Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kepemimpinan

2,575 views

Published on

Published in: Technology, Business
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kepemimpinan

  1. 1. PENGERTIANUsaha yang positif untuk mempengaruhi/mengerahkanorang lain untuk tetap atau lebih bersemangatmelakukan tugas atau mengubah tingkahlaku mereka
  2. 2.  Adanya pengikut atau bawahan Adanya pembagian kekuasaan (yang tidak seimbang) Pemimpin dapat mempengaruhi bawahanUnsur pokok kepemimpinan
  3. 3.  Establishing Direction Aligning People Motivating and InspiringFungsi kepemimpinan
  4. 4. SIX THEORITICAL VIEWS OFSIX THEORITICAL VIEWS OFLEADERSHIPLEADERSHIP Leadership as powerLeadership as power Organizational theoryOrganizational theory Trait theoryTrait theory Situational theorySituational theory Vision theoryVision theory Ethical assesmentEthical assesment(Robert Terry-Center of Advanced Leadership)(Robert Terry-Center of Advanced Leadership)
  5. 5. LEADERSHIP AS POWERLEADERSHIP AS POWER Ketika kepemimpinan dilihat sebagai “power”Ketika kepemimpinan dilihat sebagai “power”maka kata yang tepat untuk digunakan adalahmaka kata yang tepat untuk digunakan adalah“action”, karena intervensi/tindakan yang“action”, karena intervensi/tindakan yangdilakukan oleh pemimpin membuat sesuatudilakukan oleh pemimpin membuat sesuatuterlaksana atau terjadi.terlaksana atau terjadi. Seandainya pun “power” yang ada di delegasikanSeandainya pun “power” yang ada di delegasikanatau dilakukan “empowering” (Sehingga timbulatau dilakukan “empowering” (Sehingga timbulhasrat untuk bertindak pada diri anggota)hasrat untuk bertindak pada diri anggota)fokusnya tetap pada membuat sesuatufokusnya tetap pada membuat sesuatuterlaksana/terjadi.terlaksana/terjadi.
  6. 6.  Manakala seseorang bisa membuat orangManakala seseorang bisa membuat oranglain melakukan apa yang ia inginkan, makalain melakukan apa yang ia inginkan, makadapat dikatakan orang tersebut memilikidapat dikatakan orang tersebut memiliki“power” atas orang lain tersebut.“power” atas orang lain tersebut. LEADERSHIPLEADERSHIP meliputimeliputi POWERPOWER yaitu:yaitu:Kemampuan/Kekuatan/Kekuasaan untukKemampuan/Kekuatan/Kekuasaan untukmempengaruhi orang lain (atau membuatmempengaruhi orang lain (atau membuatsesuatu terlaksana/terjadi) dengan carasesuatu terlaksana/terjadi) dengan caraapapun.apapun.
  7. 7.  Kekuasaan seseorang terbatas padaKekuasaan seseorang terbatas padakonteks pengaruhnya, dengan demikiankonteks pengaruhnya, dengan demikiankekuatannya tidak universal tetapi terbataskekuatannya tidak universal tetapi terbataspada orang-orang yang dapat dipengaruhipada orang-orang yang dapat dipengaruhisaja.saja. Kebanyakan orang tidak menginginkanKebanyakan orang tidak menginginkanpemimpin yang haus kekuasaan, namunpemimpin yang haus kekuasaan, namunironisnya kita sering menciptakan sebuahironisnya kita sering menciptakan sebuahsistem dimana hanya orang yang haussistem dimana hanya orang yang hauskekuasaanlah yang dapat bertahankekuasaanlah yang dapat bertahansebagai pemimpin.sebagai pemimpin.
  8. 8.  Anggota kelompok yang “powerful”Anggota kelompok yang “powerful”cenderung lebih populer, lebih seringcenderung lebih populer, lebih seringdibicarakan, lebih banyak mencoba untukdibicarakan, lebih banyak mencoba untukmenyebarkan pengaruh dan pengaruhnyamenyebarkan pengaruh dan pengaruhnyalebih banyak diterima anggota lain sertalebih banyak diterima anggota lain sertacenderung berpartisipasi lebih banyakcenderung berpartisipasi lebih banyakdalam kegiatan.dalam kegiatan. Orang yang “powerful” konsep dirinya lebihOrang yang “powerful” konsep dirinya lebihpositif, sedangkan yang “low powered”positif, sedangkan yang “low powered”konsep dirinya cenderung negatif.konsep dirinya cenderung negatif.
  9. 9. Sumber kekuatan pemimpin Referent power Legitimate power Expert power Reward Power Coercive Power
  10. 10. ORGANIZATIONAL THEORYORGANIZATIONAL THEORY Kekuatan seseorang diartikan sebagai pengaruhKekuatan seseorang diartikan sebagai pengaruhposisi dan peran seseorang dalam sebuahposisi dan peran seseorang dalam sebuahstruktur birokrasi atau hirarki tertentu.struktur birokrasi atau hirarki tertentu. Pemimpin adalah orang yang mengenakanPemimpin adalah orang yang mengenakanselubung otoritas pada tiap level dalamselubung otoritas pada tiap level dalamorganisasi, dimana dengan posisi tersebut diaorganisasi, dimana dengan posisi tersebut diamemiliki kekuatan untuk mempengaruhi orangmemiliki kekuatan untuk mempengaruhi oranglain (struktur menghasilkan keabsahan otoritas)lain (struktur menghasilkan keabsahan otoritas)
  11. 11.  Hasil yang dapat diperoleh-dari penetapan secaraHasil yang dapat diperoleh-dari penetapan secarategas hirarki yang ada-adalah keteraturan,tegas hirarki yang ada-adalah keteraturan,konsistensi dan adanya nilai prediktif yang dapatkonsistensi dan adanya nilai prediktif yang dapatmemperkecil kebingungan dan ketidak efisienan.memperkecil kebingungan dan ketidak efisienan.Namun harga yang harus dibayar adalah adanyaNamun harga yang harus dibayar adalah adanyaketergantungan, kepatuhan mati, hilangnyaketergantungan, kepatuhan mati, hilangnyakejujuran, menurunnya kreativitas dan keberaniankejujuran, menurunnya kreativitas dan keberanianmengambil resiko.mengambil resiko. Menurut pandangan “organizational theory”Menurut pandangan “organizational theory”dibedakan antaradibedakan antara pimpinanpimpinan (orang yang memiliki(orang yang memilikiotoritas karena posisinya) denganotoritas karena posisinya) dengan pemimpinpemimpin(orang yang memiliki otoritas karena sifat atau(orang yang memiliki otoritas karena sifat ataukapasitas pribadinya.kapasitas pribadinya.
  12. 12. TRAIT THEORYTRAIT THEORY AsumsiAsumsiSecara alamiah orang dibekali dengan bakat kepemimpinan, yaituSecara alamiah orang dibekali dengan bakat kepemimpinan, yaitusejumlahsejumlah sifatsifat tertentu yang memungkinkan dia menjadi “leader”tertentu yang memungkinkan dia menjadi “leader”yang berhasil dalam situasi apapunyang berhasil dalam situasi apapun Sifat yang dimaksud (biasanya) berkaitan dengan “karakteristikSifat yang dimaksud (biasanya) berkaitan dengan “karakteristikfisik“ (tinggi badan, penampilan, dsb), “ability” (kemampuanfisik“ (tinggi badan, penampilan, dsb), “ability” (kemampuanberbicara, intelegensi, self esteem, dll)berbicara, intelegensi, self esteem, dll)
  13. 13. Kritik terhadap pendekatan iniKritik terhadap pendekatan iniadalahadalah Kesesuaian antara karakteristikKesesuaian antara karakteristik pemimpinpemimpindengan karakteristik bawahan dan tugas-dengan karakteristik bawahan dan tugas-tugasnyatugasnya Kesesuaian antara skill yang dimilikiKesesuaian antara skill yang dimilikipemimpin dengan tuntutan pekerjaanpemimpin dengan tuntutan pekerjaan
  14. 14.  Dari berbagai hasil penelitian tidakDari berbagai hasil penelitian tidakdidapatkan cukup bukti bahwadidapatkan cukup bukti bahwa sifatsifatberhubungan secara signifikan denganberhubungan secara signifikan dengankepemimpinankepemimpinan.. Hasil tersebut membuat fokus penelitianHasil tersebut membuat fokus penelitiandan bahasan bergeser pada masalahdan bahasan bergeser pada masalahstylesstyles atauatau gayagaya kepemimpinan, yaitukepemimpinan, yaitusekumpulan perilaku yang ditampilkansekumpulan perilaku yang ditampilkanseseorang dalam suatu situasi tertentu.seseorang dalam suatu situasi tertentu.
  15. 15. > Pendekatan ini mencoba menjelaskan apa yang seharusnyadilakukan oleh seorang pemimpin. Jadi berhubungan langungdenganproses kepemimpinan dan kebutuhan dari posisimanajerial> Menurut pendekatan ini ada 2 fungsi utama yang harusdilakukan oleh seorang pemimpin yang efektif : Fungsi pemecahan masalah, yaitu fungsi yangberhubungan dengan tugas (Initiating Structure) Fungsi sosial, yaitu fungsi yang berhubungandengan pemeliharaan kelompok (Consideration)Pendekatan Tingkahlaku
  16. 16. Bentuk perilaku yang harus ditampilkanConsideration yaitu tingkahlaku yang dapatmenciptakan hubungan baik antara atasan denganbawahan Initiating structure, berkaitan denganpenentuan dan rancangan peran bagi diri sendirimaupun bawahan
  17. 17. BENTUK PERILAKU YANG HARUS DITAMPILKAN Leader decision making, berkaitan dengan carapengambilan keputusan Interaction facilitation and group integration Berkaitandengan upaya menfasilitasi interaksi yang baik diantaraanggota untuk tercapainya integrasi kelompok
  18. 18. LIPPIT AUTOCRACY DEMOCRACY LAISSEZ - FAIRE
  19. 19. FLIPPO Coercive Autocracy Benevolent Autocracy Manipulative Autocracy Consultative Laissez - faire
  20. 20. RENSISLIKERT Exploitative Autocracy Benevolent Autocracy Consultative Participative
  21. 21.  Pendekatan ketergantungan pada situasi ini berkembangberdasarkan pemikiran dan penelitian yang menunjukkan bahwa situasi yangberkembang sangat berpengaruh terhadap kepemimpinan Efektivitas kepemimpinan bergantung pada kemampuan pemimpindalam menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat untuk situasi tertentu Gaya kepemimpinan adalah pola tingkahlaku yang disusun untukmengintegrasikan kepentingan individual dengan kepentingan organisasi dalammewujudkan tujuanSITUATIONAL THEORY
  22. 22.  Perbedaan gaya kepemimpinan tergantung pada orientasi yangbersangkutan Task orientation; berkaitan dengan seberapa jauh perhatianpemimpin terhadap cara pelaksanaan tugas yang dilakukanbawahan Human orientation; berkaitan dengan seberapa jauhperhatian pemimpin terhadap kepentingan bawahan Gaya kepemimpinan secara umum dibedakan atas: Total autocratic leadership Total democratic leadership
  23. 23. Fiedler’s Contingency Model of Leadership Keberhasilan/efektivitas seorang pemimpin dalam menjalankankepemimpinannya ditentukan oleh: Faktor situasional Interaksi pemimpin dengan situasi yang berkembang (kemampuan memilihgaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi yang ada)
  24. 24. Suatu situasi terbentuk sebagai hasil dariinteraksi 3 (tiga) elemen, yaitu:A.Hubungan pemimpin dengan bawahan/anggota merupakanelemen yang paling kritis dalam membuat suatu situasi yangbaik/disukai. Elemen ini dapat diketahui dengan mengevaluasitingkat penerimaan bawahan terhadap pemimpin/atasannya
  25. 25. B. Struktur tugas (task strukture)merupakan elemen terpenting kedua dan dapat diukurberdasarkan evaluasi bawahan terhadap: Kejelasan tujuan yang harus dicapai Tingkat konsistensi dari suatu keputusan Keragaman alternatif prosedur kerja ataupemecahan dari suatu masalahC. Posisi kekuasaan leader yang diperoleh dari otoritas formal.Elemen ini dapat diukur dengan mengevaluasi tingkatpengaruh pimpinan terhadap bawahannya antara lain denganmelihat seberapa banyak “hukuman” yang harus digunakanuntuk mempengaruhi bawahan
  26. 26. SITUATIONSITUATION 11 22 33 44 11 22 33 44AA GOODGOOD POORPOORBB STST USUS STST USUSCC SS WW SS WW SS WW SS WWStructuredUnstructuredStrong WeakHasil interaksi ke 3 (tiga) elemen tersebut di atas akan membentuk situasi sebagaiberikut: Menurut hasil penelitian, gaya kepemimpinan yang task oriented atau controllingleader lebih efektif bila digunakan pada situasi 1,2,3 dan 8 (situasi yang palingmudah dan yang paling sukar) sedangkan untuk situasi 4,5,6 dan 7 (situasipertengahan/moderat), gaya yang paling efektif adalah yang relation oriented ataupermissive leader
  27. 27. LIFE CYCLE THEORY OFLIFE CYCLE THEORY OFLEADERSHIPLEADERSHIP Dalam pandangan teori (yang dikembangkan oleh PaulHersey dan Kenneth H. Blanchard) ini, efektivitaskepemimpinan seseorang sangat erat hubungannya dengan: Tingkat kematangan (maturity) bawahan Kemampuan pemimpin untuk menyesuaikanorientasinya dengan kondisi kematangan bawahan (gayakepemimpinan)
  28. 28. Kematangan (maturity) adalah kesiapan kerjabawahan yang meliputi:Ability, menunjukkan kesiapan kerja bawahan yangberkaitan dengan pengetahuan, kemampuan,pengalaman dan keterampilan bawahan dalammenjalankan tugasWillingness, merupakan kesiapan psikologis bawahandalam menjalankan tugas dan berkaitan dengankeyakinan, komitmen, keinginan dan motivasi untukmaju serta kesediaan untuk bertanggungjawab
  29. 29. Berdasarkan 2 (dua) dimensi diatas, kematangandibagi menjadi :R1....Kematangan rendah...........unable and unwilling(insecure)R2....Kematangan moderate........unable but willing(confident)R3....Kematangan moderate........able but unwilling(insecure)R4... Kematangan tinggi..............able and willing(confident)LOWLOW MODERATEMODERATE HIGHHIGHR1R1 R2R2 R3R3 R4R4
  30. 30. Gaya kepemimpinanGaya kepemimpinan merupakan pola tingkahlakuesensial/dominan yang dimunculkanindividu/pemimpin ketika dia berusahamempengaruhi bawahannya. Gaya ini dibedakandalam task orientation/task behaviortask orientation/task behavior dan humandan humanorientation/relationship bahaviororientation/relationship bahavior
  31. 31.  Semakin matang bawahan, pemimpin harus mengurangi tingkatstruktur tugas/task orientationnya dan menambah humanorientation nya sampai pada tingkat kematangan rata-rata. Melampaui tingkat kematangan rata-rata, pemimpin harusmengurangi task orientation dan human orientation nyaS3S3 S2S2S4S4 S1S1HIGHLOW HIGHRelationshipMATURETASKIMATURE
  32. 32. S1 (High task-low relationship) untuk kondisi R1 (taraf kematanganrendah), pemimpin harus memberi instruksi dan mengarahkan bawahanterhadap tugas yang harus diselesaikan secara spesifik melalui komukasisatu arah (telling: tahap memberitahu)S2 (High task-high relationship) untuk kondisi R2 (taraf kematanganrendah menuju sedang), pemimpin masih memberikan instruksi danpengarahan namun dalam porsi secukupnya. Komunikasi bersifat dua arahyang diwarnai oleh adanya dukungan sosio-emosional dari pemimpin sertaadanya kesempatan bagi bawahan untuk bertanya dan meminta kejelasantugas(selling: tahap menjual)
  33. 33. S3 (Low task-high relationship) untuk kondisi R3 (taraf kematangansedang menuju tinggi), pemimpin hanya bertindak sebagai fasilitatorbagi kelancaran tugas bawahan. Keputusan dibuat bersama-sama olehpemimpin dan bawahan (participating: tahap berpartisipasi)S4 (Low task-low relationship) untuk kondisi R4 (taraf kematangantinggi), pemimpin hanyamemberikan arahan tentang tujuan umum yangakan dicapai, selebihnya bawahan sendiri yang bertangung jawab untukmengambil keputusan (delegating: tahap pendelegasian)
  34. 34. Memotivasi terutamadiperlukan di kondisi R1R1 dan R3R3 dandiarahkan untuk meningkatkan need for achievement (S.A.N/G.N)Perkiraan urutan taraf efektivitasgayakepemimpinan:R1 : S1-S2-S3-S4R2 : S2-S1-S3-S4R3 : S3-S2-S4-S1R4 : S4-S3-S2-S1

×