Bab 3 sistem pembuatan master

3,632 views

Published on

Published in: Business, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,632
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
91
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 3 sistem pembuatan master

  1. 1. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk134 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)3.1 PendahuluanSuara dari kaset dari tape recorder, CD dan Mp3 player yang kitadengar merupakan suara yang diputar ulang. Suara tersebutberbentuk file audio dengan berbagai macam format (dat, Mp3, ACdan sebagainya). Sebelum dapat kita nikmati, file audio tersebutmengalami beberapa tahapan yaitu:Pembuatan konsepRekaman ( Tracking )MixingPre MasteringMastering.Gambar 3.1. menunjukkan suasana ruang rekam di studio.Sebuah lagu yang siap direkam, akan dibahas oleh pemain musikdan sound engineer. Disini seluruh proses rekaman sampaipembuatan master akan dikonsep. Konsep ini bertujuan untukmemberikan gambaran tentang proses yang akan dilalui, misalnyapenggunaan alat musik, efek, tipe lagu dan sebagainya.BAB 3SISTEM PEMBUATAN MASTERDAN REKAMANGambar 3-1. Studio rekaman Sumber: www.shure.com
  2. 2. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 135Gambar 3-2. Pengambilan vokalGambar 3-3. Proses mixingdengan audio mixer consoleGambar 3-5. Proses mixingmenggunakan softwareGambar 3-4. Proses editing dan premasterKemudian proses rekaman,proses rekaman atau trackingadalah proses pengambilansinyal audio kemudian disimpan dimedia rekam. Didalam prosesrekaman, vokal atau alat musikpenghasil sinyal audioakan diambil suaranyadengan mikropon, ataubisa juga langsungdiambil melalui pick upseperti gitar elektrik danlainnyaSetelah sinyal audioberhasil direkam, untukmenjadikan musik yangterpadu diperlukanproses mixing ataupencampuran. Sinyalaudio yang dari proses rekaman berbagai macam alat musik sepertigitar, bass dan drum digabungkan menjadi satu dengan suara vokalis.Proses mixing menitik beratkanpada keseimbangan setiap trackuntuk menghasilkan suara yangbaik dengan hasil RMS yang tidakterlalu besar. Pada umumnya,bagian lagu terkeras mencapai –14dB RMS atau +4dB (Bob Katz,K-20)Hasil yang diperoleh dariproses mixing diedit, proses inimasuk dalam pre mastering ataupersiapan menuju mastering.Proses premastering adalahproses penyempurnaan hasil mixing untuk mencapai “standarisasi”dalam arti, merapikan frekuensi-frekuensi yg mengganggu (misalnya
  3. 3. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk136 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-6. Proses masteringGambar 3-7. Pemutarpiringan hitamGambar 3-8. Tape recorderbass yang terlalu over dll), pengaturan gain untuk mencapai gain yangmaksimal tetapi tidak overcompression (-12dB untuk pop, -10 dBuntuk rock dsb). Jika proses standarisasi tidak bisa tercapai karenabost dan cut pada proses mixing terlalu besar maka harus dilakukanmixing ulang.Proses yang terakhir adalah Mastering. Mastering merupakanproses secara keseluruhan meliputi peletakan track, penentuanmarker, penataan fade infade out. Mastering jugabertanggung jawabperpindahan antar laguagar diantara lagu yangdiproduksi terkesan satuproduk. Hasil akhir dariproses mastering adalahMaster yang akan dikopidan diproduksi secaramasal3.2 Proses PerekamanSaat ini, “Analog” merupakan satu-satunya jenis rekaman yangdilakukan kebanyakan musisi. Kemampuan yang luas dari alat rekamDAT, Alesis ADAT 8 trek, Tascam DA-88 8 trek dan perekam harddisk seperti Emu Darwin, Akai dan Vestax telah merubah situasi ini.Tetapi prosesnya sama meskipun ada perbedaan teknikal danspesifikasi format.3.2.1 Proses Perekaman AnalogPeralatan perekaman analogmenggunakan sebuah tape plastik yangdilapisi dengan partikel-partikel magnetbergerak melintasi head perekam magnetdengan kecepatan yang konstan untukmerekam dan memutar ulang.Selalu ada sebuah headpenghapus, pada jalur tape, untukmenghapus dan mengatur kembalipartikel-partikel sebelummenyentuh head rekam. Pada
  4. 4. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 137Gambar 3-9. Studio rekaman digitalwww.shure.commesin dua head terdapat satu head untuk merekam maupunplayback. Disain tiga head mempunyai satu head untuk merekam,sinkronisasi (sync head) dan yang lain untuk playback. Mesin-mesinprofesional mempunyai tiga head.Ada keterbatasan banyaknya sinyal partikel tape dapat serapdan produksi ulang. Dua buah parameter berkaitan denganmemaksimalkan kemampuan tape untuk merekam dan playbackadalah kecepatan tape dan bias. Pada kecepatan yang lebih cepat,lebih banyak sinyal yang diberikan, dengan kata lain lebih banyakpartikel yang terekam. Kebanyakan perekam multitrack analogprofesional bekerja pada 30 ips (inches per second / inch per detik).Sinyal frekuensi tinggi, 100Khz atau lebih, jauh lebih tinggi dari yangmanusia sanggup dengar, ketika direkam bersama sinyal normal,partikel magnet bekerja lebih baik untuk menghasilkan frekuensi-frekuensi yang lebih tinggi.pada proses yang komplex banyak kemungkinan terjadikesalahan. Mesin tape harus secara mekanis dan elektronik diaturpada spesifikasi yg sangat akurat. Pertama, untuk memastikan bahwasecara fisik memungkinkan tape secara lembut berbalik (shuttle),rewind atau forward. Meskipun formula tape berkembang sangatpesat, problem mekanik dapat merusak tape karena meregang ataumengusutkan. Tidak ada yang dapat memperbaiki kesalahan ini.Problem lain termasuk kehilangan partikel kaset, dinamakan“shedding”(penghancuran), fluktuasi cepat yang memproduksi “wowand flutter” dan kaset yang tidak layak untuk kontak dengan head.Lebih jauh lagi, elektronik harus merekam sinyal input danmelakukan plyback dengan baik. Inilah mengapa tone/frekuensi padakaset master anda menjadi sangat penting. Frekuensi tone dibutuhkanuntuk mengatur secaraelektronik pada mesin tapesehingga ketika bekerja padastudio yang berbeda, tapeterdengar sama seperti yangdiingat. Ketika semuaparameter diatur secara benar,dapat didengarkan kembali apayang telah direkamsebelumnya.3.2.2 Proses Perekaman DigitalProses perekaman digitalsecara mekanik jauh lebihsederhana, tetapi sangatbanyak melibatkan elektronika.Sinyal masukan dikopi 1000 kali /detik dan setiap potongan akustikmasing-masing diberi angka digital, yang berisikan nomor 0 dan 1.
  5. 5. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk138 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-10. Hardiskmerupakan salah satu mediarekam digitalGambar 3-11. Suasana ruang kontrolstudio rekamanSecara teori, pengubah analog ke digital (ADC converter) menerimamasukan analog dan merubahnya menjadi sekelompok angkakombinasi 0 dan 1. Sedangkan pengubah digital ke analog (digital-to-analog converter / DAC) berfungsi mengubah sinyal digital ke analog.Sampling rate adalah kecepatan pengambilan sampel atauberapa banyak suara dipotong dalam satu detik merupakan faktorutama pada seberapa baik sebuah suara dapat melalui prosesdigitalisasi. CD dikopi atau disampel pada 44,1 K atau 44.100kali/detik, dan itu menjadi standard industri. Beberapa formatmenawarkan 48 K sampling.Mesin tape digital menggunakanpemindahan mekanik dan tape plastiksebagai sebuah media penyimpananinformasi digital. Alesis ADAT danTascam DA-88 adalah contoh digitaltrack ganda yang tidak terlalu mahal.Cara lain yang dapat diterima adalahperekam hard disk. Beberapadiantaranya memakai komputerdengan software sebagai pengontrolyang canggih, seperti digi-design dansoundscape, sementara yang lainnyamemberikan kotak tempat hard diskuntuk menyimpan, seperti EmuDarwin, Vestax dan Akai.Ukuran hard disk membatasi lama waktu perekaman. Pencarianmenjadi sangat cepat, begitu pula saat melakukan pengeditan. Ketikacara ini dipadukan dengan komputer sebagai antar muka, didapatkansebuah processor musikyang tangguh.3.3 Peralatan Rekam AudioAlat musikmenghasilkan gelombangaudio. Ketika orangberbicara atau menyanyimaka dihasilkan gelombangaudio. Gelombang audioitulah yang akan direkamdan diproses menjadisebuah lagu. Peralatan yangdigunakan didalam prosesrekaman meliputi :
  6. 6. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 139Gambar 3-12 Mikroponuntuk merekam vokalGambar 3-13. Audio mixerconsole www.behringer.comGambar 3-14. Audio Equalizer www.dbx.com3.3.1 MikroponMikropon adalah suatu alat yangdapat mengubah getaran suaramenjadi getaran listrik. Mikroponmerupakan salah satu sumber pokokberkaitan dengan masukan sinyalpada studio rekaman / studioproduksi. Karena mkropon padaumumnya sangat peka dalammenerima getaran suara, peletakanmikropon memerlukan pengaturankhusus agar suara-suara yang tidakdiperlukan tidak ikut masukmenggetarkan membrane mikropon.Terdapat beraneka jenis mikroponyang mempunyai karakteristikberbeda oleh karena itu untuk terapanyang bereda diperlukan jenis mikropon yang berbeda. Agar hasilnyaoptimal diperlukan keterampilan pemilihan mikropon yang sesuaidengan tujuan pengambilan suara.3.3.2 Audio MixerAudio mixer berfungsi untukmencampur beberapa sinyal audio.Pada masa sekarang, studiorekaman banyak yang menggunakanaudio mixer digital maupun dalambentuk software. Namun menu padaaudio mixer tersebut sama denganaudio mixer pada umumnya.3.3.3 EkualiserFungsi umumdari Ekualiser adalahuntuk memunculkanatau meniadakanfrekuensi tertentu.Dalam teknologirekaman digital,keberadaan audioekualiser digantikan dengan ekualiser yang terdapat didalam softwarerekaman. Karakteristik ekualiser tersebut sama dengan ekualiserpada umumnya dan telah dijelaskan pada bab sebelumnya.
  7. 7. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk140 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-15. Ekualiser grafikGambar 3-16. ParametricEQ pada NuendoGambar 3-17. Parametric EQ padaSonarEkualiser secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu graphicdan parametric.Dari gambar 3-15.dapat dlihat bahwafrekuensi dibagimenjadi 10 band ygtetap. Frekuensidipilih kemudiandicut/boost. Cara kerjanya cukup sederhana.Gambar 3-15. adalahsebuah ekualiser parametric dari software sonar dan nuendo. Selaindigunakan pada software, parametric EQ ini dapat juga ditemukan dichannel strip mixer.EQ sebaiknya digunakan sesudahproses tracking. Artinya, pada saatmerekam suatu suara, baik itu vocal,atau gitar, dianjurkan untuk tidak mengEQ nya terlebih dahulu. Biasakanlahuntuk mencari sound yg terbaik padasaat merekam. Mungkin denganmerubah letak mikropon, menggantimikropon, atau alat musik. Yang harusdiingat, tak dapat diboost/cut apa ygtidak ada dari awal.Low Cut Filter : digunakan ketikamerekam vocal dengan jarak dekat.Karena ada proximity effect,juga menjaga getaran sepertidari kaki, AC.
  8. 8. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 141Apabila terpaksa meng-EQ lebih dari 6 dB, ubah posisi mikroponatau tune alat musik untuk mendapatkan sound yg diinginkan. Apabilamelakukan pekerjaan mixing sementara orang lain yang melakukantracking, maka harus menggunakan EQ. Dalam hal ini cobalah untukmenghindari penggunaan lebih dari 9 dB. Penggunaan EQ, terutamasaat melakukan boost, memiliki efek samping yaitu phase shifting.Lebih baik untuk melakukan cut, karena efek samping tidak sebesarmem boost.Gunakan cut untuk membuat sound menjadi lebih baik, dan boostuntuk merubah warna sound. Bayangkan, saat ini sudah disiapkanmixing sebuah lagu, mungkin ada 24 track, mungkin lebih. Pertamakali, mute dulu semua channel yang ada. Lalu, mulai dari drum.Kenapa harus drum dulu?, alasannya adalah, apabila diperhatikansebuah lagu yang sudah di mastering, akan terlihat rata-rata memilikifrekuensi yang merata dari rendah hingga tinggi. Itulah mengapadimulai dari drum. Karena instrument drum memiliki frekuensi yangmerata. Mulai rendah pada kick drum hingga tingg / cymbal. Mulailahmembuka mute dari beberapa channel drum, mungkin 7, atau 8mungkin juga 12 channel. Sebelum melakukan mixing tanpa efekyakinkan sudah cukup seimbang. Tapi cobalah lagi menghaluskan,setelah itu mulailah meng EQ untuk menserasikan menurut selera danjenis musik yang sedang dimixing.Beberapa frekuensi penting untuk drum meliputi :• Bass drum, bottom sekitar frekuensi 60 – 80 Hz, slap atau click nyasekitar 3 – 6 kHz• Snare drum, bunyi “thonk” (kayu) sekitar 300 Hz, bunyi “thakk”sekitar 1.5 – 2.5 kHz• Frekuensi 2- 4 kHz di cut sedikit, karena agak kasar kedengerannya• Freqency 12 kHz keatas boleh di boost sedikit utk mendapatkankesan crispness dari keseluruhan kit drumSetelah drum sudah bagus, buka channel bass gitar, kemudiancompress. Untuk menserasikan dengan kick drum, solo satu persatudan pastikan bahwa tidak ada yang dominan. Bilamana diperlukan,turunkan sedikit frekuensi cakupan tengah rendah (sekitar 200 Hz).Apabila pemain bass melakukan slap bass, maka serasikanlahdengan “click sound” dari kick drum. Apabila perlu naikkan sedikit kickdrum pada frekuensi sekitar 4 kHz.Setelah drum dan bass sudah sesuai, selanjutnya bukavocalnya, lakukan compress. Setelah itu perhatikan sibilancefrekuensi vocal, frekuensi kira2 sama dengan cymbal drum. Apabilasibilance terlalu banyak, jangan di EQ, tetapi gunakanlah “deesser”untuk menguranginya. Apabila sibilance sudah baik, sesuaikandengan cymbal jangan ada yg dominan.Seimbangkan vocal, drum dan bass hingga terdengar enak.Sampai tahap ini sudah terbangun kerangka dari pekerjaan mixing.
  9. 9. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk142 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-18. Audio reverb www.behringer.comSelanjutnya tinggal membangun instrumen lain yang ada di sekelilingkerangkatersebut.3.3.4. AudioReverbReverbadalah suatuefek yang terjadikarena suara yang dipantulkan. Tiap ruangan memiliki karakteristikyang berbeda ditentukan oleh beberapa faktor. Sama denganekualiser, audio reverb juga telah tersedia didalam software rekaman.Ketika mixing reverb biasanya digunakan sebagai efek send.Alasannya adalah: ketika sebuah lagu dimixing, cukup hanyamenggunakan dua atau tiga unit reverb saja. Apabila digunakandalam posisi insert, maka harus dipasang sebuah unit pada setiapchannel yang membutuhkan reverb. Sedangkan dalam posisi send,cukup buka aux bus dari channel yang ingin diberi efek. Selainmenghemat CPU, dengan hanya menggunakan satu atau dua buahunit saja, maka hasil mixing akan terdengar lebih menyatu karenakarakteristik reverb nya sama.3.3.5 Audio CompressorAudio Compressor digunakan agar suara lebih stabil. Dalamproses perekaman, audio compressor digunakan pada saat prosesrekaman. Untuk rekaman, compressor dapat digunakan sebelumsinyal masuk ke tape / hard disk. Aplikasi ini, compressor bergunauntuk menjaga sinyal yang masuk agar tidak sampai terjadi digitalclipping.Yang termasuk dalam kategori compressor antara lain:• Limiter : output konstan, tidak peduli besar kecilnya sinyal yangmasuk.• Brick Wall Limiter : limiter yang digunakan pada saat mastering.• Frekuensi Selected Compressor : bekerja pada satu bandfrekuensi yang telah ditentukan. Contohnya adalah deesser.Deesser bekerja pada frekuensi sekitar 5 – 8 kHz dan bergunauntuk menekan bunyi Sshhh dari vocal• Multi Band Compressor : banyak digunakan untuk mastering,dibagi menjadi beberapa bandwith masing-masing denganpengaturan yang berbeda. Berguna untuk menekan frekuensitanpa harus menggunakan EQ
  10. 10. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 143Gambar. 3-19 AudiocompressorGambar 3-20. Sound envelopeApabila digunakan dengan baik danbenar, sebagian besar pendengar yang awamtidak akan menyadari bahwa compressor telahdigunakan. Telinga manusia, cenderung lebihpeka terhadap perubahan pitch, dari padaperubahan amplitudo.Umumnya, sound engineer mengertimusik. Tentu mengerti, selain nada dan irama,perubahan dinamika atau keras lembutnyasebuah lagu yang sangat berpengaruh padakeindahan lagu tersebut. Apalagi untuk laguklasik. Nah, inilah yang akan dipertahankan.Ada lima buah parameter yang dapat diatur, yaitu: threshold, ratio, attack time,release time, dan output/gain.• Threshold adalah titik minimal yangmembuat compressor bekerja. Misal darigambar 3-19 bisa dilihat, threshold di aturpada -20 dB. Berarti, semua sinyal yangmelewati -20 dB akan di proses. Sinyal ygtidak melewati -20 dB tidak akan di proses.• Ratio adalah perbandingan atau jumlah kompresi yang akandikenakan pada sinyal audio yang melewati batas threshold yangtelah ditetapkan. Contoh : perhatikan gambar 3-19. Ratio diaturpada perbandingan 3:1. Jadi, misalkan sinyal berada pada -14,berarti melewati ratio dengan jumlah 6 dB. Lalu akan di kompressdengan perbandingan 3:1. Maka akan didapat hasil 2. Nah ini yangditambahkan pada threshold -20 diatas. Hasil akhir adalah -18 dB.Sebagaimana telah dibahas berulang kali masalah dB, mungkin adapertanyaan berapa dBkah kompresi yang baik?. Jawaban tergantungselera dan jenis musikyang sedang dimixing.Tetapi ada pedomannyayaitu : apabila sudahdicompress sebesar 6 dB,maka dipersepsikan ituadalah setengah darikerasnya suara sebelumdicompress.Gambar 3-20. adalahsound envelope dari beberapa instrumen pada umumnya sesirekaman. Gambar 3-20. terdapat bentuk sound envelope dariberbagai macam instrumen yang berbeda-beda. Terdapat sound
  11. 11. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk144 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-21. Personal komputerdrum, vokal dan bass. Compressor dapat diatur, sehingga bereaksisecara berlainan pada setiap alat musik yang berbeda.• Parameter ketiga, adalah attack time menentukan seberapa lamacompressor menunggu sebelum mulai bekerja setelah mendeteksiadanya sinyal yang melewati threshold. Sebagaimana terlihat padagambar 3-20. setiap instrumen memiliki sound envelope yangberbeda. Jika attack time diatur cepat, maka compressor akan melihatdan bereaksi pada hampir setiap sinyal yang melewati threshold.Contoh pada track drum gambar 3-20. apabila attack time diaturcepat, maka compressor akan bereaksi terhadap setiap pukulandrum. Ketika attack time ke lambat, maka compressor tidak akanbereaksi terhadap sinyal berdurasi pendek.• Parameter keempat, adalah release time menentukan seberapalama compressor menunggu sebelum berhenti bekerja setelahmendeteksi bahwa sinyal audio sudah tidak lagi berada di atasthreshold. Bisa juga diartikan waktu sebelum compressor kembali kenormal.• Parameter kelima adalah make up gain atau output. Output iniberguna untuk menambah perolehan sinyal audio yang sudah dicompress.Beberapa Compressor memiliki pengaturan yang disebut hard knee atausoft knee. Perbedaannya adalah pada hard knee, ketika sinyal masih dibawah threshold, sama sekali tidak dicompress. Begitu melewatithreshold, maka compressor langsung bekerja. Pada soft knee, ketikasinyal mulai mendekati threshold compressor mulai bekerja.3.3.6 Audio MultigateGate bisa dianalogikan sebagai volume control otomatis. Ketikamenerima trigger berupa suara, maka volume akan terbuka, danketika suara tidak ada, makavolume akan di tutup lagi begitusinyal berada di bawah titik batasyang di tentukan.3.3.7 Komputer (PC)Komputer dapat digunakan disemua proses pembuatan mastermulai dari rekaman hinggamastering. Tetapi peranankomputer lebih banyak pada prosespremaster dan mastering. Satu unit
  12. 12. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 145komputer yang dapat digunakan minimal Pentium III atau AMD Duron1,2GHz, Ram 256 MB, Harddisk dan CDRW. Sebenarnya spesifikasidi atas lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan dari softwareperekaman yang digunakan sebab tiap-tiap software membutuhkanspesifikasi minimal yang berbeda-beda.3.3.8 SoundcardSelain processor, ram dan harddisk, soundcard merupakanelemen yang paling penting pada rekaman berbassis komputer sebabkualitas suara yang akan dihasilkan sangat ditentukan olehsoundcard. Soundcard atau biasa juga disebut audio converter terbagimenjadi beberapa bentuk yaitu, onboard, PCI, USB dan firewire.Soundcard dengan koneksi USB maupun firewire pada mulanyaditujukan untuk para pengguna laptop, tetapi saat ini hal tersebutsudah tidak berlaku. Hal yang harus diperhatikan dalam memilihsoundcard yaitu resolusi dan sample rate. Misal 16bit/44.1KHz,24bit/96KHz, 24bit/192KHz dll. Semakin besar resolusi maupunsample rate kualitas suara yang dihasilkan akan semakin baikwalaupun pada akhirnya lagu akan di-burn ke CD yang hanyamemiliki resolusi 16bit/44.1KHz.Hal lain yang harus diperhatikan adalah jumlah input maupunoutputnya, semakin banyak jumlah input maka semakin banyakinstrumen / sumber suara yang dapat direkam secara bersamaan.Misal untuk merekam drum dibutuhkan 8 input sehingga snare, tom,floor, kick, crash, chinese, ride, hihat dll dapat direkam secarabersamaan dengan masing-masing track yang terpisah. Tetapi,apabila hanya ingin merekam gitar, bass, vokal atau keyboard secaraoverdub (satu-persatu / dalam waktu yang tidak bersamaan) makacukup menggunakan soundcard yang memiliki 2 input. Selain itu,biasanya soundcard juga memiliki fasilitas koneksi yang berbagaimacam seperti digital I/O S/PDIF, AES-EBU, MIDI dll. Contohsoundcard khusus audio yang biasa dipakai untuk keperluan rekamanyaitu ESI, M-Audio, Echo, E-Mu dll.Software-software musik memerlukan driver soundcard tertentuagar dapat berfungsi secara optimal. Beberapa macam driver tersebutyaitu :ASIO (digunakan pada Tracktion, Cubasse, Nuendo, Logic,Guitar Rig dll)MME (Cooledit, Cakewalk, Cegas, Winamp, dll)WDM (Sonar, Power DVD, dll)GSIF (Gigastudio 2.42 atau diatasnya)
  13. 13. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk146 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-22. Tampilan dari softwarecakewalk music creator 4ASIO merupakan driver yang dikembangkan oleh Steinberg danpaling banyak digunakan oleh software-software populer saat ini.Pada soundcard onboard, SB Live dan soundcard sejenisnya tidakmemiliki driver ASIO sehingga akan menghasilkan latency yangsangat tinggi pada saat melakukan perekaman. Latency adalah jedaatau keterlambatan sinyal yang terdengar pada output pada saatperekaman (input) dilakukan. Biasanya dalam satuan milidetik. Jadimisalkan teriak Aaa sekarang, maka beberapa milidetik kemudianbaru terdengar Aaa di speaker / headphone. Kalau hanya 1 hingga 5milidetik tidak akan berpengaruh banyak. Tetapi kalau sampai 400hingga 1000 milidetik hal itu sudah tidak dapat ditoleransi. Untukmengatasi delay tersebut, saat ini sudah ada driver ASIO yang dapatdigunakan pada soundcard biasa, namanya ASIO4ALL.3.3.9 SoftwareSoftware perekamanterbagi menjadi duajenis yaitu softwaremultitracking danmastering software.Software multitrackadalah program yangdapat merekam danmenjalankanbeberapa tracksekaligus maupunmerekam sumbersuara secara overdub(satu-persatu) untuk disusun menjadi satu komposisi lagu. Padasoftware ini pekerjaan editing, mixing mupun penambahan efekdilakukan. Contoh software jenis ini yaitu Cubasse, Tracktion, CoolEdit, Cakewalk dan lain-lain.Software mastering adalah program yang digunakan untukmemproses hasil mixing stereo (2 track L/R) sehingga lagu menjadilayak dengar dan memiliki kualitas maupun kekerasan suara yangsetara secara komersil. Lagu hasil mastering inilah yang biasa kitadengar pada kaset maupun CD komersil dan disebarluaskan. Contohsoftware tersebut adalah WaveLab dan Sound Forge kalau yangfreewarenya Wavosour, Soundengine dll.
  14. 14. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 147Gambar 3-23. Speaker monitor3.3.10 Speaker Monitor dan HeadphoneSpeaker digunakan untuk mendengar proses dan hasil rekaman.Monitor speaker yang baik harusnya speaker yang memang didesainkhusus untuk keperluan recordingdan memiliki karakter yang relatifflat (contoh : Genelec, M-Audio,ESI, dll). Flat adalah suatu istilahyang digunakan untukmenunjukkan sebuah sistem yangmemproduksi semua frekuensi,seimbang, lebih atau kurangPerbedaannya dengan speakerbiasa yaitu respon frekuensinyayang merata dari 50 Hz – 20 KHz.Speaker biasa umumnya melebih-lebihkan frekuensi-frekunsi tertentusehingga suara yang dihasilkanterkesan lebih bagus dari suara aslinya, sehingga apabila suara yangdihasilkan sudah terdengar baik pada speaker tersebut belum tentubaik bila didengarkan pada speaker yang lain.Headphone digunakan pada saat merekam vokal maupuninstrumen musik yang menggunakan teknik mixing agar suara darispeaker utama tidak ikut terekam apabila tempat merekam dan alatperekam (komputer) berada pada satu ruangan. Selain itu,headphone juga sangat membantu dalam melakukan proses mixingterutama untuk mendengar hiss, nafas sang vokalis untuk diedit lebihlanjut.3.3.11. Pre AmplifierPreamp digunakan untuk memperkuat sinyal, baik sinyal yangdatang dari mikropon ataupun dari instrumen musik. Gitar maupunbass listrik tidak dapat direkam secara langsung karena instrumentersebut memiliki impendansi yang tidak sesuai pada soundcard.Sinyal yang didapat akan terkesan kurus dan pecah. Caranya yaituoutput gitar masuk ke input preamp lalu output preamp ke inputsoundcard. Mixer juga memiliki fungsi sebagai preamp selain itu DIbox juga dapat digunakan sebagai pengganti preamp. Padaperusahaan rekaman, fungsi preamp terdapat pada audio mixer. Jadiaudio mixer tersebut digunakan pada proses rekaman (difungsikansebagai penguat awal atau preamp) dan mixing.
  15. 15. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk148 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-24. Kabeldan konektorGambar 3-25. Mikroponuntuk rekaman3.3.12 Kabel penghubung dan KonektorKabel dan konektor mempunyaiperan yang sangat penting dalam halreproduksi suara. Untuk proses rekamandianjurkan menggunakan kabel dankonektor yang mempunyai kualitas baik.3.4 Teknik Penempatan Mikropon DalamRekamanBanyak cara yang dilakukan didalam menempatkan mikropon untukmendapatkan suara yang baik. Cara inidilakukan berdasarkan dalil-dalil aukstik perambatan suara dan jugaditambah dengan pengalamaoperator.Untuk mendapatkan suara yangbaik, tidak hanya dari bagaimanapenempatan mic, tetapi juga daripemilihan mic yang tepat. Seringsekali terjadi pengguna mic tidakmemperhatikan karakteristik dari mic.3.4.1 Mikropon untuk announcerUntuk suara orang yangberbicara langsung di depanmikropon, digunakan mikroponcondenser yang berkualitas tinggidengan segala arah (omni /unidirectional). Letakkan dengan jarak25 sampai dengan 60 cm dari mulutpembicara. Jarak penempatan inijuga tergantung dari kekerasan suarapembicara, akustik, air conditioning (AC) dan lain-lain yang ada disekitarnya. Jika ruangan yang digunakan banyak gangguannya,hendaknya jarak diperdekat.3.4.2 Mikropon untuk merekam dialog (wawancara)Kedua pembicara dapat duduk berdampinga di depan, tetapi iniakan membuat kedua pembicara duduk berdesakan dan juga bilasalah seorang pembicara lebih keras suaranya, sulit untuk mengaturkeseimbanga suara. Tetapi dapat diatur dengan cara menggeserpembicara yang keras suaranya untuk agak menjauh dari mic. Cara
  16. 16. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 149Gambar 3-27. Perekaman vokalGambar 3-26. Penempatanmikropon untuk vokalyang paling banyak adalah dengan menggunakan mic yangmempunyai polar arah bidiretional atau omni/uni directional.3.4.3. Mikropon untuk dramaGunakan dua mikropon (bidirectional atau omni/uni directional)untuk setiap dua orang pemain.Berbeda dengan drama televisi karena mic tidak boleh terlihatoleh penonton, maka digunakan Gun Mic (condenser) dengapolar arah super cardioid dengan menggantungkan mic tersebutpada ketinggian tertentu pada boom stand denga sudut 30derajat diarahkan kepada pembicara.Untuk mengarahkan mic kepada pembicara karena ia bergerakterus maka dibutuhkan seorang teknisi untuk mengubah arah mictersebut. Gun mic ini mempunyai sudut (polar arah) yang sempit,sehingga noise yang tidak diinginkan dapat dihindari. Adabeberapa cara menempatkan mic untuk mendapatkan suara yangdinginkan. Cara-cara ini dapat juga diperbaiki sesuai denganpengalaman-pengaaman yang dimiliki oleh operator.3.4.4 Mikropon untuk vokalis (penyanyi)Tempatkan mic 1 inchi ataulebih dari mulut si penyanyi untukmenghasilkan sound nafas.Tempatkan mic 1 inchi sampaidengan 6 inchi dari penyanyi dankecilkan suara nafas serta suarayang pecah dari penyanyi.3.4.5 Mikropon untuk chorus (koor)Tempatkan mic 2 sampai dengan3 feet dari chorus. Membagi chorusdalam beberapa grop kecil danmembagi mic pada tiap group denganjarak 6 sampai dengan 9 feet.
  17. 17. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk150 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-30. Penempatanmikropon pada saxophonewww.shure.comGambar 3-31. Drum setGambar 3-29. Susunanmikropon dilihat dari sampingwww.shure.com3.4.6 Mikropon untuk obo, klarinet,saxophone dan fluteTempatkan mic dia tas jari tempatmenutup lubang alat musik tersebut.Adapaun jarak disesuaikan.3.4.7 Mikropon untuk timpaniTempatan mic 8 inchi dari atasalat musik3.4.8 Mikropon untuk vibraphoneTempatan mic 4 sampai dengan6 inchi di atas keyboard.3.4.9 Mikropon untuk drumsetDua mic diletakkan di atasperangkat drum untukmendapatkan effect stereo (satudi kanan dan satu di kiri).Gambar 3-28. Susunan mikropon dilihatdari atas www.shure.com
  18. 18. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 151Gambar 3-34 Penempatanmikropon untuk snare drumdilihat dari atashttp://homerecording.about.comsGambar 3-36. Penempatanmikropon untuk merekam hi-hatwww.shure.comGambar 3-37. Posisi mikropon untukmerekam tom-tomhttp://homerecording.about.comMic untuk snare drum denganjarak kira-kira 10 cm (mic di atassnare dapat juga menangkap suarahit hat).Gambar 3-32. Susunan mikropondilihat dari depanwww.shure.comGambar 3-33. Penempatanmikropon untuk snare drumwww.shure.comGambar 3-35. penempatan mikroponuntuk merekam cymbalhttp://homerecording.about.com
  19. 19. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk152 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-38. Penempatan mikropon untukmerekam tom-tom (www.shure.com)Gambar 3-39. Posisi mikropon untukmerekam bass drum www.shure.comMic untuk TomTom dengan jarak 10cm dapat jugamenangkap suaracymbal.Bass drum micdapat dipasang didalam bass drumdengan jarak 10 cm.3.4.10 Mikropon untuk merekam pianoGambar 3-40. Contoh penempatanmikropon pada bass drumhttp://homerecording.about.comGambar 3-42. Mikropon untuk pianowww.soundonsound.comGambar 3-41. Posisi penempatanmikropon pada grand pianowww.shure.com
  20. 20. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 1533.4.11 Mikropon untuk merekam GitarGambar 3-45. Gambar konfigurasi posisi mirophone pada pianowww.shure.comGambar 3-43. Posisi mikropon tampakbelakang pada grand pianowww.shure.comGambar 3-44. Posisi mikropontampak depan pada grand pianowww.shure.comGambar 3-46. Posisi mikroponterhadap alat musikwww.shure.comGambar 3-47. Beberapa contoh penempatanmikropon pada gitar www.shure.com
  21. 21. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk154 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-48. Mikroponuntuk elektronik amplifierwww.shure.comGambar 3-50. Studio berbassis DAWwww.shure.com3.4.12 Mikropon untuk merekam Electronic AmplifierMic ditempatkan lurus menghadap ke loudspeaker untukmendapatkan suara yang jernih.3.5 Sistem Perekaman Berbassis Komputer DAWDAW (Digital Audio Workstation )adalah sebuah sistem rekamanberbassis computer yang dirancang untuk menggantikan studiorekaman tradisional. DAW memilikisegala kemampuan dari studiorekaman tradisional seperti multitrack recording dan playback, jugapenggunaan berbagai macam fxuntuk mixing seperti compressor,reverb, dan EQ. DAW modernbahkan memiliki kemampuan yangtak dimiliki oleh sistem studiorekaman masa lalu sepertikemampuan undo, non destructiveediting, vocal correction, drumreplacement, amp simulator, dan sebagainya.Pada era digital sekarang ini banyak studio yang sudah tidakmenggunakan mixer, melainkan sebuah converter yang sudah ada preAmpnya. Pendekatan semacam ini selain lebih ringkas juga menghematbiaya. Tetapi, baik digital maupun analog, alat-alat di atas tetaplahdigunakan.Gambar 3-49. Contoh penempatan mikroponpada elektronik amplifier www.shure.com
  22. 22. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 155Compressor, reverb, dan EQ mungkin telah menjadi software plug inyang ada di dalam Computer. Tetapi apabila diperhatikan, baik berupaplug in di layar computer, maupun yang berwujud kotak di rack,sesungguhnya parameter yang digunakan adalah sama.Sistem ini dinamakan Mix inside the Box. Kelebihan utama adalahharga lebih terjangkau, dengan kualitas yang tetap professional. Dapatdimiliki sebanyak mungkin compresor, reverb, atau plug in lain selamasistem sanggup. Bandingkan dengan di jaman analog yang harusmembeli banyak unit compressor, reverb, EQ. Hal inilah yangmenyebabkan semakin populernya studio rekaman digital, dengan hargaterjangkau dan kualitas yg baik. Kuncinya adalah: SDM yg handal danberpengalaman.Kelebihan lain dari sistem digital yaitu total recall, pekerjaan mixingdapat dilanjutkan tepat di saat ditinggalkan. Bandingkan dengan mixeranalog, apabila process mixing belum selesai, maka mixer tidak bolehdiutak-atik. Apabila mixer sudah dipakai orang lain, maka apabila maumelanjutkan mixing, harus mengatur kembali satu persatu settingan ygterdahulu. Memang ada beberapa mixer analog yang memiliki fungsiautomation seperti NEVE, atau SSL. Tetapi harganya akan mahal sekali.secondnya saja mungkin bisa 2 milyar. Sistem MIB ( Mix inside the Box )ini kualitasnya tergantung pada 3 hal yaitu• Mikropon dan kabel yg baik• Pre Amp dan Converter yg berkualitas• Computer yang kuat.Dasarnya adalah bagaimana mendapatkan sinyal yang terbaik kedalam computer. Dalam hal ini ada pepatah yang sangat berguna yaituGambar 3-51. Diagram dari sebuah studio rekaman tanpa Mixer
  23. 23. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk156 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-52. Komputerdalam DAWhttp://homerecording.about.comRubbish In Rubbish Out. Bagaimana hebatnya keterampilan mixingatau dibantu dengan alat processor terbaik juga tak akan menghasilkanmaksimal apabila sinyal tak berkualitas. Mengenai monitor speaker,sebaiknya memiliki yang flat, yaitu speaker khusus yang dirancang untukmixing. Merek yg terkenal adalah Genelec, DynAudio, Adam Audio, JBL,Yamaha, dll. Speaker flat ini berbeda dengan speaker rumahan,memiliki frekuensi response yang merata dari 50 Hz – 20 kHz. Speakerjenis ini tidak melebih-lebihkan frekuensi untuk mendapatkan kesanterdengar lebih baik dari asli nya. Dengan kata lain, speaker jenis inisangat jujur dalam me reproduksi hasil mixing anda.Inilah yang diperlukan seorang Sound Engineer pada saat mixing. Yaituuntuk mendapatkan gambaran akurat dari frekuensi berbagai instrumentyang sedang di mixing. Apabila speaker yang digunakan untuk mixingtidak flat, maka telinga anda akan tertipu oleh speaker dan tidak dapatmenentukan frekuensi dengan baik.Tambahan lagi, speaker rumahan biasanya dirancang untukmengimpress pendengar sehingga memiliki karakter low dan high yangdi boost. Akan tetapi, kurang baik dalam mereproduksi frekuensimenengah. Di sinilah si sound engineer akan kesulitan ketika diamelakukan "fine tuning" parameter, misalnya dari EQ atau reverb.Hampir sama dengan studio rekaman pada umumnya, studio berbassisDAW terdiri atas 5 komponen utama yaitu:3.5.1. KomputerKomputer berfungsi sebagai "host"dari Multi Track Software, dan AudioConverter. Computer jugamenyediakan processing power yangdiperlukan untuk operational audio danplug in. Komputer untuk DAW memilikispesifikasi yang berbeda dengankebanyakan komputer kantoran ataugame. Beberapa spesifikasi tambahanadalah:Tingkat kebisingan yang rendahOperating System yang di set untukpenggunaan software audioHard Disk yang memiliki clustersize lebih besarSoundcard on-board yang dimatikan untuk mencegah conflict
  24. 24. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 1573.5.2 Multi Track SoftwareDisini adalah software yang kita gunakan untuk memproses datahasil rekaman. Biasanya sudah dilengkapi plug in seperticompressor, reverb, EQ, amp simulator, drum replacement, dsb.Beberapa Software yang banyak digunakan adalah:Pro ToolsCubasse / NuendoSonarDigital PerformerLogicDan sebagainya3.5.3 Audio ConverterBerfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi digital, jugakebalikannya yaitu digital menjadi analog. Converter yang dimaksuddisini berbeda dengan soundcard kebanyakan yang sering dipakaiuntuk rumahan atau game. Perbedaan adalah:Memiliki input yang lebih banyak untuk dapat merekam beberapainstrument secara bersamaan. Biasanya antara 4 hingga 12 input.Bisa di link. Apabila satu buah converter tak mencukupi, makabeberapa buah converter dapat di link untuk menyediakan inputyang lebih banyak.Dapat merekam dengan sample rate yang lebih tinggi.Memiliki bit resolution / dynamic range yang lebih baik. Rata-rataconverter audio saat ini memiliki noise floor sekitar - 115 dBFS.Memiliki fitur "Free Latency Monitoring". Fitur ini bisa diibaratkanseperti mixer yang berada di soundcard, sehingga audiodikeluarkan lagi sebelum di proses oleh multi track software.Keuntungan nya adalah latency ( keterlambatan ) yang sangatkecil, bahkan terkadang tidak ada sama sekali. Dalam zerolatency monitoring, yang di dengar adalah sinyal sebelumdiproses.3.5.4 MikroponBerfungsi sebagai transducer yaitu merubah gelombang suaradi udara menjadi variasi voltase yang nanti nya akan dirubahmenjadi data digital oleh converter.
  25. 25. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk158 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)3.5.5 Speaker Monitor.Sperti telah dijelaskan di awal, speaker monitor adalah speakeryang flat dan dirancang khusus untuk kebutuhan mixing / mastering.Speaker flat ini berbeda dengan speaker rumahan, memilikifrekuensi response yang merata dari 30 Hz - 20 kHz. Dengan katalain, speaker jenis ini jujur dalam mereproduksi hasil mixing. Inilahyang diperlukan seorang sound engineer pada saat mixing. Yaitumendapatkan gambaran akurat dari frekuensi berbagai instrumentyang sedang di mixing. Apabila speaker yang digunakan untukmixing tidak flat, maka telinga akan tertipu oleh speaker dan tidakdapat menentukan frekuensi dengan tepatDengan sistem DAW ini, dapat dimiliki sebanyak mungkincompresor, reverb, atau plug in lain selama sistem sanggup.Bandingkan dengan di jaman analog yang harus membeli banyakunit compressor, reverb, EQ, dan lainnya. Hal inilah yangmenyebabkan semakin populer studio rekaman digital, denganharga terjangkau dan kualitas yang professional. Kuncinya adalah:SDM yang handal dan berpengalaman.Kualitas sistem DAW tergantung pada 3 hal yaitu:Mikropon dan kabel yang baikPre Amp dan Converter yang berkualitasKomputer yang kuat.3.6 Format file hasil mastering digitalDalam file suara digital dikenal format, format adalah sistempengkodean file. File suara digital berasal dari sinyal suara analogyang di sampling dan di kodekan. Berikut ini adalah macam-macamformat file suara:3.6.1 Mp3Singkatan dari MPEG, Audio Layer 3, MP3 menjadi formatpaling populer dalam musik digital. Kepopuleran MP3 disebabkankarena ukuran filenya yang kecil dengan kualitas yang tidak kalahdengan CD audio. Format ini dikembangkan dan dipatenkan olehFraunhofer Institute. Dengan bitrate 128 kbps, file MP3 sudahberkualitas baik. Namun MP3 Pro-format penerus MP3-menawarkan kualitas yang sama dengan bitrate setengah dariMP3. MP3 Pro kompatibel dengan MP3. Pemutar MP3 dapatmemainkan file MP3 Pro-namun kualitas suaranya tidak sebaguspiranti yang mendukung MP3 Pro.
  26. 26. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 159MP3 mempunyai beberapa batasan/limit:• Bit rate terbatas, maksimum 320 kbit/s (beberapa encoderdapat menghasilkan bit rate yang lebih tinggi, tetapi sangatsedikit dukungan untuk mp3-mp3 tersebut yang memiliki bitrate tinggi)• Resolusi waktu yang digunakan mp3 dapat menjadi terlalurendah untuk sinyal-sinyal suara yang sangat transient,sehingga dapat menyebabkan noise.• Resolusi frekuensi terbatasi oleh ukuran window yang panjangkecil, mengurangi efisiensi coding• Tidak ada scale factor band untuk frekuensi di atas 15,5 atau15,8 kHz• Mode jointstereo dilakukan pada bassis per frame• Delay bagi encoder/decoder tidak didefinisikan, sehingga tidakada dorongan untuk gapless playback (pemutaran audio tanpagap). Tetapi, beberapa encoder seperti LAME dapatmenambahkan metadata tambahan yang memberikaninformasi kepada MP3 player untuk mengatasi hal itu.3.6.2 MIDIMIDI sudah ada sejak tahun 1980 an tapi banyak orangmasih belum mengerti apa itu MIDI. MP3 lebih banyakmendapatkan perhatian belakangan ini. MIDI singkatan dariMusical Instrument Digital Interface yaitu sebuah "interface" yangmenghubungkan sistem komputer dengan keyboard instrumenmusik. (MIDI) merupakan sebuah standar hardware dan softwareinternasional untuk saling bertukar data (seperti kode musik danMIDI Event) di antara perangkat musik elektronik dan komputerdari merek yang berbeda. Untuk membentuk sistem Musik MIDIdiperlukan sebuah keyboard instrumen musik yang mempunyaipenghubung MIDI sebuah CPU komputer sebuah monitor dansebuah printer ( sebagai tambahan ).3.6.3 WAVWAV adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggriswaveform audio format merupakan standar format berkas audioyang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM. WAV merupakanvarian dari format bitstream RIFF dan mirip dengan format IFFdan AIFF yang digunakan komputer Amiga dan Macintosh. BaikWAV maupun AIFF kompatibel dengan sistem operasi Windowsdan Macintosh. Walaupun WAV dapat menampung audio dalam
  27. 27. TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk160 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008)Gambar 3-53.Ipodbentuk terkompresi, umumnya format WAV merupakan audioyang tidak terkompres.3.6.4 AACAAC adalah singkatan dariAdvanced Audio Coding. Format inimerupakan bagian standar motion pictureexperts group (MPEG), sejak standarMPEG-2 diberlakukan pada tahun 1997.Sample rate yang ditawarkan sampai 96KHz-dua kali MP3. Format ini digunakanApple pada toko musik online-nya, iTunes.Kualitas musik dalam format ini cukup baikbahkan pada bitrate rendah. iPod,pemutar musik digital portabel dari Apple,adalah piranti terkemuka yang mendukung format ini.3.6.5 WMASalah satu yang menyebabkan format yang ditawarkanMicrosoft, Windows Media Audio (WMA), disukai para vendormusik online adalah dukungannya terhadap Digital RightsManagement (DRM). DRM adalah fitur untuk mencegahpembajakan musik, hal yang sangat ditakuti oleh studio musiksaat ini.Kelebihan WMA tidak hanya itu saja. Kualitas musik yangditawarkan format WMA lebih baik daripada MP3. Tes yangdilakukan situs Extremetech.com menunjukkan format ini jugakualitasnya lebih baik daripada AAC.Format ini cukup populer. Piranti lunak dan piranti kerasterbaru umumnya mendukung format ini. Namun dukunganbelum seluas MP3, kendati hal ini bisa berubah dalam waktu-waktu mendatang.3.6.6 Real AudioSalah satu format yang biasa ditemukan pada bitraterendah. Format dari RealNetworks ini umumnya digunakandalam layanan streaming audio. Pada bitrate 128 kbps ke atasRealAudio menggunakan standar AAC MPEG-4.
  28. 28. Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEODIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 1613.6.7 Ogg VorbisOgg Vorbis merupakan satu-satunya format file yangterbuka dan gratis. Format lain yang disebutkan di atas umumnyadipatenkan dan pengembang piranti lunak atau pembuat pirantikeras harus membayar lisensi untuk produk yang dapatmemainkan file dengan format terkait.Dari segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitasyang tinggi pada bitrate rendah dibandingkan format lain. Pirantilunak populer, Winamp dan pelopor pemutar MP3 portabel Riomodel terbarunya sudah mendukung format ini. Walaupundemikian dukungan piranti keras terhadap format ini masihjarang.3.6.8 PolyphonicSebutan Polyphonic semakin sering didengar olehmasyarakat seiring dengan perkembangan teknologi digitalterlebih lagi teknologi ponsel. Namun pada dasarnya, polyphonicadalah nada yang dapat diperdengarkan oleh speaker. Namunhal ini tergantung pada kemampuan proses dalam soundcard-nya. Oleh sebab itu, semakin tinggi jumlah polyphonic yang dapatdimainkan secara simultan oleh soundcard, maka akan semakinbaik kualitas suara yang akan dihasilkan. Biasanya jumlah initertulis dengan kelipatan 8, seperti 32 atau 64. Jika tertulis 64Polyphonic, maka ini artinya soundcard dapat memproses 64nada secara simultan.

×