Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
LAPORAN PENGAMATAN

PEMBUATAN LOTION EKSTRAK PEGAGAN
(Centela asiatica)

Oleh:
Eri Krismiyaningsih
11
X MIPA 9

SMA NEGERI...
I.

Tujuan
1. Untuk mengetahui kandungan dalam daun pegagan.
2. Untuk mengetahui khasiat lotion dengan ekstrak pegagan.
3....
kulit. Seperti untuk menyembuhkan luka dan menghilangkan keloid pada
kulit.

III.

Alat dan Bahan
Alat:
1. Mortir stamper
...
4. Memanaskan fase air dalam cawan penguap atau beaker glass pada suhu
70 ̊C

5. Memanaskan mortir stamper dengan alkohol
6. Memasukkan campuran fase minyak dan fase air dalam mortir panas tadi
7. Mengaduk pelan-pelan sampai dingin atau cairan ...
2. Kemudian setelah campuran tersebut diaduk perlahan dan konstan, terjadi
perubahan kekentalan campuran dari kental menja...
sediaan parentral, oral, dan topikal seperti lotion, krim, salep, dan
gel. Jenis emulsi o/w mudah dicuci dan tidak terasa ...
emulgator yang bersifat lipofilik dengan nilai HLB 3-8. Contoh
emulgator dengan nilai HLB dalam rentang ini adalah propile...
- Emulsi w/o bewarna lebih gelap dan menunjukkan tekstur minyak
b. Metode Dilusi
- Meneteskan emulsi dalam permukaan air d...
- Untuk emulsi tipe w/o maka akan menunjukkan nilai resistensi tinggi
dan konduktivitas yang lebih kecil.

f. Metode Flour...
7. Tanaman Pegagan
Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar
dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan...
f. Penurun panas (antipiretika)
g. Menghentikan pendarahan (haemostatika)
h. Meningkatkan syaraf memori
i. Anti bakteri, t...
bintik

penuaan

dan

mengurangi

keriput,

biasanya

dengan

menambahkan ekstrak tanaman ini ke krim atau salep perawatan...
Dengan karakteristik ini, pegagan dapat digunakan untuk
mengobati kelelahan, kekurangan energi, kelesuan, penurunan
stamin...
VIII.

Lampiran
a. Alat dalam Pembuatan Lotion Pegagan

b. Bahan dalam Pembuatan Lotion Pegagan
Fase Air
Fase Minyak
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Lotion Pegagan

1,329 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Lotion Pegagan

  1. 1. LAPORAN PENGAMATAN PEMBUATAN LOTION EKSTRAK PEGAGAN (Centela asiatica) Oleh: Eri Krismiyaningsih 11 X MIPA 9 SMA NEGERI 1 KLATEN TAHUN AJARAN 2013/2014
  2. 2. I. Tujuan 1. Untuk mengetahui kandungan dalam daun pegagan. 2. Untuk mengetahui khasiat lotion dengan ekstrak pegagan. 3. Untuk Mengetahui cara pembuatan lotion dengan ekstrak pegagan. 4. Untuk mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan lotion. II. Dasar Teori Pembuatan preparat ini untuk mendapatkan efek emolien atau pelembut jaringan dari preparat tersebut dan keadaan permukaan kulit. Karena emulsi yang dipakai pada kulit sebagai obat luar bisa dibuat sebagai emulsi m/a ( minyak dalam air ) atau emulsi a/m ( air dalam minyak ), tergantung pada berbagai faktor seperti sifat zat terapeutik yang akan dimasukan ke dalam emulsi. Zat obat yang akan mengiritasi kulit umumnya kurang mengiritasi jika ada dalam fase luar yang mengalami kontak langsung dengan kulit. Tentu saja dapat bercampurnya dan kelarutan dalam air dan dalam minyak dari zat obat yang digunakan dalam preparat yang di emulsikan menentukan banyaknya pelarut yang harus ada dan sifatnya yang meramalkan fase emulsi yang dihasilkan . Pada kulit yang tidak luka, suatu emulsi air dalam minyak biasanya dapat dipakai lebih rata karena kulit diselaputi oleh suatu lapisan tipis dari sabun dan permukaan ini lebih mudah dibasahi oleh minyak daripada oleh air. Suatu emulsi air dalam minyak juga lebih lembut ke kulit, karena ia mencegah mengeringnya kulit dan tidak mudah hilang bila kena air. Sebaliknya jika diinginkan preparat yang mudah dihilangkan dari kulit dengan air, harus dipilih suatu emulsi minyak dalam air, harus dipilih suatu emulsi minyak dalam air. Seperti untuk absorpsi, abnsorpsi melalui kulit ( absorpsi perkutan ) bisa ditambah dengan mengurangi ukuran partikel dari fase dalam. Daun pegagan digunakan sebagai ekstrak dalam pembuatan lotion ini dikarenakan daun pegagan memiliki banyak khasiat bagi tubuh khususnya
  3. 3. kulit. Seperti untuk menyembuhkan luka dan menghilangkan keloid pada kulit. III. Alat dan Bahan Alat: 1. Mortir stamper 2. Cawan 3. Beaker glass 4. Corong 5. Pipet 6. Botol Kemasan Bahan: Fase Air: Fase Minyak: 1. Gliserin 2g 1. Parafin lig 1g 2. Prop glikol 3g 2. Cetil alkohol 0.5g 3. Trietanolamin 1,25g 4. Nipagin 0,1g 4. Lanolin 1g 5. Air pegagan IV. 3. Asam stearat 5g 1% 5. Nipasol 0.1g Cara Kerja 1. Menyiapkan alat dan bahan 2. Menimbang bahan yang digunakan 3. Memanaskan fase minyak dalam cawan penguap pada suhu 70 ̊C
  4. 4. 4. Memanaskan fase air dalam cawan penguap atau beaker glass pada suhu 70 ̊C 5. Memanaskan mortir stamper dengan alkohol
  5. 5. 6. Memasukkan campuran fase minyak dan fase air dalam mortir panas tadi 7. Mengaduk pelan-pelan sampai dingin atau cairan menjadi kental 8. Menuangkan campuran yang telah menjadi lotion ke dalam botol menggunakan corong. V. Hasil Pengamatan 1. Ketika fase air dan fase minyak yang telah dipanaskan dituang ke dalam mortir panas, fase air yang berwarna kecoklatan dan fase minyak yang berwarna kuning ketika dicampur warna dari campuran tersebut berwarna putih susu.
  6. 6. 2. Kemudian setelah campuran tersebut diaduk perlahan dan konstan, terjadi perubahan kekentalan campuran dari kental menjadi encer setelah mendingin. VI. Pembahasan 1. Pengertian Emulsi a. Alexander : Emulsi adalah suatu dispersi yang sangat halus dari suatu cairan ke dalam suatu cairan yang lain b. Clayton : Emulsi adalah suatu sistem yang terdiri dari 2 fase cair, yang satu terdispersi dalam yang lain sebagai globul (butir-butir kecil) 2. Pengertian Emulsi dalam Bidang Farmasi Emulsi merupakan Campuran homogen 2 cairan yang dalam keadaan normal tidak dapat bercampur (fase air dan fase minyak) dengan pertolongan suatu bahan penolong yang disebut emulgator. 3. Tipe-Tipe Emulsi a. Tipe Oil in Water (Minyak dalam air) Emulsi jenis ini, terdiri dari fase dalam berupa tetesan minyak yang terdispersi dan fase luar berupa air. Untuk membuat emulsi jenis ini, maka pemilihan emulgator dengan nilai HLB hidrofilik sangat penting untuk dipertimbangkan. Untuk membuat emulsi jenis o/w pilihlah emulgator dengan rentang nilai HLB 818. Contoh emulgator yang memiliki nilai HLB dalam rentang ini adalah gelatin, Gom, Tween, dan tragakan. (Ansel,2005). Jika jenis emulsi ini diuji dengan daya hantar laistrik, maka akan memberikan nilai pada multitester, sebab fase luarnya terdiri dari air. Dimana, air memiliki kemampuan dalam menghantarkan listrik. Emulsi jenis ini banyak diaplikasikan dalam pembuatan
  7. 7. sediaan parentral, oral, dan topikal seperti lotion, krim, salep, dan gel. Jenis emulsi o/w mudah dicuci dan tidak terasa lengket saat digunakan di kulit sehingga memberikan kesan ringan. Fenomena ini banyak dimanfaatkan untuk pembuatan sediaan kosmetik. Namun, karena sifatnya yang mudah tercuci, emulsi jenis ini tidak bertahan lama di kulit, sehingga jika diformulasikan untuk tujuan terapi, lama kontak sediaan dengan kulit relatif lebih singkat daripada emulsi w/o. Akibatnya, obat tidak lama berkontak dengan kulit dan efektivitasnya menjadi lebih kecil.         Contoh: Susu Santan Lateks Lotion Mayonaise Salad dressing Es krim Cat b. Tipe Water in Oil (Air dalam minyak) Jika pada emulsi tipe o/w fase terdispersinya adalah minyak, maka pada jenis emulsi w/o fase terdispersinya adalah air dan minyak sebagai fase kontinu. Pada dasarnya, jika air dicampurkan dengan minyak, maka akan terjadi pemisahan antara keduanya. Lalu bagaimana mungkin minyak dan air bisa berada dalam suatu campuran yang tampak homogen??? Ada beberapa teori yang dapat menjelaskan hal ini. Yaitu teori tegangan-permukaan, oriented wedge theory, dan teori lapisan antarmuka. Teori2 ini akan saya bahas dalam tulisan lain. Selanjutnya, air didispersikan menjadi tetesan2 kecil di dalam fase kontinu berupa minyak. Sehingga jadilah tetesan air dalam minyak. Untuk membuat emulsi tipe ini, maka pilihlah jenis
  8. 8. emulgator yang bersifat lipofilik dengan nilai HLB 3-8. Contoh emulgator dengan nilai HLB dalam rentang ini adalah propilen glikol monostearat, etilan glikol distearat, dan sorbitan monooleat. Emulsi jenis ini bersifat lipofilik atau larut dalam lemak. Sehingga, tidak mudah tercuci. Untuk preparat kosmetik, emulsi jenis ini jarang dipilih karena akan memberikan rasa “berat” bagi pemakainya. Namun untuk tujuan terapi, emulsi jenis ini lebih baik daripada jenis emulsi o/w. (Paye et al, 2001) Sebab, jika sediaan tidak mudah tercuci, artinya waktu kontak sediaan dengan kulit akan relatif lebih lama. Sehingga diharapkan waktu kontak obat juga akan lebih lama. Maka untuk terapi, hal ini akan lebih efektif. Jika diuji dengan alat uji konduktivitas listrik, maka emulsi jenis ini tidak memberikan nilai pada multimeter sebab minyak -sebagai fase luar- bukanlah zat yang bersifat menghantarkan listrik. Contoh:  Mentega  Margarin  Shortening  Lipstik  Cream  Coklat batangan  Selai kacang  Sabun padat  Semir Dalam pembuatan lotion ini, tipe emulsi yang digunakan adalah tipe Oil in Water atau minyak dalam air. 4. Teknik Membedakan Tipe Emulsi a. Penampakan visual - Emulsi o/w biasanya berwarna putih dan agak creamy
  9. 9. - Emulsi w/o bewarna lebih gelap dan menunjukkan tekstur minyak b. Metode Dilusi - Meneteskan emulsi dalam permukaan air dan minyak - Emulsi o/w jika penyebarannya sempurna - Emulsi w/o jika tidak terjadi perubahan dan tetesan emulsi tadi mengapung di permukaan air c. Metode Pewarnaan Dapat digunakan dua jenis zat warna berdasarkan sifat kelarutannya yakni yang larut dalam air dan yang larut dalam minyak jika yang digunakan zat warna yang larut dalam air. - Emulsi tipe o/w jika antara emulsi dan zat warna dapat tercampur dengan merata - Emulsi tipe w/o jika antara emulsi dan zat warna tidak dapat tercampur rata - Jika zat warna yang digunakan zat warna yang larut dalam minyak - Emulsi yang dapat tercampur merata adalah tipe w/o - Emulsi yang tidak dapat tercampur merata adalah tipe o/w d. Metode Penyerapan Digunakan kertas filter yang berdasarkan sifat kapilaritas air yang lebih tinggi daripada minyak, misal CoCl2 - Benda dengan permukaan licin dapat digunakan dengan mengamati kecepatan alir emulsinya - Jika tetesan emulsi ini tersebar berarti emulsi ini bertipe o/w dan jika tidak tersebar merata berarti emulsinya bertipe w/o e. Metode Konduktivitas - Dengan menggunakan dasar bahwa air memiliki resistensi yang rendah dan konduktivitas yang tinggi, sehinggga emulsi tipe o/w menunjukkan nilai seperti di atas.
  10. 10. - Untuk emulsi tipe w/o maka akan menunjukkan nilai resistensi tinggi dan konduktivitas yang lebih kecil. f. Metode Flourensi Cahaya - Metode ini berdasarkan sifat cairan dalam memfluoresensi cahaya. - Minyak merupakan cairan yang mampu memfluoresensi cahaya lebih baik dibandingkan dengan air sehingga emulsi w/o ditunjukkan apabila cahaya yang dilalui pada emulsi dapat terflouresensi dengan jelas. - Kebalikannya, emulsi o/w jika cahaya tidak dapa terfluoresensi dengan jelas 5. Alasan Penggunaan Emulsi a. Untuk membuat formulasi tunggal yang komponen penyusunnya tidak dapat bercampur, misal : pembuatan lotion atau cream b. Untuk mengontrol flavour c. Untuk mengatur kondisi fisik produk, seperti tekstur dan tingkat kekentalannya d. Untuk menekan biaya produksi e. Mengurangi resiko penggunaan bahan beracun, misalnya sebagai bahan pencampur insektisida 6. digunakan air Fungsi Lotion a. Menjaga Kelembaban Kulit b. Mencegah Kulit Bersisik dan Kusam c. Melembutkan Kulit dan Membuatnya Bersinar d. Memberi Perlindungan Kulit e. Aromanya Membuat Tenang
  11. 11. 7. Tanaman Pegagan Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan penutup tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembap dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air. 8. Kandungan dalam Pegagan Pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit. 9. Sifat Pegagan a. Pegagan berasa manis b. Bersifat mendinginkan c. Memiliki fungsi membersihkan darah d. Melancarkan peredaran darah e. Peluruh kencing (diuretika)
  12. 12. f. Penurun panas (antipiretika) g. Menghentikan pendarahan (haemostatika) h. Meningkatkan syaraf memori i. Anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan j. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid). 10. Khasiat Pegagan a. Untuk obat luar sebagai anti keloid pada kulit. b. Menyembuhkan luka c. Penyakit kulit & kosmetika Penggunaan pegagan sebagai obat terutama untuk menyembuhkan luka, meningkatkan pembentukan jaringan ikat baru, dan mendukung kelenturan kulit. Dalam jaringan kapiler, pegagan merangsang pembentukan kapiler baru. Kaemferol quercetin pada pegagan menjaga ketahanan vena yang terletak tepat di bawah kulit. Selain itu, pegagan berkhasiat anti-inflamasi dan antibiotik untuk kulit. Asiaticoside pada pegagan mengurangi jaringan parut yang berlebihan, mengurangi inflamasi selama pembentukan jaringan parut, dan mengurangi kontraksi kulit, terutama setelah luka bakar. Dengan karakteristik tersebut, pegagan dapat digunakan untuk penyembuhan luka trauma, luka bakar, ulkus kaki, bisul, abses, kulit yang rusak oleh efek radioterapi, varises, wasir, fisura anus, puting retak, ulkus baring, gangren, memar dan keseleo. Pada tingkat yang lebih rendah, pegagan juga digunakan untuk eksim, psoriasis, ichtyasis, scleroderma, dermatitis popok, lesi kulit lepra, dan penyakit rematik. Sebagai kosmetik, pegagan ditambahkan pada krim masker wajah untuk memperkuat kolagen dan kulit secara keseluruhan. Pegagan juga dapat meringankan selulit/ stretch mark menghilangkan
  13. 13. bintik penuaan dan mengurangi keriput, biasanya dengan menambahkan ekstrak tanaman ini ke krim atau salep perawatan kulit. d. Gangguan sirkulasi darah Untuk penggunaan internal, pegagan baik untuk merangsang sirkulasi vena. Dengan merangsang pembentukan kolagen di sekitar vena, pembuluh vena terlindungi oleh herbal ini. Kerapuhan kapiler pun juga berkurang oleh flavonoid yang meningkatkan sirkulasi mikro darah. Dengan karakteristik ini, pegagan dapat digunakan sebagai obat untuk varises, wasir, kaki mati rasa, edema di sekitar pergelangan kaki, kesemutan, pencegahan ulkus pada pasien yang berbaring di tempat tidur berkepanjangan, insufisiensi limfatik, limfedema, mikroangiopati diabetes, dan degenerasi makula atau degenerasi retina. e. Tonikum otak Sebagi tonikum untuk sel-sel otak dan saraf, pegagan dapat digunakan untuk berbagai gangguan otak dengan mempromosikan keseimbangan mental, efek penenang dan perangsang tidur. Karakteristik ini membuat pegagan cocok untuk pengobatan pikun, pelupa, penurunan kemampuan berkonsentrasi, kehilangan daya pikir, kelelahan mental, kecemasan, stres, insomnia, penyakit saraf, dan epilepsi. f. Tonikum umum Pegagan merupakan adaptogen, yaitu zat yang meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi yang merugikan. Sebagai tonikum umum untuk tubuh, pegagan merangsang kelenjar adrenal dan hipofisis untuk peremajaan dan revitalisasi sel-sel. Pegagan juga memiliki efek afrodisiak.
  14. 14. Dengan karakteristik ini, pegagan dapat digunakan untuk mengobati kelelahan, kekurangan energi, kelesuan, penurunan stamina, penurunan gairah seks, impotensi, dan masalah menstruasi. g. Sifat obat lainnya Dengan bekerja sebagai diuretik dan detoksifikasi, tanaman dapat membantu melawan penyakit rematik. Efek antipiretiknya dapat digunakan untuk menurunkan demam dan efek anti-inflamasinya untuk meringankan sirosis hepatis dan penyakit kuning. VII. Kesimpulan a. Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun b. Pegagan memiliki kandungan yang dapat bermanfaat bagi kulit. c. Pegagan memiliki sifat Saponin yang berfungsi untuk menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid). d. Lotion Pegagan memiliki beberapa manfaat, diantaranya: - Untuk obat luar sebagai anti keloid pada kulit. - Menyembuhkan luka - Bahan kosmetika - Menyembuhkan gangguan sirkulasi darah - Menyembuhkan Tonikum otak - Menyembuhkan Tonikum umum - Bekerja sebagai diuretik dan detoksifikasi
  15. 15. VIII. Lampiran a. Alat dalam Pembuatan Lotion Pegagan b. Bahan dalam Pembuatan Lotion Pegagan Fase Air
  16. 16. Fase Minyak

×