Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sidang ta elok cutria t j3 e110023 fix

1,039 views

Published on

Published in: Food
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Sidang ta elok cutria t j3 e110023 fix

  1. 1. Latar Belakang Tujuan  Filling salah satu titik kendali kritis proses produksi  Untuk menjamin mutu dan keamanan pangan  Mempelajari faktor kritis dalam proses pengisian produk  Menunjukan adanya hubungan antara Speed (kecepatan aliran botol) dengan proses ubnormal low liquid level dan waktu filling
  2. 2. Profil Perusahaan Nama Industri Tempat PKL VISI MISI
  3. 3. Pengertian TEH Minuman yang dibuat dengan menyeduh pucuk daun yang telah dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas Macam – macam Teh - Black Tea - Oloong Tea - GREEN TEA - White Tea Sekilas tentang TEH
  4. 4. FUTAMI LECI FUTAMI PERSIK FUTAMI KLASIK FUTAMI MADU Makloon COLANT
  5. 5. Ekstraksi Penimbangan Pendinginan Pencampuran Pasteurisasi Pengisian Cooling tunnel Pelabelan Pengemasan Storage Water Process
  6. 6. 1. Filling adalah proses pengisian produk kedalam kemasan dengan pengaturan waktu dan suhu yang ditentukan. 2. Dilakukan dengan proses termal hot-filling 3. Proses pengisian (filling) : a. Washing b. Filling c. Capping Proses Pengisian
  7. 7. • a 1. Speed (kecepatan aliran botol permenit) 2. Waktu filling 3. Brix 4. Volume botol 5. Suhu filling 6. Ph 7. Warna 8. Cap angle Parameter analisis pada proses filling
  8. 8. Parameter abnormal pada proses filling 1 Low liquid level 2 Cacat botol 3 Cacat cap 4 Cap terbuka 8 Telat suplai botol atau cap 5 Penyok leher botol 6 Cap miring 7 Kebersihan mulut botol
  9. 9. 1 Low Liquid Level Parameter abnormal pada proses filling 2 Cacat botol 3 Cacat cap 4 Cap terbuka 8 Telat suplai botol atau cap 5 Penyok leher botol 6 Cap miring 7 Kebersihan mulut botol
  10. 10. a = 7.4367 b = -0.0825 r ( Koefisien korelasi) = 0.449 R2 ( Koefisien determinasi) = 0.179 a = 5.7837 b = -0.0448 r ( Koefisien korelasi) = 0.211 R2 ( Koefisien determinasi) = 0.063 y = -0.0448x + 5.7837 R² = 0.0636 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 speed 380 380,67 381 381,33 381,83 388,17 390,17 391,83 392,33 395 397,33 399 399,83 400 400,17 400,5 Frekuensilowliquidlevel(kali) Speed (botol permenit) Hubungan Speed terhadap LLL varian GTPE LLL Linear (LLL) y = -0.0825x + 7.4637 R² = 0.1792 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 speed 382,4 390,33 391,17 393,5 394,5 398,67 399,33 400 400,17 400,17 400,5 400,5 400,67 401,17 401,5 402,67 Frekuensilowliquidlevel(kali) Speed (botol permenit) Hubungan Speed dan LLL varian GTLY LLL Linear (LLL)
  11. 11. a = 5.4082 b = -0.0388 r ( Koefisien korelasi) = 0.231 R2 ( Koefisien determinasi) = 0.057 a = 5.0376 b = 0.0519 r ( Koefisien korelasi) = 0.168 R2 ( Koefisien determinasi) = 0.037 y = 0.0519x + 5.0376 R² = 0.0373 0 2 4 6 8 10 12 14 16 Frekuensilowliquidlevel(kali) Speed (botol permenit) Hubungan Speed terhadap LLL varian GTM LLL Linear (LLL) y = -0.0388x + 5.4082 R² = 0.057 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 speed 380,17 381,17 388,83 390,5 391 397,67 399,17 400 400 400,5 400,5 400,8 401 401,33 401,5 401,83 Frekuensilowliquidlevel(kali) Speed ( botol permenit) Hubungan Speed terhadap LLL varian GTK LLL Linear (LLL)
  12. 12. a = 1.1209 b = -0.0016 r ( Koefisien korelasi) = 0.465 R2 ( Koefisien determinasi) = 0.088 a = 1.167 b = -0.0024 r ( Koefisien korelasi) = -0.349 R2 ( Koefisien determinasi) = 0.113 y = -0.0024x + 1.167 R² = 0.1134 0.5 0.7 0.9 1.1 1.3 1.5 1.7 speed 380 380,67 381 381,33 381,83 388,17 390,17 391,83 392,33 395 397,33 399 399,83 400 400,17 400,5 WaktuFilling(jam) Speed (botol permenit) Hubungan Speed terhadap Waktu Filling varian GTPE Waktu Linear (Waktu) y = -0.0016x + 1.1209 R² = 0.0887 0.5 0.7 0.9 1.1 1.3 1.5 1.7 speed 382,4 390,33 391,17 393,5 394,5 398,67 399,33 400 400,17 400,17 400,5 400,5 400,67 401,17 401,5 402,67 waktudilling(jam) Speed (botol permenit) Hubungan Speed dan Waktu Filling varian GTLY Waktu Linear (Waktu)
  13. 13. a = 1.1329 b = -0.0019 r ( Koefisien korelasi) = -0.234 R2 ( Koefisien determinasi) = 0.101 a = 1.1354 b = -0.0007 r ( Koefisien korelasi) = -0.081 R2 ( Koefisien determinasi) = 0.0038 y = -0.0007x + 1.1354 R² = 0.0038 0.5 0.7 0.9 1.1 1.3 1.5 1.7 1.9 2.1 speed 379,83 380,33 380,5 380,83 389,33 390,33 390,5 390,83 393,17 397 399 400,2 400,67 400,83 401,67 407,67 WaktuFiling(jam) Speed (Botol permenit) Hubungan Speed terhadap Waktu Filling varian GTM Waktu Linear (Waktu) y = -0.0019x + 1.1329 R² = 0.1011 0.5 0.7 0.9 1.1 1.3 1.5 1.7 speed 380,17 381,17 388,83 390,5 391 397,67 399,17 400 400 400,5 400,5 400,8 401 401,33 401,5 401,83 WkatuFilling(jam) Speed (botol permenit) Hubungan Speed terhadap Waktu Filling varian GTK Waktu Linear (Waktu)
  14. 14. Hubungan Speed dan low liquid level dan waktu filling 1. Tidak adanya hubungan atau pengaruh speed terhadap kejadian abnormal low liquid level. 2. Tidak adanya hubungan atau pengaruh speed terhadap waktu filling. 3. Jika dilihat berdasarkan varian produk, tidak ada perbedaan berarti untuk pengaruh variabel analisis.
  15. 15. SIMPULAN 1. Keterkaitan antara parameter speed terhadap waktu filling dan speed terhadap low liquid level sangat rendah, tetapi sebagian besar analisis model regresi linear memenuhi syarat linearitas ( Sig. > alfa) 2. Tidak adanya pengaruh antara parameter tersebut dapat diakibatkan oleh : - Telatnya suplai botol in line - Telat suplai cap - Berfluktuasinya suhu PHE - Filter tersumbat
  16. 16. SARAN 1. Lebih memperhatikan parameter lainnya yang lebih berpengaruh seperti fluktuasinya suhu PHE dan filter tersumbat 2. Adanya pengecekan berkala terhadap tiap-tiap parameter dan proses filling yang dilakukan. 3. Menambahkan camera checker sebagai alat analisis produk pada proses filling.
  17. 17. TERIMA KASIH Thank you
  18. 18. TEH HITAM 1. TEH HIJAU 2. TEH OOLONG TEH PUTIH

×