Kelompok 2

335 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
335
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kelompok 2

  1. 1. Metode Penelitian KualitatifLandasan Filosofis Penelitian Kualitatif
  2. 2. Kelompok III Suci NuralitaSiti Awalia Fadila Maliki Megi Fernando Heru Ashari
  3. 3. Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif adalah satu model penelitian humanistik, yang menempatkan manusia sebagai subyek utama dalam peristiwa sosial/budaya.Manusia sebagai penentu utama perilaku individu dan gejala sosial. tingkah laku manusia yang tampak merupakan konsekwensi-konsekwensi dari sejumlah pandangan atau doktrin yang hidup di kepala manusia pelakunya.
  4. 4. secara ontologis… Paradigma kualitatif berpandangan bahwa fenomena sosial, budaya dan tingkah laku manusia tidak cukup dengan merekam hal-hal yang tampak secara nyata, melainkan juga harus mencermati secara keseluruhan dalam totalitas konteksnya.
  5. 5. Dalam Interaksionismesimbolis… Dipertegas lagi tentang batasan tingkah laku manusia sebagai obyek studi Ditekankankan perspektif pandangan sosio- psikologis, yang sasaran utamanya adalah pada individu ‘dengan kepribadian diri pribadi’ dan pada interaksi antara pendapat intern dan emosi seseorang dengan tingkah laku sosialnya.
  6. 6. Paradigma kualitatif meyakini bahwa di dalam masyarakat terdapat keteraturan. Keteraturan itu terbentuk secara natural, karena itu tugas peneliti adalah menemukan keteraturan itu, bukan menciptakan atau membuat sendiri batasan-batasannya berdasarkan teori yang ada.
  7. 7.  Dalam penelitian kualitatif, ‘proses’ penelitian merupakan sesuatu yang lebih penting dibanding dengan ‘hasil’ yang diperoleh. penelitian kualitatif adalah satu kegiatan sistematis untuk menemukan teori dari kancah – bukan untuk menguji teori atau hipotesis. paradigma kualitatif tetap mengakui fakta empiris sebagai sumber pengetahuan tetapi tidak menggunakan teori yang ada sebagai bahan dasar untuk melakukan verifikasi.
  8. 8.  peneliti sebagai instrumen pengumpul data merupakan satu prinsip utama. Hanya dengan keterlibatan peneliti alam proses pengumpulan datalah hasil penelitian dapat dipertanggungjawakan.
  9. 9. proses analisis dan pengambilankesimpulan…A. Induksi analitis adalah satu pendekatan pengolahan data ke dalam konsep-konsep dan kateori-kategori (bukan frekuensi). Jadi simbol- simbol yang digunakan tidak dalam bentuk numerik, melainkan dalam bentuk deskripsi, yang ditempuh dengan cara merubah data ke formulasi.B. Ekstrapolasi adalah suatu cara pengambilan kesimpulan yang dilakukan simultan pada saat proses induksi analitis dan dilakukan secara bertahap dari satu kasus ke kasus lainnya, kemudian –dari proses analisis itu-- dirumuskan suatu pernyataan teoritis.
  10. 10. Positivisme… Tingkatan Teologi (Etat Theologique). Pada tingkatan ini manusia belum bisa memahami hal- hal yang berkaitan dengan sebab akibat. Tingkatan Metafisik (Etat Metaphisique). Pada dasarnya tingkatan ini merupakan suatu variasi dari cara berfikir teologis Tingkatan Positif (Etat Positive). Pada tahapan ini manusia sudah menemukan pengetahuan yang cukup untuk menguasai alam.
  11. 11. Tahapan positif merupakan tahapan tertinggi, ini berarti dua tahapan sebelumnya merupakan tahapan yang rendah dan primitif, oleh karena itu filsafat Positivisme merupakan filsafat yang anti metafisik, hanya fakta-fakta saja yang dapat diterima. Segala sesuatu yang bukan fakta atau gejala (fenomin) tidak mempunyai arti, oleh karena itu yang penting dan punya arti hanya satu yaitumengetahui (fakta/gejala) agar siap bertindak (savoir pour prevoir).
  12. 12. Fenomenologi… Dalam faham fenomenologi, bahwa kita harus kembali kepada benda-benda itu sendiri (zu den sachen selbst), obyek-obyek harus diberikan kesempatan untuk berbicara melalui deskripsi fenomenologis guna mencari hakekat gejala- gejala (Wessenchau). kesadaran bukan bagian dari kenyataan melainkan asal kenyataan
  13. 13. Kuantitatif1. Menggunakan hiopotesis yang ditentukan sejak awal penelitian2. Definisi yang jelas dinyatakan sejak awal3. Reduksi data menjadi angka-angka4. Lebih memperhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrumen penelitian5. Penilaian validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan hitungan statistik6. Mengunakan deskripsi prosedur yang jelas (terinci)7. sampling random8. Desain/kontrol statistik atas variabel eksternal9. Menggunakan desain khusus untuk mengontrol bias prosedur10. Menyimpulkan hasil menggunakan statistik11. Memecah gejala-gejala menjadi bagian-bagian untuk dianalisis12. Memanipulasi aspek, situasi atau kondisi dalam mempelajari gejala yang kompleks
  14. 14. Kualitatif1. Hipotesis dikembangkan sejalan dengan penelitian/saat penelitian2. Definisi sesuai konteks atau saat penelitian berlangsung3. Deskripsi naratif/kata-kata, ungkapan atau pernyataan4. Deskripsi naratif/kata-kata, ungkapan atau pernyataan5. Lebih suka menganggap cukup dengan reliabilitas penyimpulan6. Penilaian validitas melalui pengecekan silang atas sumber informasi7. Menggunakan deskripsi prosedur secara naratif8. Sampling purposive9. Menggunakan analisis logis dalam mengontrol variabel ekstern10. Mengandalkan peneliti dalam mengontrol bias11. Menyimpulkan hasil secara naratif/kata-kata12. Gejala-gejala yang terjadi dilihat dalam perspektif keseluruhan13. Tidak merusak gejala-gejala yang terjadi secara alamiah /membiarkan keadaan aslinya
  15. 15. Prinsip – Prinsip Metodologi PenelitianBerdasarkan Perspektif InteraksiSimbolik Metodologi Penelitian Kualitatif Metodologi merupakan suatu proses, prinsip dan prosedur yang digunakan untuk mendekati permasalahan dan mencari jawaban. Metodologi juga berarti pendekatan umum yang mengkaji topik penelitian. Metodologi Interaksi Simbolik Interaksionis simbolik berasumsi bahwa penelitian sistematik harus dilakukan dalam suatu lingkungan yangg alamiah alih-alih lingkungan yang artifisial seperti eksperimen.
  16. 16. Proses Induktif Dalam penelitian kualitatif, peran bahasa dan makna-makna yang dianut subjek penelitian, menjadi sangat penting. Dalam Kuantitatif, pengamatan berperan serta, wawancara mendalam, dan analisis dokumen juga dikenal, tetapi di anggap tidak terlalu penting. Sementara dalam kualitatif, ketiga metode tersebut bersifat fundamental dan sering digunakan bersama-sama, seperti dalam sebuah studi kasus. penelitian kualitatif ini lebih bertujuan memperoleh pemahaman yang otentik mengenai
  17. 17. Cressey merumuskan langkah-langkah induksi analitik…1. Suatu defenisi kasar fenomena yang harus dijelaskan dirumuskan2. Penjelasan hipotesis fenomena tersebut dikembangkan3. Suatu kasus diteliti dengan tujuan menentukan apakah hipotesis tersebut sesuai dengan fakta yang diamati4. Hipotesis harus dirumuskan ulang, jika tidak sesuai dengan fakta5. Prosedur memeriksa kasus, dan menyingkirkan setiap kasus negative dengan perumusan ulang.
  18. 18. Penelitian Naturalistik danEtnografi• Naturalistik Penelitian naturalistic mengasumsikan bahwa perilaku dan makna yang dianut sekelompok manusia hanya dapat dipahami melalui analisis atas lingkungan alamiah.• Etnografi kegiatan peneliti untuk memahami cara orang- orang berinteraksi atau bekerjasama melalui fenomena teramati kehidupan sehari-hari. Jadi etnografi lazimnya bertujuan menguraikan suatu budaya secara menyeluruh.
  19. 19.  Pengamatan Wawancara Mendalam Analisis Dokumen Studi Kasus

×