TUGAS I
SURVEI DIGITAL
OLEH :
RETNO AGUS PRATIWI
12/333239/TK/39671
JURUSAN TEKNIK GEODESI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GAD...
I. PETA DIGITAL DAN PETA ANALOG
PENGERTIAN
Peta Analog
Peta analog adalah peta dalam bentuk cetakan. Pada umumnya peta ana...
 Referensi geografik
Referensi geografik berupa parameter-parameter ellipsoida referensi dan datum. Salah satu
referensi ...
Dengan adanya peta digital kita sebagai orang-orang yang berhubungan dengan pemetaan
atau orang-orang yang dal kesehariann...
Theodolit 0 dibagi menjadi tiga bagian. Bagian bawah terdiri dari atas sumbu yang dimasukkan
ke dalam tabung, di atasnya t...
lagi plat yang berbentuk lingkaran yang berjari-jari lebih kecil daripada jari-jari plat bagian
bawah. Pada dua tempat di ...
V. DESKRIPSI TOTAL STATION SOKKIA CX 103
Teknologi RED - tech Reflectorless EDM
 pengukuran jarak Cepat 0.9s terlepas dar...
 Berlokasi " memicu " kunci memungkinkan Anda mengambil serangkaian pengukuran
dengan menekan tombol tanpa mengambil mata...
DAFTAR PUSTAKA
http://yenigeomaticits07.blogspot.com/2011/01/sig.html
http://bumiangkasa.blogspot.com/2011/03/pemetaan-dig...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Peta digital, peta analog, theodolit, total station

10,231 views

Published on

tugas survei digital

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
10,231
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
479
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Peta digital, peta analog, theodolit, total station

  1. 1. TUGAS I SURVEI DIGITAL OLEH : RETNO AGUS PRATIWI 12/333239/TK/39671 JURUSAN TEKNIK GEODESI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA
  2. 2. I. PETA DIGITAL DAN PETA ANALOG PENGERTIAN Peta Analog Peta analog adalah peta dalam bentuk cetakan. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, sehingga sudah mempunyai referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin dsb. Peta analog dikonversi menjadi peta digital dengan berbagai cara. Referensi spasial dari peta analog memberikan koordinat sebenarnya di permukaan bumi pada peta digital yang dihasilkan. Biasanya peta analog direpresentasikan dalam format vektor. Peta analog sebelum menjadi peta digital dikenal dengan nama peta konvensional. Peta konvensional tersebut biasanya berupa peta topografi, untuk dapat menjadi suatu peta digital harus dilakukan dengan melakukan digitasi peta. Yang dimaksud dengan peta konvensional adalah peta kertas hasil teknologi analog. Peta semacam ini cukup sulit untuk dimutakhirkan, karena praktis seluruhnya harus digambar ulang, tidak cukup bagian yang berubah saja. Selain itu penggunaannya juga terbatas, tidak mudah ditampilkan dalam format berbeda, dan tidak bisa langsung diproses dengan teknologi digital lainnya, misalnya dalam Sistem Informasi Geografi Peta Digital Menurut definisi, peta digital adalah representasi fenomena geografik yang disimpan untuk ditampilkan dan dianalisis oleh komputer. Setiap objek pada peta digital disimpan sebagai sebuah atau sekumpulan koordinat. Sebagai contoh, 10 objek berupa lokasi sebuah titik akan disimpan sebagai sebuah koordinat, sedangkan objek berupa wilayah akan disimpan sebagai sekumpulan koordinat. Proses pembuatan peta digital dikenal dengan proses digitasi (digitizing). Digitizing dapat didefinisikan sebagai proses konversi data atau peta dari media kertas ke format digital. Format dari peta digital dapat berupa data raster dan data vector. Data raster adalah semua data digital yang didapat dari hasil scanning. Sedangkan data vektor adalah data raster yang telah mengalami pengolahan dengan komputer. Soft ware yang biasa digunakan dalam pembuatan peta digital adalah Land Desktop, Auto Cad Map, Arc View, Map Info Professional, dan lain-lain. PERSAMAAN PETA DIGITAL DAN PETA ANALOG Peta digital, seperti juga peta analog, memiliki atribut-atribut peta seperti :  Skala Pada peta digital, skala menggambarkan tingkat kedetilan objek ketika peta tersebut dibuat. Sebagai contoh, pada peta skala 1:1.000 (1 cm di peta mewakili 1.000 cm atau 10 meter di permukaan bumi), maka objek gedung atau bangunan akan terlihat dengan jelas, sedangkan pada peta skala 1:100.000 (1 cm di peta mewakili 100.000 cm atau 1 km di permukaan bumi), sebuah bangunan hanya akan terlihat sebagai sebuah titik.
  3. 3.  Referensi geografik Referensi geografik berupa parameter-parameter ellipsoida referensi dan datum. Salah satu referensi yang umum digunakan (termasuk dalam 11 penentuan posisi menggunakan satelit GPS) adalah WGS 84 (World Geodetic System), yang direvisi pada tahun 1984 dan akan berlaku sampai tahun 2010.  Sistem proyeksi peta Sistem proyeksi peta menentukan bagaimana objek-objek di permukaan bumi (yang sebenarnya tidak datar) dipindahkan atau diproyeksikan pada permukaan peta yang berupa bidang datar. Penggunaan sistem proyeksi peta yang berbeda untuk sebuah daerah yang sama, akan memberikan kenampakan yang berbeda.  Proyeksi Peta Pada dasarnya bentuk bumi tidak datar tapi mendekati bulat maka untuk menggambarkan sebagian muka bumi untuk kepentingan pembuatan peta, perlu dilakukan langkah-langkah agar bentuk yang mendekati bulat tersebut dapat didatarkan dan distorsinya dapat terkontrol, untuk itu dilakukan proyeksi ke bidang datar. Penggunaan sistem proyeksi peta yang berbeda untuk sebuah daerah yanga sama akan memberkan kenampakan yang bereda. PERBEDAAN PETA ANALOG DAN PETA DIGITAL Berdasarkan bentuknya, ada peta analog dan ada peta digital. Seperti halnya peta hard copi atau peta analog, peta digital dapat kita pakai untuk membantu kita mendapatkan informasi suatu daerah. Perbedaan antara keduanya hanya pada pada bentuknya saja, dimana peta analog berupa lembaran kertas, sedangkan peta digital berupa data yang tersimpan dalam media perekam seperti disket, CD, flash disc atau hard disc. Kelebihan yang dimiliki oleh peta digital disbanding dengan peta analog salah satunya adalah kemudahan untuk editing dengan mudah dan cepat. Beberapa kelebihan penggunaan peta digital dibandingkan dengan peta analog (yang disimpan dalam bentuk kertas atau media cetakan lain), antara lain dalam hal :  Peta digital kualitasnya tetap. Tidak seperti kertas yang dapat terlipat, memuai atau sobek ketika disimpan, peta digital dapat dikembalikan ke bentuk asalnya kapanpun tanpa ada penurunan kualitas.  Peta digital mudah disimpan dan dipindahkan dari satu media penyimpanan yang satu ke media penyimpanan yang lain. Peta analog yang disimpan dalam bentuk gulungan- gulungan kertas misalnya, memerlukan ruangan yang lebih besar dibanding dengan jika peta tersebut disimpan sebagai peta digital dalam sebuah CD-ROM atau DVD- ROM.  Peta digital lebih mudah diperbaharui. Penyuntingan untuk keperluan perubahan data atau perubahan sistem koordinat misalnya, dapat lebih mudah dilakukan menggunakan perangkat lunak tertentu
  4. 4. Dengan adanya peta digital kita sebagai orang-orang yang berhubungan dengan pemetaan atau orang-orang yang dal kesehariannya selalu bergelut dengan peta banyak diuntungkan. Namun selain keuntungan-keuntungan yang kita dapatkan, ada pula kekurangan-kekurangan yang kita dapatkan dengan menggunakan peta digital. Keuntungan-keuntungan yang kita dapatkan antara lain: 1. Pembuatan peta existing semakin cepat dan mudah 2. Pembuatan peta tematik lebih mudah dan cepat 3. Produksi (penggandaan) peta semakin cepat 4. Penyajian secara grafis lebih bagus 5. Updating peta lebih mudah dan cepat 6. Dengan digabung dengan data stasistik maka analisa data dapat dilakukan dengan mudah 7. Media penyimpanan semakin kecil sehingga tidak membutuhkan ruangan yang besar 8. Kualitas data dapat dipertahankan karena tidak terpengaruh oleh suhu, tekanan, dan lain-lain 9. Dapat dengan mudah membuat peta 10. Dapat dengan mudah memproduksi peta dengan berbagai macam skala dengan memperhatikan proses seleksi dan generalisasi. Dengan kemudahan pengolahan dan pemindahan dari media computer ke media penyimpanan dari media computer ke media penyimpanan data membawa dampa dampak negative seperti: 1. Dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang dan dapat diperbanyak, diberikan kepada pihak lain serta dapat diperjual-belikan secara bebas. 2. Terjadi pembocoran data kekayaan alam, dislokasi militer dan segala sesuatu yang seharusnyamenjadi rahasia Negara. 3. Data tentang kondisi medan/alam dapat ditransfer secara langsung dan secara cepat dengan menggunakan jaringan computer yang saling dihubungkan, sehingga pihak musuh secara sewaktu-waktu di monitor ari tempat yang lain. II. PENGERTIAN THEODOLIT KONVENSIONAL Pada dasarnya alat theodolit konvensional sama dengan theodolit digital, hanya pada alat ini pembacaan sudut azimuth dan sudut zenith dilakukan secara manual. pembacaan sudut horizontal dan sudut vertikal hanya hanya bisa dibaca dengan manual dengan melihat ke Mikroskop pembacaanhorizontal dan vertikal,tetapi teodolit manual mempunyai akurasi yang sangat kecil. Contoh teodolit Manual: Fannel Kessel T0,T1,T11
  5. 5. Theodolit 0 dibagi menjadi tiga bagian. Bagian bawah terdiri dari atas sumbu yang dimasukkan ke dalam tabung, di atasnya terdapat alat pembaca nonius. Di tepi lingkaran terdapat alat pembaca nonius. Di atas terdiri dari bagian mendatar. Di atasnya terdapat teropong dilengkapi dengan sekrup pengatur focus dan garis-garis bidik diafragma. III. PENGERTIAN THEODOLIT DIGITAL Theodolit Digital adalah theodolit cara pembacaan sudut horizontal dan vertikalnya hanya dibaca dengan otomatis di layar,dan cara penyentringan alatnya pun berbeda dimana teodolit digital hanya dengan cara sentering laser. Contoh theodolite digital: Nikon ; Topcon N233,N200,N102 Terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian bawah, bagian tengah dan bagian atas. Bagian bawah terdiri dari skrup penyetel yang menyangga suatu tabung dan plat yang berbentuk lingkaran. Bagian tengah terdiri dari suatu rambu yang dimasukkan ke dalam tabung, dimana pada bagian bawah sumbu ini adalah sumbu tegak atau sumbu pertama (S1). Di atas S1 diletakkan
  6. 6. lagi plat yang berbentuk lingkaran yang berjari-jari lebih kecil daripada jari-jari plat bagian bawah. Pada dua tempat di tepi lingkaran dibuat alat pembaca yang disebut nonius (N0). Suatu nivo diletakkan pada atas nonius untuk membuat sumbu tegak lurus. Bagian atas terdiri dari sumbu mendatar atau sumbu kedua (S2). Pada S2 diletakkan plat berbentuk lingkaran dan dilengkapi skala untuk pembacaan skala lingkaran. Pada lingkaran tegak ini ditempatkan kedua nonius pada penyangga S2. Dari uraian di atas dapat disimpulkan ada dua perbedaan antara lingkaran mendatar dengan lingkaran vertical. Untuk skala mendatar titik harus ikut berputar bila teropong diputar pada S1 dan lingkaran berguan untuk membaca skala sudut mendatar. Sedangkan lingkaran berskala vertical baru akan berputar bila teropong diputar terhadap S2. Pembacaan ini digunakan untuk mengetahui sudut miring. IV. PENGERTIAN TOTAL STATION Total station adalah alat pengukur sudut yang sudah dilengkapi dengan alat pengukur jarak yang bekerja dengan sistem elektrolis aau dengan kata lain total station adalah theodolit yang sudah dilengkapi dengan EDM (electric distance meter). kalau sebelumnya alat sudut terpisah dengan alat pengukur jarak, untuk total station kedua fungsi ini sudah terintegrasi menjadi satu kesatuan. operasionalisasi total station prinsipnya sama dengan theodolit pada umumnya, bedanya hanya pada tayangan angka bacaan lIngkaran horizontal dan penggerak halusnya, tidak mempunyai limbus. karena bacaan lingkaran secara digital, maka tidak ada bacaan yang diestimasi sebagimana pada skala garis. pada theodolit tipe ini juga dilengkapi tombol penegenolkan, sudut horizontal dapat diukur kearah kanan maupun kiri, bacaat sudut dapat dilihat pada layer display monitor, layer ini ada yang dua muka sehingga memudahkan pembacaan, namun adapula yang hanya satu saja. bacaan lingkaran vertical bias berupa helling/sudut vertical adapula sudut zenith, adapula yang dapat diatur sesui selera operator.satuan sudut ada yang system sexagesimal (dalam derajat) adapula yang sentisimal (grade/gon) sumber tenaga menggunakan batere, serta dilengkapi tombol monitoring kondisi baterenya. adapun tingkat ketelitian bacaan bervariasi.
  7. 7. V. DESKRIPSI TOTAL STATION SOKKIA CX 103 Teknologi RED - tech Reflectorless EDM  pengukuran jarak Cepat 0.9s terlepas dari objek .  SOKKIA presisi pinpoint tradisional dalam pengukuran jarak reflectorless .  Operasi Reflectorless dari 30cm sampai 500m .  Coaxial EDM balok dan laser pointer yang cepat dan akurat membidik .  Memastikan akurasi bahkan dengan lembaran reflektif . LongLink data CommunicationLongLink Komunikasi Data  Seri CX stasiun jumlah fitur Bluetooth ® teknologi nirkabel Class1 untuk komunikasi data yang dapat diandalkan .  Semua data CX sudah langsung tersedia di controller yang dilengkapi Bluetooth . Tingkat Lanjutan Angle Sistem Pengukuran Mutlak encoders asli  CX fitur SOKKIA yang menyediakan kehandalan jangka panjang dalam kondisi apapun situs kerja. Kompensator Dual- axis memastikan pengukuran stabil bahkan ketika setup pada medan tidak rata .  Penjepit gerak tradisional Sokkia dan sekrup tangen dipekerjakan untuk memastikan pengukuran sudut stabil .  CX101 dan CX102 fitur inovatif IACS ( Sudut Sistem Kalibrasi Independen ) teknologi untuk pengukuran sudut sangat dapat diandalkan . The Longest * 1 Battery Life - 36 Jam baterai ekstra !  The CX baterai tunggal dapat bertahan hingga 36 jam . * 2  Sangat mengurangi kemungkinan daya rendah selama setiap hari kerja penuh .  Menghilangkan kebutuhan untuk malam atau melakukan pengisian ulang baterai ekstra . Waterproof , kasar , dan Operator Ramah  IP66 rating tahan debu / tahan air .  sasis logam dan menangani tugas berat menambah kekasaran .  Suhu penggunaan Standar kisaran 20 ° hingga +50 ° C. Model suhu rendah dapat digunakan serendah -30 ° * 1 dan model suhu tinggi hingga +60 ° C.  port USB untuk TypeA tambah nyaman memori . Penggunaan aksesori termasuk USB menjamin perlindungan IP66 .  Satu - sentuhan tombol bintang [★] Menawarkan akses cepat ke fungsi .
  8. 8.  Berlokasi " memicu " kunci memungkinkan Anda mengambil serangkaian pengukuran dengan menekan tombol tanpa mengambil mata Anda dari teleskop .  Panel kontrol fitur besar pad 10 - kunci dengan LCD yang memberikan tampilan dan kenyamanan yang optimal . * 2  Hijau / merah teleskop cahaya panduan meningkatkan efisiensi kerja dalam jangkauan hingga 150m .  Built-in laser yang menurun dengan lima tingkat kecerahan dilengkapi instrumen untuk pengaturan cepat dalam semua kondisi pencahayaan .
  9. 9. DAFTAR PUSTAKA http://yenigeomaticits07.blogspot.com/2011/01/sig.html http://bumiangkasa.blogspot.com/2011/03/pemetaan-digital-dan-gps.html http://mymeridien.wordpress.com/2008/03/05/peta-analog/ http://informatika.web.id/peta-digital.htm http://supeeerblog.blogspot.com/2013/05/peta-digital.html http://belajargeomatika.wordpress.com/2011/10/01/pengantar-pemetaan-digital-digital-mapping- introduction/ http://jagoips.wordpress.com/2012/12/30/peta-atlas-dan-globe/ http://pusingkuliah.blogspot.com/2011/10/theodolit-dan-waterpass.html http://mygeomatics-geomatika.blogspot.com/2009/10/devinisi-2-theodolite.html http://www.genborneo.com/2010/09/arti-total-station.html http://total-station-ui.blogspot.com/2013/04/pengertian-total-station.html

×