Model Pengelolaan Kekayaan Alam dan Energi dalam Islam

3,130 views

Published on

Sebagai agama yang sempurna, yang diturunkan dari Allah SWT, Pencipta alam semesta beserta seluruh isinya, secara jelas Islam mengatur bagaimana kekayaan alam dan energi sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk manusia. Simak materi lengkapnya pada presentasi berikut...

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,130
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
141
Actions
Shares
0
Downloads
214
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Model Pengelolaan Kekayaan Alam dan Energi dalam Islam

  1. 1. MODEL PENGELOLAAN KEKAYAAN ALAM DAN ENERGI DALAM ISLAM Samsul ArifinPekanbaru - Riau
  2. 2. (QS. An Nisa, 4: 132)
  3. 3. PENCIPTA DAN PEMILIK SEJATI
  4. 4. ApakahManusiaMemiliki HakuntukMemiliki?
  5. 5. “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dannafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya” (QS. Al-Hadid [57]: 7)
  6. 6. MEKANISME KEPEMILIKAN
  7. 7. Kedua telapak kaki seorang anak Adam di hari kiamat masih belumberanjak dari sisi Tuhannya sebelum ditanya mengenai lima hal:…Tentang hartanya, darimana dia memperolehnya? Dan untuk apa dia belanjakan? (HR. Ahmad dan Thabrani)
  8. 8. KEPEMILIKAN MANUSIA ATASSESUATU, menurut hukum syara‘ :Ijin atau kebolehan yang diberikan olehAs Syari (Allah melalui Al Qur-an dan AsSunnah) untuk menguasai sesuatu danmenggunakan sesuatu tersebut sesuaidengan batasan-batasan hukum syariatIslam berdasarkan sebab-sebabkepemilikan yang diatur oleh hukumsyariat Islam.
  9. 9. SEBAB-SEBABKEPEMILIKANadalah apa sajayang menjadikanmanusia baiksecara individumaupun kolektifmenjadi memilikisesuatu sesuaidengan pengertiankepemilikan di atas.
  10. 10. KEPEMILIKAN MENURUT HUKUM ISLAM1. Hak Untuk MENGUASAI Dzat Sesuatu Yang Dimiliki2. Hak Untuk MENGGUNAKAN Sesuatu Yang Dimiliki
  11. 11. JENIS-JENIS KEPEMILIKANBERDASARKAN CARA MEMILIKINYA KEPEMILIKAN INDIVIDU (hak milik secara individu) KEPEMILIKAN NEGARA (hak milik secara negara) KEPEMILIKAN UMUM (hak milik masyarakat secara kolektif)
  12. 12. KEPEMILIKAN INDIVIDU• Kepemilikan individu adalah hak memiliki sesuatu secara individu.• Kepemilikan individu meliputi kepemilikan atas segala sesuatu yang tidak termasuk dalam kepemilikan umum dan kepemilikan negara.• Diantara sebab kepemilikan individu adalah bekerja, waris, hadiah, barang temuan, dsb.
  13. 13. KEPEMILIKAN NEGARAKepemilikan negara meliputiharta yang harus dikelola olehnegara (daulah Islam) yangberupa:zakat maal, kharaj, ghanimah,fai, jizyah, pajak, dan harta yangdiperoleh negara sebagaihukuman dari tindakpelanggaran.
  14. 14. KEPEMILIKAN UMUMHak untuk memiliki sesuatusecara kolektif bagi manusia.“Manusia itu berserikat(bersama-sama memiliki) dalamtiga hal: air, padang rumput, danapi”.[HR Ahmad, Abu Dawud, An Nasaaiy)
  15. 15. Dari Abyadh bin Hammal, Rasulullah SAW bersabda:
  16. 16. Rasulullah saw bersabda : Dikatakan, “Yaa Rasulullah bolehkah kami membangun rumah untuk tempat berteduh bagimu di Mina?”, Rasul menjawab:”Tidakboleh, Mina adalah tempat tinggal orang yang datang terlebih dahulu”. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim, Baihaki)
  17. 17. KEPEMILIKAN UMUM meliputi:• SUMBER DAYA AIR dengan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya, yaitu laut, sungai, danau, air tanah, mata air, rawa, air yang ada di udara.• SUMBER DAYA ENERGI seperti minyak, batubara, gas, panas bumi, uranium, thorium, energi dari angin, aliran sungai, laut, dan biomassa.• SISTEM VEGETASI DALAM JUMLAH BESAR seperti hutan (hutan tropis, hutan bakau, hutan sub tropis dan hutan-hutan lainnya), padang rumput (stepa), padang rumput bersemak (sabana).• BARANG-BARANG TAMBANG YANG TERDAPAT DALAM JUMLAH BESAR seperti tambang besi, tembaga, nikel, timah, perak, emas, aspal, intan, pasir dan sebagainya.• UDARA.
  18. 18. PEMANFAATAN DAN PENGELOLAANKEPEMILIKAN UMUMSegala sesuatu yang menjadi milik umumdisediakan untuk dipergunakan olehsiapapun, tetapi tidak diperbolehkanuntuk dikuasai secara individu atauswasta.
  19. 19. PEMANFAATANKEPEMILIKAN UMUMDALAM SKALA KECILSegala bentuk pemanfaatan oleh seseorangatau sekelompok orang yang :1. tidak berpengaruh terhadap kesetimbangan sumber daya kepemilikan umum2. tanpa menguasai sumber daya kepemilikan umum
  20. 20. PEMANFAATANKEPEMILIKAN UMUMDALAM SKALA KECILSiapapun baik individu, swastamaupun negara dibolehkan untukmemanfaatkan kepemilikan umumdalam skala kecil.
  21. 21. PENGELOLAANSUMBER DAYA MILIK UMUMDALAM SKALA BESAR OLEH NEGARASegala bentuk pemanfaatan dalam jumlah yang :1. Dapat mengganggu kesetimbangan sumber daya kepemilikan umum baik disertai dengan penguasaan maupun tidak.2. Dapat menghalangi akses orang lain untuk memanfaatkan sumber daya milik umum tersebut, sekalipun tanpa disertai penguasaan nyata (pengkaplingan).3. Mengharuskan penguasaan nyata (pengkaplingan).
  22. 22. KETENTUAN PENGELOLAANKEPENTINGAN UMUMOLEH NEGARA1. Keuntungan dari pemanfaatan sumber daya milik umum harus dikembalikan kepada masyarakat2. Harus mempertimbangkan keberlangsungan keseluruhan (overall sustainability)3. Dapat digunakan untuk kepentingan negara lainnya
  23. 23. SIMULASI BATU BARA URAIAN 2011Total Produksi (Juta Ton) 371Harga Acuan (Dollar/Ton) 118, 4Total Ekspor (Juta Ton) 245Penerimaan Kotor (Rp) 309 TLaba Ekspor Bersih (Rp) 205 T
  24. 24. AKUNTABILITASKHILAFAHDALAM PENGELOLAAN SDA1. Sistem Pemilihan2. Sistem Peradilan dan Sanksi3. Sistem Kontrol
  25. 25. RANGKUMAN1. Pemilik sejati harta yang ada di alam ini adalah Allah SWT. Manusia memiliki hak kepemilikan atas ijin dari Allah SWT untuk dikelola sesuai dengan ketentuan syariat Allah.2. Kepemilikan terdiri dari tiga: kepemilikan individu, umum, dan negara.3. SDA strategis yang menjadi hajat hidup orang banyak adalah milik umum. Haram menyerahkannya pada swasta apalagi asing. Negara hanya memiliki hak kelola (bukan menguasai). Keuntungan pengelolaan SDA dikembalikan kepada pemiliknya (rakyat) baik secara langsung maupun tidak langsung.4. Akuntabilitas pengelolaan SDA dalam Islam hanya akan terwujud secara sempurna jika diikuti penerapan Islam secara totalitas dalam bingkai khilafah Islam.

×