Mengenal komponen elektronika

5,134 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,134
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
109
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mengenal komponen elektronika

  1. 1. BAB. IPENDAHULUANA. DeskripsiDalam modul ini siswa akan mempelajari tentang komponen elektronika baikyang pasif maupun yang aktif. Komponen pasif yang akan dipelajari sepertiresistor, kapasitor, induktor dan transformator. Sedangkan komponen aktifyang akan dipelajari seperti dioda, macam-macam transistor, FET danthyristor.Modul ini mempunyai keterkaitan erat dengan modul lain, seperti teorikelistrikan, modul yang membahas konsep dasar penggunaan alat ukur listrikdan elektronika. Salah satu diantaranya adalah modul menggunakan alatukur multimeter.Adapun hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasai modul ini, pesertadiklat diharapkan dapat memahami macam-macam komponen elektronikbaik yang pasif maupun yang aktif secara teori maupun praktik.B. PrasyaratDalam mempelajari modul ini siswa harus sudah mengerti dalam halpenggunaan alat ukur listrik dan elektonik, terutama alat ukur multimeteranalog yang dipakai untuk mengukur tegangan, hambatan dan arus.MODUL. ELKA-MR.UM.001.A 1
  2. 2. Penggunaan alat ukur digital hanya dipakai sebagai pembanding hasil ukurpada pengukuran menggunakan alat ukur analog.C. Petunjuk Penggunaan Modul1. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat danteliti. Karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yangsedang Anda pelajari dengan modul-modul yang lain.2. Kerjakan soal-soal dalam cek kemampuan untuk mengukur sampaisejauh mana pengetahuan yang telah Anda miliki.3. Apabila Anda dalam mengerjakan soal cek kemampuan mendapat nilai≥7,00, maka Anda dapat langsung mempelajari modul ini. Tetapi apabilaAnda mendapat nilai <7,00, maka Anda harus mengerjakan soal cekkemampuan lagi sampai mendapat nilai ≥7,00.4. Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benaruntuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan.5. Pahami setiap materi teori dasar yang akan menunjang dalampenguasaan suatu pekerjaan dengan membaca secara teliti. Kemudiankerjakan soal-soal evaluasi sebagai sarana latihan.6. Untuk menjawab tes formatif usahakan memberi jawaban yang singkat,jelas dan kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajarimodul ini.MODUL. ELKA-MR.UM.001.A 2
  3. 3. 7. Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik danbilamana perlu konsultasikan hasil tersebut pada guru/pembimbing.8. Catatlah kesulitan yang Anda dapatkan dalam modul ini untukditanyakan pada guru/pembimbing pada saat kegiatan tatap muka.Bacalah referensi lainnya yang berhubungan dengan materi modul agarAnda mendapatkan tambahan pengetahuan.D. Tujuan AkhirSetelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat:1. Membaca kode warna dan kode angka pada resistor2. Membaca kode warna dan kode angka pada kapasitor3. Menyebutkan fungsi induktor dan transformator4. Menyebutkan macam-macam transistor5. Menyebutkan macam-macam thyristor6. Menyebutkan macam-macam dioda7. Menyebutkan macam-macam komponen elektronik yang berfungsisebagai piranti optikMODUL. ELKA-MR.UM.001.A 3
  4. 4. E. KompetensiKOMPETENSI : Menguasai Teori Dasar ElektronikaKODE MODUL : ELKA-MR.UM.001.ADURASI PEMELAJARAN : 100 Jam @ 45 menitLEVEL KOMPETENSI KUNCIA B C D E F G2 1 2 1 2 2 2KONDISI KINERJAUnjuk kerja ini bisa diperlihatkan setiap saat karena merupakan keterampilan kognitif yang berisi wawasan keilmuan dari orang yangbersangkutan. Namun apabila diinginkan untuk melihat kompetensi ini, sebaiknya tersedia hal berikut1. Alat bantu presentasi yang cukup: white board, OHP, atau papan tulis dan kapur2. Literatur yang memadai agar bisa dilihat juga kemampuan membaca literatur3. Harus dipastikan bahwa yang bersangkutan telah menempuh semua sub-kompetensi di atasMODUL. ELKA-MR.UM.001.A 3
  5. 5. SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUANKETERAMPILAN1. Mengenalkomponenelektronika Resistor dengan beragam nilai diidentifikasiberdasar kode warna atau kode lain dan bahanpenyusunnya disebutkan disertai kegunaanmasing-masing Jenis-jenis kapasitor diidentifikasi, dijelaskanfungsi utamanya dan bagaimana metodemengubah-ubah nilai kapasitansi, serta diterangkan tentang istilah muatan dan coulomb Jenis-jenis induktor diidentifikasi dan dijelaskanmacam-macam bahan inti serta bagaimanaukuran diameter kumparan dan kawatnyamempengaruhi nilai induktansinya Komponenelektro nika Teliti dancermat dalammengenalikomponenelektronika Pengenalan jenis-jenis resistor danbahanpenyusunnya Penghitungannilai resistormenggu nakankode warna Pengenalan jeni-jenis kapasitordan bahan-bahanpenyusunnyaMenghitung nilairesistansi berbagaijenis resistorMenghitung nilaikapasitansi berbagai jenis kapasitorMenguji komponenpasifMenguji komponenaktifMODUL. ELKA-MR.UM.001.A 4
  6. 6. SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUANKETERAMPILAN Jenis-jenis transformer yang umum diidentifikasidan disebutkan kegunaannya masing-masing;bagaimana metode stepup/down dan dijelaskankenapa diperlukan laminasi Beberapa jenis transistor diidentifikasiberdasarkan jenis dan kegunaannya, sepertiunijunction, FET, dan MOSFET; dijelaskan betadan alfa dan tegangan bias DC yang umumdipakai Semikonduktor yang lain diidentifikasi dandijelaskan kegunaannya, misalnya gun diode,darlington, dan trnsistor unijunction yang lain Thyristor dibandingkan dengan semikonduktorlain; diac, triac dan SCR, dan dijelaskankegunaan masing-masing Batasan kerja dioda zener dijelaskan dandigambarkan kegunaannya dalam rangkaianregulator Berbagai prinsip optik yang umum disebutkanmisalnya LED, LC, Laser, dll. Digambarkanbagaimana photo voltaic diaktifkan. Simbol-simboldari photo resistor, photo diode, photo transistordigambarkan dan dijelaskan dari bahan apapiranti ini dibuat Pengenalanfungsi kapasitor Penghitungannilai kapasitansikapasitor Identifikasi jenis-jenis induktor Identifikasi jenis-jenistransformator Identifikasi jenistransistor Rangkaiantransistor Rangkaianpenyea rah Rangkaian clipper Rangkaianproteksi arus Memanfaatkankomponen pasif Memanfaatkankomponen aktifMODUL. ELKA-MR.UM.001.A 5
  7. 7. MODUL. ELKA-MR.UM.001.A 6
  8. 8. F. Cek KemampuanUntuk mengecek kemampuan anda sebelum mempelajari modul ini,kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan memberi tanda “√” (centang) padakolom Bisa jika anda bisa mengerjakan soal itu atau tanda “√” pada kolomTidak jika anda tidak bisa mengerjakan soal itu.No Soal Cek KemampuanPernyataanSiswaPenilaianPembimbingBisa Tidak Bisa Tidak1 Apakah anda bisa menggunakanMultimeter untuk mengukurtegangan DC2 Apakah anda bisa menggunakanMultimeter untuk mengukurtegangan AC3 Apakah anda bisa menggunakanMultimeter untuk mengukurresistansi4 Apakah anda bisa menggunakanMultimeter untuk mengukur arusDC5 Apakah anda bisa menyebutkanfungsi resistor dan dari bahanapakah resistor itu dibuat6 Apakah anda bisa menyebutkanfungsi kondensator dan daribahan apakah kondensator itudibuat7 Apakah anda bisa menyebutkanfungsi transformator daya danModul ELKA-MR.UM.001.A 5
  9. 9. ada berapa macam transformator daya itu8 Apakah anda bisa memberikan 5contoh komponen aktif padateknik elektronika9 Apakah anda bisa menjelaskansecara umum fungsi dioda dantransistor10 Apakah anda bisa menyebutkanfungsi SCRModul ELKA-MR.UM.001.A 6
  10. 10. Penilaian Pembimbing:Berdasarkan pengamatan langsung dan mengoreksi soal-soal yangdikerjakan, maka siswa tersebut mendapatkan nilai:NILAIParafAngka HurufKeterangan: Batas lulus minimal harus mendapat nilai ≥7,00Kesimpulan:Berdasarkan perolehan nilai cek kemampuan di atas, maka siswa tersebutdapat/belum dapat *) mempelajari dan mengerjakan modul ini.................., .................. 200 .Pembimbing------------------*) Coret salah satuModul ELKA-MR.UM.001.A 7
  11. 11. Modul ELKA-MR.UM.001.A 8
  12. 12. BAB IIPEMELAJARANA. Rencana Belajar Peserta DiklatKompetensi : Menguasai Teori Dasar ElektronikaSub Kompetensi : Mengenal Komponen ElektronikaJenisKegiatan Tanggal WaktuTempatBelajarAlasanPerubahanTandaTanganGuruModul ELKA-MR.UM.001.A 9
  13. 13. B. Kegiatan BelajarKegiatan Belajar 1a. Tujuan Kegiatan PemelajaranSetelah mempelajari kegiatan belajar 1, diharapkan siswa dapat:1. Menyebutkan fungsi resistor2. Menyebutkan nilai resistansi suatu resistor berdasarkan kode warna yangada3. Menyebutkan fungsi kapasitor4. Menyebutkan nilai kapasitansi suatu kondensator berdasarkan kode angkadan huruf yang ada5. Menyebutkan fungsi induktor6. Menghitung nilai induktansi suatu induktor7. Menyebutkan fungsi transformator daya8. Menghitung besarnya tegangan sekunder jika tegangan primer danperbandingan transformasinya diketahui.b. Uraian Materi1. ResistorResistor disebut juga dengan tahanan atau hambatan, berfungsi untukmenghambat arus listrik yang melewatinya. Semakin besar nilai resistansisebuah resistor yang dipasang, semakin kecil arus yang mengalir.Modul ELKA-MR.UM.001.A 10
  14. 14. Satuan nilai resistansi suatu resistor adalah Ohm ( Ω) diberi lambang hurufR.Ada dua macam resistor yang dipakai pada teknik listrik dan elektronika,yaitu resistor tetap dan resistor variable.Resistor tetap adalah resistor yang mempunyai nilai hambatan yang tetap.Biasanya terbuat dari karbon, kawat atau paduan logam. Sebuah hambatankarbon dibentuk oleh pipa keramik dengan karbonnya diuapkan. Biasanyapada kedua ujungnya dipasang tutup, dimana kawat-kawat penghubungnyadipasang. Nilai hambatannya ditentukan oleh tebalnya dan panjangnyalintasan karbon. Panjang lintasan karbon tergantung dari kisarnya alur yangberbentuk spiral. Bentuk resistor karbon yang diuapkan aksial dan radialdapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini.Gambar 1. Hambatan Karbon yang diuapkan Aksial dan RadialGambar di bawah ini memperlihatkan simbol resistor tetapModul ELKA-MR.UM.001.A 11
  15. 15. Gambar 2. Simbol Resistor TetapKode warna pada resistor menyatakan harga resistansi dan toleransinya.Semakin kecil nilai toleransi suatu resistor adalah semakin baik, karenaharga sebenarnya adalah harga yang tertera (harga toleransinya). Misalnyasuatu resistor harga yang tertera = 100 Ohm mempunyai toleransi 5 %,maka harga yang sebenarnya adalah 100 - (5 % x100) s/d 100 + (5 %x100) = 95 Ohm s/d 105 Ohm.Terdapat resistor yang mempunyai 4 gelang warna dan 5 gelang warnaseperti yang terlihat pada gambar 3.Gambar 3. Resistor dengan 4 gelang warna dan 5 gelang warnaModul ELKA-MR.UM.001.A 12
  16. 16. Tabel 1. Kode Warna pada Resistor 4 GelangWarnaGelang 1(Angka pertama)Gelang 2(Angka kedua)Gelang 3(Faktor pengali)Gelang 4(Toleransi)Hitam - 0 1 -Coklat 1 1 1011Merah 2 2 1022Oranye 3 3 1033Kuning 4 4 1044Hijau 5 5 1055Biru 6 6 1066Ungu 7 7 1077Abu-abu 8 8 1088Putih 9 9 1099Emas - - 10-15Perak - - 10-210Tanpa Warna - - 10-320Arti kode warna pada resistor 5 gelang adalah:Gelang 1 = Angka pertamaGelang 2 = Angka keduaGelang 3 = Angka ketigaGelang 4 = Faktor pengaliGelang 5 = ToleransiResistor yang mempunyai kode angka dan huruf biasanya adalah resistorlilitan kawat yang diselubungi dengan keramik/porselin, seperti gambar 4.Modul ELKA-MR.UM.001.A 13
  17. 17. Gambar 4. Resistor dengan Kode Angka dan HurufModul ELKA-MR.UM.001.A 14
  18. 18. Arti kode angka dan huruf pada resistor ini adalah sebagai berikut: 82 K( 5% 9132 W82 K( berarti besarnya resistansi 82 K( (kilo ohm)5% berarti besarnya toleransi 5%9132 W adalah nomor serinya 5 W 0,22 ( J5 W berarti kemampuan daya resistor besarnya 5 watt0,22 ( berarti besarnya resistansi 0,22 (J berarti besarnya toleransi 5% 5 W 22 R J5 W berarti kemampuan daya resistor besarnya 5 watt22 R berarti besarnya resistansi 22 (J berarti besarnya toleransi 5% 5 W 1 K( J5 W berarti kemampuan daya resistor besarnya 5 watt1 K( berarti besarnya resistansi 1 K(J berarti besarnya toleransi 5% 5 W R 1 K5 W berarti kemampuan daya resistor besarnya 5 wattR 1 K berarti besarnya resistansi 1 K( RSN 2 P 22 KKRSN 2 P sebagai nomor seri resistorModul ELKA-MR.UM.001.A 15
  19. 19. 22 K berarti besarnya resistansi 22 K(K berarti besarnya toleransi 5% 1 k 5 berarti besarnya resistansi 1.5 K(Modul ELKA-MR.UM.001.A 16
  20. 20. 2. KondensatorKondensator ialah suatu komponen listrik/elektronika yang dapatmenyimpan muatan listrik. Kapasitas kondensator diukur dalam satuanFarad. 1 Farad = 10-3mF (mili farad) = 10-6µF (mikro farad) = 10-9nF (nanofarad) = 10-12pF (piko farad). Kondensator eletrolit mempunyai dua kutubyaitu positif dan negatif (bipolar), sedangkan kondensator kering misalnyakondensator mika, kondensator kertas tidak membedakan kutub positif dankutub negatif (non polar).Kode angka dan huruf yang terdapat pada sebuah kondensatormenentukan nilai kapasitansi dan tegangan kerjanya.Tabel 2 Kode Angka dan Huruf pada Kondensator.KodeAngkaGelang 1(Angkapertama)Gelang 2(Angka kedua)Gelang 3(Faktorpengali)Kode huruf(Toleransi %)0 - 0 1F = 1G = 2H = 3I = 4J = 5K = 10M = 201 1 1 1012 2 2 1023 3 3 1034 4 4 1045 5 5 1056 6 6 1067 7 7 1078 8 8 1089 9 9 109Contohnya:Modul ELKA-MR.UM.001.A 17
  21. 21.  Kode kapasitor 562 J 100 V, artinya besarnya kapasitansi 56 x 102pF, J:besarnya toleransi 5%, 100 V, kemampuan tegangan kerja 100 Volt. 100 nJ, artinya besarnya kapasitansi 100 nF, J: besarnya toleransi 5% Kode kapasitor 100 uF 50 V, artinya besarnya kapasitansi 100 uF,besarnya tegangan kerja 50 Volt.Kondensator yang mempunyai gelang warna nilai kapasitansinya dapatditentukan dengan cara membaca gelang-gelang warna tersebut dari kiri kekanan, sedangkan nilai dari gelang warna itu adalah seperti tabel 3 dibawah ini (kondensator polikarbonat metal).Modul ELKA-MR.UM.001.A 18
  22. 22. Tabel 3. Kode Warna pada Kondensator Polikarbionat MetalWarnaGelang 1(Angkapertama)Gelang 2(Angkakedua)Gelang 3(Faktorpengali)Gelang 4(Toleransi)TeganganKerjaHitam - 0 1 ± 20%Coklat 1 1 101Merah 2 2 102250 VOranye 3 3 103Kuning 4 4 104400 VHijau 5 5 105Biru 6 6 106650 VUngu 7 7 107Abu-abu 8 8 108Putih 9 9 109± 10%Gambar 5. Urutan Kode Warna pada KondensatorKapasitas sebuah kondensator adalah sebanding dengan luas pelat-pelatyang membentuk kondensator tersebut. Semakin luas pelat-pelatnyasemakin besar nilai kapasitansinya. Nilai kapasitansi berbanding terbalikdengan jarak dari pelat-pelatnya. Semakin kecil jarak kedua plat itu,semakin besar nilai kapasitansinya. Sebaliknya semakin jauh jarak keduaModul ELKA-MR.UM.001.A 19
  23. 23. plat itu, semakin kecil nilai kapasitansinya. Nilai kapasitansi sebuahkondensator juga sebanding dengan konstanta dielektrikum dari bahanisolator yang dipasang antara kedua plat itu. Jika nilai konstantadielektrikumnya mempunyai nilai yang besar, maka nilai kapasitansinyabesar.Modul ELKA-MR.UM.001.A 20
  24. 24. Sebuah kondensator pelat besarnya nilai kapasitansi ditentukan denganrumus: C = (o x (r x A/Sdimana: C = kapasitas dalam Farad= 8,885 x 10-12(r = konstanta dielektrik relatif dari isolasi yang dipakaiA = luas pelat dalam m2tiap pelatnyaS = jarak pelat dalam mContoh:Sebuah kondensator pelat mempunyai data-data sebagai berikut: Luaspelat 10 cm2. Jarak kedua pelat 1 mm. Dielektrikumnya adalah udara ((r =1). Hitunglah nilai kapasitansinya.Jawab: C = (o x (r x A/S C = 8,885 x 10-12x 1 x 10.10-4/10-3C = 8,885 pFMuatan sebuah kondensator dapat dihitung jika nilai kapasitansi danperbedaan tegangan antara dua pelat itu diketahui dengan menggunakanrumus: Q = C x UDimana: Q = muatan dalam satuan CoulombC = kapasitas dalam satuan FaradU = tegangan dalam satuan VoltContohModul ELKA-MR.UM.001.A 21
  25. 25. Sebuah kondensator dengan nilai kapasitansi 10 uF dipasang padategangan 1 volt, maka besarnya muatan Q = C x U = 10uF x 1 VQ = 10 uC (mikro coulomb) = 10-6CModul ELKA-MR.UM.001.A 22
  26. 26. 3. InduktorInduktor adalah komponen listrik/elektronika yang digunakan sebagai bebaninduktif. Simbol induktor dapat dilihat pada gambar di bawah iniGambar 6. Simbol InduktorNilai induktansi sebuah induktor dinyatakan dalam satuan Henry. 1 Henry =1000 mH (mili Henry). Induktor yang ideal terdiri dari kawat yang dililit,tanpa adanya nilai resistansi. Sifat-sifat elektrik dari sebuah induktorditentukan oleh panjangnya induktor, diameter induktor, jumlah lilitan danbahan yang mengelilinginya.Induktor dapat disamakan dengan kondensator, karena induktor dapatdipakai sebagai penampung energi listrik. Di dalam induktor disimpanenergi, bila ada arus yang mengalir melalui induktor itu. Energi itu disimpandalam bentuk medan magnit. Bila arusnya bertambah, banyaknya energiyang disimpan meningkat pula. Bila arusnya berkurang, maka induktor itumengeluarkan energi.Rumus untuk menetukan induksi sendiri dari sebuah induktor gulungantunggal ialah:L = 4 x ( x r x (2xr/d + 0,33) 10-9x nDimana: L = Induksi sendiri dalam satuan Henry (H)Modul ELKA-MR.UM.001.A 23
  27. 27. r = jari-jari koker lilitand = diameter tebal kawat dalam cmn = jumlah lilitanGambar 7. Induktor Gulungan TunggalModul ELKA-MR.UM.001.A 24
  28. 28. Contoh:Berapakah besarnya induksi diri sebuah induktor tunggal dengan jari-jarikoker 0,5 cm sebanyak 100 lilitan dengan diameter kawat 1 mm?Jawab: L = 4 x ( x r x (2r/d + 0,33) x 10-9x nL = 4 x 3,14 x 0,5 x (2x0,5/0,1 + 0,33) x 10-9x 100L = 6,48 uHInduktor dengan gulungan berlapis nilai induksi diri dapat dicari denganrumus: L = n2x d x ( x 10-9Dimana: L = Induksi sendiri dalam satuan Henry (H)n = jumlah lilitand = diameter koker dalam cml = panjang gulungan dalam cm( = nilai perbandinganh = tinggi (tebal) lapisan dalam cm1 – (2xh/(d+h))Nilai perbandingan: ( = 20 x ----------------------1 + (2xl/(d+h))Gambar 8. Gulungan berlapisContoh:Sebuah spull trafo IF radio listrik mempunyai data-data sebagai berikut, n =100, d = 2 cm, h = 1 cm, l = 2 cm. Hitunglah besarnya nilai induksi diri.Modul ELKA-MR.UM.001.A 25
  29. 29. Jawab:1 – (2xh/(d+h))Nilai perbandingan : ( = 20 x ----------------------1 + (2xl/(d+h))1 – (2x1/(2+1))Nilai perbandingan : ( = 20 x ----------------------1 + (2x2/(2+1))1 – 0,66Nilai perbandingan : ( = 20 x ------------- ( = 20 x 0,14 ( = 2,81 + 1,33L = 1002x 2 x 2,8 x 10-9L = 56 uHKomponen elektronik yang termasuk induktor karena memakai lilitan kawatantara lain: Trafo daya yang dikenal dengan trafo step up dan trafo step down Trafo frekuensi rendah dikenal dengan trafo input dan output Trafo frekuensi tinggi misalnya spull antena dan spull osilator Trafo frekuensi menengah antara dikenal dengan trafo IF Gulungan bicara pada mikropon atau gulungan yang terdapat pada spikerdikenal dengan moving coil. Gulungan pada relay Gulungan pada filter frekuensi tinggi dikenal dengan nama Rfc (Radiofrekuensi choke) dan frekuensi rendah (choke) Gulungan pada motor listrik atau dinamo listrik Gulungan pada head playback, head rekam dan head hapus (erase head)Modul ELKA-MR.UM.001.A 26
  30. 30. 4. TransformatorTransformator (trafo) ialah alat listrik/elektronika yang berfungsimemindahkan tenaga (daya) listrik dari input ke output atau dari sisi primerke sisi sekunder. Pemindahan daya listrik dari primer ke sekunder disertaidengan perubahan tegangan baik naik maupun turun.Ada dua jenis trafo yaitu trafo penaik tegangan (step up transformer) dantrafo penurun tegangan (step down transformer). Jika tegangan primer lebihkecil dari tegangan sekunder, maka dinamakan trafo step up. Tetapi jikategangan primer lebih besar dari tegangan sekunder, maka dinamakantrafo step down.Gambar 9. Simbol TrafoPada setiap trafo mempunyai input yang dinamai gulungan primer danoutput yang dinamai gulungan sekunder. Trafo mempunyai inti besi untukfrekuensi rendah dan inti ferrit untuk frekuensi tinggi atau ada juga yangtidak mempunyai inti (intinya udara).Primer SekunderModul ELKA-MR.UM.001.A 27
  31. 31. Gambar 10. Bagan Trafo yang dilalui Arus ListrikBila pada lilitan primer diberi arus bolak-balik (AC), maka gulungan primerakan menjadi magnit yang arah medan magnitnya juga bolak-balik. Medanmagnit ini akan menginduksi gulungan sekunder dan mengakibatkan padagulungan sekunder mengalir arus bolak-balik (AC). Dimisalkan padagulungan primer mengalir arus berfasa positip (+), maka pada gulungansekundernya mengalir arus berfasa negatip (-). Karena arus yang mengalirdigulungan primer bolak-balik, maka pada gulungan sekunderpun mengalirarus bolak-balik. Besarnya daya pada lilitan primer sama dengan dayayang diberikan pada lilitan sekunder.Jadi Pp = Ps atau Up.Ip = Us.IsDimana:Pp = Daya primer dalam wattPs = Daya sekunder dalam wattUp = Tegangan primer dalam voltUs = Tegangan sekunder dalam voltIp = Arus primer dalam amperIs = Arus sekunder dalam amperModul ELKA-MR.UM.001.A 28
  32. 32. Contoh:Sebuah trafo daya dihubungkan dengan tegangan jala-jala 220 V, arusyang mengalir pada lilitan primer 0,2 amper. Jika tegangan sekundernya 12V. Hitunglah besarnya arus sekunder.Penyelesaian:Up.Ip = Us.Is 220.0,2 = 12. Is Is = 44/12 Is = 3,66 amperModul ELKA-MR.UM.001.A 29
  33. 33. Perbandingan Transformasi:Pada umumnya jumlah lilitan primer tidak sama dengan jumlah lilitansekunder. Untuk trafo stepup jumlah lilitan primer lebih sedikit dari jumlahlilitan sekunder, sebaliknya untuk trafo stepdown jumlah lilitan primer lebihbanyak dari jumlah lilitan sekunder. Banyaknya lilitan primer dan banyaknyalilitan sekunder menunjukkan besarnya tegangan primer dan besarnyategangan sekunder. Semakin besar tegangannya semakin banyak pulalilitannya. Jadi banyaknya lilitan berbanding lurus dengan besarnyategangan dimasing-masing sisi. Jika lilitan sekunder= Ns dan lilitan primer =Np, maka perbandingan jumlah lilitan primer dan lilitan sekunder disebutperbandingan transformasi dan dinyatakan dengan T = Np/Ns. Padatransformator berlaku persamaan: Up/Us = Np/Ns atau T = Up/UsContoh:Sebuah trafo daya tegangan primernya 220 V, tegangan sekundernya 30 V.Jumlah lilitan primernya 1100 lilit. Hitunglah banyaknya lilitan sekundernya.Penyelesaian:Up/Us = Np/Ns 220/30 = 1100/Ns 7,33 = 1100/NsNs = 1100/7,33 Ns = 150.06 lilitPada teknik elektronika dikenal bermacam-macam trafo, baik untukfrekuensi tinggi maupun frekuensi rendah. Contoh trafo untuk frekuensitinggi yaitu trafo osilator, trafo frekuensi menengah (IF), trafo spull antenaModul ELKA-MR.UM.001.A 30
  34. 34. (tuner). Sedangkan trafo yang dipakai untuk frekuensi rendah yaitu trafoinput, trafo output, trafo filter (choke).Modul ELKA-MR.UM.001.A 31
  35. 35. c. Rangkuman1. Fungsi resistor ialah untuk menghambat arus listrik yang melewatinya.2. Nilai resistansi suatu resistor dapat ditentukan dengan membaca kodewarna atau kode angka yang tertera pada badan resistorFungsi kondensator ialah untuk menyimpan muatan listrik.3. Nilai kapasitansi suatu kondensator dapat ditentukan dengan membacakode warna atau kode angka yang tertera pada badan kondensator4. Fungsi induktor ialah sebagai beban induktif.5. Fungsi transformator ialah memindahkan tenaga (daya) listrik dari input keoutput atau dari sisi primer ke sisi sekunder.d. Tugas1. Ukurlah nilai resistansi resistor dengan kode warna coklat, hitam,merah, emas. Bandingkan dengan nilai resistansi hasil pembacaan kodewarna.2. Ukurlah nilai kapasitansi kondensator milar dengan kode angka100 nJ, bandingkan dengan hasil pembacaan kode angka tersebut.3. Ukurlah nilai induktansi Rfc 100 mH/250 mA, bandingkan hasilpengukuran itu dengan hasil pembacaan.4. Ukurlah tegangan sekunder trafo 220 V/12 V, bandingkanhasilnya dengan angka yang tertera pada labelnya.e. Tes FormatifModul ELKA-MR.UM.001.A 32
  36. 36. 1. Sebutkan fungsi resistor!2. Tentukan nilai resistansi suatu resistor dengan kode warnamerah, merah, merah dan emas!3. Tentukan nilai resistansi suatu resistor dengan kode angka 5W 1R J !4. Sebutkan fungsi kondensator!5. Tentukan nilai kapasitansi suatu kondensator dengan kode angka682 J 100 V!6. Tentukan nilai kapasitansi suatu kondensator dengan kode warnacoklat, merah, oranye, putih, kuning!7. Sebutkan fungsi induktor!8. Apa arti kode angka 100 mH/250 mA pada sebuah induktor?9. Sebutkan fungsi transformator!10. Tuliskan beberapa trafo untuk frekuensi tinggi!f. Kunci Jawaban1. Fungsi resistor ialah untuk menghambat besarnya arus yang melaluinya.2. 2200 Ohm – 5%3. Kemampuan daya resistor 5 Watt, resistansi 1 Ohm, toleransi 5%4. Fungsi kondensator ialah untuk menyimpan muatan listrik5. Besarnya kapasitas 6800 pF, toleransi 5%, tegangan kerja 100 Volt6. 12000 pF, 5%, 400 VoltModul ELKA-MR.UM.001.A 33
  37. 37. 7. Fungsi induktor ialah sebagai beban induktif8. Nilai induktansinya 100 mH, kemampuan arus yang mengalir 250 mA9. Fungsi transformator ialah untuk memindahkan tenaga (daya) listrik dariinput ke output atau dari sisi primer ke sisi sekunder.10.Trafo IF, trafo osilator, trafo filter frekuensi tinggi, spull antenaModul ELKA-MR.UM.001.A 34
  38. 38. g. Lembar Kerja1. Judul: Menentukan Nilai Resistansi Resistor2. Alat dan Bahan:a) Resistor dengan kode warna (empat gelang) = 3 buahb) Resistor dengan kode warna (lima gelang) = 3 buahc) Resistor dengan kode angka = 3 buahd) Ohm meter = 1 buah3. Keselamatan Kerja:a) Jangan meletakkan Ohm meter ditepi meja agar tidak jatuhb) Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter, amper meterdan ohm meter) mulailah dari batas ukur terbesarc) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatanbelajar4. Langkah Kerja:a) Siapkan alat dan bahan yang diperlukanb) Amatilah kode warna pada masing-masing resistor 4 gelang dan 5gelangc) Ukurlah resistansi resistor satu persatu dengan ohm meterd) Catatlah nilai resistansi resistor pada tabel di bawah iniTabel 3. Nilai Resistansi ResistorWarna gelang no.Modul ELKA-MR.UM.001.A 35
  39. 39. ResistorNilaiPengamatanNilaiPengukuran1 2 3 4 5123456e) Ulangi langkah kerja no. 2 dan no. 3 untuk huruf masing-masingresistor yang mempunyai kode angka dan hurufModul ELKA-MR.UM.001.A 36
  40. 40. f) Catatlah nilai resistansi resistor pada tabel di bawah iniTabel 4. Nilai Resistansi ResistorResistor Kode Resistansi terbacaResistansiterukur1231) Bandingkan hasil pengamatan dengan hasil pengukuran2) Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan anda3) Kembalikan semua alat dan bahanLembar Kerja 2Judul: Menentukan Nilai Kapasitansi KondensatorAlat dan Bahan:1) Alat tulis, kertas dan alat gambar = secukupnya2) Kondensator dengan kode angka dan huruf = 5 buah3) Kondensator dengan kode warna = 5 buah4) Multimeter (Ohm meter) = 1 buahKeselamatan Kerja:1) Jangan meletakkan Multimeter (Ohm meter) ditepi meja agar tidakjatuh2) Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter, ampermeter dan ohm meter) mulailah dari batas ukur terbesarModul ELKA-MR.UM.001.A 37
  41. 41. 3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembarkegiatan belajarModul ELKA-MR.UM.001.A 38
  42. 42. Langkah kerja:1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan2) Amatilah kode angka dan huruf pada kondensator satu persatuKondensatorKodeKapasitansi(pF)Toleransi(%)Tegangankerja123453) Amatilah kode warna pada kondensator satu persatu4) Catatlah dalam tabel di bawah iniKondensatorWarna gelang no. Kapasitas (pF)Toleransi(%)Teg.kerja (volt)1 2 3 4 5123455) Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan anda6) Kembalikan semua alat dan bahanModul ELKA-MR.UM.001.A 39
  43. 43. Kegiatan Belajar 2a. Tujuan Kegiatan PemelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan belajar 2 ini, siswa diharapkan dapat:1. Menggambar simbol dioda.2. Menuliskan dua macam penyearah dioda.3. Menggambarkan simbol transistor PNP dan NPN.4. Menggambarkan prisip dasar pemberian tegangan bias pada transistorPNP dan NPN.5. Menggambarkan simbol FET dan MOSFET.6. Menjelaskan keuntungan FET dibanding dengan transistor.7. Menggambarkan simbol SCR.8. Menuliskan fungsi SCR.b. Uraian Materi1. DiodeDioda semi konduktor yang dipakai pada teknik elektronika pada umumnyadigunakan untuk menyearahkan arus listrik AC menjadi DC.Dioda dibentuk oleh atom P dan atom N yang digabungkan menjadi satu,sehingga akan membentuk susunan seperti gambar dibawah ini.Modul ELKA-MR.UM.001.A 40
  44. 44. Gambar 11. Susunan dan Simbol Dioda SemikonduktorDari gambar di atas atom P disebut sebagai anoda dan atom N sebagaikatoda. Bila anoda diberi muatan positip dan katoda diberi muatan negatip,maka arus akan mengalir (lampu menyala), sebaliknya jika anoda diberimuatan negatip dan katoda diberi muatan positip, maka arus tidakmengalir.Arah gerakan arus yang mengalir ini dinamai arah gerak maju atau forwarddirection. Arah gerakan tanpa aliran arus ini dinamai arah gerak tentangatau revers direction.Gambar 12. Arus DC melalui DiodaDioda dapat digunakan untuk menyearahkan arus AC menjadi arus DC.Ada dua macam penyearah dioda yaitu penyearah setengah gelombangdan penyearah gelombang penuh. Gambar 13 memperlihatkan rangkaianpenyearah setengah gelombang.Modul ELKA-MR.UM.001.A 41
  45. 45. Gambar 13. Rangkaian Penyearah Setengah GelombangBila saklar S ditutup pada belitan sekunder akan diinduksikan teganganbolak-balik. Pada saat t1 sampai t2 tegangan ujung A sedang positipsehingga pada setengah perioda ini dioda akan dilewati arus I. Arus iniakan melewati tahanan RL, sehingga antara ujung-ujung C dan D terjaditegangan sebanding dengan besarnya arus. Pada saat t2 – t3 ujung Anegatip, dioda menerima tegangan revers, pada tahanan RL akan mengalirarus revers, arus ini besarnya hanya beberapa mikroamper ( Aµ ), olehkarena itu diabaikan, sehingga pada ujung-ujung RL tidak ada tegangan.Modul ELKA-MR.UM.001.A 42
  46. 46. Rangkaian penyearah gelombang penuh diperlihatkan pada gambar 14 dibawah ini.Gambar 14. Rangkaian Penyearah Gelombang PenuhRangkaian penyearah gelombang penuh dengan sistim jembatan ini palingbanyak digunakan sebagai sumber tenaga dari pesawat-pesawatelektronika. Penyearah sistim jembatan ini memerlukan empat buah dioda.Transformator yang digunakan tidak perlu mempunyai senter tap.2. TransistorNama transistor diambil dari kata transfer dan resistor. Bahan semikonduktor ini berasal dari bahan atom germanium, Indium dan Arsenikumatau Silikon. Atom-atom ini sendiri termasuk bahan yang tidak mengalirkanarus listrik, jadi termasuk jenis bahan isolator atau resistor. Setelahmengalami proses peleburan, maka terbentuklah hasil campuran yangdinamai P-N junction. Bahan campuran ini mempunyai sifat setengahmenghantarkan arus listrik atau semikonduktor. Itulah sebabnya hasilcampuran ini sering dinamai semikonduktor. Jadi semikonduktor atautransistor ini hasil pencampuran lagi dari jenis P-N junction dan N-Pjunction.Modul ELKA-MR.UM.001.A 43
  47. 47. Bila dua jenis atom P dan N junction digabungkan, maka terbentuklahbahan baru yang dinamai transistor.Jadi transistor terbentuk dari bahan-bahan:• PN + NP menjadi PNP• Np + PN menjadi NPN• PN + PN menjadi PNPNModul ELKA-MR.UM.001.A 44
  48. 48. Gambar di bawah ini memperlihatkan simbol dari transistor PNP dantransistor NPNGambar 15. Simbol Transistor PNP dan Transistor NPNMacam-macam bentuk dan tipe transistor terlihat seperti gambar di bawahini.Gambar 16. Bermacam-Macam Bentuk Transistor dari Bermacam TipeDari gambar di atas terlihat bahwa transistor ada yang mempunyai 2 kakidan ada yang 4 kaki. Khusus untuk transistor daya besar biasanyamempunyai 2 kaki, kaki kolektor sama dengan badannya. Untuk transistoryang berkaki 4 biasanya untuk frekuensi tinggi, disitu terdapat kaki yangdinamai shield (tameng) yang dihubungkan ke ground.Modul ELKA-MR.UM.001.A 45
  49. 49. Agar transistor dapat mengalirkan arus, maka transistor harus diberisumber arus dari dua buah batery. Sumber arus ini biasanya diberi kodeVcc. Untuk transistor jenis PNP negatip dan untuk NPN positip. Transistordipasang sedemikian sehingga harus memenuhi beberapa syarat yaitudalam arah maju (forward) dan arah balik (revers).Modul ELKA-MR.UM.001.A 46
  50. 50. Gambar 17. Cara Pemberian Tegangan Bias pada TransistorPemberian tegangan bias pada transistor yang dipakai dalam rangkaiansebenarnya ialah dengan menerapkan resistor-resistor, dengan demikiansumber tegangan baterinya cukup satu saja.Gambar 18.Cara pemberian tegangan bias pada transistordengan memakai satu sumber tegangan VccPada dasarnya fungsi transistor ialah memperkuat arus. Dari gambarskema dasar rangkaian transistor di bawah ini, jika tegangan VBE = 0, makaModul ELKA-MR.UM.001.A 47
  51. 51. tidak ada arus basis IB yang mengalir, demikian juga arus kolektor IC = 0,transistor dalam keadaan mati (cut off).Gambar 19. Transistor sebagai Penguat ArusKalau tegangan basis VBE ada, maka mengalirlah arus basis IB, emikian jugaaru kolektor IC. Transistor dalam keadaan menghantar. Semakin besartegangan VBE, maka arus basis IB semakin besar dan juga arus kolektor ICsemakin besar. Antara arus kolektor IC dan arus basis IB ada perbandinganyang konstan. Penguatan arus DC pada transistor merupakanperbandingan antara IC dan IB yang dinyatakan sebagai hFE = IC/IB. Jadibesarnya IC = hFE.IBContoh: Suatu transistor oleh pabrik pembuatnya dinyatakan mempunyaihFE = 100, ini berarti bahwa kalau arus basis IB yang mengalir =100 µA, maka arus kolektor IC yang mengalir = 10 mA.3. FET dan MOSFETModul ELKA-MR.UM.001.A 48
  52. 52. FET singkatan dari Field Effect Transistor (Transistor Efek Medan).Kelebihan FET dibanding dengan transistor ialah:a) FET tidak tergantung dari sedikitnya sinyal input namun mempunyaifaktor radiasi tahanan yang baik sekali.b) FET tidak mengalami gangguan yang diakibatkan dari sumber. Jadijelasnya FET low noise.c) FET dapat bekerja pada sumber tegangan yang sangat rendah.Susunan, simbol dan bentuk dari FET adalah seperti gambar 20 di bawahiniGambar 20. Susunan, Simbol dan Bentuk FETMOSFET singkatan dari Metal Oxyde Semiconductor Field Effect Transistor.Antara FET dan MOSFET sebenarnya tidak ada perbedaan, hanya padaModul ELKA-MR.UM.001.A 49
  53. 53. MOSFET ditambah lapisan tipis SiO2 yang membatasi Gate dan Chenneldan arus yang masuk kecil sekali.Gambar 21. Simbol MOSFET4. SCR (Silicon Controlled Rectifier)SCR disebut juga Thyristor dan dipakai sebagai pengatur daya dan saklar.Penggunaan SCR sebagai pengatur daya dan sebagai saklar sangatmenguntungkan dibandingkan dengan saklar mekanik sebab tak adakontak-kontak yang aus karena terbakar, tidak menjangkitkan busur api danmemerlukan sedikit komponen-komponen tambahan. SCR dapat dipakaiuntuk mengatur daya yang besar-besar sepertin mesin-mesin listrik,sedangkan SCR itu sendiri memerlukan daya yang kecil saja. Gambar 22memperlihatkan bentuk dan simbol dari SCR.Modul ELKA-MR.UM.001.A 50
  54. 54. Gambar 22. Bentuk dan Simbol SCRModul ELKA-MR.UM.001.A 51
  55. 55. 5. Zener DiodaZener dioda atau juga dikenal sebagai voltage regulation dioda adalahsilikon PN junction yang bekerja pada revers bias didaerah breakdown.Gambar 23 memperlihatkan simbol zener dioda serta karakteristik reversbiasnya.Gambar 23. Simbol dan Karakteristik Dioda ZenerTegangan zener Vz benar-benar konstan meskipun arus yang mengalirberubah-ubah besarnya. Tetapi dalam kenyataannya tegangan zener akanberubah sedikit apabila arus dioda Iz berubah. Hambatan arus bolak-balikdalam daerah zener disebut hambatan zener (rz) = ∆Vz/∆Iz. Jadi perubahantegangan Vz akan dapat ditentukan dari ∆Vz = ∆Iz.rzSkema dasar rangkaian stabilisasi tegangan dengan dioda zener adalahseperti terlihat pada gambar 24 di bawah ini.Modul ELKA-MR.UM.001.A 52
  56. 56. Gambar 24. Stabilisasi Tegangan dengan Dioda ZenerApabila arus beban semakin besar, maka arus zener akan berkurang. Agartegangan output (pada beban) tetap stabil, maka pengurangan arus zener Iztiak boleh sampai pada daerah lengkung yang kurang curam, karena padadaerah itu tegangan zener dioda sudah tidak stabil lagi. Untuk supaya arusbeban mampu besar dengan arus zener Iz tetap pada daerah lengkungyang curam, sehingga tegangan output tetap stabil, maka dipasanglahtransistor seperti gambar skema di bawah ini.Gambar 25.Stabilisasi Tegangan dengan Dioda Zener ditambahsatu transistor untuk menambah besar arus outputnyaModul ELKA-MR.UM.001.A 53
  57. 57. Dari gambar skema di atas rangkaian stabilisasi tegangan sebe narnyaberupa rangkaian commond emitor. Resistor beban merupakan hambatanemitor. Tegangan basis distabilkan oleh zener dioda dan arus beban samadengan arus kolektor, maka berlakulah IBasis= IBeban/hFE.Contoh:Jika arus beban = 1 amper dan transistor mempunyai hFE=100. Hitunglaharus basisnya.Penyelesaian :IBasis= IBeban/hFE. IBasis= 1/100. IBasis= 0,01 amperDari gambar 2-16 terlihat bahwa tegangan basis = tegangan zener dioda,sedangkan tegangan beban = VDZ – VBE. Karena tegangan VBE cukup kecil(= 0,6 V), maka tegangan beban = tegangan zener dioda dan konstan.Modul ELKA-MR.UM.001.A 54
  58. 58. c. Rangkuman1. Fungsi dioda ialah untuk menyearahkan arus AC menjadi arus DC dengandua macam bentuk penyearahan yaitu penyearah setengah gelombang danpenyearah gelombang penuh.2. Ada dua jenis transistor yaitu PNP dan NPN. Agar transistor dapatberfungsi sebagai penguat, maka harus diberi tegangan bias dari dua buahbattery. Tegangan bias pada transistor ada dua yaitu bias forward dan biasrevers.3. FET (Field Effect Transistor) mempunyai keunggulan disbanding dengantransistor bipolar, yaitu:a) FET tidak tergantung dari sedikitnya sinyal input namun mempunyaifaktor radiasi tahanan yang baik sekalib) FET tidak mengalami gangguan yang diakibatkan dari sumber. Jadijelasnya FET low noise’c) FET dapat bekerja pada sumber tegangan yang sangat rendah.4. SCR disebut juga Thyristor dan dipakai sebagai pengatur daya dan saklar.5. Fungsi Dioda Zener ialah untuk menstabilkan tegangan ouput catu dayaDC walaupun tegangan input berubah-ubah atau arus output berubah-ubahbesarnya.d. Tugas1. Tulislah cara mengetes dioda apakah masih baik atau tidak denganmemakai Ohm meter.Modul ELKA-MR.UM.001.A 55
  59. 59. 2. Tulislah cara mengetes transistor PNP dan NPN apakah masih baik atautidak dengan memakai Ohm meter.e. Tes Formatif1. Sebutkan fungsi dioda dan gambarkan simbolnya !2. Sebutkan dua jenis transistor dan gambakan simbolnya masing-masing!3. Gambarkan simbol FET untuk kanal P dan kanal N4. Gambarkan simbol MOSFET untuk kanal P dan kanal N5. Gambarkan simbol SCR6. Gambarkan simbol Zener diodaModul ELKA-MR.UM.001.A 56
  60. 60. f. Kunci Jawaban1. Fungsi dioda ialah sebagai penyearah arus bolak-balik (AC) menjadiarus searah (DC)Gambar simbol dioda:2. Dua jenis transistor yaitu PNP dan NPNGambar simbol transistor PNP Gambar simbol transistor PNP3. Simbol FET untuk kanal P Simbol FET untuk kanal N4. Simbol MOSFET untuk kanal P Simbol FET untuk kanal N5. Simbol SCRModul ELKA-MR.UM.001.A 57
  61. 61. 6. Simbol Zener diodaModul ELKA-MR.UM.001.A 58
  62. 62. g. Lembar Kerja1. Judul: Mengetes Dioda2. Alat dan bahan:a. Multimeter = 1 buahb. Dioda 1 Amper = 1 buah3. Keselamatan Kerja:a. Jangan meletakkan Multimeter (Ohm meter) ditepi meja agar tidak jatuhb. Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter, amper meterdan ohm meter) mulailah dari batas ukur terbesarc. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatanbelajar4. Langkah kerja:a. Siapkan alat dan bahan yang diperlukanb. Setellah multimeter pada posisi Ohm meter x1Ω, kalibrasilah.c. Tempelkan penyidik hitam pada kaki anoda dioda dan penyidik merahpada kaki katoda dioda. Amati penunjukkan jarum meter, menunjuk keberapa ohm.d. Tempelkan penyidik merah pada kaki anoda dioda dan penyidik hitampada kaki katoda dioda. Amati penunjukkan jarum meter, menunjuk keberapa ohm.e. Buat kesimpulan dari pengamatan saudaraf. Kembalikan semua alat dan bahanModul ELKA-MR.UM.001.A 59
  63. 63. Modul ELKA-MR.UM.001.A 60
  64. 64. Kegiatan Belajar 3a. Tujuan Kegiatan PemelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan belajar 3 ini, siswa diharapkan dapat:1. Menggambarkan simbol Foto Transistor2. Menyebutkan fungsi Foto Transistor3. Menggambarkan simbol dioda LED4. Menyebutkan fungsi dioda LED5. Menggambarkan simbol dioda foto sel6. Menyebutkan fungsi dioda foto selb. Uraian Materi1. Foto TransistorPencampuran antara atom P-Germanium dan atom N-Germanium dapatmenghasilkan suatu komponen elektronika yang dinamai foto transistoratau foto sel. Komponen ini bila terkena sinar akan menghasilkan arus yangsangat kecil.Gambar 26 memperlihatkan bentuk dan simbol dari foto transistor.Gambar 26. Bentuk dan Simbol dari Foto TransistorContoh skema rangkaian yang menggunakan foto transistor sebagai alatLight Control Switch seperti gambar di bawah ini.Modul ELKA-MR.UM.001.A 61
  65. 65. Gambar 3-2. Skema rangkaian Light Control SwitchGambar 27. Foto Transistor sebagai Light Control Switch2. Dioda FotoDioda Foto merupakan komponen elektronik yang termasuk jenis optik.Fungsi dioda foto digunakan pada alat remote control dan sebagai detektor.Bentuk dan simbol dari dioda foto seperti terlihat pada gambar 28 di bawahini.Gambar 28. Bentuk dan Simbol dari Foto Dioda3. Dioda LEDDioda LED akan menyala jika diberi arus DC arah forward atau arus ACyang sesuai dengan tegangan kerjanya (misal 3 volt). Dioda LEDdigunakan sebagai lampu indikator dan sebagai display. Bentuk dan simboldari dioda LED seperti gambar 29di bawah ini.Modul ELKA-MR.UM.001.A 62
  66. 66. Gambar 29. Bentuk dan Simbol dari dioda LEDLED dibuat dari berbagai bahan semikonduktor campuran seperti galiumarsenida fosfida (GaAsP), galium fosfida (GaP) dan galium aluminiumarsenida (GaAlAs).Kalau LED diberi tegangan panjar (bias) arah maju, juctionnya akanmengeluarkan cahaya. Warna cahaya bergantung kepada jenis dan kadarbahan junctionnya. Kecerahan cahaya berbanding lurus dengan arusforward (arah maju) yang mengalirinya. Arus forward berkisar antara 10 mA– 20 mA untuk kecerahan makimum. Pada kondisi menghantar teganganmaju pada LED merah adalah 1,6 V – 2,2 V, pada LED kuning 2,4 V danpada LED hijau 2,7 V. Tegangan revers (terbalik) maksimum yangdibolehkan pada LED merah adalah 3 V, LED kuning 5 V dan LED hijau 5V.Keunggulan LED diantaranya adalah konsumsi arus yang sangat kecil,awet (dapat bertahan sampai 50 tahun) dan kecil bentuknya (tidak makantempat).Kegunaan LED adalah untuk penampil digit, indikator pandang (sebagaipengganti lampu pijar) dan sebagai acuan tegangan (1,5 V tiap LED).Modul ELKA-MR.UM.001.A 63
  67. 67. Keistimewaan lain dari LED ialah memancarkan cahaya ingin, umur tidakdipendekkan oleh peng-on-off-an yang terus menerus, tidak memancarkansinar infra merah (kecuali yang sengaja dibuat untuk itu).Cara memasang LED pada sumber arus DC adalah seperti gambar dibawah ini.Gambar 30. Cara Merangkai LEDDalam merangkai LED selalu diperlukan resistor deretan guna membatasikuat arus.c. Rangkuman1. Komponen elektronik yang termasukpiranti optik adalah foto transistor. Foto transistor akan menghasilkan arusDC yang kecil jika pada basisnya dikenai sinar.2. Dioda Foto akan mengalirkan arus jikapermukaannya dikenai sinar, besarnya arus yang mengalir semakin besarjika sinar yang mengenainya semakin kuat.3. Dioda LED akan menyala jika diberi arusDC forward atau arus AC yang sesuai dengan tegangan kerjanya.Modul ELKA-MR.UM.001.A 64
  68. 68. d. Tugas1. Ujilah sebuah dioda LED apakah masihbaik atau tidak dengan memberikan tegangan DC atau AC yang sesuaidengan tegangan kerjanya.e. Tes Formatif1. Gambarkan simbol foto transistor2. Gambarkan simbol foto dioda3. Gambarkan simbol dioda LEDf. Kunci Jawaban1. Simbol foto transistor:2. Simbol foto dioda3. Simbol LEDModul ELKA-MR.UM.001.A 65
  69. 69. g. Lembar Kerja1. Lembar Kerja2. Judul: Menguji Dioda LED3. Alat dan Bahan:a) Catu daya DC 0 – 12 volt = 1 buahb) Dioda LED = 3 buah4. Keselamatan Kerja:a) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembarkegiatan belajarb) Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter,amper meter dan ohm meter), mulailah dari batas ukur yang besarc) Hati-hati dalam menggunakan catu daya DC, tepatkantegangannya sesuai dengan tegangan kerja LEDd) Jangan meletakkan Multimeter (Ohm meter) dan catu dayaditepi meja agar tidak jatuh5. Langkah kerja:a) Siapkan alat dan bahan yang diperlukanb) Nyalakan catu daya DC, tepatkan tegangannya pada 3 volt.c) Hubungkan kaki anoda LED pada kutub positip catu dayadan hubungkan kaki katoda LED pada kutub negatip catu daya.Amatilah LED apakah menyala. Jika tidak menyala berarti rusak.d) Ulangi langkah kerja no. 3 untuk semua LED yang ada.Modul ELKA-MR.UM.001.A 66
  70. 70. e) Buat kesimpulan dari hasil praktek saudaraf) Kembalikan semua alat dan bahanModul ELKA-MR.UM.001.A 67
  71. 71. BAB. IIIEVALUASIA. EVALUASI1. Tes TertulisBerilah tanda silang (X) pada jawaban yang benarA. Soal nomor 1 sampai nomor 5 berdasarkan ranah Afektif (Sikap)1. Jika teman anda hendak mengukur tegangan DC dengan menggunakanmultimeter tetapi salah dalam meletakkan selektor yaitu pada Ohm,maka sikap anda ialah:a. Mendiamkan saja agar multimeternya rusakb. Masa bodohc. Pura-pura tidak tahud. Memperingatkan pada teman kalau salah dalam meletakkan selektor2. Jika hendak mengukur arus DC, maka selektor multimeter harusdiarahkan pada:a. Ohm pada X1 dengan dikalibrasi dulub. Volt DC pada 50 Vc. DC amper pada range tertinggid. Volt AC pada 1000 V3. Jika hendak mengukur tegangan DC 12 V, maka selektor multimeterharus diarahkan pada:Modul ELKA-MR.UM.001.A 68
  72. 72. a. Ohm pada X1 dengan dikalibrasi dulub. Volt DC pada 50 Vc. DC amper pada range tertinggid. Volt AC pada 1000 V4. Jika hendak mengukur resistansi suatu resistor 100 Ohm, maka selektormultimeter harus diarahkan pada:a. Ohm pada X1 dengan dikalibrasi dulub. Volt DC pada 50 Vc. DC amper pada range tertinggid. Volt AC pada 1000 V5. Jika hendak mengukur tegangan AC 500 V, maka selektor multimeterharus diarahkan pada:a. Ohm pada X1 dengan dikalibrasi dulub. Volt DC pada 50 Vc. DC amper pada range tertinggid. Volt AC pada 1000 VB. Soal nomor 6 sampai nomor 25 berdasarkan ranah Koknitif (Pengetahuan)6. Resistor dengan kode warna kuning, ungu, merah, emas mempunyainilai resistansi:a. 2200 Ohm toleransi 2%b. 3300 Ohm toleransi 4%c. 4700 Ohm toleransi 5%Modul ELKA-MR.UM.001.A 69
  73. 73. d. 5600 Ohm toleransi 10%7. Resistor 5600 Ohm toleransi 10% mempunyai kode warna:a. Merah, merah,merah, coklatb. Oranye, oranye, merah, oranyec. Kuning, ungu, merah, emasd. Hijau, biru, merah, perak8. Resistor dengan kode 5W22RJ mempunyai arti:a. Resistansinya 22 Ohm, toleransinya 2% dan dayanya 5 Wb. Resistansinya 22 Ohm, toleransinya 5% dan dayanya 5 Wc. Resistansinya 22 Ohm, toleransinya 10% dan dayanya 5Wd. Resistansinya 22 Ohm, toleransinya 15% dan dayanya 5W9. Nilai kapasitansi sebuah kondensator antara lain ditentukan oleh, .....kecualia. Jarak kedua plat pembentuk kondensatorb. Luas kedua plat pembentuk kondensatorc. Konstanta dielektrikumnyad. Bahan dari plat-plat kondensator ituModul ELKA-MR.UM.001.A 70
  74. 74. 10.Fungsi induktor (lilitan) ialah:a. Beban induktifb. Beban kapasitifc. Beban resitifd. Beban deduktif11.Komponen elektronik yang termasuk induktor karena menggunakanlilitan kawat ialah, .... kecuali:a. Mikroponb. Loudspekerc. Transformatord. Transistor12.Alat listrik/elektronik yang memindahkan daya listrik bolak-balik (AC)dari input ke output dengan cara induksi ialah:a. Mikrophoneb. Loudspekerc. Transformatord. Induktor13.Trafo step up berfungsi untuk:a. Menaikkan teganganb. Menurunkan teganganc. Menyamakan tegangand. Membalikkan teganganModul ELKA-MR.UM.001.A 71
  75. 75. 14.Komponen elektronik sejenis transformator yang dipakai pada frekuensitinggi ialah:a. Trafo dayab. Trafo frekuensi menengah (IF)c. Trafo chooked. Trafo outputModul ELKA-MR.UM.001.A 72
  76. 76. 15.Atom P dan atom N bila disatukan akan membentuk sebuah komponenelektronik yang disebut:a. Diodab. Triodac. Transistord. Thyristor16.Dari gambar simbol transistor tanda anak panah menyatakan kaki:a. Kolektorb. Basisc. Emitord. Ground17.Kaki dioda yang berhubungan dengan atom P adalah:a. Basisb. Kolektorc. Anodad. Katoda18.Kaki dioda yang berhubungan dengan atom N adalah :a. Basisb. Kolektorc. Anodad. Katoda19.Gambar di bawah ini adalah simbol dari:Modul ELKA-MR.UM.001.A 73
  77. 77. a. Transistor NPNb. Transistor PNPc. SCRd. FET kanal PModul ELKA-MR.UM.001.A 74
  78. 78. 20.Gambar di bawah ini adalah simbol dari:a. Transistor NPNb. Transistor PNPc. SCRd. FET kanal N21.Gambar di bawah ini adalah simbol dari:a. Transistor NPNb. Transistor PNPc. SCRd. FET kanal P22.Gambar di bawah ini adalah simbol dari:a. Transistor NPNb. Transistor PNPc. SCRModul ELKA-MR.UM.001.A 75
  79. 79. d. FET kanal P23.Pada dasarnya SCR digunakan sebagai:a. Penguat teganganb. Penguat arusc. Saklar elektronikd. Penyearah arusModul ELKA-MR.UM.001.A 76
  80. 80. 24.Pada dasarnya dioda digunakan sebagai:a. Penguat teganganb. Penguat arusc. Saklar elektronikd. Penyearah arus25.Gambar di bawah ini adalah simbol dari :a. Transistor NPNb. Transistor PNPc. SCRd. FET kanal NC. Soal nomor 26 sampai nomor 30 berdasarkan ranah Psikomotor(Keterampilan)26.Hitunglah muatan kondensator 100 uF yang dipasang pada tegangan12 Volt?27.Berapakah besar induksi diri sebuah induktor tunggal dengan diameterkoker 5 cm, diameter kawat 2 mm sebanyak 60 lilit?28.Hitunglah besarnya tegangan sekunder trafo 220 V bila jumlah lilitanprimer 1100 lilit dan jumlah lilitan sekunder 60 lilitModul ELKA-MR.UM.001.A 77
  81. 81. 29.Sebuah trafo daya dihubungkan dengan tegangan jala-jala 220 V, arusyang mengalir pada lilitan primer 0,5 amper. Jika tegangan sekundernya30 V. Hitunglah besarnya arus sekunder.30. Hitunglah nilai kapasitansi sebuah kondensator pelat yangdielektrikumnya berupa udara, luas pelatnya 9 cm2 dan jarak keduapelatnya 1 mm (Σo=8,885x10-12, Σr= 1)2. Tes Praktik1. Buatlah rangkaian penyearah gelombang penuh dengan menggunakansatu buah trafo 220 V/2 V – 1 amper, 4 buah dioda 1 A dan sebuah resistor100 ohm/5 watt. Ukurlah besarnya tegangan dan arus yang mengalir padaresistor tersebut.Modul ELKA-MR.UM.001.A 78
  82. 82. B. KUNCI JAWABAN1. Tes TertulisNo.SoalJawabanSkorMaksimumPerolehanSkor1 D 22 C 23 B 24 A 25 D 26 C 27 D 28 B 29 D 210 A 211 D 212 C 213 A 214 B 215 A 216 C 217 C 218 D 219 B 220 A 221 C 222 D 223 C 224 D 225 D 226 Q = C x U Q = 100 uF x 12 V Q = 1200 uC 1027 L = 4 x π x r x (2r/d + 0,33) x 10-9x nL = 4 x 3,14 x 5 x (2x5/0,2 + 0,33) x 10-9x 6010Modul ELKA-MR.UM.001.A 79
  83. 83. L = 62.8 x 50,33 x 10-9 x 60 uHL = 189,64 uH28 Up:Us = Np:Ns 220:Us=1100:601100.Us=220.60 Us=13200/1100 Us=12 Volt1029 Up.Ip = Us.Is 220.0,5 = 30. IsIs = 110/30 Is = 3.66 amper1030 C=ΣoxΣrxA/S C=8,885x10-12x1x9.10-4/10-3C=8,885x9.10-13C = 80x10-13F C = 8 pF10Jumlah 100Modul ELKA-MR.UM.001.A 80
  84. 84. 2. Lembar Penilaian Tes PraktikNama Peserta : ……………………………….No. Induk : ……………………………….Program Keahlian : ……………………………….Nama Jenis Pekerjaan : ……………………………….PEDOMAN PENILAIANNo. Aspek PenilaianSkorMaks.SkorPerolehanKeterangan1 2 3 4 51 Perencanaan1.1. Persiapan alat dan bahan1.2. Menganalisa jenis pekerjaan55Sub total 102 Kebenaran Pengukuran2.1. Ketepatan pembacaanhasil pengukuran2.2. Ketepatan menghitung2515Sub total 403 Keselamatan Kerja3.1. Mentaati ketentuankeselamatan kerja10Sub total 104 Ketepatan Waktu 20Sub total 205 Sikap/Etos Kerja5.1. Tanggung jawab5.2. Ketelitian5.3. Inisiatif5.4. Kemandirian2332Sub total 10Modul ELKA-MR.UM.001.A 81
  85. 85. 6 Laporan6.1.Sistimatika penyusunan laporan6.2. Kelengkapan bukti fisik46Sub total 10Total 100Modul ELKA-MR.UM.001.A 82
  86. 86. KRITERIA PENILAIANNo. Aspek Penilaian Kriteria Penilaian Skor1 Perencanaan1.1. Persiapan alat dan bahan1.2. Menganalisa jenis pekerjaan• Alat dan bahan disiapkan sesuaikebutuhan• Alat dan bahan disiapkan tidaksesuai kebutuhan• Merencanakan sesuai rangkaian• Tidak merencanakan sesuai denganrangkaian51512 Kebenaran Pengukuran2.1. Ketepatan pembacaanhasil pengukuran2.2. Ketepatan menghitung• Pengukuran tepat• Pengukuran kurang tepat• Menghitung tepat• Menghitung kurang tepat25101553 Keselamatan Kerja3.1. Mentaati ketentuankeselamatan kerja● Mentaati keselamatan kerja● Kurang mentaati keselamatan kerja1054 Ketepatan Waktu ● Waktu yang dipergunakan kurang dariyang disediakan● Waktu yang dipergunakan tepat dariyang disediakan● Waktu yang dipergunakan lebih dariyang disediakan201555 Sikap/Etos Kerja5.1. Tanggung jawab • Membereskan kembali alat danModul ELKA-MR.UM.001.A 83
  87. 87. 5.2. Ketelitian5.3. Inisiatif5.4. Kemandirianbahan yang dipergunakan• Tidak membereskan alat dan bahanyang dipergunakan• Tidak banyak melakukan kesalahankerja• Banyak melakukan kesalahan kerja• Memiliki inisiatif bekerja• Kurang/tidak memiliki inisiatif kerja• Bekerja tanpa banyak diperintahBekerja dengan banyak diperintah21313121Lembar Penilaian Akhir:Untuk mendapatkan nilai akhir (NA), maka nilai teori dan nilai praktik dibobot yaitunilai teori 30% dan nilai praktik 70%.NILAI (N)Teori(NT)Bobot(30%xNT)Praktik(NP)Bobot(70%xNP)Nilai Akhir (NA) =(30%xNt) + (70% x NP)Kesimpulan:Berdasarkan perolehan nilai akhir (NA) yang diperoleh siswa >= 7,00/< 7,00 *),maka siswa tersebut dapat/belum dapat *) melanjutkan mempelajari modulberikutnya.Modul ELKA-MR.UM.001.A 84
  88. 88. ......................., ..................... 200 .Pembimbing----------------*) Coret salah satuModul ELKA-MR.UM.001.A 85
  89. 89. BAB. IVPENUTUPSetelah menyelesaikan modul ini, maka Anda berhak untuk mengikuti tes paktikuntuk menguji kompetensi yang telah dipelajari. Dan apabila Anda dinyatakanmemenuhi syarat kelulusan dari hasil evalusi dalam modul ini, maka Anda berhakuntuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. Mintalah pada pengajar/instrukturuntuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaiannya dilakukan langsungdari pihak dunia industri atau asosiasi profesi yang berkompeten apabila Andatelah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu. Atau apabila Anda telahmenyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul, maka hasil yang berupa nilaidari instruktur atau berupa porto folio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi bagipihak industri atau asosiasi profesi. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapatdijadikan sebagai penentu standard pemenuhan kompetensi tertentu dan bilamemenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yangdikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi.Modul ELKA-MR.UM.001.A 86
  90. 90. Modul ELKA-MR.UM.001.A 87
  91. 91. DAFTAR PUSTAKA1. A.J. Dirksen, 1982, Pelajaran Elektronika Jilid 1, Penerbit Erlangga,Jakarta2. Wasito S, 1977, Pelajaran Elektronika, Sirkit Arus Searah, Jilid 1a, PenerbitKarya Utama, Jakarta3. Wasito S, 1982, Pelajaran Elektronika, Teknik Denyut Op-amp Thyristor, Jilid3, Penerbit Karya Utama, Jakarta4. Wasito S, 1980, Pelajaran Elektronika, Penguat Frekuensi Tinggi, Jilid 2a,Penerbit Karya Utama, Jakarta5. Drs. Moh. Nur dan Drs. B.J. Wibisono, 1978, Ilmu Elektronika 2, ProyekPengadaan Buku/Diktat Pendidikan Menengah Teknologi. DirektoratPendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,Jakarta, Indonesia.6. Wasito S, 1995, Vedemikum Elektronika Edisi Kedua, Penerbit PTGramedia Pustaka Utama, JakartaModul ELKA-MR.UM.001.A 88

×