Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Budaya konteks bisnis

1,764 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Budaya konteks bisnis

  1. 1. “Pengaruh Budaya pada Konteks Bisnis” 1. Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Komunikasi Menurut William C.Himstreet dan Wayne Murlin Baty, mengatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui suatu system yang biasa (lazim) dbaik dengan symbol-simbol, sinyal-sinyal maupun perilaku atau tindakan. Komunikasi itu sendiri paling tidak melibatkan dua orang atau lebih dengan menggunakan cara-cara berkomunikasi yang biasa dilakukan oleh seseorang dengan cara lisan maupun tulisan (Purwanto:2003) Bisnis Bisnis berasal dari kata business, busy yang berarti sibuk. Yakni sibuk dalam mengerjakan pekerjaan yang mengahsilkan keuntungan suatu organisasi, yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya (ilmu ekonomi). Sedangkan Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang& jasa dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society) [Huat, T Chwee,1990]. Bisnis juga merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan [Griffin & Ebert]. Jadi kami dapat menyimpulkan bahwa pengertian bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi . Komunikasi Lintas Budaya Merurut Deddy Mulyanadan Jauddin Rakhmat dalam buku Komunikasi Antar Buadaya(1993), komunikasi lintas budaya merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih, masing-masing memiliki budaya yang berbeda karena perbedaaan geografis tempat tinggal. Komunikasi dapat terjadi pada tingkat antar daerah, antarwilayah, maupun antarnegara.
  2. 2. Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Dalam bukunya Komunikasi Bisnis(2003), Djoko Purwanto mengungkapkan bahwa Komunikasi bisnis lintas budaya adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis baik komunikasi verbal maupun nonverbal dengan memperhatikan faktorfaktor budaya di suatu daerah, wilayah, atau negara. Pengertian lintas budaya dalam hal ini bukanlah semata-mata budaya asing (internasional), tetapi juga budaya yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah dalam wilayah suatu Negara. Apabila pelaku bisnis akan melakukan ekspansi bisnisnya ke daerah lain atau negara lain, pemahaman budaya di suatu daerah atau negara tersebut menjadi sangat penting artinya, termasuk bagaimana memahami produk-produk musiman di suatu negara, agar tidak terjadi kesalahan fatal yang dapat mengakibatkan kegagalan bisnis. Dengan melihat perkembangan atau tren yang ada saat ini, komunikasi bisnis lintas budaya sangat penting artinya bagi terjalinnya harmonisasi bisnis di antara mereka. Bagaimanapun diperlukan suatu pemahaman bersama antara dua orang atau lebih dalam melakukan komunikasi lintas budaya, baik melalui tulisan maupun lisan. Semakin banyaknya pola kerja sama maupun kesepakatan ekonomi di berbagai kawasan dunia saat ini akan menjadikan komunikasi bisnis lintas budaya semakin penting. Singkat kata, dengan semakin terbukanya peluang perusahaan multinasional masuk ke wilayah suatu negara dan didorong dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka pada saat itulah kebutuhan akan komunikasi bisnis lintas budaya menjadi semakin penting artinya. Setiap Negara tentu memiliki budaya sendiri yang berbeda dengan Negara lainnya. Pemahaman terhadap budaya dan perbedaannya merupakan sudut pandang yang sangat berharga ketika menjalin suatu kerja sama seperti bisnis. Budaya dapat didefinisikan bermacam-macam sesuai dengan pandangan masing-masing orang diantaraya penegertian budaya menurut para ahli dapat kita lihat berikut ini:  Menurut Lehman, Himstreet dan Baty. Budaya diartikan sebagai sekumpulan pengalaman hidup yang ada dalam masyarakat mereka sendiri. Pengalaman hidup masyarakat tentu saja sangatlah banyak dan variatif, termasuk di
  3. 3. dalamnya bagaimana perilaku dan keyakinan atau kepercayaan masyarakat itu sendiri.  Menurut Hofstede, budaya diartikan sebagai pemrograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota-anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya. Dalam hal ini yang menjadi kata kunci budaya adalah pemrograman kolektif yang menggambarkan suatu proses yang mengikat setiap orang segera setelah kita lahir di dunia ini. Sebagai contoh, di Jepang karika seorang bayi baru lahir, untuk beberapa tahun awal si bayi tidur di kamar orang tuanya. Sedangkan di Inggris dan Amerika, bayi yang baru lahir ditempatkan di kamar yang berbeda beberapa minggu atau bulan kemudian. Konteks Bisnis Domestik Konteks bisnis antar budaya berhubungan dengan:  Protokol Bisnis yaitu sifat dasar. Dasar yang membantu untuk memulai hubungan bisnis antara lain :  Appointment seeking: atau hubungan awal dapat dilakukan dengan mengirimkan emai, telpon, menulis suart formal, atau menggunakan seorang perantara  Greeting Behavior: merupakan cara menyapa misalnya di Amerika dilakukan secara informal dan bersahabat, Cina lebih formal dari Amerika dan orang Cina selalu menyapa orang yang lebih senior terlebih dahulu, india dengan sapaan Namaste dan tangan diletakkan di dada seperti orang berdoa, Jepang dilakukan dengan cara membungkukkan badan dan Meksiko dengan berjabat tangan.  Penampilan Pribadi: menggunakan pakaian yang pantas dan sesuai dengan kegiatan bisnis seperti halnya di Asia lebih diutamakan ketika melakukan kegiatan bisnis itu dengan menggunakan pakaian formal dan berbeda dengan Amerika.  Pemberian hadiah: bagi pebisnis yang pergi keluar negeri, penting untuk diketahui tidak hanya pandangan local tentang pemberian hadiah, namun juga hadiah apa yang pantas dalam budaya dan dimana bisnis akan dilakukan dan kapan diberikan
  4. 4.  Topik pembicaraan yang tabu: berbeda Negara maka beda pula topic pembicaraan yang dilakukan misalnya Amerika, topic basa-basi mereka yang paling popular adalah tentang cuaca, atau lingkungan fisik seputar dan tidak tabu bagi pembisnis di Amerika untuk menanyakan pertanyaan pribadi seperti keadaan keluarga, apakah sudah menikah. Tetapi tidak demikian dengan Arab yang menganggap hal itu adalah tabu.  Manajemen Antar Budaya:  Gaya kepemimpinan: Di Negara Amerika Serikat, manajer AS membuktikan bahwa mereka menghargai prestasi dan inisitatif pribadi, tindakan serta akibat dan berusaha mengurangi perbedaan status. Di Negara Jepang merupakan budaya kolektif dan juga merupakan budaya hierarki. Rasa hormat terhadap atasan dianggap sebagai ukuran komitmen terhadap suatu organisasi dan misinya. Ketika seorang manajer menekankan prestasi kelompok, pada saat yang sama juga berusaha untuk mendapatkan rasa hormat. Di Negara Jerman, pemimpin bukanlah seorang pahlawan kebudayaan, faktanya orang jerman tidak mempunyai konsep menejemen yang sangat kuat. Alasannya adalah jerman mempunyai sejarah terhormat bahwasannya pekerja adalah orang yang layak dan mempunyai keahlian yang luar biasa. Seperti contoh, jerman memiliki system magang yang mementingkan keahlian yang diakui Negara.  Gaya pengambilan keputusan : Pengambilan keptusan merupakan peranan utama manajer. Pengambilan keputusan dapat terjadi dalam konteks yang sangat berbeda seperti manajemen personalia, perkembangan produkbaru, perluasan pasar, inisiatif penjualan. Keputusan pada umumnya dibuat oleh sekelompok eksekutif yang dianggap memiliki tanggung jawab penuh dalam pengambilan keputusan atas perusahaan.Di Amerika Serikat, Arab, dan Nigeria untuk membuat keputusan penting oleh mereka yang memiliki posisi yang paling tinggi di perusahaan, di Jepang dan Jerman lebih menyukai proses pengambilan keptusan dibandingkan dengan pendekatan pribadi. secara berkelompok
  5. 5.  Negosiasi:Di Eropa barat, negosiasi juga berkembang dengan menggunakan cara yang berbeda. Gaya negosiasi Jepang, menghabiskan banyak waktu untuk membahas isu penting, mengatakan posisi awal sehingga ada ruangan untuk bernegosiasi, berusaha menghindari konflik dan konfrontasi, mencari persetujuan, mulai dengan pembahasan untuk “mencairkan suasana” sebelum memulai negosiasi yang sebenarnya. Gaya negosiasi Amerika, mendukung suatu posisi sehingga keputusan dapat diambil dengan cepat, terlalu menekankan posisi pertama, tidak menghindaari posisi yang berlawanan, mencoba untuk mengurangi formalitas, mencari kemenangan dibandingkan kompromi dan menggunakan komunikasi langsung. Di Jerman, dunia bisnis juga bersifat sangat formal dengan perhatian yang cukup baik, perencanaan, dan jadwal-jadwal. Karena sangat pelannya proses bermetode ini, menjadikan hal tersebut menjadi sifat yang baik yang mungkin bisa menungkatkan suatu proses jual beli transaksi. Cara mengembangkan kemampuan negosiasi bisnis antar budaya yaitu:  Bersiaplah, pelajari mengenai budaya tuan rumah sebelum melakukan negosiasi.  Kembangkan sensitifitas terhadap penggunaan waktu. Beradaptasi pada negosiasi yang lebih lambat dari yang biasa kita lakukan jika kita berasal dari budaya dominan Amerika Serikat. Harus bersabar ketika berhubungan denganbudaya yang menggunakan tempo yang ebrbeda dari yang kita temukan dalam budaya kita.  Dengarkan dengan seksama. Berkonsentrasi adalah dengan belajar untuk tetap nyaman terhadap keheningan dan menyadari bahwa sikap diam juga merupakan bentuk komunikasi.  Belajarlah untuk menoleransi ambiguitas. Banyak hubungan antarbudaya ditandai dengan kebingungan dan pencarian makna. Kita harus bersikap toleran pada hal yang tidak kita ketahui untuk mengetahui apa yang baru dan kadang sulit untuk dikenali.  Cobalah untuk menempatkan persetujuan. Kedua belah pihak dalam melakukan negosiasi ingin memperoleh sesuatu, maka merupakan hal yang sederhana untuk memisahkan area persetujuan karena kedua belah pihak ingin memperoleh keuntungan.
  6. 6.  Manajemen Konflik  Perspektif Amerika: Menghindar, dikenal sebagai penyangkalan atau penarikan diri merupakan strategi yang berdasarkan asumsi bahwa konflikakan hilang jika diacuhkan. Akomodasi,merupakan salah satu bentuk mengatasi konflik yang erat hubungannya dengan menghindar. Kompetisi digunakan dalam manajemen konflik di Amerika Serikat. Kolaborasi, bahwa semua pihak bekerja sama untuk memecahkan masalah. Kolaborasi sebagai usaha untuk mempertahakan hubungan produktif yang akan mengatasi ketidaksetujuan ketika bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.  Perspektif internasional : budaya kolektif tidak suka akan konflik yang terbuka dan langsung dianggap sebagai ancaman dalam keserasian dan stabilitas organisasi dalam hubungan antara anggota kelompok tersebut. Cara mengatasi konflik antar budaya:  Jaga pikiran untuk tetap terbuka, ketika terlibat dalam sebuah konflik kita harus tetap berpikran secara terbuka karena dengan hal tersebut memudahkan kita dalam mengahadapi konflik.  Jangan terburu-buru dalam menyelesaikan masalah ketika berinteraksi dengan anggota dari budya kolektif. Kita harus belajar untuk memperlambat seluruh proses negosiasi ketika timbulnya sebuah konflik.  Jagalah konflik agar berpusat padaide bukan pada orangnya.  Mengembangkan teknik untuk menghindari konflik1. Bisnis di Negara Jerman Budaya kerja di Jerman. Di Jerman jam kerja dimulai jam delapan atau jam sembilan sampai jam 4 atau 5 sore. Dan biasanya masyarakat Jerman memiliki waktu bekerja selama 35 sampai 38 jam setiap minggunya. Ternyata, di Jerman suasana serba terencana, serba cepat, serba 1 Diterjemahkan dari buku "Intercultural Communication Theory", Bab 7 .yang ditulis oleh Wiliam Gudykunst dan Bella Mody.
  7. 7. serius pada jam kerja. Tidak ada obrolan kepanjangan tak berguna saat jam kerja, kecuali diskusi masalah kerja. Tidak ada pekerjaan sampingan seperti berinternet ria yang tidak berurusan dengan pekerjaan. Semuanya serius dengan apa yang harus selesai dan mereka kerjakan hari itu. Sehingga jam 6 sebelum makan malam mereka sudah pulang. Karakteristik budaya bisnis Jerman adalah sikap monokronik terhadap penggunkaan waktu, misalnya hasrat menyelesaikan serangkaian tindakan sebelum memulai tindakan lain, keyakinan yang kuat bahwa mereka adalah negosiator yang jujur dan terus terang cenderung bersifat lugas dan menyampaikan ketidaksetujuan secara terbuka daripada menujukan diplomasi. Yang perlu diingat ketika berbisnis dengan orang Jerman: Perilaku dan etika merupakan hal paling utama bila kita ingin melakukan bisnis dengan pebisnis Jerman. Mereka pada umumnya tidak tertarik dengan hadiah atau iming-iming keuntungan yang banyak. Yang mereka utamakan adalah bisnis yang bersih dan sesuai dengan aturan. Perusahaan-perusahaan di Jerman sangat bangga dengan efisiensi dan kemampuan mereka yang bisa dipercaya. Dan Jangan pernah sepelekan masalah disiplin jika ingin berbisnis dengan mereka. Bersikaplah tepat waktu. Hal ini sifatnya sangat penting dan sangat diharapkan oleh mereka. Jabat tangan adalah salam resmi yang mereka lakukan, dengan genggaman yang mantap dengan satu satu dua kali ayunan. Mintalah kartu nama mereka setelah bersalaman dan perhatikan jabatannya. Bila mereka memiliki gelar seperti profesor atau doktor, sebutlah gelar itu sebelum nama mereka. Kecuali bila mereka meminta Anda mengabaikan gelar itu. Berpakaianlah yang rapi, konservatif dan sesuai acara. Pakaian atau sepatu yang kurang sesuai dengan acara akan menimbulkan kesan yang salah dari tuan rumah. Pertemuan bisnis disertai acara makan bukanlah hal yang biasa di Jerman. Jadi bila kita mendapat undangan makan di rumah rekanan kita yang biasanya jarang terjadi jangan lupa membawa bunga, wine, atau hadiah lainnya yang elegan.
  8. 8. Hindari ucapan yang berlebihan. Jangan memuji atau mengatakan sesuatu secara berlebihan. Bagi orang Jerman hidup tidak selalu "menyenangkan" dan tidak ada produk yang "terbaik" di dunia. Sehingga kata-kata hiperbola akan mereka anggap tidak bisa dipercaya. Tidak perlu memberi cindera mata pada mereka, kecuali kita mendapat undangan makan atau bertandang ke rumahnya. Bahasa Jerman adalah bahasa yang termasuk banyak digunakan di Eropa. Tapi di negara itu sendiri setiap daerah punya dialek sendiri-sendiri. Hindari pernyataan yang mengatakan bahasa di daerah tertentu lebih mudah dimengerti dari yang lain, karena itu bisa menyinggung perasaan mereka. Jaga percakapan Anda. Orang Jerman biasanya enggan membicarakan pekerjaan di waktu santai atau saat makan. Ini merupakan tantangan bagi Anda untuk tetap menjaga komunikasi dengan mencari topik lain selain masalah pekerjaan. Pria Jerman umumnya akan mendahului masuk ke sebuah ruangan sebelum perempuan, terutama di tempat-tempat umum seperti di restoran dan lainnya. Ini adalah tradisi lama mereka, karena pria harus memastikan terlebih dahulu apakah ruangan tersebut aman atau tidak. Berbisik-bisik dengan orang lain saat rapat adalah hal yang biasa di Jerman. Bisa jadi mereka berbisik-bisik karena percakapan itu sifatnya rahasia dan tidak bisa diutarakan pada semua yang hadir di rapat. Mengunyah permen karet, membungkukkan badan dan menaikkan kaki ke atas meja merupakan perilaku tidak sopan bagi mereka. Hindari menyatakan "OK" dengan mengacungkan ibu jari, karena mereka menganggap hal itu tindakan yang sangat kasar. Ketika menjawab telepon, selain mengucapkan "Hello", jangan lupa menyebutkan pula nama kita. Gaya Manajemen di Jerman dan Etiket Rapat Di Jerman, jika setiap organisasi ingin mengembangkan usahanya di sana, maka ia harus mengikuti kode tertentu yang disukai oleh perusahaan jerman. Etiket pertemuan negosiasi itu diantaranya:
  9. 9.  Janji harus dibuat jauh hari sebelum pertemuan, biasanya sekitar 1-2 minggu sebelumnya  Surat permohonan kerja sama harus ditujukan kepada orang yang berpengaruh di area fungsional tersebut dan disertakan dengan nama bisnis yang tepat.  Jika mengirimkan surat perjanjian untuk pertemuan, maka harus dituliskan dalam bahasa Jerman  Tepat waktu  Pertemuan awal digunakan untuk mengenal satu sama lain  Pertemuan bisnis mereka mematuhi agenda yang ketat, termasuk awal dan akhir pertemuan  Pada akhir pertemuan biasanya mereka memberikan sinyal dengan mengetuk bukubuku jari mereka diatas meja  Ketika memasuki ruangan rapat, harus mendahulukan orang yang memilki pangkat tinggi  Pertahankan kontak mata langsung saat berbicara  Jangan duduk sebelum diberitahukan dimana harus duduk  Pastikan materi yang dierikan dalam bentuk bahasa inggris atau Jerman  Birokratis  Bisnis hirarkis (keputusan diambil oleh bagian atas perusahaan)  Hindari perilaku konfrontasi dan lelucon  Jika keputusan sudah disepakati maka tidak akan dapat dirubah lagi  Dalam segi pakaian, harus menggunakan pakain bisnis yang formal dan konservatif, pria harus memakai pakaian lengkap berwarna gelap dan wanita harus mengenakan jas atau gaun formal serta tidak dibolehkan menggunakan perhiasan yang mencolok. Usaha Budaya dan Kekreatifan yang Mulai Maju Cabang usaha yang semakin difokuskan ialah industri budaya dan kekreatifan seperti musik, sastra, seni rupa, film dan seni pertunjukan, tetapi juga radio, televisi, pers, periklanan, desain dan peranti lunak. Jumlah perusahaannya sekitar 238.000 dengan jumlah sejuta karyawan. Dengan demikian industri kekreatifan tidak hanya mencapai kedudukan penting dalam perekonomian nasional, melainkan merupakan model pula bagi perekonomian modern. Bidang usaha itu memberi peluang
  10. 10. ketersediaan tempat kerja di atas rata-rata, memainkan peranan pelopor pada jalan menuju perekonomian yang berbasis pengetahuan, dan merupakan sumber penting bagi gagasan inovasi. Pusat ekonomi terpenting di Jerman ialah Daerah Ruhr, (daerah industri berat yang sedang berubah menjadi pusat teknologi tinggi dan jasa) kawasan di sekitar kotakota München dan Stuttgart (teknologi tinggi, mobil), Rhein-Neckar (kimia), Frankfurt am Main (keuangan), Köln (mobil, media), Hamburg (pelabuhan, industri pesawat terbang Airbus, media). Sementara ini di negara bagian baru telah dikembangkan sektor industri yang kecil, tetapi berprestasi tinggi letaknya di beberapa pusat teknologi tinggi yang disebut "daerah mercu suar", di Dresden, Jena, Leipzig, Leuna dan BerlinBrandenburg. Kawasan Berdaya Ekonomi Kuat dalam Pasaran Global Jerman tergolong negara industri paling berprestasi dan paling maju perkembangannya, dan merupakan perekonomian nasional terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Jepang dan Cina. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 82 juta jiwa, Jerman merupakan pula pasaran terbesar di dalam Uni Eropa (UE). Perekonomian nasional Jerman terpusatkan pada barang dan jasa yang diproduksi oleh industri. Terutama hasil produksi industri konstruksi mesin dan industri otomotif serta produk-produk kimia dari Jerman dihargai baik di dunia internasional. Kurang lebih setiap Ero keempat diperoleh dalam sektor ekspor – dan lebih dari setiap tempat kerja kelima tergantung secara langsung atau tidak langsung dari perdagangan luar negeri. Dengan volume ekspor sebesar 1.121 miliar dolar AS pada tahun 2009, sebanding dengan sepertiga dari penghasilan nasional bruto, Jerman adalah negara pengekspor barang terbesar kedua di dunia sesudah Cina (1.202 miliar dolar AS), setelah dari tahun 2003 hingga 2008 enam kali berturut-turut Jerman mendapat sebutan "juara dunia ekspor". Andil Jerman dalam seluruh perdagangan global mencapai sekitar sembilan persen. Karena orientasi Jerman yang tinggi kepada ekspor, keterpautannya dengan perekonomian dunia sangat erat, hal yang membedakannya dengan kebanyakan negara lain dan Jerman pun berkepentingan akan pasaran terbuka. Mitra-mitra perdagangan terpenting ialah Perancis, Belanda, Amerika Serikat dan Inggris. Pada tahun 2009 diekspor barang senilai 82 miliar Ero ke Perancis, senilai 54 miliar Ero ke AS dan ke
  11. 11. Belanda, dan senilai 53 miliar Ero ke Inggris. Setelah Uni Eropa diperluas ke arah timur (2004 dan 2007), di samping perdagangan dengan negara anggota UE "lama", dapat dicatat peningkatan dalam volume perdagangan dengan negara-negara anggota UE di Eropa Timur. Sepuluh persen lebih dari ekspor total dilakukan ke negara-negara tersebut. Ekspor Jerman ke negara Uni Eropa mencapai 63 persen dari volume ekspor seluruhnya. Yang meningkat terus artinya juga ialah hubungan dagang dan ekonomi dengan negara-negara Asia. Sementara ini Asia telah menjadi pasaran terpenting kedua untuk penjualan barang produksi Jerman. Pada tahun 2009, 14 persen dari ekspor Jerman ditujukan ke kawasan tersebut. Dalam hubungan dagang itu Cina adalah partner terpenting. Di samping itu sejak tahun 1999 Jerman juga berperan sebagai investor Eropa terbesar bagi Cina. Sekitar 2.500 perusahaan Jerman berkegiatan di negara itu sebagai investor. Ekonomi Pasaran Berorientasi Sosial, Model yang Berhasil Di Jerman berlaku sistem Ekonomi Pasaran Berorientasi Sosial. Artinya Negara menjamin kebebasan bertindak di bidang ekonomi, akan tetapi berusaha menyediakan sarana penyeimbangan sosial. Berkat konsep itu yang dimasyarakatkan pada masa pascaperang oleh menteri perekonomian saat itu, Ludwig Erhard, Jerman menikmati keadaan tenteram di bidang sosial, bahkan pada fase timbulnya kesulitan ekonomi. Suasana tenteram itu tercermin dalam kelangkaan aksi mogok. Kemitraan sosial antara serikat kerja dan organisasi pemberi kerja telah ditetapkan oleh perangkat hukum tenaga kerja kolektif yang melembagakan proses penyelesaian konflik. Undang-Undang Dasar menjamin otonomi penetapan tarif imbalan kerja yang memberikan hak kepada pemberi kerja dan serikat kerja untuk menyepakati persyaratan kerja dalam perjanjian tarif yang menjadi tanggung jawab kedua pihak itu sendiri. Sama dengan negara-negara industri lain, sejak tahun 2008 Jerman terkena krisis ekonomi dan pasar keuangan yang juga melanda perbankan dan yang dicetuskan oleh spekulasi pada pasaran barang tak bergerak di Amerika Serikat. Jerman dilanda krisis di tengah fase pertumbuhan yang kuat. Sebagai tanggapan efisien terhadap krisis sistemis sektor keuangan dan demi stabilisasi keadaan pada pasaran uang, pada musim dingin 2008/2009 Pemerintah Federal Jerman menyiapkan dua paket penyelamatan berisi miliaran Ero untuk industri perbankan. Tindakan serupa diambil juga oleh negara lain (Amerika Serikat, Perancis, Inggris). Di samping itu pemerintah di Berlin menyediakan dana penggerakan konyungtur dalam dua paket untuk industri. Ternyata
  12. 12. program-program pemerintah untuk perbaikan jalan umum dan renovasi sekolah dan bangunan umum lain mencapai hasil baik. Hal yang sama berlaku untuk usaha mempertahankan tempat kerja meskipun tingkat produksi di perusahaan jauh di bawah kapasitas (jam kerja terbatas), dan untuk premi pelestarian lingkungan untuk kendaraan tua (sampai September 2009). Undang-undang akselerasi pertumbuhan ekonomi yang mulai berlaku menjelang akhir tahun 2009 membawa penurunan pajak lebih lanjut serta impuls untuk permintaan barang di dalam negeri. Penataan Kembali Arsitektur Keuangan Internasional Berkenaan dengan krisis pasar keuangan, Jerman berusaha dengan giat di berbagai forum (Uni Eropa, G20, IMF) demi reformasi arsitektur keuangan internasional. Demi tujuan itu, cakupan regulasi pasar keuangan hendaknya diperluas kepada semua pihak yang beraksi, semua produk dan semua pasaran. Di samping itu perlu dijamin bahwa tindakan regulasi dilaksanakan secara konsisten dan menyeluruh. Di sektor perbankan, Jerman menginginkan aturan lebih ketat mengenai modal sendiri dan likuiditas, peraturan tanggung gugat yang berlaku secara internasional, serta pemeriksa keuangan yang mengontrol dengan lebih tegas. Pada waktu yang sama hendaknya diberlakukan regulasi lebih ketat pada sistem imbalan dari bank dan asuransi, begitu juga pemberian bonus kepada manajer yang tingginya tidak wajar dapat dilarang. Melalui kebijakan ekonomi yang dipegangnya, Pemerintah Federal ingin menghentikan gerak turun pertumbuhan secepat mungkin dan mengantar Jerman keluar dari krisis dalam keadaan lebih kuat. Sebelum adanya krisis pun kondisi umum untuk perusahaan telah diperbaiki lebih lanjut dengan penurunan biaya samping upah, pengaturan pasaran kerja yang lebih fleksibel, dan penyederhanaan birokrasi. Di samping itu pada tahun 2008 mulai berlaku reformasi pajak badan, hal yang berarti beban perusahaan diringankan. Inovasi untuk Pasaran Masa Depan Ada kemungkinan daya inovasi industri Jerman sekali lagi akan terbukti sebagai penggerak pemulihan ekonomi. Jerman mengeluarkan sekitar 2,6 persen produk domestik brutonya untuk penelitian dan pengembangan (P&P), angka yang jelas lebih tinggi daripada angka rata-rata di UE, yaitu 1,9 persen (2008). Pemerintah Federal bersama negara bagian dan pihak industri berniat untuk meningkatkan pengeluaran
  13. 13. untuk penelitian dan pengembangan sampai tiga persen dari produk domestik bruto. Dengan 49 miliar dolar AS, Jerman juga menempati peringkat tinggi pada pengeluaran P&P yang didanai oleh perusahaan. Semangat penemu pun tidak pudar: Investor dan perusahaan dari Jerman mendaftarkan kurang lebih 11 persen dari semua paten pada tahun 2009 – peringkat ketiga pada daftar paten sedunia. Oleh karena itu Jerman termasuk negara terkemuka di sejumlah cabang teknologi yang berprospek baik. Termasuk di antaranya bioteknologi, nanoteknologi dan teknologi informasi, di samping ranah teknologi tinggi seperti biometri, penerbangan dan kedirgantaraan, elektroteknik dan logistik. Posisi yang sangat baik ditempati oleh industri Jerman yang bergerak di bidang teknologi lingkungan (energi angin, fotovoltaik, biomassa). Produsen instalasi kincir angin untuk pembangkit listrik mempunyai andil sebesar hampir 28 persen dalam pasaran dunia (lihat Bab 6). Teknologi informasi dan komunikasi termasuk cabang industri terbesar, di samping industri otomotif/konstruksi mesin dan industri elektronika. Cabang industri tersebut tumbuh dengan jauh lebih pesat daripada industri secara keseluruhan. Sudah sejak bertahun-tahun Jerman menempati peringkat atas di Eropa di bidang bioteknologi dan teknologi gene. Potensial pengetahuan di bidang nanoteknologi pun tinggi. Bidang Usaha yang Kuat dalam Industri dan Jasa Dasar untuk daya saing di dunia internasional tidak hanya terbentuk oleh ke-30 perusahaan besar yang terdaftar dalam indeks saham Jerman (DAX), seperti Siemens, Volkswagen, Allianz, SAP atau BASF, melainkan juga oleh puluhan ribu perusahaan kecil dan madya dengan 500 karyawan di sektor-sektor industri hilir, khususnya konstruksi mesin, produksi komponen, tetapi juga nanoteknologi dan bioteknologi yang sering bekerja sama dalam kelompok setempat. Sebagai tulang punggung perekonomian Jerman dianggap perusahaan madya. Dengan mempekerjakan 25 juta orang lebih, perusahaan madya menyediakan jumlah terbesar tempat kerja, begitu pula bagian terbesar tempat pendidikan kerja bagi orang muda. Biar begitu, perusahaan industri besar merupakan sokoguru penting bagi perekonomian Jerman. Dibandingkan dengan negara industri lain seperti Inggris atau Amerika Serikat, basis industri itu luas dan jumlah pekerjanya besar – ada lima juta orang yang bekerja di perusahaan industri. Tidak ada negara ekonomi tradisional lain di mana produksi industri klasik memegang
  14. 14. peranan pokok yang dapat dibandingkan dengan peranannya di Jerman. Andilnya dalam hasil ekonomi Jerman mencapai sekitar 37 persen. Spesialisasi Jerman adalah pengembangan dan pembuatan barang industri canggih, terutama barang investasi dan teknologi produksi yang inovatif. Cabangcabang industri terpenting ialah industri mobil, konstruksi mesin, elektroteknik dan kimia. Keempat cabang industri itu saja mempekerjakan 2,9 juta orang yang menghasilkan omzet sebesar 800 miliar Ero lebih. Industri mobil juga berperan sebagai penggerak inovasi: Sekitar 30 persen dari seluruh pengeluaran P&P intraperusahaan di Jerman berasal dari cabang industri tersebut. Dengan keenam perusahaan VW, Audi, BMW, Daimler, Porsche (VW) dan Opel (General Motors), Jerman tergolong negara produsen mobil terbesar di samping Jepang, Cina dan AS – dengan pangsa pasar besar di kelas menengah atas dan kelas atas. Walau begitu industri mobil terpukul juga oleh krisis penjualan yang melanda seluruh dunia. Untuk mempersiapkan diri bagi masa depan, seluruh industri otomotif kini sibuk mengembangkan unit penggerak yang ramah lingkungan, misalnya mesin diesel generasi baru, motor hibrida, dan elektrifikasi lebih jauh dari sistem penggerak. Dengan andil sebesar 13 persen lebih pada omzet, ke-6.000 perusahaan konstruksi mesin berperingkat kedua setelah industri otomotif. Sebagai pemberi kerja paling besar dalam industri (965.000 tempat kerja) dan cabang industri pengekspor terpenting, konstruksi mesin menempati posisi kunci dalam perekonomian Jerman. Industri kelistrikan mengalami pertumbuhan dan tergolong sektor industri paling kuat dan sangat inovatif. Lebih dari 20 persen dari investasi yang dilakukan di Jerman untuk penelitian dan pengembangan terjadi di industri kelistrikan. Industri kimia, yang untuk sebagian dimiliki oleh perusahaan asing melalui pengambilalihan atau peleburan, terutama menghasilkan bahan baku. Dengan pabrik BASF di Ludwigshafen, Jerman memiliki perusahaan kimia terbesar di dunia. Lebih dari 29 juta orang bekerja di sektor jasa – sekitar 12 juta di antaranya pada usaha jasa swasta dan publik, 10 juta di bidang-bidang perdagangan, perhotelan dan restoran, angkutan, serta tujuh juta dalam sektor pendanaan, penyewaan dan jasa untuk perusahaan. Fungsi penunjang di sektor jasa dipegang oleh bidang perbankan dan asuransi. Cabang industri ini terpusatkan di Frankfurt am Main, kota tempat domisili bank terpenting di Eropa kontinental yang juga merupakan tempat kedudukan Bank Sentral Eropa (ECB), Bundesbank (Bank Sentral Jerman) dan Bursa Saham Jerman.
  15. 15. Berdasarkan survei yang dilakukan Eurobarometer, Jerman memiliki peringkat terendah di antara 25 anggota Uni Eropa dalam hal kebanggaan nasional (national pride). Sedangkan survei yang dilakukan majalah Spiegel terhadap 1.000 responden bulan Maret 2005 menunjukkan bahwa nilai ”kesadaran nasional” (national consciousness) merupakan nilai yang paling rendah (26-31 persen) di antara nilai-nilai lainnya yang dianggap penting dalam kehidupan rakyat Jerman. Nilai yang tertinggi peringkatnya adalah kejujuran dan integritas (81-83 persen).

×