Apa Kabar Pendidikan IPS Indonesia                                                        Oleh: Suhadi Rembang       Tulis...
-   Antropologi, yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis       tertentu   -   Ekonomi, yang mempelajari pro...
ethnomethodology, paradigma feminis, paradigma darwinis, paradigma analisisjaringan sosial, paradigma positivis, paradigma...
Bidang politik permaslahan yang hari ini kita hadapi diantaranya; politikbebas aktif, money politik bupati, menurunnya sem...
suatu kajian sosial yang tidak berangkat dari masalah-masalah sosial yang ada,jelas kajian pendidikan ilmu sosial terasa k...
pendidikan IPS di Indonesia, sampai-sampai harus divitalkan kembali.Sepengetahuan penulis, beberapa pertanyaan ini tidak d...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Apa kabar pendidikan ips indonesia

675 views

Published on

Tulisan ini memuat tentang tantangan dan keberanian pendidikan IPS dalam berinteraksi dengan masalah-malasah sosial terkini. Diawali dengan menimbang studi literatur tentang ilmu sosial dan paradigma ilmu sosial, tulisan ini berangkat pada suatu konsep pendidikan IPS. Pendidikan IPS yang bagaimana, untuk apa, dan bagaimana aturan mainnya dalam pembangunan Indonesia? sedikit sumbangsih dari saya, selamat membaca.

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
675
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
16
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Apa kabar pendidikan ips indonesia

  1. 1. Apa Kabar Pendidikan IPS Indonesia Oleh: Suhadi Rembang Tulisan ini memuat tentang tantangan dan keberanian pendidikan IPS dalam berinteraksi dengan masalah-malasah sosial terkini. Diawali dengan menimbang studi literatur tentang ilmu sosial dan paradigma ilmu sosial, tulisan ini berangkat pada suatu konsep pendidikan IPS. Pendidikan IPS yang bagaimana, untuk apa, dan bagaimana aturan mainnya dalam pembangunan Indonesia? sedikit sumbangsih dari saya, selamat membaca.Ilmu Sosial (Social Science) Pada awal mulanya, ilmu sosial di pandang kurang ilmiah bila dibandingdengan ilmu alam. Namun sekarang, pendekatan ilmu sosial memiliki daya tariktersendiri dalam mempelajari hubungan manusia dan lingkungan. Jurang pemisahyang membedakan bahwa ilmu sosial dan ilmu alam seakan tidak tampak lagi.Menurut (Vesture, 2000) para peneliti lebih menekankan kerjasama interdisiplindan lintas-disiplin dalam penelitian sosial terhadap perilaku manusia serta faktorsosial dan lingkungan-nya. Pada tahun 1808 Charles Fourier adalah akademisi pertama kali yangmenggunakan istilah social science untuk menyebut ilmu-ilmu yang memberikanperhatian pada aspek-aspek kemasyarakatan manusia (Kuper, 2008:1000). Istilahilmu sosial pada awal mulanya tidak diterima begitu saja di tengah-tengahkalangan akademisi, terutama akademisi Inggris. Sciences sociale dansozialwissenschaften adalah istilah-istilah yang lebih mengenakkan (menurutmereka), meskipun keduanya dikemudian hari dianggap ruanglingkupnya terlaluluas maupun terlalu sempit. Yang sering terjadi, ilmu sosial dimaksudkan untukmendefinisikan sosiologi, atau hanya teori sosial sintesis. Dimana-mana, suatuanalogi terhadap ilmu-ilmu alam selalu dipertentangkan. Hingga kemudian padaabad 19, Aguste Comte secara tebuka menggunakan istilah social science, besertakeunggulan disiplin sintesis dari bangunan ilmu ini. Menurut Ralf Dahrendorf (dalam Kuper, 2008:999) ilmu sosial adalahsebuah konsep ambisius untuk mendefinisikan seperangkat disiplin akademikyang memberikan perhatian pada aspek-aspek kemasyarakatan manusia. Dalamesnsiklopedia (wikipedia.org, 2011) menjelaskan ilmu sosial (social science) atauilmu pengetahuan sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajariaspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Dalammempelajari manusia dan lingkungan sosialnya, ilmu sosial menekankanpenggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia (termasuk metodakuantitatif dan kualitatif). Hingga saat ini masih terdapat perdebatan dalam mengklasifikasikancabang-cabang dari ilmu sosial. Menurut (wikipedia.org, 2011) cabang-cabangdari ilmu sosial meliputi; antropologi, ekonomi, geografi, hukum, linguistik,pendidikan, politik, psikologi, dan sosiologi. Berikut penjelasan singkat daricabang-cabang ilmu sosial. 1
  2. 2. - Antropologi, yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu - Ekonomi, yang mempelajari produksi dan pembagian kekayaan dalam masyarakat - Geografi, yang mempelajari lokasi dan variasi keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi - Hukum, yang mempelajari sistem aturan yang telah dilembagakan - Linguistik, yang mempelajari aspek kognitif dan sosial dari bahasa - Pendidikan, yang mempelajari masalah yang berkaitan dengan belajar pembelajaran, serta pembentukan karakter dan moral - Politik, yang mempelajari pemerintahan sekelompok manusia (termasuk negara) - Psikologi, yang mempelajari tingkah laku dan proses mental - Sejarah, yang mempelajari masa lalu yang berhubungan dengan umat manusia - Sosiologi, yang mempelajari masyarakat dan hubungan antar manusia di dalamnya Bagaimana dengan ilmu sosial di Indonesia? Ilmu sosial di Indonesiadisebut dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ilmu Pengetahuan Sosial (SocialStudies) selanjutnya disingkat IPS adalah studi terintegrasi tentang ilmu-ilmusosial dan humanitis untuk menjadikan warganegara yang kompeten. Dalamprogram sekolah, IPS mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu antara lainantropologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah, hokum, filosofi, ilmu politik,psikologi, wilayah, dan sosiologi. Tujuan utama IPS adalah membantu siswa untuk mengembangkanketerampilannya dalam mempersiapkan diri sebagai warganegara yang baik sesuaidengan kebudayaannya (masyarakat madani). Karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial, diIndonesia IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD),dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Sedangkan untuk tingkat diatasnya, mulai dari sekolah menengah tingkat atas (SMA/SMU) dan perguruantinggi, ilmu sosial dipelajari berdasarkan cabang-cabang dalam ilmu tersebut,khususnya jurusan yang memfokuskan diri dalam mempelajari hal tersebut. Cabang-cabang ilmu pengetahuan sosial di Indonesia diklasifikasikanmeliputi; Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Antropologi, Psikologi, dan TataNegara.Paradigma-paradigma Dalam Ilmu Sosial Setelah memahami pengertian ilmu sosial, berikutnya akan dipaparkantentang paradigma-paradigma yang digunakan dalam ilmu sosial. Paradigmamerupakan kerangka berfikir. Paradigma juga dapat diartikan sebagai modeldalam teori ilmu pengetahuan. Pada bagian ini akan dipaparkan pula macam-macam paradigma ilmu sosial. Menurut Ragin (1994) ilmuwan sosial biasanya mengikuti satu atau lebihdari beberapa paradigma ilmu sosial diantaranya; paradigma konflik, paradigma 2
  3. 3. ethnomethodology, paradigma feminis, paradigma darwinis, paradigma analisisjaringan sosial, paradigma positivis, paradigma fungsionalis struktural, danparadigma interaksionis simbolis. Berikut penjelasan dari tiap-tiap paradigmadalam ilmu sosial. 1. paradigma konflik yaitu paradigma yang berfokus pada kemampuan dari beberapa kelompok untuk mendominasi orang lain, atau perlawanan terhadap dominasi tersebut; 2. paradigma ethnomethodology yaitu paradigma yang menitikberatkan akan bagaimana orang masuk akal dari kehidupan sosial dalam proses kehidupan itu, seolah-olah masing-masing adalah seorang peneliti terlibat dalam penyelidikan; 3. paradigma feminis yaitu paradigma yang berfokus pada bagaimana dominasi laki-laki masyarakat telah membentuk kehidupan sosial; 4. paradigma darwinis yaitu paradigma melihat evolusi progresif dalam kehidupan sosial; 5. paradigma analisis jaringan sosial yaitu sebuah metode matematis untuk mendeskripsikan struktur-struktur yang dihasilkan oleh jaringan sosial; 6. paradigma positivis yaitu paradigma yang percaya bahwa kami bisa ilmiah menemukan semua aturan yang mengatur kehidupan sosial; 7. paradigma fungsionalis struktural yaitu paradigma menekankan bahwa setiap sistem sosial memiliki fungsi dalam mengatur keteraturan sosial; dan 8. paradigma interaksionis simbolis yaitu paradigma yang menitikberatkan akan bagaimana berbagai makna dan pola sosial dikembangkan dalam rangka interaksi sosial. Dari jumlah tersebut, paradigma konflik Karl Marx, interaksionisme MaxWeber dan George Herbert Mead, dan struktural fungsionalisme dari TalcottParsons adalah yang paling terkenal. Lantas bagaimana dengan konsep pendidikanilmu sosial? Bagaimana pula konsep pendidikan ilmu sosial yang khas ke-Indonesiaan? Kemudian apa yang ingin dicapai dalam pendidikan ilmu sosial?Untuk lebih jelasnya akan diuraikan pada bagian beikut ini.Pendidikan Ilmu Sosial Sebelum penulis menguraikan konsep pendidikan ilmu sosial, konseppendidikan yang khas ke-Indonesia-an, hingga capaian pendidikan ilmu sosialdalam pembangunan Indonesia, terlebih dahulu akan dipaparkan peta masalahsosial hari ini yang sedang trend. Dengan mengetahui peta masalah sosial saat ini,tentu akan didapatkan suatu perspektif yang holistik, agar kita menjadi mahluksosial yang arif dan bijaksana dalam memandang masalah sosial danmenjawabnya.a. Peta masalah sosial hari ini 3
  4. 4. Bidang politik permaslahan yang hari ini kita hadapi diantaranya; politikbebas aktif, money politik bupati, menurunnya semangat nasionalisme, dan lain-lain. Pendidikan pun demikian. Beberapa masalah uptudate yaitu; putus sekolah,UN tidak lulus, tawuran pelajar, siswa hamil, beasiswa anak miskin, SPP mahal,dan lain-lain. Tidak ketinggalan bidang ekonomi. Komplesitas masalah yangmuncul diantaranya; perdagangan bebas, sembako naik, pengangguran danlapangan pekerjaan, penertiban, pola hidup konsumtif, gaji PNS naik, kemiskinan,dan lain-lain. Kesehatan terdapat masalah diantaranya; bunuh diri, pengobatangratis, mahalnya biaya sehat, free seks, rokok dan anak sekolah, dan lain-lain. Di bidang hukum & pemerintahan kita dihadapkan masalah-masalahseperti; pemekaran wilayah, penengakan hokum, polisi vs KPK, kriminalitas,korupsi, kebohongan pemerintah, dan lain-lain. Dalam bidang kesenian jugabanyak masalah yang dihadapkan kita, diantaranya; batik warisan budaya dunia,kethoprak vs dangdut koplo, dan lain-lain. Dalam hal pertahanan dan keamananjuga demikian. Setidaknya beberapa masalah terkini yaitu perbatasan wilayahIndonesia, terorisme, perampokan bank, dan lain-lain. Bidang agama pundemikian, beberapa masalah sentral saat ini yaitu; aliran kepercayaan baru,toleransi antar ummat beragama, penyegelan masjid ahmadiyah, naik haji dariuang korupsi, dan lain-lain. Bidang lingkungan, masalah yang kita temui diantaranya; eksplorasisumber daya alam, kerusakan lingkungan, bencana alam, pemanasan global(global warming), dan lain-lain. Bidang pertanian, perkebunan, danpeternakan dapat kita jumpai beberapa masalah, mulai omoditas local vskomoditas internasional, pupuk langka, gagal panen, harga panen murah, dan lain-lain. Selanjutnya di bidang teknologi dan industri, masalah yang kita temui yaitu;teknologi tepat guna, ledakan LPG, listrik byar pet, pesawat jatuh, penelitiIndonesia tidak mau kembali ke tumpah darahnya sendiri, dan lain-lain. Bidang hiburan juga tidak ketinggalan. Permasalahan diantaranya;pornoaksi, pornografi, anak SD main PS, PSK vs SATPOLPP, karaoke ditutupsaat bulan ramadhan, VCD porno beredar bebas, reog ponorogo, lagu rasasayange, batik Indonesia diakui Malaysia, dan lain-lain. Hingga bidangkependudukan dapat kita jumpai permasalahan klasik yaitu ledakan penduduk danurbanisasi. Untuk lebih jelasnya, beberapa permasalah sosial terkini dapat dilihatpada tautan berikut, http://sosiologismapa.blogspot.com/2010/09/masalah-masalah-social-terkini.html) Diversitas masalah-masalah sosial di atas hendaknya menjadi fokus darikajian pendidikan ilmu sosial di tingkat SD, SMP, hingga SMA. Fokus kajianmasalah-masalah sosial di atas dapat dianalisis dengan mengetahui atau menjawabsebab musabab, dampak, dan jawaban masalah sosial yang sedang trend saat ini.b. Konsep pendidikan ilmu sosial Berdasarkan studi literatur di atas lihat (Kuper, 2008 dan Ragin, 1994),pada hakikatnya peran penting ilmu sosial adalah memberikan perhatian terhadapmasalah-masalah sosial saat ini. Dengan demikian kajian tentang pendidikan ilmusosial tidak dapat lepas dari masalah-masalah sosial di dalam masyarakat. Jika 4
  5. 5. suatu kajian sosial yang tidak berangkat dari masalah-masalah sosial yang ada,jelas kajian pendidikan ilmu sosial terasa kering kerontang. Berbagai ilmuan sosial sudah saatnya tidak berdiri sendiri dari mimpi-mimpi yang tidak pernah tersentuh dengan masalah-masalah sosial terkini, apalagiilmuan sosial yang asyik mempercantik diri dengan mengedepankan individualitasdan konsumeritas dengan menjual berbagai idenya, seraya menenggelamkankepentingan sosial. Sungguh tragedi dalam pendidikan ilmu sosial, jika fenomenaini terjadi. Untuk itu, hendaknya pendidikan ilmu sosial tetap mengaji secaramendalam tentang masalah-masalah sosial, mulai dari sebab-sebabnya,dampaknya, dan bagaimana cara menjawabnya. Jika demikian, bagaimana modelpendidikan ilmu sosial yang khas ke-Indonesia-an?c. Konsep pendidikan ilmu sosial yang khas ke-Indonesiaan Menjadi penting kemudian, setiap manusia Indonesia mengenal Indonesia.Mengenal Indonesia yang dimaksud adalah mengetahui dan memahami kontekssosiologis dan antropologis Indonesia. Dengan mendalami aspek kemanusiaandan kemasyarakatan Indonesia, pijakan dalam mengenal masalah-masalah sosialdi Indonesia dijamin tidak salah alamat sekaligus meminimalisir pembangunanIndonesia yang salah arah. Pendidikan ilmu sosial yang khas ke-Indonesia-an merupakan strategimenjawab masalah-masalah sosial untuk pembangunan masyarakat Indonesia.Kajian mikro masalah-masalah sosial ke-Indonesia-an ini harus dikuasaimasyarakat Indonesia. Namun dalam kenyataannya, kajian sosial Indonesia malahbanyak dihasilkan oleh orang luar. Jelas patut kita curigai, karena ilmu sosialsyarat dengan kepentingan. Dengan demikian, proyek besar konsep pendidikanilmu sosial yang khas ke-Indonesia-an yaitu membangun kerangka berfikir dalammengenali dan menjawab masalah-masalah sosial yang ada, bukan suatu prosesprosedural yang hanya mengedepankan tahapan-tahapan yang jauh api (masalah)dari pangang (jawaban). Jika demikian, maka pendidikan ilmu sosial untukIndonesia tidak ada artinya.d. Capaian pendidikan ilmu sosial dalam pembangunan Indonesia Keberhasilan pendidikan ilmu sosial menurut penulis bukanlah ketiadaanmasyarakat tanpa masalah sosial. Jika demikian, makan pertanda matilahpendidikan ilmu sosial itu sendiri. Keberhasilan pendidikan ilmu sosial yaituketika mampu mendeteksi dan melokalisir masalah-masalah sosial yang muncul.Jika suatu mayarakat sudah terinjeksi dengan masalah-masalah sosial yang ada,tugas dan tanggung jawab pendidikan ilmu sosial adalah menjawabnya. Su’ud (2008:68) dengan urut telah menggambarkan peranan pendidikanIPS dalam pembangunan Indonesia. Revitalitasasi pendidikan IPS menjadi fokusperhatian Suud, ketika pendidikan IPS dianggap tidak penting, ketika (menurutSu’ud) banyak masalah sosial yang muncul. Apakah benar bahwa bangsaIndonesia pernah menganggap bahwa pendidikan IPS itu sangat penting? Jika iya,kapan masa kejayaan pendidikan IPS di Indonesia? Kapan pula masa keruntuhan 5
  6. 6. pendidikan IPS di Indonesia, sampai-sampai harus divitalkan kembali.Sepengetahuan penulis, beberapa pertanyaan ini tidak dipaparkan dengan apikoleh Su’ud. Sepengetahuan penulis juga, perubahan sosial di Indonesia kerap kalidiawali dengan gerakan-gerakan sosial seperti gerakan pemuda dan kaum buruh.Mentalitas aktor yang memegang pendidikan IPS (katakanlah guru) hanyamenangkap dinamika yang ada, bukan melakukan diagnosa dan tindakanmenjawab masalah yang sistemik dan holistik, seperti yang penulis paparkan padabagian sebelumnya. Pendidikan IPS menurut penulis masih belum cukup berani menerapkanseperangkat berfikirnya. Pendidikan IPS (khususnya di sekolah) hanya sebatasprosedural pure science, bukan applied scienceyang memihak common sense.Entah keterbatasan apa yang mendera pendidikan IPS di Indonesia. Ataukanbenar, seperti halnya yang diungkapkan Samuel (2010) bahwa ilmu sosial diIndonesia lebih beraroma untuk kepentingan penguasa, sebagaimana sebagaiwarisan karakter kolonial Belanda hingga modernitas Amerika?Bahan RujukanKuper, Adam. 2008. Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial. Terjemahan: Munandar, Haris at al. Edisi: 1-2. Jakarta. PT. Grafindo Persada.Samuel, Haneman. 2010. Geneologi Kekuasaan Ilmu Sosial Indonesia. Jakarta. Kepik ungu.Su’ud, Abu. 2008. Revitalitasasi Pendidikan IPS. Unnes Press. Semarang.Suhadi. 2010. Masalah-masalah Sosial Terkini. Dalam http://sosiologismapa.blogspot.com/2010/09/masalah-masalah-social- terkini.html. Diunduh pada tanggal 16 Juni 2011.Vesture, Heber. 2000. Ethical Challenges for the Social Sciences on the Threshold of the 21st Century. Current Sociology 50, no. 1 (January): 135-150, Social Science Ethics: A Bibliography, Sharon Stoerger MLS, MBA 6

×