Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sejarah perekonomian indonesia

6,121 views

Published on

Kondisi Perekonomian Indonesia dari masa ke masa

Published in: Business
  • Be the first to comment

Sejarah perekonomian indonesia

  1. 1. 1 Sejarah Perekonomian Indonesia Oleh : Eris Hariyanto
  2. 2. Sejarah Perekonomian Indonesia 2 Orde Lama1 Orde Baru2 Transisi3 Reformasi - SBY4
  3. 3. 1. Pemerintahan Orde Lama  Dekade 1950-1965 Dilanda gejolak politik dan pemberontakan di beberapa daerah  Keadaan perekonomian sangat buruk  Pertumbuhan ekonomi terus menurun sejak 1958 Tabel 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: 1951-1966 Tahun Indeks (1951=100) % Pertumbuhan Tahun Indeks (1951=100) % Pertumbuhan 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 100 103,8 126,8 128,6 133,4 136,4 144,4 152,0 - 3,8 22,1 1,4 3,7 2,2 5,8 5,3 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 149,1 146,8 149,4 145,3 141,4 144,7 145,5 146,4 -1,9 -1,5 1,7 -2,7 -2,7 2,4 0,5 0,6 Sumber: Tambunan (2001) 3
  4. 4.  Defisit saldo neraca pembayaran (BOP)  Defisit anggaran pendapatan  Belanja Pemerintah yang terus membesar Tabel 1.2 Saldo APBN: 1955-1965 (juta rupiah) Tahun Pendapatan Pengeluaran Saldo 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 14 18 21 23 30 50 62 75 162 283 923 16 21 26 35 44 58 88 122 330 681 2526 -2 -3 -5 -12 -14 -8 -26 -47 -168 -398 -1603 4
  5. 5.  Kegiatan produksi di sektor pertanian dan manufaktur pada tingkat yang rendah  keterbatasan kapasitas produksi dan infrastruktur pendukung (fisik dan non fisik)  Tingginya tingkat inflasi  JUB naik vs rendahnya tk produksi Tabel 1.3. Perkembangan Inflasi dan JUB: 1955-1966 Tahun Indeks Harga (1954=100) Jumlah uang beredar (juta Rp) 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 135 133 206 243 275 330 644 1648 3770 8870 61400 152200 12,20 13,40 18,90 29,40 34,90 47,90 67,60 135,90 263,40 675,10 2582 5593,4 5
  6. 6.  Kabinet Hatta Reformasi Moneter  Devaluasi mata uang nasional & Pemotongan uang 50% atas semua uang kertas yang beredar  Kabinet Natsir Perencanaan Pembangunan Ekonomi  RUP (Rencana Urgensi Perekonomian)  Kabinet Sukiman Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia dan penghapusan kurs berganda  Kabinet Wilopo Konsep anggaran berimbang APBN, perketat impor, modernisasi & pengurangan jumlah personil, pengiritan pengeluaran pemerintah  Kabinet Ali I pembatasan impor & kebijakan uang ketat  Kabinet Burhanuddin Liberalisasi impor, kebijakan uang ketat, penyempurnaan program benteng, kebijakan modal asing masuk ke Indonesia, bantuan kepada pengusaha pribumi, menghilangkan dominansi perusahaan Belanda  Kabinet Ali II  Kabinet Djuanda Periode Orde Lama6
  7. 7. 2. Pemerintahan Orde Baru  Maret 1966 Perhatian kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial Menjalin kembali hubungan baik dengan pihak barat dan menjauhi ideologi komunis  Kembali menjadi anggota PBB dan lembaga dunia lainnya seperti Bank Dunia dan IMF  Pemulihan Stabilitas ekonomi, sosial dan politik Tujuan: Menekan inflasi, mengurangi defisit keuangan, menghidupkan kembali kegiatan produksi  Penyusunan Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) Tujuan Jangka Panjang: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui proses industrialisasi dalam skala besar 7
  8. 8.  Repelita  Program Penghijauan (Revolusi Hijau)  Penerapan teknologi baru (pengadaan sistem irigasi, pupuk dan tata cara menanam)  Hasil: Proses pembangunan berlangsung cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata per tahun cukup tinggi bila dibandingkan dengan Orde Lama.  Keberhasilan pembangunan ekonomi masa Orde Baru:  Kemampuan kabinet yang solid  Penghasilan ekspor yang sangat besar dari minyak  Pengaruh PMA 8
  9. 9. Kondisi Utama yang harus dipenuhi terlebih dahulu agar usaha membangun ekonomi dapat berjalan baik: 1. Kemauan Politik yang kuat Orde Lama: emosi nasionalisme yang tinggi  tidak menerima bantuan dr manapun  pembangunan stagnan 2. Stabilitas politik & ekonomi Orde Baru: menekan tingkat inflasi  pembangunan ekonomi&sosial menjadi lebih mudah 3. SDM yang lebih baik Kemampuan menyusun program & strategi pembangunan, mengatur ekonomi makro lebih baik 4. Sistem politik dan ekonomi terbuka (orientasi ke Barat) kemudahan mendapatkan pinjaman LN, PMA, transfer teknologi dan ilmu pengetauan 5. Kondisi ekonomi dan politik dunia yang lebih baik Selain karena periode Oil Boom, Ekonomi dan Politik di Indonesia juga semakin membaik daripada Orde Lama setelah perang dingin dan perang Vietnam sudah berakhir. 9
  10. 10. 3. Pemerintahan Transisi  Juli 1997 Krisis Keuangan di Asia, yang merembet juga ke Indonesia  posisi mata uang Indonesia thp US$ tidak stabil Juli 1997-Februari 1998  1US $ = Rp 2500 - Rp 11.000  Kebijakan Pemerintah:  Pemerintah minta bantuan kepada IMF Paket bantuan mencapai 23 miliar US$  Pencabutan izin usaha 16 bank swasta yang dinilai tidak sehat  Hasil !! Rp terus melemah, kepercayaan masyarakat LN&DN merosot  Pemerintah Indonesia tidak melakukan reformasi sesuai kesepakatan dengan IMF pencairan pinjaman angsuran 2 diundur 10
  11. 11.  Padahal, Indonesia tidak ada jalan lain selain harus bekerjasama sepenuhnya dengan IMF, terutama karena hal-hal berikut:  Krisis Indonesia berubah menjadi krisis kepercayaan dari masyarakat dunia usaha DN&LN  sulit mendapat bantuan Satu2nya yang bisa memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap Indonesia  “kemitraan usaha” sepenuhnya dengan IMF  Indonesia sangat membutuhkan US$ untuk membiayai ULN jangka pendek, bayar bunga pinjaman jangka panjang, memacu laju pertumbuhan ekonomi  Maka, dilakukan kesepakatan baru  Memorandum Tambahan 1. Program stabilisasi  pasar uang stabil, mencegah hyperinflasi 2. Restrukturisasi perbankan 3. Restrukturisasi struktural 4. Penyelesaian ULN swasta 5. Bantuan bagi rakyat kecil (kelompok ekonomi lemah) 11
  12. 12.  Krisis Rupiah  Krisis Ekonomi  Krisis Politik Tragedi Trisakti, Kerusuhan Mei, Pendudukan DPR oleh mahasiswa  Mundurnya Presiden Soeharto  Pemerintahan Transisi (B.J. Habibie) Dianggap tidak berbeda dengan pemerintahan sebelumnya karena tidak ada perubahan yang nyata & orang-orang dalam kabinet adalah rezim Orde Baru 12
  13. 13. 4. Pemerintahan Reformasi  Awal pemerintahan reformasi  Gus Dur  Masyarakat umum, kalangan usaha& investor menaruh harapan besar dalam meningkatkan kembali perekonomian nasional & menuntaskan masalah rezim Orde Baru (KKN, supremasi hukum dll)  Perekonomian mulai menunjukkan perbaikan Pertumbuhan PDB mulai positif Laju inflasi & tingkat suku bunga menurun  kondisi moneter mulai stabil  Rezim Gus Dur: Gus Dur sering menunjukkan sikap & ucapan kontroversial yang membingungkan pelaku bisnis Tidak ada masalah Dalam Negeri yang dapat diselesaikan dengan baik Hubungan pemerintah dengan IMF tidak baik. 13
  14. 14.  Indikator ekonomi saat rezim Gus Dur: Pergerakan IHSG menunjukkan tren pertumbuhan negatif Pergerakan nilai Rupiah terhadap US$ 14
  15. 15. 5. Pemerintahan Gotong Royong  Pemerintahan Megawati Kondisi Perekonomian lebih buruk daripada pemerintah Gus Dur, beban pemerintah sangat berat:  Tingkat suku bunga tinggi  Inflasi tinggi (mencapai 2 digit) Juli 2000-Juli 2001: target inflasi 9,4% vs kenyataan 13,5%  Saldo neraca pembayaran  Defisit APBN 15
  16. 16.  Masa Kepemimpinan SBY Kebijakan:  Mengurangi subsidi BBM/Menaikkkan harga BBM Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial.  Mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah.  Melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3,2 miliar dolar AS. 16
  17. 17. 17 Terimakasih Atas Perhatianya

×