JENIS DAN PENDEKATAN
TEORI FEMINISME
MATERI KULIAH
SEJARAH DAN TEORI GENDER
JURUSAN SOSIOLOGI FISIP UNPAR
GANJIL 2013
PENGANTAR
 Feminisme

sebagai filsafat dan gerakan dapat dilacak
dalam sejarah = kelahiran Era Pencerahan di Eropa.
 Fem...
 Kata

feminisme dikreasikan pertama kali
oleh aktifis sosialis utopis, Charles Fourier
tahun 1837.
 Pergerakan Eropa in...
TEORI FEMINISME
LIBERAL
SEJARAH PERKEMBANGAN
 Awalnya,

gerakan ini diperlukan karena kondisi
di mana perempuan dipasung kebebasannya.
 Sejarah ...
 Hal

ini kemudian didukung pula oleh adanya
fundementalisme agama yang cenderung
melakukan tekanan terhadap perempuan.
(...
 Situasi

ini mulai mengalami perubahan,
bersamaan dengan Era Liberalisme di Eropa
dan terjadinya Revolusi Prancis di aba...
PENGERTIAN
 Feminisme

Liberal ialah pandangan untuk
menempatkan perempuan yang memiliki
kebebasan secara penuh dan indiv...
 Sebab

akar ketertindasan dan
keterbelakangan perempuan ialah karena
kesalahan perempuan itu sendiri.
 Oleh sebab itu, ...
 Perempuan

harus memiliki kekuatan dari
segi pendidikan dan pendapatan, serta
perempuan harus terus menuntut persamaan
h...
PENDEKATAN YANG DIKEMBANGKAN
 Feminisme

Liberal memahami bahwa
perbedaan jenis kelamin membuat banyak
kelompok sosial me...
 Perspektif

liberal = paham rasionalisme
=hakikat manusia yg berbeda dari binatang.
Dalam rasionalitas itulah terletak k...
 Inti

keyakinan aliran ini, bahwa kehidupan
pribadi seseorang (perempuan) tidak
semestinya menjadi obyek peraturan
masya...
GERAKAN YANG DIHASILKAN
 Cara
1.

2.

3.

4.

yang diupayakan kaum feminisme liberal:
Menyelenggarakan pendidikan yang se...
Di

Indonesia hal ini terlihat dalam
gerakan yang dilakukan oleh R.A
Kartini dan Dewi Sartika, dengan
gerakan pendidikann...
TEORI FEMINISME
RADIKAL
SEJARAH PERKEMBANGANNYA
 Setelah

berakhirnya perang dunia kedua, dunia
ditandai dengan kelahiran negara-negara baru
yang...
 Tahun

1960, awal perempuan mendapatkan
hak pilih dan selanjutnya ikut mendiami
ranah politik kenegaraan=
diikutsertakan...
 Pelopori

feminisme gelombang kedua ini: para
feminisme Prancis = Helene Cixous (Yahudi,
Algeria) dan Julia Kristeva (Bu...
 Para

tokoh feminisime aliran ini meyakini bahwa
perempuan harus melakukan kontrol radikal
terhadap tubuh dan kehidupan ...
 Tujuannya

untuk mengeluarkan perempuan
dari ketertindasan budaya-budaya.
 Secara spesifik, kemudian gerakan
feminisme ...
PENGERTIAN
 Feminisme

Radikal ialah pandangan untuk
menempatkan perempuan sebagai pusat
basis masyarakat di masa depan.
...
 Aliran

ini berkeyakinan bahwa dominasi
laki-laki dan klaim penindasan itu adalah
perpanjangan dari supremasi laki-laki....
PENDEKATAN YANG DIKEMBANGKAN
 Feminisme

Radikal memberikan perhatian
pada persoalan reproduksi dan seksualitas,
dengan r...
 Untuk

membebaskan perempuan dari dominasi
itu, maka patriarkhi harus dihapuskan
dengan cara melenyapkan perbedaan statu...
GERAKAN YANG DIHASILKAN
 Tubuh

perempuan merupakan obyek utama
penindasan oleh kekuasaan laki-laki.
 Kritik utama alira...
 Mengangkat

persoalan perempuan di ranah
privat sebagai persoalan publik merupakan
sebuah usaha politik untuk mengeluark...
 Di

Indonesia, gerakan ini baru tersentuh
pada abad ke-21, yakni dengan
ditetapkannya UU No.23 tahun 2004,
tentang pengh...
SELESAI
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

3. liberal dan radikal

881 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

3. liberal dan radikal

  1. 1. JENIS DAN PENDEKATAN TEORI FEMINISME MATERI KULIAH SEJARAH DAN TEORI GENDER JURUSAN SOSIOLOGI FISIP UNPAR GANJIL 2013
  2. 2. PENGANTAR  Feminisme sebagai filsafat dan gerakan dapat dilacak dalam sejarah = kelahiran Era Pencerahan di Eropa.  Feminisme ini sendiri dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montague dan Marquis de Condorcet, dengan mendirikan perkumpulan Ilmiah untuk pertama kali di Middelburg, sebuah kota di selatan Belanda, tahun 1785.  Feminisme lahir menjadi gerakan yang cukup mendapat perhatian, terutama dalam kalangan kulit putih di Eropa (Perempuan-perempuan di negaranegara penjajahan Eropa) : universal sisterhood (persaudaraan universal).
  3. 3.  Kata feminisme dikreasikan pertama kali oleh aktifis sosialis utopis, Charles Fourier tahun 1837.  Pergerakan Eropa ini berpindah ke Amerika dan berkembang pesat sejak publikasi John Stuart Mill, tentang The Subjection of Women (1869).  Perjuangan mereka ini menandakan kelahiran Feminisme Gelombang pertama.
  4. 4. TEORI FEMINISME LIBERAL
  5. 5. SEJARAH PERKEMBANGAN  Awalnya, gerakan ini diperlukan karena kondisi di mana perempuan dipasung kebebasannya.  Sejarah dunia menunjukkan, secara umum kaum perempuan (feminin): dirugikan dan dinomor duakan dlm masyarakat yang bersifat patriarkhi  Misalnya: dlm bidang sosial, pekerjaan, pendidikan dan politik =hak-hak kaum permpuan lebih subordinat, apalagi dalam masyarakat tradisional yang agraris, cenderung menempatkan laki-laki di publik dan perempuan di domestik.
  6. 6.  Hal ini kemudian didukung pula oleh adanya fundementalisme agama yang cenderung melakukan tekanan terhadap perempuan. (Lingkungan agama Kristen Eropa saat itu).  Misalnya, ada praktek-praktek dan khotbahkhotbah = fakta banyak gereja yang menolak adanya pendeta perempuan; pejabat gereja pun hanya di tempati oleh kaum laki-laki.  Banyak mimbar-mimbar yang dipakai untuk menempatkan perempuan sebagai mahluk yang harus „tunduk pada suami.‟
  7. 7.  Situasi ini mulai mengalami perubahan, bersamaan dengan Era Liberalisme di Eropa dan terjadinya Revolusi Prancis di abat ke18, yang gemanya kemudian melanda Amerika Serikat dan seluruh dunia.  Dalam latar belakang yang demikianlah, di Eropa berkembang gerakan untuk menaikan derajat perempuan.
  8. 8. PENGERTIAN  Feminisme Liberal ialah pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual.  Aliran ini menyatakan bahwa kebebasan dan kesamaan berakar pada rasionalitas dan pemisahan antara dunia privat dan publik.  Menurut aliran ini, pd dasarnya semua manusia memiliki kualitas dan kapasitas untuk berpikir dan bertindak rasional.
  9. 9.  Sebab akar ketertindasan dan keterbelakangan perempuan ialah karena kesalahan perempuan itu sendiri.  Oleh sebab itu, perempuan harus mempersiapkan diri untuk bersaing di dunia dalam kerangka “persaingan bebas” dan mempunyai kedudukan yang sama dengan kaum laki-laki.
  10. 10.  Perempuan harus memiliki kekuatan dari segi pendidikan dan pendapatan, serta perempuan harus terus menuntut persamaan haknya dalam semua bidang dan terus berjuang untuk bebas berkehendak tanpa tergantung pada laki-laki.  Tokoh aliran ini ialah Naomi Wolf, dengan slogan “feminisme kekuatan” sebagai solusi dan Mary Wallstonescraft, dengan “A Vindication of Rights Women”
  11. 11. PENDEKATAN YANG DIKEMBANGKAN  Feminisme Liberal memahami bahwa perbedaan jenis kelamin membuat banyak kelompok sosial menetapkan aturan yang menghambat keterlibatan perempuan dalam lingkungan publik.  Hambatan ini otomatis menciptakan subordinasi, karena alasan sistem reproduksi perempuan (inilah yang menjadi titik perhatian feminisme liberal).
  12. 12.  Perspektif liberal = paham rasionalisme =hakikat manusia yg berbeda dari binatang. Dalam rasionalitas itulah terletak konsep liberalisme.  Karena itu, laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mengembangkan dirinya.  Feminisme Liberal menyatakan bahwa penindasan perempuan berakar dari tidak adanya hak sipil dan peluang pendidikan yang sama bagi perempuan.
  13. 13.  Inti keyakinan aliran ini, bahwa kehidupan pribadi seseorang (perempuan) tidak semestinya menjadi obyek peraturan masyarakat.  Aliran ini dengan demikian menerima dikotomi publik dan privat, ia berusaha untuk memperbaiki status perempuan dalam sistem tersebut.  Feminisme Liberal mendukung hak-hak perempuan dalam hal kebutuhan kesejahteraan, pendidikan universal dan layanan kesehatan.
  14. 14. GERAKAN YANG DIHASILKAN  Cara 1. 2. 3. 4. yang diupayakan kaum feminisme liberal: Menyelenggarakan pendidikan yang setara terhadap laki-laki dan perempuan. Memanfaatkan sumber-sumber ekonomi dan kebebasan sipil serta pelayanan kesehatan yang setara. Kaum perempuan tidak perlu mengorbankan peran domestiknya. Memperjuangkan kesempatan hak sipil dan ekonomi bagi perempuan melalui organisasi.
  15. 15. Di Indonesia hal ini terlihat dalam gerakan yang dilakukan oleh R.A Kartini dan Dewi Sartika, dengan gerakan pendidikannya.
  16. 16. TEORI FEMINISME RADIKAL
  17. 17. SEJARAH PERKEMBANGANNYA  Setelah berakhirnya perang dunia kedua, dunia ditandai dengan kelahiran negara-negara baru yang bebas dari penjajahan Eropa.  Kemerdekaan memberikan peluang kepada semua elemen masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan bangsa, termasuk perempuan.  Bersamaan dengan itu, lahirlah feminisme gelombang kedua, tahun 1960.
  18. 18.  Tahun 1960, awal perempuan mendapatkan hak pilih dan selanjutnya ikut mendiami ranah politik kenegaraan= diikutsertakannya perempuan dalam hak suara di parlemen.  Aliran ini menyatakan bahwa dunia ilmu dan budaya digerakan oleh logosentrisme yang banyak didominasi oleh nilai-nilai maskulin  Menolak pandangan esensialisme; yang mengatakan bahwa pada dasarnya manusia ini “berasal dari Adam.”
  19. 19.  Pelopori feminisme gelombang kedua ini: para feminisme Prancis = Helene Cixous (Yahudi, Algeria) dan Julia Kristeva (Bulgaria),  Bersamaan dengan lahirnya teori dekonsruksionalis= Derrida dan Foucault.  Feminisme Radikal menyatakan bahwa penindasan perempuan berasal dari penempatan perempuan ke dalam kelas inferior dibandingankan dengan kelas lakilaki.
  20. 20.  Para tokoh feminisime aliran ini meyakini bahwa perempuan harus melakukan kontrol radikal terhadap tubuh dan kehidupan mereka.  Sistem peran laki-laki terhadap perempuan, secara politik menindas =Model penindasan terhadap perempuan terutama terjadi secara psikologis dan ekonomis.  Secara spesifik, aliran ini membicarakan mengenai seksualitas dan sosialisasi pekerja (menganalisis struktur psikis, seksual dan ideologis) yang membedakan kedua jenis kelamin
  21. 21.  Tujuannya untuk mengeluarkan perempuan dari ketertindasan budaya-budaya.  Secara spesifik, kemudian gerakan feminisme diarahkan pada penelitian mengenai perempuan-perempuan di dunia ketiga, seperti Afrika, Asia dan Amerika Selatan =Eropa sedang “booming”, namun di dunia ketiga belum tersentuh dengan isu tersebut.
  22. 22. PENGERTIAN  Feminisme Radikal ialah pandangan untuk menempatkan perempuan sebagai pusat basis masyarakat di masa depan.  Aliran ini menyatakan bahwa patriarkhi adalah karakteristik yang terdapat dalam hampir semua masyarakat.  Tujuan dari aliran ini ialah menghancurkan sistem kelas jenis kelamin yang dibentuk sistem patriaki.
  23. 23.  Aliran ini berkeyakinan bahwa dominasi laki-laki dan klaim penindasan itu adalah perpanjangan dari supremasi laki-laki.  Tesis sentral aliran ini ialah personal adalah politik =perempuan sebagai basis sentral masyarakat di masa depan.
  24. 24. PENDEKATAN YANG DIKEMBANGKAN  Feminisme Radikal memberikan perhatian pada persoalan reproduksi dan seksualitas, dengan rujukan utama sistem patriarkhi =dominasi terhadap kaum perempuan.  Sistem reproduksi dan perbedaan seksualitas =hubungan seks antara lakilaki dan perempuan= pengaruh atmosfer politikis tertentu.
  25. 25.  Untuk membebaskan perempuan dari dominasi itu, maka patriarkhi harus dihapuskan dengan cara melenyapkan perbedaan status, peran dan temparamen yang timbul berdasarkan perbedaan biologis.  Status, peran dan temparamen itu sendiri timbul akibat rekonstruksi ideologi patriarkhi.  Dalam prakteknya, kaum feminisme radikal memusatkan perhatiannya untuk menangani persoalan seksual (kekerasan) dan pemerkosaan.
  26. 26. GERAKAN YANG DIHASILKAN  Tubuh perempuan merupakan obyek utama penindasan oleh kekuasaan laki-laki.  Kritik utama aliran ini ialah tubuh perempuan dan hak reproduksinya, seksualitas (lesbianisme), seksisme, relasi kekuasaan antara lain laki-laki dan perempuan dan dikotomi publik dan private.  Slogan utama dalam aliran ini ialah “The Personal is Political”.
  27. 27.  Mengangkat persoalan perempuan di ranah privat sebagai persoalan publik merupakan sebuah usaha politik untuk mengeluarkan perempuan dari penindasan budaya.  Aliran ini banyak bergerak dalam ranah akademis dengan melakukan penelitian dalam dunia ketiga.  Cara yang diupayakan oleh feminisme radikal ialah dengan melakukan kampanye anti aborsi dan anti kekerasan dalam rumah tangga.
  28. 28.  Di Indonesia, gerakan ini baru tersentuh pada abad ke-21, yakni dengan ditetapkannya UU No.23 tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).
  29. 29. SELESAI

×