PERMASALAHAN DAN TANTANGAN
   UTAMA PEMBANGUNAN DAERAH
A. LAYANAN PUBLIK DAN DEMOKRASI:
   1. Praktik-praktik KKN masih ma...
PERMASALAHAN DAN TANTANGAN
 UTAMA PEMBANGUNAN DAERAH

D. KUALITAS PENGELOLAAN SDA & LH
   1. Rendahnya rehabilitasi lahan ...
CAPAIAN INDIKATOR
              Tingkat Pelayanan Publik dan Demokrasi
     80,00



     70,00



     60,00



     50,0...
ANALISIS RELEVANSI DAN EFEKTIFITAS
   INDIKATOR PELAYANAN PUBLIK DAN DEMOKRASI

1. Penanganan kasus korupsi belum efektif:...
CAPAIAN INDIKATOR
               Tingkat Kualitas Sumber Daya Manusia




                                                ...
ANALISIS RELEVANSI DAN EFEKTIFITAS
   INDIKATOR KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA

1. Upaya meningkatkan rata-rata Nilai Akhir ...
CAPAIAN INDIKATOR
                                             Tingkat Pembangunan Ekonomi
                               ...
ANALISIS RELEVANSI DAN EFEKTIVITAS
  INDIKATOR PEMBANGUNAN EKONOMI

 Upaya Meningkatan persentase ekspor terhadap
PDB/PDRB...
CAPAIAN INDIKATOR
                 PENGELOLAAN SDA & LH




               Analisis Relevansi dan Efektivitas
            ...
CAPAIAN INDIKATOR
              Tingkat Kesejahteraan Sosial




                                             11
Indikator...
ANALISIS RELEVANSI DAN EFEKTIFITAS
    INDIKATOR KESEJAHTERAAN SOSIAL

Upaya pengentasan penduduk dari kemiskinan sudah
  ...
INDIKATOR SPESIFIK DAN MENONJOL

A. INDIKATOR PELAYANAN PUBLIK DAN DEMOKRASI
1. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
2. GDI...
INDIKATOR SPESIFIK DAN MENONJOL
A. INDIKATOR PEMBANGUNAN EKONOMI
1. Infrastruktur (transpotasi)
2. Kecukupan energi listri...
KESIMPULAN


Capaian    tujuan/sasaran   pembangunan
daerah dianggap telah relevan, akan tetapi
belum cukup efektif untuk ...
Terima Kasih




               16
HASIL EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2009 PROVINSI  SULAWESI TENGGARA
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

HASIL EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2009 PROVINSI SULAWESI TENGGARA

712 views

Published on

PELAKSANA UNIVERSITAS HALIOLEO di Hotel Santika Premiere, 18-20 November 2009

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
712
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

HASIL EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2009 PROVINSI SULAWESI TENGGARA

  1. 1. PERMASALAHAN DAN TANTANGAN UTAMA PEMBANGUNAN DAERAH A. LAYANAN PUBLIK DAN DEMOKRASI: 1. Praktik-praktik KKN masih marak; 2. Partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan legislatif dan PILKADA cenderung menurun. B. KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA 1. Masih tingginya AKB, AKI dan kondisi rawan gizi; 2.Tingginya Angka Putus Sekolah pada jenjang SMP/MTs; C. TINGKAT PEMBANGUNAN EKONOMI 1. Rendahnya Investasi (PMA/PMDN) 2. Rendahnya output manufaktur 3. Rendahnya Pendapatan Perkapita 4. Rendahnya Nilai Eksport 2
  2. 2. PERMASALAHAN DAN TANTANGAN UTAMA PEMBANGUNAN DAERAH D. KUALITAS PENGELOLAAN SDA & LH 1. Rendahnya rehabilitasi lahan luar hutan 2. Praktik illegal logging dan illegal fishing masih marak; 3. Adanya inkonsistensi dalam penerapan regulasi 4. Kurangnya aparat hukum di bidang kehutanan dan perikanan E. KESEJAHTERAAN SOSIAL 1. Relatif tingginya persentase penduduk miskin 2. Relatif rendahnya pelayanan sosial kepada kelompok penduduk LANSIA. 3. Belum maksimalnya penanganan masalah sosial 3
  3. 3. CAPAIAN INDIKATOR Tingkat Pelayanan Publik dan Demokrasi 80,00 70,00 60,00 50,00 40,00 66,46 66,08 65,44 62,76 63,88 30,00 58,79 58,64 54,92 50,51 51,30 20,00 10,00 0,00 2004 2005 2006 2007 2008 Nasional Sulteng Trend Nasional Trend Sulteng Indikator I
  4. 4. ANALISIS RELEVANSI DAN EFEKTIFITAS INDIKATOR PELAYANAN PUBLIK DAN DEMOKRASI 1. Penanganan kasus korupsi belum efektif: banyak temuan kasus korupsi, namun penanganan kasusnya bermasalah); 2. Pelayanan satu atap belum efektif: belum didukung oleh infrastruktur sistem dan perangkat kerja yang memadai (manual mutu, SOP, kompentensi belum memadai); 3. Partisipasi politik masyarakat menurun, karena munculnya distrust atas praktik-praktik penyelenggaraan pemilu (pemilihan anggota legislatif dan kepala daerah).
  5. 5. CAPAIAN INDIKATOR Tingkat Kualitas Sumber Daya Manusia 6 Indikator II
  6. 6. ANALISIS RELEVANSI DAN EFEKTIFITAS INDIKATOR KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA 1. Upaya meningkatkan rata-rata Nilai Akhir SMA/MA belum efektif: karena rendahnya kualitas pembelajaran dan kurang pengayaan materi untuk menuntaskan materi; 2. Upaya mengurangi Angka Putus Sekolah SMP/MTs belum efektif: keterbatasan dan akses layanan pendidikan rendah; 3. Upaya menekan AKB & AKI belum efektif: keterbatasan tenaga kesehatan, keterbatasan sarana dan prasarana serta akses kesehatan;
  7. 7. CAPAIAN INDIKATOR Tingkat Pembangunan Ekonomi 80,00 70,00 60,00 Capaian Indikator Outcomes 56,23 50,00 48,24 Sulteng 40,00 Nasional 36,01 41,79 34,45 Trend Sulteng 30,00 19,64 21,89 Trend Nasional 26,01 20,00 24,27 10,00 12,26 0,00 2004 2005 2006 2007 2008 8 Indikator III
  8. 8. ANALISIS RELEVANSI DAN EFEKTIVITAS INDIKATOR PEMBANGUNAN EKONOMI Upaya Meningkatan persentase ekspor terhadap PDB/PDRB; persentase output manufaktur; dan investasi belum efektif, karena: a) menurunnya kualitas sarana dan prasarana jalan dan jembatan, kualitas konstruksi belum optimal, pembebanan yang berlebihan, bencana alam dan belum terbukanya jalan ke beberapa lokasi kantong-kantong produksi, pedesaan dan wilayah terpencil; b) keterbatasan energi dan ketenagalistrikan, dan belum adanya penerapan energi terbarukan; c) kesenjangan pembangunan antarwilayah kabupaten dan kota, dan kesenjangan pembangunan antara kota – desa;
  9. 9. CAPAIAN INDIKATOR PENGELOLAAN SDA & LH Analisis Relevansi dan Efektivitas Pengelolaan SDA dan LH 10 Indikator IV
  10. 10. CAPAIAN INDIKATOR Tingkat Kesejahteraan Sosial 11 Indikator V
  11. 11. ANALISIS RELEVANSI DAN EFEKTIFITAS INDIKATOR KESEJAHTERAAN SOSIAL Upaya pengentasan penduduk dari kemiskinan sudah cukup relevan, tetapi belum efektif. Pengurangan angka pengangguran terbuka sudah relevan dan cukup efektif. Persentase Pelayanan Kesejahteraan Sosial Bagi Anak belum relevan tetapi cukup efektif. Persentase pelayanan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia belum cukup relevan dan tidak efektif. Persentase Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial belum efektif dan tidak efektif.
  12. 12. INDIKATOR SPESIFIK DAN MENONJOL A. INDIKATOR PELAYANAN PUBLIK DAN DEMOKRASI 1. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 2. GDI & GDM B. INDIKATOR KUALITAS SDM 1. Tenaga kesehatan 2. Keluarga berencana 3. Gizi buruk 4. Angka putus sekolah SMP/MTs
  13. 13. INDIKATOR SPESIFIK DAN MENONJOL A. INDIKATOR PEMBANGUNAN EKONOMI 1. Infrastruktur (transpotasi) 2. Kecukupan energi listrik 3. Investasi (PMA dan PMDN) B. INDIKATOR PENGELOLAAN SDA & LH Tidak diperoleh indikator yang spesifik dan menonjol karena minimnya informasi yang terkait dengan pengelolaan SDA & LH (terutama sumberdaya laut). C. INDIKATOR KESWEJAHTERAAN SOSIAL 1. Persentase penduduk miskin 2. Pelayanan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia 14
  14. 14. KESIMPULAN Capaian tujuan/sasaran pembangunan daerah dianggap telah relevan, akan tetapi belum cukup efektif untuk mencapai tujuan/ sasaran pembangunan nasional
  15. 15. Terima Kasih 16

×