Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Metodik khusus dalam pengajaran matematik new

4,191 views

Published on

Presentasi Mata kuliah Strategi Pembelajaran Matematika

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Metodik khusus dalam pengajaran matematik new

  1. 1. STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA<br />Dosen Pengasuh: Drs. H. Muslimin Tendri M. Pd<br />Copyright © 2010 by erc<br />
  2. 2. METODIK KHUSUS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA<br />FKIP - UMP<br />Pend. Matematika<br />Kelas A<br />Smester III<br />Oleh Kelompok 1<br />Eric Estrada<br />Ares Gianto<br />Tina Sari<br />
  3. 3. Metodik Khusus Dalam Pembelajaran Matematika<br />Metode Ceramah<br />Metode Ekspositori<br />Metode Demonstrasi<br />Metode Drill dan Metode Latihan<br />
  4. 4. 1. Metode Ceramah<br />Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaraan secara lisan.<br />Gambaran pengajaran matematika dengan metode ceramah apabila guru mendominasi kegiatan belajar mengajar.<br />
  5. 5. Kekuatan Metode Ceramah<br />Dapat menampung kelas besar,<br />Konsep disajikan secara hirarki,<br />Memberikan penekanan pada hal-hal yang penting,<br />Rencana pembelajaran telaksana dengan mudah,<br />Tidak terhambat oleh kurangnya buku atau alat bantu pelajaran.<br />
  6. 6. Kelemahan Metode Ceramah<br />Membosankan dan murid menjadi pasif,<br />Kemungkinan murid tidak menguasai apa yang diajarkan,<br />Ilmu yang didapat lebih cepat lupa,<br />Murid menjadi “belajar menghafal”.<br />
  7. 7. Metode ceramah tidak dipakai, jika :<br />Metode ceramah perlu dipakai, jika :<br />Bertujuan untuk memberikan informasi<br />Materi tidak ada dalam sumber lain<br />Materi telah disesuaikan<br />Materinya menarik atau dibuat menarik<br />Ada alternatif lain agar materi tetap diingat.<br /><ul><li>Tujuannya bukan hanya untuk memberikan informasi
  8. 8. Diperlukan ingatan yang tahan lama
  9. 9. Diperlukan partisipasi aktif dari murid.
  10. 10. Kemampuan kelas tergolong rendah.</li></li></ul><li>2. Metode Ekspositori<br />Metode ekspositori adalah metode yang digunakan dengan cara memberikan keterangan terlebih dahulu, definisi, prinsip dan konsep serta contoh-contoh dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan.<br />
  11. 11. Dominasi guru dalam metode ekspositori lebih sedikit dari metode ceramah dan masih lebih banyak dari metode demonstrasi.<br />Metode ekspositori merupakan cara mengajar paling efektif dan efisien dalam menanamkan belajar bermakna.<br />Metode ekspositori adalah memindahkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada siswa.<br />Metode ekspositori meliputi gabungan metode ceramah, drill, tanya jawab, penemuan dan peragaan.<br />Dalam metode ekspositori dominasi guru banyak dikurangi.<br />
  12. 12. 3. Metode Demonstrasi<br />Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu.<br />
  13. 13. Pendapat Para Ahli tentang Metode Demonstrasi<br />Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001:133)<br /> Metode demonstrasi diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukan kepada peserta didik seatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun bentuk tiruan.<br /><ul><li>Soekarno, dkk (1981:43)</li></ul> Metode demonstrasi dipergunakan untuk mengembangkan suatu pengertian, mengemukakan masalah, penggunaan prinsip, pengujian kebenaran secara teoritis dan memperkuat suatu pengertian.<br />
  14. 14. Tujuan Mengunakan Metode Demonstrasi:<br />Mengajarkan proses atau prosedur,<br />Mengkongkritkan informasi,<br />Pengembangan kemampuan melihat melalaui pengamatan.<br />Hal-hal yang perlu diperhatikan guru sebelum dan pada waktu mengadakan demonstrasi:<br />Demonstrasi itu dicoba terlebih dahulu.<br />Tujuan demonstrasi ditentukan terlebih dahulu.<br />Usahakan demonstrasi dapat dilihat oleh peserta didik.<br />Alat yang digunakan sederhana.<br />Demonstrasi dilaksanakan berdasarkan tujuan.<br />Langkah-langkah pembelajaran dengan metode demonstrasi:<br />Perencanaan<br />Pelaksanaannya<br />
  15. 15. 4. Metode Drill dan Metode Latihan<br />Metode drilladalahsuatucaramenyajikanbahanpelajarandengancaramelatihsiswa agar menguasaipelajarandanterampil.<br />Metode latihan adalah suatu metode mengajar dimana siswa diajak ke tempat latihan tersebut.<br />
  16. 16. Roestiyah N.K (1985:125)<br /> Suatucaramengajardimanasiswamelaksanakankegiatan-kegiatanlatihan, sehingga siswamemilikiketangkasanatauketerampilan yang lebihtinggidariapa yang telahdipelajari.<br />Pendapat Para Ahli tentang Metode Drill<br /><ul><li>Zuhairini, dkk(1983: 106)</li></ul>Suatumetodedalampendidikandanpengajarandenganjalanmelatihanak-anakterhadapbahanpelajaran yang sudahdiberikan.<br />
  17. 17. Kelebihan metode drill dan metode latihan:<br />Dapat memperoleh kecakapan motoris/gerak,<br />Dapat memperoleh kecakapan mental,<br />Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan.<br />Kelemahan metode drill dan metode latihan:<br />Menghambat bakat dan inisiatif peserta didik,<br />Menimbulkan penyesuaian secara statis terhadap lingkungan,<br />Latihan yang berulang terasa monoton dan membosankan,<br />Dapat menimbulkan verbalisme<br />
  18. 18. * SELESAI *<br />SEKIAN<br />DAN<br />TERIMA KASIH<br />

×