Tauhid

1,974 views

Published on

Tauhid Pertama

  • Be the first to comment

Tauhid

  1. 1. :Ayi ahmad fauzi (1000347) Nuraeni (1006877)
  2. 2. Landasan TauhidSesungguhnya Tauhid itu adalah kewajiban pertama yang diserukan oleh pararasul, yang merupakan fondasi da’wah mereka, Allah swt berfirman:Dansungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):“Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu adaorang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumidan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (An-Nahl:36)Dan tauhid itu adalah merupakan hak Allah yang paling besar atas hamba-Nya,sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari hadits Mu’adzra berkata: Rasulullah saw bersabda: ‘Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalahmereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain.’Maka barangsiapa yang mengamalkan tauhid akan masuk surga, dan barangsiapayang mengamalkan dan menyakini hal-hal yang bertentangan dengannya, maka iatermasuk penghuni neraka. Dan karena tauhid itu pulalah para rasul diperintahkanuntuk memerangi kaumnya hingga mereka meyakininya, sebagaimana sabdaRasulullah saw: Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga merekabersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah.[H.R. Bukhari-Muslim].
  3. 3. Syarat-syarat Tauhid Ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak semua orang yang mengucapkan termasuk ahli tauhid hingga terpenuhinya syarat-syarat tauhid yang tujuh itu, seperti yang disebutkan oleh ulama, yaitu: 1. Hal-hal yang Mengetahui makna dan maksudnya, dengan kedua dimensinya, baik dari segi peniadaan (laa ilaha) tiada tuhan maupun dari segi penetapan (illallah) kecuali Allah, jadi tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah swt. 2. Meyakini kandungannya dengan keyakinan yang kuat 3. Menerima apa yang dimaksudkan oleh kalimat ini dengan hati dan lisan 4. Tunduk kepada kandungannya 5. Jujur, yaitu ia menyibutkan dengan lisan yang dibenarkan oleh hatinya 6. Ikhlas yang tidak dicampuri oleh perasaan riya 7. Mencintai kalimat ini dengan segala kandungannya Sebagaimana kita wajib untuk mengamalkan tauhid dengan memenuhi syarat-syarat maka kitapun diwajibkan untuk menghindari dan mencegah diri dari perbuatan syirik dengan segala bentuk, pintu dan tempat masuknya, baik syirik yang besar maupun syirik yang kecil, karena sebesar-besar kezaliman adalah syirik kepada Allah, dimana Allah swt mengampuni dosa-dosa hamba-Nya kecuali perbuatan syirik itu. Dan barangsiapa yang terperosok ke dalamnya maka Allah swt mengharamkan surga baginya dan nerakalah tempat kembalinya. Allah swt berfirman : ] “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (Q.S. An-Nisaa’:48).
  4. 4. Hal-Hal yang Membatalkan TauhidHal-hal yang dapat membatalkan tauhid diantaranya:Memakai kalung atau benang (yang diikatkan di leher atau di tangan) dari apapun jenisnya, sepertikuningan, besi ataupun kulit dengan maksud mengangkat(menghilangkan) dan menolak bencanakarena hal ini termasuk perbuatan syirik.Menggunakan Ruqyah Bid’ah (pengobatan dengan membaca mantra) dan Tamimah (jimat).mencari berkah pada orang-orang tertentu dengan menyentuh dan meminta berkahnya, ataumencari berkah pada pohon-pohon, batu-batu dan lain-lain, bahkan kepada Ka’bahpun tidak bolehdisentuh dengan tujuan mencari dan mengambil berkahnya.Diantara yang membatalkan tauhid adalah menyembelih hewan bukan karena Allah, seperti untukpara wali, setan-setan, jin dengan tujuan mengambil manfaat dan mencegah kejahatan mereka,perbuatan ini termasuk syirik paling besar.Bernadzar untuk selain Allah, karena nadzar itu adalah ibadah yang tidak boleh ditujukan kepadaselain Allah swt.Membangun sesuatu diatas kuburan atau membuat kubah dan masjid, serta dilarang meninggikan(tanah kuburan) nya.mendatangi tukang sihir, dukun, ahli nujum dan sebagainya. Jadi tukang sihir itu adalah orang yangkafir, tidak boleh mendatangi, bertanya dan membenarkannya, walaupun mereka mengaku sebagaiwali, syaikh dan sebagainya.
  5. 5. Hal-Hal yang Membatalkan TauhidThiyarah (yaitu perasaan pesimis karena melihat suatu jenis burung tertentu) kepadahari, bulan, atau orang tertentu.Mengandalkan dan bergantung kepada-sesuatu-sebab (perantara) seperti dokter,pengobatan, jabatan, dan sebagainya dan tidak bertawakkal kepada Allah SWT.Meminta hujan berdasarkan musim, bintang dan benda langit lainnya dengan keyakinanbahwa bintang-bintang itulah yang menurunkan atau menahan hujan.Perasaan aman dari tipu daya dan adzab Allah serta berputus asa dari rahmat-Nya.Riya’ dan sum’ah (ingin memperdengarkan kebaikannya) dimana seseorang melakukankebaikan karena dunia.Termasuk perbuatan yang merusak Tauhid adalah mencaci maki tahun, waktu, hari danbulan.Menggunakan nama Abdul Nabi, Abdul Ka’bah dan Abdul Husain. Ini semua dilarangkarena mengandung makna penghambaan diri kepada selain Allah.Mengangkat orang-orang kafir dan munafiq sebagai pemimpin dengan mengagungkandan memuliakan mereka atau memanggil mereka dengan sebutan sayyid (tuan),menyambut ataupun mencintai mereka.
  6. 6. Antisipasi hal yang menafikkan tauhid 1. Dalam masalah Sifat, hendaklah anda menyifati Allah dengan apa yang Dia sifati dirinya dan apa yang Rasulullah sifati dengan tanpa penyimpangan, penggambaran bentuk, penyerupaan dan peniadaan. 2. Meyakini bahwa Al-Qur’an itu adalah kalam Allah, bukan makhluk yang diturunkan oleh-Nya dan akan kembali kepada-Nya. 3. Beriman dengan apa yang akan terjadi setelah mati seperti adzab kubur dan sebagainya. 4. Keyakinan bahwa iman itu adalah perkataan dan perbuatan yang bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. 5. Tidak boleh mengkafirkan seseorang ketika melakukan dosa selain syirik selama ia tidak melakukannya. 6. Ahlus-Sunnah mencintai, mengagumi dan mengikuti seluruh sahabat Rasulullah, apakah mereka termasuk Ahlul-Bait atau bukan. 7. Mereka beriman kepada karomah para wali yaitu orang-orang yang bertakwa dan sholeh. 8. Mereka tidak melihat bolehnya keluar dari kepemimpinan seorang imam (pemimpin) selama ia masih menegakkan sholat. 9. Mereka juga beriman kepada takdir baik dan buruk dengan seluruh tingkatannya, dan meyakini bahwa manusia itu berjalan dan memiliki ikhtiyar (pilihan untuk melakukan usaha atau perbuatan yang terbaik). 10. Mereka senang melakukan kebaikan untuk manusia, mereka adalah sebaik-baik manusia bahkan termasuk yang paling adil diantar amanusia
  7. 7. KESIMPULANSesungguhnya Tauhid itu adalah kewajiban pertama yang diserukan oleh pararasul, yang merupakan fondasi da’wah mereka, Allah swt berfirman: Dansesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untukmenyerukan): Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah taghut (An-Nahl:36)Dan tauhid itu adalah merupakan hak Allah yang paling besar atas hamba-Nya,sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari hadits Mu’adzra berkata: Rasulullah saw bersabda: ‘Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalahmereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain’.Sebagaimana kita wajib mengamalkan Tauhid dan berhati-hati dari segala hal yangbertentangan dan membatalkannya, maka kita juga harus selalu berjalan diatasjalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang dikenal dengan sebutan Al-Firqatun Najiyah(golongan yang selamat) yaitu jalan orang-orang salaf (dulu) umat ini seperti parasahabat dan yang datang sesudah mereka dalam segala aspek aqidah dan akhlak.Dan sebagaimana Ahlus Sunnah memiliki manhaj (jalan hidup) dalam hal aqidahpada masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah dan sebagainya, maka demikianpula mereka memiliki manhaj dalam hal tingkah laku, akhlak, muamalah, ibadah,dan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Oleh karena itu ketika Rasulullahsaw menyebutkan bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan: Semua dineraka kecuali satu, Beliau ditanya: Siapa mereka? Lalu Beliau menjawab: Merekaadalah seperti apa yang para sahabatku jalani sekarang.
  8. 8. !!!…

×