Model Kompresi CitraModel umum kompresi citra terdiri atas dua bagian besar, yaitu encoder dan decoder. Encoderberfungsi m...
Source Encoder dan DecoderSource encoder berguna untuk mengurangi berbagai data berlebihan yang muncul pada citra.Sistem i...
Quantizer berfungsi mengurangi data berlebihan pyschovisual. Operasi dilakukan denganmelakukan proses kuantisasi terhadap ...
Kriteria Mengukur Kebenaran Hasil Kompresi (Fidelity Criteria)Ada dua jenis kriteria yang digunakan untuk mengukur kebenar...
Kriteria Kebenaran ObjektifMeskipun cara pengukuran terbaik hasil proses kompresi dengan menggunakan kriteria subjektiftet...
Pada kompresi lossless, karena harus mempertahankan kesempurnaan informasi, sehingga hanyaterdapat proses coding dan decod...
Metode KompresiPada proses pembentukan citra digital tersebut, terdapat dua proses dasar, yaitu :SubsamplingSubsampling da...
Pcd   09 - model kompresi citra
Pcd   09 - model kompresi citra
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pcd 09 - model kompresi citra

1,359 views

Published on

PCD

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,359
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
33
Actions
Shares
0
Downloads
52
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pcd 09 - model kompresi citra

  1. 1. Model Kompresi CitraModel umum kompresi citra terdiri atas dua bagian besar, yaitu encoder dan decoder. Encoderberfungsi membuat representasi simbol-simbol (kode) dari citra input (x, y). dengan kata lainencoder berfungsi membuat citra kompresi (citra terkode) dari citra input. Setelah melaluitransmisi pada kanal (channel), citra terkompresi tersebut masuk ke sistem decoder. Pada sistemini, citra terkompresi akan direkonstruksikan kembali untuk menghasilkan citra output f (x, y).Informasi pada citra f (x, y) dan (x, y) dapat sama persis atau tidak terjadi kehilangan informasi(lossless information), dapat juga tidak sama atau terjadi kehilangan informasi (lossyinformation).Channel encoder berfungsi agar data yang dihasilkan dari source encoder menjadi tahan terhadapderau (noise). Hasil proses channel encoder ini kemudian akan dibalik kembali oleh channeldecoder. Salah satu teknik terkenal yang digunkan untuk channel encoding adalah teknikHamming. Bila channel antara channel encoder dan channel decoder dari derau maka kedua jenischannel tersebut dapat dihilangkan.
  2. 2. Source Encoder dan DecoderSource encoder berguna untuk mengurangi berbagai data berlebihan yang muncul pada citra.Sistem ini terdiri atas tiga proses yaitu mapper, quantizer, dan symbol encoder.Mapper berfungsi mengubah citra input ke dalam suatu format untuk menghilangkan interpixelredundancy. Operasi ini dapat mengurangi atau dapat juga tidak ukuran citra asli dan biasanyabersifat reversible (dapat dibalik) artinya informasi pada citra hasil rekonstruksi sama persisdengan citra asli.
  3. 3. Quantizer berfungsi mengurangi data berlebihan pyschovisual. Operasi dilakukan denganmelakukan proses kuantisasi terhadap hasil dari tahap sebelumnya. Hasil dari proses kunatisasi padaumumnya bersifat irreversible (tidak dapat dibalik) artinya informasi pada citra hasil tidak samadengan informasi pada citra asli karena terdapat informasi yang hilang. Bila ingin tidak terjadiinformasi yang hilang pada citra hasil maka tahap (blok) quantizer harus dihilangkan.Symbol encoder berfungsi membuat kode untuk merepresentasikan keluaran dari quantizer danmemetakan setiap keluaran tersebut ke dalam kode. Panjang kode dapat bersifat tetap (fixed lengthcode) dapat juga bervariasi (variable length code). Kode yang dihasilkan dari tahap ini dapatmenghilangkan data berlebihan coding (coding redundancy) dan biasanya bersifat reversible.Source decoder merupakan proses kebalikan dari source encoder. Pada source decoder tidakterdapat proses (tahap) invers quantizer karena proses quantizer bersifat tidak dapat dibalik.
  4. 4. Kriteria Mengukur Kebenaran Hasil Kompresi (Fidelity Criteria)Ada dua jenis kriteria yang digunakan untuk mengukur kebenaran hasil proses kompresi, yaitukriteria kebenaran subjektif (subjective fidelity criteria) dan kebenaran objektif (objective fidelitycriteria).Kriteria Kebenaran SubjektifKriteria kebenaran subjektif dilakukan dengan melakukan penilaian terhadap citra hasil kompresidengan menanyakan secara langsung (polling) kepada orang-orang tenntang kualitas hasilkompresi. Metode ini biasanya lebih tepat atau lebih cocok.Penilaian dapat dilakukan dengan membandingkan antara citra hasil dengan citra asli, kemudiandibuat suatu skala penilaian di mana setiap skala berkaitan dengan kualitas. Sebagai contoh skalapenilaian adalah (-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3) yang berturut-turut mewakili kualitas (sangat jelek, agakjelek, sama, agak baik, baik, sangat baik). Penilaian dilakukan dengan menggunakan ukuransampel tertentu, kemudian hasil penilaian setiap sampel dirata-ratakan.
  5. 5. Kriteria Kebenaran ObjektifMeskipun cara pengukuran terbaik hasil proses kompresi dengan menggunakan kriteria subjektiftetapi cara tersebut tidak berguna secara pendekatan matematika. Pendekatan matematika yangdigunakan untuk mengukur hasil proses kompresi disebut dengan kriteria kebenaran objektif.Kompresi Lossless dan LossyBerdasarkan kandungan informasi pada citra hasil maka sifat kompresi data dapat dikelompokkanmenjadi dua yaitu :Kompresi LosslessPada kompresi jenis ini informasi yang terkandung pada citra hasil sama dengan informasi padacitra asli. Citra hasil proses kkompresi bdapat dikembalikan secara sempurna menjadi citra asl,tidak terjadi kehilangan informasi, tidak terjadi kesalahan informas. Oleh karena itu metode inidisebut juga error free compression.
  6. 6. Pada kompresi lossless, karena harus mempertahankan kesempurnaan informasi, sehingga hanyaterdapat proses coding dan decoding, tidak terdapat proses kuantisasi.Kompresi tipe ini cocok diterapkan pada berkas basis data (data base), spread sheet, berkas wordprocessing, citra biomedis, dan lain sebagainya.Kompresi LossyKompresi Lossy yang bersifat lossy mengijinkan terjadinya kehilangan sebagian data tertentu daripesan tersebut, sehingga dapat menghasilkan rasio kompresi yang tinggi. Apabila citraterkompresi direkonstruksi kembali maka hasilnya tidak sama dengan citra aslinya, tetapiinformasi yang terkandung tidak sampai berubah atau hilang. Sebagian besar kompresi data lossymemiliki pengaturan tingkat kompresi yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan agar kompresinyalebih efektif dan informasi yang terkandung pada citra tidak sampai berubah dan hilang. Kompresidata lossy ini efektif jika diterapkan pada penyimpanan data analog yang didigitasi sepertigambar, video, dan suara.
  7. 7. Metode KompresiPada proses pembentukan citra digital tersebut, terdapat dua proses dasar, yaitu :SubsamplingSubsampling dapat dikatakan sebagai metode kompresi yang sangat sederhana. Subsamplngmenghilangkan jumlah pixel yang diperlukan untuk merepresentasikan suatu citra. Subsamplingdilakukan dengan memilih pixel tertentu baik dalam arah baris maupun kolom. Cara lain adalahdengan menggunakan nilai rata-rata dari sekelompok pixe dan kemudian mengganti nilai-nilaipixel pada kelompok tersebut dengan nilai rata-ratanya.

×