Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Laporan praktikum biologi pernafasan serangg afinal

5,953 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Laporan praktikum biologi pernafasan serangg afinal

  1. 1. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses respirasi merupakan reaksi kimia yang memecah molekul nutrisi dalam sel hidup e untuk melepaskan energy. Pembebasan energy menggunakan energy bebas. Kebutuhan oksigen dalam respirasi antara hewan satu dengan yang lainnya berbeda. B. Rumusan Masalah Apakah jenis serangga memengaruhi banyak sedikitnya oksigen yang diperlukan serangga untuk bernafas? C. Tujuan Praktikum Mengetahui factor yang mempengaruhi banyak sedikitnya Oksigen yang diperlukan oleh serangga untuk bernafas. II. KAJIAN PUSTAKAVariabel bebas : Bermacam-macam jenis seranggaVaribel terikat/respon : Kuantitas oksigen yang dibutuhkanVariabel kontrol : Massa serangga, suhu di lingkungan sekitar, jenis kelamin(jika bisa), dan jumlah KOH yang diberikan. Laju metabolisme adalah jumlah total energi yang diproduksi dan dipakai oleh tubuh per satuan waktu (Seeley, 2002). Laju metabolisme berkaitan erat dengan respirasi karena respirasi merupakan proses ekstraksi energi dari molekul makanan yang bergantung pada adanya oksigen (Tobin, 2005). Secara sederhana, reaksi kimia yang terjadi dalam respirasi dapat dituliskan sebagai berikut: C6H12O6 + 6O2 → 6 CO2 + 6H2O + ATP (Tobin, 2005). Laju metabolisme biasanya diperkirakan dengan mengukur banyaknya oksigen yang dikonsumsi makhluk hidup per satuan waktu. Hal ini memungkinkan karena oksidasi dari bahan makanan memerlukan oksigen (dalam jumlah yang diketahui) untuk menghasilkan energi yang
  2. 2. dapat diketahui jumlahnya juga. Akan tetapi,laju metabolisme biasanya cukup diekspresikan dalambentuk laju konsumsi oksigen. Respirometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur rata-rata pernapasan organismedengan mengukur rata-rata pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Hal ini memungkinkanpenyelidikan bagaimana faktor-faktor seperti umur atau pengaruh cahaya memengaruhi rata-ratapernapasan. Serangga merupakan hewan terestial yang tidak memiliki paru-paru tetapi menggunakansystem trakea untuk pertukaran gas. Kulit pada serangga terletak dikedua sisi bagian toraks danabdomen, memiliki sederatan paru-paru atau disebut juga spirakel, yang tersusun pada setiapsegmen dan behubungan dengan system saluran trakea spirakel dilindungi katub atau rambut-rambut untuk mencegah evaporasi yang berlebihan lewat pori-pori ini. Trakea tersusun denganteratur, sebagian berjalan longitudinal dan sebagian lagi tranpersal. Diameter trakea yang besarberkisar sekitar 1mm dan selalu terbuka dengan penebalan berbentuk spiral dan melingkar,terbentuk dari khitin yang keras, merupakan suatu bahan yang juga terdapat pada kutikula(Darmadi Goenarso,2005) Trakea merupakan invaginasi (lekukan kedalam)dari ectoderm dan umumnya mempunyailubang keluar yang disebut spirakel. Bentuknya berupa pembuluh yang silindris yang mempunyailapisan kitin (chitin). Lapisan kitin ini mempunyai penebalan seperti spiral. Spirakel terdapatsepasang tiap ruas tubuh yang kadang-kadang mempunyai katup untuk menjaga penguapan air.Trakea mempunyai cabang-cabang dan cabang yang terkecil yang menembus jaringan disebuttrakeolus dengan diameter 1-24. Trakeolus tidak mempunyai lapisan kitin dan dibentuk oleh selyang disebut trakeoblas, trakeolus pada serangga ujungnya buntu dan berisi udara atau kadang-kadang berisi cairan. Alat pernapasan pada serangga berupa trakea, udara masuk dan keluar melalui lubang kerutyang disebut spirakel atau stigma yang terletak di kanan kiri tubuhnya. Dari stigma udara terusmasuk ke pembuluh trakea memanjang dan sebagian ke kantung hawa halus yang masuk ke seluruhjaringan tubuh. Pada system trakea ini pengangkutan oksigen dan karbon dioksida tidakmemerlukan bantuan system transportasi khususnya darah. Fungsi spirakel dan trakea untuk memungkinkan lewatnya udara kepercabangan saluranyang disebut trakeol, yang merupakan saluran lembut intraseluler dengan diameter sekitar 1μm.Jumlahnya sangat banyak dan berada diberbagai jaringan, terutama otot. Berbeda dengan trakease,saluran-saluran lembut ini tidak dilapisi dengan kutikula, pertukaran gas terjadi dengan mudahmelewati dinding saluran ini. System pernapasan pada serangga melalui sejumlah percabangansaluran udara pada system trakea. Oksigen langsung dibawa ke jaringan, jadi tidak dilaksanakan
  3. 3. melewati aliran darah. Distribusi oksigen dan pengeluaran karbondioksida tidak dilakukan lewatsystem peredaran. Pada kebanyakan serangga dengan difusi saja sudah tercukupi oleh karena itutubuh serangga pada umumnya berukurab kecil. Pada beberapa spesies difusi ini dibantu dengangerakan ritmiks toraks atauabdomen. Cara mengalirkan udara (ventilsi) seperti itu, pada belalang spirakel dibuka dan ditutupbergantian, sehingga udara dapat masuk ke tubuh lewat spirakel toraks dan keluar tubuh lewatspirakel abdomen. Selain itu serangga dapat mengendalikan laju masuknya oksigen ke jaringan.Bila terjadi peningkatan otot (saat terbang ) akan terjadi penumpukan asam laktat di jaringan.Akibatnya tekanan osmosis cairan jaringan meningkat sehingga cairan di trakeol terserap masuk,sehingga jalan udara lebih leluasa mencapai jaringan dan difusi oksigen ke jaringan lebih cepat. Ada tiga fase gerakan pernafasan serangga, yaitu: • Inspirasi kurang ¼ detik, pada awal inspirasi katub spirakel terbuka • Fase pertukaran selama 1 detik, baik spirakel pada toraks atau abdomen menutup • Fase ekspirase, dan spirakel abdomen membuka Udara masuk dari system trakea sebelah muka pada inspirasi dan bergerak ke belakangselama fase pertukaran gas dan pada fase ke-3 udara keluar dari spirakel bagian posterior.Membuka dan menutupnya spirakel dikontrol oleh system saraf. System trakea berfungsi mengangkut O2 dan mengedarkannya keseluruh tubuh dansebaliknya mengangkut CO2 hasil respirasi untuk dikelurkan dari tubuh. Maka darah pada seranggahanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut gas pernafasan. Di bagianujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. Pada serangga airjentik nyamuk udara di peroleh dengan menjulurkan tabung pernafasan kepermukaan air untukmengambil udara, serangga air tertentu mempunyai gelembung udara di organ yang menyerupairambut pada permukaan ventral. Selama menyelam, karbondiksida dalam gelembung dipindahkanmelalui system trakea ke sel-sel pernafasan. Selain itu adapula serangga yang pengambilan udaramelelui cabang-cabang harus serupa insang selanjutnya dari cabang halus ini oksigen di edarkanmelalui pembuluh trakea.
  4. 4. III. METODE PRAKTIKUM A. Alat dan Bahan 1. Respirometer sederhana 2. Timbangan 3. Tiga jenis serangga dengan berat yang sama (sikel, jangkerik dan ) 4. Kristal KOH 5. Eosin 6. Plastisin 7. Kapas 8. Siring B. Cara Kerja 1. Menimbang berat beberapa jangkrik dan belalang menggunakan timbangan. 2. Memilih satu ekor sikel dan satu ekor jankerik yang memiliki berat yang sama. 3. Membungkus Kristal KOH dengan kapas, lalu memasukkannya ke dalam tabung respirometer. 4. Memasukkan seekor sikel ke dalam tabung respirometer, kemudian menutup tabung tersebut dengan pipa berskala. 5. Menempelkan plastisin pada celah penutup tabung. 6. Menutup ujung lain pipa berskala menggunakan jari tangan selama satu menit. 7. Melepaskan jari dari ujung pipa dan menyuntikkan eosin sampai batas angka 0 pada pipa dengan siring. 8. Mengamati pergerakan eosin setiap dua menit selama 8 menit. 9. Mencatat pergerakan eosin setiap dua menit. 10. Melakukan percobaan yang sama pada jangkerik dan belalang.IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Tabel 1. Data pengamatan No Jenis Serangga Berat Perpindahan kedudukan eosin (dalam skala) Serangga 2 menit 2 menit 2 menit 2 menit ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 1 Sikel 0,55 gram 16 18 10 6 2 Jangkerik 0,55 gram 10 5 9 8 3 Belalang 0,55 gram 15 12 27 16
  5. 5. Tabel 2. Data hasil olahan No Jenis Serangga Berat Kebutuhan Oksigen Serangga (dalam ml) Serangga 2 menit 2 menit 2 menit 2 menit ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 1 Sikel 0,125 0,55 gram 0,16 0,18 0,10 0,06 2 Jangkerik 0,55 gram 0,1 0,05 0,09 0,08 3 Belalang 0,55 gram 0,15 0,12 0,27 0,16 No. Jenis Serangga Volume Oksigen Laju konsumsi Rata-rata per Menit Oksigen (dalam mL) 1 Sikel 0,125 2 Jengkerik 0,080 3 Belalang 0,175Contoh penghitungan kebutuhan oksigen pada serangga :Diketahui : 100 skala = 1 ml Jenis serangga = sikel Waktu = 2 menit pertama kedudukan eosin = 16 skalaDitanyakan : kebutuhan oksigen sikel pada 2 menit pertama (ml)Jawab : kebutuhan O2 = = 0,16 Chart Title 0.3 0.25 0.2 0.15 0.1 0.05 0 2 menit ke-1 2 menit ke-2 2 menit ke-3 2 menit ke-4 Sikel 0,55 gram Jangkerik 0,55 gram Belalang 0,55 gram Grafik 1. Laju kebutuhan oksigen Dari grafik olahan data di atas, pada 2 menit ke-2 laju kebutuhan oksigen sikel mengalamikenaikan, sedangkan pada jengkerik dan belalang mengalami penurunan. Pada 2 menit ketiga lajukebutuhan O2 pada 2 menit ke-3 mengalami penurunan, sedangkan pada jengkerik dan belalangmengalami kenaikan. Pada 2 menit ke-4 laju kebutuhan O2 pada ketiga jenis serangga mengalamipenurunan.
  6. 6. B. Pembahasan Dalam percobaan ini, khususnya pada percobaan yang menggunakan mikrorespirometer danrespirometer Scholander, digunakan KOH 20%. Fungsi dari larutan ini adalah untuk mengikat CO2,sehingga pergerakan dari cairan eosin benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen. Adapunreaksi yang terjadi antara KOH dengan CO2 adalah sebagai berikut: KOH + CO2 → K2CO3 + H2O Laju kebutuhan O2 pada sikel,belalang,dan jengkerik berbeda-beda. Perbedaan jenis ini tentu sajamengakibatkan perbedaan laju konsumsi oksigen, karena perbedaan jenis tentu saja menunjukanperbedaan karakter morfologis seperti ukuran tubuh Walaupun massa ketiga jenis serangga sama, tetapiukuran tubuhnya berbeda-beda. Hal ini juga mempengaruhi laju kebutuhan O2 . Selain itu faktor yangmempengaruhi laju kebutuhan O2 yang dapat diamati pada saat praktikum adalah aktivitas dari serangga.Perbedaan ini dapat di amati pada laju kebutuhan O2 belalang pada 2 menit ke-3 yang mengalamikenaikan yang signifikan. Hal ini dikarenakan belalang aktif bergerak di dalam tabungrespirometer.Semakin aktif semakin besar pula konsumsi oksigen. Hal ini di karenakan pada saat aktif,sel-sel tubuh memerlukan lebih banyak energy, dan karena itu lebih banyak membutuhkan oksigen.V.

×