Makalah Drug Abuse (Endha Blogspot)

7,298 views

Published on

I created this one for my young sister ,..,,.

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
7,298
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
18
Actions
Shares
0
Downloads
109
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah Drug Abuse (Endha Blogspot)

  1. 1. MAKALAH DRUG ABUSE <ul><li>DI SUSUN </li></ul><ul><li>OLEH : KELOMPOK 11 </li></ul><ul><li>ENI JAYANTI </li></ul><ul><li>MOULLY LESTARI </li></ul><ul><li>DOSEN PEMBIMBING : ZANZIBAR S.Pd,M.Kes </li></ul><ul><li>SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN </li></ul><ul><li>DARUL MA’ARIF AL-INSAN BATURAJA </li></ul><ul><li>AKADEMI KEBIDANAN </li></ul><ul><li>TAHUN AKADEMIK 2010 / 2011 </li></ul>
  2. 2. DRUG ABUSE <ul><li>PENGERTIAN </li></ul><ul><li>a. Narkoba : pada dasarnya merupakan obat2an yang apabila pemakaiannya disalhgunakan dapat menimbulkan ketergantungan </li></ul><ul><li>b. Narkotika : zat atau obat yang berasal dr tanaman atau bukan tanaman yg dapat menyebabkan penurunan / perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan </li></ul><ul><li>c. Psikotropika : zat atau obat baik alamiah atau sintetik bukan narkotika yg berkhasiat psikoaktif melalui susunan syaraf pusat yg menyebabkan perubahan khas pd aktivitas mental dan prilaku. </li></ul><ul><li>d. Zat adiktif lainnya adalah ; minuman berakohol bersifat sedative (penenang), hipnotik, depresan, rokok. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>B. PENGGOLONGAN NARKOTIKA UU.NO.2 TAHUN 1997 </li></ul><ul><li>a. Narkotika golongan I : narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan & tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan Misal : heroin, ganja, kokain </li></ul><ul><li>b. Narkotika golongan II : narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan & tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan, missal ; morfin </li></ul><ul><li>c. Narkotika golingan III : narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan & tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan, missal : Codein </li></ul>
  4. 4. <ul><li>C. PENGGOLONGAN PSIKOTROPIKA UU. NO. 05 TAHUN 1995 </li></ul><ul><li>a. Psikotopika golongan I : psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak dapat digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan ketergantungan, missal : LSD </li></ul><ul><li>b. Psikotropika golongan II : psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak dapat digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan ketergantungan, misal : ampetamiin, metilfenidad </li></ul>
  5. 5. <ul><li>D. EFEK YANG DITIMBULKAN </li></ul><ul><li>a. Depresan : jenis zat berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakai merasa fly, bahkan tertidur, tidak sadar diri. Misal : opium, morfin, heroin, codein, dan sedative </li></ul><ul><li>b. Stimulan : zat yg dapat merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja (segar & bersemanagat) misal : ekstasi, kafein, kokain, amfetamin </li></ul><ul><li>c. Halusinogen : zat yg dapat menimbulkan efek halusinasi yg bersifat merubah perasaan dan pikiran seringkali disertai halusinasi, misal : ganja, mescalin dan LSD. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>E. FAKTOR2 PENYEBAB PENYALAHGUNAAN </li></ul><ul><li>a. Faktor Individu </li></ul><ul><li>Ø Penyakit jasmaniah </li></ul><ul><li>Ø Kepribadian dgn resiko tinggi : mudah kecewa, cenderung agresif,kurang PD, selalu menuntut, sifat antisocial, memiliki gangguan jiwa (cemas, depresi, apatis), kurang religious, penilaian diri negative. </li></ul><ul><li>Ø Motivasi tertentu : menyatakan diri bebas, memuaskan rasa ingin tahu, dan mendapat pengalaman baru, agar diterima kelompok ttn, melarikan diri dr sesuatu, sebagai lambing kemoderan. </li></ul>
  7. 7. <ul><li>b. Factor Zat </li></ul><ul><li>Ø Ketersediaan zata pada peredaran gelap </li></ul><ul><li>Ø Kemudahan memperoleh zat </li></ul><ul><li>c. Faktor lingkungan </li></ul><ul><li>Ø Lingkungan keluarga : tidak harmonis, komunikasi antara ortu dan ank krg efektif, ortu otoriter, keluarga terlalu permisisf. </li></ul><ul><li>Ø Lingkungan sekolah : sekolah kurang disiplin, adanya murid pengguna. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>F. TINGKAT PEMAKAIAN </li></ul><ul><li>a. Eksperimen use : sekedar mencoba-coba dan memenuhi rasa ingin tahu. Sebagian akan berhenti tp ada juga yg meneruskan. </li></ul><ul><li>b. Recreation use : hanya untuk bersenang2, rekreasi atau santai. </li></ul><ul><li>c. Situasional use : memakai zat pada saat tertentu saja ( saat sedih, kecewa, tegang) dan bertujuan menghilangkan perasaan. </li></ul><ul><li>d. Abuse ; pemakai sebagai pola penggunaan bersifat patologik yg ditandai untuk mengendalikan, terus menggunakan walaupaun sakit fisiknya kambuh, yg akan menimbulkan gangguan fungsional / okupasional. </li></ul><ul><li>e. Dependence use : telah terjadi toleransi dan gejala putus zat, bila pemakaian zat dihentikan atau dikurangi dosisnya. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>G. DAMPAK PENYALAHGUNAAN </li></ul><ul><li>a. Komplikasi medic : akibat zat itu sendiri 9 kokain : anemia, malnutrisi, kehilangan BB, opioida : kemandulan, gangguan haid, impotensi, Kafein : gastritis, sakit jantung dan hipertensi, Nikotin : kanker paru, bronchitis, bronkiektosis), akibat bahan campuran tau pelarut akibat cara pemakaian jarum suntik yg tidak steril, akibat pertolongan yg salah, akibat cara hidup kurang bersih. </li></ul><ul><li>b. Akibat gangguan mental emosional </li></ul><ul><li>c. Memburuknya kehidupan sosial </li></ul>
  10. 10. <ul><li>H. UPAYA PENCEGAHAN </li></ul><ul><li>a. Melalui keluaga ; luangkan waktu bersama, ciptakan suasan yg hangat, menjadi contoh yg baik, beri informasi yg benar, memperkuat kehidupan agama, sikap positif ortu. </li></ul><ul><li>b. Melalui sekolah : lokasi sekolah tdk berada pada tempat rawan, hubungan guru murid baik, disiplin, proses belajar mengajar bentuk siswa mandiri, konseling bagi mahasiswa bermasalh, libatkan partisipasi siswa dalam program pencegahan NAPZA melalui : </li></ul><ul><li>Ø Lembaga keagamaan </li></ul><ul><li>Ø LSM </li></ul><ul><li>Ø Kawan bukan pengguna </li></ul><ul><li>Ø Media masaa, </li></ul>

×