Teknik Persentasi dan Negosiasi
Kelompok 5
MEMAHAMI POLA PIKIR ORANG
Karekteristik para pelobi
• Golongan senang bersaing dan ingin menang
dalam segala hal (pressure group), pressure
group me...
Empat gaya dari adversary (lawan dalam
negoisasi) yang perlu diperhatikan:
• Gaya promotor: Orang dengan gaya social ini m...
Pola Perilaku dalam Negosiasi
• Moving against (pushing): menjelaskan, menghakimi,
menantang, tak menyetujui, menunjukkan ...
KERANGKA BERFIKIR PIMPINAN PEMERINTAHAN
Peran pemerintah terhadap BUMN yaitu
• Sebagai regulator, pembuat regulasi pemerin...
• Sebagai owner,sebagai pemilik atas BUMN. Sudah jelas
bahwa BUMN itu milik pemerintah dan dalam
kepemilikannya diwakili M...
KERANGKA BERFIKIR PIMPINAN BUMN
Pada saat pergantian pemimpin tertinggi maka jajaran
dibawahnya juga diganti. Hal yang cu...
MEMAHAMI CARA BERFIKIR
PIMPINAN PERUSAHAAN SWASTA
• Seiring tumbuhnya perusahaan yang mencapai
15-25% maka sistem mulai di...
ANTARA PENGAMBIL KEPUTUSAN DAN
EKSEKUTOR
• Pengambil keputusan tidak selalu eksekutor. Dalam
suatu pemerintahan ada peran ...
Dengan kata lain ada layer pimpinan
tertinggi, manajer dan staff. Agar lobi sukses dan
berjalan sesuai rencana maka ketiga...
Strategi memahami pola pikir orang
• Pola pikir adalah kepercayaan atau kumpulan kepercayaan
yang dimiliki seseorang, yang...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Teknik persentasi dan negosiasi ppt

1,074 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,074
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teknik persentasi dan negosiasi ppt

  1. 1. Teknik Persentasi dan Negosiasi Kelompok 5
  2. 2. MEMAHAMI POLA PIKIR ORANG
  3. 3. Karekteristik para pelobi • Golongan senang bersaing dan ingin menang dalam segala hal (pressure group), pressure group melihat negoisasi sebagai ajang kompetisi, dan mencari keuntungan dengan penguasaan • Golongan senang bekerja sama, dan ingin mencapai persetujuan yang terbaik bagi semua pihak (coorperative group). Coorporative Group memandang negoisasi dalam hubungannya dengan tujuan jangka panjang
  4. 4. Empat gaya dari adversary (lawan dalam negoisasi) yang perlu diperhatikan: • Gaya promotor: Orang dengan gaya social ini mempunyai sifat cepat memutuskan, agresif, kreatif, cenderung verbal, banyak ide yang muluk-muluk, dan suka akan hal yang bagus dan baik. • Gaya fasilitator: Orang dengan gaya social ini mempunyai sifat peramah, suka menolong, mempunyai tenggang rasa yang benar, peka atau perasa, selalu berbicara dan bertindak diplomatis. • Gaya kontroler: Orang dengan gaya social ini mempunyai sifat yang tidak sabar, ingin berkuasa, penuh tekad, tetapi efisien dan ingin tuntas • Gaya analitikal: Orang dengan gaya social ini memiliki kesabaran, selalu ingin spesifik, terinci, dan pemikir.
  5. 5. Pola Perilaku dalam Negosiasi • Moving against (pushing): menjelaskan, menghakimi, menantang, tak menyetujui, menunjukkan kelemahan pihak lain. • Moving with (pulling): memperhatikan, mengajukan gagasan, menyetujui, membangkitkan motivasi, mengembangkan interaksi. • Moving away (with drawing): menghindari konfrontasi, menarik kembali isi pembicaraan, berdiam diri, tak menanggapi pertanyaan. • Not moving (letting be): mengamati, memperhatikan, memusatkan perhatian pada “here and now”, mengikuti arus, fleksibel, beradaptasi dengan situasi.
  6. 6. KERANGKA BERFIKIR PIMPINAN PEMERINTAHAN Peran pemerintah terhadap BUMN yaitu • Sebagai regulator, pembuat regulasi pemerintah menetapkan dan mengeluarkan berbagai peraturan,ketentuan & kebijakan termasuk anjuran yang menjadi pedoman atau petunjuk dalam mengoperasikan atau menjalankan BUMN • Sebagai operator, yang mengoperasikan untuk peran ini hampir seluruhnya telah ditinggalkan dan dilimpahkan kepada orang BUMN itu sendiri.
  7. 7. • Sebagai owner,sebagai pemilik atas BUMN. Sudah jelas bahwa BUMN itu milik pemerintah dan dalam kepemilikannya diwakili Mentri Negara BUMN Kebiasaan atau pemikiran pendek yang diperlihatkan oleh para pemimpin yang duduk dipemerintahan : • Masa kepemimpinan pendek (jangka waktu pemerintahan terbatas) suka memanfaatkan prinsip aji mumpung. • Pola hitung untung rugi, mengeluarkan biaya yg tdk sedikit pd masa kampanye maka akan mengambil keuntungan balik yg akan diterima dlm melakukan negosiasi • Gaji kecil dan terbatas degan tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu butuh dana ekstra yang tdk diambil dari kantong pribadinya • Kesejahteraan pribadi dan keluarga tidak cukup jika hanya dari gaji normal.
  8. 8. KERANGKA BERFIKIR PIMPINAN BUMN Pada saat pergantian pemimpin tertinggi maka jajaran dibawahnya juga diganti. Hal yang culup serius adalah gantin pimpinan biasanya diikuti dengan gantinya supplier dan distributor. Tentang gantinya supplier dan distributor bagi seorang pelobi tentu menjadi suatu ancaman tetapi juga bisa menjadi suatu peluang. Sebaiknya jika ada pergantian pimpinan,supplier dan distributor yang sudah bergabung harus melakukan ancang-ancang dan mempersiapkan strategi pendekatan sehingga posisi tdk akan ikut diganti.
  9. 9. MEMAHAMI CARA BERFIKIR PIMPINAN PERUSAHAAN SWASTA • Seiring tumbuhnya perusahaan yang mencapai 15-25% maka sistem mulai dibangun, rentang birikrasi mulai melebar, kegesitan dan keterbukaan mulai berkurang. Pimpinan yang posisinya dibawah cenderung melimpahkan tanggung jawab atas ide yang masih samar keberhasilannya kpd pimpinan diatasnya, bila pimpinan tidak berani bertanggung jawab, maka ide tersebut dinaikkan hingga kejabatan yang paling tinggi.
  10. 10. ANTARA PENGAMBIL KEPUTUSAN DAN EKSEKUTOR • Pengambil keputusan tidak selalu eksekutor. Dalam suatu pemerintahan ada peran sebagai supporting staff yaitu : • Ada pejabat yang mendatangani sebuah kebijakan yang telah diputuskan • Ada eselon dibawahnya yang melaksanakan atau mengoperasikan • Ada pejabat yang menyediakan equipment (berbagai perlengkapan) seperti data, informasi dan sebagainya.
  11. 11. Dengan kata lain ada layer pimpinan tertinggi, manajer dan staff. Agar lobi sukses dan berjalan sesuai rencana maka ketiga layer tersebut harus diperhatikan. Ada kecurigaan setiap lobi diikuti dengan aksesoris “3 ta” yaitu harta, tahta dan wanita (kedudukan,uang dan wanita). Di sisi lain ada yang berpendapat layer diatas sudah tidak memerlukan lagi karena takut dengan sanksi hukum dan moral, sedang layer dibawah masih memerlukannya jalan tengah agar antara satu layer dengan layer lain tidak merasa diabaikan maka diperlukan staf operasional yanhg tugasnya mem-follow up hasil.
  12. 12. Strategi memahami pola pikir orang • Pola pikir adalah kepercayaan atau kumpulan kepercayaan yang dimiliki seseorang, yang menjadi acuan utamanya dalam berpikir, berbicara, dan bertindak. Sekurangnya ada empat faktor yang memengaruhi pola pikir, yaitu lingkungan keluarga, pergaulan dengan masyarakat, pendidikan, dan sistem kepercayaan seseorang. • Beberapa pola pikir manusia dapat dirangkum dan masingmasing dapat diketahui seperti di bawah ini: • Pola Pikir Kharismatik • Pola Pikir Tenasitas • Pola Pikir Perasaan • Pola Pikir Mencoba-coba • Pola Pikir Ilmiah

×