Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
CARA PANDANG PENJELASAN MENGENAI KEHIDUPAN DAN
KEMATIAN
Versi Budaya Korea
Korea adalah sebuah semenanjung yang di Asia Ti...
Tradisi Konfusianisme mendominasi kepercayaan dan pemikiran bangsa Korea, bersama
Buddhisme, Taoisme dan Shamanisme.Agama ...
Keagamaan Korea Selatan
agama

persen

Atheisme

 

46.5%

Buddha

 

22.8%

Protestan

 

18.3%

Katolik Roma

 

10.9%

...
Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul.
Diperkirakan ada 45.000 warga Muslim Korea...
diperkirakan pemimpin Korea Utara berikutnya adalah Kim Jong-un, anak termuda Kim
Jong-il
2.1 Agama
Kedua-dua Korea berbag...
Tidak beragama: 15.460.000 pengikut (64,31% penduduk, majoritas yang dominan,
mereka adalah penghayat filsafat Juche)
Sham...
Abad ke-18
Di Korea pada awalnya agama Katolik disebut Seohak atau Ajaran dari Barat. Istilah Seohak
dipopulerkan oleh kau...
masa ini sebanyak 8000 orang Katolik tewas terbunuh termasuk beberapa misionaris
Perancis.
Peningkatan pesat
Setelah peris...
Abad ke-20
Pada tahun 1925, 79 orang Korea yang menjadi martir dalam penganiayaan di masa
Dinasti Joseon diabadikan di Bas...
agama Buddha mulai diintroduksikan oleh seorang biksu Goguryeo pada tahun 527 dan mulai
menyebar dengan pesat sehingga ber...
Dalam budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang
amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, set...
Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara
lain “nut cracking” yaitu memecahkan kuli...
BAB III
KESIMPULAN

Cara pandangMasyarakat Korea meliputibudayaperkawinan, keturunan, tradisi,
kebiasaanhinggamemandangkem...
DAFTAR ISI

Samovar, A. Larry; Porter, Richard E; McDaniel, Edwin R, 2010, Komunikasi Lintas
Budaya, Communication Between...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

4. korea

569 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

4. korea

  1. 1. CARA PANDANG PENJELASAN MENGENAI KEHIDUPAN DAN KEMATIAN Versi Budaya Korea Korea adalah sebuah semenanjung yang di Asia Timur (di antara Tiongkok dan Jepang).Korea terbagi menjadi dua negara, yakni Republik Korea (Korea Selatan) dan Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) setelah Perang Dunia II pada tahun 1945. Korea Selatan kemudian berkembang menjadi negara demokratis sementara Korea Utara berhaluan komunis. Bendera Persatuan Korea sering digunakan untuk merepresentasikan Korea pada ajang olahraga internasional, namun bendera tersebut bukan merupakan bendera resmi kedua negara. Karena zaman dinasti-dinasti bersejarah sudah berakhir, istilah Korea saat ini didefinisikan berdasarkan gabungan 2 entitas yang terbagi oleh Garis Demarkasi Militer pararel 38, yakni Korea Utara dan Korea Selatan. Semenanjung Korea di sebelah utara dibatasi oleh Republik Rakyat Cina dan Rusia di sebelah timur laut, serta Jepang di sebelah tenggara yang dipisahkan dengan Selat Korea. AGAMA
  2. 2. Tradisi Konfusianisme mendominasi kepercayaan dan pemikiran bangsa Korea, bersama Buddhisme, Taoisme dan Shamanisme.Agama Buddha menjadi agama resmi Tiga Kerajaan (57 SM-935 M) dan dinasti Goryeo (935-1392). Paham Konfusianisme mencapai masa keemasan pada zaman dinasti Joseon (1392-1910). Agama Kristen dibawa oleh misionaris Eropa menjelang akhir periode Joseon dan pada abad ke-20 meningkat pesat. Agama Islam yang baru diperkenalkan di Korea sejak perang Korea oleh tentara Turki, memiliki pengikut di Korea (2007; ±140 ribu jiwa). Walau begitu sebanyak 46,5% populasi Korea Selatan mengaku tidak mengikuti suatu kepercayaan tertentu. Di Korea Utara, kebebasan beragama mendapat tekanan. 1. KOREA SELATAN Republik Korea (bahasa Korea: Daehan Minguk (Hangul: 대한민국; Hanja: 大韓民國); bahasa Inggris: Republic of Korea/ROK) biasanya dikenal sebagai Korea Selatan, adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Laut Kuning di sebelah barat, Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut "Laut Timur" oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara. Negara ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國). oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선; 南朝鮮; "Chosŏn Selatan") di Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울). Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa Semenanjung Korea telah didiami sejak Masa Paleolitik Awal.Sejarah Korea dimulai dari pembentukan Gojoseon pada 2333 SM. oleh Dangun. Setelah unifikasi Tiga Kerajaan Korea dibawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu dibawah Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon hingga akhir Kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi oleh Jepang. Setelah liberalisasi dan pendudukan oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II, Wilayah Korea akhirnya dibagi menjadi Korea Utara dan Korea Selatan 1.2 Agama
  3. 3. Keagamaan Korea Selatan agama persen Atheisme   46.5% Buddha   22.8% Protestan   18.3% Katolik Roma   10.9% Islam   0.1% Agama lain   0.7% Buddha Won   0.3% Konfusianisme   0.2%   0.1% Cheondoisme Seokguram Grotto di kuil Bulguksa, salah satu Situs Warisan Dunia Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 juta penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma. Gereja
  4. 4. Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan ada 45.000 warga Muslim Korea dengan 100.000 orang pekerja yang dari luar negeri yang berasal dari negara Muslim. 2. KOREA UTARA Korea Utara, secara resmi disebut Republik Demokratik Rakyat Korea (Hangul: 조선민주주의인민공화국, Chosŏn Minjujuŭi Inmin Konghwaguk) adalah sebuah negara di Asia Timur, yang meliputi sebagian utara Semenanjung Korea. Ibu kota dan kota terbesarnya adalah Pyongyang. Zona Demiliterisasi Korea menjadi batas antara Korea Utara dan Korea Selatan. Sungai Amnok dan Sungai Tumen membentuk perbatasan antara Korea Utara dan Republik Rakyat Cina. Sebagian dari Sungai Tumen di timur laut merupakan perbatasan dengan Rusia. Penduduk setempat menyebut negara ini Pukchosŏn (북조선, "Chosŏn Utara"). Semenanjung Korea diperintah oleh Kekaisaran Korea hingga dianeksasi oleh Jepang setelah Perang Rusia-Jepang tahun 1905. Setelah kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, Korea dibagi menjadi wilayah pendudukan Soviet dan Amerika Serikat. Korea Utara menolak ikut serta dalam pemilihan umum yang diawasi PBB yang diselenggarakan di selatan pada 1948, yang mengarah kepada pembentukan dua pemerintahan Korea yang terpisah oleh zone demiliterisasi. Baik Korea Utara maupun Korea Selatan kedua-duanya mengklaim kedaulatan di atas seluruh semenanjung, yang berujung kepada Perang Korea tahun 1950. Sebuah gencatan senjata pada 1953 mengakhiri pertempuran; namun kedua negara secara resmi masih berada dalam status perang, karena perjanjian perdamaian tidak pernah ditandatangani. Kedua negara diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1991. Pada 26 Mei 2009, Korea Utara secara sepihak menarik diri dari gencatan senjata. Korea Utara termasuk dalam negara satu-partai di bawah front penyatuan yang dipimpin oleh Partai Buruh Korea. Pemerintahan negara mengikuti ideologi Juche, yang digagas oleh Kim Il-sung, mantan pemimpin negara ini. Juche menjadi ideologi resmi negara ketika negara ini mengadopsi konstitusi baru pada 1972,kendati Kim Il-sung telah menggunakannya untuk membentuk kebijakan sejak sekurang-kurangnya awal tahun 1955. Sementara resminya sebagai republiksosialis, Korea Utara dipandang oleh sebagian besar negara sebagai negara kediktatorantotaliterstalinis. Setelah kematian Kim Jong-il pada tanggal 19 Desember 2011,
  5. 5. diperkirakan pemimpin Korea Utara berikutnya adalah Kim Jong-un, anak termuda Kim Jong-il 2.1 Agama Kedua-dua Korea berbagi warisan yang sama dari agama Buddha dan Konghucu Korea dan sejarah yang masih sangat baru dari agama Kristen dan pergerakan Cheondoisme ("agama Jalan Surgawi"). Konstitusi Korea Utara menyatakan bahwa kebebasan beragama diizinkanMenurut standar-standar agama Barat, sebagian besar penduduk Korea Utara dapat dikelompokkan sebagai "tidak beragama". Tetapi sebagian besar di antaranya didefinisikan "beragama" dari sudut pandang sosiologidan pengaruh budaya agama-agama tradisional itu semisal Buddha dan Konghucu masih memiliki dampag pada kehidupan kerohanian Korea Utara. Sebuah gambar relief kuno Sang Buddha, gunung Kumgang Bagaimanapun, penganut agama Buddha di Korea Utara dilaporkan bernasib lebih baik daripada kelompok agama lin; khususnya Kristen, yang dikatalan menghadapi hukuman dari pihak penguasa. Penganut agama Buddha diberi dana terbatas oleh pemerintah untuk mempromosikan agama itu, karena agama Buddha memainkan peran integral di dalam budaya tradisional Korea. Menurut Human Rights Watch, kegiatan keagamaan bebas tidak lagi ada di Korea Utara karena pemerintah mensponsori kelompok-kelompok keagamaan hanya untuk menciptakan ilusi kebebasan beragama Menurut Religious Intelligence, situasi keagamaan di Korea Utara adalah sebagai berikut:[111]
  6. 6. Tidak beragama: 15.460.000 pengikut (64,31% penduduk, majoritas yang dominan, mereka adalah penghayat filsafat Juche) Shamanisme Korea: 3.846.000 pengikut (16% penduduk) Cheondoisme: 3.245.000 pengikut (13,50% penduduk) Agama Buddha: 1.082.000 pengikut (4,50% penduduk) Agama Kristen: 406.000 pengikut (1,69% penduduk) Pyongyang adalah pusat kegiatan Kristen di Korea sebelum Perang Korea. Kini, empat gereja yang diawasi negara ada di sini, di mana kebebasan beragama merupakan kasus khusus bagi orang asing. Statistik pemerintah resmi melaporkan bahwa ada 10.000 Protestan dan 4.000 penganut Katolik Roma di Korea Utara. Menurut peringkat yang diterbitkan oleh Open Doors, sebuah organisasi yang membantu orang Kristen yang dizalimi, Korea Utara kini menjadi negara dengan penzaliman terbanyak terhadap orang Kristen di antara negara-negara lain sedunia. Kelompok pembela Hak Asasi Manusia seperti Amnesty International juga mengungkapkan perhatian terhadap penzaliman keagamaan di Korea Utara. 3 . KEKRISTENAN DI KOREA Yoido Full Gospel Church di Seoul Kristen di Korea pertama kali diperkenalkan oleh orang Korea yang mengunjungi Cina pada tahun 1608, namun belum berkembang sampai abad ke-18.[1]Kristen Protestan mulai diterima secara luas di Korea ditandai dengan penyelenggaraan Konferensi-konferensi Pemahaman Alkitab skala besar dari tahun 1905. Sejarah
  7. 7. Abad ke-18 Di Korea pada awalnya agama Katolik disebut Seohak atau Ajaran dari Barat. Istilah Seohak dipopulerkan oleh kaum Sirhak (cendekiawan). Kaum Sirhak mulai membawa buku-buku teks Kristen serta membuat fondasi pertama bagi agama Katolik di Korea walau ditentang oleh pemerintahan dan kaum bangsawan. Salah satu orang Korea yang pertama yang dikenal masuk agama Kristen adalah Yi Seung-hun (1756-1801) yang dibaptis di Beijing, Cina. Ilmuwan Sirhak terkenal yang pertama kali memeluk Katolik adalah Jeong Yak-yong. Anti Kristen pada masa Dinasti Joseon Andrew Kim Taegon Pada tahun 1791 pemerintahan Dinasti Joseon mulai mengeluarkan maklumat antiKatolik dan menyiksa orang-orang Katolik.[1] Namun begitu, agama baru ini terus tumbuh dan pada tahun 1831 untuk pertama kalinya Keuskupan Korea dibentuk. Pada tahun 1838—1837 para pastor dan penginjil dari Perancis datang ke Korea, salah satunya adalah Pierre P. Maubant. Penyiksaan-penyiksaan terjadi di tahun 1839 dan 1846 dan banyak yang menjadi martir, diantaranya adalah Andrew Kim Taegon (1822— 1846). Namun begitu, pemerintah tidak mampu memotong akar Katolik yang terus tumbuh. Anti-Katolik mereda pada tahun 1849 dengan dimulainya masa pemerintahan Raja Cheoljong sehingga jumlah orang yang masuk Katolik bertambah dari 11.000 orang pada tahun 1850 menjadi 23.000 orang pada tahun 1865. Pada masa pemerintahannya seorang misionaris Perancis bernama PastorBerneux datang ke Korea. Tekanan kembali dilancarkan setelah Raja Gojong naik tahta pada tahun 1864, namun yang mengendalikannya adalah ayahnya, Heungseon Daewongun yang anti Katolik.Pada
  8. 8. masa ini sebanyak 8000 orang Katolik tewas terbunuh termasuk beberapa misionaris Perancis. Peningkatan pesat Setelah peristiwa Kudeta Gapsin pada tahun 1884 dan dimulainya pengesahan kebebasan beragama, maka agama Kristen tumbuh dengan pesat. Para misionaris Protestan asal Amerika (metodis dan presbiterian) seperti Drs.Homer B. Hulbert, Henry G. Appenzeller, Horace G. Underwood, Horace N. Allen, dan Mrs. Mary F. Scranton mulai datang ke Korea. Para misionaris ini berkontribusi pada perkembangan pendidikan moderen di Korea.Pada tahun 1883 sekolah istana yang mendidik anak-anak bangsawan dibuka. Lalu pada tahun 1885 dibuka sekolah misi presbiterian untuk anak laki-laki yang bernama Paejae dan pada tahun 1886 dibuka sekolah anak perempuan Ewha.Para misionaris Amerika ini membuka pintu untuk anak-anak rakyat biasa agar bisa menerima pendidikan.Tak lama setelah itu semakin banyak sekolah serupa yang dibuka di Korea. Gerakan sosial, politik dan moderenisasi Tokoh pelopor Protestan Korea seperti Seo Jae-pil, Yi Sang-jae, Yun Chi-ho mulai berkomitmen untuk mengggapai tujuan-tujuan politis. Sekolah-sekolah Protestan seperti Yonhi dan Ewha mengembangkan pemikiran-permikiran kebangsaan di tengah masyarakat Korea. Asosiasi Kaum Muda KristenSeoul (Seoul YMCA) didirikan pada tahun 1903. Gerakan Sosial Politik secara aktif mendorong terbentuknya kelompok-kelompok pemuda yang tidak hanya mengejar tujuan-tujuan politik dan pendidikan tapi juga membangun kesadaran sosial melawan praktik-praktik takhayul dan kebiasaan buruk, mempromosikan kesetaraan laki-laki dan perempuan serta penyederhanaan upacara ibadah. Agama Kristen berkembang pesat seiring moderenisasi walaupun menghadapi penolakan dari kaum konservatif. Namun semakin banyak rakyat Korea yang masuk agama Kristen. MisionarisProtestan dari berbagai denominasi tak hanya mengajarkan agama, namun juga mendirikan rumah sakit, sekolah, percetakan dan mengajar kuliah dalam berbagai bidang selain agama, seperti pertanian, perdagangan, industri, konsep kebebasan, dan tren budaya yang baru.
  9. 9. Abad ke-20 Pada tahun 1925, 79 orang Korea yang menjadi martir dalam penganiayaan di masa Dinasti Joseon diabadikan di Basilika Santo Petrus di Vatikan. Pada tahun 1968, 24 orang Korea lagi dikukuhkan menjadi orang suci. Selama Perang Korea (1950-1953) jumlah organisasi sosial misionaris Katolik meningkat. Gereja Katolik berkembang pesat dan hirarki kepemimpinan didirikan pada tahun 1962. Pada tahun 1984, Gereja Katolik Korea merayakan hari jadi ke-200 tahun yang ditandai dengan kunjungan Paus Yohanes Paulus serta kanonisasi 93 martir Korea dan 10 orang martir Perancis. Ini menjadi pertama kalinya kanonisasi terjadi di luar Vatikan dan Korea memiliki jumlah orang suci Katolik terbesar ke-4 di dunia walaupun pertumbuhan agama Katolik di negara itu lambat. Hubungan dengan kepercayaan tradisional Dari seluruh negara di timur, Korea Selatan adalah salah satu negara yang paling berhasil dikristenisasi. Agama Kristen mencakup 20-25% total populasi Korea Selatan. Orang Korea relatif menerima kepercayaan Kristen sejak awal pengenalannya dikarenakan konsep ketuhanan yang personal dan pengalaman langsung dengan hal yang bersifat gaib adalah konsep spiritual yang sudah familiar. Menurut sejarahnya, gereja yang menekankan pengalaman langsung dengan Tuhan, apapun bentuknya, dan dapat memenuhi keinginan manusia terhadap kehidupan di dunia, diterima oleh manusia dengan baik, begitu pula dengan di Korea. 4. BUDDHISME DI KOREA Biksu di Haeinsa Buddhisme di Korea pertama kali diperkenalkan ke Korea dari Cina pada masa kerajaan Goguryeo pada tahun 372.Setelah itu, pada tahun 384, seorang biksu dari India yang melewati Cina Selatan memperkenalkan agama Buddha ke kerajaan Baekje.Di kerajaan Silla,
  10. 10. agama Buddha mulai diintroduksikan oleh seorang biksu Goguryeo pada tahun 527 dan mulai menyebar dengan pesat sehingga berbenturan dengan kepercayaan tradisional rakyatnya. Pada awal abad ke-6, Silla mulai mengadopsi Buddhisme sebagai agama negara berkat seorang martir bernama Yi Cha-don. Agama Buddha tidak hanya dianut oleh masyarakat banyak, namun raja dan bangsawan Silla serta Baekje menjadi pengikut Buddhisme. Kebudayaan spiritual yang mereka kembangkan dengan Buddhisme telah membuat kebudayaan Tiga Kerajaan berkembang pesat.Terutama di Silla dan Baekje, agama Buddha menjadi fondasi spiritual sehingga banyak kuil dan pagoda yang dibangun.Seni Buddhisme pun berkembang pesat dan banyak patung Buddha yang dibuat. Dengan meningkatnya pengaruh Buddhisme, hubungan Korea dengan negara lain pun berkembang. Kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi yang diimpor dari Cina, India dan berbagai negara ikut memperkaya kebudayaan Korea. Pada masa Tiga Kerajaan, kebudayaan Korea mengalami kemajuan dalam bidang astronomi, matematika, pengobatan, arsitektur dan metalurgi. CARA PANDANG BUDAYA KOREA Sistem Kebudayaan: Budaya Perkawinan Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarkan dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah. Budaya perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, walaupun jika suami mereka mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati muda. Budaya dalam Hal Keturunan
  11. 11. Dalam budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat. Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka. Kebiasaan / Tradisi Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya. Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). Matahari, menurut adat Korea , tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat. Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan seseorang. Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan "complete food session".
  12. 12. Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok) pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah sepanjang tahun. BudayamemandangKematian Sebagai salah satu negara dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia, kematian bukanlah hal luar biasa untuk dipikirkan di Korea Selatan.Mantan Presiden Roh Moo-hyun mengakhiri hidupnya sendiri di tahun 2009 setelah skandal kasus penyuapan. Tidak sedikit pula aktor danaktris Korea Selatan kerapmelakukanbunhdiridikarenakanbeberapa diantaranyakeputusasaanatauperasaanbersalah. yang bunuh diri.Masyarakat alas Korea an,
  13. 13. BAB III KESIMPULAN Cara pandangMasyarakat Korea meliputibudayaperkawinan, keturunan, tradisi, kebiasaanhinggamemandangkematian.Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarkan dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah. Dalam budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya. Sebagai salah satu negara dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia, kematian bukanlah hal luar biasa untuk dipikirkan di Korea Selatan.Mantan Presiden Roh Moo-hyun mengakhiri hidupnya sendiri di tahun 2009 setelah skandal kasus penyuapan. Tidak sedikit pula aktor danaktris Korea Selatan kerapmelakukanbunhdiridikarenakanbeberapa diantaranyakeputusasaanatauperasaanbersalah. yang bunuh diri.Masyarakat alas Korea an,
  14. 14. DAFTAR ISI Samovar, A. Larry; Porter, Richard E; McDaniel, Edwin R, 2010, Komunikasi Lintas Budaya, Communication Between Culture, Salemba Humanika : Jakarta

×