Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Dede Rpl Kuis

3,882 views

Published on

Published in: Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Dede Rpl Kuis

  1. 1. KUIS REKAYASA PERANGKAT LUNAK Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah RPL Disusun Oleh : DEDE SUBHAN 207700350 FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2009
  2. 2. 1. APA FUNGSI DARI PENGUJIAN TERHADAP PERANGKAT LUNAK ? Definisi Pengujian adalah proses untuk menemukan error pada perangkat lunak sebelum di-delivery kepada pengguna. Pengujian software merupakan elemen yang kritis dari SQA dan merepresentasikan tinjauan ulang yang menyeluruh terhadap spesifikasi,desain dan pengkodean. Pengujian merepresentasikan ketidaknormalan yang terjadi pada pengembangan software. Selama definisi awal dan fase pembangunan, pengembang berusaha untuk membangun software dari konsep yang abstrak sampai dengan implementasi yang memungkin. Para pengembang membuat serangkaian uji kasus yang bertujuan untuk ”membongkar” software yang mereka bangun. Kenyataannya, pengujian merupakan salah satu tahapan dalam proses pengembangan software yang dapat dilihat (secara psikologi) sebagai destruktif, dari pada sebagai konstruktif. Pengembang software secara alami merupakan orang konstruktif. Pengujian yang diperlukan oleh pengembang adalah untuk melihat kebenaran dari software yang dibuat dan konflik yang akan terjadi bila kesalahan tidak ditemukan. Dari sebuah buku, Glen Myers menetapkan beberapa aturan yang dapat dilihat sebagai tujuan dari pengujian : 1. Pengujian merupakan proses eksekusi program dengan tujuan untuk menemukan kesalahan 2. Sebuah pengujian kasus yang baik adalah yang memiliki probabilitas yang tinggi dalam menemukan kesalahan-kesalahan yang belum terungkap 3. Pengujian yang berhasil adalah yang mengungkap kesalahan yang belum ditemukan Sehingga tujuan dari pengujian ini adalah mendesain serangkaian tes yang secara sistematis mengungkap beberapa jenis kesalahan yang berbeda dan melakukannya dalam waktu dan usaha yang minimum. 4. Jadi pengujian yang baik bukan untuk memastikan tidak ada kesalahan tetapi untuk mencari sebanyak mungkin kesalahan yang ada pada program Jadi pengujian yang baik bukan untuk memastikan tidak ada kesalahan tetapi untuk mencari sebanyak mungkin kesalahan yang ada pada program
  3. 3. 2. APA MANFAAT DARI PENGUJIAN TERHADAP PERANGKAT LUNAK ? Manfaat yang didapat apabila pengujian diselenggarakan dengan sukses, maka akan membongkar kesalahan yang ada didalam perangkat lunak, manfaat lain dari pengujian adalah menunjukkan bahwa fungsi perangkat lunak telah bekerja sesuai dengan spesifikasi, dan kebutuhan fungsi telah tercapai. Sebagai tambahan, data yang dikumpulkan pada saat pengujian dilaksanakan akan menyediakan suatu indikasi keandalan perangkat lunak yang baik dan beberapa indikasi mutu perangkat lunak secara keseluruhan. Alur informasi test (Test Information Flow) Alur informasi untuk ujicoba mengikuti pola seperti gambar diatas. Dua kategori input yang disediakan untuk proses ujicoba adalah : 1. Software configuration yang terdiri dari spesifikasi kebutuhan software, spesifikasi desain dan kode sumber;
  4. 4. 2. Test configuration yang terdiri dari rencana dan prosedur ujicoba, Tools ujicoba apapun yang dapat digunakan, dan kasus ujicoba termasuk hasil yang diharapkan. Pada kenyataannya, konfigurasi ujicoba merupakan subset dari konfigurasi software. Setiap lingkaran merepresentasikan transformasi yang lebih kompleks. Ujicoba dilakukan dan hasilnya dievaluasi, kemudian hasil ujicoba dibandingkan dengan hasil yang diharapkan . Ketika ditemukan data yang keliru, maka error ditemukan dan debug dimulai. Ketika hasil ujicoba dikumpulkan dan dievaluasi, indikasi kualitatif dari kualitas dan reliabilitas software mulai terlihat. Jika terjadi kesalahan fatal dan memerlukan modifikasi desain ditemukan secara reguler, maka kualitas dan reliabilitas software akan dipertanyakan dan diperlukan ujicoba lanjutan. Sebaliknya jika fungsi software bekerja sebagaimana mestinya dan kesalahan yang terjadi dapat diatasi dengan mudah maka, dapat diambil 1 dari 2 kesimpulan dapat dibuat, yaitu : (1) Kualitas dan reliabilitas software dapat diterima, (2) Ujicoba tidak cukup untuk menemukan kesalahan yang fatal. Akhirnya, jika ujicoba tidak menghasilkan kesalahan, maka harus terjadi keraguan bahwa konfigurasi ujicoba tersebut tidak berhasil dan masih terjadi kesalahan dalam software. Hal ini, akan dibuktikan oleh user dan akan diperbaiki oleh pengembang dalam fase pemeliharaan. Hasil-hasil yang dikumpulkan selama ujicoba dapat dievaluasi dengan cara formal. 3. BERIKAN GAMBARAN DASAR - DASAR PENGUJIAN – PENGUJIAN ? Desain kasus Ujicoba (Test Case Design) Desain ujicoba untuk software atau produk teknik lainnya sama sulitnya dengan desain inisial dari produk itu sendiri. Dengan tujuan dari ujicoba itu sendiri yaitu, mendesain ujicoba yang tingkat kemungkinan penemuan kesalahan yang tinggi dengan jumlah waktu dan usaha yang sedikit.
  5. 5. Selama beberapa dekade, metode desain ujicoba kasus telah dikembangkan. Metode ini menyediakan pendekatan sistematik untuk ujicoba. Hal yang lebih penting yaitu, metode-metode ini menyediakan mekanisme yang dapat membantu memastikan kelengkapan ujicoba dan menyediakan tingkat kemungkinan yang tinggi dalam penemuan kesalahan pada software. Semua produk yang dikembangkan (engineered) dapat diujicoba dengan salah satu cara dari 2 cara berikut : 1. Mengetahui fungsi-fungsi yang dispesifikasikan pada produk yang didesain untuk melakukannya, ujicoba dapat dilakukan dengan mendemonstrasikan setiap fungsi secara menyeluruh; 2. Mengetahui cara kerja internal dari produk, ujicoba dapat dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh operasi internal dari produk dilaksanakan berdasarkan pada spesifikasi dan komponen internal telah digunakan secara tepat. Pendekatan pertama adalah black box testing dan yang kedua adalah white box testing. Black box testing menyinggung ujicoba yang dilakukan pada interface software. Walaupun didesain untuk menemukan kesalahan, ujicoba blackbox digunakan untuk mendemonstrasikan fungsi software yang dioperasikan; apakah input diterima dengan benar, dan ouput yang dihasilkan benar; apakah integritas informasi eksternal terpelihara. Ujicoba blackbox memeriksa beberapa aspek sistem, tetapi memeriksa sedikit mengenai struktur logikal internal software. White box testing didasarkan pada pemeriksaan detail prosedural. Alur logikal suatu software diujicoba dengan menyediakan kasus ujicoba yang melakukan sekumpulan kondisi dan/atau perulangan tertentu. Status dari program dapat diperiksa pada beberapa titik yang bervariasi untuk menentukan apakah status yang diharapkan atau ditegaskan sesuai dengan status sesungguhnya. Sepintas seolah-olah white box testing akan menghasilkan program yang 100% benar, yang diperlukan hanyalah mendefinisikan alur logikal, membangun kasus uji untuk memeriksa software tersebut dan mengevaluasi hasil yang diperoleh. Sayangnya, ujicoba yang menyeluruh ini menghadirkan masalah logikal tertentu. Untuk sebuah program sederhana
  6. 6. sekalipun, terdapat banyak alur logikal yang memungkinkan. Sehingga white box testing sebaiknya hanya dilakukan pada alur logikal yang penting. Struktur data-struktur data yang penting dapat diujikan dengan uji validitas. Atribut dari black box testing dan white box testing dapat dikombinasikan untuk digunakan bersama. Black Box B Metode Black Box memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. s Black Box dapat menemukan kesalahan dalam kategori berikut : o Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang o Kesalahan interface o Kesalahan dalam strutur data atau akses basisdata eksternal o Inisialisasi dan kesalahan terminasi o validitas fungsional o kesensitifan sistem terhadap nilai input tertentu o batasan dari suatu data Tipe dari Black Box Testing : T Equivalence class partitioning E Sample testing S Limit testing L Robustness testing R Behavior testing B Requirement testing Equivalence Class Testing E Bagi domain Input ke dalam beberapa kelas yang nantinya akan dijadikan sebagai kasus uji d kelas yang telah terbentuk disajikan sebagai kondisi input dalam kasus uji
  7. 7. Kelas tersebut merupakan himpunan nilai-nilai yang valid dan tidak valid K kondisi input bisa merupakan suatu range, harga khusus, suatu himpunan, atau suatu boolean h Bila kondisi input berupa suatu range, maka input kasus ujinya satu valid dan dua yang invalid d Bila kondisi input berupa suatu harga khusus, maka input kasus ujinya satu valid dan dua yang invalid s Bila kondisi input berupa suatu anggota himpunan, maka input kasus ujinya satu valid dan dua yang invalid u Bila kondisi input berupa suatu anggota Boolean , maka input kasus ujinya satu valid dan dua yang invalid Sample Testing S Melibatkan sejumlah nilai yang dipilih dari data masukan kelas ekivalensi M Integrasikan nilai tersebut ke dalam kasus uji I Nilai yang dipilih dapat berupa konstanta atau variabel Limit Testing L Kasus uji yang memproses nilai batas (atau titik singular) K Nilai batas disimpulkan dari kelas ekivalensi dengan mengambil nilai yang sama atau mendekati nilai yang membatasi kelas akivalensi tersebut s Limit test also juga melibatkan data keluaran dari ekivalensi kelas L Pada kasus segi tiga, misalnya limit testing mencoba untuk mendeteksi apakah a+b >= c dan bukan a + b > c a Bila kondisi input menentukan suatu range, maka kasus ujinya harus mencakup pengujian nilai batas dari range dan nilai invalid yang dekat dengan nilai batas. Misal bila rangenya antara [-1.0, +1.0], maka input untuk kasus ujinya adalah -1.0, 1.0, -1.001,1.001 u Bila kondisi inputnya berupa harga khusus kasaus ujinya harus mencakup nilai minimum dan maksimum. Misal suatu file dapat terdiri dari 1 to 255 record, maka kasus ujinya harus mencakup untuk nilai 0, 1, 255 and 256, atau uji saat keadaan record kosong dan record penuh.
  8. 8. Robustness Testing Data dipilih dari luar range yang didefinisikan. Tujuan pengujian ini adalah untuk membuktikan tidak adanya kejadian yang katastropik yang dihasilkan akibat adanya keabnormalan. Behavior Testing Suatu pengujian yang hasilnya hasnya dapat dievaluasi per sub program, tidak bisa dilakukan per modul (CSU : computer software unit) Requirement Testing R Menyusun kasus uji untuk tiap kebutuhan yang berkorelasi dengan modul / CSU m Tiap kasus uji harus dapat dirunut dengan kebutuhan perangkat lunaknya melalui matriks keterunutuan WHITEBOX TESTING Ujicoba Whitebox merupakan metode desain uji kasus yang menggunakan struktur kontrol dari desain prosedural untuk menghasilkan kasus-kasus uji. Dengan menggunakan metode ujicoba whitebox, para pengembang software dapat menghasilkan kasus-kasus uji yang : 1. Menjamin bahwa seluruh independent paths dalam modul telah dilakukan sedikitnya satu kali, 2. Melakukan seluruh keputusan logikal baik dari sisi benar maupun salah, 3. Melakukan seluruh perulangan sesuai batasannya dan dalam batasan operasionalnya 4. Menguji struktur data internal untuk memastikan validitasnya Mengapa menghabiskan banyak waktu dan usaha dengan menguji logikal software??? Hal ini dikarenakan sifat kerusakan alami dari software itu sendiri, yaitu :
  9. 9. 1. Kesalahan logika dan kesalahan asumsi secara proposional terbalik dengan kemungkinan bahwa alur program akan dieksekusi. Kesalahan akan selalu ada ketika mendesain dan implementasi fungsi, kondisi atau kontrol yang keluar dari alur utama. Setiap harinya pemrosesan selalu berjalan dengan baik dan dimengerti sampai bertemu ”kasus spesial” yang akan mengarahkannya kepada kehancuran. 2. Sering percaya bahwa alur logikal tidak akan dieksekusi ketika dikenyataannya, mungkin akan dieksekusi dengan basis regular. Alur logika program biasanya berkebalikan dari intuisi, yaitu tanpa disadari asumsi mengenai alur kontrol dan data dapat mengarahkan pada kesalahan desain yang tidak dapat terlihat hanya dengan satu kali ujicoba. 3. Kesalahan typographical (cetakan) bersifat random. Ketika program diterjemahkan kedalam kode sumber bahasa pemrograman, maka akan terjadi kesalahan pengetikan. Banyak yang terdeteksi dengan mekanisme pemeriksaan sintaks, tetapi banyak juga yang tidak terdeteksi sampai dengan dimulainya ujicoba. Karena alasan tersebut diatas, maka ujicoba whitebox testing diperlukan selain blackbox testing. UJICOBA BERBASIS ALUR (BASIS PATH TESTING) Berbasis alur merupakan teknik ujicoba whitebox pertama yang diusulkan oleh Tom McCabe. Metode berbasis alur memungkinkan perancang kasus uji untuk menghasilkan ukuran kompleksitas logikal dari desain prosedural dan menggunakan ukuran ini untuk mendefinisikan himpunan basis dari alur eksekusi. Kasus uji dihasilkan untuk melakukan sekumpulan basis yang dijamin untuk mengeksekusi setiap perintah dalam program, sedikitnya satu kali selama ujicoba. Notasi graf Alur (Path Graph Notation) Notasi sederhana untuk merepresentasikan alur kontrol disebut graf alur (flow graph), seperti gambar dibawah ini :
  10. 10. Untuk mengilustrasikan kegunaan dari diagram alir dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar bagian (a) digunakan untuk menggambarkan struktur kontrol program, sedangkan gambar bagian (b) setiap lingkaran disebut dengan flow graph node, merepresentasikan satu atau lebih perintah prosedural. Urutan dari simbol proses dan simbol keputusan dapat digambarkan menjadi sebuah node, sedangkan anak panah disebut edges, menggambarkan aliran dari kontrol sesuai dengan diagram alir. Sebuah edge harus berakhir pada sebuah node walaupun tidak semua node merepresentasikan perintah prosedural. Area yang dibatasi oleh edge dan node disebut region, area diluar graph juga dihitung sebagai region.
  11. 11. Setiap representasi rancangan prosedural dapat diterjemahkan kedalam flow graph. Gambar (a) dibawah ini merupakan bagian dari PDL (Program Design Language) dan flow graph-nya (perhatikan nomor untuk setiap perintahnya)
  12. 12. Ketika kondisi gabungan ditemukan, maka penggambaran flow graph akan menjadi lebih rumit. Kondisi gabungan biasanya muncul jika satu atau lebih operator Boolean (OR, AND, NAND, NOR) ditemukan dalam perintah, seperti terlihat pada gambar (b) dibawah ini : Cyclomatic Complexity Cyclomatic complexity merupakan software metric yang menyediakan ukuran kuantitatif dari komplesitas logikal suatu program. Ketika digunakan dalam konteks metode ujicoba berbasis alur, nilai yang dikomputasi untuk kompleksitas cyclomatic mendefinisikan jumlah independent path dalam himpunan basis suatu program dan menyediakan batas atas untuk sejumlah ujicoba yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh perintah telah dieksekusi sedikitnya satu kali.
  13. 13. Independent path adalah alur manapun dalam program yang memperkenalkan sedikitnya satu kumpulan perintah pemrosesan atau kondisi baru. Contoh independent path dari gambar flow graph diatas : Path 1 : 1 – 11 Path 2 : 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 10 – 1 – 11 Path 3 : 1 – 2 – 3 – 6 – 8 – 9 – 10 – 1 – 11 Path 4 : 1 – 2 – 3 – 6 – 7 – 9 – 10 – 1 – 11 Misalkan setip path yang baru memunculkan edge yang baru, dengan path : 1 - 2 – 3 – 4 – 5 – 10 - 1 - 2 – 3 – 6 – 8 – 9 – 10 – 1 – 11 path diatas tidak dianggap sebagai independent path karena kombinasi path diatas telah didefinisikan sebelumnya Ketika ditetapkan dalam graf alur, maka independent path harus bergerak sedikitnya 1 edge yang belum pernah dilewati sebelumnya. Kompleksitas cyclomatic dapat dicari dengan salah satu dari 3 cara berikut : 1. Jumlah region dari graf alur mengacu kepada komplesitas cyclomatic 2. Kompleksitas cyclomatic untuk graf alur G didefinisikan : V(G) = E – N + 2 Dimana E = jumlah edge, dan N = jumlah node 3. Kompleksitas cyclomatic untuk graf alur G didefinisikan : V(G) = P + 1 Dimana P = jumlah predicates nodes Berdasarkan flow graph gambar (b) diatas, maka kompleksitas cyclomatic-nya dapat di hitung sebagai berikut : 1. Flow graph diatas mempunyai 4 region 2. V(G) = 11 edges – 9 nodes + 2 = 4 3. V(G) = 3 predicates nodes + = 4 Hasil kompleksitas cyclomatic menggambarkan banyaknya path dan batas atas sejumlah ujicoba yang harus dirancang dan dieksekusi untuk seluruh perintah dalam program. 4. BERIKAN GAMBARAN PENGUJIAN APLIKASI SERVER ? Volume Testing
  14. 14. Menemukan kelemahan sistem selama melakukan pemrosesan data dalam jumlah yang besar dalam periode waktu yang singkat. Tujuan: meyakinkan bahwa sistem tetap melakukan pemrosesan data anatar batasan fisik dan batasan logik. Contoh: C Mengujikan proses antar server dan antar partisi hardisik pd satu server. Stress Testing Tujuan: mengetahui kemampuan sistem dalam melakukan transaksi selama periode waktu puncak proses. Contoh periode puncak: ketika penolakan proses login on-line setelah sistem down atau pada kasus batch, pengiriman batch proses dalam jumlah yg besar dilakukan setelah sistem down. Contoh: Melakukan login ke server ketika sejumlah besar workstation melakukan proses menjalankan perintah sql database. Performance Testing Dilakukan secara paralel dengan Volume dan Stress testing untuk mengetahui unjuk kerja sistem (waktu respon, throughput rate) pada beberapa kondisi proses dan konfigurasi. Dilakukan pada semua konfigurasi sistem perangkat keras dan lunak. D Mis.: pd aplikasi Client-Server diujikan pd kondisi korporate ataupun lingkungan sendiri (LAN vs. WAN, Laptop vs. Desktop) l Menguji sistem dengan hubungannya sistem ke lain pada server yg sama. Load Balancing Monitor Network Monitor Data Recovery Testing Investigasi dampak kehilangan data melalui proses recovery ketika terjadi kegagalan proses. Penting dilakukan karena data yg disimpan di server dapat dikonfigurasi dengan berbagai cara. Kehilangan Data terjadi akibat kegagalan sistem, hardisk rusak, peghapusan yg tidak sengaja, kecelakaan, virus dan pencuri. Data Backup and Restore Testing Dilakukan untuk melihat prosedur back-up dan recovery.
  15. 15. Diakukan dengan mensimulasikan beberapa kesalahan untuk menguji proses backup dan recovery. Pengujian dilakukan terhadap strategi backup: frekuensi , medium, waktu, mekanisme backup (manual/ otomatis), personal, ? Berapa lama backup akan disimpan. Switching antara live dan backup server ketika terjadi kerusakan (load log transaction pada back-up kemudian melaku recovery). Data Security Testing Privilege access terhadap database diujikan pada beberapa user yang tidak memiliki privilege access ke database. Shutdown database engine melalui operating system (dengan beberapa perintah OS) yg dapat mematikan aplikasi database.
  16. 16. 5. UJILAH WEB SITE YANG SERING ANDA KUNJUNGI DAN TEMUKAN KESALAHAN MINIMAL 3 KESALAHAN ? Opera Mini 5 yang masih dalam tahap beta version, memang sangat menarik untuk dicoba. Selain perubahan tampilan yang sangat frontal, terdapat beberapa fitur yang memang sangat diinginkan oleh para peselancar internet melalui perangkat mobile, salah satunya yang menurut saya sangat menarik adalah adanya tambahan fitur tabbed browsing yang memungkinkan kita membuka lebih dari satu halaman layaknya browse pada PC. Hanya saja saat pertama kali mencoba browser ini, ada beberapa bug dan kekurangan yang sepertinya harus segera diperbaiki oleh Opera saat peluncuran versi finalnya nanti. Beberapa Bug yang saya rasakan antara lain: 1. Entry Password. Saat mengetikkan kata sandi untuk masuk ke sebuah website, OperaMini 5 beta langsung merubahnya ke karakter * tanpa terlebih dahulu menampilkan sementara waktu huruf maupun angka yang dimasukkan tersebut, sehingga cukup menyulitkan mendeteksi apakah karakter yang dimasukkan sudah benar. 2. Spasi. Saat menggunakan spasi pada untuk menulis sebuah kalimat, maka spasi yang dimasukkan akan menjadi 4 karakter spasi saat mengetikkan kalimat berikutnya. Sehinga jarak antara satu kata dengan kata lain menjadi cukup jauh. 3. Saat menekan tombol yang memiliki input angka dalam waktu cukup lama, seharusnya yang muncul adalah angka tersebut, tetapi yang terjadi adalah huruf pada tombol tersebut akan muncul banyak (seperti mengetik pada PC). misal huruf tombol huruf H menjadi satu dengan tombol angka 6, seharusnya saat ditekan lama yang muncul adalah angka 6, tetapi di opera mini muncul huruf H yang banyak. 4. Copy Paste. Tidak support metode Copy/Paste melalui kombinasi Ctrl+C/ Ctrl+V, sehingga saat ingin melakukan penyalinan tulisan dari media lain ke Opera Mini harus dilakukan dengan mengetikkan manual

×