Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
TUGAS BAHASA INDONESIA     T E L A A H P U IS I  J u d u l P u is i : K a m p u n g ( k a r y a S u b a g y oS a s t r o w...
TELAAH PUISI I  PUI S IOSARWON                                    Kampung N1SMA  Kalau aku pergi ke luar negeri, dik  kare...
TELAAH PUISI  Kalau aku pergi ke luar negeri, dik I  karena aku ingin merdeka dan menemukan diri.OSARWON                  ...
TELAAH PUISI  pola keumuman yang telah memodifikasi cara kerja manusia pada semua  sendi-sendi kehidupan dalam bermasyarak...
TELAAH PUISI       Di saat di mana penulis merasakan penatnya rutinitas yang kian  mengekang kebebasan pribadi, Subagyo Sa...
TELAAH PUISI  Atau malah tersangkut ke dalam tumpukan” sampah” berbau busuk, sengir,  dan tengik. IOSARWON N1SMA     Lauta...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Telaah puisi(17 2-10)

1,768 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Telaah puisi(17 2-10)

  1. 1. TUGAS BAHASA INDONESIA T E L A A H P U IS I J u d u l P u is i : K a m p u n g ( k a r y a S u b a g y oS a s t r o w a r d o y o , ” D a n K e m a t ia n S e m a k in Akra b” )N a m a : E ls a n a B e k t i N u g r o h oNo : 11K e la s : X A SMA N 1 WONOSARI
  2. 2. TELAAH PUISI I PUI S IOSARWON Kampung N1SMA Kalau aku pergi ke luar negeri, dik karena hawa di sini sudah pengap oleh pikiran-pikiran beku, Hidup di negeri ini seperti dalam kampung di mana setiap orang ingin bikin peraturan mengenai lalu lintas di gang, jaga malam dan daftar diri di kemantren. di mana setiap orang ingin bersuara dan berbincang tentang susila, politik dan agama seperti soal-soal yang dikuasai. Di mana setiap orang ingin jadi hakim dan mengeroyok keluarga berdansa, orang asing dan borjuis yang menyendiri, SMA N 1 WONOSARI Di mana tukang jamu disambut dengan hangat, dengan perhatian dan tawanya, Di mana ocehan di jalan lebih berharga dari renungan tenang di kamar. Di mana curiga lebih mendalam dari cinta dan percaya.
  3. 3. TELAAH PUISI Kalau aku pergi ke luar negeri, dik I karena aku ingin merdeka dan menemukan diri.OSARWON Karya : N1SMA Subagyo Sastrowardoyo ( Dan Kematian Semakin Akrab ) TEL A A H PUI S I Ketika Rumah Tak Kunjung Ramah Pernahkah terbesit di pikiran Anda untuk mencari pencerahan hidup yang lebih kompleks dengan memutuskan pindah ke luar negeri? Menurut Anda, hal apakah yang mendasari alasan Anda? Mungkinkah Anda merasa terposisi layaknya “katak dalam tempurung”? Yang seolah-olah terperangkap dan tersekap oleh pola konsumsi individual pemerintahannya? Seakan meloncat kian terjepit oleh terali ketidakadilan, seakan diam terjerumus oleh permainan para predator bangsa. Disitulah, puncak kebatinan yang selalu begejolak di angan-angan masyarakat pribumi pada SMA N 1 WONOSARI setiap langkah menyelusuri renungan nurani untuk menempatkan diri sebagai oposisi kekangan carut marut pemerintahannya. Kadang kala kita tak sadar, bahwa kitalah sebenarnya yang menghendaki regulasi, modernisasi, dan posisi yang semacam ini. Layaknya
  4. 4. TELAAH PUISI pola keumuman yang telah memodifikasi cara kerja manusia pada semua sendi-sendi kehidupan dalam bermasyarakat. Serta menciptakan rasa haus IOSARWON untuk bersaing secara tidak sehat, tak kenal sedarah, sekomunitas, apalagi N1SMA sebuah kesatuan di bawah lambang suatu negara. Berusaha meraih kepuasan individual dalam seleksi rekayasa dengan cara yang semena- mena, agar tidak terperosok jauh oleh nafsu isu global. Di tempat umum mereka mengumbar angin surga. Ya, mereka ialah para penerus nasib bangsa, mengatur dengan dua buah tangan predator yang siap mencengkeram hak-hak asasi boneka-boneka tawanan bangsa. Di tempat khusus, tangan jail nan licin mempermainkan lajur lalu lintas uang sehingga masuk ke “ bank saku “ mereka. Tak luput sorotan kamera ikut berperan aktif memamerkan kecerdasan para provokator. Mereka yang di undang di acara politik berperan sebagai politikus, di acara ekonomi ikut-ikutan berpendapat, apalagi di acara hokum mereka malah sudah menghakimi sendiri fakta yang belum sepenuhnya terungkap. Sebenarnya ada apa dengan mereka? Tidak cukupkah populeritas yang dimiliiki mereka sekarang? Seolah cendekiawan yang ahli segalanya, memamerkan vokal gaya bicara yang kelihatan jenius. Menyikap SMA N 1 WONOSARI tabir bahwa merekalah orang yang tak bisa menjaga kekonsistenan dalam berfikir. Banyak orang yang terhipnotis oleh alunan kata yang di buat para “cendekiawan” itu, mereka sudah tidak sanggup berfikir rasional, logis dan kritis terhadap akal sehat mereka sendiri.
  5. 5. TELAAH PUISI Di saat di mana penulis merasakan penatnya rutinitas yang kian mengekang kebebasan pribadi, Subagyo Sastrowardoyo dengan kritis lewat IOSARWON goresan karya puisinya berusaha mengungkapkan bahwa kita sekarang N1SMA beraktifitas dalam kehidupan bermasyarakat selalu berusaha menerapkan aturan yang kadang kala tidak sesuai dengan nurani alam bawah sadar kita. Sehingga “rumah” kita, yaitu bangsa kita sendiri sudah tidak “ramah” terhadap perinsip dasar hidup kita yang tertanam sebagai pondasi, sehingga terkontruksi bangunan macam apa yang sesuai dengan pondasi yang secara fundamental melekat abadi di sistem otak kita. “ Tak sanggup, tak mampu, maka ku tak hidup ” pelampiasan rasa emosional sesaat memunculkan ide semacam itu di benak penyair, tatkala gebrakan sistem yang lebih revolusioner merasuki jiwa-jiwa yang lemah akan model keteraturan yang baru. Seperti “semut” yang melarikan diri berlari terbirit-birit berusaha jauh dari bahaya yang melanda daerahnya, tak berani melawan. Meskipun ada yang berusaha melawan “perusak” rumahnya, toh perjuangan itu sia-sia, karene hanya segelintir “semut” yang tergugah untuk memperjuangkan hidupnya. Layaknya analogi “semut” di atas, kita sebagai orang yang menaruh perhatian terhadap masalah ini, kini tinggal sisa daya yang tak mampu mengaspirasikan semua gejolak keumuman ini. Satu jalan SMA N 1 WONOSARI terbaik menembus awan hitam yang menutupi keadilan di “rumah” kita, yaitu dengan cara mencari “rumah” baru di sela-sela perkembangan negara maju yang kian pesat. Tak mudah memang, melawan arus tuk mencari aliran baru yang membawa segarnya kebijakan yang diterapkan.
  6. 6. TELAAH PUISI Atau malah tersangkut ke dalam tumpukan” sampah” berbau busuk, sengir, dan tengik. IOSARWON N1SMA Lautan penuh kebisikan ombak yang gemuruh dan tak teratur, seperti memang benar tak ada jaminan hak personal maupun sosial di area itu. Tiap ombak saling berebutan menyuarakan apa saja yang mereka inginkan, di bawah ideologi keegoisan. Emigrasi di sisi keadaan batin seperti ini, sah-sah saja. Sebaiknya perlu dirumuskan pikiran lanjutan seperti ini, “ Layakkah kita berstatus emigran di tanah air yang lebih dari puluhan tahun, memproklamirkan kemerdekaannya? “. “ Iya-iya, memang benar, mengapa tak terpikir sebelumnya? “ cukup benar memang, silakan Anda bersandar, dan mulai merenungi pertanyaan itu. Karena dengan susah-payahnya para pencetus kemerdekaan mencapai itu, di balas dengan pernyataan sesaat yang emosional? Mulai berpikir dan merasionalkan gagasan lanjutan ini, hanya tinggal Anda yang terbangun dari tidur oleh nyanyian semu “nina bubuk”. Mereka sepenuhnya belum sanggup membuka mata terhadap rezim kebiadaban era global ini. Bangunkanlah! Ajak mereka singkirkan kaum borjuis dari sisi bumi yang kalian tempati. Sebatas kehendak mayoritas, mampu membersihkan ideologi bangsa yang mulai berkarat di terjang arus keumuman ini. Karena kedaulatan masih menjadi hak priogatif rakyatnya SMA N 1 WONOSARI yang “bersatu dengan satu satuan maksud”. (Els.)

×