Memperbaiki reparasi radio

38,326 views

Published on

2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
38,326
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
185
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Memperbaiki reparasi radio

  1. 1. BAB. IPENDAHULUANA. DESKRIPSIModul dengan judul “Memperbaiki/Reparasi Radio” dengan kode ELKA-R.AM.004.A berisi materi dan informasi tentang sistem pesawat penerimadengan sistem Amplitudo Modulasi (AM) dan Frekuensi Modulasi (FM),Mengamati gejala kerusakan, Mengalokasi kerusakan, Melakukan analisa hasilpengukuran, Melakukan perbaikan/reparasi, Menguji hasil perbaikan/reparasi,Membuat laporan perbaikan. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertaidengan ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami materi yangdisampaikan.Setiap akhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materidilanjutkan test formatif. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebutsebagai indikator penguasaan materi, jawaban test kemudian diklarifikasikandengan kunci jawaban. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yangbenar, setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada.Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. Uji kompetensidilakukan secara teoritik dan praktik. Uji teoritis dilakukan siswa denganmenjawab pertanyaan yang ada pada soal evaluasi, sedangkan uji praktikModul ELKA-MR.AM.004.A)1
  2. 2. dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimilikidan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Melaluievaluasi tersebut dapat diketahui apakah siswa mempunyai kompetensimemperbaiki/ reparasi radio dengan sub kompetensi:1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan/reparasi2. Mengamati gejala kerusakan3. Mengalokasi kerusakan4. Melakukan analisa hasil pengukuran5. Melakukan perbaikan/reparasi6. Menguji hasil perbaikan/reparasi7. Membuat laporan perbaikan.B. PRASARATUntuk menguasai kompetensi memperbaiki/reparasi radio dengan kode:ELKA-MR-AM.004.A peserta didik dipersyaratkan menyelesaikan moduldengan kompetensi menggunakan alat/instrumen bantu keperluan pengukurankode: ELKA-MR. UM. 005. AC. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL1. Petunjuk bagi peserta diklatModul ELKA-MR.AM.004.A)2
  3. 3. Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakanmodul ini maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang adapada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurangjelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yangmengacu kegiatan belajar.b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahuiseberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materiyang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlahhal-hal berikut ini:1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku.2) Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik.3) Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatandan bahan yang diperlukan dengan cermat.4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar.5) Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harusmeminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu.6) Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.Modul ELKA-MR.AM.004.A)3
  4. 4. d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangilagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guruatau instruktur yang mengacu kegiatan pemelajaran yangbersangkutan.2. Petunjuk Bagi GuruDalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk:a. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar.b. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yangdijelaskan dalam tahap belajar.c. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, danmenjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar pesertadiklat.d. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumbertambahan lain yang diperlukan untuk belajar.e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.f. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untukmembantu jika diperlukan.Modul ELKA-MR.AM.004.A)4
  5. 5. D. TUJUAN AKHIRDari kriteria unjuk kerja ketrampilan kognitip maupun dengan imajinasipsikomotorik seperti unit kompetensi maka peserta diklat diharapkan:1. Dapat menjelaskan prinsip kerja Pesawat Penerima Radioa. Pesawat Penerima sistem AM/Band MWb. Pesawat Penerima sistem FMc. Menyiapkan instrumen/alat ukur keperluan perbaikan.2. Dapat melakukan teknik mencari gejala kerusakana. Pada Tombol powerb. Tombol Pengatur Volumec. Tombol Pencari Gelombang3. Trampil Mengalokasi kerusakana. Kerusakan pada komponenb. Masalah koneksitas pada PCB atau kabelc. Masalah pada bagian mekanik.4. Melakukan analisa hasil pengukurana. Mengacu pada skema rangkaianb. Berdasarkan diagnosa jenis kerusakan.Modul ELKA-MR.AM.004.A)5
  6. 6. 5. Trampil Melakukan Perbaikan /reparasi6. Trampil Menguji hasil perbaikan/reparasi7. Membuat laporan perbaikan.Modul ELKA-MR.AM.004.A)6
  7. 7. E. KOMPETENSI:Modul ELKA-MR-AM.004.A membentuk kompetensi “Memperbaiki/Reparasi Radio”. Uraian kompetensi dansubkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.PROGRAM DIKLAT : Memperbaiki/Reparasi RadioKODE : ELKA-MR.AM.004.AALOKASI WAKTU : 100 Jam @ 45 menitLEVEL KOMPETENSI KUNCIA B C D E F G2 3 3 2 2 3 3KONDISI KINERJA1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan radio AM-FM baik yang dilakukan di pusatperbaikan (service center) televisi maupun di bengkel-bengkel service radio.2. Shcematic diagram/buku service manual yang berlaku sesuai dengan merek tipe masing-masing radio.3. Peralatan dan bahan yang dipergunakan:Peralatan umum perbaikan elektronika radio meliputi: Toolkit, Multitester dan Osiloskop dll.Bahan: kabel, timah solder, komponen elektronik dan bagian mekanik.Modul ELKA-MR.AM.004.A)7
  8. 8. Modul ELKA-MR.AM.004.A)8
  9. 9. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN1.Mempersiapkanpekerjaanperbaikan/ reparasi1.1. Spesifikasi dan cara kerja radiodikuasai lebih dulu.1.2. Kebutuhan peralatan kerja mekanisdan alat ukur listrik serta bahanreparasi dipersiapkan dandiidentifikasi apakah sesuai denganSOP (Standard Operation Procedure).1.3. Tempat kerja dipersiapkan dandibebaskan dari kemungkinan bahayakecelakaan.1.4. Perlengkapan keselamatan dankesehatan kerja digunakan secarabenar serta langkah pengamanandilakukan sesuai dengan proseduryang diberlaku-kanMereparasi RadioTape RecorderTeliti dalamMenyiapkanperalatan kerjamekanis dan alatukur listrik sertabahan reparasisesuai denganSOPMenyiapkantempat kerja yangbebas darikemungkinankecelakaan kerjaMenggunakanperlengkapankeselamatan dankesehatan kerjasecara benar sertadengan langkahpengamanansesuai denganprosedur yangdiberlakukanSistim Radio AM, FM Menyiapkan peralatankerja mekanis dan alatukur listrik serta bahanreparasi sesuaidengan SOPMenyiapkan tempatkerja yang bebas darikemungkinankecelakaan kerjaMenggunakanperlengkapankeselamatan dankesehatan kerjasecara benar sertadengan langkahpengamanan sesuaidengan prosedur yangdiberlakukanModul ELKA-MR.AM.004.A)9
  10. 10. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN2.Mengamati gejalakerusakan2.1. Radio tape recorder dioperasikanuntuk diamati gejala kerusakanyang timbul dengan melakukanpengamatan pada bagian-bagian:Tombol powerTombol pengatur volumeTombol pencari gelombangAM/FM.2.2. Dilakukan identifikasi terhadap gejalayang timbul sesuai denganfungsinya.Mereparasi RadioTape RecorderTeliti dalamMengamati gejalakerusakan melalui :Tombol powerTombolpengaturvolumeTombol pencarigelombangAM/FMMengidentifikasigejala kerusakanyang timbulSistim Radio AM, FM Mengamati gejalakerusakan melalui :Tombol powerTombol pengaturvolumeTombol pencarigelombang AM/FMMengidentifikasigejala kerusakanyang timbulModul ELKA-MR.AM.004.A)10
  11. 11. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN3.Mengalokasikerusakan3.1. Berdasar pada gejala kerusakan yangtimbul lalu diklasifikasikan jeniskerusakannya yang dapat berupa :Kerusakan pada komponenMasalah koneksitas padaPCB atau kabelMasalah pada bagianmekanik.3.2. Dilakukan pengalokasian kerusakanpada rangkaian, blok rangkaian ataubagian mekaniknya3.3. Urutan pemeriksaan ditetapkansesuai prosedur buku petunjuk servis(service manual) pada titik-titikpengukuran ditentukan untuk mencarikerusakannya.3.4. Dilakukan pengukuran denganmengamati tegangan, bentuk pulsapada titik-titik pengukuran yang sudahditetapkan dengan alat ukur misalnyaMultitester dan Osiloskop.Mereparasi RadioTape RecorderTeliti dalamMendiagnosa jeniskerusakan padakomponen,koneksitas padaPCB atau kabel,dan bagianmekanikMengalokasikankerusakan padarangkaian, blokrangkaian ataubagian mekaniknyaMelakukanpemeriksaan titik-titik pengukuranuntuk dapatmencari kerusakansesuai urutan padaprosedur bukumanual.Melakukanpengukuran danmengamatitegangan, bentukSistim Radio AM, FM Mendiagnosa jeniskerusakan padakomponen, koneksitaspada PCB atau kabel,dan bagian mekanikMengalokasikankerusakan padarangkaian, blokrangkaian atau bagianmekaniknyaMelakukanpemeriksaan titik-titikpengukuran untukdapat mencarikerusakan sesuaiurutan pada prosedurbuku manual.Melakukanpengukuran danmengamati tegangan,bentuk pulsa pada titikpengukuran yangsudah ditentukan.Modul ELKA-MR.AM.004.A)11
  12. 12. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN4Melakukan analisahasil pengukuran4.1. Dengan mengacu pada skemarangkaian serta buku service manualhasil-hasil pengukuran dianalisa.4.2. Dari hasil analisa lalu didiagnosa jeniskerusakan secara benar.Mereparasi RadioTape RecorderCermat dan telitidalamMelakukan analisahasil-hasilpengukuran sesuaibuku servicemanualMenetapkan jeniskerusakan secarabenarAnalisa hasilpengukuran kerusakanMelakukan analisahasil-hasil pengukuransesuai buku servicemanualMenetapkan jenisksecara benarModul ELKA-MR.AM.004.A)12
  13. 13. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN5.Melakukanperbaikan/Reparasi5.1. Sesuai hasil diagnosa perbaikandapat dikerjakan dengan pergantiankomponen, repair/penggantian bagianmekanik atau dengan perbaikansolder, adjustement/seting ulang.5.2. Perbaikan dapat pula dikerjakandengan hanya pembersihan padajalur-jalur rangkaian, konektro-konektor atau bagian mekanik bilatidak perlu dilakukan penggantiankomponen.Mereparasi RadioTape RecorderTeliti dalamMengerjakanpergantiankomponen, repair/penggantianbagian mekanikatau denganperbaikan solder,adjustement/setingulang.Membersihkanjalur-jalurrangkaian,konektor-konektoratau bagianmekanik bila tidakperlu dilakukanpenggantiankomponen.Teknik Reparasi Mengerjakanpergantian komponen,repair/ penggantianbagian mekanik ataudengan perbaikansolder,adjustement/setingulang.Membersihkan jalur-jalur rangkaian,konektor-konektor ataubagian mekanik bilatidak perlu dilakukanpenggantiankomponen.Modul ELKA-MR.AM.004.A)13
  14. 14. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN6.Menguji hasilperbaikan/ reparasi6.1.Hasil perbaikan atau pergantiankomponen diuji dengan running testuntuk mengamati aktivasi kerjasistemnya.6.2. Dilakukan tindakan korektif jikapekerjaan running test tidak berjalandalam kondisi normal.6.3. Untuk memastikan kerusakan yangditemukan bukan diakibatkan olehbagian atau komponen lain sehinggadapat dihindari kerusakan yang samaberulang, maka perlu dilakukananalisa lanjutan.Mereparasi RadioTape RecorderTeliti dan cermatdalamMenguji hasilperbaikan denganrunning test untukmengamatiaktivasi kerjasistemnya.Melakukantindakan korektifpada saatpekerjaan runningtest tidak berjalandalam kondisinormalPengujian hasilperbaikanMenguji hasilperbaikan denganrunning test untukmengamati aktivasikerja sistemnya.Melakukan tindakankorektif pada saatpekerjaan running testtidak berjalan dalamkondisi normalModul ELKA-MR.AM.004.A)14
  15. 15. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN7.Membuat laporanperbaikan7.1. Setiap selesai dilakukan perbaikanatau penggantian komponen, perludibuatkan laporan berupa servicecheck list.7.2. Pada laporan supaya dituliskankomponen, bagian mekanik yangtelah dilakukan perbaikan/penggantian.7.3. Setiap selesai kegiatan perbaikandibuatkan riwayat perbaikan padahistory card.Mereparasi RadioTape RecorderTeliti dan rapidalam Membuatlaporan perbaikanatau penggantiankomponen dalambentuk check listMembuat riwayatperbaikan padahistory cardLaporan hasilperbaikanMembuat laporanperbaikan ataupenggantiankomponen dalambentuk check listMembuat riwayatperbaikan pada historycardModul ELKA-MR.AM.004.A)15
  16. 16. F. CEK KEMAMPUAN SISWATabel dibawah ini untuk mengetahui kemampuan awal yang peserta diklatmiliki, maka berilah tanda cek list () dengan sikap jujur dan dapatdipertanggung jawabkan.Kompetensi PernyataanSaya dapatmelakukan pekerjaanini dengan kompetenTidak YaJika,Ya1. Dapat menjelaskanprinsip kerja PesawatRadio AM/Band MW Saya dapat menjelaskan diagram blok pesawat penerimaAM/band MW Saya dapat memahami prinsipkerja pesawat radio AM/Band MW Saya dapat menjelaskan carakerja setiap bagian.√Kerjakantesformatif 12. Dapat menjelaskanprinsip kerja PesawatRadio FM Saya dapat menjelaskan digramblok pesawat penerima FM Saya dapat memahami prinsipkerja pesawat radio FM Saya dapat menjelaskan carakerja setiap bagian.√Kerjakantesformatif 2Modul ELKA-MR.AM.004.A)1111
  17. 17. 3. Dapat melakukanteknik mencari gejalakerusakanSaya dapat menjelaskan gejalakerusakan pada tombol power. Saya dapat menjelaskan gejalakerusakan pada tombol pengaturvolume. Saya dapat menjelaskan tombolpencari gelombang.√Kerjakantesformatif 34. Trampil mengalokasikerusakanSaya dapat menentukankerusakan pada komponen. Saya dapat menentukankerusakan koneksitas pada PCBatau kabel.√Kerjakantesformatif 45. Melakukan analisahasil pengukuranSaya dapat menganalisa hasilpengukuran berdasarkan gambarrangkaian. Saya dapat menganalisakerusakan berdasarkan jeniskerusakan.√Kerjakantesformatif 5Modul ELKA-MR.AM.004.A)1212
  18. 18. 6. Trampil melakukanPerbaikan /reparasiSaya dapat melakukan perbaikanberdasarkan analisa pengukuran. Saya dapat melakukan perbaikanberdasarkan pengamatan gejalakerusakan.√Kerjakantesformatif 67. Trampil menguji hasilperbaikan / reparasiSaya dapat menguji hasilperbaikan berdasarkan analisapengukuran. Saya dapat menguji hasilperbaikan berdasarkanpengamatan gejala kerusakan.√Kerjakantesformatif 7Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas, makapelajarilah pada sub kompetensi modul ini yang tidak anda kuasai sampai andakompeten.BAB. IIPEMBELAJARANModul ELKA-MR.AM.004.A)1313
  19. 19. A. RENCANA BELAJAR SISWARencana belajar siswa diisi oleh siswa dan disetujui oleh guru. Rencanabelajar tersebut adalah sebagai berikut:NAMA SISWA : ……………………………………….TINGKAT/KELAS : ……………………………………….No.Jenis Kegiatan Tanggal WaktuTempatBelajarParafGuru1. - Memahami prinsip kerjaPesawat Radio AM/BandMW- Memahami prinsip kerjaPesawat Radio FM- Menyiapkan alat ukuruntuk perbaikan/reparasi.2. - Memahami teknikmencari gejalakerusakan.3. - Mengalokasi kerusakan4. - Melakukan analisa hasilpengukuran5. - Melakukan Perbaikan/reparasiModul ELKA-MR.AM.004.A)1414
  20. 20. 6. - Menguji hasilperbaikan/reparasi7. - Membuat LaporanB. KEGIATAN BELAJARKegiatan Belajar 1: Persiapan PekerjaanPerbaikan/ReparasiPada kegiatan belajar 1 ini membahas materi pembelajaran peserta diklatdipersiapkan untuk memahami dan mengerti prinrip-prinsip dasar pesawatpenerima AM/band MW, pesawat penerima FM dan menyiapkan alat ukurkeperluan perbaikan/reparasi.a. Tujuan Kegiatan PembelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan belajar 1, peserta diklat diharapkan:1) Memahami dan mengerti prinrip-prinsip dasar pesawat penerimaAM/band MW.2) Memahami dan mengerti prinrip-prinsip dasar pesawat penerimaFMModul ELKA-MR.AM.004.A)1515
  21. 21. 3) Menjelaskan diagram blok pesawat penerima AM/band MW dan FM4) Menyiapkan instrumen/alat ukur keperluan perbaikan.b. Uraian Materi1) DASAR-DASAR PESAWAT PENERIMA AM/BAND MWSemua sistem komunikasi, baik itu dari radio,televise,maupun yanglainnya terdiri atas dua bagian dasar:pesawat pemancar dan pesawatpenerima. Pesawat pemancar berfungsi membangkitkan danmeradiasikan suatu informasi melalui suatu gelombangelektromagnetik.Kecepatan gelombang elektromagnetik sama dengankecepatan cahaya yaitu sebesar 300.000 km/detik dan dinamakangelombang pembawa (carrier wave) informasi. Pesawat penerimamenangkap salah satu gelombang radio yang spesifik dari sejumlahgelombang yang ada di udara pada saat itu dan mengolahnya menjadisuatu informasi yang dapat dimengerti.Jenis pesawat penerima yang pertama kali ditemukan dikenal dengansebutan radio kristal. Penerima jenis ini hanya mampu menerima satustasiun pemancar dan dayanya pun sangat lemah. Pesawat penerimaradio, mulai berkembang setelah diketemukan tabung hampa (vacumtube) yang selanjutnya dibuat pesawat penerima yang disebut radioModul ELKA-MR.AM.004.A)1616
  22. 22. langsung (straight receiver). Straight Receiver ini mempunyaikeuntungan dapat ditala pada beberapa stasiun pemancar, hanya masihmempunyai kelemahan yaitu harus mempunyai beberapa rangkaianpenguat dan penala sesuai dengan frekuensi stasiun yang ditala,demikian pula sistem pendeteksiannya.Suatu sistem pesawat penerima yang dikembangkan, yaitu pesawatpenerima super heterodyne, dapat dipergunakan baik dalam sistempenerima radio maupun televisi.Pesawat penerima super heterodyne prinsip bekerjanya sebagai berikut:a) Informasi bersama gelombang pembawanya (RF) yang datang padaantena, diseleksi oleh rangkaian penala sampai didapat suatu sinyalRF tertentu yang kemudian dicampur (dikonversikan) dengan satusinyal RF yang berasal dari osilator yang ada pada pesawatpenerima sendiri.b) Pencampuran kedua sinyal RF tersebut akan menghasilkan suatusinyal selisih dari kedua sinyal tersebut, yang biasanya disebutsinyal frekuensi menengah (IF).c) Pada sistem penerima radio AM besar frekuensi menengah (IF)umumnya 455 kHz.Modul ELKA-MR.AM.004.A)1717
  23. 23. d) Oleh karena frekuensi osilator local bervariasi pada waktu rangkaianpenala divariasikan, maka selisih frekuensinya akan konstansebesar frekuensi menengah tersebut. Pencampuran ini mempunyaikeuntungan sebagai berikut:(1) Kekerasan hasil penguatan mempunyai harga yang lebih tinggikarena IF mempunyai frekuensi yang lebih rendah dari RF.(2) Amplifier IF dapat dirancang untuk suatu frekuensi yang spesifik,misalnya 455 kHz untuk setiap penerima radio AM.(3) Hanya ada dua penala yaitu rangkaian penala RF dan osilatorlocal. Sistem super heterodyne mempunyai kelemahan, yaituadanya efek frekuensi bayangan. Walaupun IF sudah merupakanfrekuensi selisihdari RF dari osilator local, namun jumlah kedua frekuensi punmuncul pula.Sistem penerima super heterodyne dapat digambarkan dengan blokdiagram sebagai berikut:AntenaModul ELKA-MR.AM.004.A)1818RF AMPMIXIF AMP DETEKTORAUDIOAMPl o u d s p e k e r8AVCOSCLOKAL
  24. 24. Gambar 1. Diagram Blok Pesawat Penerima AMPesawat penerima radio yang dipelajari sekarang adalah suatupenerima dengan sistem amplitudo modulasi (AM) yang mempunyaidaerah frekuensi 520 kHz – 1630 kHz (577 – 184 meter) yang disebutdaerah gelombang menengah (medium wave band = MW).Penalaan untuk mendapatkan frekuensi pada daerah MW dilaksanakanoleh kerja sama antena, RF amplifier, dan osilator lokal. Hasil daripenalaan diberikan ke IF amplifier yang pada alat praktik merupakanbagian terpisah dari penala. Untuk lebih memahami prinsip kerja radiosuper heterodyne, coba perhatikan diagram blok radio super heterodynepada gambar blok diagram penerima super heterodyne. Kemudiansetelah memahi secara blok diagram, pelajari dengan teliti fungsi setiapbagian, seperti gambar 2 rangkaian Penala dibawah ini:Modul ELKA-MR.AM.004.A)1919
  25. 25. 0ut0+V12V1uFL31uF+5pFL2D1-D2 41481mH1uF+01005C8291k4k74739039kSinyal radio masuk melalui antena dan masuk ke blok mixer+oscilator.Oscilator berfungsi membangkitkan sinyal dengan frekuensi 455 kHzlebih tinggi dari pada frekuensi sinyal yang masuk melalui antena.Gambar 2. Rangkaian PenalaPencampur (mixer)pada gambarrangkaian disampingmenjadi satu dengansinyal oscilator.Karena sinyal-sinyal ituberbeda 455 kHz,maka akanmembentuk suatusinyal 455 kHz sebagaihasil selisih dari duasinyal tersebut. Sinyalyang telah diubahmenjadi 455 kHz tersebut (sinyal IF) kemudian diperkuat oleh penguatIF tingkat pertama (IF1) dan penguat IF tingkat kedua (IF2). DenganModul ELKA-MR.AM.004.A)2020
  26. 26. R A N G K . I F ( F R E K . M E N E N G A H )A V C ( a u t o m a t i cv o l u m e c o n t r o )+V12V.1IN60.10011S1S1P1P1P1S5k004.1.1004+220/16002+10/16C829C82910039k5k647015k39039047kdemikian, penguat IF itu hanya akan menguatkan sinyal yang berfungsi455 kHz.Gambar 3. Rangkaian Penguat IFGambar 3 dapat ditunjukan bagian/komponen AGC. Automatic GainControl (AGC) berfungsi sebagai pengatur penguatan tegangan (gain)Modul ELKA-MR.AM.004.A)2121AGC
  27. 27. R A N G K . D E T E K T O RT R 3k e b a s i s T R 2+V12V005.1015kIN601S1P5K6470R A N G K . A U D I O A M P L I F I E R1n0TP12TP151314TP16TP11+V12v8+220/16+1uF+220/16.1uf1uF.1uF 220pfIN41485kC1684C1684B698D7342205601 1112k21k470150k1k470k33kdari penguat IF1 sedemikian rupa, sehingga penguatan ditambah padasinyal-sinyal masuk yang lemah dikurangi pada sinyal-sinyal masuk yangkuat. Dengan demikian, akan didapatkan suatu penguatan yang konstanuntuk sinyal yang berbeda-beda intensitasnya.Gambar 4. Rangkaian DetektorRangkaian detektor, digambarkanseperti gambar 4 rangkaian disampingdengan detektor dioda. Gulungan primertransformator IF (T3) menerima sinyal IFtermodulir dari penguat IF terakhir, dangulungan ini merupakan bebanimpedansi untuk transistor penguat.Sinyal IF dalam setiap siklus akan mengalir melalui gulungan sekunderyang selanjutnya sinyal ini diratakan oleh dioda, karena prinsip kerjadiode sebagai komponen perata.Sinyal audio akan diperoleh karena pada rangkaian detector jugadilengkapi kondenstor filter detector nilainya 0.01-0.05 mfd.Modul ELKA-MR.AM.004.A)2222
  28. 28. Gambar 5. Rangkaian Audio AmplifierRangkaian audio amplifier pada pesawat ini terdiri atas empat buahpenguat (TR D734) sampai dengan TR B698) dan berfungsimemperkuat sinyal informasi hasil dari rangkaian detektor. Kekerasansuara dapat diatur dengan mengubah kedudukan VR 5k yang berfungsisebagai volume control.TR C1684 berfungsi sebagai penguat pertama audio amplifier dengankonfigurasi emitter terbumi (common emitter) dan melalui R33kmendapat umpan balik negatif dari output power amplifier. TujuanModul ELKA-MR.AM.004.A)2323
  29. 29. umpan balik ini untuk memperlebar band switch sehingga kualitas suaramenjadi lebih baik. TR C1684 merupakan penguat tegangan tingkatkedua yang dapat disebut pula sebagai driver amplifier dengankonfigurasi yang sama. Transistor inipun mendapat umpan balik negatifmelalui R150k (lihat gambar). Penguatan kedua transistor inipun sudahdirancang sedemikian rupa sehingga mampu mengeluarkan output yangdapat mengemudikan rangkaian power amplifier. Out-put rangkaianpenguat audio amplifier ini diteruskan ke loudspeaker yang merupakanbeban dari rangkaian. Sinyal informasi melalui pengatur volume makasinyal informasi ini dapat diatur besar kecilnya suara.2) SISTEM PESAWAT PENERIMA RADIOFMBLOK DIAGRAMDi bawah ini diperlihatkan blok diagram penerima radio FM.AntenaModul ELKA-MR.AM.004.A)2424RF AMPMixer IF AMP Limitter DiscriminatorLokalOscilatorDhemmphasisNetworkAF dan PowerAmplifiersl o u d s p e k e r8
  30. 30. AGCGambar 6. Diagram Blok Pesawat Penerima Radio FMPENGUAT RF: Penerima AM broadcast dapat bekerja cukup baiksekalipun tanpa RF amplifier. Hal ini sulit dilakukan untuk sistem FMbekerja pada frekuensi yang tinggi. Seperti diketahui sistem FM adayang bekerja pada 1000 MHz (1GHz). Dengan adanya penguat RF inimaka sistem FM dapat bekerja pada input sinyal yang lebih rendah darisistem AM atau SSB, sebab istem AM dan sistem SSB tidak atau jarangmenggunakan penguat RF karena mereka dapat menekan inherentnoise. Dengan kata lain sistem FM dapat bekerja dengan sensitivitasyang lebih tinggi dari sistem AM dan sistem SSB. Sistem FM dapatmenerima sinyal 1 µV atau kurang jika dibandingkan dengan sistem AMdan SSB dengan minimum sinyal input 30 uV. Tetapi bila ingin sinyal 1uV diumpankan langsung ke mixer, inherent noise yang tinggi yangModul ELKA-MR.AM.004.A)2525
  31. 31. dihasilkan oleh komponen aktif mixer akan merusak sinyal input yang 1uV tadi. Oleh sebab itu sangat penting untuk menguatkan sinyal 1 µV itusehingga menjadi 10-20 µV sebelum diberikan ke mixer. Itu sebabnyadibutuhkan RF amplifier pada sistem FM.Alasan yang ditemukan diatas sangat penting untuk diperhatikan untuksistem FM yang bekerja diatas 1GHz. Pada frekuensi tersebut, noiseinternal dari transistor naik ketika gain diturunkan. Noise ini jauh lebihrendah bila digunakan dioda sebagai mixer pasif dibandingkan transistoryang aktif.Sesungguhnya, penggunaan RF amplifier menurunkan pengaruhfrekuensi bayangan dan menurunkan pengaruh efek radiasi lokalosilator ke antena yang mengakibatkan di transmitnya interfrensi.Modul ELKA-MR.AM.004.A)2626
  32. 32. O u t p u tI n p u t00+V12V1 1cv1np1C1C 1C1C2N4393R1R2R3Gambar 7 disampingsalah satu contohgambar rangkaian RFAmplifier dengankomponen aktif FET.FET RF AMPLIFIER:Impedansi input yangtinggi dari FET bukanlahdasar digunakannyaFET sebagai komponenaktif pada penguat RFsistem FM.Gambar 7. Penguat RF Amplifier dgnFETSebab pada frekuensi yang tinggi, impedansi input FET akan jauhmenurun akibat adanya kapasitas junctionnya. Adalah suatu kenyataanbahwa tidak selalu impedansi input merupakan pertimbangan bagi RFamplifier karena untuk frekuensi tinggi impedansi antena hanyabeberapa ratus ohm atau cukup rendah.Keuntungan utama penggunaan FET karena ia memiliki distorsi inputdan output yang dinyatakan dalam hukum kuadrat sementara tabungModul ELKA-MR.AM.004.A)2727
  33. 33. outputinputoptional AGC.1C415V00.1C491k33k001CV11000pf1CV21CV21RFC1L31L22N37960.1C4hampa mempunyai hubungan daya 3/2 dan BJT mempunyai faktoreksponensial. Untuk komponen yang bekerja dengan hukum kuadratmemiliki sinyal output dengan frekuensi yang sama dengan input dengandistorsi komponen 2 kali lebih kecil dari frekuensi inputnya, sementarakomponen lainnya memiliki distorsi yang justru lebih besar. Juga denganFET dapat ditekan terjadinya intermodulasi distorsi.PENGUAT RF DENGAN MOSFET: Sebuah dual gate (gate ganda)common Source MOSFET RF amplifier adalah seperti diperlihatkan padagambar 8 dibawah:Modul ELKA-MR.AM.004.A)2828
  34. 34. Rangk.LIMITERoutputinput15V.1C40000.1C4.1C4.1C4R1R2 R3R41CV11CV1NPN1CV1.1.1.1.1Gambar. 8: Penguat RF Amlpifier dengan MOSFETPenggunaan MOSFET gate ganda sebagai penguat RF memberikankeuntungan dapat diisolasinya input dari pengaruh tegangan AGC. Jugadengan MOSFET diperoleh keunggulan berupa naiknya daerah dinamisdibandingkan dengan JFET. Dengan kata lain, MOSFET masih bekerjapada hukum kuadrat pada lebar band yang lebih besar dibandingkandengan JFET.LIMITTER: Sebuah limitter adalah rangkaian yang mempunyaiamplitudo output yang konstant untuk semua input yang melebihi leveltertentu. Dalam sistem penerima FM ini dibutuhkan untuk menolakampiltudo modulasi dan variasi amplitodo yang tidak diingini, yangmerupakan noise. Kedua hal itu menyebabkan pengaruh yang tidakdiingini pada loudspeaker. Di samping itu, fungsi limitter juga mencakupAGC untuk ketika sinyal input menaik dari nilai atau levelnya dari yangditetapkan, untuk memberikan input yang konstant pada diskriminator.Secara ideal dapat dinyatakan bahwa diskriminator harus idealnya tidakmenanggapi perubahan amplitudo tetapi hanya perubahan frekuensi.Gambar 9 di bawah ini memperlihatkan rangkaian limitter dengantransistor. Ingat bahwa RC membatasi tegangan catu DC ke kolektor.Modul ELKA-MR.AM.004.A)2929
  35. 35. Secepat input menaik, terjadilah pemotongan puncak sinyal akibatterbatasnya tegangan kolektor karena seperti diketahui, output transistortidak akan dapat melampaui tegangan VCC. Sedangkan rangkaiantangki pada bagian output ditala pada frekuensi tengah dari sinyal untukmeningkatkan selektivitas, dan merubah sinyal input yang belum sinusakibat pemotongan menjadi sinus.Gambar. 9: Rangkaian LimitterDiscriminator: berfungsi memungut kembali informasi dari frekuensitinggi pembawanya. Discriminator dapat juga disebut detektor padasistem AM. Dapat juga di definisikan sebagai rangkaian yang merubahvariasi frekuensi atau variasi fasa menjadi variasi amplitudo.Modul ELKA-MR.AM.004.A)3030
  36. 36. Deemphasis: adalah rangkaian yang dipasangkan setelah detektoryang berfungsi mengembalikan frekuensi tinggi dari intelejen frekuensi(informasi) kembali pada level amplitudo yang setara dengan frekuensirendahnya. Seperti diketahui, untuk menekan noise, pada pemancardilakukan preemphasis dimana level amplitudo frekuensi tinggi dariintelejen frekuensi dinaikkan.AGC: (Automatic Gain Control) Seperti telah kita pelajari bahwa padaPesawat penerima AM kita temui adanya AGC. Kemudian pada FMReceiver yang menggunakan rangkaian limitter dibutuhkan jugarangkaian AGC ini. Radio penerima FM model lama juga dilengkapidengan AFC (Automatic Frequency Control). Rangkaian ini berfungsimengontrol kestabilan frekuensi osilator lokal. Ini dibutuhkan karenaketidak stabilan frekuensi lokal osilator menyebabkan penyimpanganpenerimaan frekuensi pembawa. Hal itu disebabkan saat itu belumditemukannya cara untuk membuat LC osilator yang bekerja padadaerah sekitar 100 MHz dengan frekuensi yang cukup stabil danekonomis. Mixer, osilator lokal dan penguat IF pada dasarnya samadengan yang telah didiskusikan pada AM. Hanya harus dicatat bahwaModul ELKA-MR.AM.004.A)3131
  37. 37. pada sistem FM, frekuensi IF nya adalah 10,7 MHz. Daerah kerjaFrekuensi FM sebesar 88 Mhz -108 Mhz.3) ALAT UKUR/INSTRUMEN KEPERLUANPERBAIKAN/REPARASIInstrumen ataupun peralatan ukur yang sangat berperan dalampekerjaan perbaikan/raparasi dalam semua jenis pesawat elektronikaadalah AVO meter, atau sering juga disebut multimeter/multitester.Peralatan lain yang juga tidak kalah pentingnya didalam pekerjaanperbaikan/reparasi dari segala jenis pesawat elektronika antara lain:obeng, tang, solder, signal generator/signal injektror, oskiloskop danalat Bantu lainnya. Dengan demikian ada dua jenis peralatan yangdiperlukan dalam perbaikan/reparasi pesawat elektronik:A) Peralatan yang dibutuhkan didalam pekerjaan mekanik.Di bawah ini akan ditunjukan peralatan yang diperlukan untukpekerjaan perbaikan/reparasi, disini tidak dijelaskan secara rincididalam penggunaan alat ukur, karena peserta diklat sudahmemperoleh kompetensi EKA-MR. UM. 005 .A.1. ObengModul ELKA-MR.AM.004.A)3232
  38. 38. Tanpa mempunyai obeng, kita tidak akan bisa mereparasi alat-alat elektronika atau radio dan lain sebagainya, obeng inimempunyai peranan yang sangat penting didalam pekerjaanperbaikan/reparasi pesawat radio ataupun pesawat elektroniklainnya. Fungsinya ialah untuk membuka sekerup ataumemasang sekerup (pekerjaan mekanik).Agar memudahkan anda dalam pekerjaan/reparasi sebaiknyapersiapkan obeng yang berbagai jenis ukuran dan macam-macamnya. Yaitu dengan membeli satu set obeng. Jenis obengada yang berujung pipih (-)dan berujung (+) disebut kembang.Gunanya juga disesuaikan keperluan. Jika kita akan membukaatau memasang sekerup kembang hendaknya dipakai obeng(+) kembang. Jika kita memasang sekerup (-) hendaknyadipakai obeng yang berujung pipih saja. Dalam membukasekerup usahakan jangan sampai sekerup cacat atau rusak.Oleh sebab itu gunakan obeng yang sesuai dan yang masihbaik keadaannya.Modul ELKA-MR.AM.004.A)3333
  39. 39. Gambar. 10: Macam-Macam ObengModul ELKA-MR.AM.004.A)3434
  40. 40. Pada gambar 10 adalah gambar macam-macam obeng untukkeperluan perbaikan/reparasi dalam menangani pekerjaanmekanik.2. Obeng pengetrimUntuk keperluan mengetrim diperlukan obeng yang khususuntuk itu, biasanya pangkalnya terbuat dari plastik dan ujungnyadari pelat. Gambar 11 di bawah adalah salah satu contoh obengyang dapat digunakan sebagai pengetrim.Gambar 11. Obeng Trim3. TangModul ELKA-MR.AM.004.A)3535
  41. 41. Gambar 12a dan 12badalah yang lajimdipergunakan.Gambar 12a. Tang yang bermoncong panjang.Selain dari pada obeng, kita juga butuh bermacam-macamjenis tang. Tang diperlukan dalampekerjaan perbaikan/reparasipesawat elektronika. Tang ini bentuknya moncong panjangpada pangkalnya.Fungsi untuk membengkokan kawat atau memegang kakikomponen seperti Resisitor, Transistor dan komponen lainnya.Tang kombinasi ini ada yang berisolasi dan ada yang takberisolasi. Fungsinya banyak, bisa untuk memotongmelipat/membengkokan dan lain sebagainya.Modul ELKA-MR.AM.004.A)3636
  42. 42. Gambar 12b. Tang kombinasi4. SolderSolder Merupakan peralatan yang diperlukan untuk melepasdan memasang komponen dari PCB (printed circuit board).Pekerjaan ini diperlukan solder yang sesuai dengan dayapanas pemasangan maupun melepas komponen. Soldersangat penting dan harus anda punyai. Dibawah ini salah satumodel Solder listrik yang dilengkapi kedudukan:Modul ELKA-MR.AM.004.A)3737
  43. 43. Gambar 13. Solder listrik dengan kedudukanDaya panas Solder dapat dipilih dan disesuaikan dengankomponen yang akan disolder. Panas yang terlalu tinggi dapatmengakibatkan kerusakan pada komponen, dan sebaliknyasolder yang kurang panas dapat mempengaruhi hasilpenyolderan yang sempurna.B) Peralatan yang digunakan didalam pekerjaan pengukuran.1. MultimeterKonfigurasi multimeter dan perangkat-perangkat yang terdapatpada sebuah multimeter diperlihatkan pada gambar 14.Modul ELKA-MR.AM.004.A)3838
  44. 44. Gambar 14. Sebuah Multimeter AnalogModul ELKA-MR.AM.004.A)3939KABELPENYIDIK(PROBES)JEPITANMONCONGBUAYA(ALIGATOR CLIP)COMMON (-)PAPANSKALAJARUMPENUNJUKSEKRUPPENGATURPOSISI JARUM(PRESET)BATAS UKUR(RANGE)SAKLARJANGKAUANUKURTOMBOLPENGATURPOSISIJARUMOUT (+)SKALA OHMSKALA VOLT(ACV-DCV)SKALAARUS(DCmA)
  45. 45. Gambar 15. Penyidik (probes)Gambar 16. Papan Skala Multimetera) Papan Skala: digunakan untuk membaca hasilpengukuran. Pada papan skala terdapat skala-skala;tahanan/resistansi (resistance) dalam satuan Ohm (Ω),tegangan (ACV dan DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skala lainnya. Lihat gambar 16.b) Saklar Jangkauan Ukur: digunakan untuk menentukanposisi kerja multimeter, dan batas ukur (range). Jikadigunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam Ω),saklar ditempatkan pada posisi Ω, demikian juga jikadigunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV), dan kuatModul ELKA-MR.AM.004.A)4040
  46. 46. arus (mA-µA). Satu hal yang perlu diingat, dalam mengukurtegangan listrik, posisi saklar harus berada pada batas ukuryang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Misal,tegangan yang akan diukur 220 ACV, saklar harus beradapada posisi batas ukur 250 ACV. Demikian juga jikahendak mengukur DCV.c) Sekrup pengatur posisi jarum (preset): digunakanuntuk menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiripapan skala)d) Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (ZeroAdjustment): digunakan untuk menera jarum penunjukpada angka nol sebelum multimeter digunakan untukmengukur nilai tahanan/resistansi. Dalam praktek, keduaujung kabel penyidik (probes) dipertemukan, tombol diputaruntuk memosisikan jarum pada angka nol.e) Lubang Kabel Penyidik: tempat untuk menghubungkankabel penyidik dengan multimeter. Ditandai dengan tanda(+) atau out dan (-) atau common. Pada multimeter yanglebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfeModul ELKA-MR.AM.004.A)4141
  47. 47. transistor (penguatan arus searah/DCmA oleh transistorberdasarkan fungsi dan jenisnya), dan lubang untukmengukur kapasitas kapasitor.f) Batas Ukur (Range) Kuat Arus: biasanya terdiri dari angka-angka; 0,25 – 25 – 500 mA. Untuk batas ukur (range) 0,25,kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 0,25 mA.Untuk batas ukur (range) 25, kuat arus yang dapat diukurberkisar dari 0 – 25 mA. Untuk batas ukur (range) 500, kuatarus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 500 mA.g) Batas Ukur (range) Tegangan (ACV-DCV): terdiri dariangka; 10 – 50 – 250 – 500 – 1000 ACV/DCV. Batas ukur(range) 10, berarti tegangan maksimal yang dapat diukuradalah 10 Volt. Batas ukur (range) 50, berarti teganganmaksimal yang dapat diukur adalah 50 Volt, demikianseterusnya.h) Batas Ukur (Range) Ohm: terdiri dari angka; x1, x10dan kilo Ohm (kΩ). Untuk batas ukur (range) x1, semuahasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala(pada satuan Ω). Untuk batas ukur (range) x10, semuaModul ELKA-MR.AM.004.A)4242
  48. 48. hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikalidengan 10 (pada satuan Ω). Untuk batas ukur (range) kiloOhm (kΩ), semua hasil pengukuran dapat langsung dibacapada papan skala (pada satuan kΩ), Untuk batas ukur(range) x10k (10kΩ), semua hasil pengukuran dibaca padapapan skala dan dikali dengan 10kΩ.Modul ELKA-MR.AM.004.A)4343
  49. 49. 2. OskiloskopOskiloskop merupakan salah satu alat yang dominan dalammelakukan prosedur reparasi, terutama untuk jenis–jenispesawat yang terdiri dari susunan sirkuit dalam bentuk yangkompleks, oskiloskop merupakan suatu alat yang mampu melihatdan menganalisa gejala – gejala listrik. Oskiloskop mempunyaikemampuan dalam hal – hal sebagai berikut:a) Melihat bentuk tegangan periodik maupun non perodik.b) Mengukur tegangan dan arus.c) Mengukur frekuensi.d) Mengukur beda fasa.e) Sebagai penggambar x – y.Dengan oskiloskop tidak hanya besarnya tegangan ataupun arusyang dapat kita ketahui tapi bentuk wujud dari tegangan maupunarus itu dapat dengan jelas. Jadi secara ringkasnya, bentukgelombang yang keluar dari hasil pengukuran pada suatu titikakan mudah dilihat dengan jelas. Salah satu contoh adalahsebagaimana pada gambar berikut:Modul ELKA-MR.AM.004.A)4444Gambar 17a. Sebuah
  50. 50. Modul ELKA-MR.AM.004.A)4545
  51. 51. Bila sinyal Audio generator atau RF generator ini digunakansebagai sinyal input didalam penelusuran terminal input untukmenuju ke output maka pada layar oskiloskop akan terlihatdengan jelas karakteristik respon frekuensi rangkaian yangtengah diamati. Misalnya pada rangkaian frekuensi menengah(IF), rangkaian Audio pada pesawat penerima radio.3. Signal InjectorAlat ini digunakan untuk melakukan pengetesan terhadaprangkaian–rangkaian transistor (bahkan pada komponentransistornya) untuk mengetahui keadaan komponen tersebut.Sebagai contoh alat signal injektor adalah ditunjukan padagambar 18 di bawah ini;Modul ELKA-MR.AM.004.A)4646Gambar 17b. PanelOskiloskopGambar 18. Signal injektor
  52. 52. Signal injektor ini sebenarnya merupakan osilator audio yangsangat dominan untuk melacak rangkaian – rangkaian transistoryang rusak. Karena pada rangkaian yang rusak bila diinjeksidengan alat ini akan memberikan reaksi suara.Biasanya signal injektor ini digunakan untuk mencari gangguanpada rangkaian–rangkaian audio seperti pesawat radio transistor,tape recorder ataupun pada pesawat televisi pada rangkaiansesudah penguat video.c. Rangkuman.1. Pesawat Penerima Radio sistem AM adalah pesawat penerima radiodengan penerimaan gelombang medium wave (MW).Band MW padasistem AM yang mempunyai daerah frekuensi 520khz-1630kHz denganpanjang gelombang 577 meter–184 meter. Pesawat penerima radioModul ELKA-MR.AM.004.A)4747
  53. 53. sistem AM atau band MW ini menerima frekuensi sebesar 455 Khzfrekuensi ini disebut Intermediate frekuensi (IF).2. Pesawat Penerima Radio sistem FM adalah pesawat penerima radiodengan frekuensi kerja lebih tinggi dari pesawat penerima AM. Pesawatpenerima radio sistem FM ini dengan frekuensi menengah (IF) sebesar10,7 Mhz. Perbedaan antara Sistem AM dengan Sistem FM antara lain:a. Pada Sistem FM frekuensi kerja lebih tinggib. Membutuhkan limiter dan deempasisc. Berbeda dalam demodulasid. Perbedaan methoda dalam mendapatkan AGC.3. Alat/instrumen yang dibutuhkan untuk pekerjaan perbaikan/reparasiada dua bagian yaitu:1) Alat yang digunakan sebagai pekerjaan mekanik.2) Alat yang digunakan keperluan pekerjaan pengukuran (elektrik).d. Tugas1. Buatlah diagram blok pesawat penerima sistem AM/band MW dengandilengkapi bentuk sinyal tiap-tiap bagian.2. Buatlah diagram blok pesawat penerima sistem FM dan dilengkapibentuk sinyal setiap bagian.Modul ELKA-MR.AM.004.A)4848
  54. 54. 3. Sebutkan alat yang digunakan sebagai pekerjaan mekanik, dan alatukur /instrumen yang sangat pokok didalam pekerjaanperbaikan/reparasi.e. Test formatifBerilah tanda silang pada butir; a, b, c, dan d, untuk pernyataan yang Andaanggap benar.1. Pesawat Radio sistem AM adalah:a. Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 445Khz.b. Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 455Khz.c. Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 465Khz.d. Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 10,7Khz.2. Selisih kedua Frekuensi yang diperoleh dari Mixer dan Oscilatormerupakan frekuensi menengah disebut:a. frekuensi Intermediate frekuensib. frekuensi hasil penguranganc. frekuensi penalad. frekuensi modulasi.3. Panjang gelombang untuk frekuensi Pesawat Radio sistem AM adalah:Modul ELKA-MR.AM.004.A)4949
  55. 55. a. 577 meter - 184 meter dengan frekuensi 520 Khz - 1630Khzb. 488 meter - 194 meter dengan frekuensi 530 kHz - 1640kHzc. 588 meter - 198 meter dengan frekuensi 510 Khz - 1620Khzd. 577 meter - 184 meter dengan frekuensi 530 Khz - 1640Khz.4. Jika Pesawat penerima radio menerima frekuensi dari pemancar sebesar1000kHz, Frekuensi oscillator lokal lebih tinggi dari frekuensi RF, bilafrekuensi IF 455kHz maka frekuensi oscilator lokal:a. 1455 Khzb. 1460 Khzc. 1475 Khzd. 1555 Khz5. Pada Soal No 4 Berlaku rumus untuk oscillator local adalah;a. Fo = IF - RFb. Fo = IF + RFc. Ro = Fo + RFd. Ro = IF – FoModul ELKA-MR.AM.004.A)5050
  56. 56. 6. Suatu rangkaian yang dapat mengatur secara otomatis akibat turunnaiknya sinyal input yang diperoleh dari antena disebut.a. Amplifier c. Filterb. Dektektor d. AGC ( Automatic Gain Control )7. Oscilator adalah suatu rangkaian yang dapat membangkitkan sinyal:a. Sinyal AC dengan sumber tegangan DCb. Sinyall AC dengan sumber tegangan ACc. Sinyal DC dengan sumber tegangan DCd. Sinyal DC dengan sumber tegangan AC8. Rangkaian Penala dari sebuah pesawat radio AM/band MW terdiri daritiga bagian yaitu:a. Oscilator, Mixer dan Tunerb. Oscilator, IF dan MIxerc. Oscilator, Mixer dan RFd. RF, mixer dan IF9. Dioda detektor berfungsi sebagai pemisah antara sinyal pembawadengan sinyal:a. Sinyal informasiModul ELKA-MR.AM.004.A)5151
  57. 57. b. Sinyal Oscilatorc. Sinyal Intermediate frekuensid. Sinyal RF10. Sinyal yang masuk ke penguat Audio adalah:a. Sinyal suara yang diteruskan ke Loadspeakerb. Sinyal suara yang diperoleh dari penguat IFc. Sinyal suara yang diperkuat dari Mixerd. Sinyal sinus mengandung audio11. Yang membedakan sistem AM terhadap sistem FM adalah:a. Frekuensi kerja lebih tinggib. Membutuhkan limitter dan deempasisc. Berbeda dalam demodulasid. a,b dan c benar12. Daerah kerja frekuensi sistem FM sebesar:a. 77 Mhz s/d 107 Mhzb. 87 Mhz s/d 107 Mhzc. 88 Mhz s/d 108 Mhzd. 89 Mhz s/d 108 MhzModul ELKA-MR.AM.004.A)5252
  58. 58. 13. Untuk frekuensi menengah sistem radio FM adalah;a. 88 Mhzb. 10,7 Mhzc. 88,7 Mhzd. 108 Mhz14. Penguat RF amplifier diperlukan pada sistem FM dalam hal ini diperlukanuntuk;a. Menguatkan sinyal dengan frekuensi yang tinggib. Sebagai pelengkap sistem FMc. Mencegah terjadinya distorsid. Agar tidak terjadi cacat sinyal RF15. Limitter pada sistem FM digunakan untuk:a. Menghasilkan ouput yang konstanb. Memotong sinyal yang tinggic. Menghitung sinyal yang datang dari Penguat IFd. Mengurangi terjadinya distorsi16. Obeng termasuk alat yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan pesawatelektronika/penerima Radio sebagai;a. Pekerjaan mekanikModul ELKA-MR.AM.004.A)5353
  59. 59. b. Membengkokan komponenc. Memotong kaki komponend. Pemegang komponen sedang disolder17. Tang kombinasi dalam pekerjaan perbaikan pesawat elektronika, dapatdigunakan sebagai:a. Pemotong kaki komponenb. Penjepit bok pesawatc. Membuka bautd. Membengkokan mata solder18. Multitester/Multimeter dapat dipergunakan menentukan kerusakankomponen dalam;a. Rangkaian dengan sumber teganganb. Rangkaian tanpa teganganc. Jalur PCB (printed circuit board)d. a, b dan c benar19. Oskiloskop suatu alat yang dapat digunakan melakukan pengukuran;A. Tegangan dan sinyalB. Frekuensi dan teganganC. Arus yang besarModul ELKA-MR.AM.004.A)5454
  60. 60. D. a, b benar20. Signal injektor digunakan untuk melacak bagian yang rusak denganouput signal adalah:a. Sinyal audiob. Sinyal Sinus ACc. Sinyal Sinus DCd. Sinyal Sinus RFf. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)g. Lembar kerjaPersiapan Pekerjaan Perbaikan/ReparasiA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana memahamidasar-dasar pesawat radio sistem AM maupun sistem FM sertaperalatan yang akan digunakan untuk pekerjaan perbaikan/reparasi.Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, ituberarti Anda sudah memiliki kemampuan dari hasil pembelajaranpersiapan awal untuk kompetensi memperbaiki pesawat penerima radiotape recorder.Modul ELKA-MR.AM.004.A)5555
  61. 61. Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dankeselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modulini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Anda fahamidengan benar.B. Alat dan bahan1. Macam-macam alat ukur dan alat tools.2. Buku – buku penunjang untuk pembahasan pesawat radioModul ELKA-MR.AM.004.A)5656
  62. 62. C. Langkah kerja1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satukelompok, Kemudian buat diskusi untuk memahami cara kerja radioTape Reocrder).2. Catatlah Alat-alat yang diperlukan untuk keperluan pekerjaanperbaikan/reparasi.3. Buat ringkasan pemahaman tentang prinsip-prinsip dari pesawatpenerima radio AM/FM.4. Buat penjelasan singkat dari tatacara menggunakan peralatan baikuntuk pekerjaan mekanik maupun pekerjaan elektrik.5. Selamat bekerja, semoga berhasil.D.KesimpulanTulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja.E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerja.Modul ELKA-MR.AM.004.A)5757
  63. 63. Kegiatan Belajar 2 : Mengamati Gejala KerusakanPada kegiatan belajar 2 ini materi pembelajaran tentang mengamati gejalakerusakan pada pesawat radio tape recorder. Pesawat radio diopersikan untukdiamati gejala kerusakan yang timbul dengan melakukan pengamatan padabagian-bagian tombol power, tombol pengatur volume, tombol pengaturpencari gelombang AM/FM.a. Tujuan Kegiatan PembelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan belajar 2, peserta diklat diharapkan:1. Memahami kerusakan yang ditimbulkan pada tombol power.2. Memahami kerusakan yang ditimbulkan pada tombol pengatur volume.Modul ELKA-MR.AM.004.A)5858
  64. 64. 3. Memahami kerusakan yang ditimbulkan pada tombol pengatur pencarigelombang AM/FM.b. Uraian materiSeperti pada kegiatan belajar 1 telah dijelaskan bahwa pesawat Radiosistem AM maupun sistem FM yang dijelaskan satu persatu. Padapembelajaran berikuti peserta diklat diharapkan dapat memahami gejalakerusakan yang ditimbulkan oleh tombol power, tombol pengatur volume,dan tombol pengatur pencarian gelombang. Tentu saja dalamperkembangan elektronika pesawat radio sistem AM maupun sistem FMdiperoleh dalam satu kemasan yang kita temukan yaitu “Pesawat RadioTape Recorder”. Untuk memahami dan mengatahui kerusakan, maka adabebrapa langkah yang harus dilakukan oleh peserta diklat;Modul ELKA-MR.AM.004.A)5959
  65. 65. Mengamati kerusakan pada tombol powerGambar 19. Tombol Power1. Ambillah Pesawat Radio Tape Recorder!2. Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN!3. Hidupkan pesawat penerima radio Tape Recorder denganmenekan tombol power on/off maka pesawat radio.4. Mati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampu menyalamaka tombol power berpungsi dengan baik, jika lampu indikatortidak menyala maka tombol power tidak berpungsi sebagaimanamestinya.Modul ELKA-MR.AM.004.A)6060
  66. 66. 5. Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikansehingga memperoleh pemahaman tentang tombol power padapesawat radio tape recorder.Catatan:Pemahaman tentang tombol power akan didapat kepada peserta diklat,bahwa tombol power merupakan bagian utama untuk pesawat radiomendapatkan sumber tegangan. Karena pada tombol power ini adalahsalah satu komponen yang bekerja sebagi penghubung dan pemutus arusyang masuk ke bagian catu daya DC. Dengan sumber tegangan DC inimaka peswat radio dapat bekerja dengan baik dan dapat menerima siaranyang dipancarkan oleh pemancar radio.Mengamati kerusakan pada pengatur volumeModul ELKA-MR.AM.004.A)6161
  67. 67. Gambar 20. Menunjukan Tombol Volume1. Ambillah Pesawat penerima Radio Tape Recorder!2. Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN!3. Hidupkan pesawat radio Tape recorder dengan menekan tombolpower4. Amati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampumenyala maka tombol power berpungsi dengan baik.5. Opersikan Tombol Pengatur volume dan pesawat radio akanmenerima siaran radio yang dipancarkan dari pemancar radio.6. Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikansehingga memperoleh pemahaman tentang tombol pengaturvolume.Catatan:Pemahaman tentang tombol pengatur volume akan didapat kepada pesertadiklat, bahwa tombol pengatur volume merupakan komponen yang dapatmengatur besar kecilnya sinyal yang akan diproses menjadi suara. Karenapada tombol pengatur volume ini adalah salah satu komponen yang bekerjaModul ELKA-MR.AM.004.A)6262
  68. 68. sebagai pengatur sinyal yang akan diteruskan kebagian penguat audioseperti yang dijelaskan pada pembelajaran 1. Dengan tombol pengaturvolume maka pesawat penerima radio dapat menghasilkan besar kecilnyasuara yang kita inginkan.Mengamati kerusakan pada Pengatur pencari gelombangGambar 21. Tombol pencari gelombang1. Ambillah Pesawat penerima Radio Tape Recorder!2. Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN!3. Hidupkan pesawat radio Tape recorder dengan menekan tombol powerModul ELKA-MR.AM.004.A)6363
  69. 69. 4. Amati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampu menyala makatombol power berpungsi dengan baik.5. Operasikan Tombol Pengatur volume pesawat radio akanmenerima siaran radio yang dipancarkan dari pemancar radio.6. Lakukan pengaturan tombol gelombang maka pesawat radio akanmenyeleksi siaran yang akan diterima dengan indikator pada jarumpenunjuk pencarian gelombang.7. Jika pada tombol ini tidak bekerja maka kemungkinan kerusakanpada pengaturan tali gelombang.8. Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikansehingga memperoleh pemahaman tentang tombol pengaturpencari gelombang.Catatan:Pemahaman tentang tombol pengatur pencari gelombang akan didapatkepada peserta diklat, bahwa tombol pengatur pencari gelombangmerupakan bagian yang dapat merubah nilai komponen penala umumnyakomponen ini adalah condenstor variabel. Karena pada tombol pengaturpencari gelombang ini adalah bagian yang bekerja dapat merubah frekuensioscilator lokal dari pesawat radio tape recorder.Modul ELKA-MR.AM.004.A)6464
  70. 70. c. RangkumanUntuk mengamati gejala kerusakan yang diakibatkan oleh tombol power,tombol pengatur volume dan pengatur pencarian gelombang diperlukanpesawat Radio Tape Recorder yang dapat bekerja dengan baik.Kegiatan pembelajaran kedua ini peserta diklat harus dapatmengembangkan pengamatannya yang didapat, agar lebih meningkatkankompetensi yang diperoleh dari hasil belajarnya.1. Pesawat penerima radio tape recorder tidak dapat menerima siaranakibat tombol power yang rusak atau tidak bekerja sebagaimanamestinya.2. Pesawat radio tape recorder tidak menghasilkan suara akibat kerusakantombol pengatur volume tidak berfungsi sebagai pengatur sinyal yangmasuk.3. Pesawat radio tape recorder tidak dapat menyeleksi/memilih siaran daripemancar akibat kerusakan pada bagian pengatur tombol pencarigelombang.Modul ELKA-MR.AM.004.A)6565
  71. 71. d. Tugas1. Datangi bengkel-bengkel reparasi disekitar kota anda, mintakaninfomasi kepada teknisi jenis-jenis kerusakan pada radio tape recorder.2. Buatlah tabel jenis-jenis kerusakan serta hubungannya terhadaprangkaian/bagian terhadap jenis kerusakan tersebut.e. Test formatifBerilah tanda silang pada butir; a, b, c, dan d, untuk pernyataan yangAnda anggap benar!1. Pesawat Radio Tape Recorder dapat menerima siaran, jika;a. Tombol power baikb. Tombol power sebagai penghubungc. Tombol power sebagai pemutus arusd. Tombol power berfungsi on/off2. Kerusakan Pada pesawat Radio tape recorder yang disebabkan tombolpower adalah:a. Pesawat radio bunyib. Pesawat radio tidak baikc. Pesawat radio tidak menerima siarand. Pesawat radio tidak nyala lampu indikatornya.Modul ELKA-MR.AM.004.A)6666
  72. 72. 3. Mengapa radio tape recorder tidak bekerja, jika disebabkan kerusakantombol power ?a. Karena Tombol power untuk menghubungkan sumber arusb. Karena tombol power sebagai saklarc. Karena tombol power pemutus arusd. Tombol power berfungsi on/off suber arus4. Kemungkinan lain yang mengakibatkan tidak bekerjanya tape recorderadalah:a. Sumber tegangan dc rusakb. Trafo rusakc. Diada penyearah terbakard. a,b dan c benar5. Pesawat RadioTape Recorder tidak bunyi disebabkan oleh:a. Tombol volume rusakb. Tombol volume maksimumc. Potensio Volume minimumd. a,c benar6. Pesawat Radio Tape Recorder dapat menerima siaran dan bunyi jika;a. Tombol volume dapat dioperasikanb. Tombol volume tidak rusakModul ELKA-MR.AM.004.A)6767
  73. 73. c. Tombol volume maksimumd. Tombol volume dapat meneruskan sinyal ke penguat audio7. Kerusakan Pada pengatur volume pesawat Radio tape recorderberakibat;a. Pesawat radio tidak bunyib. Pesawat radio tidak dapat menerima siaran dari pemancarc. Pesawat radio suaranya kecild. Pesawat radio tidak nyala lampu indikatornya.8. Mengapa radio tape recorder tidak bekerja, jika disebabkan kerusakantombol volume?a. Karena pengatuir volume untuk meneruskan sinyal ke penguat audiob. Karena tombol volume sebuah potensioc. Karena tombol volume sebagai saklard. Tombol volume berfungsi penerus suber arus9. Kemungkinan lain yang mengakibatkan suara kurang jelas:a. Potensio volume sudah haus arangnya.b. Penguat audio rusakc. Speaker rusakd. a,b dan c benarModul ELKA-MR.AM.004.A)6868
  74. 74. 10. Pesawat RadioTape Recorder hanya dapat menerima satu gelombangAM/FM kerusakan pada:a. Tombol pencari gelombangb. Tombol Volumec. Tombol Powerd. Detektorf. Kunci Jawabab (Terlampir pada BAB. III)g. Lembar kerjaMengamati Gejala KerusakanA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana mengetahuigejala kerusakan dengan mengoperasikan tombol kontrol padapesawat radio Tape Recorder. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, serta mengamati dengan teliti maka Andaakan memiliki kemampuan untuk menyimpulkan jenis-jenis kerusakandengan bantuan mengopersikan tombol kontrol dari tape recorder.Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dankeselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modulModul ELKA-MR.AM.004.A)6969
  75. 75. ini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Andafahami dengan benar.B. Alat dan bahan1. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo)2. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika.Modul ELKA-MR.AM.004.A)7070
  76. 76. C. Langkah kerja1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satukelompok, Kemudian buat diskusi untuk memahami tombol kontrolvolume, tombol power, dan tombol pengatur pencari gelombang).2. Buatlah tabel, Catatlah gejala kerusakan yang terdapat dari setiaptombol kontrol.3. Buat ringkasan pemahaman setiap jenis kerusakan pada pesawatradio tape recorder.4. Buat penjelasan singkat terhadap hubungan tombol kontrol terhadaprangkaian yng menjadi bagiannya.5. Selamat bekerja, semoga berhasil.D.KesimpulanTulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja.E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerja.Modul ELKA-MR.AM.004.A)7171
  77. 77. Kegiatan Belajar 3: Mengalokasi KerusakanBerdasarkan pengamatan gejala kerusakan Pada kegiatan belajar 2, makamateri pembelajaran 3 membahas tentang mengalokasikan kerusakanmengacu pada skema rangkaian yaitui; kerusakan pada komponen,kerusakan pada koneksitas PCB (printed ciruit board) atau kabel, dan masalahbagian mekanik.a. Tujuan Kegiatan PembelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan belajar 3, peserta diklat diharapkanmampu menentukan gangguan/kerusakan yang terdapat pada radio taperecorder antara lain:Modul ELKA-MR.AM.004.A)7272
  78. 78. 1. Mengerti secara persis keadaangangguan.2. Menyimpulkan bagian-bagian yangrusak dengan metode pengukuran3. Membatasi daerah yang rusakdengan metoda mengusik rangkaian jalur PCB4. Menemukan bagian yang rusakpada bagian mekanik.b. Uraian materiPesawat Radio Tape Recorder pada dasarnya komponen-komponenelektronika yang di rangkai menjadi satu di atas papan yang di sebutpapan rangkaian tercetak/PRT atau printed circuit board (PCB).Dalam perjalanan waktu komponen-komponen ini mengalami gangguanatau kerusakan.Rangkaian elektronika adalah suatu sistem yang terbagi-bagi, misal: padapenerima radio ada bagian Penala, IF, Detektor,dan penguat audiokarenanya dalam melacak gangguan perlu penetapan alokasi pada bagianmana gangguan atau kerusakan terjadi.Biasanya, prosedur pencariankerusakan yang umum dilakukan dan juga merupakan cara yang efisienadalah sebagai berikut:Modul ELKA-MR.AM.004.A)7373
  79. 79. 1. Mengerti secara persis keadaan gangguanDalam banyak hal, anda harus mendengarkan secara rinci penjelasandari orang yang meminta tolong untuk mereparasi pesawatnya. Jadianda harus mendengarkan dengan seksama gangguan–gangguanmacam apa saja yang tengah terjadi pada pesawat bersangkutan.Kemudian untuk meyakinkan kaeadaan gangguan tersebut, putarlahtombol–tombol pengatur yang ada pada pesawat.2. Penyimpulan blok–blok yang rusakBila gejala gangguan telah diketahui secara pasti, buatlah suatukesimpulan sementara bahwa gangguan tersebut terjadi karenaadanya kerusakan pada bagian inti atau bagian itu dan sebagainya.Sebab seperti yang diketahui bahwa sebuah pesawat terdiri daribeberapa blok sirkuit yang terangkum dalam satu sirkuit lengkap.Sebuah pesawat radio transistor, ini pada konstruksinya terdiri daribagian penala, mixer dan detektor serta penguat akhir. Kalaugangguannya telah diketahui maka dapat disimpulkan bahwakerusakan mungkin terjadi pada bagian penala, atau mixer ataupenguatnya, dan lain sebagainya.3. Membatasi daerah yang rusakModul ELKA-MR.AM.004.A)7474
  80. 80. A BMeskipun daerah yang dicurigai telah ditemukan berdasarkan keadaangangguan, tetapi umumnya daerah tersebut memiliki konstruksi yangrumit, sehingga yang harus diperiksa bukan hanya satu titik tertentusaja, tetapi dapat dikatakan cukup luas. Misalnya, walaupun telahdiperkirakan bahwa kerusakan terjadi pada sirkuit bagian penguat, tapipada sirkuit bagian penguat itupun terdiri dari penguat awal danpenguat akhir. Karena itu bagian yang rusak akan lebih mudahditemukan dan diperiksa apabila daerah tersebut semakin dipersempitpada waktu melakukan pemeriksaan. Banyak cara untuk dapatmelakukan hal tersebut salah satu contoh dapat melakukan sepertidiagram dibawah:Daerah circuit yang dicurigaiApakah A normal? TidakyaModul ELKA-MR.AM.004.A)7575B.RusakA. Rusak
  81. 81. Ini merupakan cara pembagian satu blok menjadi dua bagian danselidiki bagian mana yang rusak. Misalnya pada blok penguat darisebuah radio transistor. Periksa dulu pada bagian penguat depannya,kalau berfungsi normal berarti kerusakan terjadi pada penguat akhir.Begitu juga dengan yang lain.4. Mengalokasi kerusakan dengan metode pengukuranPengetesan tegangan ini dimaksudkan untuk mencari bagiankomponen yang rusak, terutama pada transistor–transistor dan ICberdasarkan tegangan yang keluar dari elektroda–elektrodanya.Umumnya pengetesan tersebut mempergunakan AVO meter(multimeter atau multitester) pada daerah pengukuran DC. Normalatau tidaknya tegangan yang keluar dapat dimengerti denganmembuat perbandingan antara besaran yang diukur dengan AVOmeter dengan diagram rangkaian yang ada. Dalam hal ini juga perludiperhatikan bahwa pada beberapa bagian menunjukan harga yangberbeda sampai pada batas tertentu yang disebabkan oleh adanyaresistansi dalam AVO meter bersangkutan.Langkah-langkah Mengukur tegangan yang harus dilakukan;Modul ELKA-MR.AM.004.A)7676
  82. 82. +V5V1uF1k 1k1kDC VN1uF1kNPN+V5V1uF1k 1k1kDC~VNO DATA1uF1kNPN1. Hidupkan pesawat penerima radio dan datalah pemancar-pemancar yang ada dilokasi daerah anda untuk mand MW!2. Matikan pesawat penerima, kemudian sambungkan antena denganground pesawat menggunakan kabel penghubung yang tersediauntuk menghindari adanya sinyal yang masuk kedalam pesawatanda.3. Hidupkan kembali pesawat penerima.4. Mengukur tegangan, gunakan Multimeter untuk mengukurtegangan kaki-kaki semua komponen aktip seperti transistor, catathasil pengulkuran dan buat tabel hasil pengukuran.Dibawah ini contoh mencari kerusakan dengan cara pengukuran.Modul ELKA-MR.AM.004.A)7777
  83. 83. Gambar 22. Pengukuran tegangan pada komponenModul ELKA-MR.AM.004.A)7878
  84. 84. Mengukur tahanan:1. Matikan sumber dari pesawat penerima!2. Gunakan multimeter untuk mengukur tahanan dari elemen (kaki)semua penguat dan catat hasilnya pada lembar kerja!3. Lepaskan jumper (penghubuing) antena dan ground, kemudiansimpan peralatan pada tempat semula, buat kesimpulan dari hasilpengamatan.5. Mengalokasi kerusakan dengan melacak jalur rangkaianDalam menganalisis gangguan pesawat penerima radio, setelahdiyakini bahwa pesawat bekerja normal, maka dapat dilakukan metodemengusik rangkaian sebagai langkah lanjut untuk melokalisasigangguan pesawat tersebut. Metode ini menggunakan alat test yangsangat sederhana, yaitu obeng logam yang diisolasi pada sebagianbatangnya. Metoda ini berlaku bagi pesawat yang bekerja padategangan rendah dan arus rendah saja. Perlu diingat, janganlahmetode ini digunakan untuk pesawat yang dapat menimbulkan kejutanlistrik.Dengan menggunakan metode obeng yng disentuh dengan telunjukpada satu titik tertentu, akan diketahui lokasi gangguan yang terjadipada pesawat penerima radio. Prosedur percobaan ini dapat dilakukanModul ELKA-MR.AM.004.A)7979
  85. 85. secara berurutan, mulai loudspeaker sampai ke depan rangkaian yaituterminal antena. Bila obeng disentu pada titik input rangkaianloudspeaker, akan didengar suatu bunyi tertentu yang menyatakanbahwa loudspeaker bekerja secara normal.Bila saat pengetesan loudspeaker tidakl mengeluarkan suara makarangkaian dibelakang test poin tersebut mendapat gangguan.makinkedepan titik pengetesan maka suara harus semakin kuat.khususpengetesan loudspeaker, kalau tidak berhasil dengan obeng makagantilah pengetesan dengan multimeter.Selanjutnya gambar 23 dapat diperhatikan contoh pengetesan jalur.Pengetesan kondusi dilakukan untuk menguji atau untuk mengetahuibahwa mungkin terjadi hubungan kawat yang terputus atau terjadinyahubungan singkat dalam rangkaian dari komponen – komponenbersangkutan. Pengetesan ini juga dilakukan dengan menggunakanmultimeter pada posisi pengukuran resistansi. Tentu saja pada waktumelakukan pengetesan resistansi /hubungan antar jalur pada papanrangkaian tercetak, perlu diingat pesawat dalam keadaan mati.Modul ELKA-MR.AM.004.A)8080OHMSNO DATA
  86. 86. Gambar 23. Pengukuran jalur dengan AVO meterc. RangkumanDidalam menentukan kerusakan dengan cara pengukuran teganganmaupun pengukuran hambatan jalur rangkaian peserta diklat dapat lebihcepat menemukan bagian/komponen yang dianggap rusak.Jika sudah ditemukan bagian atau komponen yang rusak maka kita dapatmengganti komponen yang baru.Oleh karenanya penguasaan metoda pengukuran didalam menentukanbagian yang rusak adalah merupakan kompetensi yang penting dikuasaioleh peserta diklat.Modul ELKA-MR.AM.004.A)8181
  87. 87. d. Tugas1. Buatlah kemungkinan kerusakan yang terjadi dari setiapbagian/komponen pada pesawat tape recorder.2. Buatlah diagram pengalokasian kerusakan, serta kembangkanpemahaman dengan mencari sumber lain diluar modul ini.e. Test formatifBacalah pertanyaan berikut, jawab pertanyaan dengan ringkas teratur danjelas.Dengan menggunakan multimeter analog:1. Uraikan langkah-langkah untuk pengukuran komponen didalamrangkaian.2. Uraikan langkah kerja dalam mengukur jalur PCB pada rangkaian.3. Uraikan langkah kerja dalam mengukur transistor di luar rangkaian.4. Uraikan langkah kerja dalam mengukur tahanan.5. Apakah ada kaitan yang erat antara kemampuan (kompetensi)mengukur komponen di luar rangkaian dengan kemampuanmemperbaiki sebuah pesawat radio? Jika ada jelaskan, jika tidak adasebutkan alasannya.f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)Modul ELKA-MR.AM.004.A)8282
  88. 88. g. Lembar kerjaMengalokasi kerusakanA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana untukmenentukan kerusakan dengan mengoperasikan tombol kontrol padapesawat radio Tape Recorder. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, serta menentukan dengan teliti kerusakanmaka Anda akan memiliki kemampuan untuk melokalisai bagian-bagian/komponen yang terdapat pada pesawat radio tape recorder.Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dankeselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modulini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Andafahami dengan benar.B. Alat dan bahana. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).b. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronikac. Gambar rangkaian Radio AM/FMC. Langkah kerjaModul ELKA-MR.AM.004.A)8383
  89. 89. 1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satukelompok, Kemudian buat diskusi untuk menjelaskan gejalakerusakan).2. Buatlah tabel, Catatlah jenis kerusakan yang terdapat dari setiapbagian atau komponen.3. Buat ringkasan pemahaman setiap jenis kerusakan pada pesawatradio tape recorder.4. Buat penjelasan singkat terhadap hubungan tombol kontrolterhadap rangkaian yng menjadi bagiannya.5. Selamat bekerja, semoga berhasil.D. Kesimpulan.Tulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja.E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerjaKegiatan Belajar 4: Menganalisa hasil pengukuranModul ELKA-MR.AM.004.A)8484
  90. 90. Berdasarkan skema rangkaian yang telah dijelaskan pada pembelajaran 1,maka dianalisa setiap bagian/rangkaian untuk dapat diitentukan jeniskerusakan.a. Tujuan Kegiatan PembelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan belajar 4, peserta diklat diharapkanTrampil menentukan kerusakan:Mengacu pada skema rangkaianBerdasarkan hasil pengukuran untuk menentukan kerusakan denganbenar.b. Uraian materiPerhatikan Gambar 24, ditunjukan gambar rangkaian pesawat radioAM/MW secara lengkap. Titik yang diberi test poin menunjukan bagian/komponen untuk dapat dilakukan pengukuran sehingga data hasilpengukuran dapat dipergunakan analisa kerusakan. Pada pembelajaran inidijelaskan ada dua contoh jenis kerusakan untuk dianalisa dandiindentifikasi kerusakannya.Jenis kerusakan yang dimaksud adalah:1) Suara radio lemah.2) Pesawat Radio tidak ada sinyal.Modul ELKA-MR.AM.004.A)8585
  91. 91. 1) SUARA RADIO LEMAHNo.Bagian YangRusakAnalisa pengukuran Penyelesaian1. Detektor(transistor)Tegangan bias yg salahpada transistor- Betulkantegangan bias- Ganti dengantransistor yg baruModul ELKA-MR.AM.004.A)8686
  92. 92. 0ut0+V12VTP17TP4TP3TP11uFL31uF+5pFL2TP2D1-D2 41481mH1uF+01005C8291k4k74739039kR A N G K . I F ( F R E K . M E N E N G A H )+V12VTP6TP5TP10TP9TP8TP7.1IN60.10011S1S1P1P1P1S5k004.1.1004+220/16002+10/16C829C82910039k5k647015k39039047kR A N G K . D E T E K T O RT R 3k e b a s i s T R 2+V12VTP10TP8005.1015kIN601S1P5K6470R A N G K . A U D I O A M P L I F I E R0000TP12TP151314TP11+V12v8+1uF+220/16.1uF 220pfIN4148C1684B698D7342205601 111470150k33kModul ELKA-MR.AM.004.A)87
  93. 93. Gambar 24 Rangkaian Pesawat Radio AM/MWModul ELKA-MR.AM.004.A)88
  94. 94. No.Bagian YangRusakAnalisa pengukuran Penyelesaian2. Detektro (dioda) Tegangan bias yg salahPada dioda- Betulkan teganganbias- Ganti dengan diodayg baru3. Filter AGC Kondensator filter AGCputus1. Periksa sirkuit/komponen sekitarrangkaian detektorDari tabel diatas dijelaskan lebih rinci seperti dibawah ini:Tingkat detektor dan AGC radio penerima dapat mengakibatkan suararadio menjadi lemah, apabila pada tingkat-tingkat itu terdapat kerusakan-kerusakan antara lain seperti dibawah.1. Jika detektornya dari transistor, dari hasil pengukuran terjadi kesalahantegangan bias pada transistornya.2. Jika detektornya dari diode, mungkin diode itu diberi tegangan bias yangsalah.a. Periksalah tegangan bias laju detektor (diode atau transistor).Kesalahan tegangan ini jangan sampai melebihi 10-20 %. Jika adakesalahan tegangan bias ini maka suara radio dapat lemah danmungkin disertai dengan distorsi.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6161
  95. 95. b. Coba gantilah dengan detektor yang baru dan perhatikanlahperobahannya.c. Periksalah sirkuit detektor (komponen-komponen detektor lainnya)seperti tahanan dari kondensator filter. Lepaslah detektor itu darisirkuitnya pada waktu pengukuran komponen-komponen sirkuittersebut.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6262
  96. 96. 3. Filter AGC rusak.a. Jika kondensator filter AGC diduga putus (habis nilainya) periksalahdengan menghubungkan paralel kondensator yang baru.b. Kondensator filter AGC yang putus dapat mengakibatkan radiokurang sensitive, dan sering kali disertai dengan regeneration.Dalam menghubungkan kondensator filter ini jangan sampai terbalikpolaritasnya. Kondesnsator filter AGC radio transistor biasanya darielektrolit, jadi berbeda dengan kondensator filter AVC untuk radiotabung.4. Ada kerusakan pada diode-overload atau diode pembantu, jika radioyang bersangkutan menggunakannya.a. Coba periksalah diode-overload itu jika mungkin hubungan–pendek.Telitilah hubungan diode itu kalau terbalik pemasangannya dalamsirkuit.b. Diode-overload yang terbalik memasangnya atau hubungan pendekdapat mengakibatkan radio kurang peka (kurang sensitive).Selain hubungan yang telah diterangkan, kadang-kadang diode-overload dipasang antara sisi bawah gulungan transformator I-F keduabagian primernya dengan gulungan primer sisi atas transformator I-Fpertama. Jika hubungan yang sedemikian itu diode-overload.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6363
  97. 97. 2) TiDAK ADA SINYALModul ELKA-MR.AM.004.A) 64No.Bagian YangRusakAnalisa pengukuran Penyelesaian1. Gulungantransformator IFHambatan kumparansekunder trafo putus- Ganti trafo IF2. Detektor (dioda)/(transistor)Tegangan bias yg salahPada dioda- Betulkan teganganbias- Ganti dengan diodayg baru3. Oscilator lokalpada rangkaianpenalaTransistor penguat RFtegangan bias yg salah- Priksa sirkuit/komponen- Sekitar rangkaianpenala64
  98. 98. Dari tabel diatas dijelaskan lebih rinci seperti dibawah ini:1. Gulungan Transformator putus.Trafo yang rusak dapat mengakibatkan tidak dapat diteruskan sinyaldari tingkat ketingkat lainnya.Setelah dilakukan pengukuran pada gulungan primer dan sekundertransformator IF dengan ohm meter, dan menunjukan nilai yang tidaksesuai dengan data teknis, maka dapat disimpulkan sinyal berhentidisatu titik yang pada akhirnya radio tidak bunyi.2. Transistor detektornya rusak.Hal ini jika detektor menggunakan transistor, coba lepaslah transistoritu dan periksalah dengan ohm-meter, atau gantilah dengan transistoryang baru. Jika transistornya dalam keadaan baik, coba ukurlahkomponen-komponen detektor transistor itu.3. Diode germanium rusak (jika menggunakan detektor diodegermanium).Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6565
  99. 99. a. Ukurlah tahanan balik dan tahanan laju diode. Jika tahananbaliknya dibawah 20 k-ohm (20.000 ohm), sebaiknya gantilahkristal germanium itu. Kristal diode germanium yang masih baikmempunyai tahanan balik antara 100.000-500.000 ohm dantahanan lajunya kurang dari 100 ohm. Makin besar ketetapanarus diode kristal itu makin rendah pula tahanan lajunya.b. Mengukur tahanan laju dan tahanan balik diode cukup hanyadengan membalik kabel pengukur ohm-meter.c. Gantilah diode yang sudah rusak, dan perhatikanlah polaritasnyaketika memasang, jangan sampai keliru.Pada waktu memasang kristal diode, gunakanlah penyalur panasdengan hati-hati dan secepat mungkin mengerjakannya, agarsupaya diode itu tidak rusak karena panas yang berlebihan.(Panas ketika menyolder).4. Tegangan elektrode-elektrode detektor.a. Jika detektornya dari diode-germanium (kristal diode), ukurlahtegangan bias laju antara anode dan katodenya. Tegangan biaslaju ini kecil sekali, antara 0,025 volt-0,1 volt.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6666
  100. 100. b. Jika detektornya dari transistor, ukurlah bias laju antara basis danemittor, dan tegangan bias ini juga kecil seperti tegangan biaspada diode germanium.c. Dalam pengukuran ini gunakanlah voltmeter d-c dengan batasukur yang cukup rendah, sehingga penunjukan jarum voltmetermudah dibaca.5. Osilator lokal pada rangkaian penala dapat menyebakan pesawat radiotidak ada sinyali, sinyal dari osilator dan sinyal RF yang datang dariluar (antena) agar menghasilkan sinyal IF dengan frekuensi 455 kHz.Jika bagian ini tidak bekerja maka pada pesawat tidak akan adasinyal.c. RangkumanDidalam menentukan/menganalisa hasil pengukuran pesawat penerimaradio, setelah diyakini bahwa pesawat radio bekerja dengan normal, makadapat dilakukan beberapa cara yaitu dengan cara menyocokan data hasilpengukuran dengan data besaran tegangan dengan kondisi pesawatbekerja dengan normal.Tujuan akhir dari anlisa hasil pengukuran adalah ditemukannyabagian/komponen yang rusak. Oleh karenanya setiap peserta diklat harusModul ELKA-MR.AM.004.A) 6767
  101. 101. mampu menganalisa suatu data untuk mendapatkan informasi baru yangakan digunakan sebagai penyelesaian langkah-langkah perbaikan/reparasi.d. TugasUntuk lebih mendalami dan lebih menguasai uraian materi 4 pada modulini, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut:1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 4orang.2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitar tempat tinggalanda.3. Menggunakan contoh format diatas, catatlah tipe dan jenis kerusakanpesawat radio yang diperoleh dari bengkel yang anda kunjungi.4. Setelah memperoleh jenis-jenis kerusakan dapat digunakan sebagaikajian pembahasan /diskusi kepada kelompok belajar anda atau denganguru.e. Test formatifBacalah pertanyaan berikut, jawab pertanyaan dengan ringkas teratur danjelas.Dengan mengacu pada sekema rangkaian:Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6868
  102. 102. 1. Uraikan langkah-langkah untuk menganalisa hasil pengukuran!2. Dengan cara bagaimanakah anda, memperoleh data pengukurandengan kondisi radio tidak normal?3. Mungkinkah data pengukuran dijadikan bahan untuk menentukan jenis-jenis kerusakan?4. Bagaimanakah dapat diketahui oscilator lokal dikatakan tidak bekerja?5. Kesalahan Tegangan bias setiap transistor akan mengakibatkan radiomenjadi tidak bekerja, jelaskan?f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)g. Lembar kerjaMenganalisa hasil pengukuranA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana untukmelakukan analisa data hasil pengukuran untuk memperoleh informasijenis-jenis kerusakan. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkahkerja dengan benar, serta menganalisa dengan teliti maka Anda akanmemiliki kemampuan untuk menganalisa kerusakan bagian maupunkomponen yang terdapat pada pesawat radio.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6969
  103. 103. Satu hal yang perlu diingat, perbanyak data pengukuran untukmendapatkan hasil analisa yang benar. Baca kembali persiapan awalyang ada pada modul ini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apayang belum Anda fahami dengan benar.B. Alat dan bahan1. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).2. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika3. Gambar rangkaian Radio AM/FMModul ELKA-MR.AM.004.A) 7070
  104. 104. C. Langkah kerja1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satukelompok, Kemudian buat diskusi untuk menjelaskan gejalakerusakan).2. Buatlah tabel, Catatlah jenis kerusakan yang terdapat dari setiapbagian atau komponen.3. Buat ringkasan pemahaman setiap jenis kerusakan pada pesawatradio tape recorder.4. Buat penjelasan singkat terhadap hubungan tombol kontrol terhadaprangkaian yang menjadi bagiannya.5. Selamat bekerja, semoga berhasil.D.KesimpulanTulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja.E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerja.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7171
  105. 105. Kegiatan Belajar 5: Melaksanakan Perbaikan/ReparasiPada kegiatan belajar 4 telah diindentifikasi jenis-jenis kerusakan dansebabkan dari komponen yang rusak. Pembelajaran selanjutnya pesertadikalat melaksanakan perbaikan/reparasi.a. Tujuan Kegiatan PembelajaranPeserta diklat trampil melakukan perbaikan/reparasi dari segala jeniskerusakan pada pesawat penerima radio.b. Uraian MateriLangkah-langkah perbaikan/reparasi pesawat tape recorder.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7272
  106. 106. Dalam pekerjaan perbaikan/reparasi dianjurkan mengikuti langkah-langkahperbaikan /reparasi sebagai berikut:1. PEMERIKSAAN FISIK (sebelum pesawat-radio dihidupkan):a) Apakah stelan untuk tegangan jaringan (main voltage) betul?b) Apakah polaritas baterai betul? (tidak saling tukar terminalpositif/negatifnya).c)Apakah kontak–kontak baterai baik? (kontak–kontak harus bersih;tidakberkarat,dan tidak hijau oleh reaksi kimia). Bersihkan dengan kainbasah air panas,kemudian dikeringkan betul.d) Apakah tak ada perkawatan putus? (ada pelawan hangus,dlsb).2. PADA SAAT, DAN SEBENTAR SESUDAH, PESAWATDIHIDUPKAN:a) Adakah ada bau asap? (trafo atau dioda, pelawan,terbakar).b) Apakah ada kenaikan daya yang menyolok pada jaringan umum?(diukur dengan alat ukur watt atau alat ukur ma)c)Sampai berapakah tegangan baterainya jatuh?d) Apakah kawat pijar berpijar semuanya?e) Berapakah tegangan yang ada pada kondensator tapis pencatudaya?Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7373
  107. 107. 3. SELAMA PESAWAT HIDUPa) Pengeras suara berdengung? Dengung 100Hz ditimbulkan oleh Ctapis kering (habis kapasitasnya).Dengung 50 Hz ditimbulkan oleh satu sel (dioda) perata yang rusak.(Dengung 100 Hz lebih tinggi nadanya ketimbang dengung 50 Hz).b) Pengeras suara berdesah? Ada desah, berarti penerimamenangkap.c) Putarlah pengatur volume sampai maksimum, kemudian jamahlah(dengan jari) basis (atatu kisi) penguat audio. Jangkitdengung,berarti bahwa bagian ini baik.d) Putar-putarlah saklar jalur (bandswitch) (berpindah-pindah jalurfrekwensi). Ada ”krak” dari pengeras suara? Ada, berarti: penyampurdan penguat frekwensi antara baik.e) Sentuh-sentuh terminal antena dengan kawat (atau obeng). Ada“krak-krak” dari pengeras suara? Ada,berarti sirkit antena baik.f) Menguji transistor/IC: kalau mencurigai transistor atauIC, ujilah alat-alat itu, atau ganti saja dengan yang baru.Untuk menguji transistor, tidak perlu melepaskanya dari sirkit; cukupmengukur-ukur tegangan kolektor dan tegangan emitornya saja.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7474
  108. 108. Dengan alat uji transistor khusus,transistor-transistor akan dapat diuji dengan mudah, tanpa menanggalkanya dari rangkaian. alat ujiyang di maksud adalah plug in circuit transistor tester. Alat uji iniakan dapat di bangun sendiri dengan mudah.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7575
  109. 109. 4. TIDAK ADA SUARAa) Jamahlah sirkit masukan penguat audio. Timbul dengung?Kalau timbul dengung, berarti kesalahan berada di salah satutingkat depannya detector.b) Jamahlah dengan obeng pada kisi tabung, atau basistransistor.c) Ujilah osilator. Cara menguji osilator, Osilator supaya di ujipada berbagai frekwensi, dengan memutar-mutar kondensator taladari posisi minimum hingga maksimum (bersesuaian denganfrekwensi tertinggi hingga frekwensi terendah, di dalam satu jalur).Mungkin osilator hanya mau berguncang pada salah satu jalur saja,atau mungkin mau berguncang pada separuh belah jalur saja.d) Apakah penguat frekwensi antara berguncang? Ini dapat ditilik dengan jalan mengukur tegangan yang di hasilkan detector. Kalupenguat frekwensi antara berguncang akan ada tegangan rata dikeluaran detector. Meskipun penerima sedang tidak menangkapapapun.5. BUNYI LEMAHa) Apakah tegangan pencatu daya (baterai) terlampau rendah?Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7676
  110. 110. b) Titik bagian audio. (berilah sinyal lewat terminal masukan untuk “pickup”. Kalau bunyi ternyata normal, berarti kesalahan berada di salahsatu tingkat didepannya penguat audio.c) Titik tegangan-tegangan di penguat frekwensi antara dan dikonvertor.d) Bunyi lemah dapat juga ditimbulkan oleh salah satu transformatorkopling yang tergeser talaanya (tidak tepat 455 KHz). Kalau bunyilemah terjadi hanya ada pada sesuatu bagian dari jalur frekwensi,maka penilikan dilakukan terbatas pada bagian jalur itu saja!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7777
  111. 111. 6. BUNYI GEMERTAKANa) Potensiometer pengatur volume kotor atau aus. Gantilah denganyang baru. Tidak cukup dengan hanya membersihkannya saja,karena toh akan segera gemertekan lagi!b) Periksa kondensator tala, kalau-kalau kotor. Dapat di bersihkandengan menyemprotkan udara, atau menggesek - gesekkan kertastipis di celah-celah kepingnya.c) Ujilah (periksa) saklar-saklar.7. SUMBER TEGANGAN DCBaterai supaya di ukur sementara pesawat sedang hidup. (mengukurtegangan beban; bukan G.E.M baterai!) Tegangan beban yang merosotakan membangkitkan bunyi cacat, sebab:a) Terjadi kopling lewat perlawanan dalam baterai;b) Kondisi kerja transistor tergeser kebawah.Jikalau baterai di jajari kondensator-kondensator yang cukup besar, lagipula di dalam pesawat terdapat sirkit-sirkit de kopling yang baik,makategangan baterai yang merosot akan tidak menimbulkan cacat yangsangat. Tetapi oleh kemerosotan tegangan itu,kepekaan penerimamerosot juga.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7878
  112. 112. Gejala-gejala yang di timbulkan oleh kemerosotan tegangan bateraiadalah a.l.:1) Kepekaan penerima berkurang (bunyi dari pneras suara menjadilemah). Bunyi cacat.2) Netralisasi dalam penguat frekwensi antara menjadi kurangefektif,sehingga penerima cenderung berosilasi (bercuit-cuit).3) Bunyi dut-dut-dut. (Motorboating).Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7979
  113. 113. 8. KONDENSATORKondensator elektrolit dengan kapasitas besar–besar di pakai dalamrangkaian transistor-transistor, mengingat bahwa transistor mempunyaiimpedansi masukan rendah-rendah.Dalam sirkit kopling, maka kondensator yang bocor akan menimbulkancacat. kondensator yang kering merosotkan penguatan, pula frekwensirendah-rendah audio jadi hilang.Dalam sirkit-sirkit jajaran (by pass) dan dalam tapis-tapis, maka C yangbocor menurunkan tegangan kerja dan arus kerja, hingga menimbulkancacat. C yang kering akan menimbulkan gejala motorboat.Kondensator kertas harus mempunyai perlawanan isolasi lebih dari 50M Ohm untuk kapasitas setiap mikro farad. (Contoh: kapasitas 0,5 mfdharus mempunyai perlawanan isolasi lebih dari 0,5 x 50 Mohm=25Mohm,dst.).Perlawan kondensator mika dan keramik harus melebihi 100 Mohm permfd nya.Kondensator elektrolit yang baik dengan tegangan kerja 400 Volt DCharus mempunyai perlawanan lebih dari 500 K ohm. Kondensator-kondensator elektrolit untuk tegangan-tegangan kerja kecil mempunyaiperlawanan serendah-rendahnya 100 K ohm.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8080
  114. 114. Jikalau sedang menguji kondensator elektrolit, perlulah polaritas-polaritas alat ukur Ohm di perhatikan, sebab menguji dengan polaritas-polaritas tertukar akan menimbulkan salah ukur.PERHATIAN:Kondensator–kondensator dalam penerima bertransistor lazimnyabertegangan tembus rendah–rendah (1,5.......15 Volt). Kalau mengijialat-alat ini dengan alat ukur Ohm (ataupun alat-alat ukur lain) ingat-ingatlah, bahwa alat-alat ukur yang bersangkutan mungkinmenggunakan tegangan baterai yang lebih tinggi dari tegangan tembuskondensator!c. RangkumanUntuk dapat melaksanakan pekerjaan perbaikan/reparasi diperlukanpengetahuan yang cukup, pemahaman secara teori/prinsip kerja pesawatradio, juga diperlukan kompetensi pengoperasian alat ukur.Selain dari pada itu trampil didalam menggunakan alat mekanik; sepertiObeng, Tang, Solder.Sedangkan alat ukur terdiri; multimeter, oskiloskop, signal injektor dan alatpendukung lainnya.Tujuan akhir dari pekerjaan perbaikan/reparasi adalah dapat memperbaikidari bermacam-macam jenis kerusakan.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8181
  115. 115. d. TugasUntuk lebih mendalami dan lebih menguasai uraian materi 5 pada modulini, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut :1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 4orang.2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitar tempattinggal anda.3. Dapatkan langkah-langkah penyelesaian praktis dalam pekerjaanperbaikan/reparasi.4. Setelah memperoleh petunjuk praktis laporkan kepada guru untukdijadikan bahan kajian pembahasan/diskusi kepada kelompok belajaranda.e. Test formatifBerilah tanda silang pada butir; a, b, c, dan d, untuk pernyataan yang Andaanggap benar.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8282
  116. 116. 1. Dalam perbaikan pesawat elektronik, apakah langkah pertama dalampemeriksaan fisik sebelum pesawat-radio dihidupkan?a. Memeriksa polaritas bateraib. Memeriksa kontak – kontak bateraic. Memeriksa perkawatand. Memeriksa stelan untuk tegangan jaringan (main voltage)2. Berapa besar tegangan kerja kondensator elektrolit yang baik?a. 300 volt DC c. 300 volt ACb. 400 volt DC d. 400 volt AC3. Dan kondensator elektrolit tersebut harus mempunyai perlawanan lebihdari:a. 500 K Ohm c. 300 K Ohmb. 400 K Ohm d. 700 K Ohm4. Apa yang dimaksud dengan plug in circuit transistor tester?a. Alat pengukur transistorb. Alat pemberi tegangan pada transistorc. Alat uji transistord. Alat untuk memperbaiki transistor5. Apa yang dimaksud dengan Bandswitch ?Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8383
  117. 117. a. Saklar Jalur c. Saklar Togleb. Saklar Geser d. Saklar Push On6. Ditimbulkan oleh apa pengeras suara berdengung sebesar 100 Hz ?a. Ditimbulkan oleh satu sel (Dioda) perata yang rusakb. Ditimbulkan oleh C tapis yang kering (habis kapasitasnya)c. Ditimbulkan oleh kebocoran transistord. Adanya kerusakan pada speakerModul ELKA-MR.AM.004.A) 8484
  118. 118. 7. Dan ditimbulkan oleh apa pengeras suara berdengung sebesar 50 Hz?a. Ditimbulkan oleh satu sel (Dioda) perata yang rusakb. Ditimbulkan oleh C tapis yang kering (habis kapasitasnya)c. Ditimbulkan oleh kebocoran transistord. Adanya kerusakan pada speaker8. Apa yang dimaksud dengan By Pass ?a. Papan sirkuit tercetak c. Sirkuit-sirkuit searahb. Sirkui-sirkuit jajaran d. Sirkuit-sirkuit setara9. Disebabkan oleh apakah terjadinya gejala Motorboating ?a. Transistor yang bocor c. Resistor yang terbakarb. Dioda yang bocor d. Condensator yang kering10.Bunyi lemah dapat juga ditimbulkan oleh .......a. Transistor Kopling c. Thyristor Koplingb. Thermistor Kopling d. Transformator KoplingModul ELKA-MR.AM.004.A) 8585
  119. 119. f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)g. Lembar kerjaMelaksanakan Perbaikan/ReparasiA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana kita dapatmelaksanakan perbaikan. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkahkerja dengan benar, serta mengamati dengan teliti maka Anda akanmemiliki kemampuan dan tranpil memperbaiki jenis-jenis kerusakandengan mengganti komponen–komponen yang rusak.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8686
  120. 120. Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dankeselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modulini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Anda fahamidengan benar.B. Alat dan bahan1. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).2. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika3. Multimeter, Toolkit, solderC. Langkah kerja1. Buatlah kelompok belajar (empat orangatau lebih dalam satu kelompok, Kemudian buat diskusi untukmelaksanakan perbaikan).2. Buatlah tabel, Catatlah gejala kerusakanyang terdapat dari setiap tombol kontrol.3. Buat ringkasan pemahaman setiap jeniskerusakan pada pesawat radio tape recorder.4. Buat penjelasan singkat tentanglangkah-langkah perbaikan.5. Selamat bekerja, semoga berhasil.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8787
  121. 121. D. KesimpulanTulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja.E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerja.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8888
  122. 122. Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8989
  123. 123. Kegiatan Belajar 6: Menguji hasil Perbaikan/Reparasia. Tujuan Kegiatan PembelajaranSetelah menyelesaikan pembelajaran ini, peserta diklat diharapkan:1. Mampu menggunakan alat ukur elektronik untuk menguji langkahperbaikan yang telah dilakukan.2. Dapat memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan sudah sesuaidengan standar prosedur operasi yang dipersyaratkan.3. Dapat memastikan bahwa semua komponen pengganti sudah terpasangdengan baik dan benar sesuai dengan prosedur perbaikan dan sesuaidengan buku petunjuk manual yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatperangkat elektronik yang diperbaiki.b. Uraian MateriSebuah langkah perbaikan terhadap gangguan yang didapat pada suatuperangkat elektronik pada dasarnya adalah sebuah langkah yangsistematis yang menuntut ketelitian tinggi dari mekanik elektronik yangmelakukan perbaikan.Dalam konteks ini adalah suatu keharusan jika kemudian seorang mekanikmelakukan pengujian ulang terhadap perbaikan yang telah dilakukan.Menguji hasil perbaikan dapat dilakukan sesuai dengan langkah awalModul ELKA-MR.AM.004.A) 9090
  124. 124. perbaikan. Perbaikan sebuah penerima misalnya dilakukan mulai darirangkaian depan (loudspeaker), kemudian dilanjutkan dengan rangkaianpenguat daya, rangkaian penguat tegangan dan seterusnya. Dengandemikian pengujian hasil perbaikan juga dimulai dari depan, dimanapengujian dilakukan dengan menggunakan multimeter, megukur teganganpada titik-titik uji (Test Point/TP) yang dapat dilihat dari diagram rangkaian(schematic diagram) yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat perangkatelektronik tersebut.Pengujian hasil perbaikan juga dapat dilakukan dengan menggunakan RFGenerator, Frequency Counter dan Oscilloscope, sehingga diketahui sinyalinput dan output dari setiap bagian serta frekuensi yang dihasilkan olehperangkat elektronik yang telah diperbaiki sesuai dengan spesifikasi teknisyang dikeluarkan oelh pabrik pembuatnya.Pada modul ini peserta diklat dapat melakukan pengujian/percobaan darisetiap bagian pada pesawat radio yang diperbaiki. Bagian-bagian yangakan diuji adalah: 1) RF Amplifier, 2) Osilator, 3) Mixer, 4) IF Amplifier, 5)Bandwidth Amplifier, 6) Karakteristi Dioda Detektor, 7) Detektor denganAVC (Automatic Volume Control), 8) Audio Amplifier, 9) Power Amplifier10) Power Supply (catu daya).Modul ELKA-MR.AM.004.A) 9191
  125. 125. c. Rangkuman1. Langkah perbaikan pada pesawat elektronik pada dasarnya adalahsebuah langkah yang sisitematis.2. Menguji hasil perbaikan dapat dilakukan sesuai dengan langkah awalperbaikan.3. Perbaikan sebuah penerima radio misalnya dilakukan mulai darirangkain depan (loudspeaker).4. Pengujian hasil perbaikan juga dimulai dari depan.5. Pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter, mengukurtegangan pada Titik-titik Uji (Test Point/TP) yang dapat dilihat daridiagram rangkain (Schematik Diagram).6. Pengujian hasil perbaikan juga dapat dilakukan dengan menggunakanFrequency Counter dan Osilloscope.d. TugasUntuk lebih mendalami dan lebih menguasai pengujian hasil perbaikan padamodul ini, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut:1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompokmaksimum 4 orang.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 9292
  126. 126. 2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitartempat tinggal anda.3. Dapatkan langkah-langkah pengujian secara singkat danpraktis.4. Setelah memperoleh petunjuk praktis laporkan kepadaguru untuk dijadikan bahan kajian pembahasan/diskusi kepada kelompokbelajar anda.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 9393
  127. 127. e. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)f. Lembar kerjaRF AmplifierA. TujuanSetelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan peserta diklat dapat:1. Membuat kurva respon frekuensi penguat RF berdasarkan hasilpengamatan praktikum.2. Menguji/Mengukur besar penguatan penguat tingkat RF.B. PengantarRF amplifier adalah suatu rangkaian yg berfungsi memprkuat sinyalRF yang datang pada antena yg biasanya sangat kecil harganya. RFamplifier dasarnya ada dua jenis, yaitu RF amplifier yang berfungsisebagai penguat tegangan dan yg berfungsi sebagai penguat daya.Tujuan utama penguat daya adalah untuk menaikkan daya outputnyadengan mengingat besarnya tegangan, sedangkan tujuan utamarangkaian penguat tegangan adalah untuk menaikkan besarnyategangan tanpa mengingat besar dayanya.RF amplifier biasanya dapat memperkuat sinyal dengan frekuensi 30kHz sampai 300MHz. Sirkuit penguat RF bermacam-macamModul ELKA-MR.AM.004.A) 9494

×