu," ujarnya. Semoga saja. ■ Septiana L., M. Iqbal | Dimas Majalah detik 9 - 15 juni 2014
  45. 45. Majalah detik 9 - 15 juni 2014Majalah detik 9 - 15 juni 2014 “Saya dibayar Rp 2,5 juta per bulan. Mereka bilang jangan sampai ada yang boleh tahu kalau kita kerja kayak gitu.” Nasi Bungkus Pengakuan Mantan Pasukan
  46. 46. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Kami pasukan nasi bungkus Laskar cyber pejuang di belakang komputer Senjata kami Facebook dan Twitter Menyerang lawan tak pernah gentar Patuh setia pada yang bayar L aki-laki 20 tahunan itu senyum-senyum sendiri. Ia terke- nang pernah bekerja sebagai pa- sukan nasi bungkus alias Panas- bung seperti yang dibuat dalam puisi Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indo- nesia Raya Fadli Zon di atas. Panasbung adalah laskar cyber bayaran. “Dulu sih tidak tahu. Dibilang dulu kerjanya di depan komputer saja. Mereka bilang sih jang- an sampai ada yang tahu kalau kita kerja kayak gitu,” kata laki-laki muda itu. Ia berkisah dirinya diajak temannya untuk menjadi relawan di Think Big Indonesia (TBI), yang berkantor di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Banyak teman di kampusnya, sebuah universitas ternama di Tangerang, Banten, yang mengisi waktu dengan menjadi relawan dan mendapatkan uang lumayan. “Sebulan dibayar Rp 2,5 juta. Bagi mahasis- wa kan itu jumlah yang besar,” kisah pria yang minta namanya dirahasiakan itu, alasannya takut nanti diapa-apain kalau ketahuan mem- bocorkan pernah menjadi Panasbung itu. “Saya takut nanti tidak aman,” katanya. Selain gaji Rp 2,5 juta, ia juga mendapat satu kali makan gratis dan disediakan minum- an di kantornya, yang merupakan rukan dua lantai itu. Sedangkan peralatan kantor, berupa komputer dan koneksi Internet, semua sudah tersedia. Ia bekerja dari Senin sampai Sabtu. Ada dua shift yang diberlakukan di TBI, yakni pukul 07.00-16.00 WIB dan pukul 16.00-24.00 WIB. “Seingatku sih ada 32 orang yang kerja. Seka- rang katanya sudah ditambah lagi jadi tiga shift, orangnya juga nambah tapi tidak tahu berapa,” kata pria muda itu. Pria muda itu dan 31 temannya mendapat tugas melawan berita-berita jelek mengenai Selain gaji Rp 2,5 juta, ia juga mendapat satu kali makan gratis dan disediakan minuman di kantornya
  47. 47. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 calon presiden Prabowo Subianto di media massa. Setiap masing-masing personel memi- liki lima akun Twitter dan lima akun Facebook. Sebelum bertugas, mereka diminta untuk mengetahui sejarah baik dan buruk Prabowo sehingga bisa menangkis bila ada berita negatif terhadap mantan Komandan Jenderal Kopas- sus itu. Sehari, biasanya ia diberi 8 berita untuk dikomentari dengan 5 akun Twitter dan 5 akun Facebook-nya. “Kita cuma disuruh bagaimana berita buruk tentang Prabowo dipelintir jadi baik,” kata pe- muda itu. Ia memberi contoh, misalkan bila Prabowo diberitakan melanggar HAM, maka ia diarah- kan untuk menulis komentar, itu kejadian lama, sampai saat ini pengadilan belum menentukan Prabowo bersalah atau tidak, lagi pula semua orang itu pasti punya kesalahan. “Saya sebenarnya netral, tapi, karena kerja di situ, ya saya harus bela Prabowo. Saya keluar begitu lulus dan dapat kerjaan lain, itu cuma untuk ngisi kegiatan daripada nganggur,” cerita pria itu. Mantan anggota tim TBI lainnya menjelas- kan, selain melawan berita negatif Prabowo, Managing Partner TBI, Juke Sutaram bahtiar rifai/majalah detik
  48. 48. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 mereka juga ditugasi memberi komentar- komentar berita tentang Jokowi. “Misalnya menulis komentar sebagai warga Jakarta dan menulis komentar agar Jokowi menyelesaikan tugas di Jakarta terlebih dahulu,” kata mantan karyawan TBI  tersebut, yang juga tidak mau disebut namanya, kepada majalah detik. “Misalnya lagi tentang revolusi mental, aku per- nah komen visi-misinya Jo- kowi enggak jelas banget. Ngambang,” ujarnya. Suasana kerja biasanya sepi. Masing-masing sibuk berkutat dengan kompu- ternya. “Paling kadang ada yang cekikikan bila sedangberantemdikomendenganpendukung Jokowi,” kisahnya. Meski sepi, pengawasan kerja cukup ketat. Siapa pun yang mau meninggalkan ruangan, bahkan hanya untuk sekadar buang air kecil, harus mencatatnya di sebuah buku. Tim relawan cyber TBI itu mengaku saat per- tama masuk kerja, ia bertemu dan mendapat pengarahan dari Managing Partner TBI Juke Sutaram. Saat dikonfirmasi, Juke dengan jujur mengakupihaknyaadalahsimpatisanPrabowo- Hatta. TBI sebagai perusahaan PR consultant sering membantu branding Prabowo. Namun ia membantah mengerahkan Panasbung. Tidak ada karyawannya yang dipekerjakan untuk me- lawan berita negatif tentang Prabowo di media atau media sosial. “Kita tidak berkompeten melakukan itu kare- na kita tidak ditunjuk sebagai profesional. Kan kita pertemanan dengan Pak Prabowo. Kalau saya tak tahu ya, kalau di tempat JKW itu ada yang memproklamirkan (soal Panasbung) itu,” kata Juke kepada majalah detik. Seorang blogger yang memiliki ribuan peng- ikut memberi kesaksian soal Panasbung kelas atas. Menurutnya, ada sekelompok orang yang disebut sebagai Kelompok Opinion Leader, yang bertugas mempengaruhi para pengikut- nya dengan membuat tulisan di media sosial. Mereka ini biasanya para selebritas di media sosial dengan pengikut ribuan. Nah, mereka mendapat imbalan gede deng- an sistem kontrak bila mem-posting tulisan atau membuat status di akunnya ataupun ngeblog Misalnya lagi tentang revolusi mental, aku pernah komen visi-misinya Jokowi enggak jelas banget. Ngambang.
  49. 49. Majalah detik 9 - 15 juni 2014Majalah detik 9 - 15 juni 2014 yang isinya memuji atau menjelekkan salah satu capres. “Tergantung jumlah followers-nya. Bisa yang sampai puluhan juta,” kata blogger terkenal itu, yang namanya minta dirahasiakan. “Yang main dua kaki, tentunya lebih gede lagi karena dapat dari sana-sini.” Istilah Panasbung kembali ramai ketika Fadli Zon membuat sajak berjudul Pasukan Nasi Bungkus akhir April lalu. Bila sejumlah Panas- bung mengaku dibayar untuk membela Prabo- wo, Fadli justru memberi kesaksian sebaliknya, kubu Prabowo justru menjadi korban. Ia ter- inspirasi membuat sajak Panasbung itu karena geram Partai Gerindra banyak mendapat se- rangan dan kampanye hitam dari laskar cyber bayaran itu. Fadli, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Merah Putih, mengatakan pihak Prabowo kini mengawasi komentar-komentar Panasbung. “Ada, keba- nyakan yang komentar-komentar begitu itu pakai akun anonim. Panasbung.,” kata Fadli kepada majalah detik. “Kita respons dengan kampanye putih.” Sedangkan kubu Jokowi mengakui adanya tim khusus di jagat maya. Namun mereka membantah mengerahkan Panasbung. Cyber army di tim sukses Jokowi berbasis relawan. Mereka tidak disiapkan secara khusus dengan dana yang sangat besar. Jokowi bahkan tidak tahu soal tim di dunia maya itu. “Salah kalau nasi bungkus, kita makannya prasmanan sayur lodeh,” canda jubir PDIP, Eva Kusuma Sundari. n ARYO BHAWONO, BAHTIAR RIFAI, ELVAN DANY SUTRISNO I IIN YUMIYANTI Kantor TBI di Pondok Pinang, Jakarta Selatan bahtiar rifai/majalah detik Tap/klik untuk berkomentar
  50. 50. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Kampanye hitam terhadap Jokowi dilancarkan lewat tabloid dan pesan berantai. Banyak pegawai negeri dan guru terpengaruh. Bisa terjungkal jika perbedaan suara dengan Prabowo tipis. Ketika Kampanye Jahat Masuk Pesantren
  51. 51. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 G un Gun Heryanto menyesal telah memenuhi permintaan Darmawan Sepriyossa. Seandainya tahu tabloid macam apa yang diwakili Darmaw- an, Gun tidak akan pernah mau menulis kolom yang dimintanya. Gun sudah lama mengenal Darmawan. Pada 25 April, dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu dikontak Darmawan untuk menulis opini berisi analisis terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam mengikuti pemilihan presi- den. “Dia bilang mau bikin tabloid baru,” kata Gun. Namun, dalam percakapan telepon itu, Dar- mawan tidak menyebut nama tabloid tempat tulisan kolom itu akan dimuat. Gun kaget ketika tulisannya ternyata muncul di tabloid Obor Rakyat. Tabloid setebal 16 ha- laman itu pada Rabu, 4 Juni 2014, dilaporkan tim hukum Joko Widodo-Jusuf Kalla ke Badan Pengawas Pemilu karena isinya fitnah kepada calon presiden dan wakil presiden itu. Ketua Bawaslu Muhammad mengatakan, jika tabloid itu terbukti berisi kampanye hitam, pembuatnya melanggar Undang-Undang Pe- milihan Presiden dan Pemilihan Umum serta pasal pencemaran nama baik. Sanksinya seki- tar dua tahun penjara, bahkan bisa lebih jika dikenakan pasal berlapis. Gun merasa tulisannya tidak menyerang Jokowi ataupun PDIP, namun dia menyesalkan kemunculan artikel itu di Obor Rakyat. “Kalau Edisi perdana tabloid Obor Rakyat yang berisi isu-isu miring tentang calon presiden Joko Widodo. Ari Saputra/detikcom
  52. 52. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 sekarang diminta, seratus persen saya enggak mau,” ujarnya. Gun tidak menyangka Darmawan memuat kolomnya di tabloid yang dituding sebagai media kampanye hitam terhadap Jokowi itu. Apalagi Darmawan punya rekam jejak jurnalis- tik yang dianggapnya bagus, yakni di Tempo dan Alif TV. Gun tidak sendirian. Pengamat politik Timur Tengah lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir, Ha- sibullah Satrawi, juga dikontak Darmawan buat menulis kolom di Obor Rakyat. Namun ia tidak pernah tahu hasil akhirnya karena tak dikirimi tabloidnya. Darmawan kerap menulis artikel di Inilah. com. Pada 4 Juni 2014, dia menulis “Kaku dan Keringatan, Nixon Pun Kalah”, yang menang- gapi kegugupan Jokowi saat menghadiri acara Deklarasi Pemilu Damai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum di gedung Bidakara, Jakarta. Darmawan disebut-sebut beberapa orang yang mengenalnya sebagai redaktur di portal berita itu. Namanya memang tidak tercantum dalam susunan redaksi Obor Rakyat. Pemimpin Redaksi Obor adalah Setiyardi Budiono dengan staf redaksi Sigas dan Elka Saraswati. Sigas tercantum sebagai staf redaksi dalam beberapa edisi di majalah digital Inilah Review. Sedangkan Elka beberapa kali menulis berita ekonomi untuk Inilah.com dan Inilah Review. Penata letak Obor Rakyat, Dodo Darsodo, terhubung dengan Darmawan via Google+. Namun, mulai pekan lalu, akun Dodo itu tidak bisa lagi diakses. Kantor redaksi Obor Rakyat tertulis di Jalan Pisangan Timur Raya IX, Jakarta Timur. Namun, ketika didatangi, kantor itu tidak ditemukan. Nomor teleponnya juga tidak bisa dihubungi. Hingga tulisan ini diturunkan, Darmawan ti- dakmeresponspanggilantelepondarimajalah detik. Ia juga tidak membalas pesan pendek yang dikirimkan kepadanya. Pendiri Inilah.com, Muchlis Hasyim, dan Pemimpin Redaksinya, M. Dindien Ridhotulloh, tak merespons permintaan konfirmasi. Namun operator telepon kantor redaksi membenarkan Darmawan bekerja di sana. Tapi dia tak menge- nal Sigas dan Elka. Penyebaran kampanye hitam kan terbatas karena tidak bisa terang- terangan. Peneliti politik Saiful Mujani Research & Consulting, Djayadi Hanan Ari Saputra/detikcom
  53. 53. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Obor Rakyat berisi kumpulan berbagai isu miring soal Jokowi yang sebelumnya banyak beredar di media sosial. Mulai isu bahwa ia calon presiden boneka yang dikendalikan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga persoalan Jokowi meninggalkan Jakarta sebelum masa jabatan gubernurnya selesai. Obor juga menulis soal tudingan bahwa Jo- kowi keturunan Cina dan dibekingi pengusaha Tionghoa. Tabloid ini juga memuat wawancara dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kholil Ridwan dengan judul “Jokowi Selalu Mewaris- kan Jabatan ke Nonmuslim”. Tabloid ini dikirim lewat pos ke berbagai pon- dok pesantren di seantero Jawa hingga Sumate- ra dan Kalimantan. Pengasuh Ponpes Al-Mizan, Majalengka, Jawa Barat, Kiai Haji Maman Ima- nulhaq, bercerita paket tabloid yang diterimanya dikirim dari Cilincing, Jakarta Utara. Pesantren Al-Fatih, Majalengka, milik adik Maman, Kiai Haji Dadang Nurcholis, juga menerima paket yang sama dari Tanjung Pri- ok. “Datangnya berbarengan, pada hari yang sama,” kata Maman. Seminggu setelahnya, datang lagi edisi kedua. “Isinya membahas bahwa PDIP isinya orang-orang kafir,” ujarnya. Maman menilai tabloid itu isinya sangat pro- vokatif, kotor, dan mendiskreditkan Joko Widodo. “Kami menyebutnya kampanye jahat,” ujarnya. Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Ke- bangkitan Bangsa, Marwan Jafar, mengatakan isu agama dan kesukuan Jokowi sudah ber- Tap untuk melihat Video
  54. 54. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 usaha ditangkis dengan mengerahkan kader- nya untuk menjelaskan soal kampanye hitam terhadap Jokowi kepada kalangan nahdliyin. Menurut Marwan, Jokowi juga berusaha mempertegas agamanya. Kini Jokowi kerap membuka pidatonya dengan kata assalamu- alaikum WR WB dan kemudian disambung dengan selawat. Megawati juga turun tangan menjawab isu “capres boneka”. Jokowi, kata dia, memang pe- tugas partai. “Tapi bukan berarti petugas partai hanya ikut Mega saja. Alangkah naifnya.” Tim penasihat hukum kubu Jokowi-JK kini mulai mengadukan berbagai kampanye hitam keBawasludankepolisian.TodungMulyaLubis, yang jadi pengacara di tim sukses, menyatakan kemungkinan besar Obor Rakyat akan dilapor- kan ke polisi seperti kasus surat palsu Jokowi ke Kejaksaan Agung. Pada Senin, 2 Juni 2014, tim hukum Jokowi- JK melaporkan Edgar Jonathan S., Ketua Tunas Indonesia Raya Jakarta Selatan, ke kepolisian karena menyebarkan foto surat palsu Jokowi yang menolak dipanggil Kejaksaan Agung soal kasus dugaan korupsi bus Transjakarta. Edgar mengunggah foto itu di akun Twitter-nya. Anggota tim sukses Jokowi-JK dari Partai Nasional Demokrat, Akbar Faisal, merasa kam- panye hitam terhadap kubunya terus mening- kat. Di luar isu-isu yang dimuat Obor Rakyat, yang memang sudah lama tersebar, kini mun- cul desas-desus Jokowi akan menghapuskan Hatta Rajasa memenuhi panggilan Bawaslu terkait kampanye hitam, (5/6/2014). Hasan/detikcom
  55. 55. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 sertifikasi guru serta remunerasi dan gaji ke-13 pegawai negeri sipil. Dalam dokumen visi-misi yang diserahkan Jokowi-JK ke Komisi Pemilihan Umum, tidak terdapat penghapusan program peningkatan kesejahteraan terhadap pegawai negeri dan guru tersebut. Pasangan ini menyatakan akan memberi tunjangan dan asuransi khusus kepa- da guru yang ditugaskan ke daerah terpencil. Namun isu itu kian santer, misalnya di kalangan pegawai negeri di Malang, Jawa Timur. Dwi, 42 tahun, yang bekerja di dinas pertanian, mende- ngarnya dari sesama pegawai negeri. “Ramai dibahas di sini. Katanya mereka lihat itu di televisi berita,” ujarnya kepada majalahdetik. Kabar yang sama tersebar di kalangan guru di Bandar Lampung, Lampung. Mia, 28 tahun, yang mengajar SMA di kota itu, mendapati banyak guru yang akan memilih Prabowo karena takut berbagai kenaikan gaji dan tunjangan mereka dihapus Jokowi. “Malah ada ajudan pejabat yang menyebarkan lewat grup BlackBerry Messenger supaya jangan memilih Jokowi karena akan menghapus gaji ke-13,” ujarnya. Di Jawa Tengah, kabar itu beredar lewat pes- an pendek. “SMS gombal-gombalan itu merata (di Jawa Tengah) dan SMS-nya saya dapat juga,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Politikus PDIP ini sudah menurunkan tim buat menelusuri pengirimnya. Ganjar menyebar orang buat mengklarifikasi kampanye hitam itu. Meski kampanye hitam terhadap Jokowi disebarkan lewat tabloid, media sosial, dan pesan pendek, bahkan dari mulut ke mulut, peneliti politik Saiful Mujani Research & Consulting, Djayadi Hanan, mengatakan riset menunjukkan kampanye hitam hanya menyentuh sedikit orang. “Penyebaran kam- panye hitam kan terbatas karena tidak bisa terang-terangan,” ujarnya. Lingkaran Survei Indonesia menemukan, terkait isu negatif tentang Jokowi, hanya sekitar 39 persen responden yang pernah mendengar- nya. Di antara yang pernah mendengar itu, ha- nya sekitar 28 persen yang percaya. Namun Djayadi mengatakan pengaruh kam- panye hitam bisa besar jika pemilu presiden berlangsung ketat. “Kalau selisih suaranya di bawah 5 persen, sekecil apa pun hasilnya akan SMS gombal- gombalan itu merata (di Jawa Tengah) dan SMS-nya saya dapat juga. detikcom Ganjar Pranowo
  56. 56. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 sangat berpengaruh.” SurveidariSoegengSarjadiSchoolofGovern­ mentmenunjukkanelektabilitasJokowi-JKlebih tinggi 14 persen dari Prabowo-Hatta. Sedang- kan hasil polling Populi Center perbedaannya hanya 9 persen. Jokowi belum menanggapi kampanye hi- tam terbaru terhadapnya. Namun, pada hari pertama kampanye, Rabu, 4 Juni 2014, Jokowi menyatakan tidak akan mengikuti kampanye cara-cara pesaingnya. Sementara itu, Jusuf Kalla menyatakan dia dan Jokowi siap menghadapi kampanye negatif yang disertai data. Namun yang muncul adalah kampanye hitam karena, menurut Kalla, pe- saing mereka tidak bisa melakukan kampanye negatif yang berisi fakta. “Misalnya kampanye hitam (yang menyebut) Jokowi itu Kristen, bapaknya orang Cina, itu kan fitnah,” kata Kalla. “Kenapa terjadi? Ya, ka- rena sulit mencari hal negatif dari kami berdua. Makanya kampanyenya fitnah.” Apakah serangan kampanye hitam itu ber- asal dari kubu Prabowo-Hatta? Ketua Bawaslu Muhammad sudah meminta konfirmasi perihal beberapa kampanye hitam terhadap Jokowi ke kubu pesaingnya dan mereka membantah pelakunya bagian dari tim sukses. Ketua Tim Nasional Pemenangan Prabowo- Hatta, Mahfud Md., membenarkannya. Ia me- nyatakan tidak ada tim sukses Prabowo yang memakai cara itu. “Itu adalah perbuatan orang pengecut dan itu tidak bakal efektif.” ■ Bahtiar Rifai, Pasti Liberti, Monique Shintami, Aryo Bhawono, Irwan Nugroho, Arif Arianto | Okta Wiguna Calon presiden Jokowi melambaikan tangan kepada para pendukungnya di Jakarta (19/5/2014). Stringer /REUTERs
  57. 57. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 T im hukum Jokowi-Jusuf Kalla melaporkan Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Jakarta Selatan Edgar Jonathan Siahaan ke Mabes Polri. Pengurus organisasi sayap Gerindra itu dituding menyebarkan surat palsu yang berisi permintaan penundaan pemeriksaan Jokowi dalam kasus dugaan korupsi bus Transjakarta oleh Kejaksaan Agung. Edgar ternyata anggota tim media Partai Gerindra. Seorang resepsionis di markas Tidar Jakarta Selatan di Jalan Wolter Mo- nginsidi membenarkan Edgar adalah ketua organisasi itu. “Me- mang ketua di sini. Tapi dia di tim media Gerindra di Ragunan (kantor DPP Gerindra),” ujar resepsionis yang tidak mau disebut- kan namanya itu. Semua berawal dari foto yang diunggah Edgar lewat akun Twitter @Edgar1107 pada Kamis, 29 Mei 2014, pukul 2 dini hari. “Klo tanggepan atas ini gimana niiiiiiihhhh???? @PartaiSocmed check mate! #Jokowi,” begitu tweet yang menyertai foto itu. Surat dalam foto itu memakai kop Gubernur Jakarta dan di- teken Joko Widodo. Isinya berupa balasan atas surat panggilan pemeriksaan dari Kejaksaan Agung. Jokowi menyatakan surat itu palsu. “Itu fitnah, dan fitnah se- perti itu banyak beredar,” kata Jokowi. “Kan sudah disampaikan oleh Jaksa Agung, tidak ada keterlibatan saya.” Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Tony T. Spontana, menyatakan tidak pernah ada surat panggilan buat Jokowi. Kejaksaan mencurigai surat itu adalah kampanye hitam Surat Palsu dari Bekas Pendukung Majalah detik 9 - 15 juni 2014
  58. 58. Majalah detik 9 - 15 juni 2014Majalah detik 9 - 15 juni 2014 yang harus diselidiki Bawaslu. “Enggak logis kan, enggak ada su- rat pemanggilan tapi ada surat penolakan. Surat itu harus dicari kebenarannya,” ujar Tony. Meski penyebarnya pengurus organisasi sayap, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi menyatakan Edgar berada di luar partai. “Itu sayap partai dan itu di luar perintah saya,” ujarnya. Pada Rabu, 4 Juni 2014, Edgar melaporkan balik tim hukum Jokowi-JK ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. “Kami mela- porkan tindak pencemaran nama baik dan fitnah sehubungan dengan pernyataan di berita yang mengatakan bahwa Edgar Jonathan adalah pembuat surat palsu,” kata pengacara Edgar, Alova Mengko. Edgar mengklaim memiliki bukti data bahwa bukan dia yang membuat surat tersebut, yang diperkuat dengan metadata foto tersebut. Menurut dia, foto itu didapatnya dari laman Facebook Partai Gerindra yang diunggah oleh orang tidak dikenal. Foto surat palsu tersebut mulai muncul di laman Facebook Partai Gerindra pada 29 Mei 2014. Setidaknya ada tujuh foto dan yang pertama diunggah oleh pengguna Facebook bernama Ki Amuk Marugul. Namun pengguna itu mengunggah foto tersebut baru pada pukul05.14atausetelahEdgarmenaikkanfotoitudiTwitterpada pukul 02.01. Dari penelusuran majalah detik, Edgar memang yang pertama mengunggahnya di Twitter. Edgarmenyatakantidakpernahberniatmenyebarkannyasebagai kampanyehitam.“Yangjelas,sayatidakmembuat,tidakmenyebar- kan, dan hanya mengklarifikasi ke (akun) Partai Socmed,” ujarnya. “Saya tahunya dia (@PartaiSocmed) pendukung Jokowi.” Ketua Tidar DKI Jakarta Yudha Permana menegaskan Tidar tak memakai kampanye hitam. Dia mencontohkan, pada 2012 membuat kampanye positif, seperti flashmob penari berkemeja kotak-kotak di Bundaran Hotel Indonesia saat hari bebas ken- daraan. Aksi itu buat mendukung pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama. Sementara itu, anggota tim kampanye Jokowi-JK dari Partai Nasional Demokrat, Akbar Faisal, menyatakan pihaknya tetap akan meneruskan langkah hukum meski ada gugatan balik. “Kami akan memastikan bahwa ini diproses polisi dan Bawaslu,” ujarnya. ■ Rini Friastuti, Nograhany Widhi K., Pasti Liberti M., Isfari Hikmat, Bahtiar Rifai | Okta Wiguna Jejak postingan surat palsu Edgar di twitter
  59. 59. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 CaraJenderal Menangkis Serangan Hitam
  60. 60. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 R uangan di lantai 3 itu tertutup rapat. Tidak seperti biasanya, pada Rabu, 4 Juni 2014, itu tidak ada yang beraktivitas di ruang pemantauan media sosial Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut. Padahal Komisi Pemilihan Umum menetapkan hari itu sebagai dimulainya kam- panye pemilu presiden 2014. Biasanya, saban hari, setidaknya enam orang meriung di ruangan tersebut untuk memantau isu dan kampanye hitam tentang calon pre- siden Prabowo Subianto. “Mereka sedang di Rumah Polonia semua sekarang,” kata seorang penjaga kepada majalah detik. Menurut Setyoko, Ketua Tim Social Media Partai Gerindra, pihaknya sedang melakukan berbagai perbaikan. “Sedang berantakan,” ka- tanya. Setyoko mengatakan, berdasarkan peman- tauan timnya, kampanye hitam terhadap pasangan Prabowo-Hatta Rajasa cenderung berkurang pada masa awal kampanye. Ia mencatat, pada waktu sebelum pendaftar- an pilpres, black campaign sempat menerpa Prabowo. Salah satunya adalah uang berstem- pel nama Prabowo yang beredar luas di Suka- bumi, Jawa Barat. Kasus itu sudah dilaporkan Gerindra menyiapkan 150 pengacara untuk sewaktu-waktu melaporkan munculnya kampanye hitam atau kampanye negatif. Deklarasi para pendukung Prabowo-Hatta di Rumah Polonia. Isfari Hikmat/majalah detik
  61. 61. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 ke kepolisian. “Pelakunya bukan kader kami,” katanya. Ia menambahkan, yang masih terus dihadapi Prabowo adalah kampanye negatif (negative campaign), terutama kasus dugaan keterlibatan Prabowo dalam kerusuhan 1998. “Itu masih di- ungkit-ungkit terus,” ujarnya.Direktur Indonesia Indicator Rustika Herlambang mengatakan, berdasarkan surveinya baru-baru ini, isu pen- culikan aktivis oleh Prabowo masih tertinggi intensitasnya. Ditambah isu tentang tidak ada- nya ibu negara, kampanye negatif terhadap Prabowo berjumlah 12.900. Namun jumlah ini masih kalah 10 kali lipat dari kampanye buruk terhadap Joko Widodo. “Kampanye jahat ke Jo- kowi jumlahnya 148.133,” ucap Rustika kepada majalah detik. Dalam survei kampanye negatif yang digelar Lingkaran Survei Indonesia tiga pekan lalu, isu penculikan aktivis dan keluarga yang tidak harmonis dimasukkan dalam variabel. Variabel lainnya adalah watak Prabowo yang disebut- sebut temperamental dan suka menggunakan kekerasan. Selain itu, Prabowo dianggap tidak sukses dalam bisnisnya karena punya banyak utang. Hasilnya, 7-23 persen responden menyata- kan mendengar isu-isu itu. Dari yang pernah mendengar itu, 51-72 persen percaya, sehing- ga mengakibatkan potensi penurunan suara Prabowo yang cukup besar. “Kalau misalnya masyarakat mempercayai, bisa mengubah du- kungan,” katanya kepada majalah detik. Namun,Setyokomengatakan,Gerindratidak mempermasalahkanlagikampanyenegatif.Isu- isu seperti penculikan aktivis tidak akan ditang- gapi secara serius. Sejak dimulainya kampanye, mantan Danjen Kopassus berpangkat terakhir Letnan Jenderal itu meminta tim berfokus me- maparkan visi-misi dirinya. “Black campaign itu fitnah, negative campaign itu kritik tapi masih ada datanya. Negative campaign masih tolerable,” ujar sekretaris tim pemenangan nasional Merah Putih, yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon. Meski demikian, Gerindra dan koalisi partai pendukungnyatetapkhawatirterhadapkampa- nye hitam itu. Tidak main-main, Gerindra me- nyiapkan 150 pengacara untuk sewaktu-waktu melaporkan munculnya kampanye hitam atau Fadli Zon arisaputra/detikcom Black campaign itu fitnah, negative campaign itu kritik tapi masih ada datanya.
  62. 62. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 kampanye negatif. “Kita bagi-bagitanggungjawab,” kata Direktur Hukum Tim Pemenangan Prabowo- Hatta, Habiburokhman, kepada majalah detik. Gerindra juga didukung oleh pasukan cyber lain- nya, yang bermarkas di kantor PT Think Big Indonesia (TBI), Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Tugas pasukan itu adalah melawan berita-berita jelek mengenai Prabo- wo di media massa. “Setiap personel memiliki masing-masing lima akun Twitter dan lima akun Facebook,” kata salah satu mantan personel pasukan cyber ini. Dimintai konfirmasi, Managing Partner TBI Juke Sutaram jujur mengaku pihaknya adalah simpatisanPrabowo-Hatta.TBIsebagaiperusa- haanpublicrelationsconsultant seringmemban- tu branding Prabowo. Namun ia membantah karyawannyadipekerjakanjugauntukmelawan berita negatif tentang Prabowo di media atau media sosial. “Kita tidak berkompeten,” katanya kepada majalah detik. Prabowo sendiri juga masih terus bergerak untuk memoles citranya terkait kerusuhan 1998. Seusai acara Deklarasi Pemilu Damai dan Berintegritas di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Juni 2014 malam, Prabowo menemui eksponen aktivis 1998 dan pendiri Badan Ekse- kutif Mahasiswa Seluruh Indonesia. Bekas Presiden BEM Universitas Trisakti An- dre Rosiade mengatakan Prabowo bersih dari kasus penembakan mahasiswa Trisakti. “Yang menembak itu adalah polisi dan Gegana,” kata- nya kepada majalah detik, sembari merahasi- akan tempat pertemuannya dengan Prabowo. Andre juga tidak percaya Prabowo punya gaya kepemimpinan militeristik. Buktinya, Prabowo tidak melakukan kudeta pada 1999, padahal kesempatan ada di depan mata. Besok- nya, Andre dan kawan-kawan mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo di Rumah Polonia. Menurut Habiburokhman, sebelumnya ia melaporkan tiga kampanye hitam terhadap Prabowo. Pertama, pemasangan spanduk "menolak 'Prahara'" di depan kantor Partai Anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak Yudhi Mahatma/ANTARA FOTO
  63. 63. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 NasDem. Kedua, video yang memperlihatkan Prabowo memukul seseorang setelah mendaftar ke KPU pada 20 Mei 2014. Sedangkan ketiga adalah dugaan kampanye hitam oleh akun Twitter @PartaiSocmed dan sejumlah blog. Akun tersebut banyak berkicau tentang pelanggaran HAM yang di- lakukan oleh Prabowo. Namun anggota Badan Pengawas Pemilu, Nelson Simanjuntak, me- nyatakan spanduk Prahara dan akun Twitter @ PartaiSocmed tidak melanggar peraturan. Fadli Zon mengimbau kedua belah pihak ti- dak lagi melakukan upaya-upaya yang berujung pada kampanye hitam. Sebab, black campaign hanya merugikan kedua belah pihak. “Kami tidak menganjurkan sama sekali dan menolak black campaign,” ujarnya. ■ Bahtiar Rifai, Pasti Liberti, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Aryo Bhawono | Irwan Nugroho Contoh uang berstempel nama Prabowo Detikfoto Peringatan Tragedi Mei 1998 Agung Pambudhy/detikfoto Majalah detik 9 - 15 juni 2014
  64. 64. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Tebar Pesona GaetyangMuda Tidak pernah berbicara mengenai visi dan misi capres. Yang asyik saja agar anak muda tidak keburu hengkang. Majalah detik 9 - 15 juni 2014
  65. 65. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 K antor sekretariat relawan Ka­wan Jokowi di Jalan Dharmawangsa 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, lengang. Dua penjaga kantor sibuk bermain komputer di meja jaga. Belum satu pun pengurus menampakkan batang hidung- nya. Kamis, 5 Juni 2014, Wakil Sekretaris Jenderal Kawan Jokowi, Riezky Delastama, baru hadir lewat tengah hari. Beberapa pengurus lain me- nyusul tidak berapa lama. “Ya, ini kan sambilan karena kami juga punya profesi,” dia memberi alasan datang siang. Kawan Jokowi merupakan kelompok relawan untuk kalang- an muda dan profesional. Riezky sendiri bekerja pada perusahaan manajer artis. Biasanya ia mampir ke sekretariat relawan sepulang kerja atau ketika ada waktu luang. Tugas mereka adalah menjaring dukungan masyarakat berusia 20-35 tahun. Itu sebabnya kantor ini terlihat sepi. Mereka baru sibuk jika ada kegiatan. Riezky mengakui fokus kampanye mereka terbatas, yakni musik, kompetisi olahraga, dan media sosial. Kawan Jokowi sudah melakukan dua kegiatan, yakni konser musik di Medan dan pertandingan futsal dengan kelompok Abang None Jakarta. Selain itu, Kawan Jokowi cukup gencar mela- kukan kampanye melalui media sosial. Mereka mengunggah video wawancara artis dengan judul “Jokowi Menjawab”. Video ini antara lain menampilkan artis Emma Waroka dan Gading Marten. Isi video itu bukan berupa perbincang- an serius, hanya mengenai musik. Antusiasme justru muncul setelah video tersebut diunggah. Riezky dan kawan-kawan tidak pernah ber- bicara mengenai visi dan misi capres. Maklum, jikadisuguhikampanyemodellama,anakmuda bakal memilih hengkang. Karena itu, pendekat- annya disesuaikan dengan kegiatan. “Kami bagi kaus saja, soal mereka ingin tahu lebih dalam, mereka bisa cari sendiri, kok,” tu- turnya. Kreativitas mengelola kelompok masyarakat merupakan cara efektif menjaring dukungan. Makanya, tim pemenangan Jokowi tidak mau repot-repot memberikan arahan. Juru bicara Kami bagi kaus saja, soal mereka ingin tahu lebih dalam, mereka bisa cari sendiri.
  66. 66. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 tim sukses Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari, mengaku pembentukan relawan mengalir be- gitu saja. “Mereka punya inisiatif, dan pembiayaan dari kita,” ujarnya. Tugas tim pemenangan hanya mengge- lontorkan atribut. Toh, selama ini permintaan pembentukan tim relawan membengkak dari 28 kelompok menjadi 80 kelompok di tataran nasional. Ia mengakui pemilih pemula merupakan kelompok yang menjadi prioritas. Kelompok ini menjanjikan dukungan besar. Namun, soal metode, Eva tidak mau cawe-cawe. Pasalnya, ia sendiri tidak menguasai komunikasi ala anak muda masa kini. Tim pemenangan tidak memandang sebelah mata kelompok relawan anak muda ini. Kawan Jokowi sendiri bernaung di bawah penanggung jawab mantan Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono. Anak Hendro, Diaz Hen- dropriyono, duduk sebagai ketua umum. Hiruk-pikuk relawan muda Jokowi-JK berbe- da dengan relawan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Kantor tim pemenangan Prabowo- Hatta tidak pernah sepi dari kunjungan rela­ wan. Mereka memenuhi kesibukan kantor tim pemenangan di Rumah Polonia, Jalan Cipinang Cempedak I Nomor 19, Jakarta Timur, dari pagi hingga sore. Rumah bekas kediaman Yurike Sanger, man- tan istri presiden pertama Indonesia, Sukarno, itu selalu penuh dengan kunjungan relawan, ti- dak peduli dari kelompok mana pun. Sekretaris Relawan pendukung Prabowo-Hatta bertandang ke Rumah Polonia. isfari/majalahdetik
  67. 67. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 tim pemenangan nasional Merah Putih, Fadli Zon, berulang kali berorasi di atas mimbar di halaman rumah Polonia menyambut kehadiran relawan. Rabu sore, 4 Juni lalu, Fadli menjadi tuan rumah atas kehadiran sekitar 10 relawan Fo- rum Aktivis 98 dan pendiri Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia. Ia bergantian menguasai pengeras suara dengan tamunya untuk berorasi. Namun orasi itu hanya dinikmati para rela­ wan yang hadir atau yang menunggu waktu mengu- asai panggung. Tidak ada massa yang menyemut di sana. Rumah Polonia berdiri di tengah-tengah kompleks perumahan elite nan sepi. Setiap hari relawan yang hadir 15 sampai 20 kelompok. Fadli mengaku mencatat semua barisan dan memberikan atribut. Ia sengaja menyatukan dukungan relawan yang datang, toh semua merupakan simpatisan. “Kami catat juga wilayah kerja mereka karena kami kasih atribut,” ujar Fadli Zon. Kampanye melalui pengeras suara di halam- an Rumah Polonia ini bakal terus dilakukan sampai hari pencoblosan 9 Juli kelak. Walau sepi penonton, yang penting mereka bekerja di daerahnya. Lalu-lalang di Rumah Polonia bukan satu-sa- tunya metode kampanye Partai Gerindra men- jaring relawan. Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (Tidar) Aryo Djojohadikusumo mengaku organisasinya menjaring relawan di kalangan pemilih pemula. Kampanye ini tidak bikin kening berkerut. Aryo mengaku masih melakukan pendekat- an terhadap pemilih muda melalui kegiatan olahraga. Toh, selama ini Tidar biasa menggelar kompetisi berbagai olahraga di beberapa dae- rah. Tidar menjadi penyandang dana berbagai acara olahraga itu. “Kami sudah bisa menyelenggarakan Tidar Cup secara rutin,” ujarnya. Sokongan tidak hanya dari kalangan inter- nal tim pemenangan. Perusahaan Think Big Indonesia (TBI) mengaku sebagai simpatisan Prabowo. Managing Partner TBI Juke Sutaram mengaku melakukan berbagai kampanye cu- Kami catat juga wilayah kerja mereka karena kami kasih atribut.
  68. 68. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 ma-cuma untuk Prabowo. Beberapa kampanye tersebut dilakukan untuk menggaet pemilih muda di daerah, di antaranya dengan mendudukkan Prabowo sebagai juri kontes dangdut di stasiun televisi Indosiar pada April lalu. Juke-lah yang meminta Prabowo karena dia merupakan teman lama. “Waktu muncul di Indosiar, acara dangdut itu, jugaadapermintaandarisana,mauenggakPak Prabowo jadi juri khusus,” katanya. Pertarungan memperebutkan pemilih muda ini bakal seru. Direktur Utama PoliticaWave Jose Rizal menyebutkan kerja relawan muda sangat mempengaruhi pemetaan dan penda- taan. Pasalnya, mayoritas pemilih muda adalah swing voter. Berdasarkan survei terakhir PoliticaWave, jumlah swing voter mencapai 14-16 persen. Angka ini sangat mempengaruhi hasil pemilu. “Tim kedua pihak mengetahui mereka ada di mana, menentukan provinsi mana. Mapping ini menentukan karena waktu pendek,” tuturnya. n Isfari Hikmat, Monique Shintami, Bahtiar Rifai, Pasti Liberti Mappapa | Aryo Bhawono Aksi para relawan Jokowi dari kalangan muda memberi dukungan pada Car Free Day di Jakarta. Grandy/detikcom Majalah detik 9 - 15 juni 2014
  69. 69. Majalah detik 9 - 15 Juni 2014 VisiJokowi,MisiPrabowo Memangkas subsidi dengan konversi 30 persen transportasi berbahan bakar mi- nyak ke bahan bakar gas. Mengurangi subsidi untuk orang kaya melalui mekanisme pajak dan cukai. • Larangan pekerja alih daya di BUMN. • Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Membuka 2 juta lapangan kerja per tahun di sektor industri dan pertanian. Utang baru hanya untuk program yang memiliki efek jangka panjang, seperti pem- bangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Menyetop tambahan utang luar negeri pada 2019. • Menghapus ujian akhir nasional. • Undang-undang tentang pendidikan gratis dan bebas pungutan. • Tunjangan dan asuransi buat guru di daerah terpencil. • Kurikulum antinarkotik. • Subsidi untuk perguruan tinggi negeri. • Pendidikan gratis 12 tahun. • Menghapus pajak buku pelajaran. • Melarang pergantian buku teks setiap tahun ajaran baru. • Mewajibkan pelajaran matematika, bahasa Inggris, dan antikorupsi. • Merekrut 800 ribu guru selama lima tahun. • Dana alokasi perbaikan kualitas fasilitas pendidikan Rp 150 juta per sekolah. • Rp 20 triliun untuk perbaikan fasilitas perguruan tinggi negeri dan swasta. • Tunjangan profesi guru rata-rata Rp 4 juta per bulan dan mengirimkannya ke rekening guru. • Kartu Indonesia Sehat. • Menggratiskan biaya melahirkan. • Mendirikan 50 ribu rumah sehat dan 6.000 puskesmas dengan fasilitas rawat inap. • Pelayanan kesehatan gratis dengan mempercepat BPJS kesehatan. • Revolusi putih mandiri: penyediaan susu untuk anak miskin di sekolah. • Mewajibkan dokter yang baru lulus mengabdi di daerah miskin dan terting- gal. • Membangun jalan baru sepanjang 2.000 km, 10 pelabuhan baru, 10 ban- dara baru, dan bandara khusus barang. • Rel ganda di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. • 3.000 km jalan baru. • Kereta api jadi prioritas dan menambah 4.000 km rel. • Jalan tol di atas laut di pantai utara Jawa yang terintegrasi dengan jalur kereta. 2.000 tower rumah susun murah (500 unit per tower), dicicil 20 tahun dengan bunga 5 persen per tahun atau keuangan syariah. Perumahan buruh di kawasan industri. • Pengembangan TNI lebih ke arah mari- tim. • Lelang jabatan strategis di lembaga pe- negak hukum. • Revisi Undang-Undang Peradilan Militer demi menghapus impunitas. Meningkatkan kesejahteraan prajurit dan polisi, termasuk veteran. Layanan satu atap untuk investasi dengan perizinan bisnis maksimal 15 hari. Memangkas rantai birokrasi dan perizinan yang berlebihan di pusat dan daerah. Mengharuskan penahapan dalam pem- bentukan daerah otonomi baru. Penggabungan dan penghapusan daerah otonomi yang sudah ada. Meninjau ulang dan meneliti rencana pembuatan daerah administrasi baru. Indonesia Go Organic dengan pilot project 1.000 desa organik. 2 juta hektare lahan makanan pokok dan 2 juta hektare lahan tanaman bioetanol. Pembuatan undang-undang perampasan aset koruptor. • Menambah jumlah penyidik dan fasili- tas KPK. • Penguatan peranan KPK, Polri, dan Ke- jaksaan dalam pemberantasan korupsi. • Mengatur pembiayaan parpol lewat APBN/APBD. • Menyetop monopoli frekuensi penyiar- an oleh industri penyiaran. • Menyelesaikan kasus Kerusuhan Mei, Trisakti, Semanggi 1 dan 2, penghilang- an paksa, kasus Talang Sari Lampung, Tanjung Priok, serta Tragedi 1965. • Menindak pelaku kekerasan yang meng- atasnamakan agama. • Mendirikan lembaga tabungan haji. • Indonesia jadi pusat perbankan dan ke- uangan syariah. • Penegakan hukum terhadap pelanggar- an hak atas kekayaan intelektual untuk melindungi industri kreatif nasional. • Dana pembangunan Rp 1 miliar per desa dari APBN. • Memulai proses perencanaan pemin- dahan ibu kota negara. Okta Wiguna | Sumber: Komisi Pemilihan Umum BahanBakarMinyak TenagaKerja Utang LuarNegeri Pendidikan Kesehatan Transportasi Perumahan MiliterdanKepolisian Birokrasi DaerahOtonomiBaru Pertanian Antikorupsi ProgramKhas Jokowi Prabowo B ersamaan dengan pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada 19 Mei 2014, para kandidat menyertakan visi, misi, dan program kerja mereka. Kedua pasangan ini menjanjikan rupa-rupa program, mulai politik, ekonomi, pelayanan publik, hingga program antikorupsi. Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menguraikannya dalam dokumen sembilan halaman, se- dangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memerinci dalam 41 halaman. Dari banyak janji yang diberikan para kandidat, berikut ini beberapa program yang unik, mendetail, dilengkapi target waktu dan jumlah dana yang dialokasikan.
  70. 70. Majalah detik 9 - 15 juni 2014majalah detik 9 - 15 juni 2014 Cerdas dan bijak dalam menyikapi setiap isu yang berkembang di masyarakat. Jangan mudah terpengaruh dan menelan begitu saja semua informasi yang beredar. Ketua Bawaslu: Penyebar KampanyeHitam Dipenjara 2Tahun
  71. 71. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 P erang kampanye hitam dan ne- gatif menjelang pemilihan presiden semakin marak. Tudingan tidak ber- dasar alias fitnah terus bertebaran di masyarakat melalui saluran dunia maya, dari mulut ke mulut di hadapan umum, bahkan di tempat ibadah. BadanPengawasPemilihanUmum(Bawaslu) menerima banyak laporan tentang kampanye hitam tersebut. Dua kandidat, Prabowo-Hatta Rajasa dan Jokowi-Jusuf Kalla, sama-sama men- jadi korban kampanye hitam. Bawaslu mengaku kekurangan orang untuk memantau dan mengawasi kampanye hitam. Ia mengimbau masyarakat proaktif melakukan pengawasan. Bawaslu meminta kepolisian menindaklanjuti laporankampanyehitamtersebut.Sesuaideng- an UU Pilpres, pelaku kampanye hitam dikenai sanksi dua tahun penjara. “Tapi, kalau dengan pasal berlapis, sanksi bisa lebih dari dua tahun,” kata Ketua Bawaslu Muhammad kepada Arif Arianto dari majalah detik di kantornya, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Rabu, 4 Juni lalu. Lantas langkah apa saja yang telah dilakukan Bawaslu? Mengapa belum ada satu pun pelaku penyebar kampanye hitam dan negatif yang diseret ke pengadilan? Berikut ini wawancara selengkapnya. Apa yang dimaksud dengan kampanye hitam dan kampanye negatif? Secara terminologi, kampanye hitam adalah serangkaianinformasiyangsengajadilontarkan oleh salah satu atau beberapa pihak terhadap pihak lain untuk menjatuhkan lawan politik dengan menggunakan isu yang tidak berdasar. Jadi cenderung fitnah. Umumnya, metode yang digunakan adalah desas-desus dari mulut ke mulut. Namun, saat ini, seiring dengan kemajuan teknologi, (kam- panye hitam) dilakukan dengan memanfaatkan perangkat teknologi komunikasi informasi, multimedia, serta media massa. Kampanye negatif dilakukan dengan metode yang hampir serupa. Tetapi isu yang dilontar- kan masih berdasarkan fakta, yaitu serangkaian bukti yang bersifat atau yang bisa dipersepsi- Ya, kampanye hitam itu bermacam-macam. Misalnya Jokowi itu ada nama Herbertus, padahal H itu haji.
  72. 72. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 kan negatif oleh masyarakat. Misalnya kegagal- an tugas, mangkir, memiliki affair, wanprestasi, dan sebagainya. Seberapa banyak laporan terkait kampa- nye hitam yang masuk ke lembaga Anda? Banyak. Saya tidak hafal persisnya. Tetapi, yang pasti, kami selalu menerima pengaduan, selain pemantauan yang dilakukan oleh staf kami. Apa saja isi kampanye hitam yang dila- porkan ke Bawaslu? Ya, bermacam-macam. Misalnya Jokowi itu ada nama Herbertus, padahal H itu haji. Ke- mudian, yang bersifat rasialis, dia disebut anak seorang Tionghoa bernama Oei siapa gitu, kepanjangan tangan asing, dan sebagainya. Begitu juga dengan Prabowo, yang dikatakan (terlibat) dalam pelanggaran HAM, dalang kerusuhan, dan sebagainya. Jumlahnya berapa saya lupa persisnya. Yang pasti, semua lapor- an tersebut kami tindak lanjuti dan meminta kepolisian melacaknya. Kegiatankampanyehitamdankampanye negatif sudah ada sejak lama. Tapi tidak ada satu pun pelaku yang dijerat hukum. Kenapa? Begini. Untuk melakukan penindakan, kepo- lisian agak kesulitan melacak akun-akun (media sosial) atau Twitter yang digunakan sebagai sarana penyebar kampanye-kampanye oleh oknum. Kami menyebutnya ini ulah oknum ka- Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak (kanan) dan Nasrullah (tengah) menunjukkan tabloid Obor Rakyat yang diduga melanggar aturan kampanye pilpres di Kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Rabu (4/6). Yudhi Mahatma/ANTARA FOTO
  73. 73. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 rena, ketika kami konfirmasi ke tim sukses para calon, mereka menolak itu bagian dari mereka. Meski begitu, kami minta Bareskrim Polri terus melacak keberadaan akun-akun tersebut serta orang yang menyebarkan kampanye itu. Dan polisi terus melakukan upaya serius. Apakah lembaga Anda memang tidak memiliki perangkat teknologi khusus un- tuk melacak ini? Kami tidak memiliki perangkat teknologi khusus seperti itu. Dan kami kesulitan meng- gunakan perangkat-perangkat seperti itu. Kami juga tidak punya kewenangan memblokir akun-akun tertentu yang diduga menyebarkan kampanye itu. Kami tidak memiliki itu. JadiyangAndalakukanhanyapencegah- an dan ternyata tidak efektif? Iya, kami melakukan pencegahan dan me- nindaklanjuti laporan dari publik. Laporan itu bisa berasal dari masyarakat, wartawan, atau temuan dari jajaran Panwaslu. Kalau dibilang tak efektif, tidaklah, karena beberapa akun bisa diblokir. Tetapi, memang, teknologi yang digunakan juga canggih dan se- rangan kampanye itu begitu gencar, sehingga meski ditutup, ada lagi, ada lagi. Tapi faktanya kampanye hitam semakin marak…. Semestinya tidak lagi, karena capresnya sudah ditetapkan, sudah jelas Undang-Undang Pemilihan Presiden yang digunakan, dan ada kerja sama secara konkret dalam kerangka sen- tra penegakan hukum pidana pemilu antara pihak kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu. Anda masih kesulitan menemukan pela- kunya, apakah lembaga Anda tidak memi- liki organ semacam intelijen? Iya. Sumber daya manusia kami memang tidak disiapkan untuk tugas-tugas semacam itu. Ini sesuai dengan tugas pokok dan berdasarkan peraturan yang ada. Sehingga, solusinya, kami melakukan kerja sama dengan lembaga-lemba- ga lain, seperti Kemenkominfo dan Kepolisian. Misalnya, tukar-menukar dokumen, fakta-fakta, informasi, dan sebagainya. Kampanye hitam itu untuk menjatuhkan lawan politik dengan menggunakan isu yang tidak berdasar. Jadi cenderung fitnah.
  74. 74. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Kampanye hitam juga dilakukan seca- ra langsung di depan umum, bahkan di tempat ibadah. Artinya kan mudah untuk menangkap pelakunya…. Memang. Persoalannya, personel sumber dayamanusiakamijugaterbatassehinggatidak bisadariwaktukewaktumelakukanpengawas- an di tempat-tempat umum. Karena itu, sikap proaktif masyarakat sangat kami harapkan. Pengawasan proses pemilihan presiden ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawas- lu, tapi kita semua. Setiap menemukan itu, langsung laporkan ke kami. Sertakan juga bukti, kami akan menindaklanjutinya segera. Menyikapi kampanye-kampanye seperti itu, apa imbauan Anda kepada masyara- kat? Kami berharap masyarakat bersikap cerdas dan bijak dalam menyikapi setiap isu yang berkembang di masyarakat. Jangan mudah terpengaruh dan menelan begitu saja semua informasi yang beredar. Masyarakat juga semestinya bersikap proaktif. Laporkan setiap indikasi kampanye- kampanye yang mengarah pada fitnah dan adu domba. Tidak adanya rasa takut dari penyebar kampanye hitam itu apakah karena aspek hukumnya yang kurang gereget? Tidak juga. Ada sejumlah instrumen legal yang bisa menjadi dasar untuk menjerat. Mulai hukum pidana umum tentang pencemaran Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perserikatan Mahasiswa Jakarta Sejahtera (Primajasa) melakukan aksi unjuk rasa didepan gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jum'at (9/5/2014). Agung Pambudhy/Detikcom.
  75. 75. Majalah detik 9 - 15 juni 2014 nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan, Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), serta Undang-Undang Pemilihan Presiden dan (Undang-Undang) Pemilihan Umum. Semua ada sanksinya, dan bisa digunakan secara berlapis. Cukup kuat. Sanksinya, kalau tidak salah, dua tahun lebih sesuai Undang-Un- dang Pilpres. Tapi, kalau dengan pasal berlapis, bisa lebih. Selain soal kampanye hitam, apa yang bisa menjadi potensi konflik pada pemilih- an presiden? Soal potensi tekanan kepada orang lain yang dilakukan aparat birokrasi pemerintah. Sudah bukan rahasia lagi, kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, dengan terang-terangan mendukung salah satu capres dan cawapres tertentu. Bahkan secara terang- terangan mengatakan dirinya menjadi bagian dari tim sukses calon tersebut. ApayangAndalakukanuntukmencegah hal itu terjadi? Kami sudah melaporkan hal itu kepada Menteri Dalam Negeri agar mereka diingatkan supaya tidak sekali-kali menggunakan kewe- nangannya untuk hal-hal seperti itu. Bagi yang terbukti melanggar, ya diberi sanksi. Bagaimana dengan personel lembaga Anda, dijamin seratus persen bisa netral? Harus secara jujur saya akui bahwa kami tidak bisa menjamin seratus persen. Karena soal afiliasi orang terhadap partai atau calon tertentu itu ada dalam hati, di pikiran. Siapa yang bisa mengetahui secara pasti. Apalagi tekanan dan godaan kepada kami, tidak bisa dimungkiri, juga sangat kuat. Tetapi, satu yang kami terus ingatkan, komitmen dan kredibilitas lembaga adalah pertaruhan. Sekali ada yang tidak netral dan menggunakan we- wenang tugasnya, ya tidak ada toleransi. Tapi tentu kami usut dulu apa yang menye- babkannya. Kalau ada tekanan yang kemudian dia terpaksa, ya kita arahkan dan dukung untuk melawan itu. ■ ARIF ARIANTO | IIN YUMIYANTI Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Sanksinya, kalau tidak salah, dua tahun lebih sesuai undang-undang pilpres. Tapi, kalau dengan pasal berlapis, bisa lebih.
  76. 76. Kolom Majalah detik 9 - 15 juni 2014 Kolom Oleh: Dr Eko Harry Susanto B egitu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden resmi diumumkan kepada publik, beragam informasi tentang keburukan masing-masing pasangan beredar di dunia maya. Sebagian dari informasi itu rupanya sama sekali tak berdasar alias fitnah belaka. Tak cuma di Indonesia, yang baru mengenal pemilihan presiden secara lang- sung untuk ketiga kalinya, di negara-negara maju pun demikian. Lantas seperti apa efektivitas dua senjata kampanye itu? Tapi, sebelum- nya, ada baiknya kita pahami arti istilah kedua jenis kampanye tersebut. Kampanye negatif dilakukan dengan membangun ingatan publik untuk tidak melupakan apa yang melekat pada diri seorang kandidat, misalnya sesuatu yang bernuansa kegagalan, ketidakberhasilan, ketidakteladanan, atau kesa- Biodata Nama: Dr Eko Harry Susanto, MSi Tempat/Tanggal Lahir: Pekalongan, Jawa Tengah, 4 April Pendidikan: ● Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Menangkal Kampanye Hitam Bukan mustahil kampanye hitam justru dimunculkan oleh kubu sendiri demi meraih simpati publik. Reduksi dengan pemaparan aspek faktual.

×