Budaya konteks kesehatan

380 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
380
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Budaya konteks kesehatan

  1. 1. Sistem perawatan kesehatan Perancis menempati peringkat pertama di dunia oleh World Health Organisation (WHO) tahun 1997. Dibebaskan dari biaya untuk orang yang mengalami penyakit kronis (Affections de longues durées) seperti kanker, AIDS atau Cystic Fibrosis. Harapan hidup rata-rata setelah kelahiran adalah 79.73 tahun. Tahun 2003, terdapat sekitar 120.000 orang di Perancis yang hidup dengan AIDS Perancis, sebagaimana negara UE lainnya, berada dalam pengarahan UE untuk mengurangi limbah bawah tanah di wilayah sensitif. Tahun 2006, Perancis baru 40% melaksanakan pengarahan ini, menempatkannya sebagai salah satu negara dengan jumlah limbah terendah di dalam UE karena memenuhi standar pengolahan limbah. Pada tahun 2000, WHO memberikan peringkat pertama pada Perancis dalam hal memberikan perawatan kesehatan yang terbaik secara keseluruhan kepada warga negaranya. Warga negara Prancis menikmati perawatan kesehatan universal yang didanai oleh pemerintah melalui pajak penghasilan. Sekitar 75% dari biaya kesehatan ditanggung oleh pemerintah. Selain itu, ada fasilitas perawatan swasta yang memungkinkan warga untuk menerima prosedur bedah dengan biaya tambahan. Fasilitas ini adalah opsional dan dimaksudkan untuk mereka yang memiliki uang. Harga yang ditetapkan oleh dokter swasta sudah ditetapkan pemerintah. Secara keseluruhan ada 3,37 dokter per 1000 orang. PEMBAHASAN Sistem Pelayanan Kesehatan di Negara Perancis Sistem pelayanan kesehatan yang lengkap dengan akses yang mudah merupakan salah satu persyaratan tak tertulis bagi sebuah negara maju, dan pemberian asuransi kesehatan (askes) juga merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang baik dan modern. Dan negara-negara berkembang banyak mencontoh baik seluruh maupun hanya sebagian dari sistem pelayanan kesehatan disuatu negara maju. Indonesia Di negara dunia ketiga seperti Indonesia, telah memiliki berbagai infrastruktur pelayanan kesehatan yang tergolong modern untuk sebuah negara berkembang. Rumah sakit yang bagus banyak tersebar dipenjuru kota. Pelayanan kesehatan berupa akses dan obat-obat generik tak lupa diberikan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang baik. Namun sayangnya hanya mereka yang memiliki akses saja yang bisa menggunakannya. 1 | Komunikasi Lintas Budaya
  2. 2. Amerika Bicara tentang pelayanan kesehatan, Indonesia bisa dikatakan mengikuti banyak kebijakan-kebijakan yang dianut oleh sesama negara demokrasi lainnya. Katakanlah Amerika Serikat, negara maju dengan sistem pelayanan kesehatan mutakhir yang memiliki banyak sekali persamaan dalam penerapan kebijakan pelayanan kesehatannya. Misalnya saja, tidak ada pelayanan kesehatan yang gratis, akses hanya bisa diberikan kepada mereka yang terdaftar, masalah administrasi harus diselesaikan sebelum pasien bisa berobat (kecuali gawat darurat), penggelembungan harga obat (baik yang generik maupun yang nongenerik), kebijakan pemindahan perawatan bagi pasien yang tidak mampu membayar pengobatan, dan berbagai kebijakan lainnya yang ternyata tidak berpihak kepada kebanyakan masyarakat Indonesia yang tergolong tidak mampu (atau kurang mampu). Perancis Anehnya, sebagai sesama negara penganut demokrasi liberal, Perancis sangat bertolak belakang dengan Amerika. Disana pelayanan kesehatannya sangatlah murah bahkan bila pasien hanya ingin berkonsultasi dengan dokternya mengenai penyakit apa yang mungkin menimpanya, mereka tidaklah dipungut biaya sama sekali. Ada pula kebijakan pelayanan kesehatan selama 24 jam yang memungkinkan seseorang memesan obat dari suatu resep ke rumah sakit lalu pihak rumah sakit langsung mengirimkan dokternya beserta perawat dan dua orang petugas rumah sakit untuk mengantarkan pesanan. Mereka memiliki standar operasional prosedur tentang waktu pengantaran berbanding dengan jarak pengiriman, sehingga orang yang memesan tidak perlu menunggu lama, hebatnya lagi, harga yang harus dibayarkan hanya untuk pembelian obatnya saja! Tidak ada biaya lain yang dikenakan oleh pihak rumah sakit! Di Perancis, Anda dilindungi. Itu tidak tergantung pada pekerjaan, tidak tergantung pada organisasi pemeliharaan kesehatan, dan hal itu tidak tergantung pada apakah Anda mengisi formulir dengan benar. Peraturan Baru di Negara Perancis Prosedur konsultasi yang dikoordinasikan (parcours de soins coordonné) Dokter umum ( “médecin généraliste” atau “Docteur”) lebih diharapkan untuk bertindak sebagai “penjaga pintu gerbang” yang merujuk pasien ke dokter spesialis atau rumah sakit. Angka kematian bayi di Perancis adalah 3,9 per 1.000 kelahiran hidup, dibandingkan dengan 7 di AS, dan rata-rata harapan hidup 79,4 tahun, dua tahun lebih daripada di 2 | Komunikasi Lintas Budaya
  3. 3. Amerika. Negara ini jauh lebih banyak tempat tidur rumah sakit dan dokter per kapita dibanding Amerika, dan jauh lebih rendah tingkat kematian akibat diabetes dan penyakit jantung. Baru-baru ini dalam peringkat pelayanan kesehatan di WHO, Perancis diurutan pertama, sementara Amerika mencetak gol 37, sedikit lebih baik daripada Kuba dan satu tingkat di atas Slovenia. Kesehatan Ibu dan Anak di Negara Perancis Dibagian pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemerintah Perancis menyediakan tenaga asisten rumah-tangga secara cuma-cuma bagi ibu-ibu yang bekerja diinstansi pemerintah, ibu-ibu yang suaminya bekerja pada pemerintah dan mereka yang tercatat sebagai warga, negara yang baru saja melahirkan bayi dimana tidak ada orang untuk merawat sang bayi pada waktu tertentu. Jadi bagi mereka yang baru saja melahirkan dapat merasa tenang meninggalkan rumah untuk bekerja. Lagipula, bila sang ibu adalah pegawai pemerintah maka ada pemotongan jam kerja sekitar sepertiga dari jam seharusnya tanpa pemotongan gaji atau upah. Ini sangatlah manusiawi mengingat peran ibu dalam lingkup keluarga dan pekerjaannya yang tidak bisa mereka tinggalkan. Karena itu kebijakan pemerintah Perancis dinilai sangat melindungi warga negaranya. Sedangkan Indonesia, dengan rumah sakitnya yang besar (yang hanya terpusat dikota saja) dan kemegahan serta kemewahan gaya hidup dokternya, ternyata sama saja dengan Amerika yang keuntungan finansialnya melandasi pelayanan kesehatan mereka. Contohnya, seorang nelayan Tegal yang tidak memiliki biaya berobat terpaksa gantung diri karena saat Puskesmas desa merujuknya kerumah sakit kota, ternyata rumah sakit yang dituju malah menolak dan mengirimkannya kembali ke Puskesmas asal hanya karena alasan sepele, tidak memilki akses dan kekurangan biaya administrasi. Sistem Pelayanan Kesehatan di Negara Perancis Di Perancis (negara maju) dan Kuba (negara berkembang), pasien hanya ditanyai nama dan tanggal lahir sebelum mereka mendapat nomor antrian, bahkan di Kuba, bila pasien tidak memiliki biaya transportasi untuk pulang kerumah maka pihak rumah sakit akan menyediakan uang atau mengantarkannya bila ada kendaraan dan petugas yang sedang tidak beroperasi. Seharusnya pemerintah kita mengubah atau bahkan merombak sistem pelayanan kesehatan Indonesia. Kita bisa meneladani banyak hal dari Kuba, sesama negara berkembang yang pelayanan kesehatannya terlengkap di dunia, agar dapat seperti atau 3 | Komunikasi Lintas Budaya
  4. 4. bahkan melampaui Perancis, negara maju dengan sistem pelayanan yang sangatlah manusiawi dan merakyat. Karena menjadi sehat adalah hak setiap manusia, setiap warga negara. Maka pemerintah sebagai orang yang telah kita percayai seharusnya bisa melindungi kita dengan kebijakan pelayanan kesehatan yang merakyat dan murah, dimana pemberian akses yang mudah lumrah, dimana kemudahan mengakses pelayanan kesehatan seharusnya berlandaskan kemanusiaan yang adil dan beradab bukannya keuntungan, dimana pemerintah seharusnya memberikan kesempatan yang sama kepada setiap warga negara yang membutuhkan pelayanan kesehatan sebagai salah satu perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengingat ideologi Indonesia yaitu Pancasila, yang sangatlah kerakyatan dan merakyat. Rujukan sistem jaminan sosial di antaranya adalah negara-negara Eropa, termasuk Perancis. Negara ini dalam laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2000 menduduki peringkat pertama dari 191 negara anggota WHO dalam memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada penduduknya. Dalam membangun dan menerapkan suatu sistem jaminan sosial, dana Jaminan Sosial bagi Pekerja Tambang Perancis (Social Security Fund for the Miners/CANSSM) memang terdapat berbagai tantangan dan kesulitan, selain makan waktu dan biaya. Jaminan sosial merupakan faktor kunci pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia. Pekerja yang terjamin kesehatannya akan lebih produktif dan risiko sosial dapat dicegah atau dikompensasi. Mekanisme redistribusi pendapatan menjamin jalannya perekonomian sementara biaya kesehatan bisa meningkatkan pendapatan tenaga kesehatan dan kesehatan industri. Asuransi Kesehatan Sebagaimana negara Eropa Barat lain, sejarah perkembangan sistem jaminan sosial termasuk asuransi sosial kesehatan di Perancis telah berlangsung lebih dari 100 tahun. Perkembangannya kemudian diwarnai berlbagai faktor sosial, ekonomi dan politik, termasuk sistem yang berkembang di negara tetangganya, Jerman dan Inggris. Saat wilayah AlsaceLorraine-yang semula dicaplok Jerman, kembali ke Perancis seusai Perang Dunia I- misalnya, di wilayah itu telah ada sistem jaminan sosial yang dikembangkan Kanselir Jerman Otto von Bismarck. 4 | Komunikasi Lintas Budaya
  5. 5. Seperti dipaparkan dalam buku Sistem Jaminan Sosial di Perancis yang diterbitkan Badan Koordinasi dan Pembangunan Hubungan Internasional (Adecri) Perancis, sistem bantuan sosial mulai berkembang akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 berbasis kontribusi sukarela dari para pekerja. Sistem yang dikembangkan Jerman dan dibawa Alsace-Lorraine saat bergabung kembali dengan Perancis mempercepat perkembangan sistem jaminan sosial di Perancis. Lewat perdebatan panjang, skema asuransi diluncurkan lewat undang-undang di tahun 1930 untuk melindungi pekerja di bidang perdagangan dan industri terhadap masalah keuangan sebagai akibat sakit, kehamilan dan persalinan, kecacatan, serta masa tua dan kematian. Pendanaan berdasar asas solidaritas lewat kontribusi pemberi dan penerima kerja. Sistem jaminan sosial yang komprehensif untuk melindungi seluruh penduduk berkembang pesat setelah Perang Dunia II. Tahun 1945 disusun skema umum (Regime General) dengan misi mempercepat cakupan jaminan sosial bagi seluruh penduduk. Ada upaya untuk menyatukan pelbagai dana jaminan sosial. Pengelola Sistem Jaminan Sosial Karena itu, di Perancis ada tiga badan utama yang mengelola sistem jaminan sosial, yaitu : - Regime General yang mencakup para pekerja swasta (kini diperluas bagi pegawai negeri, mahasiswa, veteran perang, serta penduduk yang mendapat bantuan dari pemerintah) - Dana bagi Pekerja Pertanian (MSA) - Dana bagi Pekerja Independen (CANAM) Selain itu, ada sejumlah badan pengelola dana khusus antara lain untuk pekerja tambang (CANSSM), pekerja kereta api (SNCF), industri gas dan listrik (EDF), transportasi publik Paris (RATP), pelaut, dan Bank Perancis. Sistem jaminan sosial di Perancis diperluas secara bertahap. Kalau semula difokuskan pada jaminan kesehatan, tunjangan kecelakaan kerja, dan pensiun, kemudian ditingkatkan pada berbagai bentuk tunjangan dan bantuan untuk keluarga serta jaringan pengaman bagi penduduk yang memiliki pendapatan di bawah minimum serta mereka yang kehilangan pekerjaan. Tahun 1978, seluruh penduduk Perancis mendapat tunjangan keluarga dari dana nasional untuk program tunjangan keluarga (CNAF) yang dikelola Regime General tanpa 5 | Komunikasi Lintas Budaya
  6. 6. syarat apa pun. Sementara itu, program pensiun menjamin pendapatan minimum di masa tua bagi penduduk yang hanya memberi kontribusi kecil, bahkan yang tidak berkontribusi. Asuransi kesehatan juga diperluas lewat cakupan kesehatan universal (CMU) hingga mencakup seluruh penduduk, termasuk mereka yang tidak bekerja. Dalam hal ini pemerintah memberi subsidi yang ditetapkan tiap tahun oleh parlemen. Dengan demikian, seluruh penduduk Perancis mendapat jaminan sejak lahir sampai meninggal untuk hidup layak. Seiring perkembangan demografi terjadi ketidakseimbangan neraca keuangan. Maka, dilakukan sejumlah perubahan. Salah satunya, premi asuransi yang dibayar bersama oleh pemberi kerja (employer) dan penerima kerja (employee) tidak hanya berdasarkan gaji, tetapi berdasarkan seluruh pendapatan (gaji, bonus, uang lembur, dan sebagainya). Persentase kontribusi antara pemberi dan penerima kerja berbeda-beda untuk tiap skema jaminan (tunjangan kesehatan, kehilangan pekerjaan, janda, keluarga, pensiun, dan sebagainya). Di bidang kesehatan, penduduk Perancis telah menikmati akses luas dan adil terhadap pelayanan kesehatan. Berbeda dengan Jerman atau Inggris, di Perancis tak diterapkan sistem rujukan, sehingga pasien boleh memilih pergi ke dokter manapun, juga langsung ke dokter spesialis tanpa lewat dokter keluarga atau dokter umum. Hal ini mengakibatkan biaya perawatan kesehatan membengkak. Untuk menjaga agar asuransi tak mengalami kesulitan keuangan, ada komite yang membuat perkiraan biaya dan penerimaan untuk menjamin keseimbangan neraca keuangan. Pengaturan hanya dilakukan antara perwakilan asuransi sosial kesehatan dan perwakilan organisasi profesi (dokter, tenaga kesehatan lain dan apotek) serta asosiasi rumah sakit dalam membuat kesepakatan mengenai biaya pemeriksaan dan perawatan pasien tiap kunjungan, serta harga obat yang masuk daftar obat esensial, sehingga semua asuransi sama harganya. Umumnya pasien membayar langsung (fee for service) ke penyedia pelayanan kesehatan. Dokter praktik swasta atau administrasi rumah sakit memasukkan data nomor kartu jaminan sosial pasien ke komputer badan pengelola asuransi, kemudian pihak asuransi mengirim penggantian ke rekening bank pasien. 6 | Komunikasi Lintas Budaya
  7. 7. Rawat Jalan Penggantian biaya rawat jalan umumnya tidak 100 persen, ada iur biaya (copayment) dari peserta asuransi. Penggantian bervariasi tergantung jenis pelayanan kesehatan, misalnya dokter umum, spesialis, dan dokter gigi 70 persen, tenaga kesehatan lain 60 persen, pembelian lensa kacamata 65 persen. Untuk pengambilan obat, pasien tak perlu keluar uang, cukup menunjukkan kartu jaminan sosial. Kecuali obat yang belum masuk daftar asuransi, penggantiannya 35-65 persen. Rawat Inap Rumah Sakit Untuk rawat inap di rumah sakit, pasien membayar sekitar 10 Euro per hari untuk kamar dan makanan. Adapun untuk obat, perawatan dokter, atau biaya operasi, pasien tidak perlu membayar. Rumah sakit di Perancis, seperti Hopital Saint Antoine-salah satu rumah sakit publik yang terbesar di Paris-tampak nyaman dengan taman di antara blok bangunan. Bangunan tua itu di dalamnya telah dipermodern, bersih, dan tak berbau obat. Fasilitas standar kamar perawatan terdiri dari tempat tidur mekanis yang bisa disesuaikan dengan keperluan. Bagian kepala tempat tidur dilengkapi monitor serta alat bantu napas dan peralatan lain. Setiap kamar dilengkapi kursi pengunjung, meja, lemari, TV, serta kamar mandi. Di Perancis kebanyakan dokter, umum maupun spesialis, berpraktik swasta. Untuk bekerja di rumah sakit prosedurnya berat, lewat tes ketat. Umumnya yang diterima adalah dokter spesialis. Dokter umum berpraktik swasta atau di klinik kesehatan. Untuk mengikuti perkembangan teknologi kedokteran, dokter swasta berpraktik paruh waktu di rumah sakit pendidikan serta mengikuti pelatihan berkesinambungan. Asuransi kesehatan berlaku di seluruh negara, bahkan di negara-negara Eropa Barat. Di luar itu orang harus mengisi formulir agar biaya kesehatan diganti. Begitu pula sebaliknya, penduduk negara Eropa lain jika sakit dan berobat di Perancis akan mendapat ganti dari asuransi mereka. Penyebaran tenaga kesehatan terutama dokter tidak merata, karena dokter bebas memilih tempat praktik. Ada daerah yang punya banyak dokter, tetapi ada wilayah yang sangat kekurangan. Namun, secara umum jumlah dokter cukup. Yang kurang adalah jumlah perawat, jadi Perancis harus merekrut dari Spanyol dan negara lain. Untuk menjamin kualitas pelayanan rumah sakit ada badan akreditasi, sedangkan untuk dokter belum ada. Jika ada keluhan, pasien bisa mengadu ke badan penjamin standar 7 | Komunikasi Lintas Budaya
  8. 8. pelayanan dokter (Ordre des medecins) yang kemudian memeriksa masalahnya. Dokter yang terbukti bersalah akan diskors. 8 | Komunikasi Lintas Budaya

×